My Cold Wedding - Bab 92 Lagu Ulang Tahun
Bella tidak ingin berikatan dengannya lagi.
Keinginan Yolanda adalah menikah dengan orang kaya dan menjadi istri kaya raya, keinginan ini sudah mendarah daging, sampai mulut hancur dia juga tidak akan berubah.
Keluarga Roi Sailer, akhirnya hancur dalam generasi ini.
Saat menaiki tangga, adalah kamar Doni, baru menaiki setenggah tangga, langsung terdengar suara dansa dari dalam ruangan, suara bass mengguncang seluruh lantai.
Bella mengetuk, memanggil dengan suara kecil, "Doni", tidak ada yang membalas, dia mengencangkan suaranya, tidak ada yang membalas.
Mencoba membuka gagang pintu, terbukalah pintu.
Doni duduk menghadap laptop, telanjang dada, mata menatap layar komputer, dan bernafas keras.
Bella hanya melihat laptop, otaknya seluruhnya kosong.
Di atas tidak memutar film, tetapi tubuh manusia, terjerat dengan keras, nafas yang terengah-engah ditutupi oleh musik dansa yang memekakkan telinga, tetapi yang membuat Bella sulit menerima adalah, dalam gambar ada macam keterikatan ternyata adalah... dua laki-laki!
Dia bergegas pergi, suara pecahan layar, marah melihat Doni.
Doni melihat langsung bangun, tidak senang sambil memegang dia: "Kamu sedang apa! Kalau gila minum obat!"
"Doni!" Bella marah: "Kamu tidak belajar dengan baik, pulang untuk melihat hal seperti itu?"
"Tidak perlu peduli!" Muka Doni tidak merah secara alami, emosinya meledak, "Suka suka saya, kamu pergi dari sini!"
Bella merasakan ketidakberdayaan di hatinya.
Leluhurnya sudah berbuat berapa banyak dosa, selama hidup harus merasakan segala macam kesedihan.
Air mata kering kemudian basah, dan dia menyeka wajahnya: "Baik, saya pergi, setelah ini rumah ini tidak ada hubungannya lagi denganku."
Keluar dari rumah, Bella tiba-tiba merasa lega, dia dengan kota ini hubungannya seketika terputus, mungkin dia harus mempertimbangkan untuk pergi.
"Jelas jelas tahu hasilnya seperti ini, kamu masih datang kesini?" suara sinis terdengar dari belakang tubuhnya.
Bella menghentikan langkahnya, mengerutkan kening: "Luka kamu sudah sembuh?"
James masih mengendarai motor Harleynya, satu kaki ditanah, sambil membuka mulut dan berkata: "Itu harus, saya lelaki yang sangat kuat, kalau tidak meninggal, saya bisa segera hidup, biar dia gelisah."
Bella perlahan maju ke depan, James mengikuti di belakang, "saya antar kamu pergi ke sebuah tempat bagaimana?"
"Biarkan saya sendiri," Bella sedikit lelah: "Kita berdua benar-benar tidak mungkin, biarkan saya tenang."
"Keadaan berubah, sepuluh tahun lalu saya juga merasa saya akan terbunuh, tidak tahu dimana saya meninggal, tidak ada yang menyangka saya mendapatkan banyak uang, ribuan orang bertemu saya dan memanggil saya Tuan ke-9.
"Kamu sangat hebat," Bella berhenti, melihat dia, dia berdiri tempat pejalan kaki, James di atas motor terlihat sama tinggi dengannya, bisa melihat pupil matanya, "tetapi saya sudah mencoba, saya tidak dapat melakukaknnya, saya pada akhirnya adalah seorang pecundang."
James mengambil helm dan melemparkan ke dia: " Jangan mudah menyerah dulu, naik, saya bawa kamu pergi cari jiwa."
Bella tidak tahu bagaimana dia dibujuk olehnya dan akhirnya naik motor, ketika terbangun, dua sisi jalan ada pohon bergerak mundur dengan cepat, juga mobil demi mobil.
Motor James melintas di tengah jalan dengan tenaga yang sangat cepat, Bella terkejut: "Kamu gila?!"
"Hidup seseorang ada berapa tahun, kalau tidak gila tidak akan keburu!" James tersenyum dan berkata: "Pegangan erat!"
Suara baru hilang, motor menambah kecepatannya, seperti arah panah.
Bella terkejut lalu memegang erat pinggangnya, belakangnya terdengar sirine polisi, beberapa motor dan mobil polisi sedang mengejarnya, kalau motor James masuk lumpur, licin, belokan tajam terjadi di gang samping, beberapa belokan kemudian polisi terlempar melewati ring jalan.
Di satu sisi jurang, sisi lain tebing. Bella sangat ketakutan sampai menutup mata tidak berani melihat.
Suara dia bersatu dengan angin, "Saya bernyanyi untukmu bolehkah?"
"Kamu mengemudi dengan baik! perhatikan jalan!" Bella menggigit bibir, daerah pegunungan semakin dijalani semakin sulit, sudah mau sampai puncak gunung, jika tidak hati-hati bisa terjatuh.
James tertawa terbahak bahak, senang tidak bisa diungkapkan: "Saya nyanyi sangat bagus, jika tidak dengar kamu yang rugi!"
"Tutup mulu!" Bella berkerumun di belakangnya, merasakan panas dan bau dari punggungnya, James dari dahulu bukan orang yang baik, tetapi dia sering muncul dalam waktu yang paling dibutuhkan.
Dia juga seperti wanita, bisa juga lembut, juga ada saat tidak dapat mendukung.
Jadi, masa lalu berjalan searah dengan angin meninggalkan semua di belakang, merasakan angin sejuk meniup rambut yang mulai panjang, merasakan kehangatan tubuh dan arogansinya, kemudian bersama mendengar nasib kehidupan, berkelana keliling dunia.
Dunia, aku akan sampai lima menit lagi.
James menghentikan motornya, memotret bahunya, "Lihat, matahari terbenam."
Bella membuka mata, sebuah matahari merah gelap di ujung laut, awan disekitarnya berwarna merah keemasan, juga memberi dua orang itu diselimuti dengan kehangatan.
"Bagus tidak?" James duduk di tanah, menarik paksa Bella duduk di bawah bersamanya, "Sepuluh tahun lalu, saya sakit hampir mau meninggal, Tuan ke-5 Qi membawa saya kemari untuk melihat matahari terbenam."
Bella tidak bersuara, alam selalu berhasil membuat orang melupakan kesusahan di dunia, seakan akan tidak ada hal lain yang lebih penting.
"Tuan ke-5 Qi berbicara dengan saya, bahwa manusia hidup dengan kehormatan, jika kamu percaya pada diri sendiri dari awal, maka segera lompat dari sini, membuang-buang makanan. Tetapi saya tidak percaya, "James mengambil ekor anjing dari samping dan menaruh di mulutnya, tangannya di taruh di belakang, mata disipitkan: "Saya tidak kekurangan kaki dan tangan dibandingkan orang lain, terlebih lagi saya juga ganteng."
"Ganteng tidak?" James menaikkan alisnya.
Bella membalikkan kepalanya, dengan rajin melihat dia, wajah James memiliki siluet yang mendalam, matanya dalam, hidung mancung, dia terlihat seperti memiliki darah campuran, jadi dia mengangguk: "ganteng."
"Haha, saya tahu," James tertawa, "Jadi sekarang saya cukup tinggal di rumah besar, tidur dengan nyenyak, itu semua karena Tuan ke-5 Qi memberikan kepadanya suatu nasehat."
Bella berharap mengetahui sesuatu tentangnya, tetapi dia tidak mau bertanya, dia hanya berkata: "Kelihatannya Tuan ke-5 Qi sangat baik kepadamu."
"Dia baik atau tidak ke saya, saya tidak bisa menilainya hanya berdasarkan poin tadi, ayah saya meninggal di tangannya, ibu saya juga dihancurkan oleh dia, dia bisa meninggalkan saya, itu juga karena saya cukup untuk bertarung, kamu masih merasa dia berbuat baik kepada saya?"
Bella terguncang, "..... maaf."
"Tidak apa, semua sudah terjadi sepuluh tahun yang lalu."
Bella sedikit sakit: "General James, saya tahu kamu membawa saya kesini, supaya saya tidak kehilangan harapan, saya sangat berterima kasih, sungguh, tetapi kita....."
"Kalau kamu sungguh-sungguh berterima kasih, kamu membiarkan saya bernyanyi." James memotongnya.
Bella mengangguk: "Baiklah, naynyi apa?"
James mulai tersenyum, nampak gigi putih: "Lagu ulang tahun saja."
Bella setuju, "Hari ini ulang tahunmu?"
"Tidak," James berkata, "Ulang tahunmu."
Bella baru teringat, hari ini bulan September tanggal 23, adalah ulang tahunnya yang ke-28.
Novel Terkait
Cinta Yang Dalam
Kim YongyiGue Jadi Kaya
Faya SaitamaMy Cute Wife
DessyMy Charming Lady Boss
AndikaMenaklukkan Suami CEO
Red MaplePrecious Moment
Louise LeeMy Lady Boss
GeorgeMy Perfect Lady
AliciaMy Cold Wedding×
- Bab 1 Pernikahan Yang Hancur
- Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
- Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
- Bab 4 Kamu Menggangap Saya Tidak Berani Membunuhmu?
- Bab 5 Musuh Yang Tidak Dapat Di Kalahkannya
- Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
- BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
- Bab 8 Asalkan Bisa Menyelamatkan Satu Nyawa
- Bab 9 Harga Dirinya Terjual
- Bab 10 Ini Adalah Takdir Wanita
- Bab 11 Orang Lain Tidak Menginginkanmu, Tetapi Aku Menginginkanmu
- Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
- Bab 13 Berikan Kompensasi Anqila Pada Cindy
- Bab 14 Kebeneran Berdarah
- Bab 15 Melihat Ke Belakang
- Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
- Bab 17 Aku akan Memenuhinya dalam Waktu Satu Hari
- Bab 18 Diluar Kebenaran
- Bab 19 Aku Tidak Membunuh
- Bab 20 Kehidupan Di Penjara
- Bab 21 Video Pengawasan
- Bab 22 Pertempuran Pertama
- Bab 23 Dia Tidak Mengecewakanku, Rupanya Cukup Ganas
- Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
- Bab 25 Kehidupan Yang Berantakan
- Bab 26 Kenyataan Memaksaku Untuk Menjadi Cuek
- Bab 27 Kehangatan yang Lama Tak di Rasakan
- Bab 28 Besok Kita Cerai
- Bab 29 Bukannya Aku Tak Pernah Berusaha
- Bab 30 Aku Tak Melihat Apapun
- Bab 31 Sahabat Wanita Yang Antusias
- Bab 32 Aku Sudah Cukup Dipermalukan
- Bab 33 Gosip Yang Merajalela Di Dunia Maya
- Bab 34 Kamu Ada Bukti Apa Berani Mengatainya
- Bab 35 Aku Menunggu Surat Pengadilanmu
- Bab 36 Grup A dan B
- Bab 37 Karyawan Sementara
- Bab 38 Masih Ingat Impianku Waktu Kecil?
- Bab 39 Kamu Tidak Aman Sendirian
- Bab 40 Masalah Reputasi Individu
- Bab 41 Siapa Bilang Kamu Tidak Mampu Membelinya
- Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
- Bab 43 Keputusan Bukan Ditangannya
- Bab 44 Bahaya Ketika Mabuk
- Bab 45 Keluar Dari Mulut Harimau
- BAB 46 Rahasia ANQILA
- Bab 47 Bella, Kemari!
- Bab 48 Meskipun Aku Dijual, Aku Juga Tidak Akan Mau Uangmu
- Bab 49 Kalau Begitu Tidak Usah Cerai
- Bab 50 Aku Bukanlah Anqila
- Bab 51 Pesta Makan Menjelang Perceraian
- Bab 52 Sepertinya Ia Tidak Terburu-buru Untuk Bercerai
- Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia
- Bab 54 Ide Yang Cukup Bagus
- Bab 55 Aku Memiliki Cara untuk Menangkapmu Kembali
- Bab 56 Tangan Mana yang Menyentuhnya?
- Bab 57 Selera Yang Aneh
- Bab 58 Sengaja Mempersulit
- Bab 59 Spesifikasi Bercerai
- Bab 60 Bersiap Untuk Pergi Keluar Negeri
- Bab 61 Dia Sedang Mandi, Ada Perlu Apa, Sampaikan Saja Padaku
- Bab 62 Uangnya, Anggap Saja Aku Yang Meminjamnya Darimu
- Bab 63 Bella Akan Kembali Kujaga
- Bab 64 Mungkinkah Hamil?
- Bab 65 Lahir Kalau Memang Ada
- Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
- Bab 67 Apakah Kamu Merasa Sekotor Itu?
- Bab 68 Panggil Saya Suamimu
- Bab 69 Karena Sudah Tidak Peduli, Baru Bisa Sesadis Ini
- Bab 70 Masa Lampau Itu
- Bab 71 Selamat Tinggal,David
- Bab 72 Perceraian
- Bab 73 Petemuan Ini Seperti Takdir
- Bab 74 Kenapa Tidak Berani Melihatku
- Bab 75 Menjadi Kekasihku
- Bab76 Dia Tidak Punya Kaki Sampai Harus Di Antar?
- Bab 77 Aku Memberikanmu Satu Kali Kesempatan Untuk Mencintaiku
- Bab 78 Dijual Ke David
- Bab 79 Hanya Menyampaikan Ini, Jaga Diri Dengan Baik
- Bab 80 Perjodohan
- Bab 81 Adegan Familiar
- Bab 82 Petani Dan Ular
- Bab 83 Ini Hanya Kompensasi
- Bab 84 Mulai Sementara
- Bab 85 Menjalankannya Bersama Akan Ada Hasil
- Bab 86 Bella, Jalan Kita Masih Panjang
- Bab 87 Anak Tidaklah Bersalah
- Bab 88 Jika Ini Semua Bukanlah Cinta
- Bab 89 Kakak Ipar
- Bab 90 Identifikasi Orang Tua-Anak
- Bab 91 Kamu Hanya Menganggap Saya Masa Lalu
- Bab 92 Lagu Ulang Tahun
- Bab 93 Bersama Dalam Kesulitan
- Bab 94 Saya Tidak Bilang Selesai
- Bab 95 Willy
- Bab 96 Kita Menikah Kembali
- Bab 97 Atas Dasar Wanita Saya
- Bab 98 Balas Dendam Cindy
- Bab 99 Aku Tidak Taruhan Dengan Orang Gila
- Bab 100 Apakah Kamu Pernah Mencintaiku?
- Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
- Bab 102 Aku Adalah Bajingan
- Bab 103 Aku Tahu Kamu Tidak Mencintai Aku
- Bab 104 Mimpi Besar Dan Belum Tersadar
- Bab 105 Berakting
- Bab 106 Bella, Aku Datang Mencarimu
- Bab 107 Jangan Usir Aku
- Bab 108 Pertunjukkan dari Ketiga Laki-laki
- Bab 109 Konfrontasi Kamar Mandi
- Bab 110 Bajingan Kecil
- Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
- Bab 112 Ibu-Anak Anti-View
- Bab 113 David Adalah Lelakiku
- Bab 114 Jika Kamu Tak Buka, Aku Yang Bantu Membukanya
- Bab 115 Kejujuran
- Bab 116 Aku Pasti Bisa Membawamu Ke Puncak
- Bab 117 Harga Diriku Melarangku Mengulangi Kesalahan Yang Sama
- Bab 118 Kembalilah, Ya?
- Bab 119 Menikah Dengan Sekali Lagi
- Bab 120 Kita Menikah Saja
- Bab 121 Tidak Bisa Berhasil Belajar
- Bab 122 Gembi Gu Dalam Bahaya
- Bab 123 Aku Ingin Kamu dengan Senang Hati Menikah Denganku
- Bab 124 Mulai Hari Ini, Kamu Harus Selalu Berada di Sampingku
- Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya
- Bab 126 Keadaan Yang Baik
- Bab 127 Semua Ini Karena Sup Ayam
- Bab 128 Di Antara Kita Mana Ada Lagi Hubungan Keluarga Yang Bisa Dianggap
- Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat
- Bab 130 Akulah Alasannya
- Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata
- Bab 132 Menggoda
- Bab 133 Mengulang Trik Lama
- Bab 134 Aku Pernah Mencintaimu
- Bab 135 Bawa Aku Pergi
- Bab 136 Ayuk Ke Pantai
- Bab 137 Pembunuh
- Bab 138 Melarang
- Bab 139 Pergilah, Aku Membiarkanmu Pergi
- Bab 140 Kecepatan Hidup dan Mati
- Bab 141 Kali Ini, Giliranku Yang Menunggumu
- Bab 142 Patah Hati
- Bab 143 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 144 Aku Hanya Mau Satu Jawaban
- Bab 145 Memulai Kehidupan Baru
- Bab 146 Negara Asing
- Bab 147 Jika Suatu Hari Nanti Aku Bisa Melupakannya
- Bab 148 Tom
- Bab 149 Di Dunia Ini, Mana Ada Begitu Banyak
- Bab 150 Ditakdirkan Bersama tapi Terpisah oleh Lautan
- Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
- Bab 152 Aku Membencinya, Aku Mencintainya
- Bab 153 Reinkarnasi Kehidupan
- Bab 154 Aku Akan Membayarnya dengan Segala Milikku
- Bab 155 Kembali ke Negeri Asal
- Bab 156 Berpapasan yang Terlewatkan
- Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu
- Bab 158 Eric Lee
- Bab 159 Dia Adalah Sumber Segala Ketakutanku
- Bab 160 Jangan Menolakku Ya
- Bab 161 Pada Akhirnya Kembali Bertemu
- Bab 162 Kamu Masih Membenciku
- Bab 163 Bintang di Langit, Dia di Hati
- Bab 164 Hanya Masa Lalu
- Bab 165 Tidak Ada Satupun Yang Bisa Dibandingkan Dengannya
- Bab 166 Aku Hanya Ingin Berbuat Baik Kepadamu
- Bab 167 Menebus Kesalahan
- Bab 168 Hebat
- Bab 169 Pengajaran Berkualitas
- Bab 170 Hai Orang Asing
- Bab 171 Mengadu Kecerdasan dan Keberanian
- Bab 172 Masih Ada Berapa Lama Waktu Dihabiskan Untuk Merasa Kesal
- Bab 173 Kapitalis Jahat
- Bab 174 Hati Kecil
- Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
- Bab 176 Tuan Kelima
- Bab 177 Identitas Nino
- Bab 178 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan
- Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
- Bab 180 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan (3)
- Bab 181 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya
- Bab 182 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (5)
- Bab 183 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (6)
- Bab 184 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (7)
- Bab 185 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (8)
- Bab 186 Karnaval Terakhir
- Bab 187 Pertaruhan Hidup
- Bab 188 Biar Aku yang Menemanimu Mati
- Bab 189 Jangan Tanya Tentang Masa Depan
- Bab 190 Epilog
- Bab 190 Epilog (2)
- Bab 191 Epilog (Benar) (1)
- Bab 191 Epilog (Benar) (2)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (1)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (2)
- Bab 193 Wawancara Suami Istri
- Bab 194 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (7)
- Bab 195 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (8)
- Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)