My Greget Husband - Bab 42 Berguru

“Aku....aku....” Carmila Xu menggigit bibirnya dan berkata dalam hatinya: “Apakah aku bisa memintamu sebagai guruku?” Melihat perkataan Yogi Chen, beberapa bos toko barang antik itu mulai ragu.

Apa yang dikatakan orang ini semua sangatlah masuk akal, apakah benar jika giok darah phoenix ini palsu?

Apakah kami semua telah salah melihatnya?

Mereka saling berhadapan, dan dari mata mereka terlihat sebuah keraguan.

Jika berkata tentang giok darah phoenix yang langka, mereka memang hanya pernah melihatnya dari beberapa data saja, dan tidak pernah melihat barang aslinya, jadi bisa jadi kali ini mereka semua telah salah lihat.

Carmila Xu menggigit bibirnya sambil melihat Yogi Chen, hatinya sangatlah terkejut.

Bukankah dia menantu keluarga Su yang tidak bisa melakukan apa-apa?

Kenapa dia bisa tahu pengetahuan seperti ini?

Meskipun dia tahu, tapi tidak begitu jelas, dan tidak bisa menjelaskannya seperti Yogi Chen, penjelasan yang dia berikan seakan dia pernah memegang dan melihat giok darah phoenix yang asli.

Seketika, hatinya mulai tidak tenang, apakah dia telah ceroboh?

Melihat semua orang yang mulai curiga, Riko Fang menjadi panik, dengan muka yang sudah memerah, dia berteriak: “Giok ini adalah giok asli, diwariskan dari generasi kakekku, dan kamu hanya bilang jika giok ini adalah giok palsu, coba kamu bawakan bukti aslinya.”

Benar!

Kamu bilang giok ini palsu, setidaknya kamu harus membawakan bukti yang membuat orang percaya.

Tatapan mata semua orang sekarang mengarah pada Yogi Chen.

Terutama Carmila Xu, dia terus memperhatikan Yogi Chen, jika saja Yogi Chen bisa membawakan buktinya, maka kali ini dia telah ceroboh dan tertipu.

Sebenarnya tertipu bukanlah hal yang menakutkan, yang ditakutkan adalah, setelah tertipu tapi tidak tahu salahnya di mana, hal ini merupakan kesalahan yang sangat fatal bagi seorang ahli pemeriksa barang antik.

Harus diketahui, biasanya ada banyak sekali orang membawakan barang antik mereka untuk dilihat olehnya, jika kali ini dia salah, bukan hanya membuat pemilik barang itu mengalami kerugian, tapi reputasi yang selama ini dikumpulkan oleh keluarga Xu akan langsung rusak, ini barulah hal yang paling mengerikan.

“Apakah kalian ingin bukti?” Yogi Chen tertawa dan berkata: “Ini sangatlah mudah, beberapa bukti yang aku bilang tadi, jika kalian tidak percaya, cepat ambil kaca pembesar, di dalam batu tersebut apakah akan ada sedikit kotoran bintik! Jika giok darah phoenix yang asli tidak mungkin ada mengandung barang tersebut di dalamnya.”

Setelah Yogi Chen selesai berkata, penanggung jawab toko Yujin Yang, sudah mengambil sebuah kaca pembesar khusus untuk melihat barang antik.

“Sialan, benar-benar ada sedikit kotoran!” Setelah Yujin Yang melihat menggunakan kaca pembesar, seketika dia langsung terkejut.

Setelah mendengar teriakan dari Yujin Yang, beberapa bos itu pun langsung mendekat!

“Brengsek, memang palsu!” wajah bos Liu seketika berubah menjadi gelap, sialan, tidak mengira dia telah salah, ini sangatlah memalukan.

Tiba-tiba, Carmila Xu juga pergi ke sana.

Dia kemudian melihat lebih dekat, memang seperti apa yang dikatakan Yogi Chen, bintik itu bukanlah chalcedony yang terkena cahaya matahari, tapi memang pada dasarnya ada di dalamnya.

“Kamu.....kamu...”

Setelah mendapatkan bukti yang kuat, dengan wajah yang merah Riko Fang menunjuk-nunjuk Yogi Chen, bahkan tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun!

Dia langsung merebut giok itu dari tangan Yujin Yang, dan dengan wajah yang merah berkata: “Kalian semua sama sekali tidak mengenal barang, giok ini tidak akan aku jual pada kalian.”

Setelah selesai berkata dia langsung memasukkan giok itu ke dalam kotak, setelah membeli kode mata pada Gerry Qiu, dia langsung berlari ke arah pintu keluar.

“Ingin lari?”

“Cepat tahan mereka berdua.”

Setelah beberapa bos toko barang antik itu tersadar, barulah mereka langsung menahan jalan, setelah mendengar keributan yang terjadi, karyawan dari toko barang antik langsung mengepung.

Setelah itu ada beberapa orang yang menahan mereka dan menjatuhkan mereka di atas tanah, setelah itu menggunakan tali untuk mengikat kaki dan tangannya.

Tiba-tiba, dari arah luar terdengar suara sirene polisi, Yogi Chen langsung menuju ke arah luar, ternyata Nia Yu telah sampai.

Nia Yu yang melihat kedua orang ini terikat, langsung berkata pada polisi lainnya: “Bawa mereka berdua.”

“Aii, Kak Nia, sepertinya kedua orang ini sangat familiar.” Kata salah satu polisi yang berada di samping Nia Yu: “Sepertinya aku pernah melihatnya di mana.”

“Ooo? Benarkah?” Nia Yu berkata: “Foto wajah mereka berdua dan kirim ke markas, biar orang di markas yang memeriksanya.”

Setelah mendapatkan perintah, polisi itu langsung memotret mereka berdua, tidak selang beberapa saat, mereka sudah mendapatkan kabar dari kantor kepolisian.

“Kak Nia, kedua orang ini adalah buronan, yang satu bernama Riky Fang, dan satu lagi bernama Julius Qiu, setahun lalu menjadi buronan karena telah melakukan penipuan barang antik di Kota Dongnan.” Sambil berkata seorang polisi memberikan ponselnya pada Nia Yu.

“Cepat borgol mereka berdua, dan bawa ke kantor untuk diinterogasi, selama satu tahun ini, pasti mereka terus melakukan penipuan.” Nia Yu berkata dengan serius.

“Baik!”

Seketika, Julius Qiu dan Riky Fang menjadi putus asa, kali ini sudah hancur.

“Tuan Yogi Chen, kali ini kamu kembali berjasa.” Nia Yu berjalan ke arah Yogi Chen dan berkata: “Ada hadiah buronan 100 ribu RMB (sekitar 200 juta Rupiah) untuk mereka dari kantor polisi Kota Dongnan, tunggu setelah pulang ini, aku pasti akan membantumu meminta hadiah ini.”

Yogi Chen ini benar-benar bintang keberuntungan dia, yang pertama karena telah menyelamatkan sandera, yang kedua telah menggagalkan penipuan dan menangkap buronan, ini merupakan jasa yang sangat besar.

Yogi Chen menganggukkan kepala, sama sekali tidak menanggapi tentang masalah hadiah, bagi dia 100 ribu RMB itu sama sekali tidak ada apa-apanya: “Ini adalah tanggung jawab kami sebagai warga, jika bukan karena polisi Yu datang tepat waktu, mungkin kedua buronan itu sudah kabur.”

Setelah mendengar perkataan itu, wajah Nia Yu langsung merah, saat dia datang kedua orang itu telah ditangkap, ini sangat jelas jika Yogi Chen ingin memberikan semua jasa ini pada dirinya, budi ini, akan selalu dia ingat di dalam hatinya.

“Aku pergi dulu, jika nanti ada apa-apa telepon aku saja.” Setelah berkata, Nia Yu dengan dalam memandangi Yogi Chen, dan pergi.

“Menarik, dia telah mengenang budi.” Yogi Chen tertawa, polisi Yu yang tegas ini sangat menarik.

Kedua penipu barang antik telah di tangkap, beberapa bos toko barang antik itu juga tidak ingin terus berada di sana, mereka yang berstatus sebagai ahli barang antik, ternyata telah masuk dalam jebakan penipuan ini, semua ini sangatlah memalukan bagi mereka, telah menjadi noda yang tidak bisa di hapus dalam karir mereka.

“Tuan Chen, untung saja kali ini ada kamu.”

“Benar, kami semua sudah ceroboh, hampir saja masuk dalam jebakan penipu.”

“Jika berita ini menyebar dan di ketahui ahli barang antik lainnya, maka akan membuat mereka tertawa terbahak-bahak!”

“Untung saja ada Tuan Chen, jika tidak muka kami tidak tahu harus ditaruh kemana lagi.”

Sambil berkata, beberapa bos toko barang antik itu satu persatu memberi hormat pada Yogi Chen.

“Tuan Chen, lain kali jika kamu datang ke toko kami, aku akan memberikan diskon 10% untuk semua barang.”

“Ke toko ku, kami akan memberi 15%.”

“Datang ke toko ku saja, aku akan memberi 20%.”

......

Setelah mengantar kepergian beberapa bos toko barang antik, sambil menggigit bibirnya Carmila Xu berjalan ke depan Yogi Chen.

“Yogi...Yogi Chen, terimakasih.” Dengan wajah yang merah Carmila Xu berkata: “Jika bukan kamu yang menggagalkan penipuan mereka, mungkin aku sudah tertipu.”

“Nona Xu sudah sangat sungkan.” Dengan sedikit tertawa Yogi Chen berkata: “Aku hanyalah penonton di sana, aku rasa jika aku tidak berkata apapun, dengan cepat pasti kamu juga akan menyadarinya.”

Kata-kata yang di ucapkan oleh Yogi Chen, membuat Carmila Xu merasa malu dan bersalah, di saat bersamaan juga merubah pandangannya terhadap Yogi Chen.

Dia mengingat gosip yang menyebar tentang Yogi Chen, seperti menantu tidak berguna, tiak bisa melalukan apapun dan bodoh, serta orang yang hanya bisa makan dan tidur.

Sekarang terlihat tidak seperti itu.

Dia memandangi Yogi Chen, dan tiba-tiba berkata: “Yogi Chen, aku...apakah aku bisa memohon sesuatu padamu?”

“Ooo?” Dengan sedikit bingung Yogi Chen menatap Carmila Xu: “Coba kamu katakan, lihat apakah aku bisa membantumu.”

“Apakah aku bisa memintamu menjadi guruku?” Dengan mata yang berapi-api Carmila Xu menatap Yogi Chen.

Novel Terkait

The Richest man

The Richest man

Afraden
Perkotaan
4 tahun yang lalu
The Break-up Guru

The Break-up Guru

Jose
18+
4 tahun yang lalu
My Charming Wife

My Charming Wife

Diana Andrika
CEO
4 tahun yang lalu
Suami Misterius

Suami Misterius

Laura
Paman
4 tahun yang lalu
Menantu Bodoh yang Hebat

Menantu Bodoh yang Hebat

Brandon Li
Karir
4 tahun yang lalu
Menantu Hebat

Menantu Hebat

Alwi Go
Menantu
4 tahun yang lalu
The Campus Life of a Wealthy Son

The Campus Life of a Wealthy Son

Winston
Perkotaan
4 tahun yang lalu
Dewa Perang Greget

Dewa Perang Greget

Budi Ma
Pertikaian
4 tahun yang lalu