My Cold Wedding - Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya

Terdengar nama "Tuan ke-5 Qi" dari mulut Gembi Gu, membuat Bella bagai tersambar petir.

Kenapa yang dialami Gembi Gu sangat mirip dengan yang terjadi pada kakak pertamanya lima tahun yang lalu?

Untungnya Gembi Gu mendapat kesempatan untuk melarikan diri, tetapi kakak tertuanya meninggal secara mengenaskan di tangan orang-orang itu.

"Bella, ada apa?" Tanya Gembi Gu yang melihat raut muka Bella tidak begitu bagus,

Bella menggelengkan kepalanya, "Tidak apa-apa, kamu jaga saja dirimu baik-baik, dan jangan khawatir tentang apapun juga."

Wajah Gembi Gu masih terlihat khawatir, "Jika orang-orang itu tahu aku melarikan diri, mereka pasti akan mencari masalah denganku. Bella, jika orang tua dan kakak-kakakku mengetahuinya, aku harus bagaimana."

"Kamu tenanglah, ada David di sini, agaknya orang-orang itu juga akan segan sedikit."

Gembi Gu terkejut dan berkata, "Kamu dan David .. baikan?"

Bella terbatuk dua kali, "Sepertinya tidak ..."

"Hei, semalam aku diantar ke rumah sakit, David pasti sudah berkontribusi banyak, iya kan? Dia juga menginap semalaman di sini, pasti untuk menjagamu."

Bella duduk di samping tempat tidur dan menepuk tangannya, "Tidak usah banyak berpikir. Yang paling penting sekarang adalah menjaga kesehatan dulu."

Di depan teman paling baiknya, Gembi Gu menunjukkan secara terbuka watak asli seorang gadis kecil, merengek dan berkata, "Bella, kamu temani aku beberapa hari, ya? Aku takut ... benar-benar takut orang-orang itu akan datang kembali. Itu adalah mimpi buruk dalam hidupku. Aku benar-benar......"

"Baiklah, Jangan berpikir macam-macam. Aku disini bersamamu."

"Tidak." Suara yang keras menghentikan pembicaraan keduanya. David baru saja bangun dengan kepala yang sakit. Dia berpikir bahwa ranjang rumah sakit terlalu kecil buat ukuran tubuhnya. Semalaman dia tidur dengan tangan dan kaki yang ditekuk. Badannya sakit semua dan mukanya tidak terlalu enak dilihat. "Bella akan selalu ikut denganku nanti. Aku akan mengirim pengawal untuk menjaga disini."

Gembi Gu masih melihat ke arah David dengan rasa tidak senang, "Kamu sudah bercerai dengan istrimu. Kenapa masih memintanya untuk mengikutimu? Dia bukan kaki tanganmu."

David menyeringai,"Istriku membahayakan nyawanya untuk menyelamatkanmu. Kamu hanya berpikir untuk keluar dari penderitaanmu saja. Pernahkah kamu berpikir, Bella pergi sendirian ke sana, mungkin akibatnya akan lebih parah darimu?"

Gembi Gu menjadi lemas, hanya menggigit bibirnya tanpa bicara.

"Mulai sekarang, kalau kamu ada masalah langsung saja mencariku, asalkan Bella yang memintanya, seberapa sulit pun aku akan membantumu. Tetapi ingat jangan membawa nyawa Bella jadi taruhannya, jika tidak, aku tidak akan peduli siapa orang tuamu, siapa kakakmu, mereka semua harus membayar harga yang pantas nanti."

Kata-kata David agak sedikit kasar. Mata Gembi Gu menjadi merah. Dia memegang tangan Bella Xin dan berkata dengan isak tangis, "Bella, iya, maaf....."

"Tidak apa-apa. Kamu juga membantuku disaat aku sedang kesusahan. Kita saling membantu," Bella langsung melihat ke David dengan tatapan tidak senang. "Kamu jangan memperbesar masalah. Gembi hanya meminta bantuanku, lagipula dia pernah membantuku sebelumnya, sudah seharusnya aku membantunya. Lagipula aku hanya berpakaian sederhana, jikalau orang mempunyai niat untuk berbuat jahat, mereka pasti akan memilih orang yang kelihatan kaya."

David mengerutkan alisnya dan kelihatan marah, "Apa kamu perlu bercermin?"

Bella memegang wajahnya dan bertanya, "Ada yang salah? Apakah ada sesuatu diwajahku?"

"Berdasarkan wajahmu ini, tidak perlu ada uang, kamu sudah menjadi incaran dari para lelaki!" David teringat akan lelaki cabul yang dengan mesum menatap istrinya. Terasa seperti ada api yang membara dalam hati, kemudian dia berdiri, "Gembi pernah membantumu mencarikan pekerjaan, bukan? Baik, hutang budi ini mulai sekarang dibebankan padaku, David. Hutang wanitaku, biar aku yang membayarnya."

Bella membela Gembi Gu, "Aku adalah aku, kamu adalah kamu. Kamu tidak perlu ikut campur antara aku dan Gembi. Kita juga tidak dekat sampai pada tahap dimana harus kamu yang membantuku membayar hutangku."

"Hah!" David tersenyum sinis, "Sudah memakai darahku, sekarang berbalik tidak mengenalku lagi?"

"Kenapa memakai darahmu?" Gembi Gu bingung, dan kemudian merespon, "Semalam, samar-samar aku mendengar dokter mengatakan harus transfusi darah untukku, darah itu tidak mungkin punyamu kan ..."

Bella menatapnya dalam-dalam," ... Itu punya dia. Semalam bank darah tidak punya stok darah yang cukup. David yang sudah mendonorkan darahnya untukmu."

Gembi Gu sama sekali tidak berkata apapun lagi.

Nyawanya diselamatkan oleh David, jika masih terus ribut, akan membuat dirinya kelihatan sangat tidak tahu berterima kasih.

David juga tidak berencana untuk memperdebatkan masalah ini dengan seorang wanita. Dia bersedia mendonorkan darahnya hanya demi Bella. Ketika David berdiri dari ranjang, dia masih sedikit pusing, dan dengan cepat memegang meja disamping ranjangnya sehingga tidak jadi jatuh.

Bella cepat mengulurkan tangan untuk membantu, melihat David sudah bisa berdiri dengan baik, dia pun mengurungkan niatnya.

Adegan ini dilihat oleh David Li, membuat matanya terlihat marah, segera dia memanggil Asisten Albert, tidak lama kemudian Asisten Albert datang dengan membawa lebih kurang 20 orang pengawal yang berjubah hitam dan memakai kacamata hitam menuju bangsal.

"Direktur ..." Asisten Albert mengetuk pintu lalu masuk, "Semua pengawal sudah selesai diatur."

David menganggukkan kepala, "Beritahu mereka, selain petugas medis dan Bella, tidak ada seorangpun yang boleh masuk ke bangsal ini. Makanan akan dipilih dan dikirim kesini, makanan dan kamar harus dengan standar tertinggi."

Asisten Albert menggangguk seperti biasanya, "Baik."

David dengan ini baru merasa lebih nyaman. Berbalik melihat ke Bella, yang sedang duduk di ranjang Gembi Gu. Keduanya sedang berbisik-bisik.

Dia bertanya pada Albert, "Tugas yang aku minta kamu kerjakan semalam apa sudah beres?"

"Sudah beres,"Jawab Albert, "Bagian Personalia sudah memindahkan sekretaris lamamu ke bagian lain, dan begitu nona Bella datang, sudah boleh langsung mengurus prosedur masuk karyawan baru."

David Li mengangguk puas, "Masih ada satu hal lagi ... Kamu sekarang pergi ke paviliun, jemput kakek dan kembali ke perusahaan, katakan padanya ... Aku dan Bella ingin makan bersamanya."

Bella yang sedang berbicara dengan Gembi Gu terkejut.

Dua barisan pengawal yang berpostur tinggi besar, memakai baju dan celana hitam, dengan kedua tangan mereka di belakang, posisi kaki yang terpisah selebar bahu, berdiri tegak lurus dan posisi yang sama mengawal seluruh bangsal dan bahkan ada beberapa orang juga menjaga di jendela.

David berdiri tidak jauh dengan posisi melipat tangan, juga tidak pergi, seolah-olah sedang menunggu Bella Xin.

Gembi Gu mendorongnya, "Kali ini, David sudah menyelamatkanku, jadi aku tidak boleh menjelekkannya lagi. Bagaimana aku bisa menjodohkanmu dengan James lagi?"

Bella tertawa, "Aku tidak mungkin dengan James, tentu saja, dengan David juga tidak mungkin, kamu jangan khawatir, aku akan membesukmu lagi besok."

Gembi Gu mengangguk, bagaimanapun juga, dia baru saja diselamatkan dari ambang kematian. Lalu melihat mata Bella dengan tatapan tidak berdaya, dan berkata dengan suara lemah, "Kamu harus datang, ya ..."

"Jangan khawatir. Aku akan membelikanmu sarapan besok pagi. Kamu ingin makan apa?"

Gembi Gu dengan gembira menjawab, "Susu kedelai dan kue."

"Baik," Bella membetulkan letak selimut Gembi Gu sambil tersenyum, "Kamu baik-baiklah beristirahat dan hubungi aku kalau ada masalah apapun."

David menjawab sebuah panggilan dan mendesak Bella "Ikutlah denganku, kakek sudah datang."

Novel Terkait

Si Menantu Dokter

Si Menantu Dokter

Hendy Zhang
Menantu
4 tahun yang lalu
Kembali Dari Kematian

Kembali Dari Kematian

Yeon Kyeong
Terlahir Kembali
4 tahun yang lalu
Cinta Tak Biasa

Cinta Tak Biasa

Susanti
Cerpen
5 tahun yang lalu
Mr Lu, Let's Get Married!

Mr Lu, Let's Get Married!

Elsa
CEO
5 tahun yang lalu
Dark Love

Dark Love

Angel Veronica
Percintaan
6 tahun yang lalu
Everything i know about love

Everything i know about love

Shinta Charity
Cerpen
6 tahun yang lalu
Pejuang Hati

Pejuang Hati

Marry Su
Perkotaan
5 tahun yang lalu
Cinta Yang Berpaling

Cinta Yang Berpaling

Najokurata
Pertumbuhan
4 tahun yang lalu