My Cold Wedding - Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
Dia merawat Cindy dengan rasa kasian dan perhatian tentang kondisi tubuhnya: "Tubuhmu belum sembuh, jangan menyakiti diri sendiri hanya demi orang yang tidak penting, ayo pergi, kita pulang."
Cindy menatapnya dengan gugup: "David, Bella adalah adikku, aku tidak tahan ..."
"Kamu ini, sama baiknya seperti Anqila," kata David dengan suara tenang: asisten saya Albert, saat kamu kembali, beli sup yang bisa menambah darah untuknya."
"Ya, Tuan."
Cindy masih kesal karena dia belum menyelesaikan kerjaannya, dia berjalan dan menarik tangan Bella, berkata, "Aku harap, kakak yang paling tua sudah tiada, kakak yang kedua akan menjagamu dengan baik, katakan pada kakak keduamu tentang apa yang kamu butuhkan."
Butuh?
Bella membuka tangannya, berkata: "Yah, aku butuh suamiku, kamu bisa mengembalikannya padaku?"
David mengerutkan keningnya dan berkata, "Bella, kamu jangan keterlaluan!"
"Kami belum bercerai, aku masih sebagai Nyonya David! Aku ingin suamiku disini menemaniku, apa yang keterlaluan?!"
"Oh, ayahku bercerai setelah ulang tahun, inilah yang kamu janjikan."
Bella berkata: "Kamu tenang saja, aku pasti akan ingat apa yang pernah aku katakan sebelumnya."
David tiba-tiba mengangkat alisnya, "Baik, aku tetap di sini, Albert bawa Cindy pulang."
"David ..." Cindy menarik tangan dengan cepat.
"Dengar kataku, biarkan Albert mengantarmu pulang," dia menoleh melihat ke Bella, matanya tampak penuh dengan racun: "Oh, Nyonya David? Kamu harus melihat apakah hidup ini masih layak untuk disebut!" ”
Cindy menggigit bibirnya, dengan penuh kebencian memandang Bella dan menghela nafas, dengan tidak senang keluar dari pintu, Albert pun langsung dengan cepat mengejarnya.
Perawat juga berjalan keluar dan menutup pintu kamar dengan baik.
Bella berkata: "David, aku ingin mengatakan sesuatu, sebenarnya lima tahun yang lalu aku ..."
"Selain masalah perceraian, aku tidak tertarik untuk mendengar masalah lain," David sambil menyusun kursi dengan kakinya dan duduk santai: "Ayahku sudah sadar hari ini, dia telah menyetujui perceraian kami, jadi Bella ... Kali ini aku berharap kamu tidak memainkan trik apa pun lagi, atau bahkan ayahku pun tidak bisa menahannya lagi ! "
Rasa sakit hati itu seperti ditusuk, Bella berkata: "Aku akan bercerai, tetapi kamu dengarkan pembicaraanku sampai selesai..."
David menatapnya: "Katakanlah, apa yang kamu inginkan? Rumah, uang, mobil? Ayahku tidak akan memperlakukanmu tidak adil, katakan saja apa yang kamu inginkan, aku akan berusaha memenuhinya, dan kemudian bawa keserakahanmu dan menjauhlah! "
“Bukan ini yang ingin aku katakan!” Bella pun duduk dan menahan rasa sakit yang ada tubuhnya, lalu menangis: “Lima tahun terakhir ini yang menyelamatkanmu bukanlah kakak yang paling tua, tetapi aku! Dia mencuri kancingmu, kamu sudah sepenuhnya dibohongi olehnya!
David tersenyum, seolah-olah mendengar suatu lelucon: "Anqila sudah meninggal selama empat tahun, dan kamu masih ingin menghancurkannya? Bella, kamu benar-benar kejam! Kamu tidak layak menjadi adik Anqila!"
"Apa yang aku katakan adalah fakta!"
"Fakta atau bukan, kamu juga tidak boleh sembarangan berbicara," David bertanya, "Masih merasa bahwa kematian Anqila tidak ada buktinya, dan ingin mengandalkan pernyataan ini untuk meminta lebih banyak warisan perceraian?"
Bella berkata dengan lemas: "Mengapa kamu tidak bisa percaya padaku, meskipun itu hanya sekali saja?"
Tatapan David menjadi dingin, dan berkata: "Kamu tidak layak untuk mendapat kepercayaanku."
Kringg--
Telepon berdering.
David mengangkatnya dan memangggil nama Cindy: "Sebentar lagi pulang, membahas tentang perceraian dengannya ... Ketika kamu tidur, tutup pintu dan jendela dengan baik, ingat minum susu panas di dapur.. ... Baik, aku akan pulang sesegera mungkin. "
Bella melihat dia yang sedang berbicara kepada orang di telepon, sambil berjalan keluar dari pintu ruangan tersebut, tanpa menoleh ke belakang.
Cindy takut dengan gelap? Hehe.
Ketika masih kecil, Cindy dan Anqila mengurungnya di ruang bawah tanah yang gelap, dan membiarkan tikus-tikus itu menakutinya, bagaimana dia bisa takut pada gelap!
Tetapi perkataan Cindy sudah benar, David menjadi tidak percaya padanya.
Tidak peduli apa yang dia katakan, apa yang dia lakukan, semuanya sia-sia, dia menutupi seluruh badannya di dalam selimut, menahan teriakannya dan menahan diri untuk tidak menangis.
Sejak kecil, dia sudah tahu bahwa air mata adalah sesuatu yang paling tidak berharga, dan tidak ada yang peduli sama sekali.
***
Rumah tua David.
Ketua pelayan pun datang menyiapkan air dan obat-obatan: "Tuan, sekarang saatnya minum obat."
kakek David mengulurkan tangan dan ingin mengambilnya, tetapi tangannya bergetar, sebagian besar air dari gelas pun jatuh dan membasahi selimutnya.
Dia menghela nafas dan berkata: "Hei, tubuhku semakin tidak berguna. David dan Bella juga dengan berantam, aku tidak tahu apakah aku masih bisa melihat cucuku nanti ..."
“Apa yang Tuan katakan, kata dokter, kamu hanya perlu merawat tubuhmu dengan baik, kamu akan panjang umur.” Ketua pelayan pergi untuk menuangkan segelas air lagi dan melayani kakek David untuk meminum obat.
"Aku tidak tahu apa yang akan dilakukan Bella sekarang, hei, berita yang ada di koran itu, kurasa kebanyakan dari mereka adalah hasil pemaksaan David, hatinya masih belum bisa merelakan Anqila ..."
Ketua pelayan membantunya membereskan selimut, dan dia berkata, "Tuan, hari ini aku pergi ke villa dan melihat tuan muda dan nyonya muda sedang membereskan barang, aku menemukan ini di kamar nyonya muda ..."
Sebuah kancing cokelat tergeletak di telapak tangannya.
kakek David melihatnya, matanya sudah tidak bisa melihatnya jelas: "Ini ..."
"Ini adalah kancing pada pakaian tuan muda, pada waktu itu, ini spesial di pesan dari pabrik untuk tuan muda, satu-satunya di dunia, tuan muda itu sangat menyukainya, dan selalu memakainya."
"Ya, aku memikirkannya, dan ternyata memang demikian,"kakek David berkata, "Akhir-akhir ini aku tidak pernah melihatnya memakai baju itu?"
Kepala pelayan mengangguk, "Empat tahun yang lalu, ketika tuan muda mengalami kecelakaan, baju yang dikenakan berlumuran darah saat pulang dan sekarang tidak tahu di mana pakaian itu berada."
kakek David tiba-tiba bereaksi: "Maksudmu adalah ... orang-orang yang menyelamatkan David lima tahun yang lalu adalah Bella ..."
"Aku hanya menebak, tetapi yang membawa kancing tuan muda adalah Nona Anqila, bukan nyonya muda."
"Tidak benar," kakek David mengerutkan kening dan menggelengkan kepalanya. "Ini benar-benar suatu kesalahpahaman, pelayan, merepotkan mu untuk pergi rumah sakit besok dan menyakannya ke Bella, jika ini benar, maka ini adalah kesalahan David, maka ini benar-benar ...... sudah berbuat dosa ... "
Pelayan mengatkan: "Tuan, aku sudah melihat tuan muda sejak kecil, emosinya ini, takutnya dia tidak akan percaya meskipun nyonya muda sudah mengatakan yang sebenarnya."
kakek David berkata dengan napas yang mendalam, "Besok, kamu pergi dulu, kita harus mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu, jika dia benar menyelamatkan hidup David, maka aku akan berjuang mati-matian untuk menyelamatkan menantuku!"
"Ya," kepala pelayan mengangguk, "Tuan, istirahatlah dan tunggu kabar dariku."
kakek David berkata dengan tulus, "Kamu telah bekerja di keluarga kami seumur hidupmu, David selalu memperlakukanmu seperti orang tuanya, semua ini...beberapa tahun ini sudah membuatmu sedih."
"Ini memang yang seharusnya aku lakukan," kata ketua pelayan, "Aku harap aku bisa melakukan ini untuk membantu tuan muda."
Novel Terkait
Cinta Di Balik Awan
KellyKisah Si Dewa Perang
Daron JayAfter Met You
AmardaMy Enchanting Guy
Bryan WuTen Years
VivianMy Beautiful Teacher
Haikal ChandraDemanding Husband
MarshallCinta Yang Berpaling
NajokurataMy Cold Wedding×
- Bab 1 Pernikahan Yang Hancur
- Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
- Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
- Bab 4 Kamu Menggangap Saya Tidak Berani Membunuhmu?
- Bab 5 Musuh Yang Tidak Dapat Di Kalahkannya
- Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
- BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
- Bab 8 Asalkan Bisa Menyelamatkan Satu Nyawa
- Bab 9 Harga Dirinya Terjual
- Bab 10 Ini Adalah Takdir Wanita
- Bab 11 Orang Lain Tidak Menginginkanmu, Tetapi Aku Menginginkanmu
- Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
- Bab 13 Berikan Kompensasi Anqila Pada Cindy
- Bab 14 Kebeneran Berdarah
- Bab 15 Melihat Ke Belakang
- Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
- Bab 17 Aku akan Memenuhinya dalam Waktu Satu Hari
- Bab 18 Diluar Kebenaran
- Bab 19 Aku Tidak Membunuh
- Bab 20 Kehidupan Di Penjara
- Bab 21 Video Pengawasan
- Bab 22 Pertempuran Pertama
- Bab 23 Dia Tidak Mengecewakanku, Rupanya Cukup Ganas
- Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
- Bab 25 Kehidupan Yang Berantakan
- Bab 26 Kenyataan Memaksaku Untuk Menjadi Cuek
- Bab 27 Kehangatan yang Lama Tak di Rasakan
- Bab 28 Besok Kita Cerai
- Bab 29 Bukannya Aku Tak Pernah Berusaha
- Bab 30 Aku Tak Melihat Apapun
- Bab 31 Sahabat Wanita Yang Antusias
- Bab 32 Aku Sudah Cukup Dipermalukan
- Bab 33 Gosip Yang Merajalela Di Dunia Maya
- Bab 34 Kamu Ada Bukti Apa Berani Mengatainya
- Bab 35 Aku Menunggu Surat Pengadilanmu
- Bab 36 Grup A dan B
- Bab 37 Karyawan Sementara
- Bab 38 Masih Ingat Impianku Waktu Kecil?
- Bab 39 Kamu Tidak Aman Sendirian
- Bab 40 Masalah Reputasi Individu
- Bab 41 Siapa Bilang Kamu Tidak Mampu Membelinya
- Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
- Bab 43 Keputusan Bukan Ditangannya
- Bab 44 Bahaya Ketika Mabuk
- Bab 45 Keluar Dari Mulut Harimau
- BAB 46 Rahasia ANQILA
- Bab 47 Bella, Kemari!
- Bab 48 Meskipun Aku Dijual, Aku Juga Tidak Akan Mau Uangmu
- Bab 49 Kalau Begitu Tidak Usah Cerai
- Bab 50 Aku Bukanlah Anqila
- Bab 51 Pesta Makan Menjelang Perceraian
- Bab 52 Sepertinya Ia Tidak Terburu-buru Untuk Bercerai
- Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia
- Bab 54 Ide Yang Cukup Bagus
- Bab 55 Aku Memiliki Cara untuk Menangkapmu Kembali
- Bab 56 Tangan Mana yang Menyentuhnya?
- Bab 57 Selera Yang Aneh
- Bab 58 Sengaja Mempersulit
- Bab 59 Spesifikasi Bercerai
- Bab 60 Bersiap Untuk Pergi Keluar Negeri
- Bab 61 Dia Sedang Mandi, Ada Perlu Apa, Sampaikan Saja Padaku
- Bab 62 Uangnya, Anggap Saja Aku Yang Meminjamnya Darimu
- Bab 63 Bella Akan Kembali Kujaga
- Bab 64 Mungkinkah Hamil?
- Bab 65 Lahir Kalau Memang Ada
- Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
- Bab 67 Apakah Kamu Merasa Sekotor Itu?
- Bab 68 Panggil Saya Suamimu
- Bab 69 Karena Sudah Tidak Peduli, Baru Bisa Sesadis Ini
- Bab 70 Masa Lampau Itu
- Bab 71 Selamat Tinggal,David
- Bab 72 Perceraian
- Bab 73 Petemuan Ini Seperti Takdir
- Bab 74 Kenapa Tidak Berani Melihatku
- Bab 75 Menjadi Kekasihku
- Bab76 Dia Tidak Punya Kaki Sampai Harus Di Antar?
- Bab 77 Aku Memberikanmu Satu Kali Kesempatan Untuk Mencintaiku
- Bab 78 Dijual Ke David
- Bab 79 Hanya Menyampaikan Ini, Jaga Diri Dengan Baik
- Bab 80 Perjodohan
- Bab 81 Adegan Familiar
- Bab 82 Petani Dan Ular
- Bab 83 Ini Hanya Kompensasi
- Bab 84 Mulai Sementara
- Bab 85 Menjalankannya Bersama Akan Ada Hasil
- Bab 86 Bella, Jalan Kita Masih Panjang
- Bab 87 Anak Tidaklah Bersalah
- Bab 88 Jika Ini Semua Bukanlah Cinta
- Bab 89 Kakak Ipar
- Bab 90 Identifikasi Orang Tua-Anak
- Bab 91 Kamu Hanya Menganggap Saya Masa Lalu
- Bab 92 Lagu Ulang Tahun
- Bab 93 Bersama Dalam Kesulitan
- Bab 94 Saya Tidak Bilang Selesai
- Bab 95 Willy
- Bab 96 Kita Menikah Kembali
- Bab 97 Atas Dasar Wanita Saya
- Bab 98 Balas Dendam Cindy
- Bab 99 Aku Tidak Taruhan Dengan Orang Gila
- Bab 100 Apakah Kamu Pernah Mencintaiku?
- Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
- Bab 102 Aku Adalah Bajingan
- Bab 103 Aku Tahu Kamu Tidak Mencintai Aku
- Bab 104 Mimpi Besar Dan Belum Tersadar
- Bab 105 Berakting
- Bab 106 Bella, Aku Datang Mencarimu
- Bab 107 Jangan Usir Aku
- Bab 108 Pertunjukkan dari Ketiga Laki-laki
- Bab 109 Konfrontasi Kamar Mandi
- Bab 110 Bajingan Kecil
- Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
- Bab 112 Ibu-Anak Anti-View
- Bab 113 David Adalah Lelakiku
- Bab 114 Jika Kamu Tak Buka, Aku Yang Bantu Membukanya
- Bab 115 Kejujuran
- Bab 116 Aku Pasti Bisa Membawamu Ke Puncak
- Bab 117 Harga Diriku Melarangku Mengulangi Kesalahan Yang Sama
- Bab 118 Kembalilah, Ya?
- Bab 119 Menikah Dengan Sekali Lagi
- Bab 120 Kita Menikah Saja
- Bab 121 Tidak Bisa Berhasil Belajar
- Bab 122 Gembi Gu Dalam Bahaya
- Bab 123 Aku Ingin Kamu dengan Senang Hati Menikah Denganku
- Bab 124 Mulai Hari Ini, Kamu Harus Selalu Berada di Sampingku
- Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya
- Bab 126 Keadaan Yang Baik
- Bab 127 Semua Ini Karena Sup Ayam
- Bab 128 Di Antara Kita Mana Ada Lagi Hubungan Keluarga Yang Bisa Dianggap
- Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat
- Bab 130 Akulah Alasannya
- Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata
- Bab 132 Menggoda
- Bab 133 Mengulang Trik Lama
- Bab 134 Aku Pernah Mencintaimu
- Bab 135 Bawa Aku Pergi
- Bab 136 Ayuk Ke Pantai
- Bab 137 Pembunuh
- Bab 138 Melarang
- Bab 139 Pergilah, Aku Membiarkanmu Pergi
- Bab 140 Kecepatan Hidup dan Mati
- Bab 141 Kali Ini, Giliranku Yang Menunggumu
- Bab 142 Patah Hati
- Bab 143 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 144 Aku Hanya Mau Satu Jawaban
- Bab 145 Memulai Kehidupan Baru
- Bab 146 Negara Asing
- Bab 147 Jika Suatu Hari Nanti Aku Bisa Melupakannya
- Bab 148 Tom
- Bab 149 Di Dunia Ini, Mana Ada Begitu Banyak
- Bab 150 Ditakdirkan Bersama tapi Terpisah oleh Lautan
- Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
- Bab 152 Aku Membencinya, Aku Mencintainya
- Bab 153 Reinkarnasi Kehidupan
- Bab 154 Aku Akan Membayarnya dengan Segala Milikku
- Bab 155 Kembali ke Negeri Asal
- Bab 156 Berpapasan yang Terlewatkan
- Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu
- Bab 158 Eric Lee
- Bab 159 Dia Adalah Sumber Segala Ketakutanku
- Bab 160 Jangan Menolakku Ya
- Bab 161 Pada Akhirnya Kembali Bertemu
- Bab 162 Kamu Masih Membenciku
- Bab 163 Bintang di Langit, Dia di Hati
- Bab 164 Hanya Masa Lalu
- Bab 165 Tidak Ada Satupun Yang Bisa Dibandingkan Dengannya
- Bab 166 Aku Hanya Ingin Berbuat Baik Kepadamu
- Bab 167 Menebus Kesalahan
- Bab 168 Hebat
- Bab 169 Pengajaran Berkualitas
- Bab 170 Hai Orang Asing
- Bab 171 Mengadu Kecerdasan dan Keberanian
- Bab 172 Masih Ada Berapa Lama Waktu Dihabiskan Untuk Merasa Kesal
- Bab 173 Kapitalis Jahat
- Bab 174 Hati Kecil
- Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
- Bab 176 Tuan Kelima
- Bab 177 Identitas Nino
- Bab 178 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan
- Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
- Bab 180 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan (3)
- Bab 181 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya
- Bab 182 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (5)
- Bab 183 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (6)
- Bab 184 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (7)
- Bab 185 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (8)
- Bab 186 Karnaval Terakhir
- Bab 187 Pertaruhan Hidup
- Bab 188 Biar Aku yang Menemanimu Mati
- Bab 189 Jangan Tanya Tentang Masa Depan
- Bab 190 Epilog
- Bab 190 Epilog (2)
- Bab 191 Epilog (Benar) (1)
- Bab 191 Epilog (Benar) (2)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (1)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (2)
- Bab 193 Wawancara Suami Istri
- Bab 194 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (7)
- Bab 195 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (8)
- Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)