My Greget Husband - Bab 194 Tamu Tidak Diundang

Kemahiran Windy Xia pagi ini telah jatuh ke tingkat kelahiran tahap sempurna, bagaimana Yogi Chen bisa melihatnya?

Yogi Chen menghelakan napasnya dan berkata: “Guru, aku sudah mengingatkan kamu kemarin malam, pil penguat roh itu adalah pil yang rusak, tetapi tidak ada seorang pun yang percaya kepada aku. Alasan mengapa kamu berubah menjadi orang biasa lagi karena pil beracun itu sudah masuk dan merusak delapan saluran pembuluh darah anda.

Setelah mendengar apa yang dikatakan Yogi Chen ada benarnya, dalam hati Windy Xia seketika langsung berdenyut cepat.

Mungkinkah ini gara-gara pil penguat roh itu?

“Pil penguat roh ini, merupakan pil yang sangat beracun, seperti luka pada tulang yang akan menyerap energi kamu, reiki, dan kekuatan internal, sampai kamu menjadi orang yang biasa, bahkan akan menyerap energi dan darah kamu, membuat kamu penuaan dini, dan sudah terlambat jika darah kamu sudah diserap habis! “

Apa?

Apakah jatuh ke tingkat kelahiran masih tidak cukup dan masih menyerap energi dan darah aku?

Windy Xia sangat terkejut, dan ada padangan yang mengerikan di mata indah dia.

Dia mempunyai kecerdasan dan energi yang baik dalam dirinya, sangat mungkin untuk sampai ke tingkat kembali ke alam dalam kehidupan ini, tingkat kembali ke alam, bahkan dia mungkin bisa masuk ke tingkat surga.

Dia adalah senior termuda di Organisasi Infinite Sword, bahkan dia diharapkan untuk menjadi guru, tetapi jika kembali menjadi orang biasa, maka semua yang dia harapkan akan hilang.

Pikiran Windy Xia sesaat menjadi kosong.

Tetapi setelah beberapa saat, dia tenang lagi dan dengan mata yang tajam menatap Yogi Chen: “Katakan saja, apakah kamu sengaja mengarangnya dan kemudian menakuti aku? “

Dia mengerutkan keningnya, pil penguat roh ini adalah pil tingkat tinggi yang terkenal, ini dicatat di buku kuno Organisasi Infinite Sword, tetapi mengapa tidak dicatat dalam buku-buku kuno bahwa pil penguat roh ini memiliki efek samping yang begitu serius?

Tidak percaya?

Yogi Chen tersenyum tak berdaya dan berkata: “Aku sudah mengatakan semua apa yang aku katakan, jika guru tidak percaya kepadaku, aku pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi, jika guru sudah memikirkannya dengan jelas, bisa datang kepada aku, mungkin aku bisa membantumu! “

Setelah selesai berkata, Yogi Chen kembali ke ruang kelas.

Bisakah dia membantu aku?

Mungkin dia hanya omong kosong!

Beberapa kejadian yang tejadi dalam dua hari terakhir ini, membuat kesan Windy Xia terhadap Yogi Chen yang sangat buruk, jadi dia kadang percaya kadang ragu, atau lebih tepatnya, dia tidak percaya apa yang dikatakan Yogi chen.

Meskipun dia tidak percaya, perkataan Yogi Chen seperti pedang Damocles yang berarti bahwa ada bahaya yang akan datang setiap saat, tetapi hal ini masih terbayang-bayang di dalam pikirannya, sehingga membuat Windy Xia bingung dan terganggu dari waktu ke waktu selama pelajaran ini.

Jika perkataan Yogi Chen benar, dan apa yang bisa aku lakukan?

Tepat ketika Yogi Chen mengantuk di kelas, tiba-tiba ada selembar kertas yang tidak tahu dari mana datangnya yang di lempar ke arahnya.

Sialan, dari mana datangnya selembar kertas ini!

Yogi Chen tidak dapat memahaminya, setelah membuka selembar kertas itu, di dalam kertasnya itu tertulis dengan jelas: “Yogi Chen, dulu aku telah menuduh kamu! “

Yogi Chen terkejut, ternyata adalah Diana Sima, aku pikir wanita tua ini memiliki temperamen sombong, tetapi dia menundukkan kepalanya untuk meminta maaf kepada dirinya sendiri.

Yogi Chen memiliki perasaan terhadap Diana Sima, wanita yang terlihat dingin dan cantik.

Yogi Chen tersenyum, dan saat memikirkan bagaimana membalasnya, tiba-tiba telepon yang di sakunya berdering.

Begitu dia mengeluarkan ponselnya dan memeriksanya, Rini Li mengirim puluhan pesan pendek kepada dirinya sendiri.

Yogi Chen mengkliknya, dan semua isi pesan itu adalah Rini Li yang meminta maaf kepadanya: “Guru, aku salah, aku… aku lain kali tidak akan berurusan dengan Arifin Li lagi!

Yogi Chen yang tersenyum dingin dan tidak menjawabnya, pada awalnya dia memang tidak ingin mengajarkan Rini Li, dan sekarang dia menyakiti saudaranya lagi, bermimpilah jika ingin menjadi ahli pembuat pil!

Di sisi lain, keluarga Chen.

Setelah Tuan besar Chen menyetujui permintaan Kepala Biara Maria, murid-murid perempuan aliran Emei ini akan tinggal di ruang tamu villa keluarga Chen.

Keluarga Chen juga bisa dianggap sebagai warisan yang diberikan selama seratus tahun, vila keluarga Chen ini juga memiliki ruang tamu yang spesial dan tempat tinggal khusus perempuan.

Jadi, Tuan besar Chen mengatur murid-murid perempuan aliran Emei yang lapar ke tempat tinggal khusus perempuan itu.

Dan juga dia memerintahkan, tidak mengizinkan murid keluarga Chen menganggu murid-murid aliran Emei itu.

Pada saat yang sama, Kepala Biara Maria bermeditasi dan merenung di pavilliun danau di tempat tinggal khusus wanita.

Saat ini, mengenakan jubah biru tua, meskipun dia tidak mempunyai rambut, tetapi muka nya terlihat sangat cantik.

Wah wah, jubah lebar itu tidak bisa menutupi postur tubuhnya yang anggun, bisa dilihat seberapa baiknya dia.

Kepala Biara Maria tidak tahu bahwa pada saat itu ada seseorang yang memata-matai dia, dan sepasang mata tersebut dengan tajam tertuju padanya.

Siapa lagi kalau bukan Sandy Chen! Semenjak murid aliran Emei ini tinggal di villa keluarga Chen, Sandy Chen sudah menantikan ingin bertemu dengan murid-murid cantik aliran Emei ini, dan menurutnya ini merupakan pertemuan yang indah.

Cantik, sungguh cantik!

Meskipun para murid perempuan aliran Emei ini memiliki rambut yang panjang, tetapi Kepala Biara Maria lebih menggodanya, terutama Sandy Chen belum pernah memata-matai seorang birawati Buddha muda.

Benar, di mata Sandy Chen, Kepala Biara Maria adalah seseorang biarawati muda.

Dan teringat pada saat dia pernah memata-matai biksu Dengcao , dalam hatinya pun langsung bedenyut-denyut, jika dia juga bisa merasakannya pada Kepala Biara Maria, itu akan sangat luar biasa!

“Tuan Chen.”

Tepat ketika Sandy Chen sedang berpikir cabul, Kepala Biara Maria yang sedang duduk bermeditasi di pavilliun danau membuka matanya, dia berdiri dari tengah pavilliun, dan berjalan sambil mengepalkan tangannya berkata: “Tuan Chen, ada masalah apa? “

Sandy Chen dengan cepat membersihkan air liur di mulutnya, dan dengan serius berkata: “Kepala Biara Maria, dua hari ke depan aku ingin mengundang anda dan yang lain untuk makan bersama, kemarin terlalu buru-buru, aku hanya membuat makanan cepat saji, jika orang-orang di masyarakat luas juga mengetahuinya, bisa dikira aku dari keluarga chen tidak sopan terhadap anda, jadi aku meminta guru untuk datang, dan membawa murid-muridmu ke makan malam itu dua hari kemudian. “

Sandy Chen berbicara sambil melihat dari atas sampai bawah ke Kepala Biara Maria, semakin dia melihatnya, semakin gatal, ini benar-benar indah.

Setelah Kepala Biara Maria memikirkannya dan selalu merasakan tidak pantas, karena Keluarga Chen sudah sangat murah hati sampai menyediakan tempat tinggal.

Dia pikir sudah menumpang dan menyusahkan mereka lagi.

“Tuan Chen, kebaikanmu, dan berhati baikmu, aku tidak perlu…”

Dia belum selesai berkata, Sandy Chen menyela dia sambil tersenyum: “Guru tidak usah malu-malu, keluarga Chen sangat ramah kepada tamu, Keluarga yang sopan, dan juga memberikan guru kasih sayang. “

“Ini…”

Kepala Biara Maria sedikit ragu, tapi keluarga Chen sudah mengatakan begitu panjang, jika aku menolaknya maka aku seperti tidak memberi wajah kepadanya.

Tapi dia lebih suka diam dibandingkan berisik, ditambah lagi murid aliran Emei rata-rata itu perempuan, jika pergi ke jamuan makan malam, maka pasti akan ada minuman alkohol.

Terpikir sampai saat ini, Kepala Biara Maria berkata: “Tuan Chen, tolong biarkan aku memikirkannya dulu. “

Meskipun Kepala Biara Maria tidak langsung setujuinya, tapi Sandy Chen percaya, dia pasti akan datang.

Lagi pula, mereka sekarang tinggal di rumah keluarga Chen, ke depannya pasti mereka banyak bergantung pada keluarga Chen juga, dia percaya, Kepala Biara Maria ini pasti bisa memikirkannya sampai se detail ini.

“Baik, aku pasti akan menunggu kehadiranmu guru! “Sandy Chen dengan penuh harapan, lalu berbalik arah dan pergi.

…….

Hari ini Michelle Su hanya menghadiri kelas setengah hari, dan dipanggil pulang oleh Julia Tang.

Alasannya adalah dia tidak punya uang lagi.

Baru-baru ini tempat di mana Michelle Su melakukan siaran langsung, sudah diperiksa dan sedang diperbaiki.

Dia sudah tidak melakukan siaran langsung beberapa hari ini, tidak siaran langsung, jadi tidak ada orang yang memberikan hadiah lagi, jadi dia tidak ada pendapatan.

Yang membuat Michelle Su pusing adalah sejak dia masuk ke perguruan tinggi Harapan, Julia Tang yang bosan di rumah kemudian dia tertarik bermain judi, bermain mahjong, bermain kartu, bahkan sampai belajar bermain lotre.

Kalau kamu mengatakan bermain dalam jumlah yang sedikit, tidak apa-apa, tetapi Julia Tang ini terlalu berharap besar kepada putrinya dan merasa putrinya menghasilkan uang setiap hari dan tidak peduli menang atau kalah.

Ditambah lagi dia tidak peduli, dia memiliki keberuntungan yang buruk, sampai suatu saat, dia kalah dengan jumlah yang besar, bisa kalah kurang lebih 1 juta RMB dalam sehari.

Ketika Julia Tang menelepon kepada dirinya untuk meminta uang, Michelle Su langsung kesal.

Kalau sekarang masih bisa siaran langsung, itu tidak masalah, tetapi sekarang siaran langsung aku sudah berhenti, uang aku mau digunakan untuk membeli villa, tetapi uang yang aku pegang sekarang sudah tidak habis.

Setiap kali Julia Tang meminta kepadanya, Julia Tang bukan meminta delapan ribu tetapi meminta ratusan hingga jutaan RMB, dia benar-benar merasa tidak tahan lagi.

Tidak, Julia Tang memanggilnya kembali hari ini, dan meminta uang lagi.

Michelle Su sudah lama membujuknya, tetapi Julia Tang tidak peduli, setelah mengatakan akan bahayanya berjudi, pada akhirnya dia dengan rasa tidak peduli berkata: “Bukankah kamu bisa menghasilkan uang, ditambah lagi, bukankah kamu menghasilkan uang hanya untuk aku? “

Setelah selesai berkata, dia memutar badannya dan menuju ke lantai atas untuk berganti pakaian, jika sudah tidak terjai sesuatu, dia sebentar lagi akan keluar untuk bermain kartu lagi.

Benar saja, beberapa saat, Julia Tang turun ke bawah.

Michelle Su melihat ke Julia Tang: “Ibu, apakah kamu akan keluar bermain kartu lagi? “

Julia Tang langsung mencelanya: “Tidak, aku hari ini punya janji pergi ke spa bersama sahabatku, tolong kirimkan aku uang 200 ribu RMB (sekitar 400 juta rupiah) sekarang, kalau tidak mereka akan menunggu sangat lama! “

Melihat mata ibu yang seperti menyembunyikan sesuatu, Michele Su langsung tahu bahwa dia pasti akan pergi keluar bermain kartu lagi, dan saat dia ingin membujuknya dengan beberapa kalimat, tiba-tiba bel pintu rumah berbunyi.

Siapa?

Mungkinkah Yogi Chen datang?

Michelle Su seketika langsung gembira dan dengan cepat berdiri dari sofanya.

Sejak Yogi Chen dibenci oleh ibunya, dan tidak pernah kembali, tapi mungkinkah dia akan datang kembali?

Jika dipikir-pikir, Michelle Su tidak tahan dan langsung berteriak, tetapi ketika pintunya dibuka, kegembiraannya langsung menghilang tanpa jejak.

Novel Terkait

Innocent Kid

Innocent Kid

Fella
Anak Lucu
4 tahun yang lalu
Uangku Ya Milikku

Uangku Ya Milikku

Raditya Dika
Merayu Gadis
3 tahun yang lalu
Pejuang Hati

Pejuang Hati

Marry Su
Perkotaan
4 tahun yang lalu
Asisten Wanita Ndeso

Asisten Wanita Ndeso

Audy Marshanda
CEO
3 tahun yang lalu
Nikah Tanpa Cinta

Nikah Tanpa Cinta

Laura Wang
Romantis
3 tahun yang lalu
Demanding Husband

Demanding Husband

Marshall
CEO
4 tahun yang lalu
My Secret Love

My Secret Love

Fang Fang
Romantis
5 tahun yang lalu
After The End

After The End

Selena Bee
Cerpen
5 tahun yang lalu