Cinta Seorang CEO Arogan - Bab 92 Michael Chu Meninggal
Yuliana Jian ingin memaki Michael Chu, tetapi dia tidak berani mengucapkan perkataan yang memancing emosi Michael Chu. Yuliana Jian menggigit bibir dengan kencang, menarik nafas dalam, menghapus airmatanya, dengan gemetar tersenyum berkata:”Aku tulus, aku tulus. Asalkan kamu mengijinkan aku bertemu dengan ayahku, mengembalikan ayahku……aku bisa setuju apapun kepadamu. Michael Chu, dia sudah tua, sekarang tidak ingat apapun, biar bagaimanapun kamu membencinya dan membalaskan dendam, dia takkan merasakannya sama sekali. Tetapi aku berbeda, aku masih muda, aku masih sadar, hutang ayah dibayar putrinya, seharusnya kamu balas dendam kepadaku!”
Michael Chu tersenyum ringan:”Sungguh mengharukan aku, ternyata bisa berbuat sedemikian rupa demi ayahmu. Tetapi aku adalah orang yang pegang janji, karena aku telah berjanji pada orang lain, maka aku takkan menginginkanmu lagi, aku hanya ingin uang. Yuliana Jian, aku berikan 1 nomor rekening padamu, kamu transfer dulu 100 juta dollar Amerika ke rekening tersebut.”
“100 juta dollar Amerika?” Yuliana Jian mengernyitkan dahi dengan gemetar berkata:”Aku sama sekali tidak ada uang sebanyak itu.”
“Kamu tidak punya, tetapi Wirianto Leng punya.” Michael Chu tertawa berkata:”Kamu jangan beranggapan aku tidak mengenal pria yang datang mencarimu hari itu adalah Wirianto Leng, sangat mudah bagi keluarga Leng untuk mengeluarkan uang 100 juta dollar Amerika.”
Yuliana menggigit bibirnya:”Hubunganku dengan Wirianto Leng belum sampai tahapan hingga aku bisa meminta uang sebesar itu.”
Sebelum Yuliana selesai bicara, Michael Chu memutus pembicaraannya:”Wirianto Leng telah berbuat banyak untukmu, dia pasti akan memberikanmu 100 juta ini. Kamu kasih tahu dia, semoga dia menjadi orang yang pegang janji, segera transfer uang kepadaku, jika tidak aku benaran tidak tahu akan melakukan apa dan berkata apa, membuat jerih payahnya sia-sia! Yuliana Jian, menurutmu jika aku tidak mendapatkan uang, apa yang akan aku lakukan terhadap ayahmu? Ayahmu sudah sebodoh ini, menurutmu apakah dia akan merasakan sakit jika aku memotong 1-2 jari tangannya?”
Yuliana Jian merasa ada yang aneh dengan perkataan Michael Chu, segera bertanya:”Apa maksudmu? Jangan sakiti ayahku!”
“Aku tidak bermaksud apapun, hanya saja mendadak merasa penilaianmu terhadap pria sangatlah bagus, sungguh ahli, tidak perlu berubah. Kamu pergi kumpulkan uang. Begitu uang masuk rekening akan kukembalikan ayahmu yang bodoh.” Michael Chu segera memutuskan telepon.
Yuliana Jian mendengar suara pemutusan telepon Michael Chu segera berteriak:”Michael Chu kamu jangan tutup telepon……”
Tetapi Yuliana Jian tidak mendengar jawaban Michael Chu, Yuliana Jian segera membalikkan kepala melihat orang yang sedang melacak keberadaan sinyal Michael Chu:”Bagaimana? Apakah bisa dilacak sinyal teleponnya? Sekarang dia ada dimana?”
Orang yang sedang melacak sinyal telepon Michael Chu segera menjawab:”Sudah menemukan dia berada di mana!”
Yuliana Jian menghela nafas lega berkata:”Aku tahu, segera hubungi Wirianto, lihat pengaturannya.”
Sally Jian yang mendengar perkataan Yuliana Jian segera berteriak:”Kak, kamu juga bawa aku bersamamu. Michael akan mendengarkan perkataanku, dia tadi ada katakan? Asalkan melihatku, dia akan melepaskan ayah! Kemudian kamu berikan kami sejumlah uang, agar kami pergi. Kami bukan sengaja, kami hanya ingin bersama.”
“Sally Jian, tadi Michael Jian sama sekali tidak menyebut dirimu. Kamu jangan mengumbar cinta, dia hanya ingin uang.” Yuliana Jian melirik Sally Jian berkata:”Sekarang yang harus kamu lakukan adalah berdoa agar ayah selamat, atau aku takkan melepaskanmu.”
Selesai berkata Yuliana Jian melirik orang yang menangkap Sally Jian, dengan dingin berkata:”Kalian jaga dia dengan baik.”
Kemudian Yuliana Jian segera naik mobil dan menutup pintu mobil tanpa melihat Sally Jian. Handphone Yuliana Jian berdering, terdengar suara Wirianto yang tenang:”Sudah menemukan lokasinya?”
Yuliana Jian menganggukkan kepala:”Ya, aku sedang menuju ke sana. Dia bilang……dia ingin 100 juta dollar Amerika ditransfer ke rekeningnya, aku tidak punya uang sebanyak itu……”
Wirianto Leng segera berkata:”Aku bisa mempergunakan sebagian dari likuiditas, untuk menenangkannya dulu.Tetapi sekarang tidak boleh ditransfer, tunggu kita ke sana sekarang, jika tidak berhasil menangkapnya, kamu hubungi dia lagi untuk bahas uang tebusan. Walaupun bayar uang tebusan, tetap harus melihat paman dulu baru boleh transfer, jika tidak, kemungkinan setelah mendapatkan uang dia akan……”
Setelah Michael Chu mendapatkan uang, kemungkinan besar akan membunuh ayahnya Yuliana Jian, hanya saja perkataan tersebut terlalu sadis, tetapi Yuliana Jian memahami maksud Wirianto Leng.
Yuliana Jian merapatkan bibirnya:”Aku tahu, terima kasih. Menyerahkan uang tebusan adalah langkah terakhir, aku akan hati-hati.”
Wirianto Leng dengan nada berat berkata:”Kamu tidak perlu berterimakasih kepadaku, semua ini sepantasnya aku lakukan. Aku segera menuju tempat persembunyian Michael Chu, kita bertemu di sana.”
Yuliana Jian menganggukkan kepala, “Ok, kita telepon lagi nanti.”
Yuliana Jian memutuskan telepon, dia mengoyangkan tangannya, mesin mobil segera dinyalakan. Suara teriakan Sally Jian terdengar:”Kakak, biarkan aku bertemu dengan Michael, kamu jangan tinggalkan aku di sini. Dia tidak mungkin tidak memperdulikanku……”
Yuliana Jian mengernyitkan dahi, menutup telinga dengan tangannya dan menutup mata, dia memaksakan diri untuk tenang. Kejadian hari ini terlalu cepat dan kacau, membuat otaknya seperti meledak. Dia merasa ada yang tidak beres, tetapi hatinya terlalu kacau saat ini, sama sekali tidak bisa membedakan dengan jelas dimana letak masalahnya, akhirnya kondisinya menjadi seperti saat ini.
Mobil dengan cepat menuju tempat persembunyian Michael Chu, Yuliana Jian tidak turun dari mobil, dia melihat banyak polisi tersebar di sana, Yuliana Jian segera turun dari mobil, dia bertanya pada orang di sampingnya:”Mengapa datang banyak polisi? Sudah menemukan Michael Chu?”
“Ya, sudah menemukan Michael Chu, dia sekarang berada di dalam sebuah rumah batu, sudah dikepung.” Ada orang yang segera menjawab.
Yuliana Jian mengernyitkan dahi menggertakkan gigi berkata:”Ayahku masih di tangannya, sekarang kepung dia, jika dia melukai ayahku bagaimana?”
Yuliana Jian memegang dahi dengan tidak berdaya dan memejamkan mata. Saat ini dia mendengar suara mobil berhenti, Wirianto Leng turun dari mobil menghampirinya, Wirianto Leng mengernyitkan dahi melihat polisi sebanyak itu:”Mengapa banyak polisi?”
Yulianan Jian menggelengkan kepala:”Aku tiba di sini sudah begini.”
Wirianto Leng mengernyitkan dahi:”Aku memang menghubungi polisi, tetapi memberitahu mereka untuk hati-hati, mengapa bisa……”
Wirianto Leng semakin mengernyitkan dahinya. Tiba-tiba dia menahan nafas, matanya melihat Yuliana Jian, merapatkan bibirnya, Pandangan Wirianto Leng kepada Yuliana Jian terlihat penuh rasa kasihan dan penyesalan. Yuliana Jian tidak menyadari perubahan wajah Wirianto Leng, dia dengan panik bertanya:”Ayahku tidak akan bermasalah? Michael Chu tidak akan melukai ayahku kan?”
“Maaf.” Mendadak Wirianto Leng berkata dengan dingin.
Yuliana Jian terbengong sesaat, melihat Wirianto Leng, segera berkata:”Wirianto, aku tidak menyalahkanmu, aku tidak bermaksud begitu. Lapor polisi memang harus, tetapi pihak polisi tidak becus dalam bertindak ini terlepas dari tanggung jawabmu. Biarpun kamu tidak hubungi polisi, aku juga akan……”
Wirianto Leng mendadak memeluk Yuliana Jian, dengan berat mengulangi :”Maaf……”
“Wirianto……” Yuliana Jian mengangkat tangannya ingin bertanya kepada Wirianto Leng sebenarnya ada apa.
Mendadak seorang polisi berkata kepada Yuliana Jian:”Nona Jian, penculik mengatakan ingin bertemu dengan Anda dan Tuan Muda Leng.”
Yuliana Jian segera menganggukkan kepala berkata:”Ok, aku segera ke sana.”
Yuliana Jian berkata sambil mengandeng tangan Wirianto:”Apakah kamu pergi bersamaku?”
Wirianto Leng menganggukkan kepala perlahan-lahan, menggenggam tangan Yuliana Jian. Yuliana Jian merasa Wirianto Leng menggenggam tangannya dengan kencang, juga bersikap dingin dengan aneh. Yuliana Jian segera menjulurkan tangan yang lain menggenggam tangan Wirianto, berusaha menghangatkan tangan Wirianto Leng. Wirianto Leng hanya meliriknya sekilas kemudian mengandeng Yuliana Jian menuju ke atas gunung.
Wirianto Leng , Yuliana Jian serta beberapa polisi tiba di rumah batu di atas gunung, melihat Michael Chu memegang belati berjalan keluar perlahan-lahan. Wajahnya pucat pasi, memelototi Yuliana Jian, berteriak kencang:”Kamu tidak pegang janji! Kamu janji akan memberikan uang kepadaku, kamu mau orang , aku mau uang! Aku sudah lakukan, ternyata kamu panggil polisi!”
Yuliana Jian segera menggelengkan kepala:”Aku tidak menyangka akan seperti ini, aku akan berusaha untuk bekerjasama denganmu agar kamu bisa pergi, tetapi ayahku dia……”
“Dia? Dia disembunyikan di tempat rahasia, kalian mengira bisa menemukannya dengan menangkapku, aku beritahu kalian tidak semudah itu.” Michael Chu melihat Yulian Jian dan Wirianto Leng, tersenyum dengan misterius:”Ingin membuangku setelah selesai dimanfaatkan, tidak semudah itu. Jika aku mati, kalian jangan berharap bisa menemukan Rishendy Jian si orangtua itu, jangan harap bisa mengetahui dia hidup atau mati.”
Michael Chu tersenyum sambil melambaikan tangan kepada Yuliana Jian, berkata:”Yuliana, kamu kemari, aku beritahu kamu beberapa hal, beberapa hal kotor yang tidak berani diberitahu oleh orang lain. Apakah kamu tahu? Ada orang demi kamu bahkan bisa membunuh……”
“Dor!” suara pistol, dahi Michael Chu tertembak oleh pistol, dia langsung jatuh ke lantai. Matanya terbuka lebar, seolah-olah tidak rela dengan sesuatu.
Yuliana Jian melihat darah Michael Chu muncrat di hadapannya, dia terduduk di lantai dengan tidak bertenaga. Wirianto Leng segera memeluk Yuliana Jian, menutup mata Yuliana Jian, berkata dengan suara berat:’Kamu jangan takut!”
Yuliana Jian sangat takut , dia bukan takut Michael Chu mati. Penyiksaan dalam 1 hari ini membuat Yuliana Jian sama sekali tidak takut kematian. Yuliana Jian takut dengan kematian Michael Chu, dia kemungkinan besar tidak bisa menemukan ayahnya.
Polisi segera menyerbu masuk rumah batu, segera melapor setelah mengeledah:”Tidak ada apapun! Sandera memang tidak ada di dalam!”
Novel Terkait
Adieu
Shi QiCantik Terlihat Jelek
SherinHusband Deeply Love
NaomiCinta Seorang CEO Arogan
MedellineCinta Yang Terlarang
MinnieSederhana Cinta
Arshinta Kirania PratistaThe Comeback of My Ex-Wife
Alina QueensCinta Seorang CEO Arogan×
- Bab 1 Harga Dirinya
- Bab 2 Ibu Tiri yang 'Sempurna'
- Bab 3 Serigala Bermata Putih
- Bab 4 Aku Tidak Pernah Mencintaimu
- Bab 5 Kebesaran Keluarga Leng
- Bab 6 Suamimu
- Bab 7 Mayat Hidup yang Sempurna
- Bab 8 Dia sudah Bangun
- Bab 9 Kita Cerai
- Bab 10 Batas Waktu Pernikahan
- Bab 11 Jangan menangis di depanku
- Bab 12 Apa pun bisa dijual
- Bab 13 Pria yang misterius
- Bab 14 Jangan menyiksa aku
- Bab 15 Jangan mendekati aku
- Bab 16 Saling main siasat
- Bab 17 Apa yang istimewa dari dirimu
- Bab 18 Ini bukan salahku
- Bab 19 Sebuah hasrat membunuh
- Bab 20 Jalan bertemu musuh itu sempit
- Bab 21 Satu Kasur
- Bab 22 Pinggangnya Sangat Langsing
- Bab 23 Mending Lahirkan Anak Untukku
- Bab 24 Aku Menginginkanmu
- Bab 25 Itu Adalah Bayiku
- Bab 26 Membunuh Anaknya
- Bab 27 Tidak Ingin Tidur Dengannya
- Bab 28 Kembalinya Cinta Pertama
- Bab 29 Aku Menyukainya
- Bab 30 Sebuah Cinta yang Bertepuk Sebelah Tangan
- Bab 31 Benar-benar Tidak Berguna
- Bab 32 Menjadi Wanitaku
- Bab 33 Kamu Tidak Boleh Menyentuhnya
- Bab 34 Suami Yang Pelit
- Bab 35 Tidak Memperbolehkannya Melahirkan Anak Ini
- Bab 36 Kembalikan Anakku
- Bab 37 Kamu Adalah Milikku
- Bab 38 Menerima Akibatnya
- Bab 39 Wajah Sesungguhnya
- Bab 40 Janjiku Tidak Akan Berubah
- Bab 41 Mengerutkan kening
- Bab 42 Ingin memelukmu
- Bab 43 Hanya Ingin Membunuhmu
- Bab 44 Jangan berpikir terlalu berlebihan
- Bab 45 Apa yang kamu lakukan?
- Bab 46 Bertemu dengan dewi
- Bab 47 Wanita licik
- Bab 48 Pemeran pembantu wanita jahat
- Bab 49 Dia adalah milikku
- Bab 50 Kamu yang mencelakai dia
- Bab 51. Kamu Paling Cantik
- Bab 52. Jadi Partner Perempuanku
- Bab 53. Kegeeran
- Bab 54 Tidak Akan Melupakan Janjiku
- Bab 55 Bermaksud Mengejarmu
- Bab 56 Masa Lalu
- Bab 57 Kenyataan pada masa lalu
- Bab 58 Tidak berperasaan
- Bab 59 Panggil Namaku
- Bab 60 Penakut
- Bab 61 Begitu Perhatian Denganku?
- Bab 62 Pria Simpanan
- Bab 63 Tidak Berhak Mengatakan Aku Cinta Padamu
- Bab 64 Bolehkah Aku Tidak Menjawab?
- Bab 65 Tidak Diizinkan Mencium Orang Lain
- Bab 66 Aku Memilih Leny
- Bab 67 Sudah Cukup Kamu Melihat?
- Bab 68 Kamu Tidak Cemburukah
- Bab 69 Jika Aku Bukan Apa?
- Bab 70 Diam-Diam Berciuman
- Bab 71 Sungguh Seorang Wanita Jahat
- Bab 72 Saingan Cinta yang Tidak Jelas
- Bab 73 Menjadikan Musuh Sebagai Teman
- Bab 74 Menjadi Tenang
- Bab 75 Memerban Luka
- Bab 76 Aku Adalah Kakakmu
- Bab 77 Aku Tidak Akan Memaafkanmu
- Bab 78 Mulai Kembali Dari Awal
- Bab 79 Kamu Pasti Akan Datang
- Bab 80 Tidak Tahu Malu
- Bab 81 Lepaskan Aku
- Bab 82 Tidak Mengingatnya
- Bab 83 Jangan Tersenyum Lagi
- Bab 84 Aku Menyukaimu
- Bab 85 Tidak Bisa Menyembunyikannya
- Bab 86 Semuanya Harus Mendengarkan Aku
- Bab 87 Jangan Sampai dilihat Orang
- Bab 88 Apakah Kamu Benar-Benar Percaya Padanya?
- Bab 89 Aku Percaya Padamu
- Bab 90 Ketulusan Cinta Kami
- Bab 91 Kamu Bukan Manusia
- Bab 92 Michael Chu Meninggal
- Bab 93 Aku Ingin Jemput Dia Pulang
- Bab 94 Aku Sudah Tidak Punya Ayah
- Bab 95 Rela Percaya Ada Hantu Dan Dewa
- Bab 96 Tidak akan memaafkanmu
- Bab 97 Terima kasih kamu ada di sisiku
- Bab 98 Kamu menggendong aku
- Bab 99 Bagaimana caranya
- Bab 100 Benarkah itu?
- Bab 101 Aku Masih Sahabatmu
- Bab 102 Kebenarannya Seperti Apa?
- Bab 103 Apakah Kamu Pembunuhnya?
- Bab 104 Kamu Menangis Karena Diriku
- Bab 105 Aku Akan Membantumu
- Bab 106 Wanita Tidak Seharusnya Terlalu Pintar
- Bab 107 Aku Benar-benar Menyukai Kamu
- Bab 108 Membunuh Ayah Dan Ibu
- Bab 109 Aku Menginginkan Jantung Dia
- Bab 110 Kita Kurang Lebih Sama
- Bab 111 Rahasia Tersembunyi
- Bab 112 Warisan Yang Hilang
- Bab 113 Kamu Bisa Bertahan Berapa Lama
- Bab 114 Aku Tidak Akan Menyerah
- Bab 115 Dia Sudah Meninggal
- Bab 116 Dia Tidak Mati
- Bab 117 Percayalah Padaku
- Bab 118 Bagaikan Di Neraka
- Bab 119 Kalian Lebih Baik Jangan Ganggu Aku
- Bab 120 Bodoh Dan Kejam
- Bab 121 Semua Sesuai Harapan
- Bab 122 Hamil
- Bab 123 Memiliki Anak Kembali
- Bab 124 Tidak Memiliki Keberuntungan
- Bab 125 Aku Tidak Ingin Bertemu Dengannya
- Bab 126 Mana Yang Benar Mana Yang Salah
- Bab 127 Apakah Kembar
- Bab 128 Kembang Api Bermekaran
- Bab 129 Bayi Baru Lahir
- Bab 130 Anak Itu Sudah Tiada
- Bab 131 Anak Yang Hilang
- Bab 132 Bercerailah
- Bab 133 Ada Awalannya
- Bab 134 Sulit Menjadi Ibu Yang Hangat
- Bab 135 Bertemu Musuh Lama
- Bab 136 Bersiap Untuk Kembali Memeriksa Kasus Ini
- Bab 137 Sampah Masyarakat
- Bab 138 Membuatmu Menderita Seumur Hidup
- Bab 139 Dibebaskan
- Bab 140 Semuanya Dimulai Dari Awal
- Bab 141 Izinkan Mereka Untuk Bertemu
- Bab 142 Mengapa Nyalimu Begitu Kecil?
- Bab 143 Dua Anak
- Bab 144 Pemilik Toko Makanan Pencuci Mulut
- Bab 145 Dimana Anakku?
- Bab 146 Mantan Kekasih
- Bab 147 Ancaman Terbesar
- Bab 148 Pasangan Ayah dan Anak
- Bab 149 Dia Hanyalah Wanita Simpanan
- Bab 150 Aku Bukan Wanita Simpanan
- Bab 151 Bertemu Kembali
- Bab 152 Jangan Bertemu Lagi
- Bab 153 Cuman Mau Sedikit
- Bab 154 Tenang dalam Menghadapi Masalah
- Bab 155 Pengejar
- Bab 156 Membuka tirai
- Bab 157 Penjahat yang paling besar
- Bab 158 Memberikan kesempatan
- Bab 159 Dia tidak lulus
- Bab 160 Aku adalah nenek buyutmu
- Bab 161 Bawa Dia Pergi
- Bab 162 Aku Tidak Salah
- Bab 163 Sifat Dari Keturunan
- Bab 164 Aku Takkan Mengalah
- Bab 165 Bunuh Saja Dia
- Bab 166 Aku sangat Merindukanmu
- Bab 167 Melly Cepat Lari
- Bab 168 Kita Mulai Lagi Dari Awal
- Bab 169 Tunggu Aku Menikahimu
- Bab 170 Dendam Yang Hilang
- Bab 171 Lebih Parah Daripada Binatang
- Bab 172 Selamat Tahun Baru
- Bab 173 Perjamuan Besar
- Bab 174 Pilihan Yang Sulit
- Bab 175 Aku Ingin Anak
- Bab 176 Kedamaian dan Kesenangan
- Bab 177 Paman Koki
- Bab 178 Mengenal Kembali
- Bab 179 Aku Juga Sudah Berubah
- Bab 180 Sebelum Pergi
- Bab 181 Pelukan Terakhir
- Bab 182 Hari-hari
- Bab 183 Dia Adalah Ayahku
- Bab 184 Apakah Kalungmu
- Bab 185 Pelanggan Misterius
- Bab 186 Bocah lelaki
- Bab 187 Takdir cinta telah tiba
- Bab 188 Kurangi menonton TV dan lebih giat belajar
- Bab 189 Bukan orang lama
- Bab 190 Pengagum yang sempurna
- Bab 191 Misteri Vila
- Bab 192 Siapa Yang Menjagaku
- Bab 193 Berebutan Cemburu
- Bab 194 Dua Jodoh
- Bab 195 Hukuman Untukmu
- Bab 196 Hukuman Yang Bodoh
- Bab 197 Kamu Salah Orang
- Bab 198 Memancing Bersama
- Bab 199 Tergerak
- Bab 200 Orang Yang Ingin Didekati
- Bab 201 Terjebak semakin dalam
- Bab 202 Yulius Zhu
- Bab 203 Aku tidak akan tertarik kepadamu lagi
- Bab 204 Kamu benar-benar ayahku?
- Bab 205 Tinggallah
- Bab 206 Kehangatan Sesaat
- Bab 207 Aku Di Sebelah
- Bab 208 Sekeluarga berkumpul
- Bab 209 Kakaknya Melly
- Bab 210 Rumah Baru
- Bab 211 Namanya Jelek
- Bab 212 Apa Yang Kamu Lakukan
- Bab 213 Kamu Jangan Sentuh Aku
- Bab 214 Kaki Patah
- Bab 215 Sangat Risih
- Bab 216 Aku Perlu Dirimu Merawatku
- Bab 217 Kehidupan Sangat Memusingkan
- Bab 218 Mencoba Untuk Hidup Bersama
- Bab 219 Saling Menjaga
- Bab 220 Oleskan Salep Untukku
- Bab 221 Benar-Benar Tidak Rela
- Bab 222 Orang Yang Berbeda
- Bab 223 Hal Yang Disukai
- Bab 224 Kamu Berbohong Padaku Lagi
- Bab 225 Pergi Meninggalkan Rumah
- Bab 226 Kehilangan Muka
- Bab 227 Sangat Tidak Enak Dimakan
- Bab 228 Aku Akan Melindungimu Selamanya
- Bab 229 Aku Masih Mencintaimu
- Bab 230 Aku Ingin Tahu Semua
- Bab 231 Ya, Aku Tahu
- Bab 232 Yuliana?
- Bab 233 Orang Yang Aneh
- Bab 234 Mimpi Buruk Datang Kembali
- Bab 235 Hanya Mimpi Buruk
- Bab 236 Dia Sudah Mati
- Bab 237 Tiga Hadiah
- Bab 238 Berjumpa Teman Lama
- Bab 239 Dua Orang Yang Sama Sekali Berbeda
- Bab 240 Hadiah Pertama
- Bab 241 Sangat Memalukan
- Bab 242 Bagaimana Cara Menghibur Wanita
- Bab 243 Sebagai Pemberian Gratis
- Bab 244 Menikahlah Denganku
- Bab 245 Kita Menikah Yuk
- Bab 246 Ketika Pernikahan Berlangsung
- Bab 247 Hadiah Melvin
- Bab 248 Siapa Pengantin Laki-Lakinya
- Bab 249 Idola Semua Orang
- Bab 250 Saat Pernikahan Berlangsung
- Bab 251Saingan Cinta Yang Tak Terhitung Jumlahnya
- Bab 252 Perjamuan
- Bab 253 Wanita Pengosip
- Bab 254 Memamerkan Kebahagiaan
- Bab 255 Mimpi Buruk Datang
- Bab 256 Semua salahku
- Bab 257 Sebenarnya dimana
- Bab 258 Kamu bukan iblis
- Bab 259 Retak
- Bab 260 Penyelamat
- Bab 261 Perbaiki Perlahan-lahan
- Bab 262 Penipu Kecil yang Baik Hati
- Bab 263 Anak Lelaki yang Pemalu
- Bab 264 Mata di Belakang
- Bab 265 Manusia Operasi Plastik
- Bab 266 Kejutan Besar
- Bab 267 Pengantin Pria yang Misterius
- Bab 268 Ibu, Cepat Lari
- Bab 269. Mawar Merah Misterius
- Bab 270. Laporan Pemeriksaan yang Sempurna
- Bab 271 Pacar Yang Angkuh
- Bab 272 Pria Yang Lemah
- Bab 273 Dua Iblis Kecil
- Bab 274 Pelan-Pelan Mendekat
- Bab 275 Masuk Perangkap
- Bab 276 Umpan
- Bab 277 August Leng Muncul
- Bab 278 Orang Gila
- Bab 279 Kekacauan
- Bab 280 Pemenang
- Bab 281 Mengontrol Segalanya
- Bab 282 Jiwa Yang Terkontrol
- Bab 283 Kita Selamanya Bersama
- Bab 284 Merah Darah
- Bab 285 Prilaku Aneh
- Bab 286 Jiwa Yang Terpenjara
- Bab 287 Siapa Pembunuhnya
- Bab 288 Dia Pantas Untuk Mati Sekali Lagi
- Bab 289 Menemukan Kembali Dirinya Yang Asli
- Bab 290 Kekasihku
- Bab 291 Aku menunggumu
- Bab 292 Hutangku padamu
- Bab 293 Ingatan palsu
- Bab 294 Berkenalan kembali
- Bab 295 Namaku Wirianto Leng
- Bab 296 Ingatan yang Hilang
- Bab 297 Dia Terlihat Tampan
- Bab 298 Aku Sangat Berprinsip
- Bab 299 Mulai Menyukainya
- Bab 300 CEO yang Arogan
- Bab 301 Mari Kita Tidur Satu Kamar
- Bab 302 Tidur yang Nyenyak
- Bab 303 Membencinya
- Bab 304 Kamu Amnesia
- Bab 305 Lepaskan Pakaianmu
- Bab 306 Tidak Bisa Menerima Kenyataan
- Bab 307 Masa Lalu yang Pahit
- Bab 308 Semua Kenyataan
- Bab 309 Sisi Gila Dia
- Bab 310 Jangan Berpisah Lagi
- Bab 311 Menjaga Jarak
- Bab 312 Aku Bersedia Berubah Demi Kamu
- Bab 313 Hadiah Untukmu
- Bab 314 Maafkan Diri Sendiri
- Bab 315 Melihat Sinar Matahari Kembali
- Bab 316 Tidak boleh terbiasa menjadi orang baik
- Bab 317 Anggota keluarga baru
- Bab 318 Jangan mengoda serigala lapar
- Bab 319 Satu keluarga berkumpul
- Bab 320 Asing tapi familier
- Bab 321 Makan Malam Yang Telah Lama Hilang
- Bab 322 Awal Yang Baru
- Bab 323 Peluk Aku Dengan Erat
- Bab 324 Apakah Sudah Cukup
- Bab 325 Orang Yang Aneh
- Bab 326 Kehidupan Baru
- Bab 327 Masa kehamilan
- Bab 328 Orang Yang Aku Cintai
- Bab 329 Kumpul Keluarga
- Bab 330 Merawat Kehamilanmu Dengan Tenang
- Bab 331 Memakai Gaun Pengantin
- Bab 332 Pernikahan Yang Sempurna
- Bab 333 Segalanya Yang Indah
- Bab 334 Anak Yang Baru Lahir
- Bab 335 si Putri Kecil
- Bab 336 Kalang Kabut
- Bab 337 Ayah yang Baik
- Bab 338 Kacau balau
- Bab 339 Si Kecil Bulat
- Bab 340 Pulang Ke Rumah
- Bab 341 Keluarga Dengan 5 Anggota Keluarga
- Bab 342 Ayah Rumah Tangga Professional
- Bab 343 Sedikit Cemburu
- Bab 344 Siapakah Orang Yang Paling Dicintai
- Bab 345 Senang Setiap Hari
- Bab 346 Bulan Madu
- Bab 347 Aku bersedia berada di sisimu setiap saat
- Bab 348 Orang tua yang berbeda
- Bab 349 Kejutan yang tiba-tiba
- Bab 350 Tebak dimana
- Bab 351 Bulan Madu
- Bab 352 Tempat yang Misterius
- Bab 353 Rumah yang Hangat
- Bab 354 Menyukaimu
- Bab 355 Seperti Cinta Pertama
- Bab 356 Hal yang memalukan
- Bab 357 Memanggang Kentang
- Bab 358 CEO Tian (CEO Manis)
- Bab 359 Saling bergantung
- Bab 360 Pilek
- Bab 361 Hadiah
- Bab 362 IQ yang Melemah
- Bab 363 Kehidupan yang Tenang
- Bab 364 Masalah yang Datang ke Rumah
- Bab 365 Saingan Cinta
- Bab 336 Kecanduan Berakting
- Bab 367 Mencari Masalah Sendiri
- Bab 368 Terlalu Kejam
- Bab 369 Benar-Benar Kejam
- Bab 370 Hadiah Orang Lain
- Bab 371 Pria yang Aneh
- Bab 372 Sedikit Aneh
- Bab 373 Pelamar
- Bab 374 Hadiah
- Bab 375 Pria yang Sempurna
- Bab 376 Orang terkasih yang sempurna
- Bab 377 Tidak masuk akal
- Bab 378 Desas-desus adalah hal yang menakutkan
- Bab 379 Pernyataan manis
- Bab 380 Kekasih misterius
- Bab 381 Seven Years Of Love
- Bab 382 Tempat Yang Hilang
- Bab 383 Wanita Misterius
- Bab 384 Sebuah Ketakutan Yang Tidak Perlu
- Bab 385 Hadiah Aku
- Bab 386 Aku Sudah Pulang
- Bab 387 Gosip Baru
- Bab 388 Ketakutan dan Kegelisahan
- Bab 389 Muncul Di Depan Umum
- Bab 390 Memilih Gaun Pesta
- Bab 391 Pasangan yang Sempurna
- Bab 392 Berdanda Denganmu
- Bab 293 Artiker yang Memalukan
- Bab 394 Rumor yang Tak Tertahankan
- Bab 395 Tujuan Wisata yang Baru
- Bab 396 Mengemudi Sendiri
- Bab 397 Proposal Yang Konyol
- Bab 398 Pedagang Kaki Lima
- Bab 399 Kenangan Yang Indah
- Bab 400 Terus Menuju Ke Depan
- Bab 401 Si Pecemburu
- Bab 402 Aku sangat mencintaimu
- Bab 403 Berendam di sumber air panas
- Bab 404 Coba aku lihat
- Bab 405 Pulang
- Bab 406 Sudah sampai di rumah
- Bab 407 Dalang di balik belakang
- Bab 408 Keluargaku
- Bab 409 Hidup Bahagia