Marriage Journey - Bab 285 Tidak Boleh Mengalah
Decky menatapnya, "Kakek, aku punya prinsip hidup sendiri, aku hanya benci padanya dan tidak ada cinta, jadi bagaimana mungkin aku bisa menerimanya?"
"Pernahkah kamu berpikir, jika tidak ada cinta, dari mana datangnya benci?"
Kata-kata Pak Tua Leng terdengar sangat masuk akal, Decky tidak menjawab, tetapi tenggelam dalam renungan ...
Dalam hatinya, Decky selalu mengira Sifa menikah dengannya dengan cara licik, jadi Decky selalu membenci Sifa, sejak Sifa menikah dengannya, Decky semakin menyiksa Sifa.
Awalnya Decky mengira dengan menyiksa Sifa, maka hatinya akan merasa sangat bahagia, tetapi tenyata dirinya salah, setiap kali Decky menyiksa Sifa, Decky tidak merasakan kenikmatan balas dendam, dan terkadang bahkan merasa sedikit sakit di hatinya.
Setiap kali perasaan seperti ini timbul, Decky akan mengeluarkan kebenciannya dan membiarkan dirinya bersikap kejam.
Tetapi entah kenapa, setiap kali sesuatu yang buruk benar-benar terjadi pada Sifa, Decky akan merasa gugup secara tiba-tiba, Jelas-jelas hatinya masih peduli dengan Sifa, tetapi tidak berani mengakuinya, dan meminta Laras membantunya melakukan hal-hal ini.
Meskipun Decky merasa Sifa wanita yang patut dibenci, tetapi jika sesuatu terjadi pada Sifa, Decky malah akan menjadi lebih gugup dari siapapun, sebenarnya, Decky selalu peduli dengan Sifa, hanya saja tidak mau mengakui kebenaran ini dan terus menipu dirinya sendiri.
Decky adalah orang yang keras kepala, dan hal-hal yang sudah diputuskan olehnya tidak akan berubah.
Meskipun Decky merasa tindakannya pada Sifa agak kejam, tetapi setiap kali Decky teringat dengan Yuli yang terbaring di ranjang rumah sakit, Decky akan merasa benci pada Sifa dan melemparkan semua kesalahannya pada Sifa, Decky merasa Sifa merebut semua milik Yuli.
Melihat Decky termenung, Pak Tua Leng tidak berbicara, tetapi mengambil koran di atas meja dan memakai kacamata, lalu membaca.
Meski kelihatannya seperti sedang membaca, tetapi Pak Tua Leng sama sekali tidak fokus pada isi tulisan di dalam koran, Pak Tua Leng hanya ingin memberi waktu pada Decky untuk berpikir lebih jernih tentang masalah ini.
Meskipun Pak Tua Leng ingin sekali membantu Sifa mendapatkan kembali hati Decky, tetapi Pak Tua Leng tahu betul tentang Decky, dan hal-hal yang diputuskan oleh Decky tidak akan berubah kecuali pemikirannya beubah.
Duduk di sini sambil memikirkannya, Decky merasa bahwa semua kesalahan itu disebabkan oleh Sifa, Decky sudah memperingatkan dirinya sendiri untuk tidak berbelas kasihan kepada Sifa dan tidak akan berkompromi dengan kakek.
Kemudian Decky berkata: "Kakek, karena hari ini Anda menanyakan hal ini, maka aku juga akan memberitahumu rencanaku, cepat atau lambat, aku akan mengusir Sifa dari rumah Leng, istriku hanya Yuli, aku akan menjadikannya Nyonya muda keluarga Leng yang terkenal."
Pak Tua Leng memberi waktu pada Decky untuk berpikir, Pak Tua Leng mengerti karakter Decky, jadi dirinya tidak berharap terlalu tinggi.
Namun tidak disangka, Decky akan langsung menyatakan perang terhadapnya dan bahkan ingin membawa Yuli kembali ke rumah Leng, selama Pak Tua Leng masih hidup, hal ini tidak akan pernah diizinkan untuk terjadi.
Namun, Decky mengutarakan pikirannya tanpa rasa malu, dan Pak Tua Leng merasa bahwa tidak perlu berbasa-basi.
Pak Tua Leng mengerutkan kening dan berkata: "Selama aku masih hidup, wanita Yuli itu tidak akan pernah diizinkan untuk masuk ke rumah Leng, aku menyarankanmu untuk menyimpan kembali niat pikiranmu itu."
"Kakek, anda tidak bisa begitu keras kepala, anda tidak memahami Yuli, dia lembut dan baik hati, dia telah menjadi korban selama bertahun-tahun, aku menikahinya sebagai kompensasi padanya, Kakek, tolong berikan restu anda."
Pada saat ini, ekspresi Pak Tua Leng menjadi lebih suram, "Kamu menikahi Yuli, apakah kamu pernah memikirkan bagaimana perasaan Sifa."
"Kakek, semenjak dia pergi ke luar negeri, aku sudah tidak ada hubungan lagi dengannya."
Pak Tua Leng membanting tongkat dengan keras, "Brengsek, dia melahirkan seorang putra untukmu, tapi kamu malah mengatakan tidak ada hubungan dengan dia, bagaimana kamu bisa begitu tidak bertanggungjawab?"
"Kakek, aku tidak pernah berpikir untuk memiliki bayi dengannya, jika bukan karena dia bermain trik, maka tidak akan ada bayi, bayi ini hanya sebuah insiden."
Mungkin karena Decky terlalu cemas, dengan tergesa-gesa keceplosan mengucapkan kata-kata ini.
Pak Tua Leng bahkan menjadi lebih marah, "Kamu bajingan, jika bukan karena insiden Sifa memiliki anak, aku rasa sampai pada usiaku saat ini, mungkin masih belum bisa melihat cicitku, dan lihatlah dirimu, meskipun aku mati dan masuk dalam peti, aku akan tetap mati dengan tidak tenang, "
"Kakek, mengapa anda begitu linglung? Dialah yang lebih dulu bersalah pada aku dan Yuli."
Pak Tua Leng berkata dengan marah: "Kamu terus mengatakan bahwa Sifa bersalah padamu, apakah kamu tidak bersalah padanya? Apakah kamu betapa menderitanya dia demi melahirkan anak ini?"
"Dan masih saja mengatakan tidak menginginkan anak ini, jika Sifa tidak pergi ke luar negeri, cicitku pasti sudah dibunuh olehmu sebelum lahir di dunia ini."
"Kakek, ini tidak seperti yang anda pikirkan, meskipun aku tahu anak ini milikku, anak itu telah mewarisi gen dari wanita kejam itu, jika kedepannya anak ini selicik wanita itu, maka aku lebih baik tidak menginginkannya."
Pak Tua Leng dengan marah mengambil mangkuk sup dan terdengar suara "Plaaang.., " jatuh ke lantai, pecahan mangkuk itu terciprat ke seluruh lantai.
Melihat kakeknya begitu marah, Decky takut tubuh kakek tidak tahan, kemudian segera ke belakang punggung kakek dan menepuk punggungnya.
"Kakek, Anda jangan marah, tidak baik untuk kesehatanmu."
Melihat tingkah lakunya, kemarahan Pak Tua Leng sedikit memudar.
Decky mengurut punggungnya dan berkata, "Kakek, pernahkah anda berpikir, aku begitu jahat padanya dan dia masih tetap saja melahirkan seorang anak untukku, apa alasannya?"
Pak Tua Leng berkata tanpa ragu-ragu: "Tidak ada seorang ibu yang mau merampas kehidupan yang lemah untuk datang ke dunia ini."
"Kakek, jangan memandangnya begitu mulia, tujuannya melahirkan anak ini adalah ingin memanfaatkan anak itu untuk mendekatiku, memenangkan kepercayaanmu dan kembali ke rumah keluarga Leng, mendapatkan kehidupan yang diinginkannya, dan menjadi Nyonya Muda yang tidak perlu khawatir tentang kehidupannya sehari-hari di keluarga Leng."
"Kapan prasangka burukmu terhadapnya ini akan hilang? Sifa bukan orang seperti itu, dia tidak pernah memandang uang dan harta, jika bukan karena aku bersikeras memintanya untuk tinggal di rumah, mungkin dia sudah membawa anaknya menyewa rumah di luar, pernahkah kamu memikirkan tentang hal ini?"
"Kakek, ini semua daya tipuannya, dia sedang bermain trik, bagaimana anda boleh mempercayainya? Wanita ini memiliki banyak trik yang berbahaya, anda sudah tertipu olehnya."
Mendengar Decky mengatakan ini, nada bicara Pak Tua Leng menjadi lebih dingin, "Kenapa sampai sekarang kamu masih saja tidak bisa berpikir lebih jernih?"
"Kakek, aku tidak akan pernah melupakan apa yang Sifa lakukan terhadap Yuli, bagaimana mungkin kebencian ini bisa dihapus? Dan apa yang Sifa dapatkan saat ini adalah hasil rampas dari milik Yuli, karena Yuli sekarang sudah siuman, Sifa harus mengembalikan semuanya dengan utuh seperti semula, "
Pak Tua Leng melemparkan tongkat dengan penuh amarah, "Aku juga dengan sungguh-sungguh memberitahumu hari ini, selama aku masih hidup, aku tidak akan pernah mengakui Yuli ini sebagai cucu menantu."
"Kakek, jika Anda masih begitu keras kepala, maka aku akan pindah."
Kata-kata Decky ini jelas mengancamnya, Pak Tua Leng adalah orang yang sangat berpengalaman, dan dia tidak akan berkompromi dengan Decky.
Pak Tua Leng berkata dengan nada dingin, "Selama aku masih hidup, kamu tidak bisa keluar dari rumah Leng."
"Kakek, anda tidak punya hak untuk menghentikan kebebasanku."
Novel Terkait
Hei Gadis jangan Lari
SandrakoHalf a Heart
Romansa UniverseCintaku Pada Presdir
NingsiDemanding Husband
MarshallDark Love
Angel VeronicaBehind The Lie
Fiona LeeBretta’s Diary
DanielleMarriage Journey×
- Bab 1 : Kanker Lambung Stadium Terakhir
- Bab 2 : Kamu Kotor
- Bab 3 : Decky Menidurinya
- Bab 4 : Menghindar Bagaikan Ular Berbisa
- Bab 5 : Berikan Jantungku Kepadanya
- Bab 6 : Aku Merasa Aku Kotor !
- Bab 7 Transplantasi Dihentikan
- Bab 8 Hamil ?
- Bab 9 Anak Haram Siapa
- Bab 10 Kamu Tidak Pantas Menjadi Seorang Ibu
- Bab 9 Aku Tidak Punya Rumah
- Bab 12 Hasil Terburuk
- Bab 13 Wanita Tidak Tahu Malu
- Bab 14 Wanitaku
- Bab 15 Itu Anakku
- Bab 16 Shen, Kamu Tidak Pantas!
- Bab 17 Berubah Seiring Berjalannya Waktu
- Bab 18 Orang Seperti Apa
- Bab 19 Tamu Yang Tiba-tiba Datang Tanpa Diundang
- Bab 20 Membusuk Di Sekitarku
- Bab 21 Sedikit Berubah
- Bab 22 Harapan Mendapatkan Kekecewaan
- Bab 23 Bersimpati
- Bab 24 Bertemu di Rumah Sakit Secara Tidak Sengaja
- Bab 25 Keadaan Darurat
- Bab 26 Wanita Kuat
- Bab 27 Tidak Boleh Mati!
- Bab 28 Terserah!
- Bab 29 Mengkhawatirkanku?
- Bab 30 Seperti Sepasang Suami Istri
- Bab 31 Curiga
- Bab 32 Aku Nyonya Leng
- Bab 33 Kamu Mengorok
- Bab 34 Bawa Masuk
- Bab 35 Isi Hati
- Bab 36 Aku Sudah Memperkerjakan Pembantu Untukmu
- Bab 37 Shen Yang Berbeda
- Bab 38 Pembukuan?
- Bab 39 Kamu Hari Ini Cantik Sekali
- Bab 40 Makan Malam Keluarga Leng
- Bab 41 Serangan Balik
- Bab 42 Wanita Dengan Dua Watak
- Bab 43 Kami Akan Berusaha
- Bab 44 Secercah Harapan, Beratus Kali Lipat Usaha
- Bab 45 Menjadi Asistennya?
- Bab 46 Wanita Ini Tidak Gampang
- Bab 47 Rumor
- Bab 48 Bercanda Berlebihan
- Bab 49 Jaga Dirimu Dengan Baik (1)
- Bab 50 Jaga Dirimu Dengan Baik (2)
- Bab 51 Wanita Cantik, Marsha
- Bab 52 Pria Munafik
- Bab 53 Biarkan Aku Menemanimu Di Saat Sedih
- Bab 54 Wanita Pemberani
- Bab 55 Dengan Begini Apakah Kita Sudah Menjadi Teman?
- Bab 56 Aku Akan Melindungimu Mulai Dari Sekarang
- Bab 57 Bukankah Kamu Suka Seperti Ini?
- Bab 58 Bisakah Kamu Membawakanku Pakaian
- Bab 59 Tidak Peduli Apa Tujuanmu, Kamu Telah Berhasil
- Bab 60 Momen Yang Memalukan
- Bab 61 Tetap Terasa Dingin
- Bab 62 Apakah Dia Telah Pergi?
- Bab 63 Cemburu
- Bab 64 Lihat Saja Pulang Nanti
- Bab 65 Semakin Menarik Semakin Berbahaya
- Bab 66 Kekecewaan Dan Keputusasaan Datang Dari Harapan
- Bab 67 Tolong aku!
- Bab 68 Situasi Berbahaya
- Bab 69 Pegang Erat Tanganku
- Bab 70 Wanita Bertekad Dengan Pisau
- Bab 71 Tuhan Tahu Betapa Khawatirnya Dia
- Bab 72 Perubahan Mendadak
- Bab 73 Aku Dan Dia Pilih Salah Satu
- Bab 74 Jangan Bergerak!
- Bab 75 Melepaskanmu
- Bab 76 Kamu Tidak Pantas Menyukai Dia!
- Bab 77 Niat Licik
- Bab 79 Dia Sedang Sakit, Penyakit Yang Tidak Dapat Disembuhkan
- Bab 79 Laras, Tolong Menjaga Rahasia Ini
- Bab 80 Kondisi Penyakit Semakin Memburuk
- Bab 81 Perhatian Yang Tiba-Tiba
- Bab 82 Kehangatan
- Bab 83 Gaun Motif Bintang
- Bab 84 Sangat Cocok Denganmu
- Bab 85 Penghargaan Untukmu!
- Bab 86 Pikiran Ariana
- Bab 87 Lebih Perhatian Dari Dirinya Sendiri?
- Bab 88 Pusat Perhatian Semua Orang
- Bab 89 Tubuhmu Begitu Jujur?
- Bab 90 Beri Kesempatan?
- Bab 91 Mau Jadi Wanita Sejatiku?
- Bab 92 Wanita Yang Sedang Jatuh Cinta Memang Berbeda
- Bab 93 Hidup yang Didambakan
- Bab 94 Ngambek?
- Bab 95 Bagaimana Menghadapinya
- Bab 96 Tidak Ada Yang Lebih Mencintaimu Daripada Aku
- Bab 97 Merebut Wanita Orang Lain
- Bab 98 Harus Memperlakukannya Dengan Baik
- Bab 99 Pelecehan Seksual Dan Kekerasan
- Bab 100 Luka Hati
- Bab 101 Masalah Ini Tidak Begitu Sederhana
- Bab 102 Takut Akan Kepergiannya Yang Mendadak
- Bab 103 Kamu Suka Dia Kan?
- Bab 104 Aku Tidak Mau Bermain-Main Lagi
- Bab 105 Aku Jatuh Cinta Dengannya, Apakah Ada Yang Salah?
- Bab 106 Perjanjian Perceraian
- Bab 107 Ayo Kita Mulai Dari Awal Hubungan Kita?
- Bab 108 Selama Aku Ingin Kamu Milikku, Maka Kamu Hanya Bisa Jadi Milikku
- Bab 109 Kalau Merindukannya, Harusnya Pergi Langsung Menemuinya Tidak Peduli Seberapa Jauh Itu
- Bab 110 Aku Hanya Mencintai Satu Pria
- Bab 111 Gunung Es Ribuan Tahun Telah Meleleh?
- Bab 112 Romantis
- Bab 113 Sifa, Wanitaku
- Bab 114 Tidakkah Harus Memberiku Penghargaan?
- Bab 115 Takut Semua Ini Hanyalah Mimpi
- Bab 116 Penurunan Suhu Secara Tiba-tiba
- Bab 117 Mengibaskan Ekor
- Bab 118 Dia Tidak Bisa
- Bab 119 Mengapa Dia Melakukan Ini
- Bab 120 Cemburu
- Bab 121 Mengambil Inisiatif
- Bab 122 Perasaan Bukan Sesuatu Yang Dapat Dikendalikan
- Bab 123 Benar-Benar Menganggap Dirimu Sebagai Anak Dari Keluarga An
- Bab 124 Aku Tidak Akan Meremehkan Seseorang Sepertimu
- Bab 125 Memasuki Ranah Hiburan
- Bab 126 Status Sosial
- Bab 127 Sekolah Akting
- Bab 128 Cari Masalah?
- Bab 129 Kesempatan Membuktikan Diri
- Bab 130 Membentuk Tim Proyek
- Bab 131 Tidak Akan Melupakan Pelajaran
- Bab 132 Kura-kura Tua Akhirnya Berubah Cerdas
- Bab 133 Membuat Rencana Baru
- Bab 134 Mengambil Langkah Yang Tidak Biasa
- Bab 135 Bermain Dengan Api
- Bab 136 Apa Kamu Merindukan Aku ?
- Bab 137 Kebuntuan Investigasi
- Bab 138 Kekalahan
- Bab 139 Bisa Terpikirkan Aku, Itu Sudah Cukup
- Bab 140 Pertikaian Yang Jelas Sekali
- Bab 141 Tidak Kenal Akrab
- Bab 142 Kemunculan Yang Mengejutkan
- Bab 143 Kehangatan Sementara
- Bab 144 Krisis
- Bab 145 Menyelamatkan Korban
- Bab 146 Juna Lai
- Bab 147 Kamu Adalah Ayah Yang Baik
- Bab 148 Penyelidikan
- Bab 149 Kebenaran
- Bab 150 Keputusan Akhir
- Bab 151 Serangan Balik Yang Kuat
- Bab 152 Tertawalah Kalau Senang
- Bab 153 Bisakah Kamu Membantuku
- Bab 154 Apa Pun Yang Terjadi, Tolong Selamatkan Anakku
- Bab 155 Punya Hak Apa Kamu
- Bab 156 Jangan Mati Di Dalam Mobilku!
- Bab 157 Kabar Baik
- Bab 158 Kamu Tunggu Saja!
- Bab 159 Beritahu Aku Kalau Itu Bukan Sungguhan
- Bab 160 Pria Lain
- Bab 161 Kamu Coba Saja
- Bab 162 Perang Dingin
- Bab 163 Rasa Cemburu Yang Berlebihan
- Bab 164 Jangan Lupa Masalah Sebelumnya
- Bab 165 Sayang, Santai saja
- Bab 166 Kesempatan Yang Bisa Disembuhkan Dari Penyakit
- Bab 167 Selamat Ulang Tahun
- Bab 168 Rencana
- Bab 169 Rencana (2)
- Bab 170 Meskipun Tidak Percaya
- Bab 171 Aku Berharap Kamu Mati
- Bab 172 Badai Rumor
- Bab 173 Dia Yang Tidak Normal
- Bab 174 Perjanjian Perceraian
- Bab 175 Menginginkannya dengan Ganas
- Bab 176 Anakku ...
- Bab 178 Apakah Kondisi Ini Bisa Membaik?
- Bab 179 Gangguan Tanpa Henti
- Bab 180 Tidak Menghalangimu!
- Bab 181 Roda Berputar
- Bab 182 Apakah Kamu Orang Dunia Hiburan!
- Bab 183 Sadar Sepenuhnya
- Bab 184 Pergi
- Bab 185 Awalan Baru
- Bab 186 Masa Lalu Yang Tidak Bisa Dikenang
- Bab 187 Bangun
- Bab 188 Curhat
- Bab 189 Marsha Pergi
- Bab 190 Tindakan Kecil
- Bab 191 Terekspos
- Bab 192 Mencari Kesempatan
- Bab 193 Selalu Merindukannya
- Bab 194 Aku Ingin Dia Mati
- Bab 195 Sherly
- Bab 196 Pernah Mencintainya
- Bab 197 Menutup Pameran Lukisan
- Bab 198 Berangkat Ke Amerika Serikat
- Bab 199 Gerakan Janin
- Bab 200 Perhatian Hendi
- Bab 201 Sama Sekali Tidak Tahu Pameran Lukis Ditutup
- Bab 202 Diam-Diam Menyelidiki
- Bab 203 Menuju Apartemen
- Bab 204 Yuli Sakit Parah
- Bab 205 Menerima Pukulan
- Bab 206 Tidak Bisa Menghadapi Tekanan
- Bab 208 Tekanan Sifa
- Bab 208 Mendatangi
- Bab 209 Terpancing Emosi
- Bab 211 Kecemasan
- Bab 212 Kabar Mendadak
- Bab 213 Perasaan Bertentangan
- Bab 213 Penyebaran Sel Kanker
- Bab 214 Pertahanan Satu-Satunya
- Bab 215 Kedatangan Decky
- Bab 217 Tubuh Yang Lemah
- Bab 218 Kemarahan Yang Tidak Terkendali
- Bab 219 Diri Yang Tidak Berdaya
- Bab 219 Tubuh Lemah
- Bab 220 Memberi Tugas Secara Rahasia
- Bab 221 Menjaga Sepenuh Hati
- Bab 222 Menerima Pengobatan
- Bab 223 Mengatur Secara Rahasia
- Bab 224 Mengenang Masa Kecil
- Bab 225 Mendadak Pulang
- Bab 226 Bertemu Yuli
- Bab 227 Suasana yang Menekan
- Bab 228 Mengetahui Balas Dendam Dari Hendi
- Bab 229 Kerahasiaan Laras
- Bab 230 Kabar Baik Mendadak
- Bab 231 Yuli Akan Segera Bangun
- Bab 232 Ariana Memicu Keributan Besar
- Bab 233 Menjerat Tanpa Akhir
- Bab 234 Melihat Trik Licik Ariana
- Bab 235 Kabar Baik
- Bab 236 Insiden Ariana
- Bab 237 Yuli Bangun
- Bab 238 Mendapatkan Tanggapan
- Bab 239 Minta Enam Milyar
- Bab 240 Sudah Boleh Pulang
- Bab 241 Terus Berpikir
- Bab 242 Kembali Normal
- Bab 243 Panggilan Telepon Dari Ibu Leng
- Bab 244 Ketenangan Yang Akan Segera Hancur
- Bab 245 Tidak Ingin Membebani Hendi
- Bab 246 Kabar Baik Yang Tiba-Tiba Datang
- Bab 247 Dipaksa Kembali
- Bab 248 Diantar Lagi Ke Gerbang Pintu Rumah Keluarga Leng
- Bab 249 Hendi Mencari Dengan Sangat Panik
- Bab 250 Menanyakan Dan Menyalahkan
- Bab 251 Mendapat Saham
- Bab 252 Bertengkar
- Bab 253 Mengingat Masa Lalu
- Bab 254 Kekecewaan Tidak Berujung
- Bab 255 Menyewa Rumah Di Luar
- Bab 256 Bertemu Dengan Laras
- Bab 257 Hendi Kembali
- Bab 258 Tragedi
- Bab 259 Mengubah Pemikiran
- Bab 260 Pertemuan Yang Canggung
- Bab 262 Benar-Benar Kehilangan Harapan
- Bab 262 Sengketa Di Ruang Tamu
- Bab 264 Jatuh
- Bab 265 Mencoba Membuat Tuduhan Palsu
- Bab 266 Pertengkaran Antar Teman Baik
- Bab 267 Pikiran Yang Jahat
- Bab 268 Dia Sedang Berbohong
- Bab 269 Melakukan Kepalsuan
- Bab 270 Damai
- Bab 271 Tes DNA
- Bab 272 Ayo Bicarakan Ini Denganku
- Bab 273 Penghinaan
- Bab 274 Dilema
- Bab 275 Dilema
- 276 Menolak Cek
- 277 Berkomunikasi dengan Kakek
- BAB 278 Kecewa
- 279 Dalam Suasana Hati yang Buruk
- Bab 280 Bertemu Hendi Di Bar
- Bab 281 Main Tangan
- Bab 282 Kembali Ke Rumah Keluarga Leng
- Bab 283 Punya Pemikiran Masing-masing
- Bab 284 Diperingatkan
- Bab 285 Tidak Boleh Mengalah
- Bab 286 Dikalahkan
- Bab 287 Tidak Puas
- Bab 288 Kekhawatiran
- Bab 289 Diskusi Tak Berhasil
- Bab 290 Rapat di Ruang Kerja
- Bab 291 Tiga Persyaratan
- Bab 292 Mengikat
- Bab 293 Pembagian Warisan
- Bab 294 Mengobrol Secara Terbuka