Terpikat Sang Playboy - Bab 33 Tamu Yang Tak DI Undang!

telah menginap dirumah sakit?” Vincent sendirian makan malam dilantai paling atas , perasaan yang tak tertahankan, “apakah dirimu mengetahui apa yang telah terjadi?”

“dengar-dengar diangnosis penyakit radang usus buntu, di departemen rumah sakit nomor satu dan di rawat nginap di lantai 35, saya juga ada mendengar perkataan nyonya Tania, pada pagi hari ini wanita itu sendirian kembali pulang, tidak disangka dimalam hari ini mendapatkan penyakit radang usus buntu, telah melakukan operasi, apa dirimu ingin pergi melihat wanita itu. “pengacara Irvan yang dengan berhati-hati berkata, pria itu mengetahui bahwa Vincent masih memiliki perasaan terhadap Tania.

“sangat berterima kasih banyak telah memberitahu diriku, sampai jumpa!” Vincent langsung terdiam sambil menutup telepon, bola matanya mulai menghitam , yang tak disangka Alex secara cepat memperlakukan wanita itu dengan dingin, wanita itu begitu bangga, seharusnya cepat atau lambat bisa merasa tidak tahan !

Bibir terlihat sebuah senyuman yang memilki arti, mengambil arak merah, lalu mengoyangkannya, dengan perlahan meminumnya, didalam matanya telah memperhitungan sebuah peristiwa sesungguhnya, kelihatanya disaat waktu sekarang ini telah menghidupkan api yang kedua kalinya, pria itu dapat merenggut kebalik barang berpemilikan dari pria itu, tidak peduli menggunakan cara ataupun metode apapun, pria itu dalam semenit ataupun satu detikpun tidak bisa menahankan diri, kepala paling atas wanita itu memiliki cahaya terang seperti istri Tania.

Tania, dirimu adalah milikku, adalah milik Vincent!

Didalam rumah sakit.

Kerabat dari keluarga Tania, kerabat dari keluarga Alex, membuat sekeliling ruangan pasien mempertanyai terhadap Tania.

“ kamu dasar anak ingusan, bagaimana kamu menjaga istrimu, baru saja menikahi keluarga Tania, dirimu membiarkan wanita itu sakit.” kakek Alex memberikan nasehat kepada cucunya sendiri, Alex pun tidak tahu bagaimana caranya untuk menjelaskan kepada keluarga Tania.

“ayah, ngapain dirimu memarahi Alex, pria itu harus mengurus perusahaan yang begitu besarnya, apakah menginginkan pria itu tidak memiliki masa depan yang bagus, menjaga istri sendiri setiap harinya ya”. Liona melidungi Kemenakkan laki-lakinya , dengan antipati melihat Tania yang sedang berbaring sakit.

Wanita itu membuat ayah Alex marah sampai-sampai jenggot ayah Alex memiring, ekspresi wajah dari keluarga Tania mulai berubah tidak enak untuk dilihat, melihat Jimmy, sibuk menarik liona, memandangi tatapan mata anak laki-lakinya “Nico, kamu dengan ibumu pergi kelantai bawah membeli sedikit buah dan membawanya kembali, cepat”.

“oh, baik! “hati dan jiwanya Nico, mengetahui bahwa ibuya ingin bercampur tangan, pasti akan ada masalah, setengah mendorong setengah menarik ,menarik wanita itu keluar dari kamar pasien,

“adik Tania, apakah masih sakit, jika saja Alex tidak memiliki waktu, apakah dirimu boleh menelepon dan pulang kerumah ibumu, keluarga mu juga belum meninggal semua, siska pun marah dan juga sakit hati,

Meskipun keluarga Tania telah terjatuh,kemudian ada hal apa yang tidak menyenangkan, lalu pulang kerumah ibu bicarakan dengan kakak, jangan menendamnya didalam hati, melukai diri sendiri.

“sudahlah, kalian berdua juga tidak perlu banyak bicara lagi” ayah Tania dengan tenang sambil menghembuskan nafas lalu berkata, Johan mengelus kepala Tania, mengartikan sedang menenangkan.

Beberapa laki-laki dewasa Keluarga alex dengan tidak leluasa berdiri disana, Alex telah mengetahui bahwa semua ini akan terjadi begini, akan tetapi ini adalah masalah antara pria itu dan Tania, pria itu tidak ingin meminta maaf.

Tania Terbaring di atas ranjang dan melihat suasana berubah menjadi begitu kaku, lebih baik menemui banyak hal , “ibu, ayah, kakak, kalian semua telah salah paham terhadap suamiku, pria itu sangat memperhatikanku, ketika diriku mengatakan bahwa perutku sakit, pria itu sampai-sampai meninggalkan makanannya, dan segera kembali, pria itu adalah suami yang baik”.

Wajah ekspresi keluarga Tania, berubah menjadi lembut, didalam hati kakek Alex memuji Tania yang begitu murah hati dan sopan, pria itu masih masih tidak memahami cucunya sendiri, wanita itu merupakan anak wanita yang baik dan bijaksana!

Alex tertawa dengan ringan, benar-benar pintar berekting!

Menunggu kedua keluarga pulang, waktu telah menunjukkan jam 10 lebih , di dalam ruangan pasien hanya tersisa Alex yang menemani Tania.

“barusan kenapa dirimu tidak memberitahu semua kelakuan saya yang sebenarnya?” Alex duduk di sebelah kasur, sambil tersenyum dan bertanya kepada wanita itu.

Dengan santainya Tania menjawab “karena tidak ada gunanya”.

“apakah kamu takut, andai kata dikarenakan dirimu memarahi dan menghancurkan wajahku, keluarga Tania akan habis, kamu begitu sangat cermat” Alex hanya memikirkan satu kemungkinan.

Tania mengantuk sampai menguap, memejamkan mata “setelah kamu mau pikir gimana bagus, saya sangat ngantuk” wanita itu pun baru tidak memiliki waktu untuk memperdulikan pria itu.

Amarah Alex berakhir, sikap suka-suka wanita ini peduli atau tidak peduli, sedikit membuat pria itu tak berdaya, melihat wanita itu telah tertidur, pria itu juga menaruh kakinya di atas ranjang, memejamkan mata lalu tidur.

Keesokan siang harinya, mereka dengan bosannya melihat film, seorang tamu yang tak diundang membawakan bunga mawar putih sambil mendorong pintu kamar pasien.

“apakah kedatanganku tidak disambut?” wajah Vincent mendingin, memperlihat sebuah senyuman yang aneh.

Novel Terkait

Harmless Lie

Harmless Lie

Baige
CEO
5 tahun yang lalu
My Greget Husband

My Greget Husband

Dio Zheng
Karir
4 tahun yang lalu
Precious Moment

Precious Moment

Louise Lee
CEO
4 tahun yang lalu
Sederhana Cinta

Sederhana Cinta

Arshinta Kirania Pratista
Cerpen
5 tahun yang lalu
Marriage Journey

Marriage Journey

Hyon Song
Percintaan
4 tahun yang lalu
Where’s Ur Self-Respect Ex-hubby?

Where’s Ur Self-Respect Ex-hubby?

Jasmine
Percintaan
5 tahun yang lalu
Love And War

Love And War

Jane
Kisah Cinta
4 tahun yang lalu
Memori Yang Telah Dilupakan

Memori Yang Telah Dilupakan

Lauren
Cerpen
5 tahun yang lalu