Cintaku Pada Presdir - Bab 93 Buktikan Dulu Kepadaku
Aku merasa sedikit gugup, membuka pintu, saat melihat pria yang diluar pintu, aku sangat kaget.
Berbeda sekali dengan yang ku imajinasi kan.
Aku berpikir bahwa, teman Profesor Fang, mungkin seumuran dengan dia.
Ternyata, pria yang di hadapanku, mengenakan pakaian kasual, dan memakai kacamata, tampaknya berusia sekitar tiga puluh tahun.
Dia melirikku, bertanya dengan dingin, “ Murid Profesor Fang ? “
Aku langsung bereaksi, menggangguk kepala, kemudian mengulurkan telapak tangan, “ Iya. Hallo, namaku Ningxi. “
Dia menghiraukan gerakanku, setelah melepaskan sepatu, langsung melewatiku.
Dengan canggung aku menarik tanganku, dan ibu Fang memanggil kita untuk makan.
Di atas meja makan, dia duduk di hadapanku, wajahnya tidak ada ekspresi sama sekali.
“ Ningxi, ini adalah Guru yang ingin aku perkenalkan kepada kamu, Fu Songhe. “
Setelah Profesor Fang memperkenalkan, aku tersenyum, awalnya aku ingin mengatakan sesuatu, tetapi setelah melihat ekspresi Fu Songhe, aku merasa segan.
Ekspresi dia masih terlihat datar, bernyata kepada Profesor Fang, “ Ini adalah murid yang kamu ingin aku menerima dia ? “
Terdengar sedikit mencemooh.
Profesor Fang mengambilkan dia daging, membela aku dan berkata : “ Kamu jangan meremehkan Ningxi, apabila bukan karena kondisi tubuhku yang tidak mendukung, tidak bisa mengajarinya secara pribadi, aku tidak rela memperkenalkan dia kepada kamu, Kamu masih tidak menerima ?"
Alis Fu Songhe sama sekali tidak bergerak, dia melahap makanan dengan perlahan-lahan, tidak berbicara.
Sebaliknya, Profesor Fang tersenyum, menganggap bahwa dia setuju, “ jika kamu setuju, maka aku bisa lega. “
Sehabis makan, Profesor Fang mengajak dia untuk bermain catur.
Hingga pukul dua siang, Fu Songhe berdiri dan pamit, Profesor Fang ingin aku mengantar dia.
Aku dengan muka tebal mengikuti Fu Songhe turun ke bawah, saat sampai di tempat parkir, tiba-tiba dia menghentikan langkah, “ Namamu Ningxi ? menghormati Profesor Fang, jadi tadi aku tidak mengatakan apapun. Aku paling benci orang seperti kamu, berhenti di tengah jalan terhadap desain. Setau aku, karena kamu sedang menghadapi jalan buntu, dan kamu memilih untuk kembali ke jalur desain, benarkah ? “
Aku tertegun.
Walaupun apa yang dia katakan tidak semuanya salah, tetapi sepertinya dia mengetahui sesuatu.
Dia melihat reaksiku, tertawa sinis, kemudian berkata : “ Sayang sekali, desain bukan sampah, jika kamu bisa mendapatkan kembali dengan mudah. Jikapun kali ini kamu bisa mendapatkannya kembali, nanti kamu akan membuangnya ? “
Dia berkata dengan langsung, langsung menusuk ke hatiku, kata-kata dia kepadaku penuh dengan menyepelekan.
Aku tidak mengetahui identitasnya, tetapi yang jelas, Profesor Fang sangat memandang dia.
Aku mendongak dan melihat dia, berkata dengan tegas : “ Aku tidak pernah menganggap desain adalah sampah, aku sangat menghormati desain, aku ingin menjalani profesi desain ini dengan baik, berikan aku satu kali kesempatan, aku akan membuktikan apa yang telah aku katakan.”
Ekpresinya tidak berubah sama sekali, mengangkat tangan dan mengetuk jendela sisi kanan mobil, jendela mobil turun dengan cepat, dia berkata kepada orang yang duduk di kursi pengemudi : “ Berikan aku aturan perlombaan. “
Orang yang duduk di kursi pengemudi memberikan dia sebuah dokumen.
“ buktikan dulu kepadaku, apabila kamu masuk sepuluh besar, aku akan memberikan kamu satu kali kesempatan. “
Dia mengambil, langsung meletakkan di tanganku, membuka pintu mobil, kemudian mobil mewah tersebut pergi.
Aku melihat dokumen yang di tanganku, merasa sangat tertekan.
Ternyata Fu Songhe mempunyai studio sendiri, sedang merekrut desainer, tetapi untuk tetap menjaga kualitas, dia memutuskan menggunakan kompetisi untuk memilih orang.
Berdasarkan peraturan, setiap perserta yang mendatfar, wajib mengumpulkan draft desain perhiasan, dan konsep desain sebelum batas waktu.
Perlombahan itu telah dimulai beberapa hari, dan waktu aku hanya tersisa sepuluh hari.
Setelah pulang ke rumah, aku langsung mencari informasi tentang studio Fu Can Ran di internet, ingin mengetahui bahwa ada berapa orang yang mengikuti perlombaan ini.
Hasilnya adalah, aku tidak mendapatkan informasi apapun.
Di dalam hatiku merasa semakin suram.
Beberapa hari kemudian, aku berada di rumah dengan sepenuh hati mempersiapkan draft desain, berkali-kali gagal, risau bercampur cemas.
Bukan hanya karena, ingin mendapatkan kesempatan dari Fu Can Ran.
Tetapi karena, aku ingin membuktikan kepada dia, bahwa aku sangat serius terhadap desain.
Xueke pernah menelponku sekali, mengajak aku keluar, tetapi aku langsung menolaknya, berjanji akan menemani dia setelah mengumpulkan draft.
Setalah berhari-hari aku mengerjakan, akhirnya aku mendesain sebuah gelang yang berlapis dengan bintang-bintang.
Tetapi, bagaimanapun kelihatannya, masih belum merasa puas.
Dan menghabiskan dua hari lagi untuk menyempurnakan detail-detailnya, mengerjar deadlinenya, mengirim draft desain ke email yang ditentukan pada aturan perlombaan.
Setelah menyelesaikan semua ini, akhirnya aku bisa tidur dengan pulas, hingga siang hari berikutnya, Xueke menekan bel rumahku, dan aku terbangun.
Dia menenteng sebuah kantong masuk kedalam, dan meletakkan semua makan di atas meja, “ Aku tahu kamu pasti belum makan, jadi aku membawa makanan dari restoran kesukaanmu. “
Aku tertawa, kemudian pergi makan setelah menyikat gigi dan cuci muka.
“ Mengapa pamanku memecat kamu, kamu tidak memberitahukan aku ? kamu dirugikan, kenapa diam saja, apabila bukan karena beberapa hari yang lalu aku pulang ke rumah untuk makan malam, dan mendengarkan hal ini, kamu berencana tidak memberitahuku ? “
Aku baru saja duduk, Xueke, karena aku dipecat oleh ayah Zhou Ziyun, membela aku.
Aku minum segelas air, tertawa, “ Bukannya aku tidak ingin memberitahu kamu, aku hanya tidak ingin kamu mengkhawatir, lagipula, aku tidak merasa dirugikan. “
Aku merasa benar-benar dirugikan, karena Su Shanshan.
Informasi-informasi yang Bai Yiyi berikan, suatu hari nanti aku pasti akan memberitahukan kepada semua orang.
dia mengambil kue osmanthu, kemudian makan, dan bertanya : “ Bagaimana dengan kompetisi desain perhiasaanmu ?”
“ Semalam mengumpulkan draft desain, sekarang masih belum tahu kabarnya. “
Aku tidak memiliki kontak pribadi Fu Songhe, semuanya jalan sesuai dengan prosedur perlombaan.
“ Baiklah, apabila bukan karena pamanku memecatmu, kamu juga tidak akan tiba-tiba menjadi pengangguran. “
Awalnya dia masih lesu, berbicara dan berbicara, tidak tau teringat apa, mata-nya tiba-tiba mencarkan cahaya, “ Apabila kamu tidak lulus dalam kompetisi ini, kamu kerja ditempatku saja ? kamu menjadi desainernya, toko ku di Taobao, tambah dengan menjual aksesoris, maka penjualannya akan menjadi lebih baik ! “
Aku melihat dia begitu memikirakanku, hati merasa sangat hangat.
Aku menelan kue osmanthus yang di mulut, “ Jangan, aku mengerti standar desainku sendiri, kamu sembarangan mencari seorang desainer, pasti kemampuannya melebihi aku. “
Dia tertegun lagi.
Aku tahu, bahwa dia karena aku, dipecat oleh perusahaan keluarganya, didalam hati merasa tidak enak, aku ingin menangis dan tertawa, “ Xueke ini tidak ada hubungannya dengan kamu sama sekali, apabila kamu ingin membantu aku melakukan sesuatu, bantu aku mencari jasa tukang kunci saja, menganti kunci silinder pintu rumahku. “
Pagi itu, setelah Cheng Jinshi pergi, dia mengambil kunci rumahku.
Beberapa hari ini terlalu sibuk, aku tidak memikirkan hal ini.
Tetapi mungkin, di dalam hatiku mengharapkan sesuatu.
Tetapi aku tahu bahwa, seharusnya aku tidak boleh memiliki pemikiran seperti itu.
“ Aku segera menelepon ! “ dia langsung mengeluarkan ponsel, mencari jasa tukang kunci di internet.
Setelah janjian dengan jasa tukang kunci, kemudian bertanya : “ Mengapa kamu tiba-tiba ingin mengganti gembok ? “
Aku meletakkan sumpit, tidak berencana merahasiakan, “ Cheng Jinshi mengambil kunci rumahku.“
Dia hampir melompat, “ Apa-apaan ini ? ! dia sudah tunangan dengan Su Shanshan, apa maksud dia mengambil kunci rumah mu ? ! “
Aku tersenyum pahit, aku juga tidak tau, anggap saja begitu.
Pukul tiga lewat, setelah tukang kunci menganti silinder kunci pintu rumah.
Aku memegang kunci baru, dalam hati ku merasa sedih.
Apabila begitu, interaksi yang kemungkinan terjadi diantara aku dengan Cheng Jinshi, akan berkurang.
Xueke melihat aku sepertinya sedang sedih, dan sudah berhari-hari aku tidak keluar dari rumah, dan dia mengajak aku keluar untuk belanja.
Malam saat kami sedang makan disebuah restaurant, tiba-tiba aku keingat, aku lupa memberitahukan pemilik rumah Song Jing.
Secara logis, aku menganti kunci pintu, harus memberitahukan kepada dia terlebih dahulu.
Aku meraih ponsel dan menelepon dia, dia mengangkat panggilan dengan cepat, terdengar sangat berisik, dan musik yang memekakkan telinga.
“ Halo, aku Ningxi …. …. “
Kita belum pernah telepon satu sama lain, aku mengkhawatirkan dia tidak menyimpan nomor teleponku, jadi aku memperkenalkan diri dulu.
Ternyata dia langsung menjawab, suaranya tercampur aduk dengan musik, sulit didengarkan dengan jelas, “ Adaa … ada apa ? “
“ Ada apa ? “
Di saat aku mau berkata, dia langsung memotong : “ Cek Wechat. “
Mengakhiri panggilan, dia langsung mengirim pesanan Wechat.
Ini adalah sebuah alamat GPS, posisi di “ Bar YeSe“
Dengan sebuah kalimat : 【Datang ke sini apabila kamu ingin mengatakan seusatu】
Novel Terkait
Istri ke-7
Sweety GirlCantik Terlihat Jelek
SherinAsisten Wanita Ndeso
Audy MarshandaMy Greget Husband
Dio ZhengMi Amor
TakashiCintaku Pada Presdir×
- Bab 1 Keributan Dalam Pesta Pernikahan
- Bab 2 Pertemuan Mendadak
- Bab 3 Identitas Yang Cukup Mengejutkan
- Bab 4 Kamu Telah Melewati Batas
- Bab 5 Ingin Melahirkan Anak
- Bab 6 Anak Mereka
- Bab 7 Akulah Orang Luar
- Bab 8 Bercerailah
- Bab 9 Pelampiasan dari Efek Alkohol
- Bab 10 Rahasia Song Jiamin
- Bab 11 Keributan Makan Malam
- Bab 12 Rusaknya Rem Mobil
- Bab 13 Apakah Kalian Pernah Melakukannya
- Bab 14 Pemberitahuan Berbahaya
- Bab 15 Aku Hamil
- Bab 16 Perceraian
- Bab 17 Aborsi
- Bab 18 Waktu Mengubah Semuanya
- Bab 19 Percintaan Mereka Yang Dalam Dan Kental
- Bab 20 Tamparan Balasan
- Bab 21 Uang Ini Cukup?
- Bab 22 Jinshi, Apakah kamu Percaya
- Bab 23 Jangan Jadikan Aku Pengganti
- Bab 24 Sengaja Ditabrak
- Bab 25 Menutupi Kemaluan Dengan Kemarahan
- Bab 26 Hubungan Apa Dengan Dia
- Bab 27 Terpergok Berzinah
- Bab 28 Ancaman
- Bab 29 Diam-Diam Mengangkat Teleponku
- Bab 30 Kehilangan Anakku
- Bab 31 Kamu Berencana Menukarnya dengan Apa
- Bab 32 Fakta Tentang Kematian Ibu
- Bab 33 Selingkuhan atau Kekasih?
- Bab 34 Mendapatkan Bukti
- Bab 35 Mati Di Tempat
- Bab 36 Dia Telah Kembali
- Bab 37 Temani Aku Tidur
- Bab 38 Hanya Kamu yang Menginginkanku
- Bab 39 Dia Tidak Boleh Berhasil
- Bab 40 Mendapatkan Kemalangan
- Bab 41 Pelacur Sok Suci
- Bab 42 Pemimpin Baru Proyek
- Bab 43 Pasangan Serasi
- Bab 44 Wanita Terbuang
- Bab 45 Tidak Mengizinkan
- Bab 46 Tidak Bisa Menyaingi
- Bab 47 Mengancam
- Bab 48 Mimpi Buruk Yang Tak Bisa Disingkirkan
- Bab 49 Merindukanmu
- Bab 50 Kakekku Pingsan
- Bab 51 Kakaknya Song Jiamin
- Bab 52 Rela Menunggu
- Bab 53 Merendahkan Dirinya Sendiri
- Bab 54 Dia Bukannya Tidak Pernah Menipu Aku
- Bab 55 Kenapa Bisa Begitu Kejam
- Bab 56 Cepat Atau Lambat Akan Menjadi Keluarga
- Bab 57 Ancaman Dari Ning Zhenfeng
- Bab 58 Kehidupan Dan Kematianmu.
- Bab 59 Kapan Kamu Bisa Mempercayaiku Sekali?
- Bab 60 Marah dan Sakit Hati
- Bab 61 Lelucon Ini Tidak Lucu
- Bab 62 Terserah Kamu Percaya Atau Tidak
- Bab 63 Siapapun Jangan Ada Yang Berharap Bisa Hidup Dengan Tenang
- Bab 64 Cheng Jin Shi, Aku Membencimu
- Bab 65 Mari Kita Bicara
- Bab 66 Meninggalkan Kota Nan
- Bab 67 Kakak Sepupumu Di Ranjangku
- Bab 68 Duri Dalam hati
- Bab 69 Siapa Yang Kamu Pilih
- Bab 70 Bukti Meyakinkan
- Bab 71 Aku Percaya Padamu
- Bab 72 Kita Masih Bisa Punya Anak
- Bab 73 Selangkah Menuju Kebenaran
- Bab 74 Pembunuhnya Adalah Dia
- Bab 75 Berbalik Memfitnahku
- Bab 76 Zhou Ziyun Menyelamatkanku
- Bab 77 Dia Dari Awal Sudah Membenciku
- Bab 78 Aku Benar Tidak Menyentuhmu
- Bab 79 Emosi
- Bab 80 Tuduhan Kejahatan Ini Sekalian Dihitung
- Bab 81 Apakah Semua Kebaikanmu Itu Palsu
- Bab 82 Salahkan Dirinya Sendiri
- Bab 83 Ning Xi Kamu Tidak Akan Bisa Melarikan Diri
- Bab 84 Memberikan Segala Yang Kamu Suka
- Bab 85 Berakhir Hari Ini
- Bab 86 Aku yang Membocorkan Desain
- Bab 87 Aku Bisa Memperbaiki Kesalahanku
- Bab 88 Kamu Sudah Dipecat
- Bab 89 Anakmu Segera Mempunyai Ibu Tiri
- Bab 90 Tuan Zhou Baik Pada Pacarnya
- Bab 91 Kembalikan Kunci Itu Kepadaku
- Bab 92 Orang Yang Ingin Aku Nikahi Hanya Kamu
- Bab 93 Buktikan Dulu Kepadaku
- Bab 94 Hari Ching Ming
- Bab 95 Pemilik Sebenarnya Adalah Cheng Jinshi
- Bab 96 Menyimpan Selingkuhan
- Bab 97 Dua garis
- Bab 98 Benar, Tetapi Tidak Ada Hubungannya Denganmu
- Bab 99 Juga Memberimu Kesempatan
- Bab 100 Ingin Menjadi Ayah Anak Orang Lain
- Bab 101 Identitas Tuan Fu
- Bab 102 Waspada Terhadap Nyonya
- Bab 103 Apa Hubunganmu Dengan Lin Zhi?
- Bab 104 Melihat Orang Lain Melalui Diriku.
- Bab 105 Aku Ingin Menikah Denganmu, Maukah Kamu Menikah Denganku ?
- Bab 106 Mana Mungkin Ada Jika
- Bab 107 Karena Uang
- Bab 108 Diduga Membunuh Kakek
- Bab 109 Bantuan Dalam Investigasi
- Bab 110 Ayo, Kita Pulang Rumah
- Bab 111 Benarkah Bisa Memulai Dari Awal
- Bab 112 Coba Saja !
- Bab 113 Satu Orang Bersedia Untuk Mencintai Dan Satu Orang Lainnya Rela Untuk Dicintai
- Bab 114 Pelanggan Jinshi
- Bab 115 Jam Tujuh, Aku Menunggumu
- Bab 116 Dia Sangat Cocok Denganmu, Dan Aku Juga Sangat Menyukainya
- Bab 117 Satunya Sedang Ribut, Satunya Sedang Tertawa
- Bab 118 Kamu Harus Keluar Dengan Selamat
- Bab 119 Sekali Berani Membuka Mulut, Maka Sudah Tidak Ada Jalan Kembali
- Bab 120 Sebagai Balasan
- Bab 121 Semakin Panik, Semakin Bingung
- Bab 122 Aku Bukan Orang Yang Ada Di Hatinya
- Bab 123 Kamu Jangan Berpikir Mau Mengambil
- Bab 124 kamu Tidak Perlu Mengkhayal Aku Sebagai Musuh Cintamu
- Bab 125 Di Dunia Ini Ternyata Ada Ayah Seperti Dirimu
- Bab 126 Satu Keluarga yang Tidak Waras!
- Bab 127 Kamu Ingin melepaskan Proyek Ini?
- Bab 128 Jika Aku Adalah Kamu, Aku Lebih Baik Pergi Mati Saja.
- Bab 129 Apakah Kamu Hamil?
- Bab 130 Menggugurkan Anak
- Bab 131 Dia Memeluk Seorang Anak
- Bab 132 Menikah Kembali Adalah Pertunjukkan Tunggalku
- Bab 133 Meskipun Lautan Api, Aku Juga Harus Pergi
- Bab 134 Suamimu Tampan Sekali
- Bab 135 Semua Pesan Anonim Dikirim Olehnya
- Bab 136 Sesuatu Terjadi Pada Zhou Ziyun
- Bab 137 Kembali Ke Keluarga Cheng
- Bab 138 Ibu Akan Membawamu Pulang
- Bab 139 Pulanglah Denganku?
- Bab 140 Mencintaimu? Jangan Bermimpi!
- Bab 141 Pernikahan Kontrak
- Bab 142 Berdasarkan Apa Aku Menarik Tuntutan
- Bab 143 Dihukum Mati
- Bab 144 Kamu Benar-Benar Harus Berterima Kasih Kepada Kakak Yu Min
- Bab 145 Apakah Kamu Sudah Selesai Memarahi Aku?
- Bab 146 Apakah Begitu Memalukan
- Bab 147 Tidak Mengerti Apa Yang Sedang Dia Pikirkan
- Bab 148 Sudah Merepotkanmu Mengantar Suamiku Pulang
- Bab 149 Bertemu Shen Yanting Untuk Pertama Kalinya
- Bab 150 Aku Adalah Suamimu!
- Bab 151 Semakin Dijelaskan, Semakin Ditutupi Semakin Terkuak
- Bab 152 Memang Berbeda Seperti Bumi Dan Langit
- Bab 153 Kelinci Kalau Marah Juga Bisa Gigit Orang
- Bab 154 Apa Khawatir Dia Cemburu?
- Bab 155 Tetap Saja Disapu Keluar
- Bab ke-156 Setidaknya hati ini tidak resah jika tidak melihatnya
- Bab ke-157 Menjual Seumur Hidupku Lagi Untukmu?
- Bab ke-158 Seumur hidup ini kamu tidak akan bisa kabur kemanapun
- Bab 159 Apakah kamu tidak merasa dia mirip seseorang
- Bab 160 Ingin Menggantikan Orang Kesayanganmu Untuk Kecewa?
- Bab 161 Ya, Ini Adalah Rumah Kalian
- Bab 162 Cheng Jinshi, Sampai Jumpa di Biro Urusan Sipil
- Bab 163 Aku Sengaja Membawa Pergi!
- Bab 164 Ketakutan Akibat Dugaan yang Salah
- Bab 165 Sama Sekali Tidak Ada Hubungannya dengan Aku
- Bab 166 Aku sama sekali tidak percaya
- Bab 167 Aku Lihat Siapa Yang Berani
- Bab 168 Menggoda Pria Mana Pun
- Bab 169 Tante, itu karena dia pantas ditampar
- Bab 170 Tidak Ingin Berjalan Di Atas Es Tipis Lagi
- Bab 171 Ini Adalah Calon Istriku
- Bab 172 Kamu Juga Harus Bahagia
- Bab 173 Kita Bukanlah Orang Yang Sama
- Bab 174 Semua Sudah Berubah Menjadi Lelucon
- Bab 175 Ancaman Dirinya
- Bab 176 Aku Tidak Tertarik
- Bab 177 Aku Hanya Sekedar Ingin Membantumu
- Bab 178 Sekarang Aku Memberikan Kesempatan Padamu
- Bab 179 Aku Sangat Menyukai Dirimu yang Begitu Munafik
- Bab 180 Sangat Mengejutkan
- Bab 181 Mungkin Akan Meninggal
- Bab 182 Apakah Kamu Sudah Puas Sekarang?
- Bab 183 Lemah Dengan Perlakuan Lembut
- Bab 184 Haruskah Kamu Mengucapkan Kata-Kata Dengan Duri?
- Bab 185 Tidak Layak Untuk Menerimanya
- Bab 186 Petunjuk
- Bab 187 Dia Lebih Buruk Dari Wanita Jalang
- Bab 188 Harapan yang Dikancingkan Padaku
- Bab 189 Memberi Kompenassi 100 Miliar
- Bab 190 Kamu Harus Ingat Siapa Dirimu!
- Bab 191 Protagonis Dalam Cerita Itu Adalah Aku
- Bab 192 Apakah Kamu Sudah Cukup Dengan Permainanmu?
- Bab 193 Dia Mencabut Gugatan, Kita Mengajukan Gugatan
- Bab 194 Menjauhlah Dari Tunanganku!
- Bab 195 Aku Telah Diikuti Oleh Seseorang Selama 24 Jam
- Bab 196 Aku Pasti Tidak Akan Melepaskanmu!
- Bab 197 Tanda Tangani Itu, Aku Baru Biarkan Kamu Pergi
- Bab 198 Sangat Marah
- Bab 199 Melihat Sedikit Harapan Kemenangan
- Bab 200 Sedangkan Aku, Juga Tidak Ingin Menyesuaikan Kamu Lagi
- Bab 201 : Yang Penting Kamu Tidak Merasa Malu
- Bab 202 Menurutku Dia Seperti Nenek Moyang!
- Bab 203 Cepat Atau Lambat Akan Membuatmu Kehilangan Segalanya
- Bab 204 Tetapi Aku Memiliki Satu Syarat
- Bab 205 Seperti Mimpi Yang Langsung Menghilang Dalam Sekejap
- Bab 206 Sungguh Bagus Sekali Rencana Kalian
- Bab 207 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 208 Mungkin Berakibat Fatal
- Bab 209 Kamu Pergi Mati Saja
- Bab 210 Aku Kira Kamu Tidak Akan Datang
- Bab 211: Makan Bersama Ini, Tidaklah Sesederhana Itu
- Bab 212: Aku Merasa Darahku Menjadi Dingin
- Bab 213: Tidak Ada Jalan Yang Bisa Ditempuh Lagi
- Bab 214: Berbisnis Seperti Di Medan Perang
- Bab 215 Aku Mengatakan Suruh Kamu Pergi
- Bab 216: Apakah Ada Masalah Yang Kamu Sembunyikan Dariku
- Bab 217 Aku Tidak Bisa Membiarkan Apa Yang Dia Inginkan Terjadi
- Bab 218 Dalam Satu Detik Menampar Wajah
- Bab 219 Sayang, Selamat Ulang Tahun
- Bab 220 Maaf Aku Terlambat Pulang
- Bab 221 Aku Tidak Perlu Kamu Bekerja Terlalu Keras
- Bab 222 Tangan Memanas
- Bab 223 : Mungkinkah Kamu Yang Melakukannya
- Bab 224 : Karena Ada orang Melakukan Terlalu Banyak Hal Buruk
- Bab 225 Membayar Dengan Harga Yang Menyakitkan
- Bab 226 Membuatku Tidak Bisa Lari Kemanapun
- Bab 227 Semuanya Tidak Benar
- Bab 228 Percayakah Kamu?
- Bab 229 Apakah Kamu Tidak Punya Hati?
- Bab 230 Siapakah Orang Itu
- Bab 231 Apakah Kamu Tidak Merasa Dirimu Munafik?
- Bab 232 Pasti Ada Yang Salah
- Bab 233 Serigala Di Depan, Harimau Di Belakang
- Bab 234 Percobaan
- Bab 235 Permintaan Maaf Hanya Alasan Saja
- Bab 236 Pertentangan Ini Tidak Baik Bagi Semua Orang
- Bab 237 Jangan Kamu Berharap Ada Lain Kali
- Bab 238 Apakah Kamu Bisa Menukar Pria Yang Kamu Sukai
- Bab 239 Memiliki Hubungan
- Bab 240 Akankah Kamu Bersama Dengannya?
- Bab 241 Semuanya Terlalu Dramatis
- Bab 242 Sekarang, Sudah Tidak Penting
- Bab 243 Kalau Aku Menginginkannya
- Bab 244 Bagaimana Aku Bisa Tenang
- Bab 245 Semakin Ditakutkan Semakin Menjadi Kenyataan
- Bab 246 Dia Keguguran
- Bab 247 Bagaimana Jika Aku Menikah Dengannya?
- Bab 248 Kembali Untuk Memberikanmu Sebuah Hadiah
- Bab 249: Membalikkan Semua Argumen
- Bab 250: Aku Adalah Jimat Perlindunganmu
- Bab 251 Tidak Baik Jika Dilihat Oleh Pacarmu