Cinta Seorang CEO Arogan - Bab 267 Pengantin Pria yang Misterius
Meskipun Melly dibilang tidak boleh makan terlalu banyak, tapi Melly diam-diam mencuri makan lumayan banyak, karena makan terlalu banyak, Melly pun menguap dan langsung tertidur. Yuliana mengambil selimut kecil dan menutup perut kecil Melly yang mengembang, kemudian menggelengkan kepala tidak berdaya kepada Wirianto, tertawa ringan: "Anak ini benar-benar terlalu liar, semakin lama semakin tidak bisa diatur."
Wirianto melihat sekilas Melly dan tertawa: "Begini sangat bagus, meskipun kadang-kadang tidak tahan ingin sengaja menindasnya, tapi aku tetap suka dengan dia yang seperti ini."
Melvin mengangguk ringan, kemudian dengan teliti merapikan selimut Melly, kemudian menaruh sebuah handuk kecil di bawah tangan Melly yang terluka, dengan teliti menatapi tangan Melly yang terluka, takut tangannya yang baru saja mulai sembuh tertimpa ketika Melly berbalik.
Yuliana pun tertawa melihat Melvin menjaga Melly dengan begitu teliti. Sambil tertawa, Yuliana sambil berpaling melihat Wirianto, dia pun melihat kening Wirianto berkerut, menatapi Melvin dan Melly, tidak tahu sedang memikirkan apa, terlihat seperti memiliki banyak masalah.
Yuliana perlahan-lahan berjalan ke sisi Wirianto, bertanya dengan suara berat: "Ada apa? Apakah ada masalah yang mengganggumu?"
Wirianto seperti tiba-tiba dikejutkan oleh Yuliana, dia pun langsung mengerutkan kening melihat Yuliana, akhirnya menggelengkan kepala, berkata kepada Yuliana: "Tidak ada masalah yang spesial."
Yuliana menatapi Wirianto, mengerutkan kening dan bertanya: "Kamu kalau ada masalah tapi tidak memberitahuku, aku merasa kecewa."
Wirianto pun mendongak melihat Yuliana, berkata dengan suara berat: "Kalau begitu kamu ikut aku."
Yuliana melirik ke arah Melvin, dia pun melihat Wirianto mengatakan sesuatu terhadap handheld transceiver, kemudian langsung datang beberapa pengawal dan pembantu berjalan ke sisi Melvin dan Melly. Melvin sepertinya sudah terbiasa dengan situasi seperti ini, dia bahkan tidak mendongak, hanya menunduk dan menjaga Melly dengan teliti.
Yuliana melihat ini pun baru merasa tenang, berpaling melihat Wirianto sudah berjalan pergi. Wirianto membawa Yuliana ke ruang baca di lantai dua, kemudian menghela nafas ringan dan berkata: "Kamu sudah tahu Zacky Wu itu pernah melakukan operasi plastik?"
Yuliana tidak menyangka informasi ini bisa begitu cepat sampai ke telinga Wirianto, tapi begitu teringat orang-orang di rumah sakit adalah orang Wirianto, Wirianto ingin mengetahui hal ini seharusnya sangat mudah. Yuliana pun mengangguk ringan, sambil mengerutkan kening sambil berkata dengan suara kecil: "Benar, aku sudah tahu, aku...... Aku meskipun tahu berkata seperti ini sedikit tidak berhati nurani, bagaimanapun Zacky hampir kehilangan nyawa demi menyelamatkanku, aku tidak seharusnya mencurigai dia. Tapi dia..... dia selalu memberiku perasaan yang aneh, dan dia malah pas pernah melakukan operasi plastik, tapi aku juga tidak bisa mengatakan secara pasti apa yang aneh. Kalau bukan karena terjadi sesuatu dengan Melly, aku mungkin tidak akan menyelidiki dia, aku benar-benar tidak ingin karena aku sendiri yang terlalu curigaan, menghancurkan hidup anak muda yang sudah menderita ini. Tapi aku tetap....."
"Dia sama sekali tidak bermasalah." Wirianto menatapi Yuliana, berkata: "Aku sudah berulang kali menyelidiki dia, tapi tidak menemukan masalah apapun. Dokumennya sudah disimpan di sebuah lemari dokumen......."
"Oh, begitu." Yuliana mengerutkan kening: "Kalau begitu aku yang terlalu banyak berpikir?"
Wirianto menggelengkan kepalanya: "Juga tidak bisa dibilang begitu, pasti ada tempat yang bermasalah, baru bisa membuatmu mencurigai dia, kalau tidak dari begitu banyak orang, kenapa hanya dia yang membuatmu curiga?"
"Mungkin karena dia yang paling dekat dengan kita belakangan ini?" Yuliana mengerutkan kening, memiringkan kepala melihat Wirianto dan berkata dengan suara kecil: "Kita sekeluarga sangat jarang menerima orang lain mendekati kita, bahkan Peggy He saja sangat jarang kemari, tapi Zacky, dia menyelamatkanku, Melly juga sangat menyukai dia, dalam waktu singkat sudah memiliki begitu banyak hubungan dengan kita, membuatku merasa tegang."
"Kalau begitu aku cari cara memindahkan dia." Wirianto berkata sambil mengerutan kening.
Yuliana menghela nafas, menggelengkan kepalanya: "Untuk sementara lebih baik jangan dulu, hari ini aku juga sudah menyinggung boleh mengirim dia pergi ke luar negeri untuk rehabilitasi, sekalian boleh pergi belajar. Tapi dia sama sekali tidak tertarik ke luar negeri, malah langsung bertanya apakah aku mencurigai dia, mungkin karena akhir-akhir ini aku terlalu sering menyelidiki dia, meskipun dia sangat polos, tapi dia juga sudah menyadari sedikit. Aku mendengar dia bertanya seperti itu, malah merasa tenang, merasa mungkin dia sebenarnya sederhana, tapi aku yang menganggapnya sebagai orang yang rumit. Terlebih lagi sejak pertama kali melihatnya sampai sekarang, sikapnya tetap sama, terlihat seperti anak muda yang pemalu. Kalau memaksanya pergi hanya karena kecurigaanku, aku merasa sedikit bersalah. Menyuruh orang kepercayaanmu mengawasi dia juga tidak baik, dia telah menyelamatkan nyawaku, aku mempercayai dia, kalau memaksanya keluar negeri, apakah di masa depan akan ada orang yang berani melindungiku seperti ini lagi?"
Berkata sampai sini, Yuliana pun menunduk dan menghela nafas: "Terlebaih lagi hubungan Melly dengan Zacky ini sangat baik. Meskipun Melly terlihat sangat sehat, sangat ceria, tapi aku bisa merasakan, kebahagiaannya hanyalah pura-pura, dia tidak ingin kita terus khawatir. Kalau aku memaksa Zacky pergi, mungkin bisa membuat Melly semakin tegang.... Aku....."
Yuliana semakin berbicara, keningnya semakin berkerut. Dia memang merasa hal ini sangat menyusahkan, dari berbagai aspek, Zacky sama sekali tidak ada masalah, dia penakut dan polos seperti anak kecil, terlebih lagi hubungannya dengan Melly sangat baik. Satu-satunya masalah adalah firasat Yuliana yang aneh ini.......
Wirianto mengerutkan kening melihat Yuliana: "Kamu lebih mengerti Melly daripada aku, kamu merasa seharusnya bagaimana?"
Yuliana berpikir sejenak, keningnya berkerut, kemudian berkata dengan suara kecil: "Aku merasa lagipula tidak ada bukti yang jelas, maka artinya memang tidak ada masalah dengan Zacky. kalau begitu untuk sementara waktu jangan biarkan Zacky pergi, setelah lewat beberapa saat, baru carikan sebuah sekolah untuknya, biarkan dia meneruskan pendidikannya. Belajar adalah suatu hal yang baik, dia seharusnya tidak akan menolak, kan? Kemudian berusaha menjaga jarak dengannya, mungkin aku terlalu tegang, setelah mengalami kejadian Melly kali ini, aku sekarang seperti orang yang tegang berlebihan, kadang-kadang, aku juga tahu aku terlalu tegang."
Wirianto mengangguk: "Aku akan mempersiapkan lebih banyak orang di acara dimana ada Zacky, menjamin keselamatan kalian."
"Kalau terlalu banyak orang, semua orang akan merasa tekanan, pertahankan situasi seperti sekarang dulu." Yuliana pun melihat Wirianto: "Kamu menyuruhku kesini hanya untuk menanyakan masalah Zacky?"
Wirianto menggelengkan kepala: "Zacky mungkin hanyalah mata-mata orang lain, dia barulah lawan terbesar kita."
Sambil berbicara, Wirianto mengeluarkan sebuah foto, dan menyerahkannya kepada Yuliana, begitu melihat foto itu, Yuliana langsung mengerutkan kening, dia menatapi sepasang lelaki dan perempuan di foto itu, terutama lelaki tampan yang satu matanya tertutup penutup mata.Yuliana menggigit bibirnya: "August Leng......."
Wirianto mengangguk: "Dengan susah payah, aku baru menemukan foto ini. Orang yang duduk di sebelah August adalah Nona keluarga Mo, Christie Mo, ini adalah foto pernikahan mereka. Sangat aneh, August bersembunyi dengan sangat hati-hati, selain foto ini, aku hanya bisa mendapatkan kabar bahwa belakangan ini keluarga Mo mempersiapkan sangat banyak orang, tidak tahu untuk melindungi siapa, yang lainnya tidak ada kabar lagi."
Yuliana mengerutkan kening melihat Wirianto: "Bahkan kamu juga tidak tahu?"
Sudut bibir Wirianto terangkat, menggelengkan kepala: "Dalam masalah bersembunyi, aku memang tidak bisa dibandingkan dengan August."
Yuliana menggigit bibirnya: "Kalau begitu apa maksudnya? Kalau memang mau bersembunyi, kenapa mau mengumumkan pernikahannya? Ini Jebakan? Agar orang sama sekali tidak tahu apa rencananya? Apakah dia baru bisa muncul kalau sudah menikah dengan Christie Mo? Semisterius ini?"
"Tuan besar Mo pernah meninggalkan warius, hanya setelah menikah, Christie Mo baru bisa mewariskan harta keluarga Mo." Wirianto berkata sambil mengerutkan kening.
Yuliana mengerutkan kening, menunduk melihat foto August, kemudian langsung mendongak dan memalingkan muka. Sekarang, setiap Yuliana melihat wajah August Leng, dia masih saja merasa panik dan takut. Wirianto segera membalik foto di tangannya, bertanya pada Yuliana: "Kenapa? Masih tetap setakut itu padanya?"
Yuliana menunduk, kemudian mengangguk ringan: "Aku..... Aku benar-benar sangat tidak berguna, bisa-bisanya setakut ini pada seseorang. Dia sekarang bagaikan mimpi buruk, kalau dulu aku bisa membunuhnya, mungkin sekarang tidak akan setakut ini. Tapi setiap kali aku mencoba membunuhnya, dia tetap masih hidup, membuatku merasa aku mungkin tidak bisa menghadapi lelaki ini, aku tidak bisa membunuhnya, aku tidak bisa melakukan apapun terhadapnya, aku seakan........seakan hanya bisa diam melihat dia merusak kehidupanku, membuat kehidupanku menjadi serpihan debu!"
Berkata sampai sini, Yuliana tidak tahan tidak menggigit bibirnya, berkata dengan suara kecil: "Aku benar-benar sangat tidak berguna, kan? Jelas-jelas sekarang aku seharusnya melindungi Melly, membantu Melly menyembuhkan luka mentalnya, tapi kadang, lebih sering aku yang harus bergantung pada Melly, baru bisa memperbaiki suasana hatiku. Aku sudah kembali ke sisimu, aku seharusnya menjadi asistenmu, membantumu menyelesaikan masalah. Tapi malah karena kecurigaanku, malah menambah masalah untukmu. Kemudian Melvin..... Beberapa hari ini aku terus menjaga Melly, sama sekali tidak memikirkan dia..... Aku....."
"Dan juga..... dan juga jelas-jelas ada banyak hal yang kamu lakukan hanya demi melindungiku dan dua anak kita." Yuliana mengerutkan keningnya, menggelengkan kepalanya: "Tapi aku malah..... malah menyalahkanmu, merasa kamu terlalu ekstrim. Kelakuanku belakangan ini, mungkin menyakiti hatimu, kan? Aku merasa sangat bersalah."
Wirianto mengulurkan tangan menggenggam tangan Yuliana yang dingin, berkata sambil mengerutkan kening: "Kalau seperti ini, maka yang harus minta maaf lebih banyak adalah aku, aku perlu meminta maaf padamu, meminta maaf pada Melly, juga haru meminta maaf pada Melvin. Kalau bukan karena aku, kamu mungkin sudah menikah dengan orang lain, melewati hidup yang tenang. Melly dan Melvin juga tidak perlu mengalami begitu banyak cobaan, terlebih lagi terjadi hal seperti itu pada Melly, juga karena persiapanku tidak cukup. Sekarang kita belum menemukan August, bisa-bisanya dia malah muncul dengan sendirinya, seperti sedang menunjukkan kehebatannya, juga karena kekuasaanku tidak cukup kuat."
Novel Terkait
Dewa Perang Greget
Budi MaInventing A Millionaire
EdisonDiamond Lover
LenaSomeday Unexpected Love
AlexanderAir Mata Cinta
Bella CiaoAku bukan menantu sampah
Stiw boyYou're My Savior
Shella NaviCinta Seorang CEO Arogan×
- Bab 1 Harga Dirinya
- Bab 2 Ibu Tiri yang 'Sempurna'
- Bab 3 Serigala Bermata Putih
- Bab 4 Aku Tidak Pernah Mencintaimu
- Bab 5 Kebesaran Keluarga Leng
- Bab 6 Suamimu
- Bab 7 Mayat Hidup yang Sempurna
- Bab 8 Dia sudah Bangun
- Bab 9 Kita Cerai
- Bab 10 Batas Waktu Pernikahan
- Bab 11 Jangan menangis di depanku
- Bab 12 Apa pun bisa dijual
- Bab 13 Pria yang misterius
- Bab 14 Jangan menyiksa aku
- Bab 15 Jangan mendekati aku
- Bab 16 Saling main siasat
- Bab 17 Apa yang istimewa dari dirimu
- Bab 18 Ini bukan salahku
- Bab 19 Sebuah hasrat membunuh
- Bab 20 Jalan bertemu musuh itu sempit
- Bab 21 Satu Kasur
- Bab 22 Pinggangnya Sangat Langsing
- Bab 23 Mending Lahirkan Anak Untukku
- Bab 24 Aku Menginginkanmu
- Bab 25 Itu Adalah Bayiku
- Bab 26 Membunuh Anaknya
- Bab 27 Tidak Ingin Tidur Dengannya
- Bab 28 Kembalinya Cinta Pertama
- Bab 29 Aku Menyukainya
- Bab 30 Sebuah Cinta yang Bertepuk Sebelah Tangan
- Bab 31 Benar-benar Tidak Berguna
- Bab 32 Menjadi Wanitaku
- Bab 33 Kamu Tidak Boleh Menyentuhnya
- Bab 34 Suami Yang Pelit
- Bab 35 Tidak Memperbolehkannya Melahirkan Anak Ini
- Bab 36 Kembalikan Anakku
- Bab 37 Kamu Adalah Milikku
- Bab 38 Menerima Akibatnya
- Bab 39 Wajah Sesungguhnya
- Bab 40 Janjiku Tidak Akan Berubah
- Bab 41 Mengerutkan kening
- Bab 42 Ingin memelukmu
- Bab 43 Hanya Ingin Membunuhmu
- Bab 44 Jangan berpikir terlalu berlebihan
- Bab 45 Apa yang kamu lakukan?
- Bab 46 Bertemu dengan dewi
- Bab 47 Wanita licik
- Bab 48 Pemeran pembantu wanita jahat
- Bab 49 Dia adalah milikku
- Bab 50 Kamu yang mencelakai dia
- Bab 51. Kamu Paling Cantik
- Bab 52. Jadi Partner Perempuanku
- Bab 53. Kegeeran
- Bab 54 Tidak Akan Melupakan Janjiku
- Bab 55 Bermaksud Mengejarmu
- Bab 56 Masa Lalu
- Bab 57 Kenyataan pada masa lalu
- Bab 58 Tidak berperasaan
- Bab 59 Panggil Namaku
- Bab 60 Penakut
- Bab 61 Begitu Perhatian Denganku?
- Bab 62 Pria Simpanan
- Bab 63 Tidak Berhak Mengatakan Aku Cinta Padamu
- Bab 64 Bolehkah Aku Tidak Menjawab?
- Bab 65 Tidak Diizinkan Mencium Orang Lain
- Bab 66 Aku Memilih Leny
- Bab 67 Sudah Cukup Kamu Melihat?
- Bab 68 Kamu Tidak Cemburukah
- Bab 69 Jika Aku Bukan Apa?
- Bab 70 Diam-Diam Berciuman
- Bab 71 Sungguh Seorang Wanita Jahat
- Bab 72 Saingan Cinta yang Tidak Jelas
- Bab 73 Menjadikan Musuh Sebagai Teman
- Bab 74 Menjadi Tenang
- Bab 75 Memerban Luka
- Bab 76 Aku Adalah Kakakmu
- Bab 77 Aku Tidak Akan Memaafkanmu
- Bab 78 Mulai Kembali Dari Awal
- Bab 79 Kamu Pasti Akan Datang
- Bab 80 Tidak Tahu Malu
- Bab 81 Lepaskan Aku
- Bab 82 Tidak Mengingatnya
- Bab 83 Jangan Tersenyum Lagi
- Bab 84 Aku Menyukaimu
- Bab 85 Tidak Bisa Menyembunyikannya
- Bab 86 Semuanya Harus Mendengarkan Aku
- Bab 87 Jangan Sampai dilihat Orang
- Bab 88 Apakah Kamu Benar-Benar Percaya Padanya?
- Bab 89 Aku Percaya Padamu
- Bab 90 Ketulusan Cinta Kami
- Bab 91 Kamu Bukan Manusia
- Bab 92 Michael Chu Meninggal
- Bab 93 Aku Ingin Jemput Dia Pulang
- Bab 94 Aku Sudah Tidak Punya Ayah
- Bab 95 Rela Percaya Ada Hantu Dan Dewa
- Bab 96 Tidak akan memaafkanmu
- Bab 97 Terima kasih kamu ada di sisiku
- Bab 98 Kamu menggendong aku
- Bab 99 Bagaimana caranya
- Bab 100 Benarkah itu?
- Bab 101 Aku Masih Sahabatmu
- Bab 102 Kebenarannya Seperti Apa?
- Bab 103 Apakah Kamu Pembunuhnya?
- Bab 104 Kamu Menangis Karena Diriku
- Bab 105 Aku Akan Membantumu
- Bab 106 Wanita Tidak Seharusnya Terlalu Pintar
- Bab 107 Aku Benar-benar Menyukai Kamu
- Bab 108 Membunuh Ayah Dan Ibu
- Bab 109 Aku Menginginkan Jantung Dia
- Bab 110 Kita Kurang Lebih Sama
- Bab 111 Rahasia Tersembunyi
- Bab 112 Warisan Yang Hilang
- Bab 113 Kamu Bisa Bertahan Berapa Lama
- Bab 114 Aku Tidak Akan Menyerah
- Bab 115 Dia Sudah Meninggal
- Bab 116 Dia Tidak Mati
- Bab 117 Percayalah Padaku
- Bab 118 Bagaikan Di Neraka
- Bab 119 Kalian Lebih Baik Jangan Ganggu Aku
- Bab 120 Bodoh Dan Kejam
- Bab 121 Semua Sesuai Harapan
- Bab 122 Hamil
- Bab 123 Memiliki Anak Kembali
- Bab 124 Tidak Memiliki Keberuntungan
- Bab 125 Aku Tidak Ingin Bertemu Dengannya
- Bab 126 Mana Yang Benar Mana Yang Salah
- Bab 127 Apakah Kembar
- Bab 128 Kembang Api Bermekaran
- Bab 129 Bayi Baru Lahir
- Bab 130 Anak Itu Sudah Tiada
- Bab 131 Anak Yang Hilang
- Bab 132 Bercerailah
- Bab 133 Ada Awalannya
- Bab 134 Sulit Menjadi Ibu Yang Hangat
- Bab 135 Bertemu Musuh Lama
- Bab 136 Bersiap Untuk Kembali Memeriksa Kasus Ini
- Bab 137 Sampah Masyarakat
- Bab 138 Membuatmu Menderita Seumur Hidup
- Bab 139 Dibebaskan
- Bab 140 Semuanya Dimulai Dari Awal
- Bab 141 Izinkan Mereka Untuk Bertemu
- Bab 142 Mengapa Nyalimu Begitu Kecil?
- Bab 143 Dua Anak
- Bab 144 Pemilik Toko Makanan Pencuci Mulut
- Bab 145 Dimana Anakku?
- Bab 146 Mantan Kekasih
- Bab 147 Ancaman Terbesar
- Bab 148 Pasangan Ayah dan Anak
- Bab 149 Dia Hanyalah Wanita Simpanan
- Bab 150 Aku Bukan Wanita Simpanan
- Bab 151 Bertemu Kembali
- Bab 152 Jangan Bertemu Lagi
- Bab 153 Cuman Mau Sedikit
- Bab 154 Tenang dalam Menghadapi Masalah
- Bab 155 Pengejar
- Bab 156 Membuka tirai
- Bab 157 Penjahat yang paling besar
- Bab 158 Memberikan kesempatan
- Bab 159 Dia tidak lulus
- Bab 160 Aku adalah nenek buyutmu
- Bab 161 Bawa Dia Pergi
- Bab 162 Aku Tidak Salah
- Bab 163 Sifat Dari Keturunan
- Bab 164 Aku Takkan Mengalah
- Bab 165 Bunuh Saja Dia
- Bab 166 Aku sangat Merindukanmu
- Bab 167 Melly Cepat Lari
- Bab 168 Kita Mulai Lagi Dari Awal
- Bab 169 Tunggu Aku Menikahimu
- Bab 170 Dendam Yang Hilang
- Bab 171 Lebih Parah Daripada Binatang
- Bab 172 Selamat Tahun Baru
- Bab 173 Perjamuan Besar
- Bab 174 Pilihan Yang Sulit
- Bab 175 Aku Ingin Anak
- Bab 176 Kedamaian dan Kesenangan
- Bab 177 Paman Koki
- Bab 178 Mengenal Kembali
- Bab 179 Aku Juga Sudah Berubah
- Bab 180 Sebelum Pergi
- Bab 181 Pelukan Terakhir
- Bab 182 Hari-hari
- Bab 183 Dia Adalah Ayahku
- Bab 184 Apakah Kalungmu
- Bab 185 Pelanggan Misterius
- Bab 186 Bocah lelaki
- Bab 187 Takdir cinta telah tiba
- Bab 188 Kurangi menonton TV dan lebih giat belajar
- Bab 189 Bukan orang lama
- Bab 190 Pengagum yang sempurna
- Bab 191 Misteri Vila
- Bab 192 Siapa Yang Menjagaku
- Bab 193 Berebutan Cemburu
- Bab 194 Dua Jodoh
- Bab 195 Hukuman Untukmu
- Bab 196 Hukuman Yang Bodoh
- Bab 197 Kamu Salah Orang
- Bab 198 Memancing Bersama
- Bab 199 Tergerak
- Bab 200 Orang Yang Ingin Didekati
- Bab 201 Terjebak semakin dalam
- Bab 202 Yulius Zhu
- Bab 203 Aku tidak akan tertarik kepadamu lagi
- Bab 204 Kamu benar-benar ayahku?
- Bab 205 Tinggallah
- Bab 206 Kehangatan Sesaat
- Bab 207 Aku Di Sebelah
- Bab 208 Sekeluarga berkumpul
- Bab 209 Kakaknya Melly
- Bab 210 Rumah Baru
- Bab 211 Namanya Jelek
- Bab 212 Apa Yang Kamu Lakukan
- Bab 213 Kamu Jangan Sentuh Aku
- Bab 214 Kaki Patah
- Bab 215 Sangat Risih
- Bab 216 Aku Perlu Dirimu Merawatku
- Bab 217 Kehidupan Sangat Memusingkan
- Bab 218 Mencoba Untuk Hidup Bersama
- Bab 219 Saling Menjaga
- Bab 220 Oleskan Salep Untukku
- Bab 221 Benar-Benar Tidak Rela
- Bab 222 Orang Yang Berbeda
- Bab 223 Hal Yang Disukai
- Bab 224 Kamu Berbohong Padaku Lagi
- Bab 225 Pergi Meninggalkan Rumah
- Bab 226 Kehilangan Muka
- Bab 227 Sangat Tidak Enak Dimakan
- Bab 228 Aku Akan Melindungimu Selamanya
- Bab 229 Aku Masih Mencintaimu
- Bab 230 Aku Ingin Tahu Semua
- Bab 231 Ya, Aku Tahu
- Bab 232 Yuliana?
- Bab 233 Orang Yang Aneh
- Bab 234 Mimpi Buruk Datang Kembali
- Bab 235 Hanya Mimpi Buruk
- Bab 236 Dia Sudah Mati
- Bab 237 Tiga Hadiah
- Bab 238 Berjumpa Teman Lama
- Bab 239 Dua Orang Yang Sama Sekali Berbeda
- Bab 240 Hadiah Pertama
- Bab 241 Sangat Memalukan
- Bab 242 Bagaimana Cara Menghibur Wanita
- Bab 243 Sebagai Pemberian Gratis
- Bab 244 Menikahlah Denganku
- Bab 245 Kita Menikah Yuk
- Bab 246 Ketika Pernikahan Berlangsung
- Bab 247 Hadiah Melvin
- Bab 248 Siapa Pengantin Laki-Lakinya
- Bab 249 Idola Semua Orang
- Bab 250 Saat Pernikahan Berlangsung
- Bab 251Saingan Cinta Yang Tak Terhitung Jumlahnya
- Bab 252 Perjamuan
- Bab 253 Wanita Pengosip
- Bab 254 Memamerkan Kebahagiaan
- Bab 255 Mimpi Buruk Datang
- Bab 256 Semua salahku
- Bab 257 Sebenarnya dimana
- Bab 258 Kamu bukan iblis
- Bab 259 Retak
- Bab 260 Penyelamat
- Bab 261 Perbaiki Perlahan-lahan
- Bab 262 Penipu Kecil yang Baik Hati
- Bab 263 Anak Lelaki yang Pemalu
- Bab 264 Mata di Belakang
- Bab 265 Manusia Operasi Plastik
- Bab 266 Kejutan Besar
- Bab 267 Pengantin Pria yang Misterius
- Bab 268 Ibu, Cepat Lari
- Bab 269. Mawar Merah Misterius
- Bab 270. Laporan Pemeriksaan yang Sempurna
- Bab 271 Pacar Yang Angkuh
- Bab 272 Pria Yang Lemah
- Bab 273 Dua Iblis Kecil
- Bab 274 Pelan-Pelan Mendekat
- Bab 275 Masuk Perangkap
- Bab 276 Umpan
- Bab 277 August Leng Muncul
- Bab 278 Orang Gila
- Bab 279 Kekacauan
- Bab 280 Pemenang
- Bab 281 Mengontrol Segalanya
- Bab 282 Jiwa Yang Terkontrol
- Bab 283 Kita Selamanya Bersama
- Bab 284 Merah Darah
- Bab 285 Prilaku Aneh
- Bab 286 Jiwa Yang Terpenjara
- Bab 287 Siapa Pembunuhnya
- Bab 288 Dia Pantas Untuk Mati Sekali Lagi
- Bab 289 Menemukan Kembali Dirinya Yang Asli
- Bab 290 Kekasihku
- Bab 291 Aku menunggumu
- Bab 292 Hutangku padamu
- Bab 293 Ingatan palsu
- Bab 294 Berkenalan kembali
- Bab 295 Namaku Wirianto Leng
- Bab 296 Ingatan yang Hilang
- Bab 297 Dia Terlihat Tampan
- Bab 298 Aku Sangat Berprinsip
- Bab 299 Mulai Menyukainya
- Bab 300 CEO yang Arogan
- Bab 301 Mari Kita Tidur Satu Kamar
- Bab 302 Tidur yang Nyenyak
- Bab 303 Membencinya
- Bab 304 Kamu Amnesia
- Bab 305 Lepaskan Pakaianmu
- Bab 306 Tidak Bisa Menerima Kenyataan
- Bab 307 Masa Lalu yang Pahit
- Bab 308 Semua Kenyataan
- Bab 309 Sisi Gila Dia
- Bab 310 Jangan Berpisah Lagi
- Bab 311 Menjaga Jarak
- Bab 312 Aku Bersedia Berubah Demi Kamu
- Bab 313 Hadiah Untukmu
- Bab 314 Maafkan Diri Sendiri
- Bab 315 Melihat Sinar Matahari Kembali
- Bab 316 Tidak boleh terbiasa menjadi orang baik
- Bab 317 Anggota keluarga baru
- Bab 318 Jangan mengoda serigala lapar
- Bab 319 Satu keluarga berkumpul
- Bab 320 Asing tapi familier
- Bab 321 Makan Malam Yang Telah Lama Hilang
- Bab 322 Awal Yang Baru
- Bab 323 Peluk Aku Dengan Erat
- Bab 324 Apakah Sudah Cukup
- Bab 325 Orang Yang Aneh
- Bab 326 Kehidupan Baru
- Bab 327 Masa kehamilan
- Bab 328 Orang Yang Aku Cintai
- Bab 329 Kumpul Keluarga
- Bab 330 Merawat Kehamilanmu Dengan Tenang
- Bab 331 Memakai Gaun Pengantin
- Bab 332 Pernikahan Yang Sempurna
- Bab 333 Segalanya Yang Indah
- Bab 334 Anak Yang Baru Lahir
- Bab 335 si Putri Kecil
- Bab 336 Kalang Kabut
- Bab 337 Ayah yang Baik
- Bab 338 Kacau balau
- Bab 339 Si Kecil Bulat
- Bab 340 Pulang Ke Rumah
- Bab 341 Keluarga Dengan 5 Anggota Keluarga
- Bab 342 Ayah Rumah Tangga Professional
- Bab 343 Sedikit Cemburu
- Bab 344 Siapakah Orang Yang Paling Dicintai
- Bab 345 Senang Setiap Hari
- Bab 346 Bulan Madu
- Bab 347 Aku bersedia berada di sisimu setiap saat
- Bab 348 Orang tua yang berbeda
- Bab 349 Kejutan yang tiba-tiba
- Bab 350 Tebak dimana
- Bab 351 Bulan Madu
- Bab 352 Tempat yang Misterius
- Bab 353 Rumah yang Hangat
- Bab 354 Menyukaimu
- Bab 355 Seperti Cinta Pertama
- Bab 356 Hal yang memalukan
- Bab 357 Memanggang Kentang
- Bab 358 CEO Tian (CEO Manis)
- Bab 359 Saling bergantung
- Bab 360 Pilek
- Bab 361 Hadiah
- Bab 362 IQ yang Melemah
- Bab 363 Kehidupan yang Tenang
- Bab 364 Masalah yang Datang ke Rumah
- Bab 365 Saingan Cinta
- Bab 336 Kecanduan Berakting
- Bab 367 Mencari Masalah Sendiri
- Bab 368 Terlalu Kejam
- Bab 369 Benar-Benar Kejam
- Bab 370 Hadiah Orang Lain
- Bab 371 Pria yang Aneh
- Bab 372 Sedikit Aneh
- Bab 373 Pelamar
- Bab 374 Hadiah
- Bab 375 Pria yang Sempurna
- Bab 376 Orang terkasih yang sempurna
- Bab 377 Tidak masuk akal
- Bab 378 Desas-desus adalah hal yang menakutkan
- Bab 379 Pernyataan manis
- Bab 380 Kekasih misterius
- Bab 381 Seven Years Of Love
- Bab 382 Tempat Yang Hilang
- Bab 383 Wanita Misterius
- Bab 384 Sebuah Ketakutan Yang Tidak Perlu
- Bab 385 Hadiah Aku
- Bab 386 Aku Sudah Pulang
- Bab 387 Gosip Baru
- Bab 388 Ketakutan dan Kegelisahan
- Bab 389 Muncul Di Depan Umum
- Bab 390 Memilih Gaun Pesta
- Bab 391 Pasangan yang Sempurna
- Bab 392 Berdanda Denganmu
- Bab 293 Artiker yang Memalukan
- Bab 394 Rumor yang Tak Tertahankan
- Bab 395 Tujuan Wisata yang Baru
- Bab 396 Mengemudi Sendiri
- Bab 397 Proposal Yang Konyol
- Bab 398 Pedagang Kaki Lima
- Bab 399 Kenangan Yang Indah
- Bab 400 Terus Menuju Ke Depan
- Bab 401 Si Pecemburu
- Bab 402 Aku sangat mencintaimu
- Bab 403 Berendam di sumber air panas
- Bab 404 Coba aku lihat
- Bab 405 Pulang
- Bab 406 Sudah sampai di rumah
- Bab 407 Dalang di balik belakang
- Bab 408 Keluargaku
- Bab 409 Hidup Bahagia