My Cold Wedding - Bab 193 Wawancara Suami Istri
Sisi: Hehe, halo semuanya, aku adalah pembawa acara pada hari ini, Sisi Yue. Kita telah bersusah payah mengundang suami istri dari direktur Perusahaan LS untuk menjadi bintang tamu pada sesi acara wawancara. Itu, banyak pembaca yang ingin menanyakan pertanyaan pada mereka, aku pilih beberapa untuk ditanyakan, ya~
Bella: Dibenarkan sebentar, istri suami, bukan suami istri.
Sisi: (Dengan takut-takut melihat sebentar ke arah David) Menurut Direktur Li bagaimana?
David: (Dengan tidak rela, menahan kekesalan) Dengarkan dia.
1. Sisi: (Menangguk berkali-kali) Mengerti, mengerti, kalau begitu kita mulai bertanya, ya. Pertanyaan pertama, nama kalian adalah?
Bella: Bella Xin, juga ada nama di klub malam, Mawar.
David: David Li.
***
2. Sisi: Paling suka dipanggil apa oleh pasangan kalian?
Bella: Nama saja.
David: Suami, sayang ...
***
3. Sisi: Umur kalian?
Bella: 33.
David: Lupa.
Bella: (Membocorkan tanpa ragu) Dia sudah akan 36.
Sisi: Berapa lama lagi?
Bella: (Berpikir sebentar) Kira-kira 11 bulan lagi.
Sisi: ... Sebelas bulan apa bisa dikatakan 'sudah akan' ...
Bella: (Dengan mata tajam) Tidak boleh? Tidak boleh menggunakan 'Perhitungan hidup tahun ke berapa'?
Sisi: (Langsung takut) Boleh, boleh, boleh, pemegang saham Xin berkata apa semuanya benar, ... Kalau begitu umur Anda tadi juga dengan perhitungan seperti itu?
Bella: Perhitungan ulang tahun.
Sisi: Begitu ... (Melihat David)
David: (Menganggukan kepala pasrah) Dengarkan katanya.
***
4. Sisi: Bagaimana dengan sifat kalian?
David: Sangat lembut.
Bella: Sangat diktator.
Sisi: (Terkejut) Kalian yakin tidak terbalik mengatakannya?
Bella: Tidak, yang kukatakan adalah sifat setelah menikah.
Sisi: (Dengan suara kecil) Bagaimana dengan sebelum menikah?
Bella: (Senyum dipaksakan) Biaya MC-mu itu masih mau tidak?
Sisi: (Sekali lagi takut) Aku salah ....
***
5. Sisi: Pertama kali bertemu dengan pasangan kalian dimana? Kesan pertama saat itu apa?
David: Di atas ranjang, ayahnya masuk ke dalam dan meminta untuk pertanggungjawaban, kesan pertama ....
Bella: (Sekali lagi menajamkan mata)
David: (Langsung berkata yang sebaliknya) Cantik, baik hati, lembut, cerdas, elegan, indah, mempesona, istri dan ibu yang baik, menarik ....
Bella: (Mengangguk dengan puas) Aku dipukul oleh ayahku, dia datang menyelamatkanku, menurutku dia adalah pahlawan hebat.
David: (Tersenyum senang) Dengarkan katanya.
***
6. Sisi: Apa yang kamu sukai dari pasangan-mu?
Bella: Tampan.
David: Cantik.
Sisi: (Mengelap keringat) Kalian benar-benar ....
Bella: (Mengernyitkan dahi) Benar-benar apa?
Sisi: (Takut untuk ketiga kali) Benar-benar memiliki selera yang bagus!
***
7. Sisi: Jika digambarkan dengan binatang, pasangan kalian adalah apa?
Bella: Orang.
David: Dengarkan kata dia.
Sisi: ....
Bella: (Tidak sabar) Masih ada berapa pertanyaan lagi? Aku harus pulang untuk menyusui anak.
Sisi: Segera, segera ....
David: (Menggenggam tangan Bella) Albert hari ini menjaga lima anak, aku sangat tenang, bagaimana kalau setelah wawancara kita pergi ke villa samping sungai untuk menginap satu malam?
Bella: Tidak mau.
David: Hachiu --- Siapa yang sedang memarahiku?
(Suara di luar adegan) Albert: Dipikir-pikir lagi aku adalah murid pintar yang lulus dari universitas ternama, sekarang malah menjadi ibu dari lima bos ... Jika yang di atas memberiku sekali lagi kesempatan, aku berharap ... Memberikan bos besar satu rumah penuh kon! dom!
***
8. Sisi: Saat pasangan kalian ulang tahun, apa yang ingin kalian berikan?
Bella: (Bertanya pada David) Apa yang kamu inginkan?
David: Ingin tinggal semalam di villa dengan pemandangan sungai!
Bella: (Langsung memutuskan) Oh, tidak ada yang ingin diberikan.
Sisi: (Mengelap keringat) Bagaimana dengan Direktur Li?
David: (Dengan sedikit takut) Harus lihat apakah dia memberikanku gaji bulan ini ....
***
9. Sisi: (Mengepalkan tangan, pertanyaan ini sepertinya akan menimbulkan masalah) Apa yang kalian rasa tidak puas dari pasangan kalian?
Bella: (Memutar bola mata) Dengan berbagai cara mengajakku ke villa dengan pemandangan sungai untuk tinggal.
David: (Pasrah) Selalu tidak ingin tinggal di villa dengan pemandangan sungai.
Sisi: Apa karena villa dengan pemandangan sungai lebih besar?
Bella: (Membesarkan mata melihat David, tidak berkata apapun)
David: Karena villa memiliki jarak antar bangunan yang lebar ....
***
10. Sisi: Perbuatan pasangan apa yang membuat kalian marah?
Bella: (Mata berkaca-kaca) Menyelamatkanku tanpa mementingkan keselamatan diri sendiri.
David: Tidak ada.
***
11. Sisi: Hubungan kalian dekat hingga tahap seperti apa?
Bella: Suami istri.
David: Semua posisi sudah pernah dilakukan.
Sisi: (Menutup mulut) Pembaca masih sangat polos, loh ....
***
12. Sisi: Siapa yang lebih dulu menyatakan perasaan?
Bella: (Tidak mau mengakui) Bukan aku.
David: (Wajah memanjakan) Dengarkan dia.
***
13. Sisi: Jika suatu hari, menyadari pasangan berubah perasaan, apa yang akan kalian lakukan?
Bella: (Dingin) Biarkan dia pergi tanpa harta apapun, lalu aku pergi ke Melbourne bersama anak-anak.
David: (Kejam) Aku ada seratus cara agar kehidupan itu tidak lebih baik daripada mati.
Sisi: (Bergetar)
***
14. Sisi: Bisa memaafkan tidak jika pasangan berubah perasaan?
Bella: Dia juga pernah berubah perasaan, aku tidak apa-apa.
David: Asalkan dia masih peduli padaku ....
***
15. Sisi: Berharap frekuensi H adalah ....
Bella: Semakin sedikit semakin baik.
David: Semakin banyak semakin baik.
***
16. Sisi: Kepedannya ingin mencoba H dimana?
Bella: Tidak mau.
David: (Semangat) Mana saja boleh!
***
17. Sisi: Terakhir katakan satu kalimat pada pasangan
David: (Sedih) Kenapa tidak bersedia pergi ke villa dengan pemandangan sungai ....
Bella: (Marah sambil tertawa) Karena aku hamil lagi, bodoh!
Novel Terkait
Mendadak Kaya Raya
Tirta ArdaniWaiting For Love
SnowSang Pendosa
DoniVillain's Giving Up
Axe AshciellyLove at First Sight
Laura VanessaMy Cold Wedding×
- Bab 1 Pernikahan Yang Hancur
- Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
- Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
- Bab 4 Kamu Menggangap Saya Tidak Berani Membunuhmu?
- Bab 5 Musuh Yang Tidak Dapat Di Kalahkannya
- Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
- BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
- Bab 8 Asalkan Bisa Menyelamatkan Satu Nyawa
- Bab 9 Harga Dirinya Terjual
- Bab 10 Ini Adalah Takdir Wanita
- Bab 11 Orang Lain Tidak Menginginkanmu, Tetapi Aku Menginginkanmu
- Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
- Bab 13 Berikan Kompensasi Anqila Pada Cindy
- Bab 14 Kebeneran Berdarah
- Bab 15 Melihat Ke Belakang
- Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
- Bab 17 Aku akan Memenuhinya dalam Waktu Satu Hari
- Bab 18 Diluar Kebenaran
- Bab 19 Aku Tidak Membunuh
- Bab 20 Kehidupan Di Penjara
- Bab 21 Video Pengawasan
- Bab 22 Pertempuran Pertama
- Bab 23 Dia Tidak Mengecewakanku, Rupanya Cukup Ganas
- Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
- Bab 25 Kehidupan Yang Berantakan
- Bab 26 Kenyataan Memaksaku Untuk Menjadi Cuek
- Bab 27 Kehangatan yang Lama Tak di Rasakan
- Bab 28 Besok Kita Cerai
- Bab 29 Bukannya Aku Tak Pernah Berusaha
- Bab 30 Aku Tak Melihat Apapun
- Bab 31 Sahabat Wanita Yang Antusias
- Bab 32 Aku Sudah Cukup Dipermalukan
- Bab 33 Gosip Yang Merajalela Di Dunia Maya
- Bab 34 Kamu Ada Bukti Apa Berani Mengatainya
- Bab 35 Aku Menunggu Surat Pengadilanmu
- Bab 36 Grup A dan B
- Bab 37 Karyawan Sementara
- Bab 38 Masih Ingat Impianku Waktu Kecil?
- Bab 39 Kamu Tidak Aman Sendirian
- Bab 40 Masalah Reputasi Individu
- Bab 41 Siapa Bilang Kamu Tidak Mampu Membelinya
- Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
- Bab 43 Keputusan Bukan Ditangannya
- Bab 44 Bahaya Ketika Mabuk
- Bab 45 Keluar Dari Mulut Harimau
- BAB 46 Rahasia ANQILA
- Bab 47 Bella, Kemari!
- Bab 48 Meskipun Aku Dijual, Aku Juga Tidak Akan Mau Uangmu
- Bab 49 Kalau Begitu Tidak Usah Cerai
- Bab 50 Aku Bukanlah Anqila
- Bab 51 Pesta Makan Menjelang Perceraian
- Bab 52 Sepertinya Ia Tidak Terburu-buru Untuk Bercerai
- Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia
- Bab 54 Ide Yang Cukup Bagus
- Bab 55 Aku Memiliki Cara untuk Menangkapmu Kembali
- Bab 56 Tangan Mana yang Menyentuhnya?
- Bab 57 Selera Yang Aneh
- Bab 58 Sengaja Mempersulit
- Bab 59 Spesifikasi Bercerai
- Bab 60 Bersiap Untuk Pergi Keluar Negeri
- Bab 61 Dia Sedang Mandi, Ada Perlu Apa, Sampaikan Saja Padaku
- Bab 62 Uangnya, Anggap Saja Aku Yang Meminjamnya Darimu
- Bab 63 Bella Akan Kembali Kujaga
- Bab 64 Mungkinkah Hamil?
- Bab 65 Lahir Kalau Memang Ada
- Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
- Bab 67 Apakah Kamu Merasa Sekotor Itu?
- Bab 68 Panggil Saya Suamimu
- Bab 69 Karena Sudah Tidak Peduli, Baru Bisa Sesadis Ini
- Bab 70 Masa Lampau Itu
- Bab 71 Selamat Tinggal,David
- Bab 72 Perceraian
- Bab 73 Petemuan Ini Seperti Takdir
- Bab 74 Kenapa Tidak Berani Melihatku
- Bab 75 Menjadi Kekasihku
- Bab76 Dia Tidak Punya Kaki Sampai Harus Di Antar?
- Bab 77 Aku Memberikanmu Satu Kali Kesempatan Untuk Mencintaiku
- Bab 78 Dijual Ke David
- Bab 79 Hanya Menyampaikan Ini, Jaga Diri Dengan Baik
- Bab 80 Perjodohan
- Bab 81 Adegan Familiar
- Bab 82 Petani Dan Ular
- Bab 83 Ini Hanya Kompensasi
- Bab 84 Mulai Sementara
- Bab 85 Menjalankannya Bersama Akan Ada Hasil
- Bab 86 Bella, Jalan Kita Masih Panjang
- Bab 87 Anak Tidaklah Bersalah
- Bab 88 Jika Ini Semua Bukanlah Cinta
- Bab 89 Kakak Ipar
- Bab 90 Identifikasi Orang Tua-Anak
- Bab 91 Kamu Hanya Menganggap Saya Masa Lalu
- Bab 92 Lagu Ulang Tahun
- Bab 93 Bersama Dalam Kesulitan
- Bab 94 Saya Tidak Bilang Selesai
- Bab 95 Willy
- Bab 96 Kita Menikah Kembali
- Bab 97 Atas Dasar Wanita Saya
- Bab 98 Balas Dendam Cindy
- Bab 99 Aku Tidak Taruhan Dengan Orang Gila
- Bab 100 Apakah Kamu Pernah Mencintaiku?
- Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
- Bab 102 Aku Adalah Bajingan
- Bab 103 Aku Tahu Kamu Tidak Mencintai Aku
- Bab 104 Mimpi Besar Dan Belum Tersadar
- Bab 105 Berakting
- Bab 106 Bella, Aku Datang Mencarimu
- Bab 107 Jangan Usir Aku
- Bab 108 Pertunjukkan dari Ketiga Laki-laki
- Bab 109 Konfrontasi Kamar Mandi
- Bab 110 Bajingan Kecil
- Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
- Bab 112 Ibu-Anak Anti-View
- Bab 113 David Adalah Lelakiku
- Bab 114 Jika Kamu Tak Buka, Aku Yang Bantu Membukanya
- Bab 115 Kejujuran
- Bab 116 Aku Pasti Bisa Membawamu Ke Puncak
- Bab 117 Harga Diriku Melarangku Mengulangi Kesalahan Yang Sama
- Bab 118 Kembalilah, Ya?
- Bab 119 Menikah Dengan Sekali Lagi
- Bab 120 Kita Menikah Saja
- Bab 121 Tidak Bisa Berhasil Belajar
- Bab 122 Gembi Gu Dalam Bahaya
- Bab 123 Aku Ingin Kamu dengan Senang Hati Menikah Denganku
- Bab 124 Mulai Hari Ini, Kamu Harus Selalu Berada di Sampingku
- Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya
- Bab 126 Keadaan Yang Baik
- Bab 127 Semua Ini Karena Sup Ayam
- Bab 128 Di Antara Kita Mana Ada Lagi Hubungan Keluarga Yang Bisa Dianggap
- Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat
- Bab 130 Akulah Alasannya
- Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata
- Bab 132 Menggoda
- Bab 133 Mengulang Trik Lama
- Bab 134 Aku Pernah Mencintaimu
- Bab 135 Bawa Aku Pergi
- Bab 136 Ayuk Ke Pantai
- Bab 137 Pembunuh
- Bab 138 Melarang
- Bab 139 Pergilah, Aku Membiarkanmu Pergi
- Bab 140 Kecepatan Hidup dan Mati
- Bab 141 Kali Ini, Giliranku Yang Menunggumu
- Bab 142 Patah Hati
- Bab 143 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 144 Aku Hanya Mau Satu Jawaban
- Bab 145 Memulai Kehidupan Baru
- Bab 146 Negara Asing
- Bab 147 Jika Suatu Hari Nanti Aku Bisa Melupakannya
- Bab 148 Tom
- Bab 149 Di Dunia Ini, Mana Ada Begitu Banyak
- Bab 150 Ditakdirkan Bersama tapi Terpisah oleh Lautan
- Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
- Bab 152 Aku Membencinya, Aku Mencintainya
- Bab 153 Reinkarnasi Kehidupan
- Bab 154 Aku Akan Membayarnya dengan Segala Milikku
- Bab 155 Kembali ke Negeri Asal
- Bab 156 Berpapasan yang Terlewatkan
- Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu
- Bab 158 Eric Lee
- Bab 159 Dia Adalah Sumber Segala Ketakutanku
- Bab 160 Jangan Menolakku Ya
- Bab 161 Pada Akhirnya Kembali Bertemu
- Bab 162 Kamu Masih Membenciku
- Bab 163 Bintang di Langit, Dia di Hati
- Bab 164 Hanya Masa Lalu
- Bab 165 Tidak Ada Satupun Yang Bisa Dibandingkan Dengannya
- Bab 166 Aku Hanya Ingin Berbuat Baik Kepadamu
- Bab 167 Menebus Kesalahan
- Bab 168 Hebat
- Bab 169 Pengajaran Berkualitas
- Bab 170 Hai Orang Asing
- Bab 171 Mengadu Kecerdasan dan Keberanian
- Bab 172 Masih Ada Berapa Lama Waktu Dihabiskan Untuk Merasa Kesal
- Bab 173 Kapitalis Jahat
- Bab 174 Hati Kecil
- Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
- Bab 176 Tuan Kelima
- Bab 177 Identitas Nino
- Bab 178 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan
- Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
- Bab 180 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan (3)
- Bab 181 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya
- Bab 182 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (5)
- Bab 183 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (6)
- Bab 184 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (7)
- Bab 185 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (8)
- Bab 186 Karnaval Terakhir
- Bab 187 Pertaruhan Hidup
- Bab 188 Biar Aku yang Menemanimu Mati
- Bab 189 Jangan Tanya Tentang Masa Depan
- Bab 190 Epilog
- Bab 190 Epilog (2)
- Bab 191 Epilog (Benar) (1)
- Bab 191 Epilog (Benar) (2)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (1)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (2)
- Bab 193 Wawancara Suami Istri
- Bab 194 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (7)
- Bab 195 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (8)
- Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)