My Cold Wedding - Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat

Pagi hari kedua, Bella pergi ke dapur dan membuat bubur dengan sayuran kecil, kemudian pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Gembi Gu.

Gembi Gu yang sudah menunggu kedatangan Bella daritadi, seperti anjing kecil yang mencari tuannya, dengan mata berbinar berkata, "Bella, akhirnya kamu datang."

Bella melihat jam tangannya, sudah jam sembilan.

"Maaf ya, agak macet tadi, kamu lapar tidak? Tidak sempat membelikanmu susu kedelai dan cakwe, tapi aku membuatkanmu sedikit bubur."

Gembi Gu yang sudah hampir mati kelaparan, makan bubur dengan lahap, ia kemudian bertanya dengan ringan, "Kemarin kamu tidur dengan David?"

Suapan bubur dalam mulut tidak bisa ditelan, tidak bisa juga dimuntahkan, Bella menegakkan punggung, wajahnya terlihat tidak terlalu natural.

Gembi Gu memeluk kakinya yang dilipat, kemudian menaruh dagunya di atas siku, "Bella, sampai sekarang aku baru tahu, bahwa sebelumnya aku sangatlah beruntung, ada perlindungan dari orangtua dan kakak, mau melakukan apapun selalu ada Valdo yang menanggungnya untukku, aku benar-benar telah terbiasa dimanja."

Sambil berkata, ia menghirup napas dengan sedih, "Aku yang terlalu polos, juga terlalu tidak pengertian."

Bella menghiburnya, "Orangtua dan kakakmu pasti akan tetap menyayangimu, tunggu sampai kamu sembuh, pulanglah. Mereka semua sangat rindu padamu."

Gembi Gu mengangguk-anggukan kepala, "Iya, aku juga sangat merindukan mereka."

"Bagaimana dengan Valdo?" Begitu Bella memikirkan ini, ia merasa sedikit sayang, "Dia sangat suka padamu, kamu ... Bagaimana rencanamu?"

Gembi Gu tersenyum pahit, "Aku dan dia tidak mungkin lagi. Valdo juga termasuk orang yang terhormat, aku yang sekarang ... Tidak cocok lagi untuknya. Sebenarnya saat berada di desa kecil selama beberapa bulan itu, aku tidak sering memikirkannya, saat aku mengalami masalah seperti itu, hanya satu yang kupikirkan, yaitu saat bertemu lagi dengannya, aku harus dengan tegas menolaknya, aku tidak ingin menyakitinya lagi."

Bella tidak tahu harus bagaimana membujuknya, hanya bisa menghela napas.

Ada orang berkata, masa muda seharusnya bersikap bebas, tapi orang-orang yang mengatakan ini apa bisa membayar harga dari masa muda orang lain?

Gembi Gu yang pada awalnya adalah orang aktif dan setia, akhirnya dalam masyarakat yang suram, telah berubah menjadi orang yang dingin dan tegas, hal yang membuat orang lain menyayangkannya.

"Gembi, kamu jangan banyak pikir, manusia hidup di dunia, semua hal juga secara perlahan berubah menjadi lebih baik. Jika belum membaik, itu karena hal itu belum sampai di titik terakhir."

Gembi Gu tersenyum, "Aku tidak seperti kamu yang begitu terbuka, mungkin aku masih memerlukan sedikit waktu. Bella, berjanjilah padaku, jangan beritahu Valdo ya?"

Bella menjawab, "Baiklah, aku tidak akan memberitahunya."

Saat Bella dan Gembi Gu sedang asyik membicarakan memori di masa SMA, di tempat lain, pada ruang direktur perusahaan LS, David dicegat jalannya oleh Cindy.

Cindy yang tertiup angin musim dingin sepanjang malam, dengan muka penuh amarah, akhirnya menunggu sampai David datang kerja.

"David, kamu begitu membiarkan Bella? Dia kemarin hampir saja mendorongku jatuh dari lantai atas!"

David mengeluarkan ekspresi kesal, "Ini yang mau kamu katakan? Baik, sudah kudengar, akan kusuruh satpam untuk mengantarmu keluar."

Cindy menahan tangannya, "David, kamu tidak bisa berbuat ini kepadaku ... Kamu sudah berjanji pada kakak pertama ..."

David melepaskan genggaman Cindy, "Aku memang pernah berjanji, tapi bukan berarti aku hanya akan diam melihatmu menyakiti orangku."

"Orangmu? Bella?" Cindy menatapnya dengan tatapan tidak percaya, "Kakak pertama baru mati beberapa tahun saja, dan kamu sudah berpindah hati kepada orang lain? Pertolongan dari kakak pertama hanya berharga lima tahun perasaanmu?"

David mengerutkan dahi, "Tidak akan, pertolongannya tidak akan pernah kulupakan seumur hidup."

"David ..." Cindy yang melihat David sudah mulai melunak hatinya, berubah nada bicara menjadi lembut dan kasihan, "Kita kembali ke semula, ya? Aku sudah tahu kesalahanku, ke depannya aku akan memperlakukan Bella sebagai adik kandungku, aku benar-benar mencintaimu ..."

"Aku akan menikah dengan Bella." David Li berkata dengan tegas.

Cindy tersentak, "Apa katamu?"

"Pertolongan Anqila terhadapku, akan kubayar, aku akan membiarkanmu tetap hidup, jika kamu perlu uang juga aku akan memberikannya, anggap saja semua ini sebagai bayaranku kepada Anqila. Kembalilah, aku akan menyuruh Albert untuk mengantarkan uang ke sana."

"Aku tidak mau uang!" Cindy berseru dengan tidak terima, "Selalu menyuruhku pergi dengan uang!"

"Yang lain aku tidak dapat memberikannya."

Cindy menggertakan gigi, "Apa baiknya Bella itu?! Dia sudah menjadi barang hancur sejak awal! Di dalam klub entah sudah menerima berapa banyak tamu!"

"Diam!" David jarang sekali marah terhadapnya, pertama karena dia adalah adik kandung dari Anqila, kedua karena bagaimanapun wanita ini pernah bersamanya sebentar, namun mendengar penghinaan yang dilontarkan dari mulut Cindy, membuat David tersulut marah, "Dia adalah wanita yang seperti apa, aku mengetahuinya lebih jelas darimu. Mengenai kamu, apa yang kamu pernah perbuat juga sudah kuketahui dengan sejelas-jelasnya. Sekarang bisa melepaskanmu seperti ini, karena melihat kebaikan Anqila, jadi kamu jangan bersikap kelewatan."

Melihat David yang benar-benar marah, Cindy tidak berani lagi menyulut kemarahannya. Terhadap pria seperti ini, Cindy lebih banyak merasa hormat daripada cinta.

David menghirup napas dalam lalu menelpon Albert, ia berpesan, "Antar nona Cindy pulang, setiap bulan transfer uang kepadanya, sekalian memberitahu satpam perusahaan, kedepannya orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk ke dalam perusahaan."

Masuk ke dalam kantornya, David menyalakan komputer, namun tetap belum kembali pada emosinya yang stabil.

Telepon berbunyi.

"Halo?"

"Apa kabar Tuan, hal yang Tuan perintahkan kepada organisasi kami untuk diperiksa sudah ada hasilnya, kapan Tuan punya waktu luang? Kita akan pergi ke sana untuk mendiskusikannya dengan Tuan."

David melihat jadwal yang ditaruh Asisten Albert di atas mejanya, lalu berkata, "Sore ini jam dua, asistenku akan menjemput Anda di depan perusahaan."

Sore hari, di ruang rapat perusahaan LS.

Karyawan dari organisasi detektif pribadi meletakkan setumpuk tebal dokumen di hadapan David Li, kemudian menjelaskan, "Tuan Li, ini adalah dokumen yang telah kita cari, namun bukan secara langsung, kita juga mencari ahli hitung dari dalam negeri, mencoba mencari sepotong rekaman CCTV yang hilang, namun karena rekaman itu diambil oleh orang, dan bukan karena gangguan CCTV yang menyebabkan itu tidak terekam, jadi tidak bisa mengambil video itu sebagai bukti."

David membalik-balikkan dokumen, dengan dokumen ini sudah ada sedikit gambaran dalam benaknya, dia berhenti di halaman tentang ikatan benang, lalu mengetok folder dokumen, "Sidik jari?"

"Iya, kita sudah memeriksa sidik jari dari ikatan benang ini, dan hasilnya memang banyak orang yang telah memegangnya, namun hanya ada satu sidik jari orang yang telah menempel sebanyak dua puluh-an."

Karyawan dari organisasi detektif pribadi menunjuk nama di bawah sidik jari, "Yaitu nona Bella ini. Setelah kami membandingkannya dengan rinci, ditemukan sidik jarinya yang muncul paling banyak dan yang paling sering."

Hati David berdetak cepat, "Apa ada sidik jari Anqila?"

Pekerja itu mengangguk-anggukan kepala, "Ada, hanya satu. Jadi ini tidak bisa membuktikan yang Tuan berikan waktu itu adalah salah satu dari antara keduanya."

David Li dengan lelah menyenderkan punggung pada sandaran kursi, "Apa masih ada yang lain?"

"Tuan lihat di sini," Pekerja itu membalikkan dokumen kepada halaman lain, lalu berkata, "Kancing yang Tuan berikan juga telah kami periksa, sama dengan ikatan benang, sidik jari pada keduanya juga ada, dan keduanya lebih banyak adalah milik nona Bella."

David Li sedikit tidak puas, apa bedanya dengan tidak mengatakannya?

Pekerja itu menyadarinya dan segera menambahkan, "Juga ini, kita telah menemukan orang-orang yang bertanggung jawab mengejar Tuan sampai ruang ganti baju, mereka melihat gambar yang telah kami berikan, dan semuanya memilih kepada satu orang yang sama----"

Novel Terkait

Harmless Lie

Harmless Lie

Baige
CEO
3 tahun yang lalu
Kisah Si Dewa Perang

Kisah Si Dewa Perang

Daron Jay
Serangan Balik
2 tahun yang lalu
Gadis Penghancur Hidupku  Ternyata Jodohku

Gadis Penghancur Hidupku Ternyata Jodohku

Rio Saputra
Perkotaan
2 tahun yang lalu
1001Malam bersama pramugari cantik

1001Malam bersama pramugari cantik

andrian wijaya
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu
Rahasia Istriku

Rahasia Istriku

Mahardika
Cerpen
3 tahun yang lalu
Ternyata Suamiku Seorang Sultan

Ternyata Suamiku Seorang Sultan

Tito Arbani
Menantu
2 tahun yang lalu
Untouchable Love

Untouchable Love

Devil Buddy
CEO
3 tahun yang lalu
Dark Love

Dark Love

Angel Veronica
Percintaan
3 tahun yang lalu