Cintaku Pada Presdir - Bab 201 : Yang Penting Kamu Tidak Merasa Malu
Jempolnya mengelus kuat pada permukaan gelas, reaksinya sedikit depresi, sejenis rasa putus asa karena menyadari kalau dirinya tidak berdaya dalam suatu hal.
Aku menunduk kepala dan lanjut makan, bagaikan tidak menyadari kejanggalannya.
“Dengarnya rancangan proyek kamu dan Shen Yanting sudah selesai ya, ada bermaksud untuk membuat proyek baru ?” Dia tiba-tiba bertanya.
Aku tidak mengerti maksud pertanyaannya.
Apakah dia hanya sengaja mencari topik pembicaraan? Atau hanya sekedar menginginkan rancanganku.
Aku memuntahkan duri ikan dan menjawab dengan nada dingin :”Ini juga urusan pekerjaan, kamu sudah pernah setuju kalau kamu tidak akan ikut campur.”
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka, pelayan masuk dengan membawa sup tulang.
Aku melirik sekilas dan berkata kepada Cheng Jinshi :”Minum sup !”
Topik satu-satunya telah berakhir, dia juga tidak berkata apapun lagi, sehingga hanya menuangkan dua porsi sup tulang dan memberikan salah satunya kepadaku.
Acara makan pada malam ini rasanya sedikit tertekan.
Setelah selesai akan, dia mengendarai mobilnya ke arah rumahku untuk terlebih dahulu, aku tidak ingin dia melihat kekacauan di dalam rumah, sehingga menyuruh dirinya menanti di dalam mobilnya saja, sedangkan aku sendiri masuk untuk menjemput anak-anak.
Setelah masuk ke rumah, orang yang diperintahkan Cheng Jinshi untuk menyiapkan barang juga sudah membereskan baju di rumah.
Ning Zhenfeng menatapku dengan tatapan berperang, “Ini kenapa pula ?”
“Aku mau kembali ke keluarga Cheng.”
Aku berkata jujur kepadanya.
Ning Zhenfeng menarikku ke kamarnya untuk menghindari pengawal dan pembantu di luar, setelah itu bertanya, “Kamu sudah pikir baik-baik ?”
Aku mengangguk, “Sudah, aku tidak ingin dikendalikan oleh Qin Yuming lagi.”
Aku mengeluh nafas, matanya sedikit memerah, “Kalau begitu, seandainya kamu ada keperluan apa, kamu harus kasih tahu ayah, meskipun harus mengorbankan nyawaku juga, aku tidak akan membiarkan keluarga Cheng menyakitimu lagi.”
Ujung hidungku terasa sedikit pedih, aku sedikit mengangkat kepala dan mengedipkan mataku, agar dapat menghilangkan air yang bergenang di dalam mataku, setelah itu tersenyum dan berkata :”Baik, aku mengerti.”
Tidak peduli apa yang telah dia lakukan pada dulunya, namun saat ini aku benar-benar sangat terharu.
Aku berjalan keluar dan menyerahkan Anan kepada seorang bibi, lalu beranjak keluar dengan membawa Beibei.
Mobil berkendara masuk ke dalam halaman rumah tua keluarga Cheng, aku mendorong pintu mobil dan beranjak keluar, setelah menegapkan tubuh, aku menginjak masuk ke dalam rumah tua ini bersama Cheng Jinshi.
Aku tidak tahu apa yang akan terjadi, namun kali ini, aku tidak bakal lemah seperti dulunya lagi.
Waktu saat ini hanya jam sembilan malam, lampu di dalam rumah tua masih menyala, bukan hanya Lin Zhi saja yang berada di rumah, saat ini Cheng Yang juga ada.
Dan juga Qin Yuming.
Aku tidak merasa kaget setelah melihat keberadaannya, bagaimanapun wanita ini sudah mencapai tingkat tertinggi dalam batasan tidak tahu malu.
Namun mereka bertiga malahan sangat kaget ketika melihat keberadaanku, reaksi wajahnya berubah drastis.
Lin Zhi mulai membentak dengan kuat, “Buat apa kamu ke rumah kami?! Keluar sekarang !”
Aku tertawa dengan gaya tidak peduli, lalu berkata dengan nada lembut, “Ibu, ini rumahku, menurut ibu buat apa aku ke sini ?”
“Ini ibuku, tidak ada hubungan denganmu, kamu jangan tidak tahu malu! Kami keluarga Cheng tidak bakal menyambut kamu.” Cheng Yang membalikkan bola matanya dan berkata.
Air mata Qin Yuming sudah berlinang-linang di dalam mata, dia membuka bibirnya, namun tetap saja tidak dapat melontarkan apapun, seolah-olah sangat kasihan.
Orang yang tidak tahu mungkin saja akan mengira kalau dirinya adalah istri Cheng Jinshi, sedangkan aku hanya wanita simpanan di luar.
Aku berjalan menghampirinya dan berkata dengan penuh senyuman, “Nona Qin, kamu ke rumahku untuk menemani ibu mertuaku ya? Kamu membawa mobil ke sini ya? Seandainya tidak ada, nanti aku suruh supirnya mengantarmu saja, bahaya sekali kalau kamu pulang sendirian di malam yang gelap ini.”
Kalimat tersebut lumayan persis dengan cara kerja Qin Yuming pada sebelumnya.
Meskipun dengarnya tidak berniat buruk, namun cukup untuk mempermalukan orang lain.
Sebelumnya aku dipermalukan dirinya.
Namun pada saat ini, giliran Qin Yuming yang dipermalukan aku.
“Xiao Xi, aku, aku.”
Wajah Qin Yuming memerah dalam seketika dan sangat malu, namun di hadapan keramaian ini, dia tidak berani menantangku seperti pada pagi hari.
Bagaimanapun dia harus mempertahankan citra lemah lembut kepada semua orang.
Namun ketika tidak ada yang memperhatikannya, dia melototku dengan tatapan kejam.
Cheng Yang langsung mendorong tubuhku untuk membela Qin Yuming, “Ini rumahku, berdasarkan apa kamu langsung mengusir orang ?! Kakak iparku waktu dekat ini tidak ada tempat tinggal, aku sengaja menyuruh dia tinggal di rumah kami, ada masalah ya? Malahan kamu, masih tidak mau pergi ya ?”
“Cheng Yang, kamu terus menyebut seorang wanita simpanan dengan sebutan kakak ipar, aku tidak ada masalah, yang penting kamu tidak merasa malu.”
Aku menatapnya dengan tatapan datar, “Tetapi kamu harus tahu, ini rumah tua keluarga Cheng, sedangkan aku adalah istrinya Cheng Jinshi, dibandingkan dengan kakak ipar yang kamu sebut barusan, aku lebih pantas tinggal di sini.”
Lin Zhi dan Cheng Yang menoleh ke arahku dengan tatapan kaget, lalu berkata dengan nada amarah, “Apa maksudmu? !”
Aku mengabaikan mereka dan menatap Qin Yuming yang sangat emosi, lalu memperlihatkan sebuah senyuman dan berkata, “Sejak hari ini, aku akan tinggal di sini.”
Kalimat yang singkat ini bagaikan petir yang menyambar kuat.
Reaksi wajah mereka bertiga meledak seketika, Cheng Yang menyerbu ke arahku untuk terlebih dahulu, dia mendorong tubuhku dengan kuat dan membentak : “Kamu pergi juga sekarang, kami keluarga Cheng tidak akan menyambut wanita jalang sepertimu !”
Lin Zhi menatapku dengan tatapan ingin menerkam, pada saat dia ingin mengatakan sesuatu, Cheng Jinshi langsung menangkap tangan Cheng Yang dan menyeretnya, setelah itu berkata dengan nada dingin, “Yang Yang, waktu sudah malam, aku suruh supir mengantarmu ke apartemen.”
Selama ini Cheng Yang selalu tinggal di apartemen sendiri, kadang kalanya akan pulang ke rumah tua dan menginap satu atau dua hari.
Namun pada hari ini, jelasnya dia ingin menginap di tempat ini.
Setelah mendengar kata-kata Cheng Jinshi, dia sangat emosi dan memaki, “Abang! Aku adikmu, kamu mau mengusirku hanya demi orang luar ini? !”
Cheng Jinshi melirik ke arahku, lalu berkata kepada Cheng Yang :”Ningxi adalah istriku, bukan orang luar yang kamu katakan, ke depannya kamu tidak boleh bertingkah tidak sopan kepadanya.”
“Kuang ----“
Cheng Yang mengambil sebuah gelas dari meja dan melempar ke lantai, dia tidak dapat melontarkan apapun karena terlanjur emosi, setelah itu berlari keluar sambil menangis.
Lin Zhi sangat khawatir dengan keadaannya, sehingga menyuruh pembantu di rumah untuk memperhatikannya.
Setelah itu dia melototku dengan tatapan amarah, “Sejak kamu pulang ke rumah, rumah ini langsung kacau balau, sekarang kamu sudah puas? !”
“Seandainya bisa, aku lebih mengharapkan ketenangan daripada siapapun, tetapi apakah kalian mau melepaskan aku ?”
Aku tersenyum sekilas, setelah selesai bicara, aku langsung menyuruh bibi memeluk anak-anak ke lantai atas.
Aku berjalan ke lantai dua dan mendorong pintu semua kamar, seolah-olah sedang belanja dan memilih produk.
Lin Zhi mengejar aku dan bertanya dengan nada dingin, “Kamu mau buat apa ?”
Aku menoleh ke arah pintu kamar yang aku buka pada barusan, di dalam kamar tersebut ada wangi parfum yang menebar, aku memperhatikan penataan kamar tersebut, lalu mengangguk dengan penuh renungan, “Ini saja, penataan kamar sangat bagus, kalau sedikit renovasi lagi, bisa dijadikan sebagai kamar bermain untuk Anan dan Beibei.”
Aku sengaja memperkuat nada bicaraku, ketika mendengar kata-kataku, Qin Yuming langsung berlari menghampiri, dia hampir saja tidak dapat mengendalikan reaksi emosi di wajahnya, “Ini kamarku, atau kamu coba saja pilih yang lain.”
Aku tetap saja mempertahankan senyuman di wajahku, lalu berkata dengan perlahan-lahan, “Kalau tidak salah, kamar ini bukan kamar untuk tamu. Nona Qin sebagai tamu, bukannya tidak terlalu cocok ya kalau tinggal di kamar ini ?”
Aku jeda sejenak, lalu tersenyum dan berkata, “Pasti pembantu baru yang salah mengatur, lain kali harus lebih hati-hati lagi, tuan rumah dan tamu, mana boleh disamakan.”
Novel Terkait
Cintaku Pada Presdir×
- Bab 1 Keributan Dalam Pesta Pernikahan
- Bab 2 Pertemuan Mendadak
- Bab 3 Identitas Yang Cukup Mengejutkan
- Bab 4 Kamu Telah Melewati Batas
- Bab 5 Ingin Melahirkan Anak
- Bab 6 Anak Mereka
- Bab 7 Akulah Orang Luar
- Bab 8 Bercerailah
- Bab 9 Pelampiasan dari Efek Alkohol
- Bab 10 Rahasia Song Jiamin
- Bab 11 Keributan Makan Malam
- Bab 12 Rusaknya Rem Mobil
- Bab 13 Apakah Kalian Pernah Melakukannya
- Bab 14 Pemberitahuan Berbahaya
- Bab 15 Aku Hamil
- Bab 16 Perceraian
- Bab 17 Aborsi
- Bab 18 Waktu Mengubah Semuanya
- Bab 19 Percintaan Mereka Yang Dalam Dan Kental
- Bab 20 Tamparan Balasan
- Bab 21 Uang Ini Cukup?
- Bab 22 Jinshi, Apakah kamu Percaya
- Bab 23 Jangan Jadikan Aku Pengganti
- Bab 24 Sengaja Ditabrak
- Bab 25 Menutupi Kemaluan Dengan Kemarahan
- Bab 26 Hubungan Apa Dengan Dia
- Bab 27 Terpergok Berzinah
- Bab 28 Ancaman
- Bab 29 Diam-Diam Mengangkat Teleponku
- Bab 30 Kehilangan Anakku
- Bab 31 Kamu Berencana Menukarnya dengan Apa
- Bab 32 Fakta Tentang Kematian Ibu
- Bab 33 Selingkuhan atau Kekasih?
- Bab 34 Mendapatkan Bukti
- Bab 35 Mati Di Tempat
- Bab 36 Dia Telah Kembali
- Bab 37 Temani Aku Tidur
- Bab 38 Hanya Kamu yang Menginginkanku
- Bab 39 Dia Tidak Boleh Berhasil
- Bab 40 Mendapatkan Kemalangan
- Bab 41 Pelacur Sok Suci
- Bab 42 Pemimpin Baru Proyek
- Bab 43 Pasangan Serasi
- Bab 44 Wanita Terbuang
- Bab 45 Tidak Mengizinkan
- Bab 46 Tidak Bisa Menyaingi
- Bab 47 Mengancam
- Bab 48 Mimpi Buruk Yang Tak Bisa Disingkirkan
- Bab 49 Merindukanmu
- Bab 50 Kakekku Pingsan
- Bab 51 Kakaknya Song Jiamin
- Bab 52 Rela Menunggu
- Bab 53 Merendahkan Dirinya Sendiri
- Bab 54 Dia Bukannya Tidak Pernah Menipu Aku
- Bab 55 Kenapa Bisa Begitu Kejam
- Bab 56 Cepat Atau Lambat Akan Menjadi Keluarga
- Bab 57 Ancaman Dari Ning Zhenfeng
- Bab 58 Kehidupan Dan Kematianmu.
- Bab 59 Kapan Kamu Bisa Mempercayaiku Sekali?
- Bab 60 Marah dan Sakit Hati
- Bab 61 Lelucon Ini Tidak Lucu
- Bab 62 Terserah Kamu Percaya Atau Tidak
- Bab 63 Siapapun Jangan Ada Yang Berharap Bisa Hidup Dengan Tenang
- Bab 64 Cheng Jin Shi, Aku Membencimu
- Bab 65 Mari Kita Bicara
- Bab 66 Meninggalkan Kota Nan
- Bab 67 Kakak Sepupumu Di Ranjangku
- Bab 68 Duri Dalam hati
- Bab 69 Siapa Yang Kamu Pilih
- Bab 70 Bukti Meyakinkan
- Bab 71 Aku Percaya Padamu
- Bab 72 Kita Masih Bisa Punya Anak
- Bab 73 Selangkah Menuju Kebenaran
- Bab 74 Pembunuhnya Adalah Dia
- Bab 75 Berbalik Memfitnahku
- Bab 76 Zhou Ziyun Menyelamatkanku
- Bab 77 Dia Dari Awal Sudah Membenciku
- Bab 78 Aku Benar Tidak Menyentuhmu
- Bab 79 Emosi
- Bab 80 Tuduhan Kejahatan Ini Sekalian Dihitung
- Bab 81 Apakah Semua Kebaikanmu Itu Palsu
- Bab 82 Salahkan Dirinya Sendiri
- Bab 83 Ning Xi Kamu Tidak Akan Bisa Melarikan Diri
- Bab 84 Memberikan Segala Yang Kamu Suka
- Bab 85 Berakhir Hari Ini
- Bab 86 Aku yang Membocorkan Desain
- Bab 87 Aku Bisa Memperbaiki Kesalahanku
- Bab 88 Kamu Sudah Dipecat
- Bab 89 Anakmu Segera Mempunyai Ibu Tiri
- Bab 90 Tuan Zhou Baik Pada Pacarnya
- Bab 91 Kembalikan Kunci Itu Kepadaku
- Bab 92 Orang Yang Ingin Aku Nikahi Hanya Kamu
- Bab 93 Buktikan Dulu Kepadaku
- Bab 94 Hari Ching Ming
- Bab 95 Pemilik Sebenarnya Adalah Cheng Jinshi
- Bab 96 Menyimpan Selingkuhan
- Bab 97 Dua garis
- Bab 98 Benar, Tetapi Tidak Ada Hubungannya Denganmu
- Bab 99 Juga Memberimu Kesempatan
- Bab 100 Ingin Menjadi Ayah Anak Orang Lain
- Bab 101 Identitas Tuan Fu
- Bab 102 Waspada Terhadap Nyonya
- Bab 103 Apa Hubunganmu Dengan Lin Zhi?
- Bab 104 Melihat Orang Lain Melalui Diriku.
- Bab 105 Aku Ingin Menikah Denganmu, Maukah Kamu Menikah Denganku ?
- Bab 106 Mana Mungkin Ada Jika
- Bab 107 Karena Uang
- Bab 108 Diduga Membunuh Kakek
- Bab 109 Bantuan Dalam Investigasi
- Bab 110 Ayo, Kita Pulang Rumah
- Bab 111 Benarkah Bisa Memulai Dari Awal
- Bab 112 Coba Saja !
- Bab 113 Satu Orang Bersedia Untuk Mencintai Dan Satu Orang Lainnya Rela Untuk Dicintai
- Bab 114 Pelanggan Jinshi
- Bab 115 Jam Tujuh, Aku Menunggumu
- Bab 116 Dia Sangat Cocok Denganmu, Dan Aku Juga Sangat Menyukainya
- Bab 117 Satunya Sedang Ribut, Satunya Sedang Tertawa
- Bab 118 Kamu Harus Keluar Dengan Selamat
- Bab 119 Sekali Berani Membuka Mulut, Maka Sudah Tidak Ada Jalan Kembali
- Bab 120 Sebagai Balasan
- Bab 121 Semakin Panik, Semakin Bingung
- Bab 122 Aku Bukan Orang Yang Ada Di Hatinya
- Bab 123 Kamu Jangan Berpikir Mau Mengambil
- Bab 124 kamu Tidak Perlu Mengkhayal Aku Sebagai Musuh Cintamu
- Bab 125 Di Dunia Ini Ternyata Ada Ayah Seperti Dirimu
- Bab 126 Satu Keluarga yang Tidak Waras!
- Bab 127 Kamu Ingin melepaskan Proyek Ini?
- Bab 128 Jika Aku Adalah Kamu, Aku Lebih Baik Pergi Mati Saja.
- Bab 129 Apakah Kamu Hamil?
- Bab 130 Menggugurkan Anak
- Bab 131 Dia Memeluk Seorang Anak
- Bab 132 Menikah Kembali Adalah Pertunjukkan Tunggalku
- Bab 133 Meskipun Lautan Api, Aku Juga Harus Pergi
- Bab 134 Suamimu Tampan Sekali
- Bab 135 Semua Pesan Anonim Dikirim Olehnya
- Bab 136 Sesuatu Terjadi Pada Zhou Ziyun
- Bab 137 Kembali Ke Keluarga Cheng
- Bab 138 Ibu Akan Membawamu Pulang
- Bab 139 Pulanglah Denganku?
- Bab 140 Mencintaimu? Jangan Bermimpi!
- Bab 141 Pernikahan Kontrak
- Bab 142 Berdasarkan Apa Aku Menarik Tuntutan
- Bab 143 Dihukum Mati
- Bab 144 Kamu Benar-Benar Harus Berterima Kasih Kepada Kakak Yu Min
- Bab 145 Apakah Kamu Sudah Selesai Memarahi Aku?
- Bab 146 Apakah Begitu Memalukan
- Bab 147 Tidak Mengerti Apa Yang Sedang Dia Pikirkan
- Bab 148 Sudah Merepotkanmu Mengantar Suamiku Pulang
- Bab 149 Bertemu Shen Yanting Untuk Pertama Kalinya
- Bab 150 Aku Adalah Suamimu!
- Bab 151 Semakin Dijelaskan, Semakin Ditutupi Semakin Terkuak
- Bab 152 Memang Berbeda Seperti Bumi Dan Langit
- Bab 153 Kelinci Kalau Marah Juga Bisa Gigit Orang
- Bab 154 Apa Khawatir Dia Cemburu?
- Bab 155 Tetap Saja Disapu Keluar
- Bab ke-156 Setidaknya hati ini tidak resah jika tidak melihatnya
- Bab ke-157 Menjual Seumur Hidupku Lagi Untukmu?
- Bab ke-158 Seumur hidup ini kamu tidak akan bisa kabur kemanapun
- Bab 159 Apakah kamu tidak merasa dia mirip seseorang
- Bab 160 Ingin Menggantikan Orang Kesayanganmu Untuk Kecewa?
- Bab 161 Ya, Ini Adalah Rumah Kalian
- Bab 162 Cheng Jinshi, Sampai Jumpa di Biro Urusan Sipil
- Bab 163 Aku Sengaja Membawa Pergi!
- Bab 164 Ketakutan Akibat Dugaan yang Salah
- Bab 165 Sama Sekali Tidak Ada Hubungannya dengan Aku
- Bab 166 Aku sama sekali tidak percaya
- Bab 167 Aku Lihat Siapa Yang Berani
- Bab 168 Menggoda Pria Mana Pun
- Bab 169 Tante, itu karena dia pantas ditampar
- Bab 170 Tidak Ingin Berjalan Di Atas Es Tipis Lagi
- Bab 171 Ini Adalah Calon Istriku
- Bab 172 Kamu Juga Harus Bahagia
- Bab 173 Kita Bukanlah Orang Yang Sama
- Bab 174 Semua Sudah Berubah Menjadi Lelucon
- Bab 175 Ancaman Dirinya
- Bab 176 Aku Tidak Tertarik
- Bab 177 Aku Hanya Sekedar Ingin Membantumu
- Bab 178 Sekarang Aku Memberikan Kesempatan Padamu
- Bab 179 Aku Sangat Menyukai Dirimu yang Begitu Munafik
- Bab 180 Sangat Mengejutkan
- Bab 181 Mungkin Akan Meninggal
- Bab 182 Apakah Kamu Sudah Puas Sekarang?
- Bab 183 Lemah Dengan Perlakuan Lembut
- Bab 184 Haruskah Kamu Mengucapkan Kata-Kata Dengan Duri?
- Bab 185 Tidak Layak Untuk Menerimanya
- Bab 186 Petunjuk
- Bab 187 Dia Lebih Buruk Dari Wanita Jalang
- Bab 188 Harapan yang Dikancingkan Padaku
- Bab 189 Memberi Kompenassi 100 Miliar
- Bab 190 Kamu Harus Ingat Siapa Dirimu!
- Bab 191 Protagonis Dalam Cerita Itu Adalah Aku
- Bab 192 Apakah Kamu Sudah Cukup Dengan Permainanmu?
- Bab 193 Dia Mencabut Gugatan, Kita Mengajukan Gugatan
- Bab 194 Menjauhlah Dari Tunanganku!
- Bab 195 Aku Telah Diikuti Oleh Seseorang Selama 24 Jam
- Bab 196 Aku Pasti Tidak Akan Melepaskanmu!
- Bab 197 Tanda Tangani Itu, Aku Baru Biarkan Kamu Pergi
- Bab 198 Sangat Marah
- Bab 199 Melihat Sedikit Harapan Kemenangan
- Bab 200 Sedangkan Aku, Juga Tidak Ingin Menyesuaikan Kamu Lagi
- Bab 201 : Yang Penting Kamu Tidak Merasa Malu
- Bab 202 Menurutku Dia Seperti Nenek Moyang!
- Bab 203 Cepat Atau Lambat Akan Membuatmu Kehilangan Segalanya
- Bab 204 Tetapi Aku Memiliki Satu Syarat
- Bab 205 Seperti Mimpi Yang Langsung Menghilang Dalam Sekejap
- Bab 206 Sungguh Bagus Sekali Rencana Kalian
- Bab 207 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 208 Mungkin Berakibat Fatal
- Bab 209 Kamu Pergi Mati Saja
- Bab 210 Aku Kira Kamu Tidak Akan Datang
- Bab 211: Makan Bersama Ini, Tidaklah Sesederhana Itu
- Bab 212: Aku Merasa Darahku Menjadi Dingin
- Bab 213: Tidak Ada Jalan Yang Bisa Ditempuh Lagi
- Bab 214: Berbisnis Seperti Di Medan Perang
- Bab 215 Aku Mengatakan Suruh Kamu Pergi
- Bab 216: Apakah Ada Masalah Yang Kamu Sembunyikan Dariku
- Bab 217 Aku Tidak Bisa Membiarkan Apa Yang Dia Inginkan Terjadi
- Bab 218 Dalam Satu Detik Menampar Wajah
- Bab 219 Sayang, Selamat Ulang Tahun
- Bab 220 Maaf Aku Terlambat Pulang
- Bab 221 Aku Tidak Perlu Kamu Bekerja Terlalu Keras
- Bab 222 Tangan Memanas
- Bab 223 : Mungkinkah Kamu Yang Melakukannya
- Bab 224 : Karena Ada orang Melakukan Terlalu Banyak Hal Buruk
- Bab 225 Membayar Dengan Harga Yang Menyakitkan
- Bab 226 Membuatku Tidak Bisa Lari Kemanapun
- Bab 227 Semuanya Tidak Benar
- Bab 228 Percayakah Kamu?
- Bab 229 Apakah Kamu Tidak Punya Hati?
- Bab 230 Siapakah Orang Itu
- Bab 231 Apakah Kamu Tidak Merasa Dirimu Munafik?
- Bab 232 Pasti Ada Yang Salah
- Bab 233 Serigala Di Depan, Harimau Di Belakang
- Bab 234 Percobaan
- Bab 235 Permintaan Maaf Hanya Alasan Saja
- Bab 236 Pertentangan Ini Tidak Baik Bagi Semua Orang
- Bab 237 Jangan Kamu Berharap Ada Lain Kali
- Bab 238 Apakah Kamu Bisa Menukar Pria Yang Kamu Sukai
- Bab 239 Memiliki Hubungan
- Bab 240 Akankah Kamu Bersama Dengannya?
- Bab 241 Semuanya Terlalu Dramatis
- Bab 242 Sekarang, Sudah Tidak Penting
- Bab 243 Kalau Aku Menginginkannya
- Bab 244 Bagaimana Aku Bisa Tenang
- Bab 245 Semakin Ditakutkan Semakin Menjadi Kenyataan
- Bab 246 Dia Keguguran
- Bab 247 Bagaimana Jika Aku Menikah Dengannya?
- Bab 248 Kembali Untuk Memberikanmu Sebuah Hadiah
- Bab 249: Membalikkan Semua Argumen
- Bab 250: Aku Adalah Jimat Perlindunganmu
- Bab 251 Tidak Baik Jika Dilihat Oleh Pacarmu