Istri Direktur Kemarilah - Bab 148 Sepertinya Kita Adalah Suami Istri Paling Miskin Di Dunia (2)

Jemari Denis menunjuk melintasi bagian yang merah, melewati Hutan yang Hilang : “Fokus di tempat ini.”

Dagu Sheila bersandar di pundak Denis, Denis menengok kesamping menatapnya : “Apa kamu puas?”

Meskipun dia sangat tidak suka karena perempuan ini mencari tahu tentang orang lain, tapi tetap saja dia mendengarkan sarannya.

“Sheila mengangguk : “Lumayan.”

“Hadiahnya?”

Sekilas terlihat rasa canggung dalam sorot matanya, lalu dia mengambil spidol yang tadi digunakan Denis untuk menggambar cincin, lalu menarik tangannya, dan mulai menggambar di atas pergelangan tangan Denis.

“Jam tangan?”

Sudah ada 1 jam tangan yang dipakai di tangan kirinya, sekarang Sheila menambahkan satu lagi di tangan kanannya.

“Gambar lebih jelas lagi.” Denis bukan saja membiarkan tangannya digambar, malah menyuruh Sheila supaya gambar lebih jelas lagi.

“Nanti tidak bisa dicuci?” Dia menggambar dengan serius, mulai bentuk bulatan, lalu ditambah dengan jarum jam dan menit, waktunya disesuaikan dengan waktu saat dia mengutarakan cintanya…

“Aku malah takut hilang kalau dicuci.”

“…..” Tangan Sheila terdiam sejenak : Kalau begitu, apa ini bisa dibilang kado pemberianku?”

Denis : “……”

“Apa lagi yang kamu mau? Batu permata, mobil sport, istana, atau gadis cantik? Aku akan berikan apa yang kamu mau.”

Denis mengerutkan alisnya : “Kamu ini terlalu pelit!”

“Soalnya aku tidak punya uang jadinya hanya ini yang bisa kulakukan .”

“Kamu tidak punya uang? Kamu tidak memakai kartu yang kuberikan padamu?” Denis memandang Sheila dengan sedikit kecewa dan berkata : “Kamu ini kurang kerjaan ya? Kerjakanlah sesuatu yang ada maknanya.”

Misalnya syal, sarung tangan, atau sweater yang dirajut sendiri, atau membuat boneka pasangan kita, semua ini terlihat lebih tulus.

Sheila memainkan spidol di tangannya : “Kamu sendiri yang bilang kalau hadiah apapun kamu akan suka, yang penting hasil buatanku sendiri, lalu bukankah jam ini aku sendiri yang menggambarnya? Kamu ini ternyata tidak suka barang murah.”

“Tak mungkin aku berani bilang barang pemberianmu adalah barang murahan.” Denis kemudian memangku Sheila, lalu menyodorkan tangannya lagi : “Aku tidak mau jam tangan.”

“Lalu kamu mau apa?”

“Cincin.” Denis langsung mengulurkan jari manisnya : “harus sama, sepasang cincin suami-istri.”

“Sepertinya kita adalah pasangan suami istri paling miskin di dunia ya?” Saat mereka menikah, Denis membenci dia hingga memerintahkan saat menikah tidak usah tukar cincin, jadi mereka tidak punya cincin kawin.

Tadi dia sudah menggambar sebuah cincin di jari tangan Sheila, dan Sheila juga sudah menggambar sebuah cincin di jarinya…..

Kebetulan sepasang.

……

Di Rumah Kabut.

Di ruang catur ada aroma bedak yang sudah dibersihkan, juga terdengar suara orang sedang mengocok kartu.

Dibawah sinar lampu, ada beberapa wanita yang bermain kartu sambil merokok, dandanannya sangat mencolok.

“Malam ini Tuan Huo sudah mencarimu ya?” Salah satu dari mereka bertanya.

“Hanya mengobrol saja sambil selimutan, sejak habis dioperasi sepertinya dalam hal itu…” Sambil berbicara matanya melirik ke arah Sisi yang sedang menuang teh bunga untuk mereka.

“Kalau nggak bisa ya bilang saja nggak bisa, kenapa harus ditutupi seperti itu? Si toge kecil masih terlalu muda, belum tentu dia mengerti.”

Sisi fokus menuangkan teh untuk mereka, ekspresinya tidak berubah.

“Toge kecil, apa beberapa hari ini kamu sudah melayani Tuan Huo belum?” wanita yang parasnya mirip ular cantik, tiba-tiba mendorong Sisi, teh panas di tangannya tidak dipegang dengan erat lalu jatuh, dan air panasnya meluap keluar, dan menyiram jari kakinya.

Untung saja teko belingnya tidak pecah.

Sisi dengan panik berlutut untuk mengambil teko, lalu tangannya diinjak oleh sebuah sepatu : “Aku bertanya padamu.”

“Tanya apa? Aku… tadi aku tidak mendengar dengan jelas.”

“Biar aku ulang pertanyaannya, kamu sudah disetubuhi oleh Tuan Huo belum?”

Novel Terkait

Cinta Pada Istri Urakan

Cinta Pada Istri Urakan

Laras dan Gavin
Percintaan
5 tahun yang lalu
Istri kontrakku

Istri kontrakku

Rasudin
Perkotaan
5 tahun yang lalu
Be Mine Lover Please

Be Mine Lover Please

Kate
Romantis
4 tahun yang lalu
Mr CEO's Seducing His Wife

Mr CEO's Seducing His Wife

Lexis
Percintaan
4 tahun yang lalu
Menaklukkan Suami CEO

Menaklukkan Suami CEO

Red Maple
Romantis
4 tahun yang lalu
Loving Handsome

Loving Handsome

Glen Valora
Dimanja
4 tahun yang lalu
The Great Guy

The Great Guy

Vivi Huang
Perkotaan
5 tahun yang lalu
Asisten Wanita Ndeso

Asisten Wanita Ndeso

Audy Marshanda
CEO
4 tahun yang lalu