My Cold Wedding - Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
“Tunggu” Cindy tiba tiba berbicara: “aku pikir siapa, ternyata James. Bagaimana, sudahkah kamu melihat adik perempuanku yang telah hancur?”
Siapakah James?
Di dalam pertikaian ini, orang sejenis Cindy ternyata dimatanya bukanlah apa apa, James mencibir: “Cindy, apakah kamu tumbuh besar dengan memakan sampah, bagaimana bisa mengatakan omong kosong?”
Raut wajah Cindy kemudian berubah” James kamu......”
“Aku bagaimana? Aku punya uang, siapa yang ingin menghabiskannya aku akan memberikannya, kamu telah mengeluarkan kata kata yang tidak beralasan.
James masih curiga terhadapnya, “hei yang aku katakan,keduanya berasal dari keluarga Bella, Bella, walaupun diwajahnya terdapat bekas luka tetapi dia tetaplah cantik, tetapi kamu....sebelum kamu berbicara aku benar benar mengira kamu adalah sebuah kundur besar.”
Mendengar itu semua itu Cindy marah dan wajahnya berubah menjadi kebiruan, dan berkata: “James, kamu dan diriku tidaklah memiliki dendam, apa kamu yakin demi Bella kamu ingin melawan group LS?”
“Apa aku ada memarahi group LS?” wajah James nampak tidak bersalah, “aku jelas jelas tidak memarahimu.’’
“kamu....”
“sekali lagi, apakah kamu bisa mewakili group LS?”
Cindy dengan bangga menaikkan dagunya: “tentu saja aku bisa, aku juga akan segera menikah dengan David.”
James tertawa dan berkata: “bisa mewakilinya merupakan hal yang sangat baik, sebelumnya sewaktu aku bekerja sama dengan group LS, masih ada uang pesangon sebesar tiga puluh juta dolar yang belum kuterima, bisakah kamu bayarkan kepadaku?”
Raut wajah Cindy terlihat tidak alami, James masih terus memancingnya: “bagaimana, kenapa masih tidak bisa membayarnya? Aku katakan, orang seperti dirimu sudah sering aku temukan, hanya bisa berbicara da tidak bisa berbuat, mulutmu hanya bisa menyelipkan kata demi kata, sesudah itu semua itu menjadi kebiasaanmu untuk mengatakannya.”
“James, kamu sungguh keterlaluan!”
“Aku hanya ingin uang pesangonku dikembalikan, kamu ingin mewakili group LS, dan tidak bersedia membayar, siapa yang lebih keterlaluan?”
Cindy dengan perasaan tidak puas berkata: “baiklah, kamu berjanji akan menjaga Bella, apa itu benar? Sekarang aku akan menghubungi David untuk datang kemari, apa itu tiga puluh juta dolar? Baik aku akan segera memberimu!”
Setelah mengatakannya, Cindy dengan marah keluar dari toko, pintu toko dibantingnya dengan kuat, mengeluarkan suara “boom” yang dahsyat.
Gembi memegang pingangnya sambil tertawa lepas: “dasar wanita yang memalukan, dari awal saya sudah lama membencinya, akhirnya ada orang yang melawannya dengan kejam dan membuatnya malu melarikan diri, Pria tampan kamu sungguh hebat!”
James tergoda oleh ekspresi Gembi dan tertawa: “terima kasih atas pujiannya.”
Disana, Pegawai toko telah mengegsek kartu, berjalan menuju ke arah James: “tagihannya sudah selesai, maaf, bajunya ingin langsung dipakai seperti ini atau mau saya bantu untuk dibungkus?”
Gembi melambaikan tangannya: “Kenakanlah jas ini! Bella, besok kenakanlah jas ini untuk pergi bekerja, pasti akan membuat orang tertegun, dan juga akan mengguncang mata David.”
Suara Bella terdengar begitu sedih, dia masih belum menghasilkan uang, dan sudah berhutang sekitar seratus ribu dolar diluar hutangnya, satu helai gaun satu stel jas, dua stel pakaian itu jika ditimbang tidak memiliki berat sebesar tiga gram!
“David, Bella, apa kamu ingin bekerja di perusahaan LS?” tatapan James terlihat dingin: “demi David, dan kamu menolak proyekku?”
Masalah yang didalam sungguh rumit,Bella hanya bisa menjelaskan hal hal yang penting: “bukan demi dia, sungguh, ini yang telah direncanakan oleh perusahaan, pendapatan proyek itu sangatlah besar, aku tidak ingin dikarenakan hubunganku, membuat perusahaan melewatkan sebuah penawaran yang besar.....”
Valdo adalah seorang bajingan! “Gembi mengeluarkan telepon genggam sambil menekan tombol dan berkata: “aku akan memarahinya!”
Telepon pun terhubung, Gembi langsung menembaknya dengan berkata: “apa kamu bodoh? Mengapa kamu membiarkan Bella untuk bergabung dengan proyek milik group LS? Aku katakan kepadamu, Bella adalah temanku, jika kamu membuli temanku, aku tidak akan melepaskanmu!....benar, dia adalah tunanganmu, tetapi dia adalah putri yang diangkat oleh kedua orang tuaku, aku tidak akan menikah dengan kamu orang yang menyebalkan!”
“Gembi, aku yang berjanji sendiri, “Bella menjelaskan: “terimakasih Gembi, aku yang dari dulu sangat ingin menjadi arsitek, Valdo telah memberiku kesempatan ini, aku sangat bersyukur dan akan membalas kebaikan kalian berdua.”
Gembi hanya bisa membujuknya dan tidak memaksanya, melihat Bella semua amarahnya menjadi hilang, “siapa yang menginginkan kamu membalasnya? Bergabung ke group LS itu adalah keinginanmu sendiri bukan? Valdo juga tidak memaksamu bukan?”
Bella dengan serius mengakan: “aku yang bersedia, aku bersedia masuk kedalam proyek ini, karena kasus itu sendiri sangat menarik bagi diriku. Aku ingin merancang taman bermain yang dapat membuat anak anak bahagia, dan ini tidak ada hubungannya dengan David.”
“Kalau begitu aku merasa lega,” Gembi menghela nafas: “kamu cepatlah menceraikan dirinya, lalu kamu bisa menjalani hidupmu dengan baik.”
“baik, dengan segera.”
James yang berdiri disampingnya mendengar perkataan mereka dan tiba tiba berkata: “selanjutnya kamu akan pergi kemana? Aku akan mengantarmu.”
Bella menunjuk pintu luar dan berhenti didepan sepeda motor Harley: “menggunakan ini?”
“Apa kamu masih tidak menyukainya? Apa kamu tahu motor ini aku sudah menunggu lama untuk sepeda motor ini?”
Bella mengangkat bahunya: “aku tidak tahu.”
James sudah kehilangan kata kata: baik baik, aku tidak akan menaikinya, apa kita akan naik taksi?”
Tiga orang itu bersama sama keluar dari toko jas, Gembi adalah seorang shopaholic, ketika sampai di jalan Haining, dia menemani Bella dan berkeliling bersama sama.
Bella tidak bisa mengelak, dan hanya bisa digandengnya pergi.
Hanya karena beberapa waktu ini Bella kelelahan karena pekerjaan yang ada dikantornya, Gembi yang baru saja berkeliling sudah merasa tidak tahan melihat semuanya, dan membuat Bella duduk untuk menunggu, Gembi dengan sendiri memasuki toko pakaian untuk melihat rok.
James yang duduk disebelah Bella: “apa kamu tidak pergi melihat lihat?”
Bella menggelengkan kepalanya, mengelus kakinya yang pegal: “tidak, sungguh melelahkan dan aku tidak sanggup membelinya.”
“Aku yang membayarnya.”
“Tidak, untuk jas ini saja aku harus menggunakan gajiku selama setengah tahun baru bisa membayarnya, aku tidak ingin berhutang lagi.”
James tiba tiba mendekat, hidungnya seakan akan menempel di hidung Bella, wajah yang rupawan itu terlihat besar didepan matanya, Bella membesarkan matanya ingin mundur tetapi itu ditahan oleh James: “Bella ada sesuatu diwajahmu......”
Bella terasa canggung, dengan sibuk menjulurkan tangannya untuk menggosok wajahnya: “ada apa?”
Tangan itu sampai di wajah bagian kanan yang memiliki bekas luka, diapun tertegun. Bekasluka ini sudah bersamanya selama lima tahun, terkadang terhalang oleh rambutnya, dan itu tidak terlihat jelas, hanya saja ketika menyentuhnya bisa merasakan ketidakrataan di ujung jari.
“ Itu dia,” Bella tertawa.
“Bukan,” James tiba tiba membungkuk, dan dengan lembut mencium bekas lukanya: “sebuah kecantikan.”
Bella kebingungan, dengan dahsyat melepaskannya: “Apa yang kamu lakukan?”
“ei, aku mengatakan yang sebenarnya,” James dengan menggunakan satu tangannya menahan pergelangan tangan Bella, menaruhnya didepan dada, satu tangannya lagi memegang kepala belakang Bella, menggunakan sedikit tenaga, jarak diantara dua orang itu semakin dekat.
Bella merasa gugup dan merasa jantungnnya seakan akan lepas.
“Apa yang kalian lakukan?!”
Bella menoleh kebelakang dan melihat, dan dia merasa shock.
David berdiri tidak jauh dari sana dan memandanginya dengan rasa marah!
Novel Terkait
Uangku Ya Milikku
Raditya DikaCinta Yang Paling Mahal
Andara EarlyMy Charming Lady Boss
AndikaMeet By Chance
Lena TanSi Menantu Dokter
Hendy ZhangHei Gadis jangan Lari
SandrakoMy Cold Wedding×
- Bab 1 Pernikahan Yang Hancur
- Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
- Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
- Bab 4 Kamu Menggangap Saya Tidak Berani Membunuhmu?
- Bab 5 Musuh Yang Tidak Dapat Di Kalahkannya
- Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
- BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
- Bab 8 Asalkan Bisa Menyelamatkan Satu Nyawa
- Bab 9 Harga Dirinya Terjual
- Bab 10 Ini Adalah Takdir Wanita
- Bab 11 Orang Lain Tidak Menginginkanmu, Tetapi Aku Menginginkanmu
- Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
- Bab 13 Berikan Kompensasi Anqila Pada Cindy
- Bab 14 Kebeneran Berdarah
- Bab 15 Melihat Ke Belakang
- Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
- Bab 17 Aku akan Memenuhinya dalam Waktu Satu Hari
- Bab 18 Diluar Kebenaran
- Bab 19 Aku Tidak Membunuh
- Bab 20 Kehidupan Di Penjara
- Bab 21 Video Pengawasan
- Bab 22 Pertempuran Pertama
- Bab 23 Dia Tidak Mengecewakanku, Rupanya Cukup Ganas
- Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
- Bab 25 Kehidupan Yang Berantakan
- Bab 26 Kenyataan Memaksaku Untuk Menjadi Cuek
- Bab 27 Kehangatan yang Lama Tak di Rasakan
- Bab 28 Besok Kita Cerai
- Bab 29 Bukannya Aku Tak Pernah Berusaha
- Bab 30 Aku Tak Melihat Apapun
- Bab 31 Sahabat Wanita Yang Antusias
- Bab 32 Aku Sudah Cukup Dipermalukan
- Bab 33 Gosip Yang Merajalela Di Dunia Maya
- Bab 34 Kamu Ada Bukti Apa Berani Mengatainya
- Bab 35 Aku Menunggu Surat Pengadilanmu
- Bab 36 Grup A dan B
- Bab 37 Karyawan Sementara
- Bab 38 Masih Ingat Impianku Waktu Kecil?
- Bab 39 Kamu Tidak Aman Sendirian
- Bab 40 Masalah Reputasi Individu
- Bab 41 Siapa Bilang Kamu Tidak Mampu Membelinya
- Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
- Bab 43 Keputusan Bukan Ditangannya
- Bab 44 Bahaya Ketika Mabuk
- Bab 45 Keluar Dari Mulut Harimau
- BAB 46 Rahasia ANQILA
- Bab 47 Bella, Kemari!
- Bab 48 Meskipun Aku Dijual, Aku Juga Tidak Akan Mau Uangmu
- Bab 49 Kalau Begitu Tidak Usah Cerai
- Bab 50 Aku Bukanlah Anqila
- Bab 51 Pesta Makan Menjelang Perceraian
- Bab 52 Sepertinya Ia Tidak Terburu-buru Untuk Bercerai
- Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia
- Bab 54 Ide Yang Cukup Bagus
- Bab 55 Aku Memiliki Cara untuk Menangkapmu Kembali
- Bab 56 Tangan Mana yang Menyentuhnya?
- Bab 57 Selera Yang Aneh
- Bab 58 Sengaja Mempersulit
- Bab 59 Spesifikasi Bercerai
- Bab 60 Bersiap Untuk Pergi Keluar Negeri
- Bab 61 Dia Sedang Mandi, Ada Perlu Apa, Sampaikan Saja Padaku
- Bab 62 Uangnya, Anggap Saja Aku Yang Meminjamnya Darimu
- Bab 63 Bella Akan Kembali Kujaga
- Bab 64 Mungkinkah Hamil?
- Bab 65 Lahir Kalau Memang Ada
- Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
- Bab 67 Apakah Kamu Merasa Sekotor Itu?
- Bab 68 Panggil Saya Suamimu
- Bab 69 Karena Sudah Tidak Peduli, Baru Bisa Sesadis Ini
- Bab 70 Masa Lampau Itu
- Bab 71 Selamat Tinggal,David
- Bab 72 Perceraian
- Bab 73 Petemuan Ini Seperti Takdir
- Bab 74 Kenapa Tidak Berani Melihatku
- Bab 75 Menjadi Kekasihku
- Bab76 Dia Tidak Punya Kaki Sampai Harus Di Antar?
- Bab 77 Aku Memberikanmu Satu Kali Kesempatan Untuk Mencintaiku
- Bab 78 Dijual Ke David
- Bab 79 Hanya Menyampaikan Ini, Jaga Diri Dengan Baik
- Bab 80 Perjodohan
- Bab 81 Adegan Familiar
- Bab 82 Petani Dan Ular
- Bab 83 Ini Hanya Kompensasi
- Bab 84 Mulai Sementara
- Bab 85 Menjalankannya Bersama Akan Ada Hasil
- Bab 86 Bella, Jalan Kita Masih Panjang
- Bab 87 Anak Tidaklah Bersalah
- Bab 88 Jika Ini Semua Bukanlah Cinta
- Bab 89 Kakak Ipar
- Bab 90 Identifikasi Orang Tua-Anak
- Bab 91 Kamu Hanya Menganggap Saya Masa Lalu
- Bab 92 Lagu Ulang Tahun
- Bab 93 Bersama Dalam Kesulitan
- Bab 94 Saya Tidak Bilang Selesai
- Bab 95 Willy
- Bab 96 Kita Menikah Kembali
- Bab 97 Atas Dasar Wanita Saya
- Bab 98 Balas Dendam Cindy
- Bab 99 Aku Tidak Taruhan Dengan Orang Gila
- Bab 100 Apakah Kamu Pernah Mencintaiku?
- Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
- Bab 102 Aku Adalah Bajingan
- Bab 103 Aku Tahu Kamu Tidak Mencintai Aku
- Bab 104 Mimpi Besar Dan Belum Tersadar
- Bab 105 Berakting
- Bab 106 Bella, Aku Datang Mencarimu
- Bab 107 Jangan Usir Aku
- Bab 108 Pertunjukkan dari Ketiga Laki-laki
- Bab 109 Konfrontasi Kamar Mandi
- Bab 110 Bajingan Kecil
- Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
- Bab 112 Ibu-Anak Anti-View
- Bab 113 David Adalah Lelakiku
- Bab 114 Jika Kamu Tak Buka, Aku Yang Bantu Membukanya
- Bab 115 Kejujuran
- Bab 116 Aku Pasti Bisa Membawamu Ke Puncak
- Bab 117 Harga Diriku Melarangku Mengulangi Kesalahan Yang Sama
- Bab 118 Kembalilah, Ya?
- Bab 119 Menikah Dengan Sekali Lagi
- Bab 120 Kita Menikah Saja
- Bab 121 Tidak Bisa Berhasil Belajar
- Bab 122 Gembi Gu Dalam Bahaya
- Bab 123 Aku Ingin Kamu dengan Senang Hati Menikah Denganku
- Bab 124 Mulai Hari Ini, Kamu Harus Selalu Berada di Sampingku
- Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya
- Bab 126 Keadaan Yang Baik
- Bab 127 Semua Ini Karena Sup Ayam
- Bab 128 Di Antara Kita Mana Ada Lagi Hubungan Keluarga Yang Bisa Dianggap
- Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat
- Bab 130 Akulah Alasannya
- Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata
- Bab 132 Menggoda
- Bab 133 Mengulang Trik Lama
- Bab 134 Aku Pernah Mencintaimu
- Bab 135 Bawa Aku Pergi
- Bab 136 Ayuk Ke Pantai
- Bab 137 Pembunuh
- Bab 138 Melarang
- Bab 139 Pergilah, Aku Membiarkanmu Pergi
- Bab 140 Kecepatan Hidup dan Mati
- Bab 141 Kali Ini, Giliranku Yang Menunggumu
- Bab 142 Patah Hati
- Bab 143 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 144 Aku Hanya Mau Satu Jawaban
- Bab 145 Memulai Kehidupan Baru
- Bab 146 Negara Asing
- Bab 147 Jika Suatu Hari Nanti Aku Bisa Melupakannya
- Bab 148 Tom
- Bab 149 Di Dunia Ini, Mana Ada Begitu Banyak
- Bab 150 Ditakdirkan Bersama tapi Terpisah oleh Lautan
- Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
- Bab 152 Aku Membencinya, Aku Mencintainya
- Bab 153 Reinkarnasi Kehidupan
- Bab 154 Aku Akan Membayarnya dengan Segala Milikku
- Bab 155 Kembali ke Negeri Asal
- Bab 156 Berpapasan yang Terlewatkan
- Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu
- Bab 158 Eric Lee
- Bab 159 Dia Adalah Sumber Segala Ketakutanku
- Bab 160 Jangan Menolakku Ya
- Bab 161 Pada Akhirnya Kembali Bertemu
- Bab 162 Kamu Masih Membenciku
- Bab 163 Bintang di Langit, Dia di Hati
- Bab 164 Hanya Masa Lalu
- Bab 165 Tidak Ada Satupun Yang Bisa Dibandingkan Dengannya
- Bab 166 Aku Hanya Ingin Berbuat Baik Kepadamu
- Bab 167 Menebus Kesalahan
- Bab 168 Hebat
- Bab 169 Pengajaran Berkualitas
- Bab 170 Hai Orang Asing
- Bab 171 Mengadu Kecerdasan dan Keberanian
- Bab 172 Masih Ada Berapa Lama Waktu Dihabiskan Untuk Merasa Kesal
- Bab 173 Kapitalis Jahat
- Bab 174 Hati Kecil
- Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
- Bab 176 Tuan Kelima
- Bab 177 Identitas Nino
- Bab 178 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan
- Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
- Bab 180 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan (3)
- Bab 181 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya
- Bab 182 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (5)
- Bab 183 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (6)
- Bab 184 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (7)
- Bab 185 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (8)
- Bab 186 Karnaval Terakhir
- Bab 187 Pertaruhan Hidup
- Bab 188 Biar Aku yang Menemanimu Mati
- Bab 189 Jangan Tanya Tentang Masa Depan
- Bab 190 Epilog
- Bab 190 Epilog (2)
- Bab 191 Epilog (Benar) (1)
- Bab 191 Epilog (Benar) (2)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (1)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (2)
- Bab 193 Wawancara Suami Istri
- Bab 194 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (7)
- Bab 195 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (8)
- Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)