Cintaku Pada Presdir - Bab 190 Kamu Harus Ingat Siapa Dirimu!
“Itu bukan anakmu sendiri! Itu tidak bisa dibenarkan oleh hukum!” Dia sangat marah.
Aku mencibir, "Ternyata Keluarga Cheng juga takut pada hukum?"
Raut mukanya sepenuhnya menjadi jelek, dia menatapku dengan tajam, "Ning Xi, mari kita lihat saja!"
"Oke."
Aku tidak mau kalah, menyetujuinya dengan dingin.
Dia berjalan keluar kantor dengan emosi, membanting pintu kantor hingga menimbulkan suara keras.
——
Shen Yanting selalu cekat dalam mengurus masalah. Dua hari kemudian, pabrik sudah menyelesaikan pembuatan sampel. Setiap produk memiliki beberapa sampel bahan yang berbeda-beda.
Setelah dia tiba di perusahaanku, dia meneleponku dan memintaku turun untuk mengambil sampel dari pabrik bersamanya.
Aku segera turun. Aku agak tidak sabar.
Ekspektasiku terhadap proyek ini lebih besar dari proyek sebelumnya.
Mungkin karena proyek sebelumnya tidak hanya harus menghadapi desain, tetapi juga keterikatan emosional yang membuatku kewalahan. Alhasil, aku hanya ingin menyelesaikannya secepat mungkin untuk membersihkan hubungan antara aku dengan Cheng Jinshi dan Qin Yuming.
Sedangkan kali ini, aku benar-benar dapat mencurahkan semua pemikiranku pada karya.
Memikirkan hal ini, aku amat berterima kasih kepada Shen Yanting. Dialah yang memungkinkanku untuk mendesain sepenuh hati.
Ketika semua orang menyangkal karyaku, dia bersedia mencobanya denganku.
"Bak mimpi di luar jangkauan, berhancuran begitu disentuh… ..."
Begitu keluar dari pintu gedung, ponsel di tasku berdering.
Aku membukanya dan melihat nama penelepon. Aku ragu-ragu sejenak. Setelah panggilan terhubung, aku menunggu pihak seberang bicara.
Suara berat Cheng Jinshi terdengar melalui telepon, "Aku ingin bertemu denganmu."
“Tidak ada waktu.” Aku menolak dengan nada tawar.
“Kamu masih istriku!” Dia merendahkan suara. Aku bisa membayangkan kemarahannya.
Hatiku seakan terkoyak. Aku tidak bisa menahan cibiran, "Kalau kamu tidak puas dengan istrimu ini, maka cerai saja. Apakah cerai langsung atau gugat cerai, terserah kamu."
Usai bicara, aku langsung mematikan telepon tanpa menunggu responsnya. Kemudian, aku berjalan menuju mobil yang diparkir Shen Yanting di depan pintu.
Aku tidak mengerti mengapa status "Nyonya Cheng" yang dulunya sangat aku hargai, sekarang malah membuatku merasa tersiksa.
Aku benar-benar muak.
Muak menjadi orang yang tidak dicintai dalam sebuah hubungan cinta.
Setelah masuk ke dalam mobil, aku mengencangkan sabuk pengaman dan berkata, "Pembuatan sampel dilakukan dengan sangat cepat. Aku kira bakal butuh waktu sekitar satu minggu untuk selesai."
Dia menyalakan mesin, menjawab sambil tersenyum: "Kami memiliki pabrik sendiri, jadi jauh lebih mudah."
Dia mengemudi ke arah pabrik milik Klein. Sesampainya di pabrik, aku merasa kurang puas setelah melihat sampel.
Shen Yanting juga merasa demikian.
Kami membandingkan beberapa bahan mentah di pabrik, memilih ulang dua bahan, lalu meminta pabrik untuk mencoba lagi.
Kali ini, ada sampel yang lumayan bagus, tapi masih terasa kurang.
Aku dan dia sama-sama merupakan orang yang perfeksionis. Kami terus berdiskusi, mengganti bahan mentah, ataupun merevisi detail-detail kecil pada gambar desain.
Selama tiga atau empat hari berturut-turut, kami nyaris tinggal di pabrik.
Pada hari ini, aku dan dia makan di sebuah restoran tidak jauh dari pabrik. Di luar tiba-tiba turun hujan lebat.
Angin musim dingin bercampur gerimis menyelinap masuk melalui celah pintu restoran, membuat orang merinding.
Kami ingin menunggu hujan reda sebelum kembali ke pabrik, tetapi hujan tidak menunjukkan tanda-tanda henti. Sementara pabrik menelepon lagi, mengatakan bahwa sampel revisi terbaru telah keluar.
Aku ingin melihat sampel, tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Aku mengambil inisiatif dan berkata, "Ayo."
Shen Yanting sekilas memandangi hujan di luar, tampaknya sedikit lebih reda. Dia pun mengangguk, "Ayo."
Kami bergegas keluar dari restoran bersama-sama. Tanpa diduga, tidak ada setetes hujan pun yang menitik di atas kepalaku.
Begitu aku mendongak, aku melihat Shen Yanting mengangkat jas yang entah kapan dilepaskannnya dan dipayunginya di atas kepalaku. Sedangkan dia sendiri menjadi basah.
Aku amat tercengang. Dia mengangkat dagunya dengan acuh tak acuh, "Ayo cepat."
Dia sangat baik. Meski membantuku berlindung dari hujan, dia tetap menjaga jarak agar aku tidak merasa tidak dihargai.
Aku tahu penundaanku selama satu menit hanya akan membuatnya dihujani lebih lama satu menit. Jadi, aku mempercepat langkah dan lari ke pabrik.
Tanpa diduga, ketika kami berjarak sekitar sepuluh meter dari gerbang pabrik, aku tiba-tiba berhenti, tubuhku menggigil.
Di depan pabrik, terparkir sebuah Porsche hitam. Setelah pemilik mobil menemukanku, dia membuka pintu dan keluar dari mobil, melangkah ke arahku.
Kabut menyelubungi wajahnya. Dia menghempaskan jas Shen Yanting dari atas kepalaku dan berteriak pada Shen Yanting, "Dia adalah istriku, kamu lebih baik jangan mendekatinya!"
Aku memelototinya dengan marah, membungkuk untuk mengambil mantel Shen Yanting, lalu menyeret Shen Yanting ke pabrik, tidak ingin berbicara sepatah kata pun dengannya.
Dia yang sekarang tidak punya kesadaran lagi.
Tidak peduli apa yang aku katakan, semua itu tidak berguna.
“Ning Xi, berhenti!” Teriaknya tajam.
Hatiku bergidik. Aku memaksa diri untuk tenang, terus bergerak maju dengan langkah stabil.
Demi apa aku harus berhenti sesuai kata-katanya.
Dalam hubungan ini, aku telah berkobar banyak. Aku tidak mau menurutinya lagi.
Dia melangkah besar menyusuliku, meraih pergelangan tanganku. Bulu matanya penuh titik hujan, tatapannya gelap, seolah diracuni. "Kita belum bercerai. Kamu harus ingat siapa dirimu! Kamu adalah istri Cheng Jinshi!"
Kemasaman yang tak terkendali memenuhi mataku, aku berkata dengan kesulitan, "Cheng Jinshi, aku tidak peduli dengan status itu. Berikan kepada siapa pun yang kamu inginkan. Wanita lain pasti akan lebih patuh daripada aku."
Aku memang berpikir demikian. Tapi kenapa paru-paruku seperti tertusuk duri. Setiap melontarkan satu kata, duri yang tajam menusukku dan membuatku sangat kesakitan.
Tangannya bergerak, meraihku ke dalam pelukannya. Hujan sangat deras, tapi aku bisa mendengar detak jantungnya dengan jelas.
“Kamu mau aku melepaskanmu agar kamu bisa bersama dengan Shen Yanting, benar? Ning Xi, jangan harap!” Suaranya sedingin es.
Kalimat ini membuat darah di seluruh tubuhku mendingin. Aku meronta dengan sembrono, "Lepaskan aku!"
Pria ini selalu tahu bagaimana menyakitiku sedalam-dalamnya.
Jelas-jelas dia dan Qin Yuming yang berhubungan tidak jelas, tetapi sekarang dia malah mengatakan bahwa aku ingin bersama pria lain.
Konyol sekali.
Kekuatannya terlalu besar, Kekuatanku yang tidak seberapa bak cacing yang mengguncang pohon, sama sekali tidak berefek.
Adegan ini menarik perhatian banyak orang yang berlindung dari hujan di pintu masuk pabrik, serta karyawan pabrik Shen Yanting.
Orang yang tidak tahu kenyataan pasti akan mengira ini adalah drama cinta segitiga.
Aku merasakan sakit yang membara di wajahku, aku sangat marah, "Cheng Jinshi, apa yang kamu ingin aku lakukan?!"
Aku mengangkat kepala, menatap matanya yang suram. Aku sepertinya tiba-tiba mengerti sesuatu.
Mungkin, dia sengaja.
Sengaja ribut di sini untuk membuat malu Shen Yanting.
Memikirkan hal ini, kemarahan yang tidak dapat dijelaskan menyerbu kepalaku. Aku meronta mati-matian, "Jika kamu tidak melepaskanku, aku akan melapor polisi!"
Novel Terkait
PRIA SIMPANAN NYONYA CEO
Chantie LeeMarriage Journey
Hyon SongThe Comeback of My Ex-Wife
Alina QueensAku bukan menantu sampah
Stiw boyGue Jadi Kaya
Faya SaitamaMendadak Kaya Raya
Tirta ArdaniMilyaran Bintang Mengatakan Cinta Padamu
Milea AnastasiaCintaku Pada Presdir×
- Bab 1 Keributan Dalam Pesta Pernikahan
- Bab 2 Pertemuan Mendadak
- Bab 3 Identitas Yang Cukup Mengejutkan
- Bab 4 Kamu Telah Melewati Batas
- Bab 5 Ingin Melahirkan Anak
- Bab 6 Anak Mereka
- Bab 7 Akulah Orang Luar
- Bab 8 Bercerailah
- Bab 9 Pelampiasan dari Efek Alkohol
- Bab 10 Rahasia Song Jiamin
- Bab 11 Keributan Makan Malam
- Bab 12 Rusaknya Rem Mobil
- Bab 13 Apakah Kalian Pernah Melakukannya
- Bab 14 Pemberitahuan Berbahaya
- Bab 15 Aku Hamil
- Bab 16 Perceraian
- Bab 17 Aborsi
- Bab 18 Waktu Mengubah Semuanya
- Bab 19 Percintaan Mereka Yang Dalam Dan Kental
- Bab 20 Tamparan Balasan
- Bab 21 Uang Ini Cukup?
- Bab 22 Jinshi, Apakah kamu Percaya
- Bab 23 Jangan Jadikan Aku Pengganti
- Bab 24 Sengaja Ditabrak
- Bab 25 Menutupi Kemaluan Dengan Kemarahan
- Bab 26 Hubungan Apa Dengan Dia
- Bab 27 Terpergok Berzinah
- Bab 28 Ancaman
- Bab 29 Diam-Diam Mengangkat Teleponku
- Bab 30 Kehilangan Anakku
- Bab 31 Kamu Berencana Menukarnya dengan Apa
- Bab 32 Fakta Tentang Kematian Ibu
- Bab 33 Selingkuhan atau Kekasih?
- Bab 34 Mendapatkan Bukti
- Bab 35 Mati Di Tempat
- Bab 36 Dia Telah Kembali
- Bab 37 Temani Aku Tidur
- Bab 38 Hanya Kamu yang Menginginkanku
- Bab 39 Dia Tidak Boleh Berhasil
- Bab 40 Mendapatkan Kemalangan
- Bab 41 Pelacur Sok Suci
- Bab 42 Pemimpin Baru Proyek
- Bab 43 Pasangan Serasi
- Bab 44 Wanita Terbuang
- Bab 45 Tidak Mengizinkan
- Bab 46 Tidak Bisa Menyaingi
- Bab 47 Mengancam
- Bab 48 Mimpi Buruk Yang Tak Bisa Disingkirkan
- Bab 49 Merindukanmu
- Bab 50 Kakekku Pingsan
- Bab 51 Kakaknya Song Jiamin
- Bab 52 Rela Menunggu
- Bab 53 Merendahkan Dirinya Sendiri
- Bab 54 Dia Bukannya Tidak Pernah Menipu Aku
- Bab 55 Kenapa Bisa Begitu Kejam
- Bab 56 Cepat Atau Lambat Akan Menjadi Keluarga
- Bab 57 Ancaman Dari Ning Zhenfeng
- Bab 58 Kehidupan Dan Kematianmu.
- Bab 59 Kapan Kamu Bisa Mempercayaiku Sekali?
- Bab 60 Marah dan Sakit Hati
- Bab 61 Lelucon Ini Tidak Lucu
- Bab 62 Terserah Kamu Percaya Atau Tidak
- Bab 63 Siapapun Jangan Ada Yang Berharap Bisa Hidup Dengan Tenang
- Bab 64 Cheng Jin Shi, Aku Membencimu
- Bab 65 Mari Kita Bicara
- Bab 66 Meninggalkan Kota Nan
- Bab 67 Kakak Sepupumu Di Ranjangku
- Bab 68 Duri Dalam hati
- Bab 69 Siapa Yang Kamu Pilih
- Bab 70 Bukti Meyakinkan
- Bab 71 Aku Percaya Padamu
- Bab 72 Kita Masih Bisa Punya Anak
- Bab 73 Selangkah Menuju Kebenaran
- Bab 74 Pembunuhnya Adalah Dia
- Bab 75 Berbalik Memfitnahku
- Bab 76 Zhou Ziyun Menyelamatkanku
- Bab 77 Dia Dari Awal Sudah Membenciku
- Bab 78 Aku Benar Tidak Menyentuhmu
- Bab 79 Emosi
- Bab 80 Tuduhan Kejahatan Ini Sekalian Dihitung
- Bab 81 Apakah Semua Kebaikanmu Itu Palsu
- Bab 82 Salahkan Dirinya Sendiri
- Bab 83 Ning Xi Kamu Tidak Akan Bisa Melarikan Diri
- Bab 84 Memberikan Segala Yang Kamu Suka
- Bab 85 Berakhir Hari Ini
- Bab 86 Aku yang Membocorkan Desain
- Bab 87 Aku Bisa Memperbaiki Kesalahanku
- Bab 88 Kamu Sudah Dipecat
- Bab 89 Anakmu Segera Mempunyai Ibu Tiri
- Bab 90 Tuan Zhou Baik Pada Pacarnya
- Bab 91 Kembalikan Kunci Itu Kepadaku
- Bab 92 Orang Yang Ingin Aku Nikahi Hanya Kamu
- Bab 93 Buktikan Dulu Kepadaku
- Bab 94 Hari Ching Ming
- Bab 95 Pemilik Sebenarnya Adalah Cheng Jinshi
- Bab 96 Menyimpan Selingkuhan
- Bab 97 Dua garis
- Bab 98 Benar, Tetapi Tidak Ada Hubungannya Denganmu
- Bab 99 Juga Memberimu Kesempatan
- Bab 100 Ingin Menjadi Ayah Anak Orang Lain
- Bab 101 Identitas Tuan Fu
- Bab 102 Waspada Terhadap Nyonya
- Bab 103 Apa Hubunganmu Dengan Lin Zhi?
- Bab 104 Melihat Orang Lain Melalui Diriku.
- Bab 105 Aku Ingin Menikah Denganmu, Maukah Kamu Menikah Denganku ?
- Bab 106 Mana Mungkin Ada Jika
- Bab 107 Karena Uang
- Bab 108 Diduga Membunuh Kakek
- Bab 109 Bantuan Dalam Investigasi
- Bab 110 Ayo, Kita Pulang Rumah
- Bab 111 Benarkah Bisa Memulai Dari Awal
- Bab 112 Coba Saja !
- Bab 113 Satu Orang Bersedia Untuk Mencintai Dan Satu Orang Lainnya Rela Untuk Dicintai
- Bab 114 Pelanggan Jinshi
- Bab 115 Jam Tujuh, Aku Menunggumu
- Bab 116 Dia Sangat Cocok Denganmu, Dan Aku Juga Sangat Menyukainya
- Bab 117 Satunya Sedang Ribut, Satunya Sedang Tertawa
- Bab 118 Kamu Harus Keluar Dengan Selamat
- Bab 119 Sekali Berani Membuka Mulut, Maka Sudah Tidak Ada Jalan Kembali
- Bab 120 Sebagai Balasan
- Bab 121 Semakin Panik, Semakin Bingung
- Bab 122 Aku Bukan Orang Yang Ada Di Hatinya
- Bab 123 Kamu Jangan Berpikir Mau Mengambil
- Bab 124 kamu Tidak Perlu Mengkhayal Aku Sebagai Musuh Cintamu
- Bab 125 Di Dunia Ini Ternyata Ada Ayah Seperti Dirimu
- Bab 126 Satu Keluarga yang Tidak Waras!
- Bab 127 Kamu Ingin melepaskan Proyek Ini?
- Bab 128 Jika Aku Adalah Kamu, Aku Lebih Baik Pergi Mati Saja.
- Bab 129 Apakah Kamu Hamil?
- Bab 130 Menggugurkan Anak
- Bab 131 Dia Memeluk Seorang Anak
- Bab 132 Menikah Kembali Adalah Pertunjukkan Tunggalku
- Bab 133 Meskipun Lautan Api, Aku Juga Harus Pergi
- Bab 134 Suamimu Tampan Sekali
- Bab 135 Semua Pesan Anonim Dikirim Olehnya
- Bab 136 Sesuatu Terjadi Pada Zhou Ziyun
- Bab 137 Kembali Ke Keluarga Cheng
- Bab 138 Ibu Akan Membawamu Pulang
- Bab 139 Pulanglah Denganku?
- Bab 140 Mencintaimu? Jangan Bermimpi!
- Bab 141 Pernikahan Kontrak
- Bab 142 Berdasarkan Apa Aku Menarik Tuntutan
- Bab 143 Dihukum Mati
- Bab 144 Kamu Benar-Benar Harus Berterima Kasih Kepada Kakak Yu Min
- Bab 145 Apakah Kamu Sudah Selesai Memarahi Aku?
- Bab 146 Apakah Begitu Memalukan
- Bab 147 Tidak Mengerti Apa Yang Sedang Dia Pikirkan
- Bab 148 Sudah Merepotkanmu Mengantar Suamiku Pulang
- Bab 149 Bertemu Shen Yanting Untuk Pertama Kalinya
- Bab 150 Aku Adalah Suamimu!
- Bab 151 Semakin Dijelaskan, Semakin Ditutupi Semakin Terkuak
- Bab 152 Memang Berbeda Seperti Bumi Dan Langit
- Bab 153 Kelinci Kalau Marah Juga Bisa Gigit Orang
- Bab 154 Apa Khawatir Dia Cemburu?
- Bab 155 Tetap Saja Disapu Keluar
- Bab ke-156 Setidaknya hati ini tidak resah jika tidak melihatnya
- Bab ke-157 Menjual Seumur Hidupku Lagi Untukmu?
- Bab ke-158 Seumur hidup ini kamu tidak akan bisa kabur kemanapun
- Bab 159 Apakah kamu tidak merasa dia mirip seseorang
- Bab 160 Ingin Menggantikan Orang Kesayanganmu Untuk Kecewa?
- Bab 161 Ya, Ini Adalah Rumah Kalian
- Bab 162 Cheng Jinshi, Sampai Jumpa di Biro Urusan Sipil
- Bab 163 Aku Sengaja Membawa Pergi!
- Bab 164 Ketakutan Akibat Dugaan yang Salah
- Bab 165 Sama Sekali Tidak Ada Hubungannya dengan Aku
- Bab 166 Aku sama sekali tidak percaya
- Bab 167 Aku Lihat Siapa Yang Berani
- Bab 168 Menggoda Pria Mana Pun
- Bab 169 Tante, itu karena dia pantas ditampar
- Bab 170 Tidak Ingin Berjalan Di Atas Es Tipis Lagi
- Bab 171 Ini Adalah Calon Istriku
- Bab 172 Kamu Juga Harus Bahagia
- Bab 173 Kita Bukanlah Orang Yang Sama
- Bab 174 Semua Sudah Berubah Menjadi Lelucon
- Bab 175 Ancaman Dirinya
- Bab 176 Aku Tidak Tertarik
- Bab 177 Aku Hanya Sekedar Ingin Membantumu
- Bab 178 Sekarang Aku Memberikan Kesempatan Padamu
- Bab 179 Aku Sangat Menyukai Dirimu yang Begitu Munafik
- Bab 180 Sangat Mengejutkan
- Bab 181 Mungkin Akan Meninggal
- Bab 182 Apakah Kamu Sudah Puas Sekarang?
- Bab 183 Lemah Dengan Perlakuan Lembut
- Bab 184 Haruskah Kamu Mengucapkan Kata-Kata Dengan Duri?
- Bab 185 Tidak Layak Untuk Menerimanya
- Bab 186 Petunjuk
- Bab 187 Dia Lebih Buruk Dari Wanita Jalang
- Bab 188 Harapan yang Dikancingkan Padaku
- Bab 189 Memberi Kompenassi 100 Miliar
- Bab 190 Kamu Harus Ingat Siapa Dirimu!
- Bab 191 Protagonis Dalam Cerita Itu Adalah Aku
- Bab 192 Apakah Kamu Sudah Cukup Dengan Permainanmu?
- Bab 193 Dia Mencabut Gugatan, Kita Mengajukan Gugatan
- Bab 194 Menjauhlah Dari Tunanganku!
- Bab 195 Aku Telah Diikuti Oleh Seseorang Selama 24 Jam
- Bab 196 Aku Pasti Tidak Akan Melepaskanmu!
- Bab 197 Tanda Tangani Itu, Aku Baru Biarkan Kamu Pergi
- Bab 198 Sangat Marah
- Bab 199 Melihat Sedikit Harapan Kemenangan
- Bab 200 Sedangkan Aku, Juga Tidak Ingin Menyesuaikan Kamu Lagi
- Bab 201 : Yang Penting Kamu Tidak Merasa Malu
- Bab 202 Menurutku Dia Seperti Nenek Moyang!
- Bab 203 Cepat Atau Lambat Akan Membuatmu Kehilangan Segalanya
- Bab 204 Tetapi Aku Memiliki Satu Syarat
- Bab 205 Seperti Mimpi Yang Langsung Menghilang Dalam Sekejap
- Bab 206 Sungguh Bagus Sekali Rencana Kalian
- Bab 207 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 208 Mungkin Berakibat Fatal
- Bab 209 Kamu Pergi Mati Saja
- Bab 210 Aku Kira Kamu Tidak Akan Datang
- Bab 211: Makan Bersama Ini, Tidaklah Sesederhana Itu
- Bab 212: Aku Merasa Darahku Menjadi Dingin
- Bab 213: Tidak Ada Jalan Yang Bisa Ditempuh Lagi
- Bab 214: Berbisnis Seperti Di Medan Perang
- Bab 215 Aku Mengatakan Suruh Kamu Pergi
- Bab 216: Apakah Ada Masalah Yang Kamu Sembunyikan Dariku
- Bab 217 Aku Tidak Bisa Membiarkan Apa Yang Dia Inginkan Terjadi
- Bab 218 Dalam Satu Detik Menampar Wajah
- Bab 219 Sayang, Selamat Ulang Tahun
- Bab 220 Maaf Aku Terlambat Pulang
- Bab 221 Aku Tidak Perlu Kamu Bekerja Terlalu Keras
- Bab 222 Tangan Memanas
- Bab 223 : Mungkinkah Kamu Yang Melakukannya
- Bab 224 : Karena Ada orang Melakukan Terlalu Banyak Hal Buruk
- Bab 225 Membayar Dengan Harga Yang Menyakitkan
- Bab 226 Membuatku Tidak Bisa Lari Kemanapun
- Bab 227 Semuanya Tidak Benar
- Bab 228 Percayakah Kamu?
- Bab 229 Apakah Kamu Tidak Punya Hati?
- Bab 230 Siapakah Orang Itu
- Bab 231 Apakah Kamu Tidak Merasa Dirimu Munafik?
- Bab 232 Pasti Ada Yang Salah
- Bab 233 Serigala Di Depan, Harimau Di Belakang
- Bab 234 Percobaan
- Bab 235 Permintaan Maaf Hanya Alasan Saja
- Bab 236 Pertentangan Ini Tidak Baik Bagi Semua Orang
- Bab 237 Jangan Kamu Berharap Ada Lain Kali
- Bab 238 Apakah Kamu Bisa Menukar Pria Yang Kamu Sukai
- Bab 239 Memiliki Hubungan
- Bab 240 Akankah Kamu Bersama Dengannya?
- Bab 241 Semuanya Terlalu Dramatis
- Bab 242 Sekarang, Sudah Tidak Penting
- Bab 243 Kalau Aku Menginginkannya
- Bab 244 Bagaimana Aku Bisa Tenang
- Bab 245 Semakin Ditakutkan Semakin Menjadi Kenyataan
- Bab 246 Dia Keguguran
- Bab 247 Bagaimana Jika Aku Menikah Dengannya?
- Bab 248 Kembali Untuk Memberikanmu Sebuah Hadiah
- Bab 249: Membalikkan Semua Argumen
- Bab 250: Aku Adalah Jimat Perlindunganmu
- Bab 251 Tidak Baik Jika Dilihat Oleh Pacarmu