Cintaku Pada Presdir - Bab 178 Sekarang Aku Memberikan Kesempatan Padamu
Bagus kali bahasanya.
Cheng Yang bisa menyesal juga ?
Dia hanya menyesal karena asbak rokok itu bukan langsung memecahkan kepalaku.
Aku langsung menolak dengan tanpa ragu :”Seberapa besar juga tidak berguna, aku tidak peduli, suruh Cheng Yang bersiap-siap saja masuk penjara.”
Pengacara sepertinya tidak menyangka kalau aku akan begitu nekat, dia ingin mengatakan sesuatu lagi, namun tetap saja menelan ke dalam perut sendiri, akhirnya hanya menjinjing tas kerja dan pergi meninggalkan tempat.
Aku sedikit ragu, apakah pilihanku sudah benar? Namun ketika aku masih belum sempat memikirkan jawabannya, dokter berjalan masuk dan berkata :”Hasil pemeriksaan Ning Zhenfeng sudah keluar, ada sedikit gejala gegar otak, jadi mesti istirahat untuk beberapa saat.”
Gegar otak ?
Api amarah di benak hatiku langsung membara, Cheng Yang memang kejam sekali !
Aku semakin tidak menyesal dengan keputusanku pada barusan, Cheng Yang memang harus bertanggung jawab untuk tindakannya.
Aku mengerut bibir dan berusaha mengendalikan emosional diri, “Baik, terima kasih ya.”
Dokter mengangguk, dia memerintahkan suster untuk mengganti obat pada luka Ning Zhenfeng, setelah itu sudah langsung keluar kamar.
Aku melihat reaksi wajah Ning Zhenfeng yang semakin pucat karena luka tersebut, dalam hatiku merasa bersalah sekali, bagaimanapun dia juga terluka karena unsur pribadiku.
Tujuan kedatangan Cheng Yang pada kali ini memang tertuju padaku.
Ning Zhenfeng berbaring di atas kasur, sepertinya dia juga menyadari sesuatu, sehingga malahan balik menghiburku :”Aku tidak apa-apa, dokter sengaja mengagetkan kamu, ini hanya sekedar luka luar saja, mana ada begitu parah ?”
Hatiku sedikit tersentuh, aku berjalan menghampiri dan menuangkan segelas air putih kepadanya :”Lukanya masih sakit ?”
Dia meminum setengah gelas airnya, lalu tersenyum dan berkata, “Aku tidak begitu lemah juga, dari tadi sudah tidak merasa sakit, jangan khawatir lagi.”
Aku menarik sebuah kursi dan duduk di samping kasur, setelah itu aku menunduk kepala dan berkata, “Maaf ya, Cheng Yang melibatkan kamu juga dikarenakan aku.”
“Ayah sangat senang karena bisa melindungimu dari kecelakaan kali ini, dengan demikian, ayah memiliki sedikit kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita, Xiao Xi, ayah terlalu banyak berutang padamu, mungkin saja tidak bisa lunas lagi dalam seketika ini.” Mata dia sudah sedikit merah, kata-kata yang dilontarkan kesannya sangat tulus, bagaikan seorang ayah yang bijak dan penuh kasih sayang.
Aku menatapnya dengan tatapan tidak percaya, sepertinya dia… sudah berubah.
Sedikit berbeda dengan dulu.
Dia semakin mirip dengan seorang ayah yang sebenarnya.
Aku menggeleng kepala dan berkata, “Kamu tidak ada utang kepadaku.”
Sebenarnya dia hanya mengutang kepada ibuku.
Namun dia tidak ada kesempatan untuk membalas ibuku lagi.
Pada beberapa hari selanjutnya, aku hampir menyelesaikan semua pekerjaanku di rumah sakit, sekalian untuk menemani Ning Zhenfeng yang sedang merawat luka.
Apabila benar-benar tidak ada waktu lagi, aku meminta Chen Xuan yang bantu merawat Ning Zhenfeng.
Pada sore di hari ini, ketika aku baru saja keluar dari rumah sakit, aku langsung menerima telepon dari Li Sheng, dia memberitahuku :”Gugatan kita terhadap Cheng Yang sudah ditetapkan, mungkin saja dia akan dipenjarakan dan membayar kompensasi hingga dua ratus juta.”
Aku tersenyum sinis, “Mereka sudah terima ya ?”
Uang kompensasi ini sama sekali tidak berpengaruh apapun bagi keluarga Cheng.
Namun keluarga Cheng tidak akan mungkin membiarkan Cheng Yang dipenjara begitu saja.
“Tidak, mereka sudah mengajukan gugatan.” Li Sheng menjawabku.
Ternyata memang seperti ini.
Dapat dikatakan bahwa Cheng Yang bertumbuh di dalam keadaan yang penuh perhatian dan kasih sayang, bagi Cheng Yang, dipenjarakan sama saja seperti penyiksaan yang menyengsarakan.
Aku berpikir sejenak dan bertanya, “Seberapa besar kesempatan kemenangan kita ?”
“Pada dasarnya tidak ada masalah.”
Setelah mendengar jawaban dari Li Sheng, hatiku menjadi lega.
Namun suasana hatiku menjadi kacau balau lagi apabila berpikir tentang Cheng Jinshi.
Tidak tahu apakah Cheng Jinshi atau Shen Yanting yang bertindak secara diam-diam, awalnya prosedur gugatan yang mesti berlangsung hingga waktu berbulan-bulan, malahan sudah menetapkan waktu sidangnya dengan cepat.
Pada hari sidang di pengadilan, hujan gerimis pada musim dingin terus merintis, cuacanya juga sangat dingin, aku mengenakan sweter putih dan berkunjung ke kantor pengadilan.
Selain Cheng Yang, Cheng Jinshi dan Lin Zhi juga ikut hadir.
Pada saat melihat Cheng Jinshi, aku mengepal tangan secara refleks dan mengalihkan tatapanku dengan gaya tidak peduli, lalu berjalan masuk ke dalam ruangan bersama pengacaraku.
Aku duduk di posisi penggugat dan menuntut Cheng Yang dengan tanpa ampun, “Dia, dia yang menghancurkan ruangan kantorku, dia melukai ayahku, ayahku bahkan sudah gegar otak karena tindakannya.”
“Ningxi , kamu diam ! Berdasarkan apa kamu menuntut aku, aku kasih tahu kamu, kalau hari ini nama baikku tercemar, aku pasti tidak bakal mengampuni kamu ! !” Cheng Yang yang duduk di posisi terdakwa sedang memaki aku dengan reaksi yang galak.
Lin Zhi juga berdiri dari tempat duduknya, matanya telah memerah bagaikan ingin membunuh orang, setelah itu dia menjerit dengan emosi, “Keluarga Cheng tidak ada binatang sepertimu, sebenarnya kami sudah buat dosa apa, bahkan bisa mendapatkan seorang menantu sepertimu ? ! Dia adiknya Jinshi, kenapa kamu bisa begitu tega ? ?”
“Kamu ingat saja, kalau memang hebat, tuntut saja aku sampai dikurung selamanya, kalau tidak, meskipun aku mati, aku juga tidak bakal mengampuni kamu !” Cheng Yang melotot aku dengan tatapan kejam.
Dengan menghadapi ancaman dan makian dari mereka, hatiku bahkan tidak terpengaruh apapun.
Aku hanya melirik ke arah Cheng Jinshi dengan refleks, di dalam tatapan matanya yang dalam, aku melihat kesan dingin yang sangat jelas.
Hatiku juga ikut gemetar karena tatapan tersebut, setelah itu rasa sengsara mulai menebar dari lubuk hatiku.
Dia sama sekali tidak pernah berpihak padaku.
Aku hanya bisa berjuang sendirian.
Kami memiliki bukti dan saksi mata, sehingga mendapatkan kemenangan dengan tanpa ragu.
Hasil sidang menyatakan bahwa Cheng Yang mesti dipenjarakan selama setengah bulan, dan juga mesti membayar kompensasi sebesar seratus empat puluh juta.
Aku tersenyum datar, namun tidak memiliki rasa lega, setelah mengucapkan terima kasih kepada Li Sheng, aku melangkah ke arah pintu kantor pengadilan.
Akan tetapi ketika masih belum tiba di pintu, aku sudah mendengar suara keributan yang berasal dari luar kantor, aku mengintip melalui jendela kaca, ternyata sekumpulan wartawan telah mengepung di depan pintu.
Hari ini kantor pengadilan tidak memiliki kasus heboh lainnya, jelasnya kedatangan mereka memang tertuju pada kasus aku dan Cheng Yang.
Nona besar perusahaan Cheng akan dipenjarakan, sepertinya juga bisa dianggap sebagai berita heboh.
“Nona Ning, aku membawa kamu dan tuan Cheng pergi dari pintu belakang saja.” Seorang petugas kantor pengadilan berjalan menghampiri dan berkata kepadaku.
Aku mengangguk, “Baik.”
Pada saat menoleh dan melihat Cheng Jinshi yang bereaksi datar, hatiku bagaikan telah ditusuk oleh berbagai jarum, aku tidak dapat mengutarakan rasa sakit di hatiku.
Kami pergi bersamaan melalui pintu belakang, pada sepanjang perjalanan, kami tidak berbicara sama sekali, kesannya bagaikan orang asing.
Orang yang tidak mengetahui identitas kami sama sekali tidak dapat membayangkan bahwa ternyata kami berdua adalah sepasang suami istri.
“Presdir Ningxi, sini !”
Setelah berjalan keluar dari pintu belakang, Chen Xuan menurunkan kaca jendela dan melambaikan tangan kepadaku.
Aku terbengong sejenak, ketika ingin berjalan menghampiri, sebuah mobil Porsche merah berkendara menghampiri, setelah itu seorang wanita yang sangat aku kenal dan benci beranjak turun dari mobil.
Qin Yuming.
Ternyata dia memang tidak keluar negeri.
Sepertinya dia datang untuk menjemput Cheng Jinshi.
Hatiku mulai terasa sakit, aku mengabaikan pemandangan ini dan berjalan ke arah Chen Xuan, namun malahan ada yang mengejar dan menghalangi aku, “Ningxi , aku ingin bahas berduaan denganmu.”
Aku melirik Cheng Jinshi yang tidak jauh di depan mata, lalu menatap lagi pada wanita di hadapanku, setelah itu menyindir dengan nada datar :”Tidak perlu lagi, kamu bukannya menyukai Cheng Jinshi ya ? Sekarang aku memberikan kesempatan kepadamu, cepat berusaha ya, semoga impian kamu dapat tercapai.”
Aku benar-benar malas melayani dia, padahal dia sangat berharap untuk menikah ke dalam keluarga Cheng, namun dia malahan suka berlagak polos dan bergaya pura-pura berteman dengan Cheng Jinshi.
Mungkin saja Cheng Jinshi akan percaya dengannya, namun aku tidak bakal memercayainya.
Sepertinya ada kata-kataku yang menusuk saraf sensitif Qin Yuming, sehingga reaksinya wajahnya menjadi sangat seram, kedua matanya memancarkan tatapan kejam, setelah yakin bahwa jarak Cheng Jinshi tidak dapat mendengar kata-kata kami, dia langsung melepaskan semua penyamarannya, lalu tersenyum sinis dan berkata dengan nada rendah :”Kalau kamu benaran mau cerai, jangan mengandung anaknya Cheng Jinshi, apa maksudnya juga kamu mengandung anak keduanya ?”
Novel Terkait
Cinta Pada Istri Urakan
Laras dan GavinThe Revival of the King
ShintaPria Misteriusku
LylyAsisten Bos Cantik
Boris DreyBretta’s Diary
DanielleMr Huo’s Sweetpie
EllyaCintaku Pada Presdir×
- Bab 1 Keributan Dalam Pesta Pernikahan
- Bab 2 Pertemuan Mendadak
- Bab 3 Identitas Yang Cukup Mengejutkan
- Bab 4 Kamu Telah Melewati Batas
- Bab 5 Ingin Melahirkan Anak
- Bab 6 Anak Mereka
- Bab 7 Akulah Orang Luar
- Bab 8 Bercerailah
- Bab 9 Pelampiasan dari Efek Alkohol
- Bab 10 Rahasia Song Jiamin
- Bab 11 Keributan Makan Malam
- Bab 12 Rusaknya Rem Mobil
- Bab 13 Apakah Kalian Pernah Melakukannya
- Bab 14 Pemberitahuan Berbahaya
- Bab 15 Aku Hamil
- Bab 16 Perceraian
- Bab 17 Aborsi
- Bab 18 Waktu Mengubah Semuanya
- Bab 19 Percintaan Mereka Yang Dalam Dan Kental
- Bab 20 Tamparan Balasan
- Bab 21 Uang Ini Cukup?
- Bab 22 Jinshi, Apakah kamu Percaya
- Bab 23 Jangan Jadikan Aku Pengganti
- Bab 24 Sengaja Ditabrak
- Bab 25 Menutupi Kemaluan Dengan Kemarahan
- Bab 26 Hubungan Apa Dengan Dia
- Bab 27 Terpergok Berzinah
- Bab 28 Ancaman
- Bab 29 Diam-Diam Mengangkat Teleponku
- Bab 30 Kehilangan Anakku
- Bab 31 Kamu Berencana Menukarnya dengan Apa
- Bab 32 Fakta Tentang Kematian Ibu
- Bab 33 Selingkuhan atau Kekasih?
- Bab 34 Mendapatkan Bukti
- Bab 35 Mati Di Tempat
- Bab 36 Dia Telah Kembali
- Bab 37 Temani Aku Tidur
- Bab 38 Hanya Kamu yang Menginginkanku
- Bab 39 Dia Tidak Boleh Berhasil
- Bab 40 Mendapatkan Kemalangan
- Bab 41 Pelacur Sok Suci
- Bab 42 Pemimpin Baru Proyek
- Bab 43 Pasangan Serasi
- Bab 44 Wanita Terbuang
- Bab 45 Tidak Mengizinkan
- Bab 46 Tidak Bisa Menyaingi
- Bab 47 Mengancam
- Bab 48 Mimpi Buruk Yang Tak Bisa Disingkirkan
- Bab 49 Merindukanmu
- Bab 50 Kakekku Pingsan
- Bab 51 Kakaknya Song Jiamin
- Bab 52 Rela Menunggu
- Bab 53 Merendahkan Dirinya Sendiri
- Bab 54 Dia Bukannya Tidak Pernah Menipu Aku
- Bab 55 Kenapa Bisa Begitu Kejam
- Bab 56 Cepat Atau Lambat Akan Menjadi Keluarga
- Bab 57 Ancaman Dari Ning Zhenfeng
- Bab 58 Kehidupan Dan Kematianmu.
- Bab 59 Kapan Kamu Bisa Mempercayaiku Sekali?
- Bab 60 Marah dan Sakit Hati
- Bab 61 Lelucon Ini Tidak Lucu
- Bab 62 Terserah Kamu Percaya Atau Tidak
- Bab 63 Siapapun Jangan Ada Yang Berharap Bisa Hidup Dengan Tenang
- Bab 64 Cheng Jin Shi, Aku Membencimu
- Bab 65 Mari Kita Bicara
- Bab 66 Meninggalkan Kota Nan
- Bab 67 Kakak Sepupumu Di Ranjangku
- Bab 68 Duri Dalam hati
- Bab 69 Siapa Yang Kamu Pilih
- Bab 70 Bukti Meyakinkan
- Bab 71 Aku Percaya Padamu
- Bab 72 Kita Masih Bisa Punya Anak
- Bab 73 Selangkah Menuju Kebenaran
- Bab 74 Pembunuhnya Adalah Dia
- Bab 75 Berbalik Memfitnahku
- Bab 76 Zhou Ziyun Menyelamatkanku
- Bab 77 Dia Dari Awal Sudah Membenciku
- Bab 78 Aku Benar Tidak Menyentuhmu
- Bab 79 Emosi
- Bab 80 Tuduhan Kejahatan Ini Sekalian Dihitung
- Bab 81 Apakah Semua Kebaikanmu Itu Palsu
- Bab 82 Salahkan Dirinya Sendiri
- Bab 83 Ning Xi Kamu Tidak Akan Bisa Melarikan Diri
- Bab 84 Memberikan Segala Yang Kamu Suka
- Bab 85 Berakhir Hari Ini
- Bab 86 Aku yang Membocorkan Desain
- Bab 87 Aku Bisa Memperbaiki Kesalahanku
- Bab 88 Kamu Sudah Dipecat
- Bab 89 Anakmu Segera Mempunyai Ibu Tiri
- Bab 90 Tuan Zhou Baik Pada Pacarnya
- Bab 91 Kembalikan Kunci Itu Kepadaku
- Bab 92 Orang Yang Ingin Aku Nikahi Hanya Kamu
- Bab 93 Buktikan Dulu Kepadaku
- Bab 94 Hari Ching Ming
- Bab 95 Pemilik Sebenarnya Adalah Cheng Jinshi
- Bab 96 Menyimpan Selingkuhan
- Bab 97 Dua garis
- Bab 98 Benar, Tetapi Tidak Ada Hubungannya Denganmu
- Bab 99 Juga Memberimu Kesempatan
- Bab 100 Ingin Menjadi Ayah Anak Orang Lain
- Bab 101 Identitas Tuan Fu
- Bab 102 Waspada Terhadap Nyonya
- Bab 103 Apa Hubunganmu Dengan Lin Zhi?
- Bab 104 Melihat Orang Lain Melalui Diriku.
- Bab 105 Aku Ingin Menikah Denganmu, Maukah Kamu Menikah Denganku ?
- Bab 106 Mana Mungkin Ada Jika
- Bab 107 Karena Uang
- Bab 108 Diduga Membunuh Kakek
- Bab 109 Bantuan Dalam Investigasi
- Bab 110 Ayo, Kita Pulang Rumah
- Bab 111 Benarkah Bisa Memulai Dari Awal
- Bab 112 Coba Saja !
- Bab 113 Satu Orang Bersedia Untuk Mencintai Dan Satu Orang Lainnya Rela Untuk Dicintai
- Bab 114 Pelanggan Jinshi
- Bab 115 Jam Tujuh, Aku Menunggumu
- Bab 116 Dia Sangat Cocok Denganmu, Dan Aku Juga Sangat Menyukainya
- Bab 117 Satunya Sedang Ribut, Satunya Sedang Tertawa
- Bab 118 Kamu Harus Keluar Dengan Selamat
- Bab 119 Sekali Berani Membuka Mulut, Maka Sudah Tidak Ada Jalan Kembali
- Bab 120 Sebagai Balasan
- Bab 121 Semakin Panik, Semakin Bingung
- Bab 122 Aku Bukan Orang Yang Ada Di Hatinya
- Bab 123 Kamu Jangan Berpikir Mau Mengambil
- Bab 124 kamu Tidak Perlu Mengkhayal Aku Sebagai Musuh Cintamu
- Bab 125 Di Dunia Ini Ternyata Ada Ayah Seperti Dirimu
- Bab 126 Satu Keluarga yang Tidak Waras!
- Bab 127 Kamu Ingin melepaskan Proyek Ini?
- Bab 128 Jika Aku Adalah Kamu, Aku Lebih Baik Pergi Mati Saja.
- Bab 129 Apakah Kamu Hamil?
- Bab 130 Menggugurkan Anak
- Bab 131 Dia Memeluk Seorang Anak
- Bab 132 Menikah Kembali Adalah Pertunjukkan Tunggalku
- Bab 133 Meskipun Lautan Api, Aku Juga Harus Pergi
- Bab 134 Suamimu Tampan Sekali
- Bab 135 Semua Pesan Anonim Dikirim Olehnya
- Bab 136 Sesuatu Terjadi Pada Zhou Ziyun
- Bab 137 Kembali Ke Keluarga Cheng
- Bab 138 Ibu Akan Membawamu Pulang
- Bab 139 Pulanglah Denganku?
- Bab 140 Mencintaimu? Jangan Bermimpi!
- Bab 141 Pernikahan Kontrak
- Bab 142 Berdasarkan Apa Aku Menarik Tuntutan
- Bab 143 Dihukum Mati
- Bab 144 Kamu Benar-Benar Harus Berterima Kasih Kepada Kakak Yu Min
- Bab 145 Apakah Kamu Sudah Selesai Memarahi Aku?
- Bab 146 Apakah Begitu Memalukan
- Bab 147 Tidak Mengerti Apa Yang Sedang Dia Pikirkan
- Bab 148 Sudah Merepotkanmu Mengantar Suamiku Pulang
- Bab 149 Bertemu Shen Yanting Untuk Pertama Kalinya
- Bab 150 Aku Adalah Suamimu!
- Bab 151 Semakin Dijelaskan, Semakin Ditutupi Semakin Terkuak
- Bab 152 Memang Berbeda Seperti Bumi Dan Langit
- Bab 153 Kelinci Kalau Marah Juga Bisa Gigit Orang
- Bab 154 Apa Khawatir Dia Cemburu?
- Bab 155 Tetap Saja Disapu Keluar
- Bab ke-156 Setidaknya hati ini tidak resah jika tidak melihatnya
- Bab ke-157 Menjual Seumur Hidupku Lagi Untukmu?
- Bab ke-158 Seumur hidup ini kamu tidak akan bisa kabur kemanapun
- Bab 159 Apakah kamu tidak merasa dia mirip seseorang
- Bab 160 Ingin Menggantikan Orang Kesayanganmu Untuk Kecewa?
- Bab 161 Ya, Ini Adalah Rumah Kalian
- Bab 162 Cheng Jinshi, Sampai Jumpa di Biro Urusan Sipil
- Bab 163 Aku Sengaja Membawa Pergi!
- Bab 164 Ketakutan Akibat Dugaan yang Salah
- Bab 165 Sama Sekali Tidak Ada Hubungannya dengan Aku
- Bab 166 Aku sama sekali tidak percaya
- Bab 167 Aku Lihat Siapa Yang Berani
- Bab 168 Menggoda Pria Mana Pun
- Bab 169 Tante, itu karena dia pantas ditampar
- Bab 170 Tidak Ingin Berjalan Di Atas Es Tipis Lagi
- Bab 171 Ini Adalah Calon Istriku
- Bab 172 Kamu Juga Harus Bahagia
- Bab 173 Kita Bukanlah Orang Yang Sama
- Bab 174 Semua Sudah Berubah Menjadi Lelucon
- Bab 175 Ancaman Dirinya
- Bab 176 Aku Tidak Tertarik
- Bab 177 Aku Hanya Sekedar Ingin Membantumu
- Bab 178 Sekarang Aku Memberikan Kesempatan Padamu
- Bab 179 Aku Sangat Menyukai Dirimu yang Begitu Munafik
- Bab 180 Sangat Mengejutkan
- Bab 181 Mungkin Akan Meninggal
- Bab 182 Apakah Kamu Sudah Puas Sekarang?
- Bab 183 Lemah Dengan Perlakuan Lembut
- Bab 184 Haruskah Kamu Mengucapkan Kata-Kata Dengan Duri?
- Bab 185 Tidak Layak Untuk Menerimanya
- Bab 186 Petunjuk
- Bab 187 Dia Lebih Buruk Dari Wanita Jalang
- Bab 188 Harapan yang Dikancingkan Padaku
- Bab 189 Memberi Kompenassi 100 Miliar
- Bab 190 Kamu Harus Ingat Siapa Dirimu!
- Bab 191 Protagonis Dalam Cerita Itu Adalah Aku
- Bab 192 Apakah Kamu Sudah Cukup Dengan Permainanmu?
- Bab 193 Dia Mencabut Gugatan, Kita Mengajukan Gugatan
- Bab 194 Menjauhlah Dari Tunanganku!
- Bab 195 Aku Telah Diikuti Oleh Seseorang Selama 24 Jam
- Bab 196 Aku Pasti Tidak Akan Melepaskanmu!
- Bab 197 Tanda Tangani Itu, Aku Baru Biarkan Kamu Pergi
- Bab 198 Sangat Marah
- Bab 199 Melihat Sedikit Harapan Kemenangan
- Bab 200 Sedangkan Aku, Juga Tidak Ingin Menyesuaikan Kamu Lagi
- Bab 201 : Yang Penting Kamu Tidak Merasa Malu
- Bab 202 Menurutku Dia Seperti Nenek Moyang!
- Bab 203 Cepat Atau Lambat Akan Membuatmu Kehilangan Segalanya
- Bab 204 Tetapi Aku Memiliki Satu Syarat
- Bab 205 Seperti Mimpi Yang Langsung Menghilang Dalam Sekejap
- Bab 206 Sungguh Bagus Sekali Rencana Kalian
- Bab 207 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 208 Mungkin Berakibat Fatal
- Bab 209 Kamu Pergi Mati Saja
- Bab 210 Aku Kira Kamu Tidak Akan Datang
- Bab 211: Makan Bersama Ini, Tidaklah Sesederhana Itu
- Bab 212: Aku Merasa Darahku Menjadi Dingin
- Bab 213: Tidak Ada Jalan Yang Bisa Ditempuh Lagi
- Bab 214: Berbisnis Seperti Di Medan Perang
- Bab 215 Aku Mengatakan Suruh Kamu Pergi
- Bab 216: Apakah Ada Masalah Yang Kamu Sembunyikan Dariku
- Bab 217 Aku Tidak Bisa Membiarkan Apa Yang Dia Inginkan Terjadi
- Bab 218 Dalam Satu Detik Menampar Wajah
- Bab 219 Sayang, Selamat Ulang Tahun
- Bab 220 Maaf Aku Terlambat Pulang
- Bab 221 Aku Tidak Perlu Kamu Bekerja Terlalu Keras
- Bab 222 Tangan Memanas
- Bab 223 : Mungkinkah Kamu Yang Melakukannya
- Bab 224 : Karena Ada orang Melakukan Terlalu Banyak Hal Buruk
- Bab 225 Membayar Dengan Harga Yang Menyakitkan
- Bab 226 Membuatku Tidak Bisa Lari Kemanapun
- Bab 227 Semuanya Tidak Benar
- Bab 228 Percayakah Kamu?
- Bab 229 Apakah Kamu Tidak Punya Hati?
- Bab 230 Siapakah Orang Itu
- Bab 231 Apakah Kamu Tidak Merasa Dirimu Munafik?
- Bab 232 Pasti Ada Yang Salah
- Bab 233 Serigala Di Depan, Harimau Di Belakang
- Bab 234 Percobaan
- Bab 235 Permintaan Maaf Hanya Alasan Saja
- Bab 236 Pertentangan Ini Tidak Baik Bagi Semua Orang
- Bab 237 Jangan Kamu Berharap Ada Lain Kali
- Bab 238 Apakah Kamu Bisa Menukar Pria Yang Kamu Sukai
- Bab 239 Memiliki Hubungan
- Bab 240 Akankah Kamu Bersama Dengannya?
- Bab 241 Semuanya Terlalu Dramatis
- Bab 242 Sekarang, Sudah Tidak Penting
- Bab 243 Kalau Aku Menginginkannya
- Bab 244 Bagaimana Aku Bisa Tenang
- Bab 245 Semakin Ditakutkan Semakin Menjadi Kenyataan
- Bab 246 Dia Keguguran
- Bab 247 Bagaimana Jika Aku Menikah Dengannya?
- Bab 248 Kembali Untuk Memberikanmu Sebuah Hadiah
- Bab 249: Membalikkan Semua Argumen
- Bab 250: Aku Adalah Jimat Perlindunganmu
- Bab 251 Tidak Baik Jika Dilihat Oleh Pacarmu