My Cold Wedding - Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
"Saya....lagi mencuci pakaian!" Bella mendengar suara James, cemas.
James menghela nafas: "Tengah malam cuci pakaian apa, saya ingin pergi ke toilet, kamu keluar sebentar."
Bella panik: "Tidak bisa, mesin cuci...... baru saja beli"
James bingung: "Baru beli kenapa? jika baru beli tidak boleh pergi ke toilet? tidak bisa, saya tidak tahan, saya janji cepat!"
"Baru beli..... dia tidak terbiasa, harus ditemani."
James tidak berkata-kata.
Setelah Bella berkata, semua orang sangat penasaran, apa maksudnya....
Sedangkan David masih belakangnya tersenyum, Bella segera menggunakan tangan menutup mulutnya, menghindari terdengar suara.
"Sial." James marah: "Kamu minta saya kemana? buang air kecil di celana?"
Bella cemas, untung saja Valdo dari kamar mandi keluar, tangannya memegang sebotol air putih, memukul pundaknya: "Gunakan ini saja."
James memarahi dia: "Astaga.... baiklah, menggunakan botol juga boleh, lubang ini terlalu kecil, tidak cocok untuk ukuran saya, tidak ada botol yang lain?"
Valdo menggeleng, sepasang cinta membantu, Tuan Cheng menepuk pundak James: "Pak James, ini mencoba kemampuanmu, pernahkan mendengar latihan membuat sempurna? orang yang menjual minyak memasukkan ke dalam tong, saya mengandalkanmu."
Dia menganggukan kepala, dan membuat James terjatuh dalam hitungan menit.
Tetapi yang jatuh lebih cepat adalah kantung kemih.
Sudah tidak tahan, James dengan kesal mengambil botol lalu pergi ke balkon.
Mendengar langkah kaki menjauh, Bella menarik nafas panjang.
Ini sebenarnya masalah apa......
Valdo mengetuk pintu toilet: "Sudah cepat keluar, sebentar James akan kembali tidak melihat David, tetapi bisa ditebak."
Bella mendengar, segera mendorong David keluar, tidak memberinya kesempatan untuk berbicara langsung menutup pintunya, menenangkan hatinya.
Mesin cuci masih berbunyi, hatinya tidak karuan, mencabut kabel mesin cuci, semua kembali tenang.
Tidak berapa lama, Bella keluar, kembali ke kamar, ruangan tercium bau harum, dia membuka jendela, membiarkan udara masuk.
Gembi terbangun, mereka mengerti satu sama lain, tetapi tidak buka bicara.
Setelah masalah kantung kemih James kembali, tidak melihat di dalam toilet ada orang, lalu melihat kamar, melihat Bella berdiri.
Dia sekali masuk: "Kamu sudah keluar? Tidak takut mesin cuci sendirian?"
Bella mukanya datar, seperti awan, mengangguk, "Dia.....setelah datang saya mencuci pakaian saya pertama kali, sudah terbiasa."
James berkata: "Cucian mu mana? saya lihat."
Bella menunjuk baju tidurnya: "Sudah saya pakai."
"Setelah mencuci langsung pakai?"James memegangnya, ternyata bajunya masih sedikit basah, dia mulai percaya, dan mengajarinya: "Baju harus benar-benar kering baru pakai, masih basah membuat tubuh tidak baik."
"Saya hanya punya satu baju."
James mengerutkan kening: "Kamu sedikit, waktu itu saya melempar batu melihat, kamu memakai baju lainnya."
Bella menunjuk Gembi: "Kasih pinjam dia."
James terbangun, sangat malas, tubuhnya masih terluka, kembali ke ruang tamu, tiduran di sofa, kepalanya sangat panas.
Saat mengangkat kepala, Willy Gu masih tertidur di sofa, posisinya tidak berubah, tetapi.....apakah nyaman menggunakan kacamata saat tidur?
James tidak peduli.
Melihat lagi Valdo di ujung tembok, tidak bergerak tidur, bukannya tadi terburu-buru pergi ke kamar mengambil botol>
James juga tidak peduli.
Diujung ruangan ada cahaya, terlihat wajah David, James menyengir, gila kerja.
Dia memutar tubuhnya lalu tidur.
Semalaman, Bella tidak dapat tidur, terjaga sampai pagi.
Gembi pergi dari pagi, Valdo dan Willy pergi mencari, tidak bicara kapan kembali.
James terbangun, sudah jam 3, di dapur ada banyak makanan dan wangi harum, di ruang tamu tidak ada orang, hanya Bella sibuk di dapur.
Dia menjambak rambutnya: "Yang lain?"
"Sudah pergi, kamu pergi mandi dulu siap-siap makan."
James tidak curiga, pergi ke toilet menggunakan air dingin mencuci muka, kembali segar.
Memasukkan kedua tangannya ke saku dan berjalan ke dapur, mengerutkan kening: "Saya tidak mau bubur, mau Malatang."
"Tidak boleh." Bella dengan tegas menolak.
James bertanya: "Kenapa, apakah bubur keluargamu adalah obat?"
Bella tersenyum: "Lukamu bagaimana?"
James langsung menunjukkan dadanya ke Bella: "Tuan ke-9 mempunya talent baik, setelah tidur tidak ada masalah."
Bella tidak tenang, melepaskan bajunya, lukanya sangat parah, tetapi sudah tidak ada darah, perban putih tidak ada darah.
"Hei, masalah waktu itu, bagaimana?"
Bella membawa dua mangkuk bubur ke atas meja, dan mengambil sayur.
"Pak......" Dia menegakkan tubuhnya, melepaskan celemek: "Kamu berhak mendapat wanita lebih baik."
Senyum James tiba-tiba memudar: "Saya dibandingkan dengan David, sampai kamu terpesona begini?!"
"Bukan begitu, dia adalah dia kamu adalah kami, tidak bisa dibandingkan, dan tidak ada keharusan, saya tidak berencana menerimamu, karena saya merasa kita tidak cocok, tidak ada alasan lain." Bella berusaha melembutkan suaranya, berharap dia dapat menerimanya.
James tidak marah, menganggukan kepala: "Bella, saya dapat membuatmu mencintaiku, melebihi mencintai David."
Bella menghela nafas: "Kenapa kamu begini?"
"Ini masalah saya," James mengambil bubur dan meminumnya dalam sekali teguk, menaruhnya kembali ke meja: "Pangeran hidup dan mati tidak terlihat, Tuan ke-5 Qi harus kembali, saya pergi dahulu, beberapa waktu ini tidak dapat bertemu denganmu, jaga diri baik-baik."
Selesai berbicara, dia bergi, sampai di depan pintu melihat dia dan melambaikan tangan, menggunakan waktu Bella pergi menangis di pintu.
Bella duduk di atas bangku, pelan-pelan minum bubur, hati sangat kacau.
Handphone berdering dan kembali pada kenyataan.
Sekali angkat, Yolanda dengan nada marah: "Berapa banyak lagi melukai orang? Kembali ke rumah, Doni menghilang!
Novel Terkait
Predestined
CarlyPengantin Baruku
FebiGadis Penghancur Hidupku Ternyata Jodohku
Rio SaputraBalas Dendam Malah Cinta
SweetiesHarmless Lie
BaigeUntouchable Love
Devil BuddyMeet By Chance
Lena TanMy Cold Wedding×
- Bab 1 Pernikahan Yang Hancur
- Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
- Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
- Bab 4 Kamu Menggangap Saya Tidak Berani Membunuhmu?
- Bab 5 Musuh Yang Tidak Dapat Di Kalahkannya
- Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
- BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
- Bab 8 Asalkan Bisa Menyelamatkan Satu Nyawa
- Bab 9 Harga Dirinya Terjual
- Bab 10 Ini Adalah Takdir Wanita
- Bab 11 Orang Lain Tidak Menginginkanmu, Tetapi Aku Menginginkanmu
- Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
- Bab 13 Berikan Kompensasi Anqila Pada Cindy
- Bab 14 Kebeneran Berdarah
- Bab 15 Melihat Ke Belakang
- Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
- Bab 17 Aku akan Memenuhinya dalam Waktu Satu Hari
- Bab 18 Diluar Kebenaran
- Bab 19 Aku Tidak Membunuh
- Bab 20 Kehidupan Di Penjara
- Bab 21 Video Pengawasan
- Bab 22 Pertempuran Pertama
- Bab 23 Dia Tidak Mengecewakanku, Rupanya Cukup Ganas
- Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
- Bab 25 Kehidupan Yang Berantakan
- Bab 26 Kenyataan Memaksaku Untuk Menjadi Cuek
- Bab 27 Kehangatan yang Lama Tak di Rasakan
- Bab 28 Besok Kita Cerai
- Bab 29 Bukannya Aku Tak Pernah Berusaha
- Bab 30 Aku Tak Melihat Apapun
- Bab 31 Sahabat Wanita Yang Antusias
- Bab 32 Aku Sudah Cukup Dipermalukan
- Bab 33 Gosip Yang Merajalela Di Dunia Maya
- Bab 34 Kamu Ada Bukti Apa Berani Mengatainya
- Bab 35 Aku Menunggu Surat Pengadilanmu
- Bab 36 Grup A dan B
- Bab 37 Karyawan Sementara
- Bab 38 Masih Ingat Impianku Waktu Kecil?
- Bab 39 Kamu Tidak Aman Sendirian
- Bab 40 Masalah Reputasi Individu
- Bab 41 Siapa Bilang Kamu Tidak Mampu Membelinya
- Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
- Bab 43 Keputusan Bukan Ditangannya
- Bab 44 Bahaya Ketika Mabuk
- Bab 45 Keluar Dari Mulut Harimau
- BAB 46 Rahasia ANQILA
- Bab 47 Bella, Kemari!
- Bab 48 Meskipun Aku Dijual, Aku Juga Tidak Akan Mau Uangmu
- Bab 49 Kalau Begitu Tidak Usah Cerai
- Bab 50 Aku Bukanlah Anqila
- Bab 51 Pesta Makan Menjelang Perceraian
- Bab 52 Sepertinya Ia Tidak Terburu-buru Untuk Bercerai
- Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia
- Bab 54 Ide Yang Cukup Bagus
- Bab 55 Aku Memiliki Cara untuk Menangkapmu Kembali
- Bab 56 Tangan Mana yang Menyentuhnya?
- Bab 57 Selera Yang Aneh
- Bab 58 Sengaja Mempersulit
- Bab 59 Spesifikasi Bercerai
- Bab 60 Bersiap Untuk Pergi Keluar Negeri
- Bab 61 Dia Sedang Mandi, Ada Perlu Apa, Sampaikan Saja Padaku
- Bab 62 Uangnya, Anggap Saja Aku Yang Meminjamnya Darimu
- Bab 63 Bella Akan Kembali Kujaga
- Bab 64 Mungkinkah Hamil?
- Bab 65 Lahir Kalau Memang Ada
- Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
- Bab 67 Apakah Kamu Merasa Sekotor Itu?
- Bab 68 Panggil Saya Suamimu
- Bab 69 Karena Sudah Tidak Peduli, Baru Bisa Sesadis Ini
- Bab 70 Masa Lampau Itu
- Bab 71 Selamat Tinggal,David
- Bab 72 Perceraian
- Bab 73 Petemuan Ini Seperti Takdir
- Bab 74 Kenapa Tidak Berani Melihatku
- Bab 75 Menjadi Kekasihku
- Bab76 Dia Tidak Punya Kaki Sampai Harus Di Antar?
- Bab 77 Aku Memberikanmu Satu Kali Kesempatan Untuk Mencintaiku
- Bab 78 Dijual Ke David
- Bab 79 Hanya Menyampaikan Ini, Jaga Diri Dengan Baik
- Bab 80 Perjodohan
- Bab 81 Adegan Familiar
- Bab 82 Petani Dan Ular
- Bab 83 Ini Hanya Kompensasi
- Bab 84 Mulai Sementara
- Bab 85 Menjalankannya Bersama Akan Ada Hasil
- Bab 86 Bella, Jalan Kita Masih Panjang
- Bab 87 Anak Tidaklah Bersalah
- Bab 88 Jika Ini Semua Bukanlah Cinta
- Bab 89 Kakak Ipar
- Bab 90 Identifikasi Orang Tua-Anak
- Bab 91 Kamu Hanya Menganggap Saya Masa Lalu
- Bab 92 Lagu Ulang Tahun
- Bab 93 Bersama Dalam Kesulitan
- Bab 94 Saya Tidak Bilang Selesai
- Bab 95 Willy
- Bab 96 Kita Menikah Kembali
- Bab 97 Atas Dasar Wanita Saya
- Bab 98 Balas Dendam Cindy
- Bab 99 Aku Tidak Taruhan Dengan Orang Gila
- Bab 100 Apakah Kamu Pernah Mencintaiku?
- Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
- Bab 102 Aku Adalah Bajingan
- Bab 103 Aku Tahu Kamu Tidak Mencintai Aku
- Bab 104 Mimpi Besar Dan Belum Tersadar
- Bab 105 Berakting
- Bab 106 Bella, Aku Datang Mencarimu
- Bab 107 Jangan Usir Aku
- Bab 108 Pertunjukkan dari Ketiga Laki-laki
- Bab 109 Konfrontasi Kamar Mandi
- Bab 110 Bajingan Kecil
- Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
- Bab 112 Ibu-Anak Anti-View
- Bab 113 David Adalah Lelakiku
- Bab 114 Jika Kamu Tak Buka, Aku Yang Bantu Membukanya
- Bab 115 Kejujuran
- Bab 116 Aku Pasti Bisa Membawamu Ke Puncak
- Bab 117 Harga Diriku Melarangku Mengulangi Kesalahan Yang Sama
- Bab 118 Kembalilah, Ya?
- Bab 119 Menikah Dengan Sekali Lagi
- Bab 120 Kita Menikah Saja
- Bab 121 Tidak Bisa Berhasil Belajar
- Bab 122 Gembi Gu Dalam Bahaya
- Bab 123 Aku Ingin Kamu dengan Senang Hati Menikah Denganku
- Bab 124 Mulai Hari Ini, Kamu Harus Selalu Berada di Sampingku
- Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya
- Bab 126 Keadaan Yang Baik
- Bab 127 Semua Ini Karena Sup Ayam
- Bab 128 Di Antara Kita Mana Ada Lagi Hubungan Keluarga Yang Bisa Dianggap
- Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat
- Bab 130 Akulah Alasannya
- Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata
- Bab 132 Menggoda
- Bab 133 Mengulang Trik Lama
- Bab 134 Aku Pernah Mencintaimu
- Bab 135 Bawa Aku Pergi
- Bab 136 Ayuk Ke Pantai
- Bab 137 Pembunuh
- Bab 138 Melarang
- Bab 139 Pergilah, Aku Membiarkanmu Pergi
- Bab 140 Kecepatan Hidup dan Mati
- Bab 141 Kali Ini, Giliranku Yang Menunggumu
- Bab 142 Patah Hati
- Bab 143 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 144 Aku Hanya Mau Satu Jawaban
- Bab 145 Memulai Kehidupan Baru
- Bab 146 Negara Asing
- Bab 147 Jika Suatu Hari Nanti Aku Bisa Melupakannya
- Bab 148 Tom
- Bab 149 Di Dunia Ini, Mana Ada Begitu Banyak
- Bab 150 Ditakdirkan Bersama tapi Terpisah oleh Lautan
- Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
- Bab 152 Aku Membencinya, Aku Mencintainya
- Bab 153 Reinkarnasi Kehidupan
- Bab 154 Aku Akan Membayarnya dengan Segala Milikku
- Bab 155 Kembali ke Negeri Asal
- Bab 156 Berpapasan yang Terlewatkan
- Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu
- Bab 158 Eric Lee
- Bab 159 Dia Adalah Sumber Segala Ketakutanku
- Bab 160 Jangan Menolakku Ya
- Bab 161 Pada Akhirnya Kembali Bertemu
- Bab 162 Kamu Masih Membenciku
- Bab 163 Bintang di Langit, Dia di Hati
- Bab 164 Hanya Masa Lalu
- Bab 165 Tidak Ada Satupun Yang Bisa Dibandingkan Dengannya
- Bab 166 Aku Hanya Ingin Berbuat Baik Kepadamu
- Bab 167 Menebus Kesalahan
- Bab 168 Hebat
- Bab 169 Pengajaran Berkualitas
- Bab 170 Hai Orang Asing
- Bab 171 Mengadu Kecerdasan dan Keberanian
- Bab 172 Masih Ada Berapa Lama Waktu Dihabiskan Untuk Merasa Kesal
- Bab 173 Kapitalis Jahat
- Bab 174 Hati Kecil
- Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
- Bab 176 Tuan Kelima
- Bab 177 Identitas Nino
- Bab 178 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan
- Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
- Bab 180 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan (3)
- Bab 181 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya
- Bab 182 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (5)
- Bab 183 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (6)
- Bab 184 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (7)
- Bab 185 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (8)
- Bab 186 Karnaval Terakhir
- Bab 187 Pertaruhan Hidup
- Bab 188 Biar Aku yang Menemanimu Mati
- Bab 189 Jangan Tanya Tentang Masa Depan
- Bab 190 Epilog
- Bab 190 Epilog (2)
- Bab 191 Epilog (Benar) (1)
- Bab 191 Epilog (Benar) (2)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (1)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (2)
- Bab 193 Wawancara Suami Istri
- Bab 194 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (7)
- Bab 195 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (8)
- Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)