Cinta Seorang CEO Arogan - Bab 275 Masuk Perangkap
Yuliana Jian merasa sedikit malu, segera menatap Wirianto Leng dan berkata tanpa suara, "Dia .... dia mendengar semuanya ...."
Wirianto Leng melihat sekilas ke arah Yuliana Jian, mengerutkan dahi bingung, seperti sama sekali tidak mengerti kenapa Yuliana Jian merasa malu sekarang. Yuliana Jian mengerutkan dahi, menggaruk kencang kepalanya, bagaimana bisa dia mengharapkan Wirianto Leng untuk mengerti kondisi sekarang?
Wirianto Leng sama sekali tidak peduli masalah seperti ini. Pria ini tidak peduli keberadaan Dora Lin, juga tidak peduli apakah Zacky Wu akan marah karena perkataannya. Dora Lin dan Zacky Wu di hadapan Wirianto Leng bukanlah orang yang penting, jadi sekarang Wirianto Leng tidak akan peduli pada dua orang ini.
Wirianto Leng di sisi ini, kadang kala juga sangat dingin sampai membuat Yuliana Jian merasa sangat tidak nyaman. Tapi Yuliana Jian dan Wirianto Leng sama sekali berbeda terhadap hal ini, dia mungkin akan lebih lembut, dia benar-benar tidak suka membuat orang kesulitan, tidak ingin meninggalkan kesan dingin seperti ini kepada orang lain. Terutama penyebab terbesar kehilangan Dora Lin kemungkinan adalah marah dan keluar dari rumah mereka. Kalau benar-benar terjadi kecelakaan atau masalah lain, Yuliana Jian merasa ada sebagian adalah tanggung jawabnya.
Yuliana Jian langsung mengangkat telepon dan bergegas berkata, "Zacky, kamu jangan takut, aku akan suruh orang sekarang ...."
Zacky Wu berkata sambil menangis, "Tidak usah ... tidak usah merepotkanmu lagi. Nona Jian aku yang cari dia saja, mungkin sudah akan ditemukan sebentar lagi. Dia seorang diri juga tidak mungkin berlari jauh ... kalau tidak, Direktur Leng akan tidak senang."
Yuliana Jian menarik napas dalam dan bergegas menggelengkan kepala, "Bagaimana kamu mencarinya? Kamu tidak mempunyai koneksi, tidak mempunyai orang yang menolongmu, sekarang karena hubungan dengan kita, kamu juga tidak bisa sembarangan lapor polisi. Sudahlah, aku pergi melihat ke sana saja."
Mendengar perkataan Yuliana Jian ini, Wirianto Leng langsung memegang pergelangan tangan Yuliana Jian dan menggelengkan kepala. Yuliana Jian juga mengerutkan dahi, menengadahkan kepala, lalu menunjuk ke arah telepon. Maksud Yuliana Jian sangat jelas, karena sekarang terjadi masalah seperti ini, dia juga tidak bisa tidak peduli, hanya bisa pergi ke sana melihat apa yang terjadi.
Karena bagaimanapun semenjak keluar dari rumah Keluarga Leng, Dora Lin baru hilang. Kalau Keluarga Leng satu pun tidak ada yang membantu, kelihatan terlalu dingin bukan. Yuliana Jian tahu mungkin ini adalah cara kerja Keluarga Leng biasanya, meskipun dulu Keluarga Leng dibubarkan oleh Wirianto Leng sampai sangat bersih, tapi cara kerja Keluarga Leng juga diwariskan oleh Wirianto Leng.
Orang seperti Zacky Wu dan Dora Lin, di hadapan Wirianto Leng hanya seperti seekor semut kecil saja. Bagaimana mungkin Wirianto Leng akan peduli pada perasaan seekor semut kecil, bahkan hidup mati mereka?
Yuliana Jian juga tidak mengharapkan Wirianto Leng tiba-tiba berubah seperti orang biasanya, mempedulikan hidup mati orang lain, kalau begitu, namanya bukan Wirianto Leng lagi. Masalah ini kalau tidak menyangkut Yuliana Jian, Yuliana Jian juga tidak akan peduli. Tapi sekarang Yuliana Jian sudah terlibat di dalamnya, dia hanya bisa berharap saat dia mengurusi masalah ini, Wirianto Leng jangan menghalangi.
Meskipun Wirianto Leng terus menggelengkan kepala pada Yuliana Jian, Yuliana Jian tetap berkata pada Zacky Wu yang ada di ujung sambunga, "Kalau begitu kamu coba lihat dulu di tempat yang biasanya dia pergi, sebentar lagi aku akan bertemu denganmu, baru nanti dengarkan pengaturan dariku."
Zacky Wu menolak sambil menangis, "Tidak perlu, Nona Jian, benar-benar tidak perlu merepotkanmu lagi ...."
Yuliana Jian langsung mengerutkan dahi, "Aku bilang dengarkan pengaturanku ya dengarkan pengaturanku, kamu jangan banyak bicara lagi."
Setelah selesai berkata, Zacky Wu di ujung sambungan mengangguk sekuat tenaga dan berkata yang mengandung nada tangis, "Ok .... ok ... baiklah ....."
Yuliana Jian baru mematikan sambungan dan menengadah menatap Wirianto Leng. Wirianto Leng saat ini mengerutkan dahi menatap Yuliana Jian, tatapan pria itu menatap Yuliana Jian, bahkan membuat Yuliana Jian merasa sedikit takut. Yuliana Jian akhirnya tahu kenapa begitu banyak orang takut pada Wirianto Leng. Tampang Wirianto Leng saat marah, benar-benar sangat mengerikan.
Yuliana Jian berjalan mundur ke belakang dan berkata kecil, "Aku .... aku harus melihatnya. Dora itu hilang setelah keluar dari rumah kita, dan juga karena dibuat marah baru berlari keluar. Sedikit banyak kita juga ada tanggung jawab untuk mencarinya bukan."
Wirianto Leng mengerutkan dahi, "Aku bisa mengatur orang untuk mencari, tidak perlu kamu yang pergi sendiri."
Yuliana Jian menggelengkan kepala, "Zacky sudah menelpon aku, lalu di keluarga kita tidak ada yang keluar membantu, sangat aneh bukan kalau begitu. Bukankah terlihat terlalu tidak berperasaan?"
Wirianto Leng menatap Yuliana Jian dan berkata rendah, "Memang sedikit tidak berperasaan, tapi sekarang waktu apa? August ..."
Wirianto Leng belum selesai berkata, Yuliana Jian langsung menarik lengan pria itu dan bergegas menggelengkan kepala. Lalu Yuliana Jian melihat sekilas Melly Jian dan Melvin Jian yang sedang membelalakan mata melihat mereka bertengkar, dan menggeleng pelan kepada Wirianto Leng. Sekarang tidak boleh membiarkan dua anak ini tahu masalah August Leng sudah muncul, terutama Melly Jian. Anak ini baru saja diculik dan dilukai, kalau mendengar August Leng yang pernah menculiknya kembali muncul, Melly Jian pasti akan semakin tidak tenang.
Wirianto Leng kini baru mengerutkan dahi dan diam, menahan perkataan yang awalnya mau dikatakan, "Yuliana, jangan begitu berhati lembut. Kadang kala, kalau memiliki standar moral terlalu tinggi, bukanlah hal yang baik."
Yuliana Jian menggigit bibirnya dan berkata kecil, "Tapi ... tapi aku memang adalah orang seperti ini, aku juga tidak berdaya. Kalau kamu tidak membiarkan aku ke sana, rasanya hatiku sangat tidak nyaman."
Yuliana Jian merasa perbedaan sikap dia Wirianto Leng seperti ini, sangat kemungkinan terpelihara dari kecil. Meskipunn keluarga Yuliana Jian juga lumayan, tapi sejak kecil, dia tidak pernah merasa dirinya berbeda dengan orang lain, sama-sama manusia. Tapi Wirianto Leng sejak kecil mendapatkan pengajaran Keluarga Leng yang spesial. Seperti beberapa orang seperti Zacky Wu yang tidak ada gunanya, bisa kapan saja dibuang. Wirianto Leng kira-kira tidak akan mengerti, kenapa Yuliana Jian bisa peduli pada perasaan Zacky Wu yang tidak memiliki kegunaan apapun.
Wirianto Leng mengerutkan dahi dengan bingung, melihat Yuliana Jian, pada akhirnya menghela napas, "Begini saja, aku pergi bersamamu."
Yuliana Jian menggelengkan kepala, "Tidak perlu, kamu jaga dua anak ini di rumah, terutama ...."
Yuliana Jian melihat sekilas ke arah Melly Jian, mengingatkan Wirianto Leng, sekarang tidak boleh mengabaikan Melly Jian lagi. Wirianto Leng mengerutkan dahi tidak suka, "Sekarang langit saja sudah gelap!"
Yuliana Jian menganggukan kepala dan segera berkata, "Aku tahu, jadi aku akan cepat kembali. Tenang saja, sebelum jam 11.30, mau ketemu atau tidak ketemu, aku tetap akan pulang. Selain itu tentu harus ada orang yang melindungiku, baru aku bisa keluar dong. Aku tidak akan pergi dari perlindungan pengawal. Tenang saja!"
Setelah selesai berkata, Yuliana Jian melihat dua anak itu, lalu mendekat di telinga Wirianto Leng, "Kita bisa tidak bertengkar di hadapan dua anak ini tidak, ini akan mempengaruhi gengsiku sebagai ibu ...."
Wirianto Leng mengerutkan dahi menatap Yuliana Jian dan menghela napas, "Kamu ... haih ...."
Yuliana Jian tahu Wirianto Leng sudah tahu mengizinkan, lalu mencium pipi Wirianto Leng dan tersenyum sambil berkata, "Kalau begitu aku pergi ke sana dulu, tenang saja, aku tidak akan sembarangan bergerak. Aku hanya pergi sekali, juga demi membuat hatiku tenang."
Wajah Wirianto Leng tetap masam, Yuliana Jian tanpa bisa ditahan tersenyum sambil menggoyangkan tangan Wirianto Leng. Wirianto Leng akhirnya tersenyum, mengangguk, kemudian berpesan dengan serius, "Kamu harus perhatikan keselamatanmu, tidak boleh memaksakan diri."
Yuliana Jian langsung mengangguk dan berkata sambil tersenyum, "Tenang saja, aku mengerti. Aku 'kan ibu dua orang anak, bagaimana mungkin membahayakan diriku sendiri?"
Wirianto Leng menambahkan, "Jangan hanya pikirkan kamu adalah ibu dua orang anak. Meskipun tidak ada anak, kamu adalah istriku, tidak boleh membahayakan dirimu."
Mendengar perkataan Wirianto Leng, Yuliana Jian hanya lanjut mengangguk sambil tersenyum. Yuliana Jian tidak menyangka sekarang Wirianto Leng bahkan cemburu pada dua orang anak. Wirianto Leng menatap Yuliana Jian dengan alis yang tetap terkerut, dan berkata dengan sedikit tidak berdaya, "Begini saja, aku telepon suruh mengutus lebih banyak orang."
Setelah selesai berkata, Wirianto Leng mulai menelpon. Yuliana Jian menatap punggung Wirianto Leng dan pelan-pelan tersenyum. Yuliana Jian kadang kala merasa sangat mengenal Wirianto Leng, kadang kala juga merasa dia tidak tahu apa-apa tentang pria ini. Bagaimana bisa pria seperti ini, begitu dingin terhadap begitu banyak orang, malah begitu peduli padanya sampai tidak bersedia dia mengalami sedikit bahaya pun.
Yuliana Jian memikirkan hal ini sambil tersenyum, dan tangannya tiba-tiba digenggam oleh Melly Jian. Melly Jian mengerutkan dahi, seperti ingin mengatakan sesuatu pada Yuliana Jian, tapi malah menunjukkan tampang katakan saja. Yuliana Jian melihat wajah kecil Melly Jian yang kelihatan kesulitan dan bertanya, "Ada apa? Melly, apa kamu sakit?"
Melly Jian langsung menggelengkan kapala, tetap menggenggam erat tangan Yuliana Jian. Yuliana Jian melihat tangannya yang dicengkram erat oleh Melly Jian, langsung mengerutkan dahi dan bertanya ringan, "Melly, ada apa?"
Melly Jian menarik napas sekuat tenaga, pada akhirnya baru berkata kecil, "Ibu ... kamu harus lebih baik pada Zacky ya ...."
Mendengar perkataan Melly Jian ini, Yuliana Jian hanya menganggap Melly Jian menyadari kesalahan dirinya, tidak begitu berani tidak sopan pada pacar Zacky Wu, membuat akibat yang parah seperti ini, Yuliana Jian pun mengelus kepala Melly Jian, mengangguk dan berkata, "Iya, kamu tenang saja, aku pasti akan menjaganya baik-baik."
Setelah selesai berkata, Wirianto Leng juga sudah menutup sambungan. Wirianto Leng mengambilkan sebuah jaket dan memakaikan ke tubuh Yuliana Jian dan berkata, "Orang sudah ku atur. Lebih baik kamu tinggal di rumah, aku yang cari."
Mendengar sampai sini, Yuliana Jian tanpa bisa ditahan tertawa, "Apa? Kamu yang cari? Kalau kamu muncul di hadapan Zacky, pasti akan membuat dia terkejut setengah mati! Kamu lebih baik jangan kageti dia lagi, aku saja yang pergi. Ini juga bukan masalah besar ...."
Wirianto Leng menatap Yuliana Jian sekilas dan menghela napas tak berdaya, lalu mengancingi jaket Yuliana Jian. Yuliana Jian segera mengangkat tangan, bersiap mengancing sendiri bajunya. Tapi baru saja mau mengancingi baju, tangannya sudah dihalangi oleh Wirianto Leng. Yuliana Jian hanya bisa melihat Wirianto Leng membantu mengancingi jaketnya satu per satu. Melihat tampang Wirianto Leng yang serius dan keras kepala ini, Yuliana Jian bisa membayangkan seberapa marahnya pria ini.
Jadi Yuliana Jian juga tidak berani menghentikan, hanya bisa menundukkan kepala melihat Wirianto Leng memakaikan pakaiannya. Kemudian Yuliana Jian berkata ringa, "Kalau begitu aku pergi dulu ya ...."
Berkata sampai sini, Yuliana Jian melangkah satu langkah ke depan sambil tersenyum, "Aku akan pulang dengan cepat."
Setelah selesai berkata, Yuliana Jian melihat Melly Jian dan Melvin Jian melambaikan tangan padanya, Yuliana Jian hanya bisa menghela napas, membalas melambaikan tangan pada dua anak itu dan berkata, "Kalian menetap baik-baik ya di rumah, tunggu ibu pulang."
Setelah selesai berkata, Yuliana Jian melihat Wirianto Leng sekilas dan berkata sambil tersenyum, "Kamu juga baik-baik di rumah, tunggu aku pulang."
Tapi Wirianto Leng hanya menatapnya, seperti masih berada dalam amarah, tidak bergerak sedikitpun. Yuliana Jian melihat Wirianto Leng yang masih marah, berkata kecil, "Maaf, aku akan segera pulang."
Kemudian Yuliana Jian langsung berlari ke luar. Yuliana Jian juga sangat tidak ingin meninggalkan rumah. Sekarang Yuliana Jian sudah terbiasa menjadi istri dan ibu di villa itu. Sekarang langit sudah gelap, dia seharusnya melihat Melvin Jian kembali ke kamar, lalu menemani Melly Jian kembali ke kamar, memeluk Melly Jian berbaring di atas ranjang sampai Melly Jian tertidur. Dan bukan seperti sekarang ini, masih keluar mencari orang.
Yuliana Jian bahkan juga sedikit menyalahkan wanita bernama Dora Lin itu. Kenapa mau sembarangan lari? Meskipun karena perkataan Melly Jian dan Melvin Jian kelewatan, Dora Lin baru kesal sampai berlari keluar. Tapi orang yang sudah dewasa, kenapa begitu tidak bisa menjaga diri sendiri? Ditambah juga wanita itu duluan yang mengatakan perkataan tidak baik, baru dua anak ini membalas. Kalau Dora Lin baik-baik menjadi tamu, sekarang perjamuan berakhir menyenangkan, dan pulang ke rumah dengan selamat, mana ada masalah hilang ini?
Memikirkan ini, Yuliana Jian tanpa bisa menahan diri mengerutkan dahi. Kemudian Yuliana Jian tiba-tiba mengerutkan dahi, merasa kenapa dia berubah menjadi sama dinginnya seperti Wirianto Leng? Bukankah sekarang seharusnya mengkhawatirkan Dora Lin? Karena bagaimanapun, sudah semalam ini, seorang perempuan berada di luar, pasti tidak aman bukan?
Benar-benar orang kalau dekat dengan orang seperti apa, akan menjadi seperti itu juga.
Yuliana Jian menahan dahi, menggelengkan kepala, dan menghela tidak berdaya. Baru saja menghela napas, ponselnya berbunyi. Melihat yang telepon adalah Zacky Wu, Yuliana Jian langsung menjawab telepon dan bertanya dengan deg-degan, "Ada apa? Apa terjadi masalah lagi?"
"Tidak ... tidak ada apa-apa ..." Zacky Wu berkata dengan nada tangisan, "Hanya saja ingin bertanya apa Nona Jian sudah keluar? Aku ... aku benar-benar tidak ada ide lagi ..."
Yuliana Jian menghela napas tidak berdaya, melihat pria lemah ini meskipun tidak berbahaya, tapi juga sama membuat orang pusing. Yuliana Jian memegang dahinya dan berkata ringan, "Iya, aku sudah keluar. Kamu tenang saja, aku sedang pergi ke tempatmu, kamu janga terlalu panik, pikirkan baik-baik kemana dia bisa pergi, aku akan suruh orang cari."
Zacky Wu sekarang baru mengatakan satu tempat dengan terbata-bata. Setelah Yuliana Jian mendengar itu, dia langsung menyuruh orang pergi ke beberapa tempat itu, lalu menyuruh supir lebih cepat, pergi mencari Zacky Wu.
Juga tidak tahu apakah kecepatan mobil terlalu cepat, atau karena tidak terbiasa berpergian di malam hari, hati Yuliana Jian terus tidak tenang. Dia menekan dadanya, berusaha membuat hatinya tenang.
Novel Terkait
1001Malam bersama pramugari cantik
andrian wijayaAfter Met You
AmardaWanita Yang Terbaik
Tudi SaktiBalas Dendam Malah Cinta
SweetiesAwesome Husband
EdisonCinta Seorang CEO Arogan×
- Bab 1 Harga Dirinya
- Bab 2 Ibu Tiri yang 'Sempurna'
- Bab 3 Serigala Bermata Putih
- Bab 4 Aku Tidak Pernah Mencintaimu
- Bab 5 Kebesaran Keluarga Leng
- Bab 6 Suamimu
- Bab 7 Mayat Hidup yang Sempurna
- Bab 8 Dia sudah Bangun
- Bab 9 Kita Cerai
- Bab 10 Batas Waktu Pernikahan
- Bab 11 Jangan menangis di depanku
- Bab 12 Apa pun bisa dijual
- Bab 13 Pria yang misterius
- Bab 14 Jangan menyiksa aku
- Bab 15 Jangan mendekati aku
- Bab 16 Saling main siasat
- Bab 17 Apa yang istimewa dari dirimu
- Bab 18 Ini bukan salahku
- Bab 19 Sebuah hasrat membunuh
- Bab 20 Jalan bertemu musuh itu sempit
- Bab 21 Satu Kasur
- Bab 22 Pinggangnya Sangat Langsing
- Bab 23 Mending Lahirkan Anak Untukku
- Bab 24 Aku Menginginkanmu
- Bab 25 Itu Adalah Bayiku
- Bab 26 Membunuh Anaknya
- Bab 27 Tidak Ingin Tidur Dengannya
- Bab 28 Kembalinya Cinta Pertama
- Bab 29 Aku Menyukainya
- Bab 30 Sebuah Cinta yang Bertepuk Sebelah Tangan
- Bab 31 Benar-benar Tidak Berguna
- Bab 32 Menjadi Wanitaku
- Bab 33 Kamu Tidak Boleh Menyentuhnya
- Bab 34 Suami Yang Pelit
- Bab 35 Tidak Memperbolehkannya Melahirkan Anak Ini
- Bab 36 Kembalikan Anakku
- Bab 37 Kamu Adalah Milikku
- Bab 38 Menerima Akibatnya
- Bab 39 Wajah Sesungguhnya
- Bab 40 Janjiku Tidak Akan Berubah
- Bab 41 Mengerutkan kening
- Bab 42 Ingin memelukmu
- Bab 43 Hanya Ingin Membunuhmu
- Bab 44 Jangan berpikir terlalu berlebihan
- Bab 45 Apa yang kamu lakukan?
- Bab 46 Bertemu dengan dewi
- Bab 47 Wanita licik
- Bab 48 Pemeran pembantu wanita jahat
- Bab 49 Dia adalah milikku
- Bab 50 Kamu yang mencelakai dia
- Bab 51. Kamu Paling Cantik
- Bab 52. Jadi Partner Perempuanku
- Bab 53. Kegeeran
- Bab 54 Tidak Akan Melupakan Janjiku
- Bab 55 Bermaksud Mengejarmu
- Bab 56 Masa Lalu
- Bab 57 Kenyataan pada masa lalu
- Bab 58 Tidak berperasaan
- Bab 59 Panggil Namaku
- Bab 60 Penakut
- Bab 61 Begitu Perhatian Denganku?
- Bab 62 Pria Simpanan
- Bab 63 Tidak Berhak Mengatakan Aku Cinta Padamu
- Bab 64 Bolehkah Aku Tidak Menjawab?
- Bab 65 Tidak Diizinkan Mencium Orang Lain
- Bab 66 Aku Memilih Leny
- Bab 67 Sudah Cukup Kamu Melihat?
- Bab 68 Kamu Tidak Cemburukah
- Bab 69 Jika Aku Bukan Apa?
- Bab 70 Diam-Diam Berciuman
- Bab 71 Sungguh Seorang Wanita Jahat
- Bab 72 Saingan Cinta yang Tidak Jelas
- Bab 73 Menjadikan Musuh Sebagai Teman
- Bab 74 Menjadi Tenang
- Bab 75 Memerban Luka
- Bab 76 Aku Adalah Kakakmu
- Bab 77 Aku Tidak Akan Memaafkanmu
- Bab 78 Mulai Kembali Dari Awal
- Bab 79 Kamu Pasti Akan Datang
- Bab 80 Tidak Tahu Malu
- Bab 81 Lepaskan Aku
- Bab 82 Tidak Mengingatnya
- Bab 83 Jangan Tersenyum Lagi
- Bab 84 Aku Menyukaimu
- Bab 85 Tidak Bisa Menyembunyikannya
- Bab 86 Semuanya Harus Mendengarkan Aku
- Bab 87 Jangan Sampai dilihat Orang
- Bab 88 Apakah Kamu Benar-Benar Percaya Padanya?
- Bab 89 Aku Percaya Padamu
- Bab 90 Ketulusan Cinta Kami
- Bab 91 Kamu Bukan Manusia
- Bab 92 Michael Chu Meninggal
- Bab 93 Aku Ingin Jemput Dia Pulang
- Bab 94 Aku Sudah Tidak Punya Ayah
- Bab 95 Rela Percaya Ada Hantu Dan Dewa
- Bab 96 Tidak akan memaafkanmu
- Bab 97 Terima kasih kamu ada di sisiku
- Bab 98 Kamu menggendong aku
- Bab 99 Bagaimana caranya
- Bab 100 Benarkah itu?
- Bab 101 Aku Masih Sahabatmu
- Bab 102 Kebenarannya Seperti Apa?
- Bab 103 Apakah Kamu Pembunuhnya?
- Bab 104 Kamu Menangis Karena Diriku
- Bab 105 Aku Akan Membantumu
- Bab 106 Wanita Tidak Seharusnya Terlalu Pintar
- Bab 107 Aku Benar-benar Menyukai Kamu
- Bab 108 Membunuh Ayah Dan Ibu
- Bab 109 Aku Menginginkan Jantung Dia
- Bab 110 Kita Kurang Lebih Sama
- Bab 111 Rahasia Tersembunyi
- Bab 112 Warisan Yang Hilang
- Bab 113 Kamu Bisa Bertahan Berapa Lama
- Bab 114 Aku Tidak Akan Menyerah
- Bab 115 Dia Sudah Meninggal
- Bab 116 Dia Tidak Mati
- Bab 117 Percayalah Padaku
- Bab 118 Bagaikan Di Neraka
- Bab 119 Kalian Lebih Baik Jangan Ganggu Aku
- Bab 120 Bodoh Dan Kejam
- Bab 121 Semua Sesuai Harapan
- Bab 122 Hamil
- Bab 123 Memiliki Anak Kembali
- Bab 124 Tidak Memiliki Keberuntungan
- Bab 125 Aku Tidak Ingin Bertemu Dengannya
- Bab 126 Mana Yang Benar Mana Yang Salah
- Bab 127 Apakah Kembar
- Bab 128 Kembang Api Bermekaran
- Bab 129 Bayi Baru Lahir
- Bab 130 Anak Itu Sudah Tiada
- Bab 131 Anak Yang Hilang
- Bab 132 Bercerailah
- Bab 133 Ada Awalannya
- Bab 134 Sulit Menjadi Ibu Yang Hangat
- Bab 135 Bertemu Musuh Lama
- Bab 136 Bersiap Untuk Kembali Memeriksa Kasus Ini
- Bab 137 Sampah Masyarakat
- Bab 138 Membuatmu Menderita Seumur Hidup
- Bab 139 Dibebaskan
- Bab 140 Semuanya Dimulai Dari Awal
- Bab 141 Izinkan Mereka Untuk Bertemu
- Bab 142 Mengapa Nyalimu Begitu Kecil?
- Bab 143 Dua Anak
- Bab 144 Pemilik Toko Makanan Pencuci Mulut
- Bab 145 Dimana Anakku?
- Bab 146 Mantan Kekasih
- Bab 147 Ancaman Terbesar
- Bab 148 Pasangan Ayah dan Anak
- Bab 149 Dia Hanyalah Wanita Simpanan
- Bab 150 Aku Bukan Wanita Simpanan
- Bab 151 Bertemu Kembali
- Bab 152 Jangan Bertemu Lagi
- Bab 153 Cuman Mau Sedikit
- Bab 154 Tenang dalam Menghadapi Masalah
- Bab 155 Pengejar
- Bab 156 Membuka tirai
- Bab 157 Penjahat yang paling besar
- Bab 158 Memberikan kesempatan
- Bab 159 Dia tidak lulus
- Bab 160 Aku adalah nenek buyutmu
- Bab 161 Bawa Dia Pergi
- Bab 162 Aku Tidak Salah
- Bab 163 Sifat Dari Keturunan
- Bab 164 Aku Takkan Mengalah
- Bab 165 Bunuh Saja Dia
- Bab 166 Aku sangat Merindukanmu
- Bab 167 Melly Cepat Lari
- Bab 168 Kita Mulai Lagi Dari Awal
- Bab 169 Tunggu Aku Menikahimu
- Bab 170 Dendam Yang Hilang
- Bab 171 Lebih Parah Daripada Binatang
- Bab 172 Selamat Tahun Baru
- Bab 173 Perjamuan Besar
- Bab 174 Pilihan Yang Sulit
- Bab 175 Aku Ingin Anak
- Bab 176 Kedamaian dan Kesenangan
- Bab 177 Paman Koki
- Bab 178 Mengenal Kembali
- Bab 179 Aku Juga Sudah Berubah
- Bab 180 Sebelum Pergi
- Bab 181 Pelukan Terakhir
- Bab 182 Hari-hari
- Bab 183 Dia Adalah Ayahku
- Bab 184 Apakah Kalungmu
- Bab 185 Pelanggan Misterius
- Bab 186 Bocah lelaki
- Bab 187 Takdir cinta telah tiba
- Bab 188 Kurangi menonton TV dan lebih giat belajar
- Bab 189 Bukan orang lama
- Bab 190 Pengagum yang sempurna
- Bab 191 Misteri Vila
- Bab 192 Siapa Yang Menjagaku
- Bab 193 Berebutan Cemburu
- Bab 194 Dua Jodoh
- Bab 195 Hukuman Untukmu
- Bab 196 Hukuman Yang Bodoh
- Bab 197 Kamu Salah Orang
- Bab 198 Memancing Bersama
- Bab 199 Tergerak
- Bab 200 Orang Yang Ingin Didekati
- Bab 201 Terjebak semakin dalam
- Bab 202 Yulius Zhu
- Bab 203 Aku tidak akan tertarik kepadamu lagi
- Bab 204 Kamu benar-benar ayahku?
- Bab 205 Tinggallah
- Bab 206 Kehangatan Sesaat
- Bab 207 Aku Di Sebelah
- Bab 208 Sekeluarga berkumpul
- Bab 209 Kakaknya Melly
- Bab 210 Rumah Baru
- Bab 211 Namanya Jelek
- Bab 212 Apa Yang Kamu Lakukan
- Bab 213 Kamu Jangan Sentuh Aku
- Bab 214 Kaki Patah
- Bab 215 Sangat Risih
- Bab 216 Aku Perlu Dirimu Merawatku
- Bab 217 Kehidupan Sangat Memusingkan
- Bab 218 Mencoba Untuk Hidup Bersama
- Bab 219 Saling Menjaga
- Bab 220 Oleskan Salep Untukku
- Bab 221 Benar-Benar Tidak Rela
- Bab 222 Orang Yang Berbeda
- Bab 223 Hal Yang Disukai
- Bab 224 Kamu Berbohong Padaku Lagi
- Bab 225 Pergi Meninggalkan Rumah
- Bab 226 Kehilangan Muka
- Bab 227 Sangat Tidak Enak Dimakan
- Bab 228 Aku Akan Melindungimu Selamanya
- Bab 229 Aku Masih Mencintaimu
- Bab 230 Aku Ingin Tahu Semua
- Bab 231 Ya, Aku Tahu
- Bab 232 Yuliana?
- Bab 233 Orang Yang Aneh
- Bab 234 Mimpi Buruk Datang Kembali
- Bab 235 Hanya Mimpi Buruk
- Bab 236 Dia Sudah Mati
- Bab 237 Tiga Hadiah
- Bab 238 Berjumpa Teman Lama
- Bab 239 Dua Orang Yang Sama Sekali Berbeda
- Bab 240 Hadiah Pertama
- Bab 241 Sangat Memalukan
- Bab 242 Bagaimana Cara Menghibur Wanita
- Bab 243 Sebagai Pemberian Gratis
- Bab 244 Menikahlah Denganku
- Bab 245 Kita Menikah Yuk
- Bab 246 Ketika Pernikahan Berlangsung
- Bab 247 Hadiah Melvin
- Bab 248 Siapa Pengantin Laki-Lakinya
- Bab 249 Idola Semua Orang
- Bab 250 Saat Pernikahan Berlangsung
- Bab 251Saingan Cinta Yang Tak Terhitung Jumlahnya
- Bab 252 Perjamuan
- Bab 253 Wanita Pengosip
- Bab 254 Memamerkan Kebahagiaan
- Bab 255 Mimpi Buruk Datang
- Bab 256 Semua salahku
- Bab 257 Sebenarnya dimana
- Bab 258 Kamu bukan iblis
- Bab 259 Retak
- Bab 260 Penyelamat
- Bab 261 Perbaiki Perlahan-lahan
- Bab 262 Penipu Kecil yang Baik Hati
- Bab 263 Anak Lelaki yang Pemalu
- Bab 264 Mata di Belakang
- Bab 265 Manusia Operasi Plastik
- Bab 266 Kejutan Besar
- Bab 267 Pengantin Pria yang Misterius
- Bab 268 Ibu, Cepat Lari
- Bab 269. Mawar Merah Misterius
- Bab 270. Laporan Pemeriksaan yang Sempurna
- Bab 271 Pacar Yang Angkuh
- Bab 272 Pria Yang Lemah
- Bab 273 Dua Iblis Kecil
- Bab 274 Pelan-Pelan Mendekat
- Bab 275 Masuk Perangkap
- Bab 276 Umpan
- Bab 277 August Leng Muncul
- Bab 278 Orang Gila
- Bab 279 Kekacauan
- Bab 280 Pemenang
- Bab 281 Mengontrol Segalanya
- Bab 282 Jiwa Yang Terkontrol
- Bab 283 Kita Selamanya Bersama
- Bab 284 Merah Darah
- Bab 285 Prilaku Aneh
- Bab 286 Jiwa Yang Terpenjara
- Bab 287 Siapa Pembunuhnya
- Bab 288 Dia Pantas Untuk Mati Sekali Lagi
- Bab 289 Menemukan Kembali Dirinya Yang Asli
- Bab 290 Kekasihku
- Bab 291 Aku menunggumu
- Bab 292 Hutangku padamu
- Bab 293 Ingatan palsu
- Bab 294 Berkenalan kembali
- Bab 295 Namaku Wirianto Leng
- Bab 296 Ingatan yang Hilang
- Bab 297 Dia Terlihat Tampan
- Bab 298 Aku Sangat Berprinsip
- Bab 299 Mulai Menyukainya
- Bab 300 CEO yang Arogan
- Bab 301 Mari Kita Tidur Satu Kamar
- Bab 302 Tidur yang Nyenyak
- Bab 303 Membencinya
- Bab 304 Kamu Amnesia
- Bab 305 Lepaskan Pakaianmu
- Bab 306 Tidak Bisa Menerima Kenyataan
- Bab 307 Masa Lalu yang Pahit
- Bab 308 Semua Kenyataan
- Bab 309 Sisi Gila Dia
- Bab 310 Jangan Berpisah Lagi
- Bab 311 Menjaga Jarak
- Bab 312 Aku Bersedia Berubah Demi Kamu
- Bab 313 Hadiah Untukmu
- Bab 314 Maafkan Diri Sendiri
- Bab 315 Melihat Sinar Matahari Kembali
- Bab 316 Tidak boleh terbiasa menjadi orang baik
- Bab 317 Anggota keluarga baru
- Bab 318 Jangan mengoda serigala lapar
- Bab 319 Satu keluarga berkumpul
- Bab 320 Asing tapi familier
- Bab 321 Makan Malam Yang Telah Lama Hilang
- Bab 322 Awal Yang Baru
- Bab 323 Peluk Aku Dengan Erat
- Bab 324 Apakah Sudah Cukup
- Bab 325 Orang Yang Aneh
- Bab 326 Kehidupan Baru
- Bab 327 Masa kehamilan
- Bab 328 Orang Yang Aku Cintai
- Bab 329 Kumpul Keluarga
- Bab 330 Merawat Kehamilanmu Dengan Tenang
- Bab 331 Memakai Gaun Pengantin
- Bab 332 Pernikahan Yang Sempurna
- Bab 333 Segalanya Yang Indah
- Bab 334 Anak Yang Baru Lahir
- Bab 335 si Putri Kecil
- Bab 336 Kalang Kabut
- Bab 337 Ayah yang Baik
- Bab 338 Kacau balau
- Bab 339 Si Kecil Bulat
- Bab 340 Pulang Ke Rumah
- Bab 341 Keluarga Dengan 5 Anggota Keluarga
- Bab 342 Ayah Rumah Tangga Professional
- Bab 343 Sedikit Cemburu
- Bab 344 Siapakah Orang Yang Paling Dicintai
- Bab 345 Senang Setiap Hari
- Bab 346 Bulan Madu
- Bab 347 Aku bersedia berada di sisimu setiap saat
- Bab 348 Orang tua yang berbeda
- Bab 349 Kejutan yang tiba-tiba
- Bab 350 Tebak dimana
- Bab 351 Bulan Madu
- Bab 352 Tempat yang Misterius
- Bab 353 Rumah yang Hangat
- Bab 354 Menyukaimu
- Bab 355 Seperti Cinta Pertama
- Bab 356 Hal yang memalukan
- Bab 357 Memanggang Kentang
- Bab 358 CEO Tian (CEO Manis)
- Bab 359 Saling bergantung
- Bab 360 Pilek
- Bab 361 Hadiah
- Bab 362 IQ yang Melemah
- Bab 363 Kehidupan yang Tenang
- Bab 364 Masalah yang Datang ke Rumah
- Bab 365 Saingan Cinta
- Bab 336 Kecanduan Berakting
- Bab 367 Mencari Masalah Sendiri
- Bab 368 Terlalu Kejam
- Bab 369 Benar-Benar Kejam
- Bab 370 Hadiah Orang Lain
- Bab 371 Pria yang Aneh
- Bab 372 Sedikit Aneh
- Bab 373 Pelamar
- Bab 374 Hadiah
- Bab 375 Pria yang Sempurna
- Bab 376 Orang terkasih yang sempurna
- Bab 377 Tidak masuk akal
- Bab 378 Desas-desus adalah hal yang menakutkan
- Bab 379 Pernyataan manis
- Bab 380 Kekasih misterius
- Bab 381 Seven Years Of Love
- Bab 382 Tempat Yang Hilang
- Bab 383 Wanita Misterius
- Bab 384 Sebuah Ketakutan Yang Tidak Perlu
- Bab 385 Hadiah Aku
- Bab 386 Aku Sudah Pulang
- Bab 387 Gosip Baru
- Bab 388 Ketakutan dan Kegelisahan
- Bab 389 Muncul Di Depan Umum
- Bab 390 Memilih Gaun Pesta
- Bab 391 Pasangan yang Sempurna
- Bab 392 Berdanda Denganmu
- Bab 293 Artiker yang Memalukan
- Bab 394 Rumor yang Tak Tertahankan
- Bab 395 Tujuan Wisata yang Baru
- Bab 396 Mengemudi Sendiri
- Bab 397 Proposal Yang Konyol
- Bab 398 Pedagang Kaki Lima
- Bab 399 Kenangan Yang Indah
- Bab 400 Terus Menuju Ke Depan
- Bab 401 Si Pecemburu
- Bab 402 Aku sangat mencintaimu
- Bab 403 Berendam di sumber air panas
- Bab 404 Coba aku lihat
- Bab 405 Pulang
- Bab 406 Sudah sampai di rumah
- Bab 407 Dalang di balik belakang
- Bab 408 Keluargaku
- Bab 409 Hidup Bahagia