My Cold Wedding - Bab 138 Melarang
David melindungi Bella di belakang tubuhnya: "Diam! Minggir!"
"David, karena seorang wanita, kamu tega dengan kakek yang membesarkan kamu?" Fenny mengeluarkan handphone, membuka video: "Kamu lihat, dia yang membunuh kakekmu!"
Semua orang memandang Fenny.
Ada orang yang mengenal Bella, menunjuk-nunjuk dia.
"Wanita ini bukannya anak Heri, yang bermain dengan banyak lelaki!"
"Astaga, saya juga memikirnya, mantan istri Pak David?"
"Mantan istri? Enak di dengar, Pak David sebenarnya bersama anak pertama keluarga Heri, tetapi karena wanita ini, dia membunuh kakaknya sendiri, menggantikan kakaknya menikah dengan dia...."
Gossip seperti salju terbang cepat.
Terlebih lagi, video di tangan Fenny.
Video tidak terlalu jelas, jarak jauh, ternyata CCTV kamera.
Di dalam gambar, seorang lelaki dan wanita masuk ruangan kakek, laki-laki menggunakan baju hitam, wanita menggunakan kemeja dan jeans, sekali dilihat dia langsung menarik alat nafas kakek, juga mencabut infus.
Hanya ada 10 detik, Fenny mengambil kembali handphonenya, sengaja berbicara keras, membuat semua orang mendengar: "Bella membenci kamu, jadi segera balas dendam lewat kakek! dia sengaja mencabut alat nafas kakek, jadi baru dapat meninggal! David, kamu harus sadar, jangan mau di bohongi dia."
Semua bersuara, ada juga yang berbisik.
Bella tidak berekspresi, juga tidak menatap David.
Hari ini dia hanya ingin berpisah dengan kakek, yang lain, semua tidak penting.
"David, kamu masih mau melindunginya? Dia pembunuh, terlebih lagi membunuh kakek mu tercinta! harusnya dia di tangkap, biar dia tahu rasa!"
"Sudah selesai berbicara?" David mengerutkan dahi, dan dengan suara dingin.
Fenny sedikit bingung: "Kamu....."
"Albert, lapor polisi."
"Baik." Albert segera menekan tombol polisi, sebelah rumah duka adalah polisi, mereka bisa dengan segera datang.
David naik, berbicara kepada polisi: "Pak Polisi, ada orang yang sengaja membunuh kakek saya, ada bukti video."
Peng——
James tidak bisa mendengarkan lagi, menendang pintu, menonjok David: "Kalian bukan manusia? Bella bagaimana ke kakek, kalian tidak bisa lihat?!"
James menonjok keras, David sampai terjatuh, dan mengeluarkan darah.
James menonjok lagi perutnya: "Astagah, apakah hatimu dimakan anjing?! Sial!"
"Jangan berantem lagi....."Bella menarik James, "Lupakan."
"Dia bodoh kamu juga? kamu tidak melakukan apa-apa tetapi membiarkan dia memasukkan kamu kembali ke penjara?!" James sangat kesal, "Lima tahun lalu saya sangat egois tidak menjaga kamu, hari ini saya berkata begini, asalkan ada saya tidak ada yang bisa membawa kamu pergi!"
Nama James, Polisi sudah kenal, perlahan mengeluarkan pistol kepadanya.
David menggunakan tangannya memegang ujung bibir, dan melihat darah.
"Pak......"
"Saya tidak apa," David mendorong Albert, pandangan tertuju kepada Bella dan James, "Pak, ini masalah keluarga saya, lebih baik kamu tidak ikut campur."
"Tidak bisa, ini juga masalah keluar saya, saya tidak bisa tidak ikut campur!" James tidak menyerah, "Kamu punya hak, saya tidak bisa hanya duduk, hari ini ada saya, tidak ada yang bisa mengambil Bella!"
James sangat sensitif, Bella tidak ingin karenanya jadi repot.
Menarik nafas panjang, Bella berkata: "David, 5 tahun lalu, masalah keluarga juga begini, dengan keadaan sekarang mirip sekali, kamu panggil polisi dan memasukkan saya kedalam penjara."
"Saat itu saya tidak tahu kamu adalah......."
David menariknya, tetapi James terlebih dahulu menariknya: "Semoga kamu mengerti, pacar saya hanya boleh saya yang sentuh."
Bella menarik tangannya sendiri, melanjutkan: "Saya kepada kakek bagaimana, hati kamu sangat mengerti, kalau kamu masih mengira saya balas dendam dengan membunuh kakek, saya sudah tidak bisa berkata-kata lagi."
David mengerutkan kening, hatinya campur aduk: "Saya pernah berkata kepadamu, saya bisa percaya kepadamu."
Bella tertawa asam: "Benarkah, kalah begitu terima kasih."
Dia pergi, menarik baju James: "Kita pergi."
"Tunggu——"David menariknya ke sebelahnya: "Kamu benar pergi dengan James?"
"Ng." Bella tidak ragu menjawab.
"Saya tidak setuju."
"Sekarang saya bebas, tidak perlu persetujuan anda."
"Bella, kamu berani?!"
Bella berhenti, "David, kamu sebenarnya mau apa?"
David berjalan kedepannya: "Saya bisa memberi kamu keadilan, tetapi rekaman rumah sakit saya sudah terima, beberapa hari ini mengundang ahli CCTV untuk melihatnya, sudah bisa di pastikan, video di dalam bukan kamu."
Bella hatinya tertusuk.
Ternyata dia......
James tertawa: "Kali ini kamu pintar sedikit."
David tidak peduli kepadanya, tangannya menarik Bella tidak membiarkan dia pergi, juga dengan mudah menjelaskan kepada polisi, orang yang ada dalam gambar sedang ditangani polisi.
"Kakek tidak sia-sia meninggal, kali ini saya akan menangkap orang yang benar——" dia menatap Fenny, matanya penuh kepanikan.
Saat itu, Albert dii depan berbicara: "Pak, saat saya menelusuri video, tidak sengaja menyadari sesuatu——"
Albert berhenti, melihat mata David penuh amarah, menunggu langkah selanjutnya.
David berkata: "Bicara!"
"Sepuluh tahun lalu, Anqila sebenarnya tidak muncul di tempat kejadian——"
David terbengong, ini kakek sudah memeberi tahunya, tapi......
"Walaupun tidak ada bukti, tetapi saya memeriksa CCTV pintu keluar, tidak terlihat Anqila, malahan waktu itu, kartu dia di sebuah bank terliat mengambil uang, bank dan tempat kejadian beda arah, jadi bisa dipastikan, Anqila tidak di tempat."
Albert berkata sebuah kebenaran, membawa David kedalam kebingungan, sampai susah bernapas.....
Novel Terkait
The Sixth Sense
AlexanderUnplanned Marriage
MargeryCinta Yang Berpaling
NajokurataVillain's Giving Up
Axe AshciellyLove Is A War Zone
Qing QingStep by Step
LeksJalan Kembali Hidupku
Devan HardiLove From Arrogant CEO
Melisa StephanieMy Cold Wedding×
- Bab 1 Pernikahan Yang Hancur
- Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
- Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
- Bab 4 Kamu Menggangap Saya Tidak Berani Membunuhmu?
- Bab 5 Musuh Yang Tidak Dapat Di Kalahkannya
- Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
- BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
- Bab 8 Asalkan Bisa Menyelamatkan Satu Nyawa
- Bab 9 Harga Dirinya Terjual
- Bab 10 Ini Adalah Takdir Wanita
- Bab 11 Orang Lain Tidak Menginginkanmu, Tetapi Aku Menginginkanmu
- Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
- Bab 13 Berikan Kompensasi Anqila Pada Cindy
- Bab 14 Kebeneran Berdarah
- Bab 15 Melihat Ke Belakang
- Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
- Bab 17 Aku akan Memenuhinya dalam Waktu Satu Hari
- Bab 18 Diluar Kebenaran
- Bab 19 Aku Tidak Membunuh
- Bab 20 Kehidupan Di Penjara
- Bab 21 Video Pengawasan
- Bab 22 Pertempuran Pertama
- Bab 23 Dia Tidak Mengecewakanku, Rupanya Cukup Ganas
- Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
- Bab 25 Kehidupan Yang Berantakan
- Bab 26 Kenyataan Memaksaku Untuk Menjadi Cuek
- Bab 27 Kehangatan yang Lama Tak di Rasakan
- Bab 28 Besok Kita Cerai
- Bab 29 Bukannya Aku Tak Pernah Berusaha
- Bab 30 Aku Tak Melihat Apapun
- Bab 31 Sahabat Wanita Yang Antusias
- Bab 32 Aku Sudah Cukup Dipermalukan
- Bab 33 Gosip Yang Merajalela Di Dunia Maya
- Bab 34 Kamu Ada Bukti Apa Berani Mengatainya
- Bab 35 Aku Menunggu Surat Pengadilanmu
- Bab 36 Grup A dan B
- Bab 37 Karyawan Sementara
- Bab 38 Masih Ingat Impianku Waktu Kecil?
- Bab 39 Kamu Tidak Aman Sendirian
- Bab 40 Masalah Reputasi Individu
- Bab 41 Siapa Bilang Kamu Tidak Mampu Membelinya
- Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
- Bab 43 Keputusan Bukan Ditangannya
- Bab 44 Bahaya Ketika Mabuk
- Bab 45 Keluar Dari Mulut Harimau
- BAB 46 Rahasia ANQILA
- Bab 47 Bella, Kemari!
- Bab 48 Meskipun Aku Dijual, Aku Juga Tidak Akan Mau Uangmu
- Bab 49 Kalau Begitu Tidak Usah Cerai
- Bab 50 Aku Bukanlah Anqila
- Bab 51 Pesta Makan Menjelang Perceraian
- Bab 52 Sepertinya Ia Tidak Terburu-buru Untuk Bercerai
- Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia
- Bab 54 Ide Yang Cukup Bagus
- Bab 55 Aku Memiliki Cara untuk Menangkapmu Kembali
- Bab 56 Tangan Mana yang Menyentuhnya?
- Bab 57 Selera Yang Aneh
- Bab 58 Sengaja Mempersulit
- Bab 59 Spesifikasi Bercerai
- Bab 60 Bersiap Untuk Pergi Keluar Negeri
- Bab 61 Dia Sedang Mandi, Ada Perlu Apa, Sampaikan Saja Padaku
- Bab 62 Uangnya, Anggap Saja Aku Yang Meminjamnya Darimu
- Bab 63 Bella Akan Kembali Kujaga
- Bab 64 Mungkinkah Hamil?
- Bab 65 Lahir Kalau Memang Ada
- Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
- Bab 67 Apakah Kamu Merasa Sekotor Itu?
- Bab 68 Panggil Saya Suamimu
- Bab 69 Karena Sudah Tidak Peduli, Baru Bisa Sesadis Ini
- Bab 70 Masa Lampau Itu
- Bab 71 Selamat Tinggal,David
- Bab 72 Perceraian
- Bab 73 Petemuan Ini Seperti Takdir
- Bab 74 Kenapa Tidak Berani Melihatku
- Bab 75 Menjadi Kekasihku
- Bab76 Dia Tidak Punya Kaki Sampai Harus Di Antar?
- Bab 77 Aku Memberikanmu Satu Kali Kesempatan Untuk Mencintaiku
- Bab 78 Dijual Ke David
- Bab 79 Hanya Menyampaikan Ini, Jaga Diri Dengan Baik
- Bab 80 Perjodohan
- Bab 81 Adegan Familiar
- Bab 82 Petani Dan Ular
- Bab 83 Ini Hanya Kompensasi
- Bab 84 Mulai Sementara
- Bab 85 Menjalankannya Bersama Akan Ada Hasil
- Bab 86 Bella, Jalan Kita Masih Panjang
- Bab 87 Anak Tidaklah Bersalah
- Bab 88 Jika Ini Semua Bukanlah Cinta
- Bab 89 Kakak Ipar
- Bab 90 Identifikasi Orang Tua-Anak
- Bab 91 Kamu Hanya Menganggap Saya Masa Lalu
- Bab 92 Lagu Ulang Tahun
- Bab 93 Bersama Dalam Kesulitan
- Bab 94 Saya Tidak Bilang Selesai
- Bab 95 Willy
- Bab 96 Kita Menikah Kembali
- Bab 97 Atas Dasar Wanita Saya
- Bab 98 Balas Dendam Cindy
- Bab 99 Aku Tidak Taruhan Dengan Orang Gila
- Bab 100 Apakah Kamu Pernah Mencintaiku?
- Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
- Bab 102 Aku Adalah Bajingan
- Bab 103 Aku Tahu Kamu Tidak Mencintai Aku
- Bab 104 Mimpi Besar Dan Belum Tersadar
- Bab 105 Berakting
- Bab 106 Bella, Aku Datang Mencarimu
- Bab 107 Jangan Usir Aku
- Bab 108 Pertunjukkan dari Ketiga Laki-laki
- Bab 109 Konfrontasi Kamar Mandi
- Bab 110 Bajingan Kecil
- Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
- Bab 112 Ibu-Anak Anti-View
- Bab 113 David Adalah Lelakiku
- Bab 114 Jika Kamu Tak Buka, Aku Yang Bantu Membukanya
- Bab 115 Kejujuran
- Bab 116 Aku Pasti Bisa Membawamu Ke Puncak
- Bab 117 Harga Diriku Melarangku Mengulangi Kesalahan Yang Sama
- Bab 118 Kembalilah, Ya?
- Bab 119 Menikah Dengan Sekali Lagi
- Bab 120 Kita Menikah Saja
- Bab 121 Tidak Bisa Berhasil Belajar
- Bab 122 Gembi Gu Dalam Bahaya
- Bab 123 Aku Ingin Kamu dengan Senang Hati Menikah Denganku
- Bab 124 Mulai Hari Ini, Kamu Harus Selalu Berada di Sampingku
- Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya
- Bab 126 Keadaan Yang Baik
- Bab 127 Semua Ini Karena Sup Ayam
- Bab 128 Di Antara Kita Mana Ada Lagi Hubungan Keluarga Yang Bisa Dianggap
- Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat
- Bab 130 Akulah Alasannya
- Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata
- Bab 132 Menggoda
- Bab 133 Mengulang Trik Lama
- Bab 134 Aku Pernah Mencintaimu
- Bab 135 Bawa Aku Pergi
- Bab 136 Ayuk Ke Pantai
- Bab 137 Pembunuh
- Bab 138 Melarang
- Bab 139 Pergilah, Aku Membiarkanmu Pergi
- Bab 140 Kecepatan Hidup dan Mati
- Bab 141 Kali Ini, Giliranku Yang Menunggumu
- Bab 142 Patah Hati
- Bab 143 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 144 Aku Hanya Mau Satu Jawaban
- Bab 145 Memulai Kehidupan Baru
- Bab 146 Negara Asing
- Bab 147 Jika Suatu Hari Nanti Aku Bisa Melupakannya
- Bab 148 Tom
- Bab 149 Di Dunia Ini, Mana Ada Begitu Banyak
- Bab 150 Ditakdirkan Bersama tapi Terpisah oleh Lautan
- Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
- Bab 152 Aku Membencinya, Aku Mencintainya
- Bab 153 Reinkarnasi Kehidupan
- Bab 154 Aku Akan Membayarnya dengan Segala Milikku
- Bab 155 Kembali ke Negeri Asal
- Bab 156 Berpapasan yang Terlewatkan
- Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu
- Bab 158 Eric Lee
- Bab 159 Dia Adalah Sumber Segala Ketakutanku
- Bab 160 Jangan Menolakku Ya
- Bab 161 Pada Akhirnya Kembali Bertemu
- Bab 162 Kamu Masih Membenciku
- Bab 163 Bintang di Langit, Dia di Hati
- Bab 164 Hanya Masa Lalu
- Bab 165 Tidak Ada Satupun Yang Bisa Dibandingkan Dengannya
- Bab 166 Aku Hanya Ingin Berbuat Baik Kepadamu
- Bab 167 Menebus Kesalahan
- Bab 168 Hebat
- Bab 169 Pengajaran Berkualitas
- Bab 170 Hai Orang Asing
- Bab 171 Mengadu Kecerdasan dan Keberanian
- Bab 172 Masih Ada Berapa Lama Waktu Dihabiskan Untuk Merasa Kesal
- Bab 173 Kapitalis Jahat
- Bab 174 Hati Kecil
- Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
- Bab 176 Tuan Kelima
- Bab 177 Identitas Nino
- Bab 178 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan
- Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
- Bab 180 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan (3)
- Bab 181 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya
- Bab 182 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (5)
- Bab 183 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (6)
- Bab 184 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (7)
- Bab 185 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (8)
- Bab 186 Karnaval Terakhir
- Bab 187 Pertaruhan Hidup
- Bab 188 Biar Aku yang Menemanimu Mati
- Bab 189 Jangan Tanya Tentang Masa Depan
- Bab 190 Epilog
- Bab 190 Epilog (2)
- Bab 191 Epilog (Benar) (1)
- Bab 191 Epilog (Benar) (2)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (1)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (2)
- Bab 193 Wawancara Suami Istri
- Bab 194 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (7)
- Bab 195 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (8)
- Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)