My Greget Husband - Bab 287 Krisis Ibu Mertua

Di saat yang sama, di kamar pribadi bar Muse.

Seorang wanita dengan baju yang sedikit terbuka menangis dan bersembunyi di belakang seorang pria.

Wajah pria ini terlihat penuh dengan daging dan terlihat menyeramkan.

Apalagi bekas luka yang ada di wajahnya, membuatnya terlihat sangat kejam.

Beberapa pria besar langsung membuat Kliver Su bersujut di atas lantai.

Setelah mendapatkan beberapa pukulan, akhirnya Kliver Su sedikit tersadar.

“Ka...kakak, aku benar-benar tidak tahu jika...dia adalah pacarmu.” Dengan wajah yang ketakutan Kliver Su berkata: “Jika aku tahu dia adalah pacarmu, mana mungkin aku berani menyentuhnya.”

“Huuhuu... Kak Dirga, kamu harus memberikan keadilan untuku.” Wanita itu dengan sedih menangis: “Dia sudah menyentuhku, dan ingin memperkosaku, untung kalian datang tepat waktu, jika tidak, mungkin aku telah dilecehkan oleh monster ini.”

Setelah mendengar perkataan wanita ini, wajah Kliver Su menjadi sangat ketakutan.

Dia terus menerus menggelengkan kepala: “Tidak, tidak seperti itu, dia...sendiri....”

“Plak!”

Dirga Gou langsung mendarat sebuah tamparan ke wahah Kliver Su, hal itu membuat dia langsung terkejut.

Setelah itu, sambil merokok, dia berjongkok, dan langsung menempelkan rokok ke tangan Kliver Su.

“Aaa....”

Kliver Su berteriak kesakitan.

Csssshh!

Tangannya langsung mempunyai bekas luka sebesar koin.

Huuu!

Dirga Gou menghembuskan asap rokok ke wajah Kliver Su, dan dengan ganas berkata: “Jadi maksud kamu, pacarku yang menggodamu, dan dia sendiri yang merobek bajunya?”

“Kak Dirga, orang ini tidak tahu akibat dari perbuatannya, bagaimana kalau langsung memotong tangan dan kakinya, dan langsung mematahkan kaki ketiganya, bagaimana?”

Kata seorang bawahan yang berada di samping.

“Benar, si tua ini, ingin mencari rumput yang segar, sepertinya sudah bosan hidup makanya berani menggoda kakak ipar.”

“Setelah membuat dia cacat, lalu lapor polisi, dan jebloskan si tua itu ke penjara...”

Apa?

Ingin mematahkan kaki ketigaku?

Masuk penjara? !

Kliver Su seperti ingin pingsan menderita kata-kata dari mereka.

“Kakak, bicarakan baik-baik, bisa dibicarakan baik-baik!”

Seperti ingin menangis Kliver Su berkata: “Aku mohon jangan membuat aku cacat dan melaporkanku ke polisi.”

Seumur hidup seorang pria sangat membutuhkan harta dan wanita, jika menghancurkan adik kecilnya, maka tidak ada artinya lagi hidup.

Juga tidak boleh melaporkannya pada polisi, kalau melaporkannya dia mau dimana menggantung wajahnya?

Jika nanti tersebar, jangan harap dia bisa mengangkat kepalanya lagi di keluarga Su.

“Boleh jika idak membuat kamu cacat, bahkan tidak lapor polisi pun juga bisa.” Dirga Gou tersenyum sinis: “Harus melihat apa yang akan kamu lakukan.”

“Kakak, aku akan membayar dengan uang, aku akan memberikan uang untuk menebus kesalahan ku pada kakak ipar, bagaimana menurutmu.” Kliver Su langsung melanjutkan: “Bagaimana jika aku membayar 10 ribu RMB (sekitar 20 Juta Rupiah)?”

Baru saja dia selesai berkata, wajah Dirga Gou langsung menghitam.

“Brengsek, apakah kamu menganggapku pengemis?” Dengan dingin Dirga Gou berkata: “Cepat pukul anjing tua ini, lalu laporkan polisi, dengan tuduhan pemerkosaan.”

“Baik bos!”

Beberapa bawahan itu langsung memukulnya dengan ekspresi wajah yang sangat bersemangat.

Setelah menerima pukulan, Kliver Su langsung berkata: “20 ribu RMB (40 Juta Rupiah), bagaimana kalau 20 ribu RMB?”

Kak Dirga melihat wanita itu.

Wanita itu sedikit tersenyum lalu dengan pelan menggelengkan kepala.

Setelah itu wanita itu langsung berteriak: “Kak Dirga, aku tidak ingin hidup lagi, aku telah dinodai, aku sudah tidak bersih, aku...aku tidak ingin hidup lagi.”

“Brengsek, cepat, matikan anjing tua ini.”

“Kakak, jangan, aku benar-benar tidak mempunyai uang.” Dengan wajah yang penuh air mata Kliver Su berkata: “Saat ini aku hanya mempunyai uang sebanyak itu.”

“Brengsek, kamu ingin menipu siapa? Barang yang kamu pakai semua adalah branded, dan sekarang kamu mengatakan padaku hanya 20 ribu RMB?”

“Aku katakan padamu, jika hari ini kamu tidak mengeluarkan 1 juta RMB (sekitar 2 Miliar Rupiah), maka kamu akan tamat!” Kata Dirga Gou pada Kliver Su. Setelah itu dia berteriak kepada bawahannya: “Kenapa diam, lanjutkan!”

Setelah mendengar perintah Dirga Gou, mereka langsung menarik rambut Kliver Su dengan sekuat tenaga.

Kliver Su merasa kulit kepalanya seperti akan terlepas.

“Kakak, aku mohon padamu, kita bicarakan dulu.” Kliver Su berteriak: “1 juta RMB itu terlalu banyak, aku tidak bisa mengeluarkannya jika sebanyak itu...”

“100 ribu RMB (200 Juta Rupiah), bagaimana jika 100 ribu RMB....”

“Aku berjanji, aku berjanji, aku akan memberikan uangnya, akan memberikan uangnya....”

Di saat Kliver Su hampir di lempar keluar dari kamar, dia dengan keras berteriak: “Kakak, aku akan memberikan uangnya, aku akan memberikan uangnya.”

Mata Dirga Gou dan wanita itu terlihat sangat senang.

“Tunggu, bawa dia ke sini.”

Dirga Gou melototi Kliver Su kemudian berkata: “Jika dari awal kamu begitu, tidak perlu sampai seperti ini?”

“Hehe...”

Kliver Su mengeluarkan senyuman pahit dan berkata: “Kakak, apakah kamu bisa mengembalikan ponselku, aku akan menelpon istriku agar dia mengantarkan uangnya.”

“Brengsek, jangan mengada-ngada.”

“Aihh, jangan pukul!” kemudian Dirgo Gou berkata: “Kembalikan ponselnya, biarkan dia menelepon.”

Tadi saat dia memukul Kliver Su, dia sudah merebut barang paling berharga miliknya.

Dan sekarang tangannya juga mengenakan jam tangan Longines seharga 50 ribu RMB (100 Juta Rupiah), itu juga barang yang dia ambil dari Kliver Su.

Bisa mengenakan jam tangan puluan ribu RMB, dan bisa menggunakan ponsel Porsche khusus CEO, tidak mungkin orang seperti ini tidak mempunyai uang?

Dirga Gou sama sekali tidak percaya.

Setelah menerima ponselnya, Kliver Su langsung menelepon Julia Tang.

Tuttutut!

Julia Tang terbangun karena bunyi ponsel.

Baru saja melihat layar ponselnya, dia langsung mematikan teleponnya, untuk apa si kejam ini meneleponnya?

Apakah mau mengakui kesalahan?

Jangan kira hanya mengatakan beberapa patah kata, aku akan memaafkannya.

Bukankah hanya cerai, cerai saja, siapa yang takut.

Dia langsung mematikan teleponnya.

Sekarang sudah tidak bisa dengan mudah membujukku!

“Mohon maaf, nomor yang ada tuju....”

Di sisi lain, Kliver Su sudah panik hingga mengeluarkan keringat dingin, cepat angkat teleponnya, kenapa tidak mengangkatnya.

“Apakah kamu sedang bermain?” Kata Dirga Gou sambil mengerutkan keningnya.

“Kakak, tunggu sebentar, aku akan segera menelepon lagi.”

Setelah itu Kliver Su kembali menelpon.

Kemudian, sekali lagi Julia Tang kembali mematikannya.

Istriku, cepat angkat teleponnya, jika tidak akan, aku akan habis!

Saat ini Kliver Su sudah sangat ketakutan.

Dia bersumpah, asalkan Julia Tang mengangkat teleponnya, maka dia pasti akan mendengarkan perkataannya.

Ya Tuhan tolong bantu aku agar dia mengangkat teleponnya.

Dia berdoa dalam hati, dan kembali menelepon untuk keempat kalinya.

“Untuk apa kamu menelpon? Bukankah ingin bercerai? Aku sudah menemukan Household Register dan buku nikah kita, kamu tenang saja, besok pagi jam 10 aku akan sampai tepat waktu.”

Baru saja tersambung, sudah terdengar suara Julia Tang yang mengomel tiada henti.

“Istriku, cepat...cepat selamatkan aku!” Kliver Su mendengar suara Julia Tang seperti suara penyelamat.

“Apa? Suamiku, kamu kenapa? Sekarang kamu di mana?”

Julia Tang juga panik ketika mendengar suara Kliver Su yang gelisah, kata-kata yang dia katakan tadi adalah kata-kata emosi, sekarang ketika mendengar Kliver Su dalam masalah, hatinya langsung tergerak.

“Istriku, sekarang kamu cepat pergi ke bar Muse, jangan lupa bawa juga kartu bank.” Kliver Su berkata: “Dan juga, jangan sampai Michelle Su tahu, cukup kamu datang sendiri.”

Kata Kliver Su mengingatkan.

Jika sampai Michelle Su tahu masalah ini, maka apakah masih ada wajah sebagai seorang ayah?

Julia Tang terkejut.

“Saat ini kamu berada di bar?”

“Jangan terlalu banyak bertanya, cepat datang, jangan lupa membawa kartu bank.... ingat....”

“Plak!”

Belum sempat selesai berkata, teleponnya telah dimatikan seseorang.

Habis, habis, telah terjadi sesuatu.

Julia Tang langsung bangkit dari ranjang, setelah sembarang memilih satu buah gaun, dia mengambil tasnya dan keluar dari kamar.

Saat melewati kamar Michelle Su, dia berjalan dengan pelan, takut membangungkan Michelle Su.

Tapi yang tidak dia ketahui adalah, saat dia keluar, Yogi Chen yang berada di kamar kosong seorang diri membuka matanya.

Sudah selamam ini, ayah mertua juga tidak ada di rumah, dia ingin pergi kemana?

Yogi Chen bangun karena khawatir akan Julia Tang, setelah itu dia diam-diam membuntuti Julia Tang.

Setelah turun, Julia Tang dengan wajah yang panik berdiri di depan pintu perumahan.

Lalu, dia menghentikan sebuah taksi dan menaiki taksi tersebut.

“Pak, tolong ikuti taksi yang di depan itu!”

Saat ini, Yogi Chen juga memberhentikan sebuah taksi, dan mengikuti Julia Tang dari belakang.

10 Menit kemudian, taksi berhenti di depan bar Muse.

Saat turun dari mobil, Julia Tang langsung masuk ke dalam bar Muse.

“Halo, suamiku, kamu berada di kamar nomor berapa?” Tanya Julia Tang dengan panik.

“Aku berada di kamar no 17, cepat datang....”

Setelah menutup teleponnya, Julia Tang langsung bergegas masuk.

Sebenarnya ini pertama kalinya dia pergi ke bar, selama ini dia selalu di rumah menjaga anak dan suaminya, dan sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk pergi ke tempat seperti ini.

Saat memasuki bar, dia telah dibuat pusing oleh suara musik yang kuat.

Kamar nomor 17, di mana kamar nomor 17?

Dengan panik Julia Tang terus mencari.

Dengan cepat dia telah menemukan kamar nomor 17, saat mendorong pintunya, dia langsung melihat seorang wanita sedikit menangis sambil memegang dadanya.

Dan orang yang berlutut di depannya, jika bukan Kliver Su siapa lagi?

“Suamiku, kenapa kamu bisa dipukuli seperti ini?” Julia Tang langsung mendekatinya, melihat wajah Kliver Su yang hancur, hatinya menjadi sedikit sakit.

“Apakah kamu istri si tua ini?” Dirga Gou duduk diatas sofa, dengan tatapan yang mesum melirik tubuh Julia Tang.

Lumayan, wanita ini sangat lumayan, selain tubuh yang berisi, pesonanya juga sangatlah kuat, meskipun sudah berumur, tapi dia menjaganya dengan sangat baik.

Mata Dirga Gou langsung bersinar, wanita ini adalah barang langka.

“Kamu, siapa kamu?” Julia Tang dengan waspada melihatnya, dia melihat sekeliling, dan melihat ternyata ada beberapa pria yang berdiri sambil melihatnya.

“Siapa aku?” Dirga Gou dengan sinis tertawa dan berkata: “Si tua ini telah melecehhkan pacarku, dan kebetulan tertangkap olehku.”

Apa?

Melecehkan pacarmu?

Mata Julia Tang melotot, dengan ekspresi tidak menyangka melihat Kliver Su.

“Istriku, kamu harus mempercayaiku, aku benar-benar tidak melakukannya.” Kliver Su terus menggelengkan kepalanya: “Kamu harus mempercayaiku.”

Plakk!

Julia Tang mendaratkan sebuah tamparan di wajah Kliver Su, dan air matanya langsung keluar.

“Kliver Su, kita bercerai!”

Ini baru beberapa jam saja, dia sudah pergi ke bar dan melecehkan perempuan lain, hingga tertangkap oleh pacarnya.

Kalau begitu bagaimana selama bertahun-tahun dia sendiri di luar negeri?

Bukankah setiap hari tidur dan bangun dengan wanita yang berbeda?

Memikirkan hal itu, Julia Tang merasa jijik, ternyata pernah tidur seranjang dengan pria seperti ini?

“Julia, kamu harus mempercayaiku, aku ini difitnah.”

“Puiihh!”

“Kliver Su, mungkin karena aku telah buta baru bisa menikah denganmu.” Dengan air mata yang mengalir Julia Tang berkata: “Mulai dari hari ini hidup matimu tidak ada hubungannya denganku, dan kita pasti akan bercerai!”

Ketika sebuah kepercayaan hilang, penjelasan apapun tidak ada gunanya.

Julia Tang berdiri, dan bersiap untuk pergi, dia sangat ingin cepat-cepat pergi dari tempat seperti ini.

“Apa?” Dirga Gou tertawa dengan sinis: “Belum memberi uang sudah ingin pergi?”

Dia melambaikan tangannya, dan beberapa bawahannya pun langsung menangkap Julia Tang.

“Lepaskan aku, apa yang ingin kamu lakukan?”

“Melakukan apa?” Dirga Gou berjalan ke depan Julia Tang: “Suamimu telah melecehkan pacarku, belum memberi imbalan sudah mau pergi? Tidak mungkin ada hal seperti itu.”

“Julia, aku mohon selamatkan aku.” Kliver Su terus memohon: “Perasaan suami istri kita itu masih ada, aku mohon atas pernikahan kita yang lama ini, kamu harus membantuku, aku tidak ingin disebut sebagai pemerkosa.”

Novel Terkait

Diamond Lover

Diamond Lover

Lena
Kejam
4 tahun yang lalu
Nikah Tanpa Cinta

Nikah Tanpa Cinta

Laura Wang
Romantis
4 tahun yang lalu
Cinta Tak Biasa

Cinta Tak Biasa

Susanti
Cerpen
5 tahun yang lalu
My Beautiful Teacher

My Beautiful Teacher

Haikal Chandra
Adventure
4 tahun yang lalu
His Second Chance

His Second Chance

Derick Ho
Practice
4 tahun yang lalu
Aku bukan menantu sampah

Aku bukan menantu sampah

Stiw boy
Menantu
4 tahun yang lalu
Perjalanan Cintaku

Perjalanan Cintaku

Hans
Direktur
4 tahun yang lalu
My Perfect Lady

My Perfect Lady

Alicia
Misteri
4 tahun yang lalu