Jika bertemu lagi, aku akan melupakanmu - Bab 226 Kamu adalah ayah kandung Victor
Tak disangka Victor tiba-tiba menangis, yang lebih tidak disangka lagi adalah saat Mike mau menggendongnya barulah Victor menangis dengan kencang.
Tapi Mike dengan tenang memberikan Victor kepadaku, "Sudah setengah tahun tidak bertemu, Victor sudah lupa denganku."
Aku mengulurkan tangan, menundukkan kepala dan menenangkan Victor, sedikit tertawa lalu berkata, "Kamu mengapa seperti ini, dulu ayah angkatmu sempat membuatkan susu dan mengganti popokmu! Baru setengah tahun masa sudah lupa?"
"Ayah!"
Kata Victor menutup kalimat yang kuucapkan, aku tidak menghiraukannya dan melihat Mike, dengan sedikit tidak enak hati aku berkata, "Aku tidak tahu mengapa sekarang Victor sangat mudah menangis, sebelumnya ia tidak seperti ini."
Mike menggelengkan kepala dan tidak mengambil hati, "Tidak apa-apa, sudah terlalu lama aku tidak bertemu dengannya, wajar bila ia tidak mengenaliku."
"Lebih baik kita sambil jalan, di sini terlalu banyak orang." kata Timothy yang tiba-tiba terdegar suaranya, aku melihatnya lalu mengangguk.
Sudah setengah tahun tidak bertemu dengan Mike, tentu banyak hal yang ingin diceritakan.
Aku juga tidak yakin apakah kereta mainan yang dibelikan Mike untuk Victorlah yang membuat Mike mendapatkan hatinya, sekarang Victor sedang membuka matanya lebar-lebar dan melihat orang-orang di sekitar, sudah tidak ada lagi ekspresi menangis seperti barusan.
Aku tidak tahan untuk mencubit-cubit tangan Victor, "Benar-benar anak mami!"
Setelah diberikan banyak hal, hasilnya Victor malah melupakan Mike.
Sudah lama aku dan Mike tidak berjumpa, banyak yang ingin kukatakan danya.
Sebelum berangkat menjemput Mike, aku sudah memperingatkan Timothy bahwa dirinya harus sungkan terhadap Mike, kalau tidak malam ini ia tidak boleh seranjang denganku,
Jadi saat makan malam, Timothy lah yang banyak mengurus Victor, sementara aku berbincang dengan Mike tentang keadaannya akhir-akhir ini.
Tahun ini Mike sudah berumur 34 tahun, aku teringat percakapan dengan Tiffany pada waktu itu, aku berpikir lalu akhirnya memutuskan untuk menanyakannya pada Mike.
"Tiffany adalah perempuan yang menarik. Sebelumnya, aku tidak ada maksud lain, hanya saja aku pernah tidak sengaja berkata padanya kalau aku kenal denganmu dan setuju akan mengenalkanmu padanya."
Sebenarnya apa yang kulakukan saat ini tidak terlalu baik, karena dulu Mike pernah menyukaiku.
Tapi sekarang aku mengenalkan perempuan lain padanya, hal yang kulakukan ini seperti tidak memikirkan perasaannya.
Setelah aku mengatakan hal itu aku terus memandangi ekspresinya, takut ia marah.
Tapi Mike tidak menunjukkan ekspresi apa-apa, aku terus menatapnya dan tidak melihat apa-apa dari wajahnya.
"Boleh."
Setelah mendengarnya, barulah aku menghela napas.
Aku tidak dapat bercakap-cakap terlalu banyak dengan Mike, karena ia baru saja tiba dan telah menempuh perjalanan yang cukup lama di pesawat, jadi pada pukul 9 malam aku meminta Timothy untuk membayar makan malam dan segera mengantarkan Mike pulang ke hotel.
Saat pulang ke rumah, Victor sudah tertidur, aku melihat jam sejenak dan tidak berencana membangunkannya untuk mandi, lagipula sekarang sedang musim dinging.
Baru saja keluar dari kamar Victor, Timothy langsung memelukku dari belakang.
Aku yang takut Victor terbangun karena berisik hanya bias menepuk Timothy, "Apa yang kamu lakukan?"
Timothy baru saja mandi, ketika air di rambutnya yang masih basah itu menetes di leherku, aku menggigil dan menepuknya lagi, "Rambutmu masih berair!"
"Jane, kamu sangat hebat!"
Baru saja berkata seperti itu, dia langsung menundukkan kepala dan mencium pipiku dengan ganas.
Ruang tamu sangat sepi, aku dapat mendengar suara ciuman dari bibirnya dengan jelas.
Entah apa yang membuatnya seperti ini, tapi perasaan Timothy sekarang ini sedang sangat baik.
Aku tersenyum dan mendorongnya sambil berjalan masuk ke dalam kamar, "Mengapa?"
"Mike sudah tidak muda lagi tapi masih hidup seorang diri, sangat kasihan. Melihat kamu yang tadi menjodohkannya dengan Tiffany, bila keduanya berhasil menjadi pasangan, sepertinya dapat menjadi tanda terimakasihmu padanya yang dulu telah merawat kamu dan Victor."
Aku mendorongnya, menolehkan kepala dan menatapnya, "Jangan pikir aku tidak tahu apa maksudmu, sebagai pria dewasa, bisakah kamu sedikit bermurah hati?"
Melihat ada pria lain di sampingku dia langsung cemburu, mengapa sangat pencemburu?
Timothy berbaring di ranjang, "Aku bisa bermurah hati pada orang lain, tapi tidak dengan Mike."
Mendengar perkataannya aku tidak tahan lagi dan memukulnya dengan baju yang ada di tanganku, "Cukup sudah, dia sangat baik terhadap Victor."
"Haha." kata Timothy, "Apakah aku tidak baik terhadap Victor?"
Aku tersenyum geli oleh pertanyaannya, "Apakah bisa disamakan? Kamu adalah ayahnya ! Ayah kandungnya!"
Setelah selesai bicara Timothy langsung bangun dan duduk, "Kamu benar, aku adalah ayahnya, ayah kandungnya!"
"Haha."
Aku yang sudah malas berbicara dengannya pun membalikkan badan dan pergi mandi.
Keesokan harinya, tidak disangka turun salju, aku terpaksa membawa syal keluar rumah.
Setelah mobil berhenti, aku mencium Timothy dan ia menarikku lagi.
"Masih ada apa lagi?!"
Sudah dicium tapi masih menarikku dan tidak mau melepas.
"Ingat untuk membicarakan masalah itu pada rekan kerjamu!"
Mendengar perkataannya aku pun tertawa, "Baiklah, aku tahu, sepertinya kamu harus menjadi anggota komite peduli sesama!"
"Tidak semua urusan orang lain aku pedulikan."
Aku mengiyakan lalu turun dari mobil, aku membalikkan kepala dan melihat Timothy yang duduk di dalam mobil masih tersenyum padaku. Aku yang teringat perkataannya barusan langsung mengatur waktu untuk pertemuan mereka.
Bila nanti mereka bisa berpasangan atau tidak, bukan masalah besar, setidaknya aku dapat menunjukkan pada Timothy kalau aku tidak memiliki perasaan apa-apa pada Mike. Menghindari dirinya yang selalu curiga dan selalu cemburu terhadapku.
Saat sedang berpikir, aku tidak mendengar Tiffany yang memanggilku dari belakang.
Baru saja keluar dari dalam lift dan berjalan beberapa langkah, tanganku sudah ditarik oleh seseorang, aku sontak terkejut dan membalikkan kepala, lalu aku melihat TIffany di hadapanku, barulah aku meghela napas, "Mengapa kamu tidak bersuara sama sekali, akku sangat terkejut!"
"Aku sudah memanggilmu dari belakang beberapa kali, kalau di lift tidak ada banyak orang aku sudah menarik tanganmu!"
Seketika aku teringat yang ada di benakku barusan, aku menatap TIffany sejenak lalu berkata, "Tiffany, sekarang ini kamu belum memiliki pasangan kan?"
Tiffany terdiam, "Iya, ada apa, apa kamu mau mengenalkan pria tampan padaku?"
Dia begitu berterus-terang, aku langsung berkata, "Dulu aku pernah mengatakan padamu, aku mengenal seorang pria yang sangat baik, tapi ia agak introvert, lalu aku bilang akan mengenalkannya padamu, apa kamu ingat?"
"Ingat! Ingat! Ada apa, apa dia datang kemari?"
Respon Tiffany membuatku tidak dapat menahan tawa, "Kamu begitu percaya padaku, apa tidak takut aku mengenalkan pria yang jelek padamu?"
"Aku sudah tahu seleramu saat kamu memilih Timothy, bila kamu bilang tampan, sudah pasti tampan, apa yang perlu kutakuti!"
Aku sangat terharu karena Tiffany begitu memercayaiku, "Dia ada urusan kerja, karena itu datang kemari selama setengah bulan, aku sudah bertanya padanya dan ia bersedia bertemu denganmu. Kalau kamu mau, aku akan membantu mempertemukan kalian berdua. Dia cukup sibuk, karena itu sepertinya kamu yang harus mengikuti jadwalnya."
Masalah ini, aku harus membicarakannya dengan jelas pada Tiffany.
"Baik, baik!"
Entah apakah Tiffany mengerti dengan jelas atau tidak, ia menarikku dan mengiyakan, terpaksa aku harus menanyakan jadwal kepada Mike sebentar lagi.
Novel Terkait
Demanding Husband
MarshallCutie Mom
AlexiaVillain's Giving Up
Axe AshciellyUnplanned Marriage
MargeryPernikahan Tak Sempurna
Azalea_Hanya Kamu Hidupku
RenataCinta Yang Terlarang
MinnieBehind The Lie
Fiona LeeJika bertemu lagi, aku akan melupakanmu×
- Bab 1 Pacarku selingkuh
- Bab 2 Kamu pantas mendapatkannya
- Bab 3 Jane, kamu berani sekali
- Bab 4 Kamu sedang menolakku?
- Bab 5 Tak membiarkan aku menyentuh mu, lalu siapa lagi?
- Bab 6 Aku benar-benar salah paham
- Bab 7 Apakah Kamu Hamil?
- Bab 8 Satu-satunya harapan
- Bab 9 – Kau begitu teguh, apakah tidak sulit?
- Bab 10 Jane Tsu, kau cari mati?
- Bab 11 Aku sangat tidak suka ditolak
- Bab 12 Bos Timothy yang menyuruhku untuk memanggilmu
- Bab 13 Sudah Malam, Aku Ingin Pulang
- Bab 14 Aku tidak suka berutang kepada orang lain
- Bab 15 Pria tidak memiliki hal yang baik
- Bab 16 Kamu terlalu menganggap tinggi dirimu sendiri
- Bab 17 Kamu mungkin harus memanggilku Tante
- Bab 18 Hal yang tidak kamu sangka masih sangat banyak
- Bab 19 Kamu hanya bisa ada satu pikiran
- Bab 20 Hanya Anakku yang boleh Memanggilku Ayah
- Bab 21 Identitas bibi Shirley Yao, mungkin cukup menarik
- Bab 22 Aku Ingin Menikah dengan Jane Tsu
- Bab 23 Asalkan Kamu Mau Menikahiku, Aku Mau Menikah Denganmu
- Bab 24 Maaf Sudah Merepotkanmu, Jane
- Bab 25 Anak ku sudah tidak ada
- Bab 26 Aku Tidak Menahan Timothy huang
- Bab 27 Apa Kita Akan Tetap Menikah?
- Bab 28 Jane Tsu, mari kita menikah
- Bab 29 Mengucapkan selamat tinggal pada orang yang pernah dicintai
- Bab 30 Jangan akting lagi, sangat menjijikan
- Bab 31 Tidak akan ada orang yang mengganggumu lagi
- Bab 32 Aku adalah menantu keluarga huang
- Bab 33 Apakah kamu bersedia menikah denganku
- Bab 34 Disiapkan Berdasarkan Ukuranmu (1)
- Bab 34 Disiapkan Berdasarkan Ukuranmu (2)
- Bab 35 Kami telah menikah (1)
- Bab 35 Kami telah menikah (2)
- Bab 36 Memang Untukmu (1)
- Bab 36 Memang Untukmu (2)
- Bab 37 Rencana Jahat (1)
- Bab 37 Rencana Jahat (2)
- Bab 38 Siapa Berani Berkata (1)
- Bab 38 Siapa Berani Berkata (2)
- Bab 39 Istri Timothy Huang (1)
- Bab 39 Istri Timothy Huang (2)
- Bab 40 Terima Kasih Sudah Menyelamatkan Istriku (1)
- Bab 40 Terima Kasih Sudah Menyelamatkan Istriku (2)
- Bab 41 Aku melihatnya menjulurkan tangan membuka bajumu
- Bab 41 Aku melihatnya menjulurkan tangan membuka bajumu (2)
- Bab 42 Pertengkaran suami istri berakhir di ranjang
- Bab 43 Tolong anakku
- Bab 44 Tidak ada yang lebih penting daripada dirimu
- Bab 45 Siapa yang memohon kepadamu adalah anjing
- Bab 46 Wanitaku, tidak perlu menahan semuuanya sendiri
- Bab 47 Istriku, tidak dapat dengan mudah dirugikan.
- Bab 48 Timothy Huang, kamu sungguh tampan.
- Bab 49 Aku menjaga kakek kamu bisa tenang
- Bab 50 Direktur Huang, jangan marah.
- Bab 51 Berani Kamu Menyentuhku!
- Bab 52 Kembali Kamu, Timothy
- Bab 53 Aku Sungguh Bodoh
- Bab 54 Ada Beberapa Hal, Lebih Penting dari Kesehatan
- Bab 55 Timothy, Kita Berpisah Secara Baik-Baik
- Bab 56 Ini hanya permulaan
- Bab 57 Aku Tidak Mengerti Apa Maksudmu
- Bab 58 Semua sudah ku pikirkan dengan baik
- Bab 59 Aku sangat senang, Jane Tsu
- Bab 60 Direktur Huang, Kenapa Kau Begitu Baik Padaku
- Bab 61 Apa hubunganmu dengan Timothy Huang
- Bab 62 Kalau begitu kita bercerai
- Bab 63 Jane Tsu, kamu mengundurkan diri saja.
- Bab 64 Kamu bodoh atau tidak?
- Bab 65 Kamu adalah istriku
- Bab 66 Dimana aku, Dimana rumahmu?
- Bab 67 Coba untuk tidak percaya padaku lain kali
- Bab 68 Jangan terlalu kekanak-kanakan
- Bab 69 Balik dan ganti bajumu
- Bab 70 Jelas-Jelas itu kau sendiri
- Bab 71 Timothy, Sudah cukup?
- Bab 72 Apakah semua pria suka dengan yang baru dan meninggalkan yang lama
- Bab 73 Masa depan, tak ada yang tahu.
- Bab 74 Mirip apa sekarang kamu ini
- Bab 75 Kamu adalah Nyonya Timothy, dan sekertaris Jane
- Bab 76 Jane, kemari dengan ku
- Bab 77 Puas dengan yang kamu lihat?
- Bab 78 Pulang ke rumah lebih awal
- Bab 79 Ada hal yang penting yang ingin ku sampaikan
- Bab 80 Jane, kamu punya aku
- Bab 81 Apakah kali ini kamu bisa percaya padaku
- Bab 82 Kamu mencintaiku, tapi kamu tidak percaya padaku
- Bab 43 Timothy Huang, mari kita bercerai
- Bab 84 Kenapa kamu menjebakku
- Bab 85 Mari pergi ke biro urusan sipil untuk mengambil surat perceraian
- BAB 86 Hal yang tidak diketahui ku
- BAB 87 Timothy, Mari berpisah dengan damai
- Bab 88 Hamil
- Bab 89 Aku sudah mau pergi
- Bab 90 Mike Qi
- Bab 91 Anak Yang Gemuk
- Bab 92 Mike Qi adalah Pria Yang Baik
- Bab 93 Jane Tsu, Aku Ingin Menjadi Ayah Victor
- Bab 94 Tidak perlu mengucapkan terimakasih padaku!
- Bab 95 Kembali ke tempat semula
- Bab 96 Sudah lama tak bertemu!
- Bab 97 Direktur Huang, Apa yang ingin kamu lakukan
- Bab 98 Timothy Huang, Kau Jangan Keterlaluan Mengganggu Orang
- Bab 99 Aku Bahkan Belum Melupakannya Sedikitpun
- Bab 100 Lelaki Nona Tsu berganti Dengan Sangat Cepat
- Bab 101 Apa Kau Sudah Gila, Timothy Huang
- Bab 102 Setelah Ini Aku Tidak Akan Pernah Datang Lagi
- Bab 103 Orang Itu Timothi Huang Atau Bukan
- Bab 104 Kau Sedang Marah Apa
- Bab 105 Ayo kembali pergi berobat
- Bab 106 Takut Apa Kamu Jane?
- Bab 107 Manusia Itu Mulia Karena Tahu Keterbatasan Dirinya Sendiri
- Bab 108 Akan Kubunuh Kamu
- Bab 109 Aku Tidak Akan Menyerah
- Bab 110 Mau Ngapain Kamu Sebenarnya?
- Bab 111 Jane, Victor tersenyum padaku
- Bab 112 Kamu siapa?
- Bab 113 Kamu merasa bersalah, tak berani menatap ku?
- Bab 114 Kamu jangan kelewatan
- Bab 115 Aku menginginkan mu, Jane
- Bab 116 Kelihatan Konyol
- Bab 117 Tidak Seperti Yang Kamu Pikirkan
- Bab 118 Jane, Aku Merasa Tidak Enak Sekali
- Bab 119 Aku Tidak Akan Menikah Dengan Nicole
- Bab 120 Jangan Pergi, Jane
- Bab 121 Kita tak akan kembali
- Bab 122 Kamu tadi begitu terpesona
- Bab 123 Tidak akan ada hari seperti itu
- Bab 124 Jane, lama tak berjumpa
- Bab 125 aku sudah memikirkan nya.
- Bab 126 Apakah kamu begitu membenciku?
- Bab 127 Kamu pikir aku akan melakukan apa?
- Bab 128 Apakah ada sedikit karenaku?
- Bab 129 Kamu juga tahu bagaimana ia marah
- Bab 130 Mandilah denganku, Jane
- Bab 131 Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa
- Bab 132 Victor Juga Anak Aku
- Bab 133 Bolehkah kamu memberikan aku satu kesempatan lagi?
- Bab 134 Segitu Tak Sabarnya Kamu Mau Pergi Dari Aku
- Bab 135 Ibuku Juga Senang Sama Kamu
- Bab 136 Dengan Begitu Aku Baru Bisa Cium Kamu
- Bab 137 Lepasin Aku, Timothy
- Bab 138 Sebenarnya Kamu anggap apa aku ini?
- Bab 139 Manajer Lin suka kali ya sama kamu?
- Bab 140 Jane, apa maksud kamu?
- Bab 141 Sakit sekali gila!
- Bab 142 Lusa Pergi
- Bab 143 Tidak ada kesempatan untuk bertemu lagi
- Bab 144 Banyak tuh orang yang mengejar nona Su
- Bab 145 Suatu hal yang menarik
- Bab 146 Kamu mikir terlalu banyak
- Bab 147 Timothy Kecelakaan
- Bab 148 Aku juga merasa diriku lucu
- Bab 149 Sudah, jangan ngomong lagi Jane
- Bab 150 Selamat pagi Jane
- Bab 151 Orang datang dan pergi
- Bab 152 Kamu menyiapkan untuk ku?
- Bab 153 Jane, aku belum membuat perhitungan dengan mu
- Bab 154 Aku tak bisa menerima mu lagi
- Bab 155 ini Paket untuk mu
- Bab 156 Kalau Kamu Sudah Kenyang, Kamu Baru Kuat Untuk Memukulku
- Bab 157 Bukankah Aku Sudah Menolakmu?
- Bab 158 Jangan Menggoda Laki-laki Lain
- Bab 159 Berpikir Memilih Siapa
- Bab 160 Ikuti Kata Hati
- Bab 161 Cepatlah pergi ke sampingnya
- Bab 162 Aku ingin memelukmu
- Bab 163 Tolong temani aku beberapa hari ini
- Bab 164 Apa yang terjadi padamu hari ini?
- Bab 165 Timothy Huang, jangan seperti ini
- Bab 166 Aku Cinta Kamu
- Bab 167 Turun Sendiri atau Aku akan Menggendongmu?
- Bab 168 Kebetulan, Aku Juga Mau Mandi
- Bab 169 Aku Pulang Denganmu
- Bab 170 Kau Jangan Mengucapkan Kata-kata yang Begitu Melukai Orang
- Bab 171 Aku hanya cemburu kepada Michael Qi
- Bab 172 Pria mana lagi yang seperti dia
- Bab 173 Kamu bilang apa yang harus kulakukan
- Bab 174 Terimakasih sudah menungguku
- Bab 175 Masih dengan kata sandi yang sama
- Bab 176 Kau Jangan Pergi Lagi, Ya?
- Bab 177 Aku Mengingat Kata-Kata Mu
- Bab 178 Dia Adalah Isteriku
- Bab 179 Tidak Masalah, Kau Tidak Perlu Bergerak
- Bab 180 Setelah Aku Sadar
- Bab 181 Aku bantu kamu ngomong
- Bab 182 Tunggu aku, tidak lama kok
- Bab 183 Kamu begitu antusias, aku jadi tak bisa menghadapi
- Bab 184 Teman waktu dulu
- Bab 185 Kejutan
- Bab 186 Tidak Bisa Menjualmu
- Bab 187 Jane, Menikahlah Denganku
- Bab 188 Berpura-pura Tidak Melihat Apapun
- Bab 189 Hal Yang Sangat Penting
- Bab 190 Direktur Huang Cemburu
- Bab 191 Rencana Kapan Menikah
- Bab 192 Kapan Menikah
- Bab 193 Sungguh Tidak Tahu Malu
- Ba'b 194 Masalah Tidak Normal Pasti Ada Sesuatu Yang Aneh
- Bab 195 Kamu Sudah Memikirkan Perasaan Aku?
- BAB 196 Terjadi Sedikit Konflik
- Bab 197 Kamu Selamanya Begitu, Selalu Menganggap Sendiri benar
- Bab 198 Jane TsuKamu Mau Ribut Gimana Terserah
- Bab 199 Mungkin Terlalu Mencintaimu
- Bab 200 Tidak Apa, Aku Hanya Sudah Terbiasa
- Bab 201 Timothy Huang, tidak bisakah kamu mempertimbangkannya untukku?
- Bab 202 Tidak ada seorang pria yang bisa bertahan
- Bab 203 Biarkan saja masalah itu berkembang dengan sendirinya
- Bab 204 Sudah setengah bulan
- Bab 205 Apakah kamu akan merindukanku?
- Bab 206 Telepon dua kali sehari
- Bab 207 Salju lebat
- Bab 208 Aku merindukanmu
- Bab 209 Mengapa Kamu Bisa Disini?
- Bab 210 Jangan Menggangguku, Timothy
- Bab 211 Direktur Huang Sudah Tidak Sabar Menunggu
- Bab 212 Membuatmu Merindukanku
- Bab 213 Selamat datang kembali Jane Tsu
- Bab 214 Mau aku peluk tidak, Tsu Tsu?
- Bab 215 Jane Tsu, menikah lah denganku
- Bab 216 Terima kasih Jane Tsu
- Bab 217 Silahkan Nyonya Huang mengikuti standar ini
- Bab 218 Timothy, haruskah begitu?
- Bab 219 Apakah kamu tidak memiliki komentar kepada istriku?
- Bab 220 Kamu pikir saja sendiri
- Bab 221 Kamu tidak bercanda kan?
- Bab 222 Lain kali harus ingat
- Bab 223 Aku sangat mencintaimu
- Bab 224 Kalau begitu kamu jangan mengganggunya
- Bab 225 Aku tidak bilang kamu tidak boleh ikut pergi
- Bab 226 Kamu adalah ayah kandung Victor
- Bab 227 Jane, Aku gugup
- Bab 228 Sudah Cukup
- Bab 229 Kamu tidak perlu khawatir, aku ada disini
- Bab 230 Timothy, Aku ingin menciummu
- Bab 231 Aku tidak akan mendengarkan penjelasanmu
- Bab 232 Masalah ini adalah Michelle Lin yang melakukannya
- Bab 233 Kamu sangat berantusias
- Bab 234 Pilihanku adalah Jane Tsu
- Bab 235 Memberitahumu setelah kembali
- Bab 236 Aku akan memperlakukanmu dengan baik selamanya
- Bab 237 Selalu ditindas orang
- Bab 238 Hubunganku dengannya tentu baik
- Bab 239 Sangat terkejut ya, Jane Tsu?
- Bab 240 Kedamaian nyata atau palsu
- Bab 241 Jane Tsu, Jangan Angkuh
- Bab 242 Apa untungnya menipumu!
- Bab 243 Apakah pekerjaan lebih penting dari istri?
- Bab 244 Nyonya Huang, Nyonya Hebat Sekali
- Bab 245 Biarkan suamimu ini menghiburmu
- Bab 246 Alasanmu ini tidak masuk akal
- Bab 247 Playing Victim
- Bab 248 Dengar-dengar ada yang menindasmu
- Bab 249 Jangan ditahan sendiri jika ada yang salah
- Bab 250 Aku Harus Memilih Makanan Yang Paling Mahal
- Bab 251 Kita Tidak Saling Kenal
- Bab 252 Isteriku Tidak Menginginkannya
- Bab 253 Aku Akan Berusaha
- Bab 254 Kamu Tidak Tahu Apa Yang Laki-Laki Inginkan
- Bab 255 Kecuali Kamu Memberinya Obat Dosis Tinggi
- Bab 256 Sangat Merindukanmu
- Bab 257 Kamu Berpikir Terlalu Jauh
- Bab 258 Jangan Harap
- Bab 259 Terlalu Banyak Informasi
- Bab 260 Mengapa Kamu Di Sini?
- Bab 261 Kalian Bicarakan Baik-baik
- Bab 262 Bukan Karena Ini
- Bab 263 Kamu Ini Benar-benar Menyembunyikan Masalah Dari Aku
- Bab 264 Bodoh
- Bab 265 Mendingan Melahirkan Seorang Putra Kandung Sendiri
- Bab 266 Victor Tidak Ada Dirumah
- Bab 267 Aku Setiap Hari Paling Sedikit Telepon Kamu Sekali
- Bab 268 Nyonya Huang, Ingat Status Kamu
- Bab 269 Ini Aku Tidak Bisa Menyetujui Kamu
- Bab 270 Jika Begitu Kamu Mengajarkan Aku Sebentar
- Bab 271 Aku Benar-Benar Mengagumi Anda
- Bab 272 Aku Tentu Saja Tidak Akan Sungkan
- Bab 273 Kamu Jangan Marah
- Bab 274 Cinta Yang Kuat Begitu Juga Tanggung Jawab
- Bab 275 Aku Hanya Ingin Pulang Melihat Victor
- Bab 276 Terima Kasih Atas Susah Payahnya Kamu, Direktur Lu
- Bab 277 Mungkin Ini Baru Namanya Perempuan
- Bab 278 Masih Berkelakuan Seperti Seorang Anak Kecil Saja
- Bab 279 Suara Kamu Kecilan Istri
- Bab 280 Sangat Patuh, Istri
- Bab 281 Aku sedikit iri padanya
- Bab 282 Hal yang dulu
- Bab 283 Seluruh dunia tahu
- Bab 284 menggunakan sisa hidupku
- Bab 285 Masih ada kejutan, Nyonya Huang
- Bab 286 Aku bilang istriku cantik
- Bab 287 Aku tahu kamu ingin kesini
- Bab 288 Semuanya salahmu
- Bab 289 Sayang, bisakah kamu menggendongku?
- Bab 290 Timothy, aku sangat mencintaimu
- Bab 291 Dalam kehidupan ini, hanya kamu
- Bab 292 Nyonya Huang, berani bertaruh?
- Bab 293 Nyonya Huang, kamu kalah
- Bab 294 Lagian bukan belum pernah menyentuhnya
- Bab 295 Aku tidak akan bicara dengan pria tidak dikenal lagi
- Bab 296 Timothy Huang, tenang sedikit.
- Bab 297 Aku hamil
- Bab 298 Aku mencintaimu