My Cold Wedding - Bab 15 Melihat Ke Belakang
"TIT TIT TIT-----" alarm berbunyi.
“Apa yang terjadi?” David pada awalnya bersiap untuk menjemput Cindy keluar dari rumah sakit, ketika dia baru sampai di meja perawat, dia melihat perawat berlari ke bangsal Bella, lalu dia pun mengikutinya.
Perawat menekan lampu penerang bangsal dan bergegas untuk memasang kembali ventilatornya, berkata, "Direktur David, terjadi masalah pada ventilator nona Bella, membuat alarm otomatis berbunyi."
"David..." Cindy mengerjap polos: "Aku hanya ingin memberinya minum, tidak menyangka aku menghancurkan ventilator, aku tidak bermaksud seperti itu..."
Tatapan David berlalu dengan dingin dari wajah Bella, dan memeluk Cindy dalam pelukannya: "Tubuhmu sendiri masih lemah, untuk apa kamu mengurusnya?"
Cindy mengambil kesempatan untuk mengatakan: "Bagaimanapun, Bella adalah adikku, aku dengar dari perawat jika bukan karena dia mendonorkan darah padaku hari ini, aku mungkin tidak akan tertolong lagi, jadi aku datang kesini karena ingin merawatnya...”
"Sudah sudah, jangan menangis lagi, aku akan menjemputmu pulang, ya?"
"Ya, David, aku lebih tenang ketika kamu datang."
Ventilatornya telah terpasang dengan baik, dan Bella menghirup oksigennya, sambil melihat pemandangan dua orang yang saling berpelukan tidak jauh dari tempatnya, hanya merasa itu lebih menyilaukan daripada cahaya senter.
Adegan tersebut kembali terulang di pikirannya, ketika mereka bertemu lima tahun lalu.
Pada saat itu, dia belum menjadi direktur David yang sekarang ini, wajahnya juga lebih muda dari sekarang. Dia hendak dibunuh oleh lawan bisnis dan dia tidak mempunyai pilihan selain bersembunyi di kegelapan ruang ganti pakaian dalam mal..
Bella sedang bertelanjang pada waktu itu, dia sangat kaget ketika melihat seorang pria masuk, tetapi pria tersebut menutup mulutnya, dengan terengah-engah, menatapnya dengan tatapan: "Tolong aku...."
Bella melihat jelas wajahnya dan mengenalinya.
Davidlah yang menyelamatkan hidupnya dari ayahnya yang mabuk!
Ada sesak nafas di udara, David mengenakan blus hitam, meskipun tidak terlihat bekas darah, tetapi bagian tangannya basah, dan darahnya sudah menembus ke seluruh mantelnya.
Di luar, ada sekelompok orang ganas yang masuk dan berteriak, "Aku melihatnya lari kesini dengan mata kepalaku sendiri! Pasti ada di sini! Carilah satu-satu ruangan!"
Bella sangat ketakutan, lalu menoleh padanya dalam kepanikan, David telah kehabisan banyak darah dan tenaga fisiknya, yang membuatnya kehilangan tenaga secara bertahap. Jika dia dibawa pergi oleh sekelompok orang ini, konsekuensinya tidak akan terbayangkan!
Sekelompok orang itu memegang tongkat di tangan mereka, sudah memeriksa ruang ganti di sebelah, membuat wanita di sebelah berteriak dan menutupi tubuhnya dengan pakaian, dan menutup pintu dengan cepat.
"Tersisa yang terakhir."
"Cari!"
Bella berpaling ke dalam pelukannya begitu orang-orang itu mendobrak pintu, dia memegang lehernya dengan erat dan menariknya ke bawah, dan menempelkan bibirnya yang lembut.
Pada saat itu, dia tidak punya waktu untuk memikirkannya, dia hanya benar-benar ingin membantunya melewati kesulitan.
David, yang dicium olehnya, kaget, dia hanya merasakan sentuhan lembut menempel di bibirnya, hanya melekat begitu saja, tidak ada yang akan terjadi.
Benang di otaknya seperti terputus, kehilangan banyak darah membuat dia melihat wajah gadis itu dengan kurang jelas, tetapi semakin wajahnya tidak terlihat jelas, semakin jelas pula sentuhannya, seperti dua potongan kecil daging lunak yang luar biasa manis dan lezat, hanya sesaat, dia pun menciumnya ke arah atas, sedikit memutar, menjilat dan menghisapnya, lalu menggigitnya dengan lembut.
Bella sepertinya merasakan adanya bahaya dan ingin melarikan diri, tetapi David tidak mengizinkannya, dengan sekejap dia mendorongnya ke dinding ruang pas, seluruh tubuhnya menekannya, seperti seorang wisatawan yang sudah kehausan sejak lama dan akhirnya menemukan sebuah oasis, lalu menciumnya dengan liar.
Di bawah telapak tangannya, kulit Bella yang putih dan bercahaya, pinggang yang ramping, tubuh wanita yang telanjang tersebut menebarkan sensasi yang luar biasa, David mendengus dan membiarkan dirinya jatuh dalam kegilaan.
Pakaian yang telah ternoda darah di tubuhnya ditarik oleh Bella, dan baru saat itulah dia melihat perut David tergores cukup panjang, dan masih terus berdarah ke luar.
David tampaknya telah mencium bau binatang berdarah, dia melebarkan kedua kaki Bella, tubuh bagian bawahnya semakin turun kebawah, terkubur dalam aksi gila tubuhnya.
Bella kembali tersadar karena kesakitan, untuk pertama kalinya, darah mengalir mengikuti pahanya, menyatu dengan darah di tubuhnya, tidak bisa dipastikan itu darah dari siapa.
Orang-orang di luar masih berteriak marah-marah, di satu sisi Bella berusaha memenuhi kebutuhan David, di satu sisi dia sambil mengelap darah di perut bagian bawah dan menggunakan sisa-sisa kekuatannya untuk membuang pakaian yang telah dipenuhi dengan darah ke ruang penyimpanan di sebelah.
"PING"
Ruang ganti dibuka oleh seseorang.
“Ah... siapa kalian, kalian mau apa!” Bella berteriak dan menutupi wajah David dengan punggungnya sendiri, mencegah pandangan orang yang datang.
Di mata orang luar, ciuman panas dari seorang pria dan seorang wanita di ruang ganti sulit untuk diselesaikan, pria itu memasukkannya dengan sekuat tenaga, dan wanita itu masih telanjang.
Seperti sepasang kekasih, persembunyian yang sempurna.
Sekelompok orang mendengus dua kali: "Anak-anak muda sekarang bisa saja, masuk ke kamar pas untuk menemukan kegembiraan."
Ada yang mengejek: "Gadis itu benar-benar cantik, melihatnya saja aku juga terpesona!"
"Ha ha ha ha ..." Ada semburan tawa.
Pria yang memimpin bertanya: "Gadis kecil, saya mau bertanya, apakah Anda melihat seseorang yang berlumuran darah lewat di sini?"
Bella gemetar dan mengarahkan jarinya ke ruang penyimpanan di sebelah: "Saya tidak memperhatikan... sepertinya dia berlari ke arah ruang penyimpanan ..."
Seseorang membuka pintu ruang penyimpanan dan langsung berteriak: "Bos, aku menemukan pakaian anak itu!"
"Semuanya...." Pria yang dipanggil bos itu menyeruput dan pergi ke ruang penyimpanan untuk memeriksanya: "Ada jendela di sini, diperkirakan dia melompat keluar dari jendela! Semuanya, cepat kejar! ”
Ketika semua orang telah pergi, Bella baru melepaskan.
Pada saat ini, David memegang pinggangnya dan menyerang lebih cepat, dan akhirnya melepaskan di tubuhnya.
Dia terluka terlalu parah, tubuhnya turun ke bawah mengikuti dinding, menyipitkan matanya dan menyerahkan sebuah kancing cinta ke tangannya: "Terima kasih, saat aku menjadi orang sukses nanti, aku akan menikahimu, aku akan bersikap baik padamu selamanya."
Kemudian, ketika polisi tiba, dia diselamatkan, Bella menggengam sebuah kancing cinta di kamar pas untuk sementara waktu. Rasa sakit di antara kakinya membuat kakinya gemetar, dan akhirnya bisa dipaksakan berdiri.
Dia menukarkan keperawanannya untuk pertama kalinya dengan sebuah kancing cinta.
Bella pada saat itu merasa, dia berharap dia sedang menanggung kesulitan.
Dari hari saat David menyelamatkan dirinya, dia telah menyukai David, dia tidak menyalahkannya karena telah mengambil keperawanannya untuk pertama kalinya, setiap kali dia teringat David mengatakan akan menikahinya, hatinya tidak bisa berhenti merasa bahagia.
Ingatan itu teringat kembali, dan wajah remaja itu telah menjadi dewasa dan dingin. David yang sekarang bukan lagi David yang membuat hidupnya bahagia lima tahun yang lalu.
Novel Terkait
The Winner Of Your Heart
ShintaEverything i know about love
Shinta CharityKamu Baik Banget
Jeselin VelaniCutie Mom
AlexiaSederhana Cinta
Arshinta Kirania PratistaUnlimited Love
Ester GohMy Cold Wedding×
- Bab 1 Pernikahan Yang Hancur
- Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
- Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
- Bab 4 Kamu Menggangap Saya Tidak Berani Membunuhmu?
- Bab 5 Musuh Yang Tidak Dapat Di Kalahkannya
- Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
- BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
- Bab 8 Asalkan Bisa Menyelamatkan Satu Nyawa
- Bab 9 Harga Dirinya Terjual
- Bab 10 Ini Adalah Takdir Wanita
- Bab 11 Orang Lain Tidak Menginginkanmu, Tetapi Aku Menginginkanmu
- Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
- Bab 13 Berikan Kompensasi Anqila Pada Cindy
- Bab 14 Kebeneran Berdarah
- Bab 15 Melihat Ke Belakang
- Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
- Bab 17 Aku akan Memenuhinya dalam Waktu Satu Hari
- Bab 18 Diluar Kebenaran
- Bab 19 Aku Tidak Membunuh
- Bab 20 Kehidupan Di Penjara
- Bab 21 Video Pengawasan
- Bab 22 Pertempuran Pertama
- Bab 23 Dia Tidak Mengecewakanku, Rupanya Cukup Ganas
- Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
- Bab 25 Kehidupan Yang Berantakan
- Bab 26 Kenyataan Memaksaku Untuk Menjadi Cuek
- Bab 27 Kehangatan yang Lama Tak di Rasakan
- Bab 28 Besok Kita Cerai
- Bab 29 Bukannya Aku Tak Pernah Berusaha
- Bab 30 Aku Tak Melihat Apapun
- Bab 31 Sahabat Wanita Yang Antusias
- Bab 32 Aku Sudah Cukup Dipermalukan
- Bab 33 Gosip Yang Merajalela Di Dunia Maya
- Bab 34 Kamu Ada Bukti Apa Berani Mengatainya
- Bab 35 Aku Menunggu Surat Pengadilanmu
- Bab 36 Grup A dan B
- Bab 37 Karyawan Sementara
- Bab 38 Masih Ingat Impianku Waktu Kecil?
- Bab 39 Kamu Tidak Aman Sendirian
- Bab 40 Masalah Reputasi Individu
- Bab 41 Siapa Bilang Kamu Tidak Mampu Membelinya
- Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
- Bab 43 Keputusan Bukan Ditangannya
- Bab 44 Bahaya Ketika Mabuk
- Bab 45 Keluar Dari Mulut Harimau
- BAB 46 Rahasia ANQILA
- Bab 47 Bella, Kemari!
- Bab 48 Meskipun Aku Dijual, Aku Juga Tidak Akan Mau Uangmu
- Bab 49 Kalau Begitu Tidak Usah Cerai
- Bab 50 Aku Bukanlah Anqila
- Bab 51 Pesta Makan Menjelang Perceraian
- Bab 52 Sepertinya Ia Tidak Terburu-buru Untuk Bercerai
- Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia
- Bab 54 Ide Yang Cukup Bagus
- Bab 55 Aku Memiliki Cara untuk Menangkapmu Kembali
- Bab 56 Tangan Mana yang Menyentuhnya?
- Bab 57 Selera Yang Aneh
- Bab 58 Sengaja Mempersulit
- Bab 59 Spesifikasi Bercerai
- Bab 60 Bersiap Untuk Pergi Keluar Negeri
- Bab 61 Dia Sedang Mandi, Ada Perlu Apa, Sampaikan Saja Padaku
- Bab 62 Uangnya, Anggap Saja Aku Yang Meminjamnya Darimu
- Bab 63 Bella Akan Kembali Kujaga
- Bab 64 Mungkinkah Hamil?
- Bab 65 Lahir Kalau Memang Ada
- Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
- Bab 67 Apakah Kamu Merasa Sekotor Itu?
- Bab 68 Panggil Saya Suamimu
- Bab 69 Karena Sudah Tidak Peduli, Baru Bisa Sesadis Ini
- Bab 70 Masa Lampau Itu
- Bab 71 Selamat Tinggal,David
- Bab 72 Perceraian
- Bab 73 Petemuan Ini Seperti Takdir
- Bab 74 Kenapa Tidak Berani Melihatku
- Bab 75 Menjadi Kekasihku
- Bab76 Dia Tidak Punya Kaki Sampai Harus Di Antar?
- Bab 77 Aku Memberikanmu Satu Kali Kesempatan Untuk Mencintaiku
- Bab 78 Dijual Ke David
- Bab 79 Hanya Menyampaikan Ini, Jaga Diri Dengan Baik
- Bab 80 Perjodohan
- Bab 81 Adegan Familiar
- Bab 82 Petani Dan Ular
- Bab 83 Ini Hanya Kompensasi
- Bab 84 Mulai Sementara
- Bab 85 Menjalankannya Bersama Akan Ada Hasil
- Bab 86 Bella, Jalan Kita Masih Panjang
- Bab 87 Anak Tidaklah Bersalah
- Bab 88 Jika Ini Semua Bukanlah Cinta
- Bab 89 Kakak Ipar
- Bab 90 Identifikasi Orang Tua-Anak
- Bab 91 Kamu Hanya Menganggap Saya Masa Lalu
- Bab 92 Lagu Ulang Tahun
- Bab 93 Bersama Dalam Kesulitan
- Bab 94 Saya Tidak Bilang Selesai
- Bab 95 Willy
- Bab 96 Kita Menikah Kembali
- Bab 97 Atas Dasar Wanita Saya
- Bab 98 Balas Dendam Cindy
- Bab 99 Aku Tidak Taruhan Dengan Orang Gila
- Bab 100 Apakah Kamu Pernah Mencintaiku?
- Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
- Bab 102 Aku Adalah Bajingan
- Bab 103 Aku Tahu Kamu Tidak Mencintai Aku
- Bab 104 Mimpi Besar Dan Belum Tersadar
- Bab 105 Berakting
- Bab 106 Bella, Aku Datang Mencarimu
- Bab 107 Jangan Usir Aku
- Bab 108 Pertunjukkan dari Ketiga Laki-laki
- Bab 109 Konfrontasi Kamar Mandi
- Bab 110 Bajingan Kecil
- Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
- Bab 112 Ibu-Anak Anti-View
- Bab 113 David Adalah Lelakiku
- Bab 114 Jika Kamu Tak Buka, Aku Yang Bantu Membukanya
- Bab 115 Kejujuran
- Bab 116 Aku Pasti Bisa Membawamu Ke Puncak
- Bab 117 Harga Diriku Melarangku Mengulangi Kesalahan Yang Sama
- Bab 118 Kembalilah, Ya?
- Bab 119 Menikah Dengan Sekali Lagi
- Bab 120 Kita Menikah Saja
- Bab 121 Tidak Bisa Berhasil Belajar
- Bab 122 Gembi Gu Dalam Bahaya
- Bab 123 Aku Ingin Kamu dengan Senang Hati Menikah Denganku
- Bab 124 Mulai Hari Ini, Kamu Harus Selalu Berada di Sampingku
- Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya
- Bab 126 Keadaan Yang Baik
- Bab 127 Semua Ini Karena Sup Ayam
- Bab 128 Di Antara Kita Mana Ada Lagi Hubungan Keluarga Yang Bisa Dianggap
- Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat
- Bab 130 Akulah Alasannya
- Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata
- Bab 132 Menggoda
- Bab 133 Mengulang Trik Lama
- Bab 134 Aku Pernah Mencintaimu
- Bab 135 Bawa Aku Pergi
- Bab 136 Ayuk Ke Pantai
- Bab 137 Pembunuh
- Bab 138 Melarang
- Bab 139 Pergilah, Aku Membiarkanmu Pergi
- Bab 140 Kecepatan Hidup dan Mati
- Bab 141 Kali Ini, Giliranku Yang Menunggumu
- Bab 142 Patah Hati
- Bab 143 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 144 Aku Hanya Mau Satu Jawaban
- Bab 145 Memulai Kehidupan Baru
- Bab 146 Negara Asing
- Bab 147 Jika Suatu Hari Nanti Aku Bisa Melupakannya
- Bab 148 Tom
- Bab 149 Di Dunia Ini, Mana Ada Begitu Banyak
- Bab 150 Ditakdirkan Bersama tapi Terpisah oleh Lautan
- Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
- Bab 152 Aku Membencinya, Aku Mencintainya
- Bab 153 Reinkarnasi Kehidupan
- Bab 154 Aku Akan Membayarnya dengan Segala Milikku
- Bab 155 Kembali ke Negeri Asal
- Bab 156 Berpapasan yang Terlewatkan
- Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu
- Bab 158 Eric Lee
- Bab 159 Dia Adalah Sumber Segala Ketakutanku
- Bab 160 Jangan Menolakku Ya
- Bab 161 Pada Akhirnya Kembali Bertemu
- Bab 162 Kamu Masih Membenciku
- Bab 163 Bintang di Langit, Dia di Hati
- Bab 164 Hanya Masa Lalu
- Bab 165 Tidak Ada Satupun Yang Bisa Dibandingkan Dengannya
- Bab 166 Aku Hanya Ingin Berbuat Baik Kepadamu
- Bab 167 Menebus Kesalahan
- Bab 168 Hebat
- Bab 169 Pengajaran Berkualitas
- Bab 170 Hai Orang Asing
- Bab 171 Mengadu Kecerdasan dan Keberanian
- Bab 172 Masih Ada Berapa Lama Waktu Dihabiskan Untuk Merasa Kesal
- Bab 173 Kapitalis Jahat
- Bab 174 Hati Kecil
- Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
- Bab 176 Tuan Kelima
- Bab 177 Identitas Nino
- Bab 178 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan
- Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
- Bab 180 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan (3)
- Bab 181 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya
- Bab 182 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (5)
- Bab 183 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (6)
- Bab 184 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (7)
- Bab 185 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (8)
- Bab 186 Karnaval Terakhir
- Bab 187 Pertaruhan Hidup
- Bab 188 Biar Aku yang Menemanimu Mati
- Bab 189 Jangan Tanya Tentang Masa Depan
- Bab 190 Epilog
- Bab 190 Epilog (2)
- Bab 191 Epilog (Benar) (1)
- Bab 191 Epilog (Benar) (2)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (1)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (2)
- Bab 193 Wawancara Suami Istri
- Bab 194 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (7)
- Bab 195 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (8)
- Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)