Marriage Journey - Bab 8 Hamil ?

Emosional Decky sangat tidak stabil, dia melotot dan berteriak kuat :”Dihentikan ? Sebelumnya bukannya sudah periksa, tidak ada masalah apapun kan, sekarang hanya sisa langkah terakhir, kamu baru bilang mau dihentikan ?”

Decky sangat emosi, dalam pandangannya, dirinya begitu tidak berarti, meskipun Sifa sudah mengetahuinya sejak awal, namun pada saat mendengar secara langsung, hatinya tetap saja terasa kecewa dan sedih.

Sifa berdiri di samping dengan membawa senyuman pahit, mengepal erat pada baju sendiri, jarinya juga mulai pucat karena gerakannya yang terlalu kuat.

Dokternya mengeluh nafas, melirik Sifa, lalu menatap lagi pada Decky : “ Direktur Leng, bukan kami yang sengaja mencari masalah, tetapi, kamu tahu, dia sudah hamil…”

Decky bagaikan tidak ada jiwanya, lalu menatap dokter dengan tampang tidak percaya, tidak percaya pada kenyataannya.

Tatapan Decky dipenuhi rasa tidak percaya, kenapa bisa, wanita ini sudah hamil, tetapi dirinya kan….

Baru saja ingin mengelak status anak ini, tiba-tiba baru kepikiran kalau tidak lama yang lalu mereka memang pernah berhubungan.

Namun Decky sama sekali tidak bisa percaya, dia mengepal tangannya dengan erat, melangkah besar ke hadapan Sifa, dan langsung menangkap tangannya.

Sifa juga sangat kaget, dirinya sudah hamil, ketika hidupnya sudah mau berakhir, Tuhan akhirnya juga mewujudkan keinginannya.

Sifa tidak mengetahui kabar ini bagi dirinya adalah kabar yang baik atau buruk, tatapan Decky yang tidak percaya bagaikan hinaan besar di dalam pemikiran Sifa.

Dia terus menahan air mata yang bergenang di mata, Decky yang gemetaran mendekati Sifa dan membentak kuat.

“Kamu sudah tahu kalau kamu sedang hamil kan, makanya baru bisa menyetujui transplantasi jantung untuk Yuli dengan tanpa ragu ?” Amarah Decky saat ini telah meledak, matanya juga mulai kemerahan.

Meskipun sebelumnya Sifa sudah pernah menyaksikan kekasaran dan amarahnya Decky, namun Decky yang seperti ini, Sifa juga pertama kali melihatnya.

Sifa menarik bibirnya yang pucat dan tidak berdaya, Decky tidak akan pernah mendengar penjelasannya, namun kenapa, ketika saat mendengar dia mengatakan kalimat-kalimat ini, hatinya tetap saja sakit dan sengsara.

Wajah pucat Sifa tidak bereaksi apapun, dia menatap Decky dengan mati-matian :”Di dalam hatimu aku memang selalu seperti ini kan, meskipun aku benaran rela memberikan nyawaku padamu, agar wanita yang kamu cintai dapat hidup kembali ?”

Pada saat ini Decky sama sekali tidak bisa terima, langsung menarik kerah baju Sifa dan memaksa Sifa untuk bertatapan dengannya.

Suasana saat ini dingin dan seram, dokter dan wanita yang mencari Sifa pada sebelumnya berdiri di samping dan tidak berani berkata apapun.

Hendi melihat Sifa sedang dicekik oleh lelaki tinggi di hadapannya, langsung beranjak ke depan dan melindungi Sifa.

Dia membentak kuat kepada Decky :”Lepaskan ! Kamu siapa ? berbuat apa main kasar, ini di tempat umum !”

Hendi sangat emosi, sebelumnya dia sudah tahu kalau hidup Sifa sangat tidak bahagia, namun melihat adegan seperti ini, membuat Hendi yang sebenarnya bersikap lembut juga menjadi kasar dan membentak kepada Decky.

Sebenarnya Decky sudah sangat emosi, rasa kesenangan karena bisa menolong wanita yang dicintainya, namun malahan dapat kabar bahwa operasi ini harus dihentikan.

Sifa berdiri di belakang Hendi, sangat terkejut dengan kedatangan Hendi, ini bukan kondisi yang dia inginkan.

Sifa masih saja belum sempat berbicara, Decky sudah berkata pada Hendi dengan ekspresi suram, “Kamu siapa juga, ini masalah rumah tangga kami, tidak perlu seorang dokter yang ikut campur, selagi aku masih belum memecat kamu, lebih baik kamu pergi langsung dari hadapanku !”

Aura Decky yang kuat membuat Hendi kaku sejenak, sepertinya lelaki ini tidak biasa, mungkin juga bukan orang yang mudah diatasi, namun asalkan kepikiran kekasaran dia terhadap Sifa, dia menjadi…

Hendi melindungi Sifa di belakangnya, orang yang berlalu sana sini juga mulai menyadari kondisi di sini, diam-diam berbisik sesuatu.

Hendi menatap Sifa yang berdiri di samping dengan wajah pucat, tetap saja memaksa dirinya untuk bertatapan dengan Decky dan berkata :”Aku temannya, urusan dia juga urusanku.”

Sifa mengetahui kalau Decky paling tidak senang kalau dibantah langsung, dia juga tahu dengan kemampuan Decky benaran dapat membuat Hendi kehilangan pekerjaannya.

Oleh sebab itu dia buru-buru berjalan ke sisi Hendi dan menarik jas putihnya, :” Hendi, tidak apa-apa, urusan aku, aku selesaikan sendiri, pergilah dulu.”

Hendi menatap Sifa yang ketakutan, langsung meletakkan tangannya pada bahu Sifa dan berkata dengan lembut kepadanya :”Jangan takut, aku tahu kamu sebelumnya tidak hidup bahagia, tetapi semua ini akan berlalu, kan ada aku !”

Decky melihat mereka berdua yang mesra di hadapannya, api amarah yang aneh mulai meledak di hatinya.

Novel Terkait

Rahasia Seorang Menantu

Rahasia Seorang Menantu

Mike
Menjadi Kaya
4 tahun yang lalu
Jalan Kembali Hidupku

Jalan Kembali Hidupku

Devan Hardi
Cerpen
5 tahun yang lalu
Thick Wallet

Thick Wallet

Tessa
Serangan Balik
5 tahun yang lalu
Precious Moment

Precious Moment

Louise Lee
CEO
4 tahun yang lalu
 Habis Cerai Nikah Lagi

Habis Cerai Nikah Lagi

Gibran
Pertikaian
5 tahun yang lalu
The Campus Life of a Wealthy Son

The Campus Life of a Wealthy Son

Winston
Perkotaan
5 tahun yang lalu
The Serpent King Affection

The Serpent King Affection

Lexy
Misteri
5 tahun yang lalu
Unperfect Wedding

Unperfect Wedding

Agnes Yu
Percintaan
5 tahun yang lalu