Adore You - Bab 72 Iblis yang Datang dari Neraka (3)

10 orang bodyguard datang bagaikan serbuan ikan-ikan, terbagi di dua sisi, salah satu diantaranya menariknya ke depan, dan menekannya hingga berlutut di tanah.

Sepasang sepatu kulit buatan tangan khusus yang berkilau berjalan mendekat ke arahnya selangkah demi selangkah.

Setiap langkahnya, bagaiman memiliki kharisma dari seorang raja, membuat orang seketika merasa sangat kecil dan rendah.

Suasana di sekitar, dalam sekejab menjadi sesak.

Henrick Wang spontan menundukkan kepalanya dengan semakin rendah, memejamkan matanya, badannya mulai gemetaran tanpa henti.

Akhirnya sepasang sepatu kulit itu telah tiba di hadapannya.

Keadaan menyesakkan terasa sangat dekat, hingga membuat dirinya sendiri bisa merasakan detakan jantungnya yang begitu kencang.

Sepatu kulit itu kembali bergerak, dengan santai mengangkat salah satu kakinya, menyentuh dagunya, memaksa kepalanya dengan perlahan menengadah ke atas.

Sang pria masih belum sempat melihat wajah orang itu dengan jelas, tapi samar-samar mulai mengingat paras muka yang begitu terhormat itu, hatinya tiba-tiba merasa sakit, orang itu sudah menendangnya.

Sebuah kursi dengan sandaran yang terukir indah dan mengesankan telah dimasukkan ke dalam.

Howard Yi dengan ekspresi wajah yang santai duduk di atasnya, di wajah yang sempurna, tiba-tiba muncul sebuah senyuman yang jahil.

"Aku ingat di masa pertengahan abad dulunya, ada sejenis permainan yang sangat menarik dan terkenal di Eropa."

Suara sang pria begitu elegan dan datar, Henrick Wang spontan merasa merinding.

Dia ingat, akan suara ini, jelas-jelas ini adalah suara pria yang menelponnya kemarin!

"Benar, sangatlah terkenal di kalangan orang bangsawan." John Xiao menanggapi dengan sopan.

"Permainan seperti ini, harus disaksikan dari sebuah tempat yang sangat luas, misalnya arena pertarungan binatang buas seperti zaman dulu, itu baru merupakan hal yang sangat menarik."

John Xiao mengerti, dengan ekspresi wajah yang datar memberikan isyarat tangan terhadap para bodyguard di samping.

Orang di dalam ruangan, semua telah keluar ke lapangan yang luas di luar, sekalian mengangkat Henrick Wang keluar.

Howard Yi tersenyum bak bukan tersenyum bersandar di kursi, dengan begitu santai mengoyang-goyangkan gelas berkaki panjang di tangan, cairan bir berwarna amber terus menabrak dinding kaca, dan memantulkan cahaya yang indah dari cahaya matahari.

Tidak jauh dari sana, terdapat dua buah benda berbentuk kubus besar, ditutup menggunakan kain hitam, meskipun tidak bisa melihat apa yang ada di baliknya, tapi aroma yang pekat tetap mampu di cium.

Hati Henrick Wang seketika bergetar, selanjutnya, urat di keningnya berdetak kencang, instingnya untuk bertahan hidup membuatnya terpaska memohon setulus hati terhadap pria di hadapannya tanpa henti, meskipun orang itu terus tidak menghiraukannya, bahkan sama sekali tidak pernah melihatnya sedikit pun.

"Kumohon padamu, kumohon agar lepaskanlah aku, aku akan memberikan semua hal yang kamu inginkan!"

Howard Yi tidak mempedulikannya, malah balik bertanya: "Di sini, aku memiliki sebuah permainan yang sangat menarik, apakah kamu tertarik untuk berpartisipasi."

Jelas-jelas merupakan sebuah kalimat pertanyaan, tapi malah terdengar tidak seperti pertanyaan dari mulutnya.

"Tertarik! Tertarik!" Henrick Wang segera menanggapinya, mengira dirinya telah berhasil meraih benang penyelamat, ini hanya sekedar sebuah permainan, dia akan melakukannya asalkan bisa tetap hidup.

Mungkin saja ini merupakan sebuah kesempatan untuk kembali hidup, Howard Yi bagaikan seorang anak yang begitu nakal, tidak akan merasa bosan terhadap cara menindas seseorang.

Apalagi terhadap orang ini yang bahkan berani mengusik Eleanor Yi berulang kali!

Kalau bukan karena dia, Allan Jiang tidak akan melukai tangannya demi Eleanor Yi, dan Eleanor Yi juga tidak akan pergi merawat Allan Jiang dengan tangannya sendiri!

Sialan!

Ketika mengingat istrinya sendiri membantu pria lain mengoleskan obat, menyibukkan diri untuk memasak sup, membuat sang pria tidak bisa menahan amarahnya yang membara!

Dirinya pasti akan membuat si tolol di hadapannya ini mengerti, bahwa kematian, merupakan sebuah hal yang begitu indah.

Jika Henrick Wang bisa memiliki sedikit firasat sebelum permainan dimulai, maka dia pasti akan memilih kematian tanpa ragu, karena hidup dengan cara seperti ini, akan membuat orang merasa hidup bagaikan kematian!

Howard Yi pergi melirik John Xiao di samping sejenak.

John Xiao mengerti maksudnya, memerintahkan dua oang bodyguard berbaju hitam pergi mengambil sebotol obat berwarna merah muda untuk diminum oleh Henrick Wang.

Sekitar beberapa menit kemudian, akhirnya Henrick Wang menyadari keganjilannya, badannya yang awalnya sedikit dingin, secara perlahan-lahan menjadi semakin panas, perutnya sangat membara, seluruh tubuhnya terasa bagaikan telah terbakar.

Hati yang awalnya sudah sedikit tenang, dalam sekejab telah sangat panik.

Aphrodisiac!

Mereka ternyata telah memberinya minum aphrodisiac!

Setelah menyadari perubahan dari Henrick Wang, kedua potong kain hitam yang menutupi benda berbentuk kubus telah di tarik, dua buah kurungan besi langsung terpangpang di depan mata semua orang.

Seekor serigala liar berbulu abu, matanya bersinar dan tubuh besar dengan ukuran yang hampir mencapai 2 meter, terlihat begitu kacau di dalam kurungan besi dan terus berjalan mondar mandir.

Karena sudah duluan diberikan obat aphrodisiac, bola mata serigala yang hitam menampilkan sinar merah.

Sedangkan di dalam kurungan yang lain, terdapat belasan pria berkulit hitam bertubuh tinggi besar dengan keadaan telanjang.

Dia sudah mulai kehilangan akal sehat di bawah pengaruh obat perangsang nafsu berani, tapi Henrick Wang tetap merasa panik saat melihat gambaran di depan mata ini, firasat buruk langsung muncul dalam sekejab.

"Aku tidak ingin main lagi, aku tidak ingin memainkan permainan ini lagi!" Dia terus menjerit tanpa henti, ekspresi wajahnya telah menjadi ketakutan ditambah dengan suasana hatinya yang kacau.

"Total pertanyaannya ada sepuluh, aku tidak akan menyulitkanmu, kamu boleh menyelesaikannya dalam tiga hari, bawahanku akan menemanimu, tenang saja, kamu tidak akan kesepian."

"Tidak...... tidak mau...... aku tidak mau main lagi......" Henrick Wang berusaha menahan perasaan kebas yang diakibatkan oleh obat aphrodisiac, beberapa saat kemudian, sudah dipenuhi dengan aroma penuh gairah yang pekat.

"Sayangnya, permainan telah dimulai."

Howard Yi dengan senyuman sindiran menerima sebuah kertas yang diserahkan oleh John Xiao, mengangkat alisnya, lalu membacakannya, "Pertanyaan pertama, pertanyaan pilihan ganda, sangat sederhana, pilihlah salah satu diantara kedua kurungan yang ada di depan mata, aku akan membuatmu terkurung bersama dia atau mereka."

"Tidak tidak tidak! Aku tidak mau, aku tidak akan memilih!" Henrick Wang spontan mundur ke belakang sambil mengatakannya, hanya saja akibat pengaruh dari obat aphrodisiac, bagian tubuh yang sangat sensitif akan memiliki sebuah gairah yang sulit untuk dikendalikan jika digerakkan, sang pria tak tertahankan untuk mendesah sejenak, tubuhnya tiba-tiba sangat hampa hingga merasa sangat haus.

"Oh? Benar-benar tidak ingin memilih? Kalau begitu, aku akan menganggapmu sebagai mengambil inisiatif untuk menyerah dalam kesempatan ini, kalau begitu, kedua kurungan akan disatukan saja, lagipula kamu pasti akan memerlukannya."

Kepala Henrick Wang seketika menjadi meledak, tubuh yang kaget sudah mengkaku secara perlahan-lahan, sebuah rasa takut yang menusuk hingga ke tulang telah menyebar di tubuhnya.

Iblis!

Dia adalah iblis yang datang dari neraka!

Senyuman yang begitu indah dan sempurna itu malah terlihat bagaikan sebuah hal yang paling kejam di dunia ini, bukan hanya kejam, juga bengis!

Sang pria tersenyum dengan maksud yang mendalam, dia tidak akan memberikannya kesempatan untuk memohon ampunan, tangannya terlambaikan.

Bodyguard di samping mengerti maksudnya, sebuah tandu langsung terangkat, membuat Henrick Wang terlempar ke dalam kurungan yang berisi 10 orang hitam di dalamnya.

"Oh iya, sekalian mengabarimu sejenak, beberapa tuan ini baru saja mengonsumsi obat aphrodisiac dalam jumlah besar, kamu sedang beruntung."

Di depan, suara kesakitan yang memilukan menggelegar di udara......

Saat Howard Yi pulang ke rumah, Eleanor Chu sedang bersantai di sofa melihat "You Who Came From The Star".

Jelas-jelas pekerjaan di perusahaan begitu banyak, tapi sang wanita sama sekali tidak berniat untuk menanganinya sama sekali, hanya ingin bermalas-malasan.

"Mana Archaeologmu?"

Sang pria melepaskan jaketnya dan membuangnya ke tong sampah, lalu mulai melepaskan celana panjang di tubuhnya.

"Apa yang kamu lakukan?" Meskipun ada begitu banyak uang, tapi tetap tidak boleh begitu boros, dan menyia-nyiakan uangmu.

"Kotor."

Sang pria dengan keadaan telah melepaskan baju menyerbu ke tubuhnya, merampas remot di tangannya dan menghentikan gambaran video di televisi, "Jangan melihatnya lagi, di rumah kita ada oppa yang datang dari "Sunshine in the Rain", kamu seharusnya lebih sering melihatku, aku lebih tampan dari pada dia."

Eleanor Chu membalikkan bola mata putih padanya, "Bukankah kamu telah minggat karena marah? Kenapa malah kembali lagi? Dan langsung jatuh ke parit setelah keluar dari rumah?"

Sang wanita dengan jahil memegang kepalanya, "Mari, biarkan kakak melihat apakah otakmu sudah bodoh karena terjatuh?"

"Eleanor, aku telah terluka."

"Hmm? Benarkah, benar-benar terluka? Di mana? Coba kulihat."

Howard Yi menggenggam tangannya, dengan ringan menempelkannya ke dada sendiri.

"Di sini, ketika aku melihat kamu bersikap baik terhadap pria lain, di sini akan sangat sakit hingga sulit untuk bernafas."

Wajahnya begitu dekat, lekukan wajah yang menawan bagaikan diukir dengan teliti, bahkan bulu mata yang panjang itu pun terlihat panjang.

"Bukankah aku sangat tampan?" Sang pria menyipitkan matanya sedikit, bertanya dengan jahil.

Hati Eleanor Chu tiba-tiba tertegun.

Pura-pura kesal, dengan sedikit keras membenturkan keningnya, "Tidak normal."

Sang pria sangat rupawan, ini sungguhan.

"Istriku."

"Hmm?"

"......hmm......"

Di tempat yang tidak begitu jauh dari meja, hawa gairah di udara mulai memudar secara perlahan.

Setelah Eleanor Chu selesai melihat video yang baru masuk ke ponselnya Howard Yi. Dia meletakkannya ke tempat semula tanpa perubahan ekspresi.

Pria di sampingnya sudah tertidur lelap sambil memeluknya, paras wajah yang begitu menawan bagaikan ukiran terindah di dunia ini, lekukan wajahnya terlihat jelas dan mendalam, penuh dengan kharisma, bulu matanya sangat panjang, begitu tebal dan pekat melentik ke atas dengan arogan, hidung yang mancung ditambah dengan bibir tipis yang sedang terbungkam.

Pantas saja dia langsung mengeluhkan "Kotor" setelah baru masuk ke rumah.

Dengan paras wajah saat tidur yang begitu bersih dan polos seperti ini, siapa pun tidak akan pernah mengira di dalam dirinya terdapat bagian yang kejam.

Pria yang bodoh ini.

Bangun di pagi hari untuk mempersiapkan sarapan, lalu meninggalkan sebuah memo di atas meja makan, baru pergi dengan menutup pintu secara perlahan.

"CEO Chu, mantan CEO Wang dari Wang's Corp. ingin bertemu dengan anda."

Lucy Mei mengetuk pintu kantor, sekalian membawakan sebuah dokumen.

"Hmm, aku mengerti, atur pertemuan di ruang untuk menemui tamu saja, aku akan segera ke sana."

"Tamu yang langka." Eleanor Chu menampilkan sebuah senyuman yang lebar, "CEO Wang datang ke sini sendiri, apakah ada suatu perintah?"

Mantan CEO Wang menahan amarahnya dengan sekuat tenaga, tersenyum dengan merasa canggung, "Tidak berani, hanya sekedar datang untuk mengunjungimu, kemudian hendak menyatakan permintaan maaf dengan tulus terhadap Nona Chu karena bocah tengik yang nakal di keluargaku itu."

"CEO Wang, apa yang anda katakan, Joevin Wang sama sekali tidak pernah membuatku marah."

"CEO Chu, mohon berikan toleransimu." Sebenarnya emosi di hatinya, membuatnya sangat ingin mencabik-cabik wanita di hadapannya dan menelannya bulat-bulat, istri dari putranya tiba-tiba diinjak-injak begitu saja oleh orang lain menjadi seperti ini, tapi tetap harus membuatnya menurunkan gengsinya untuk datang meminta maaf.

"CEO Wang sedang bercanda ya, aku hanya sekedar seorang wanita, bukanlah seorang tokoh besar, anda pulanglah, Joevin Wang sudah pernah datang mencariku, kalau masalah ini nantinya telah dihentikan, jangan sampai kembali terungkit lagi nantinya."

"Kalau begitu, aku ucapkan terima kasih dulu sekarang."

Mantan CEO Wang baru mulai menenangkan hatinya yang kacau, keluarganya telah mengalami dua hingga tiga masalah berturut-turut, tapi dia hingga kini tetap tidak bisa menyelidiki siapa sebenarnya yang melakukannya, hanya bisa menebak masalah ini berkaitan dengan Keluarga Yi. Kesalahan yang dibuat cukup dengan mengatasinya, kalau masalah ini tidak di selesaikan, takutnya, yang akan mengalami kesialan berikutnya adalah seluruh keluarganya!

Bagi dia, tidak ada yang lebih penting daripada Keluarga Wang!

"CEO Chu, Joevin Wang baru saja memberikan kabar bahwa Derrick dan Henrick telah bertemu secara diam-diam, memberikan peringatan agar kamu lebih berhati-hati."

Setelah Mantan CEO Wang telah pergi, Lucy Mei masuk dengan buru-buru, kemudian menyerahkan sebuah cek uang untuknya, "Ini diberikan oleh mantan CEO Wang tadinya, katanya untuk mentraktirmu minum teh."

"Aku mengerti, bantu aku berterima kasih terhadap Joevin Wang." Eleanor Chu baru saja hendak keluar, tiba-tiba teringat akan sesuatu, "Bagaimana dengan keadaan di Ying's Corp.?"

"Kemarin mereka menelpon untuk meminta tagihan, katanya CEO Ying, mereka tidak setuju dengan membayar sejumlah tagihan setiap setengah tahun."

"Masih berhutang berapa banyak?"

"460 miliar."

Jari tangan Eleanor Chu menekan di keningnya, berkata dengan tenang: "Untuk sementara, tidak membutuhkan bahan dasar dulu."

"Baik, mengerti."

"Masalah di urban village, sudah berkembang belum?"

Lucy Mei sibuk menyerahkan dokumen kepadanya. "Proyek transmigrasi sudah mulai dilakukan, yaitu di tempat di mana terkumpulnya berbagai macam orang, sepertinya akan ada beberapa orang yang sulit untuk diatasi, dan takutnya harus menghabiskan lebih banyak waktu."

"Hmm, minta perusahaan transmigrasi untuk jangan bersikap begitu tidak sopan, semua masyarakat biasa juga merasa susah, jika ada uang, siapa yang bersedia menetap di sana, kalau tetap tidak bisa, berikanlah lebih banyak secara privasi, tapi harus berhati-hati agar jangan membuat masalah menjadi besar, kalau tidak, semuanya akan membuat keributan dan meminta tambahan, dan nantinya akan sulit untuk diatasi."

"Baik, sudah kuingat."

Kedua orang sedang membahasnya, tiba-tiba terdengar keributan dari arah lift, Eleanor Chu dan Lucy Mei bersama-sama memalingkan kepala melihatnya.

"Eleanor, aku mencarimu ada urusan!"

"Mohon maaf CEO Chu, aku tidak mampu menghentikannya." Bawahan itu berkata meminta maaf.

"Tidak apa, kembalilah ke tempat kerjamu sendiri."

Eleanor Chu membalikkan badan, lalu melirik Marianne Wang sejenak, "Ada apa sebenarnya dengan hari ini, anggota keluarga Wang kalian datang ke sini satu per satu?"

"Keluarlah untuk berbincang-bincang."

"Mohon maaf, aku lumayan sibuk."

"Kamu merasa bersalah?"

Eleanor Chu tidak bersuara, dan terus berjalan ke depan.

Marianne Wang berjalan ke depan, menarik bajunya, "Apakah kamu tidak takut menerima balasan setelah melakukan begitu banyak hal berdosa? Kamu kira aku tidak tahu, kamu pasti telah menghasut Daisy Qin untuk memikat Robin Qin bukan, dan bahkan membiarkan mereka untuk menginap di villamu!"

Seorang Nona Besar dari Keluarga Wang, mengatakan hal seperti ini di depan umum, kamu tidak takut akan membuat wajah ayahmu menjadi malu?" Eleanor Chu tersenyum menyindirnya, "Aku tidak tahu apakah aku akan mendapat balasannya atau tidak, tapi hal-hal berdosa sama sekali tidak tertarik untuk kulakukan, aku orangnya sangat sederhana, aku tidak akan membalas orang lain jika dia tidak mengusikku, tapi jika sampai dia menggangguku, aku akan membasminya hingga ke akar-akarnya, ingatlah baik-baik!"

Lucy Mei, antar tamu pergi!"

"Nona Wang, silahkan."

Marianne Wang memandang sosok punggung Eleanor Chu yang telah membalikkan badannya, dan mengepalkan tangannya dengan erat.

Eleanor Chu, kamu tunggu saja!

Di dalam kantor CEO, ponsel tiba-tiba berdering.

"Ada apa ini sebenarnya? Menjerit sekuat tenaga?"

Eleanor Chu sedikit menjauhkan telinga dari ponsel, yang terdengar dari arah ponsel adalah suaranya James yang marah besar.

"Aku ingin memanggang lelaki brengsekmu, dan memakannya ditemani dengan anggur!"

"Howard? Ada apa lagi dengannya?"

Dia telah mengutus Xiao oppa untuk dinas ke luar negeri!"

Eleanor Chu tak tertahankan untuk tertawa, "Bagaimana mungkin?"

John Xiao bisa dibilang merupakan tangan kanannya Howard Yi, bagaimana mungkin pria itu akan mengutusnya ke luar negeri.

"John yang mengatakannya padamu?"

"Hmm." James sangat merasa sedih.

Dalam masalah seperti ini, orang yang mengamati dari samping akan mampu melihat keadaan dengan lebih jelas, seketika, Eleanor Chu sungguh tidak tahu harus bagaimana mengatakan sesuatu.

"Hmm, kebetulan, bukankah kamu bisa mengambil kesempatan ini untuk pergi berlibur sejenak, belakangan ini, kamu terus sibuk dalam pekerjaan, kenapa tidak meluangkan waktu untuk berjalan-jalan menenangkan hati?"

"Aku memang ingin pergi, tapi aku hanya seorang diri..., tidak boleh, kamu harus menemaniku!" James telah memutuskannya, "Benar, lelaki brengsek telah membuat oppaku pergi jauh, aku juga akan membawamu pergi! Kita lihat apakah lain kali dia masih berani melakukannya atau tidak!"

"Baik baik baik, aku akan menemanimu, dan kamu juga menemaniku, kebetulan aku juga sudah lama tidak bersantai." Eleanor Chu mengambil bolpen menggambar di atas kertas secara tanpa sadar, tiba-tiba meletakkan bolpennya, "Begini saja, mari kita pergi ke Kanada, nanti aku akan menyuruh asistenku untuk memesan tiket, kita berangkat besok, kali ini, kamu bisa pulang ke rumah untuk membereskan koper!"

"Baiklah!" Orang di pihak ponsel sana, menanggapinya dengan begitu cepat.

Eleanor Chu meletakkan ponselnya, berpikir, lalu menghubungi nomor Lucy Mei.

"Bantu aku memesan dua tiket pesawat menuju Toronto besok pagi......"

Novel Terkait

Takdir Raja Perang

Takdir Raja Perang

Brama aditio
Raja Tentara
3 tahun yang lalu
Thick Wallet

Thick Wallet

Tessa
Serangan Balik
4 tahun yang lalu
Terpikat Sang Playboy

Terpikat Sang Playboy

Suxi
Balas Dendam
4 tahun yang lalu
The Comeback of My Ex-Wife

The Comeback of My Ex-Wife

Alina Queens
CEO
4 tahun yang lalu
My Lifetime

My Lifetime

Devina
Percintaan
3 tahun yang lalu
Precious Moment

Precious Moment

Louise Lee
CEO
3 tahun yang lalu
His Soft Side

His Soft Side

Rise
CEO
4 tahun yang lalu
After Met You

After Met You

Amarda
Kisah Cinta
4 tahun yang lalu