My Greget Husband - Bab 381 Pisau Mata Dewa

Pria itu menyentuh hidungnya, tanpa berbicara dan langsung mengeluarkan belati pendek dan menusuknya dengan pelan.

Seperti memotong tahu, dengan mudah menembus kulit binatang yang keras.

Agnes Yuan langsung menyusut, dan belati pendek ini sangat tajam. Dia khawatir ini adalah senjata spiritual. Pria yang tidak tahu malu ini bisa memiliki senjata spiritual dan diam-diam membunuh binatang dengan sadis seperti ini, sungguh luar biasa

Kedua wanita itu terus berdiri di samping, menyaksikan pria itu melepaskan bulu binatang buas dengan mudah. Seluruh proses berjalan dengan sangat lancar.

Tetapi ini lebih terlihat seperti sebuah seni.

Kemudian pria itu menusukkan belati ke kepala binatang buas itu. Kepala serigala itu sangat keras, tetapi pria itu bahkan terlihat seolah-olah tidak menggunakan tenaga sama sekali.

Belati pendek pria itu diangkat dengan mudah, dan dengan mudah mendapatkan pil binatang buas yang seukuran dengan ibu jari terbang dan jatuh ke tangannya.

Dia bisa dengan mudah meyimpannya.

Kemudian pria ini juga tidak lupa dengan gigi dan tulang binatang buas!

Pria itu mengupas tulangnya seolah-olah Agnes Yuan tidak ada di tempat.

"Hei, kamu kasar sekali!"

Jena Yu tidak bisa tahan lagi dan segera berkata.

"Namaku bukan Hei!"

Pria itu berkata tanpa melihat ke belakang!

Agnes Yuan menarik napas dalam-dalam dan melangkah maju lagi, "Pria kuat siapakah namamu!"

"Biasanya jika ingin menanyakan nama seseorang, bukankah harus memberitahu marga mu dulu?"

Pria itu bangkit, meletakkan rokok di tangannya, memasukkannya ke dalam mulutnya, dan segera menyalakannya!

Huh!

Pria itu menarik napas dalam-dalam, pria itu tampak menikmati rokoknya, dengan perlahan menghembuskan asap.

Asap ini tidak menusuk hidung, tetapi aromanya sangat enak.

Ini adalah tembakau parut yang dia buat dengan obat, rokok ini mengandung energi spiritual.

Agnes Yuan sedikit penasaran dengan apa yang ada di tangannya, dan berkata, "Ini adalah saudaraku, Jasper Yu. Aku berterima kasih kepada pria yang kuat karena telah menyelamatkan hidupnya. Aku tidak mampu membalasnya. Aku berharap pria kuat mau memberitahukan namanya. Setelah keluar dari sini, aku harus memberikan ucapan terimakasihku padamu. "

"Panggil saja aku Charles Zhang."

Pria itu menyeringai dan berkata: "Kamu tidak perlu berterima kasih. Jika kamu benar-benar ingin berterima kasih padaku karena sudah menyelamatkanmu, kalau begitu tolong bantu aku mengupas kulit binatang buas ini."

Agnes Yuan terkejut, tetapi sebelum dia bisa bereaksi, Jena Yu berkata dengan marah: "Kamu ... kamu keterlaluan, bukan seperti ini caranya!"

Wajahnya memerah.

Yogi Chen dengan kedua tangannya memeluk tubuhnya sendiri, sambil memegang sebatang rokok di satu tangan, dia berkata dengan ringan: "Kalian ingin balas budi? Bukankah kalian juga mengatakan ingin memberiku hadiah yang bagus sebagai ucapan terimakasih?"

"Aku baru saja memintamu untuk membantuku, jadi kalian sudah tidak mampu?"

Dari tatapan matanya dia terlihat sedang menyindir, "Lupakan saja jika kamu tidak ingin membantu, pergilah lupakan semuanya, anggap saja tidak ada yang terjadi!"

"Jasper Yu, cepat minta maaf pada Charles Zhang!"

Wajah Agnes Yuan langsung berubah, suaranya meninggi, "Minta maaf segera!"

"Tuan..."

Jane Yu menggigit bibirnya. Agnes Yuan tidak pernah berbicara kepada dirinya sendiri dengan nada yang begitu kasar di depan orang luar. Mengetahui kalau Agnes benar-benar marah, dia dengan enggan berkata pada Yogi Chen, "Maafkan aku!"

Yogi Chen tersenyum dan melambaikan tangannya, "Tidak, tidak perlu"

Setelah selesai berbicara, dia mulai berkonsentrasi untuk membedah mangsa.

"Maaf Tuan Charles Zhang."

Agnes Yuan menatap Jena Yu dengan marah. Pedang Ice nya sudah hancur berkeping-keping, dan dia hanya bisa mengeluarkan sebuah pedang panjang, dan tidak ada pedang Icenya.

Dia berjalan maju dan berkonsentrasi untuk membantu Yogi Chen untuk mengambil kulit binatang, membongkar tulang, dan mengambil pil binatang!

Melihat kakaknya pergi membantu, Jena Yu dengan enggan bergerak dan mulai membantu membersihkan.

Saat sedang membantu Yogi Chen, Agnes Yuan terus mengajukan beberapa pertanyaan, dan Yogi Chen hanya akan 'um, ah, oh'.

Karena Yogi Chen terlalu dingin, membuatnya menjadi sedikit kesal!

Melihat wajah Yogi, Agnes Yuan merasa sedikit emosi

Dia menggelengkan kepalanya dan bertanya, "Charles Zhang, bagaimana kamu bisa membunuh binatang ini secara diam-diam ?"

Yogi Chen menatapnya dan tidak berkata apapun, matanya tetap tampak dingin.

Agnes Yuan berkata, "Maaf, Tuan Charles Zhang, aku ..."

Dia telah melakukan kesalah terbesar, bagaimana mungkin seorang pembunuh akan memberitahumu rahasianya?

Dia diam-diam merasa malu dengan kecerobohannya, Yogi Chen mulai angkat bicara, "Sebenarnya bukan apa-apa, juga tidak masalah jika memberitahumu!"

Yogi Chen tersenyum dan berkata: "Sebenarnya, sebelum aku bertemu denganmu, aku sudah melacak binatang-binatang ini. Aku menaruh racun di kolam tempat mereka minum, jadi aku hanya perlu menghitung waktu."

Ternyata, dia telah menaruh racun di sana, tetapi secara langsung dia berhasil menghancurkan binatang buas.

Trik ini terinspirasi dari Aliran Lima Racun dari Zander Yao.

Kemudian, saat kekuatan mentalnya semakin kuat, dia mengembangkan trik ini.

Ini sebenarnya bukan disebut pikiran spiritual, tetapi pikiran ilahi!

Yogi Chen menggunakan pikiran ilahi sebagai senjatanya, dan dia telah mencoba hal ini berkali-kali dan dia tidak pernah gagal!

Ketika dia mendengar kata-kata Yogi Chen, Jena Yu mengerutkan bibirnya dengan jijik, dan berbisik: "Aku pikir kamu sangat hebat, ternyata menggunakan racun pembantaian!"

Dalam pembelajaran bela diri, racun memang sebuah senjata yang bagus.

Ketiganya berdiri sangat dekat, dan Yogi Chen juga tidak tuli, bagaimana mungkin dia tidak mendengarnya?

Agnes Yuan langsung memarahi: "Jasper Yu, tutup mulutmu kamu tidak boleh ikut denganku besok!"

Dia benar-benar marah, Apa yang sudah dibuat Charles Zhang padanya?

Meskipun pada awalnya sikapnya sangat dingin, tetapi orang itu tidak mengenalmu, betapa baiknya dia mau menyelamatkanmu. Jadi tidak bisa menyalahkan kalau sikap Yogi Chen itu tidak baik ?

Tempat ini sangat bahaya. Charles Zhang berani melacak binatang buas sendirian, hal ini menunjukkan dia memiliki kekuatan dan keberanian yang super.

Dia bahkan belum pernah sampai di tingkat kelahiran, berani-beraninya mengejek Charles Zhang ?

Bagaimana jika seseorang membunuhmu di hutan belantara ini?

Dia memutuskan kalau dia tidak akan pernah membawa Jena Yu keluar lagi apapun yang terjadi, Cepat atau lambat dia akan menyebabkan masalah.

Agnes Yuan menarik napas dalam-dalam dan berkata pada Yogi Chen: "Tuan Charles Zhang, saudara laki-lakiku kurang pandai berbicara, aku mewakilinya untuk meminta maaf, Aku harap kamu tidak tersinggung!"

Melihat permintaan maaf yang tulus dari Agnes Yuan, niat membunuh Yogi Chen sedikit berkurang, "Cepatlah, aku akan pergi ke pegunungan sebentar lagi!”

Setelah berkata, Yogi Chen tetap diam dan fokus melakukan sesuatu.

Kecepatannya sangat cepat, pedang pendek di tangannya terbang, daging binatang buas ini juga bisa menghasilkan uang, tetapi tempat penyimpanannya terlalu kecil.

Lain kali, dia harus pergi ke toko Qibao untuk mencari tempat penyimpanan yang lebih besar!

"Oke, jangan lewatkan lagi kali ini!"

Yogi Chen meletakkan benda yang mereka kumpulkan ke dalam tempat penyimpanan, dan kemudian menuju ke ten thousand mountains tanpa menoleh ke belakang.

"Tuan Charles Zhang ..."

Agnes Yuan hanya bisa melihat punggungnya, dengan kesal, menatap Jena Yu dan berkata dengan marah: "Ikuti aku pulang!"

"Kak ... aku ... aku salah, jangan marah."

Gadis kecil itu merintih dengan air mata dan berkata, "Aku juga marah pada sikapnya terhadapmu yang seperti itu, jadi itu sebabnya ..."

"Baiklah, jangan menangis!"

Agnes Yuan merasa sangat sakit kepala, dan hatinya dengan sekejap melembut, "Kamu ingat, lain kali kamu tidak boleh sombong, ini ten thousand mountains bukan rumah kita. Mereka yang bisa datang ke sini adalah orang-orang dengan kemampuan luar biasa dan hati yang kejam."

"Bagaimana kamu bisa tahu apakah orang-orang di sini baik atau jahat?"

Agnes Yuan berkata dengan sungguh-sungguh: "Jika kamu mengatakan beberapa patah kata yang salah, Charles Zhang pasti akan mengambil tindakan tanpa ragu-ragu."

"Selain itu, dia adalah ahli racun, menurutmu apakah aku bisa menghentikannya?"

Seluruh tubuh gadis kecil itu gemetar, karena terlalu takut dia menjadi menangis dan gemetaran.

Ternyata perkataannya bisa membahayakan nyawanya!

"Kak, aku ingat, aku tidak akan melakukannya lagi lain kali."

"Jika kamu sudah tahu dan merasa takut baguslah, di dunia ini tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya."

Setelah melihat gadis kecil itu benar-benar ketakutan, Agnes Yuan tidak mengatakan apa-apa, Apa yang dia katakan barusan sebagian bisa dibilang fakta dan setengahnya hanya sebuah opini yang bisa membuatnya takut.

Jika Yogi Chen benar-benar ingin melakukannya, dia akan melakukannya sejak lama.

Tapi Yogi Chen benar tampak marah, karena setelah Jena Yu selesai berbicara, dia merasakan aura pembunuhnya keluar.

Jika gadis kecil itu dibiarkan, dia mungkin akan mendapat kekerasan dari Yogi Chen.

Tapi bagaimanapun juga, mereka akhirnya menahan diri, dan tidak mengatakan hal yang salah.

Dan sebagai hadiah penyelamatan, Yogi Chen hanya meminta mereka untuk membantu membedah binatang itu.

Charles Zhang ini benar-benar seorang pria sejati!

Mata Agnes Yuan tampak berbinar.

Dia menoleh untuk melihat ke dalam hutan lebat, "Aku harap kita bisa bertemu lagi, dan aku berharap kamu beruntung!"

Sambil berkata di dalam hati, dia membawa gadis kecil itu dan berjalan menuju pinggiran.

Setelah berjalan selama satu jam, keduanya bertemu lebih banyak orang, dan ketegangan di hati mereka menghilang.

Mereka sudah mencapai tempat yang ramai, bahkan jika ada binatang buas, tidak akan begitu berbahaya.

Setelah lama berjalan keduanya tiba di kota.

Mereka menunjukkan kartu identitas mereka dan memasuki gerbang kota tanpa hambatan.

Agnes Yuan kali ini membawa mangsa langsung ke toko Qibao.

Ketika kedua wanita itu dengan semangat membawa 30 biji pil batu ajaib.

Tiga puluh pil batu ajaib, meskipun tidak banyak, tetapi mereka mendapatkannya dengan usaha mereka sendiri.

"Pergi, ayo kita pulang!"

Meskipun Agnes Yuan juga sangat bersemangat, dia tetap tampak tenang karena dia tahu bahwa keuntungan ini berbeda seratus kali lipat berbeda dari ayahnya!

"Kali ini kita harus belajar dengan baik, dan kita harus terus melangkah lebih dalam lagi besok!"

Setelah kembali ke Rumah, Jena Yu gadis kecil ini bertemu dengna kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya, kali ini dia pergi ke luar kota untuk berburu binatang, yang membuatnya mendapatkan pelajaran baru dan menjadi jauh lebih dewasa.

Jika dia tidak bekerja keras maka dia tidak akan bisa bertahan hidup!

...

Pada saat yang sama, di ten thousand mountains...

Yogi Chen melangkah lebih jauh. Dia tidak seperti biksu lain yang menggoyangkan rumput dan menunggu binatang buas itu datang, cara kerja itu terlalu lambat.

Dia langsung menggunakan instingnya, dan dalam radius lebih dari seribu meter, Dia langsung merasa sudah ada mangsa.

Dia menggunakan kekuatan mengambang untuk melompat di antara hutan.

Dengan Pisau mata dewa, dia langsung menebas binatang, karena ada terlalu banyak mangsa, dan ruang penyimpanannya terlalu kecil, Yogi Chen harus meninggalkan kulit dan tulang binatang, dan hanya mengambil pil hewan yang paling berharga.

Novel Terkait

Ternyata Suamiku Seorang Sultan

Ternyata Suamiku Seorang Sultan

Tito Arbani
Menantu
4 tahun yang lalu
Be Mine Lover Please

Be Mine Lover Please

Kate
Romantis
4 tahun yang lalu
Kembali Dari Kematian

Kembali Dari Kematian

Yeon Kyeong
Terlahir Kembali
4 tahun yang lalu
Diamond Lover

Diamond Lover

Lena
Kejam
4 tahun yang lalu
Menaklukkan Suami CEO

Menaklukkan Suami CEO

Red Maple
Romantis
4 tahun yang lalu
My Japanese Girlfriend

My Japanese Girlfriend

Keira
Percintaan
4 tahun yang lalu
Aku bukan menantu sampah

Aku bukan menantu sampah

Stiw boy
Menantu
4 tahun yang lalu
Wahai Hati

Wahai Hati

JavAlius
Balas Dendam
4 tahun yang lalu