Cintaku Pada Presdir - Bab 210 Aku Kira Kamu Tidak Akan Datang
Kalimat ini, seperti obat penenang, membuatku langsung sadar.
Benar……
Anakku masih menungguku pulang, Jika aku membunuh Qin Yuming, aku akan masuk penjara.
Dia tidak layak, tidak layak bagiku untuk melakukan hal seperti ini.
Aku melepaskannya dengan linglung, kakiku lemas, aku seperti balon yang kehilangan udara, jatuh ke dalam pelukan Cheng Jinshi.
Dia memelukku dengan kuat dan menjelaskan kepada polisi: "Maaf, karena dua anak hampir dalam bahaya semalam, istriku terlalu emosional, jika Nona Qin memiliki masalah, kami bersedia menanggung semua biaya pengobatan. "
Qin Yuming menatapnya dengan kaget, dia bersandar di dinding untuk meredakan pernapasannya, dan berteriak dengan wajah histeris: "Cheng Jinshi, dia mencekikku seperti ini, tetapi kamu masih membelanya?!"
Cheng Jinshi menatapnya dengan mata dingin dan mengucapkan beberapa kata, "Pergi, jangan muncul di depanku lagi."
Namun, Qin Yuming tidak bisa pergi.
Polisi akan membawanya kembali ke kantor polisi untuk membantu penyelidikan.
Dalam beberapa hari berikutnya, Cheng Jinshi tinggal di rumah sakit, Chen Lin membantunya membawa semua pekerjaan ke rumah sakit.
Sambil menjaga Lin Zhi, sambil bekerja.
Pada hari ini, ketika aku kembali ke rumah, dia sepertinya masih belum kembali.
Vila yang besar terasa kosong dalam sekejap.
Ketika aku sedang makan malam, aku melihat kepala pengurus rumah tangga keluar dari dapur dengan membawa kotak makanan, sepertinya mau keluar.
“Apakah mau mengantar kotak makanan ke rumah sakit?” Aku bertanya.
Kepala pengurus rumah tangga mengangguk dan berkata dengan khawatir, "Ya, Tuan Muda telah tinggal di rumah sakit selama beberapa hari, dan telah menjadi sangat kurus. Aku mengantar sup iga ke rumah sakit untuk menjaga kesehatannya, kalau tidak, Nyonya masih belum bangun, Tuan Muda malah jatuh sakit pula..."
Aku meletakkan sumpitku, mengambil selembar tisu untuk menyeka mulutku, kemudian berdiri dan berkata, "Aku yang mengantarkan kotak makanan saja, kamu telah bekerja keras akhir-akhir ini."
Kepala pengurus rumah tangga sebenarnya melihat bahwa hubunganku dengan Cheng Jinshi tidak baik, jadi dalam beberapa hari terakhir, dia tidak pernah menyebutkan untuk membiarkanku pergi ke rumah sakit.
Sekarang, ketika dia mendengar aku berkata seperti ini, dia tersenyum, "Baik, baik, kalau begitu maaf merepotkan Anda pergi ke rumah sakit, yang paling baik adalah membujuk Tuan Muda untuk pulang dan istirahat, ada pelayan di bangsal yang akan menjaga Nyonya, biarkan Tuan Muda jangan khawatir. "
Aku menjilat bibirku, setuju, dan keluar dengan membawa kotak makanan.
Ketika aku tiba di rumah sakit, Chen Lin keluar dari rumah sakit dengan membawa setumpuk dokumen, aku dapat melihat bahwa dokumen-dokumen tersebut baru saja ditandatangani oleh Cheng Jinshi.
Di masalah tertentu, Tuhan sangat adil.
Kekuasaan Cheng Jinshi luar biasa, jadi ini juga menentukan bahwa dia memiliki lebih banyak tanggung jawab daripada orang biasa.
Ibunya sakit parah, tapi dia bahkan tidak punya waktu untuk tenggelam dalam kesedihan.
Dia harus kuat sepanjang waktu, kuat sampai tidak akan pernah dikalahkan, karena mata yang tidak terhitung jumlahnya sedang menatapnya, serta puluhan ribu karyawan di Grup Perusahaan Cheng Jinshi, harus bergantung pada Grup Perusahaan Cheng Jinshi untuk menghidupi keluarga mereka.
Chen Lin sedikit terkejut ketika dia melihatku, "Nyonya Muda, apakah Anda ... datang melihat Nyonya dan Presdir Cheng?"
Kontradiksi antara Lin Zhi dan aku begitu dalam, dan kontradiksi antara Cheng Jinshi dan aku juga tidak sedikit.
Tidak tahu kenapa, aku akan berinisiatif datang ke rumah sakit.
Pada saat ini, setelah mendengar pertanyaan Chen Lin, aku sembarang berkata, "Aku kebetulan lewat sini, jadi datang untuk melihat mereka."
Chen Lin menundukkan kepalanya dan melihat kotak makanan di tanganku, dia tidak menyanggahku dan tersenyum, "Nyonya telah keluar dari unit perawatan intensif, sekarang di bangsal VIP, 801, Presdir Cheng juga ada di sana, silahkan Anda pergi melihatnya."
Aku mengangguk, "Oke, terima kasih."
Setelah selesai berbicara, aku berjalan ke lobi rumah sakit.
"Nyonya Muda."
Chen Lin tiba-tiba berteriak.
Aku berbalik dan memandangnya, dia memiringkan kepalanya dan melanjutkan: "Sebenarnya, ada beberapa penghalang bisa dihancurkan."
Aku segera mengerti maksudnya.
Namun, hal-hal yang telah terjadi, hal-hal yang telah mengakar dalam, tidak dapat dihancurkan dengan mudah.
Aku tidak menjawabnya, dan langsung pergi ke bangsal.
Meskipun Kepala pengurus rumah tangga memberitahuku bahwa Cheng Jinshi telah menjadi kurus, tetapi ketika aku membuka pintu bangsal dan benar-benar melihatnya, aku masih saja terkejut.
Hanya dalam beberapa hari, sosoknya sedikit lebih kurus, janggutnya juga tidak dicukur tepat waktu, rongga matanya cekung, dan matanya yang dalam menjadi semakin tidak bisa dimengerti orang.
Dia melihatku, matanya bersinar dan suaranya agak serak, "Aku kira kamu tidak akan datang."
Tidak tahu kenapa, hatiku seperti ditusuk oleh sesuatu yang tajam.
Aku berjalan masuk dengan membawa kotak makanan, dan berkata dengan ringan: "Kepala pengurus rumah tangga mau membawakanmu sup, aku melihat dia sudah bolak-balik akhir-akhir ini, dan dia telah kerja keras, kebetulan aku mau keluar, jadi aku sekaligus datang ke rumah sakit untuknya."
Setelah selesai berkata, aku meletakkan kotak makanan di atas meja kopi di bangsal, dan mengisi semangkuk sup iga.
Ketika dia mendengar aku berkata seperti ini, dia sedikit mengangkat sudut bibirnya, "Aku senang kamu bisa datang."
Ada rasa sakit yang tumpul di hatiku, aku meletakkan sup di depannya, "Minumlah."
“Apakah kamu sudah makan?” Dia bertanya padaku.
"Sudah."
Tangannya yang ramping kemudian mengambil mangkuk dan meminum sup, tapi matanya selalu tertuju padaku.
Aku sedikit tidak nyaman ditatap olehnya, aku mengingat perkataan kepala pengurus rumah tangga, kemudian menghindari tatapannya dan berkata: "Malam ini, kamu pulang dan istirahat di rumah?"
Dia berhenti sebentar, menelan sup di mulutnya, nadanya sedikit tertekan, "Kata dokter, kondisi ibu bisa dipastikan dalam dua hari ini."
Aku tertegun sejenak, dan bereaksi kembali, seharusnya memastikan apakah Lin Zhi bisa bangun.
Pantas, dia selalu menjaga di sini.
Saat aku berpikir tentang bagaimana membujuknya, dokter berjalan masuk dengan ekspresi serius, "Presdir Cheng, setelah mendiskusikan hasil dengan beberapa ahli di rumah sakit kami, kemungkinan ibumu bangun sangat kecil."
“Apa maksudmu?” Cheng Jinshi mengerutkan alis dan bertanya.
Sebenarnya tidak perlu dokter untuk menjelaskannya.
Dia dan aku mengerti bahwa yang dimaksud dokter adalah Lin Zhi kemungkinan besar akan koma.
Setelah dokter pergi, dia duduk di sofa dengan sedih, matanya tidak fokus.
Aku baru saja menemukan bahwa dia sepertinya tidak mahakuasa.
Dia juga akan bingung.
Aku menunggu beberapa saat, kemudian aku menyimpan kotak makanan di meja kopi, menjilat bibirku dan menatapnya, "Cheng Jinshi, sekarang keputusan dokter telah dibuat, ayo kita pulang, kamu bertanggung jawab atas seluruh Keluarga Cheng, kamu tidak boleh terus seperti ini..."
"Ayo kita pulang."
Sebelum aku selesai berbicara, dia berkata dengan lembut dan menghentikan semua perkataan di tenggorokanku.
Aku tercengang, hanya dalam beberapa menit, dia telah menyesuaikan emosinya dan matanya jernih.
Aku pikir apa yang aku pikirkan beberapa menit yang lalu adalah salah.
Setelah sadar, dia masih Cheng Jinshi yang mahakuasa.
Di celah di mana aku tertegun, dia memberitahu kedua pelayan tersebut, jika kondisi Lin Zhi ada perubahan, harus memberitahunya secepat mungkin.
Pelayan tersebut berjanji berulang kali, setelah itu dia menoleh untuk menatapku yang masih bingung, dengan suara yang dalam, "Bukankah kamu bilang mau pulang?"
Novel Terkait
Back To You
CC LennyHis Soft Side
RiseMore Than Words
HannyBlooming at that time
White RoseBaby, You are so cute
Callie WangAfter The End
Selena BeeCintaku Pada Presdir×
- Bab 1 Keributan Dalam Pesta Pernikahan
- Bab 2 Pertemuan Mendadak
- Bab 3 Identitas Yang Cukup Mengejutkan
- Bab 4 Kamu Telah Melewati Batas
- Bab 5 Ingin Melahirkan Anak
- Bab 6 Anak Mereka
- Bab 7 Akulah Orang Luar
- Bab 8 Bercerailah
- Bab 9 Pelampiasan dari Efek Alkohol
- Bab 10 Rahasia Song Jiamin
- Bab 11 Keributan Makan Malam
- Bab 12 Rusaknya Rem Mobil
- Bab 13 Apakah Kalian Pernah Melakukannya
- Bab 14 Pemberitahuan Berbahaya
- Bab 15 Aku Hamil
- Bab 16 Perceraian
- Bab 17 Aborsi
- Bab 18 Waktu Mengubah Semuanya
- Bab 19 Percintaan Mereka Yang Dalam Dan Kental
- Bab 20 Tamparan Balasan
- Bab 21 Uang Ini Cukup?
- Bab 22 Jinshi, Apakah kamu Percaya
- Bab 23 Jangan Jadikan Aku Pengganti
- Bab 24 Sengaja Ditabrak
- Bab 25 Menutupi Kemaluan Dengan Kemarahan
- Bab 26 Hubungan Apa Dengan Dia
- Bab 27 Terpergok Berzinah
- Bab 28 Ancaman
- Bab 29 Diam-Diam Mengangkat Teleponku
- Bab 30 Kehilangan Anakku
- Bab 31 Kamu Berencana Menukarnya dengan Apa
- Bab 32 Fakta Tentang Kematian Ibu
- Bab 33 Selingkuhan atau Kekasih?
- Bab 34 Mendapatkan Bukti
- Bab 35 Mati Di Tempat
- Bab 36 Dia Telah Kembali
- Bab 37 Temani Aku Tidur
- Bab 38 Hanya Kamu yang Menginginkanku
- Bab 39 Dia Tidak Boleh Berhasil
- Bab 40 Mendapatkan Kemalangan
- Bab 41 Pelacur Sok Suci
- Bab 42 Pemimpin Baru Proyek
- Bab 43 Pasangan Serasi
- Bab 44 Wanita Terbuang
- Bab 45 Tidak Mengizinkan
- Bab 46 Tidak Bisa Menyaingi
- Bab 47 Mengancam
- Bab 48 Mimpi Buruk Yang Tak Bisa Disingkirkan
- Bab 49 Merindukanmu
- Bab 50 Kakekku Pingsan
- Bab 51 Kakaknya Song Jiamin
- Bab 52 Rela Menunggu
- Bab 53 Merendahkan Dirinya Sendiri
- Bab 54 Dia Bukannya Tidak Pernah Menipu Aku
- Bab 55 Kenapa Bisa Begitu Kejam
- Bab 56 Cepat Atau Lambat Akan Menjadi Keluarga
- Bab 57 Ancaman Dari Ning Zhenfeng
- Bab 58 Kehidupan Dan Kematianmu.
- Bab 59 Kapan Kamu Bisa Mempercayaiku Sekali?
- Bab 60 Marah dan Sakit Hati
- Bab 61 Lelucon Ini Tidak Lucu
- Bab 62 Terserah Kamu Percaya Atau Tidak
- Bab 63 Siapapun Jangan Ada Yang Berharap Bisa Hidup Dengan Tenang
- Bab 64 Cheng Jin Shi, Aku Membencimu
- Bab 65 Mari Kita Bicara
- Bab 66 Meninggalkan Kota Nan
- Bab 67 Kakak Sepupumu Di Ranjangku
- Bab 68 Duri Dalam hati
- Bab 69 Siapa Yang Kamu Pilih
- Bab 70 Bukti Meyakinkan
- Bab 71 Aku Percaya Padamu
- Bab 72 Kita Masih Bisa Punya Anak
- Bab 73 Selangkah Menuju Kebenaran
- Bab 74 Pembunuhnya Adalah Dia
- Bab 75 Berbalik Memfitnahku
- Bab 76 Zhou Ziyun Menyelamatkanku
- Bab 77 Dia Dari Awal Sudah Membenciku
- Bab 78 Aku Benar Tidak Menyentuhmu
- Bab 79 Emosi
- Bab 80 Tuduhan Kejahatan Ini Sekalian Dihitung
- Bab 81 Apakah Semua Kebaikanmu Itu Palsu
- Bab 82 Salahkan Dirinya Sendiri
- Bab 83 Ning Xi Kamu Tidak Akan Bisa Melarikan Diri
- Bab 84 Memberikan Segala Yang Kamu Suka
- Bab 85 Berakhir Hari Ini
- Bab 86 Aku yang Membocorkan Desain
- Bab 87 Aku Bisa Memperbaiki Kesalahanku
- Bab 88 Kamu Sudah Dipecat
- Bab 89 Anakmu Segera Mempunyai Ibu Tiri
- Bab 90 Tuan Zhou Baik Pada Pacarnya
- Bab 91 Kembalikan Kunci Itu Kepadaku
- Bab 92 Orang Yang Ingin Aku Nikahi Hanya Kamu
- Bab 93 Buktikan Dulu Kepadaku
- Bab 94 Hari Ching Ming
- Bab 95 Pemilik Sebenarnya Adalah Cheng Jinshi
- Bab 96 Menyimpan Selingkuhan
- Bab 97 Dua garis
- Bab 98 Benar, Tetapi Tidak Ada Hubungannya Denganmu
- Bab 99 Juga Memberimu Kesempatan
- Bab 100 Ingin Menjadi Ayah Anak Orang Lain
- Bab 101 Identitas Tuan Fu
- Bab 102 Waspada Terhadap Nyonya
- Bab 103 Apa Hubunganmu Dengan Lin Zhi?
- Bab 104 Melihat Orang Lain Melalui Diriku.
- Bab 105 Aku Ingin Menikah Denganmu, Maukah Kamu Menikah Denganku ?
- Bab 106 Mana Mungkin Ada Jika
- Bab 107 Karena Uang
- Bab 108 Diduga Membunuh Kakek
- Bab 109 Bantuan Dalam Investigasi
- Bab 110 Ayo, Kita Pulang Rumah
- Bab 111 Benarkah Bisa Memulai Dari Awal
- Bab 112 Coba Saja !
- Bab 113 Satu Orang Bersedia Untuk Mencintai Dan Satu Orang Lainnya Rela Untuk Dicintai
- Bab 114 Pelanggan Jinshi
- Bab 115 Jam Tujuh, Aku Menunggumu
- Bab 116 Dia Sangat Cocok Denganmu, Dan Aku Juga Sangat Menyukainya
- Bab 117 Satunya Sedang Ribut, Satunya Sedang Tertawa
- Bab 118 Kamu Harus Keluar Dengan Selamat
- Bab 119 Sekali Berani Membuka Mulut, Maka Sudah Tidak Ada Jalan Kembali
- Bab 120 Sebagai Balasan
- Bab 121 Semakin Panik, Semakin Bingung
- Bab 122 Aku Bukan Orang Yang Ada Di Hatinya
- Bab 123 Kamu Jangan Berpikir Mau Mengambil
- Bab 124 kamu Tidak Perlu Mengkhayal Aku Sebagai Musuh Cintamu
- Bab 125 Di Dunia Ini Ternyata Ada Ayah Seperti Dirimu
- Bab 126 Satu Keluarga yang Tidak Waras!
- Bab 127 Kamu Ingin melepaskan Proyek Ini?
- Bab 128 Jika Aku Adalah Kamu, Aku Lebih Baik Pergi Mati Saja.
- Bab 129 Apakah Kamu Hamil?
- Bab 130 Menggugurkan Anak
- Bab 131 Dia Memeluk Seorang Anak
- Bab 132 Menikah Kembali Adalah Pertunjukkan Tunggalku
- Bab 133 Meskipun Lautan Api, Aku Juga Harus Pergi
- Bab 134 Suamimu Tampan Sekali
- Bab 135 Semua Pesan Anonim Dikirim Olehnya
- Bab 136 Sesuatu Terjadi Pada Zhou Ziyun
- Bab 137 Kembali Ke Keluarga Cheng
- Bab 138 Ibu Akan Membawamu Pulang
- Bab 139 Pulanglah Denganku?
- Bab 140 Mencintaimu? Jangan Bermimpi!
- Bab 141 Pernikahan Kontrak
- Bab 142 Berdasarkan Apa Aku Menarik Tuntutan
- Bab 143 Dihukum Mati
- Bab 144 Kamu Benar-Benar Harus Berterima Kasih Kepada Kakak Yu Min
- Bab 145 Apakah Kamu Sudah Selesai Memarahi Aku?
- Bab 146 Apakah Begitu Memalukan
- Bab 147 Tidak Mengerti Apa Yang Sedang Dia Pikirkan
- Bab 148 Sudah Merepotkanmu Mengantar Suamiku Pulang
- Bab 149 Bertemu Shen Yanting Untuk Pertama Kalinya
- Bab 150 Aku Adalah Suamimu!
- Bab 151 Semakin Dijelaskan, Semakin Ditutupi Semakin Terkuak
- Bab 152 Memang Berbeda Seperti Bumi Dan Langit
- Bab 153 Kelinci Kalau Marah Juga Bisa Gigit Orang
- Bab 154 Apa Khawatir Dia Cemburu?
- Bab 155 Tetap Saja Disapu Keluar
- Bab ke-156 Setidaknya hati ini tidak resah jika tidak melihatnya
- Bab ke-157 Menjual Seumur Hidupku Lagi Untukmu?
- Bab ke-158 Seumur hidup ini kamu tidak akan bisa kabur kemanapun
- Bab 159 Apakah kamu tidak merasa dia mirip seseorang
- Bab 160 Ingin Menggantikan Orang Kesayanganmu Untuk Kecewa?
- Bab 161 Ya, Ini Adalah Rumah Kalian
- Bab 162 Cheng Jinshi, Sampai Jumpa di Biro Urusan Sipil
- Bab 163 Aku Sengaja Membawa Pergi!
- Bab 164 Ketakutan Akibat Dugaan yang Salah
- Bab 165 Sama Sekali Tidak Ada Hubungannya dengan Aku
- Bab 166 Aku sama sekali tidak percaya
- Bab 167 Aku Lihat Siapa Yang Berani
- Bab 168 Menggoda Pria Mana Pun
- Bab 169 Tante, itu karena dia pantas ditampar
- Bab 170 Tidak Ingin Berjalan Di Atas Es Tipis Lagi
- Bab 171 Ini Adalah Calon Istriku
- Bab 172 Kamu Juga Harus Bahagia
- Bab 173 Kita Bukanlah Orang Yang Sama
- Bab 174 Semua Sudah Berubah Menjadi Lelucon
- Bab 175 Ancaman Dirinya
- Bab 176 Aku Tidak Tertarik
- Bab 177 Aku Hanya Sekedar Ingin Membantumu
- Bab 178 Sekarang Aku Memberikan Kesempatan Padamu
- Bab 179 Aku Sangat Menyukai Dirimu yang Begitu Munafik
- Bab 180 Sangat Mengejutkan
- Bab 181 Mungkin Akan Meninggal
- Bab 182 Apakah Kamu Sudah Puas Sekarang?
- Bab 183 Lemah Dengan Perlakuan Lembut
- Bab 184 Haruskah Kamu Mengucapkan Kata-Kata Dengan Duri?
- Bab 185 Tidak Layak Untuk Menerimanya
- Bab 186 Petunjuk
- Bab 187 Dia Lebih Buruk Dari Wanita Jalang
- Bab 188 Harapan yang Dikancingkan Padaku
- Bab 189 Memberi Kompenassi 100 Miliar
- Bab 190 Kamu Harus Ingat Siapa Dirimu!
- Bab 191 Protagonis Dalam Cerita Itu Adalah Aku
- Bab 192 Apakah Kamu Sudah Cukup Dengan Permainanmu?
- Bab 193 Dia Mencabut Gugatan, Kita Mengajukan Gugatan
- Bab 194 Menjauhlah Dari Tunanganku!
- Bab 195 Aku Telah Diikuti Oleh Seseorang Selama 24 Jam
- Bab 196 Aku Pasti Tidak Akan Melepaskanmu!
- Bab 197 Tanda Tangani Itu, Aku Baru Biarkan Kamu Pergi
- Bab 198 Sangat Marah
- Bab 199 Melihat Sedikit Harapan Kemenangan
- Bab 200 Sedangkan Aku, Juga Tidak Ingin Menyesuaikan Kamu Lagi
- Bab 201 : Yang Penting Kamu Tidak Merasa Malu
- Bab 202 Menurutku Dia Seperti Nenek Moyang!
- Bab 203 Cepat Atau Lambat Akan Membuatmu Kehilangan Segalanya
- Bab 204 Tetapi Aku Memiliki Satu Syarat
- Bab 205 Seperti Mimpi Yang Langsung Menghilang Dalam Sekejap
- Bab 206 Sungguh Bagus Sekali Rencana Kalian
- Bab 207 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 208 Mungkin Berakibat Fatal
- Bab 209 Kamu Pergi Mati Saja
- Bab 210 Aku Kira Kamu Tidak Akan Datang
- Bab 211: Makan Bersama Ini, Tidaklah Sesederhana Itu
- Bab 212: Aku Merasa Darahku Menjadi Dingin
- Bab 213: Tidak Ada Jalan Yang Bisa Ditempuh Lagi
- Bab 214: Berbisnis Seperti Di Medan Perang
- Bab 215 Aku Mengatakan Suruh Kamu Pergi
- Bab 216: Apakah Ada Masalah Yang Kamu Sembunyikan Dariku
- Bab 217 Aku Tidak Bisa Membiarkan Apa Yang Dia Inginkan Terjadi
- Bab 218 Dalam Satu Detik Menampar Wajah
- Bab 219 Sayang, Selamat Ulang Tahun
- Bab 220 Maaf Aku Terlambat Pulang
- Bab 221 Aku Tidak Perlu Kamu Bekerja Terlalu Keras
- Bab 222 Tangan Memanas
- Bab 223 : Mungkinkah Kamu Yang Melakukannya
- Bab 224 : Karena Ada orang Melakukan Terlalu Banyak Hal Buruk
- Bab 225 Membayar Dengan Harga Yang Menyakitkan
- Bab 226 Membuatku Tidak Bisa Lari Kemanapun
- Bab 227 Semuanya Tidak Benar
- Bab 228 Percayakah Kamu?
- Bab 229 Apakah Kamu Tidak Punya Hati?
- Bab 230 Siapakah Orang Itu
- Bab 231 Apakah Kamu Tidak Merasa Dirimu Munafik?
- Bab 232 Pasti Ada Yang Salah
- Bab 233 Serigala Di Depan, Harimau Di Belakang
- Bab 234 Percobaan
- Bab 235 Permintaan Maaf Hanya Alasan Saja
- Bab 236 Pertentangan Ini Tidak Baik Bagi Semua Orang
- Bab 237 Jangan Kamu Berharap Ada Lain Kali
- Bab 238 Apakah Kamu Bisa Menukar Pria Yang Kamu Sukai
- Bab 239 Memiliki Hubungan
- Bab 240 Akankah Kamu Bersama Dengannya?
- Bab 241 Semuanya Terlalu Dramatis
- Bab 242 Sekarang, Sudah Tidak Penting
- Bab 243 Kalau Aku Menginginkannya
- Bab 244 Bagaimana Aku Bisa Tenang
- Bab 245 Semakin Ditakutkan Semakin Menjadi Kenyataan
- Bab 246 Dia Keguguran
- Bab 247 Bagaimana Jika Aku Menikah Dengannya?
- Bab 248 Kembali Untuk Memberikanmu Sebuah Hadiah
- Bab 249: Membalikkan Semua Argumen
- Bab 250: Aku Adalah Jimat Perlindunganmu
- Bab 251 Tidak Baik Jika Dilihat Oleh Pacarmu