My Cold Wedding - Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
Delson sedikit terkejut sambil melihat Bella : 'benarkah ? kamu hamil ?"
"masih belum…."
"Kakek sudah menghubungi rumah sakit , hasilnya sebentar lagi akan keluar ." David berkata.
satu perkataan itu membuat seisi ruangan terdiam.
semua mengkhawatirkannya
suasana menjadi canggung.
untungnya tidak lama kemudian James ditelpon untuk pergi, David karena ada urusan diperusahaan jadi pergi urus dahulu, memanggil asistennya Albert untuk datang .
Bella sebenarnya tidak mau Albert mengikutinya , apalagi dia ada undangan dengan Jane, setelah menyapa Delson, ia pergi meninggalkan rumah sakit dan tinggal di Night feast club house .
Jane sudah dari awal menunggu dia .
melihat dia keluar ,langsung membawa orang masuk ke tempat yang tenang , raut muka curiga : "masalah yang ditelpon tadi apakah benar ?"
Bella menarik nafas , mengangguk angguk :" aku juga tidak ada cari lagi ."
Jane berbicara :" ini bukan masalah yang bisa dibercandakan ,Setelah Anda mengambil langkah pertama, aku khawatir selanjutnya tidak akan pernah kembali , aku dengar Felicia, bukankah akhir akhir ini kamu sedang menpersiapkan ujian belajar luar negeri ? Kamu masih mempunyai masa depan, tapi kamu harus baik baik memikirkannya. ”
Bella tersenyum dengan tidak tega: "Jane, saya sudah memikirkannya dengan baik. Itu karena saya ingin pergi belajar ke luar negeri, lalu biaya operasi kakakku meskipun James membantu membayarkan terlebih dahulu, sebelum pergi ke luar negeri saya tetap harus membayarnya. aku keluar negeri juga membutuhkan biaya yang cukup .jika dihitung hitung itu bukanlah biaya yang sedikit. Ujian masih 2 bulan lagi, aku tidak bisa memikirkan cara lain lagi. "
Setelah mendengarkan Jane, dia mendengus dua kali.
"Kamu dan David ... benar-benar memutuskan untuk bercerai?"
"Yah," Bella berkata : "dua hari ini, aku akan menemukan cara untuk membuat dia mengurusnya."
Diam.
Keheningan panjang.
Jane akhirnya mengangguk: "Yah, karena kamu sudah memutuskan, maka aku akan mencoba yang terbaik untuk membantumu , kamu tunggu kabar dariku."
Bella dengan tulus mengatakan: "Terima kasih, Jane."
"Jika kamu punya waktu dalam dua hari ini, datanglah ke Night Club membiasakan . dulu saat kamu masih bernama mawar, itu hanya untuk menemani minum anggur . Tidak ada benar benar menyuruh kamu .... Kamu harus mempersiapkan mentalmu."
Bella menguatkna tekad: "Oke."
Saya sudah lama tahu bahwa bisnis seperti Night Club itu , setelah saya benar-benar menyaksikannya, Bella merasa kakinya kedinginan.
Orang-orang itu benar benar bisa bermain.
Tiga orang bersama, dengan alat , dengan ... mulut.
Bella tidak menahan diri, dan berlari ke kamar mandi untuk muntah, tapi gambaran yang baru saja dilihat masih membuatnya mual.
Jane berkata: "Ini semua masih baik, masih ada yang lebih mesum lagi."
Muka Bella pucat.
"tenang , aku akan berusaha membantumu memilih ,"Jane berkata:" tapi kita hanya bisa pergi keluar. orang yang di Kota Harriford sudah tau hubungan kamu dengan David , siapa berani dengan kamu?"
Pergi ke luar , Bella bernapas lebih lega.
Setidaknya tidak di kota Harriford, dia akan bisa lebih bebas juga.
"ke luar yaudah ke luar ."
Jane bergerak dengan cepat , setelah tiga hari, dia membantunya untuk menghubungi pekerjaan.
"Bos besar di Selatan, yang membuat furniture, sangat layak, adalah masalah rumah tangga, ingin menemukan orang di luar untuk berbicara, menemaninya tinggal di kota Gardan selama seminggu, kemudian mengambil uang dan mengambil kesempatan, bahkan mungkin tidak perlu naik ke tempat tidur. "
Bella mengangguk dan sangat puas.
menemani minum anggur, dia bukan tidak pernah menemani minum anggur, sudah terampil.
Dia khawatir tentang hadiahnya.
Jane berkata : "7hari, 1 hari 10 ribu ,tugas kerjanya hanya perlu dandan cantik cantik menemani bos mencari muka , lalu menemani minum , kamu pasti mengerti , mereka membahas bisnis , tidak minum hingga mabuk .kamu tidak jelas aku tidak jelas , semua sepakat ."
kalau begitu 70ribu.
alis Bella naik
"tidak perlu naik keranjang, harga ini sudah cukup tinggi , mereka masih akan melihat jika kamu cantik , harga yang diberikan pasti tinggi ." Jane menyarankannya :" pelan pelan saja ,tidak naik keranjang dapat uang, itu sudah cukup sulit untuk dicari ."
Bella berpikir , mengangguk kepala :"kapan aku pergi."
"mereka buru buru membutuhkannya , pesawat lusa pagi ."
***
Dirumah sakit .
Asisten Albert mendapat hasil tes Bella , menelpon David memberi kabar.
"Bos , hasil pemeriksaan sudah keluar , Nona Bella tidak hamil ."
"tidak hamil ?"David ada yang tidak diucapkan :"Benarkah tidak ambil salah ?"
Asisten Albert segera memfoto hasilnya dan mengirimnya ke dia.
David melihat laporan di layar ponsel, ada beberapa kali menutup mata dan bersandar dikursi .
Rasa kehilangan yang besar mengelilinginya.
Kenapa tidak hamil? sudah jelas ini hampir satu bulan lebih, dan dia belum datang menstruasi. Mengapa tidak hamil ?
David secara tidak sengaja mempertanyakannya, Asisten Albert berpikir bahwa dia diminta untuk bertanya kepada dokter dan langsung pergi ke ruang dokter.
Dokter mendengarkan pertanyaannya dan tercengang.
"alasannya terlalu banyak tekanan mental, kelelahan, sekresi hormon, dll. Dapat mempengaruhi kehamilan. Bahkan, jika Anda benar-benar menginginkan anak, Anda dapat mencoba meningkatkan frekuensi kehidupan seksual ..."
Asisten Albert selalu menjadi karyawan yang berdedikasi, merekamnya dan mengirimkannya ke David.
Ketika David mendengarnya, dia tahu bahwa Asistennya Albert memiliki otaknya terlalu mati. Dia menekan layar ponsel dan melemparkannya ke meja. Dia tertawa diam-diam. Asisten ini semuanya bagus hanya saja otaknya terlalu mati.
Tapi---
Dia tiba tiba duduk kembali , mengambil hapenya , dan mengulang lagi rekaman itu .
Menaikkan kehidupan seksual ?
Sepertinya ini alasan yang lumayan
“Bella dimana ?” setelah menemukan lokasinya langsung kasih tau saya .
***
Saat ini , Bella sedang di Club House “latihan”
Tepatnya sedang “Belajar”
Jane mencari Nona yang berpengalaman mengajarkannya tentang pengalaman.
Bos seperti ini sebenarnya bukan yang begitu ingin naik ranjang . Mereka hanya merasakan kekosongan. Mereka hanya ingin wanita muda yang cantik dan lembut menjadi solusi. Tentu saja, mustahil untuk istri di rumah mengetahuinya. Membeli waktu Anda, menemaninya untuk berbicara tentang bisnis, minum dan bermain golf lalu berlalu. ”
Bella mendengarkan dengan seksama, tetapi mendengar minum ,rasanya seperti sulit.
Hatinya telah dikeluarkan sebagian.
Dia mengatakan sesuatu dengan canggung: "Apakah harus minum?"
"lalu kalau tidak kamu mau pergi ngapain, menjadi vas bunga? Orang itu lebih baik memanggil bintang kecil, lebih ada status."
yang diucapkan cukup masuk akal.
Baiklah , sambil menggigit gigi ,hanya 7 hari juga ,belum tentu setiap hari harus minum .
Tatapan wanita itu mengecil, sejak dilahirkan sudah menarik. Dia melihat bella secara keseluruhan. tertawa: "Mawar, jika kamu berdandan, kamu tidak akan kalah dari bintang wanita yang sedang populer."
Bella tersenyum canggung.
"Sungguh, kamu terlihat sangat cantik. Jika kamu benar-benar pergi keluar, kamu pasti memiliki perjalanan yang tidak ada batasnya."
Dia tidak ingin tidak ada batasnya .
Wanita itu menambahkan: "Sebenarnya, Anda tumbuh dengan cukup . Bagaimana mengatakannya ... memiliki sedikit aura dewi? Dilihat lihat mengapa mirip seperti dewi -dewi di TV? Jika Anda mengenakan gaun putih, oh yeah. perkiraannya itu mungkin salah juga! Tenang saja, aku berjanji bahwa para lelaki tidak akan bisa menutup mulut mereka ketika mereka melihatmu, dan sudah seperti anak dewi. "
Bella tertawa hingga meneteskan air mata.
Novel Terkait
Akibat Pernikahan Dini
CintiaCinta Yang Berpaling
NajokurataIstri kontrakku
RasudinMata Superman
BrickHidden Son-in-Law
Andy LeeMy Cold Wedding×
- Bab 1 Pernikahan Yang Hancur
- Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
- Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
- Bab 4 Kamu Menggangap Saya Tidak Berani Membunuhmu?
- Bab 5 Musuh Yang Tidak Dapat Di Kalahkannya
- Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
- BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
- Bab 8 Asalkan Bisa Menyelamatkan Satu Nyawa
- Bab 9 Harga Dirinya Terjual
- Bab 10 Ini Adalah Takdir Wanita
- Bab 11 Orang Lain Tidak Menginginkanmu, Tetapi Aku Menginginkanmu
- Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
- Bab 13 Berikan Kompensasi Anqila Pada Cindy
- Bab 14 Kebeneran Berdarah
- Bab 15 Melihat Ke Belakang
- Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
- Bab 17 Aku akan Memenuhinya dalam Waktu Satu Hari
- Bab 18 Diluar Kebenaran
- Bab 19 Aku Tidak Membunuh
- Bab 20 Kehidupan Di Penjara
- Bab 21 Video Pengawasan
- Bab 22 Pertempuran Pertama
- Bab 23 Dia Tidak Mengecewakanku, Rupanya Cukup Ganas
- Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
- Bab 25 Kehidupan Yang Berantakan
- Bab 26 Kenyataan Memaksaku Untuk Menjadi Cuek
- Bab 27 Kehangatan yang Lama Tak di Rasakan
- Bab 28 Besok Kita Cerai
- Bab 29 Bukannya Aku Tak Pernah Berusaha
- Bab 30 Aku Tak Melihat Apapun
- Bab 31 Sahabat Wanita Yang Antusias
- Bab 32 Aku Sudah Cukup Dipermalukan
- Bab 33 Gosip Yang Merajalela Di Dunia Maya
- Bab 34 Kamu Ada Bukti Apa Berani Mengatainya
- Bab 35 Aku Menunggu Surat Pengadilanmu
- Bab 36 Grup A dan B
- Bab 37 Karyawan Sementara
- Bab 38 Masih Ingat Impianku Waktu Kecil?
- Bab 39 Kamu Tidak Aman Sendirian
- Bab 40 Masalah Reputasi Individu
- Bab 41 Siapa Bilang Kamu Tidak Mampu Membelinya
- Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
- Bab 43 Keputusan Bukan Ditangannya
- Bab 44 Bahaya Ketika Mabuk
- Bab 45 Keluar Dari Mulut Harimau
- BAB 46 Rahasia ANQILA
- Bab 47 Bella, Kemari!
- Bab 48 Meskipun Aku Dijual, Aku Juga Tidak Akan Mau Uangmu
- Bab 49 Kalau Begitu Tidak Usah Cerai
- Bab 50 Aku Bukanlah Anqila
- Bab 51 Pesta Makan Menjelang Perceraian
- Bab 52 Sepertinya Ia Tidak Terburu-buru Untuk Bercerai
- Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia
- Bab 54 Ide Yang Cukup Bagus
- Bab 55 Aku Memiliki Cara untuk Menangkapmu Kembali
- Bab 56 Tangan Mana yang Menyentuhnya?
- Bab 57 Selera Yang Aneh
- Bab 58 Sengaja Mempersulit
- Bab 59 Spesifikasi Bercerai
- Bab 60 Bersiap Untuk Pergi Keluar Negeri
- Bab 61 Dia Sedang Mandi, Ada Perlu Apa, Sampaikan Saja Padaku
- Bab 62 Uangnya, Anggap Saja Aku Yang Meminjamnya Darimu
- Bab 63 Bella Akan Kembali Kujaga
- Bab 64 Mungkinkah Hamil?
- Bab 65 Lahir Kalau Memang Ada
- Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
- Bab 67 Apakah Kamu Merasa Sekotor Itu?
- Bab 68 Panggil Saya Suamimu
- Bab 69 Karena Sudah Tidak Peduli, Baru Bisa Sesadis Ini
- Bab 70 Masa Lampau Itu
- Bab 71 Selamat Tinggal,David
- Bab 72 Perceraian
- Bab 73 Petemuan Ini Seperti Takdir
- Bab 74 Kenapa Tidak Berani Melihatku
- Bab 75 Menjadi Kekasihku
- Bab76 Dia Tidak Punya Kaki Sampai Harus Di Antar?
- Bab 77 Aku Memberikanmu Satu Kali Kesempatan Untuk Mencintaiku
- Bab 78 Dijual Ke David
- Bab 79 Hanya Menyampaikan Ini, Jaga Diri Dengan Baik
- Bab 80 Perjodohan
- Bab 81 Adegan Familiar
- Bab 82 Petani Dan Ular
- Bab 83 Ini Hanya Kompensasi
- Bab 84 Mulai Sementara
- Bab 85 Menjalankannya Bersama Akan Ada Hasil
- Bab 86 Bella, Jalan Kita Masih Panjang
- Bab 87 Anak Tidaklah Bersalah
- Bab 88 Jika Ini Semua Bukanlah Cinta
- Bab 89 Kakak Ipar
- Bab 90 Identifikasi Orang Tua-Anak
- Bab 91 Kamu Hanya Menganggap Saya Masa Lalu
- Bab 92 Lagu Ulang Tahun
- Bab 93 Bersama Dalam Kesulitan
- Bab 94 Saya Tidak Bilang Selesai
- Bab 95 Willy
- Bab 96 Kita Menikah Kembali
- Bab 97 Atas Dasar Wanita Saya
- Bab 98 Balas Dendam Cindy
- Bab 99 Aku Tidak Taruhan Dengan Orang Gila
- Bab 100 Apakah Kamu Pernah Mencintaiku?
- Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
- Bab 102 Aku Adalah Bajingan
- Bab 103 Aku Tahu Kamu Tidak Mencintai Aku
- Bab 104 Mimpi Besar Dan Belum Tersadar
- Bab 105 Berakting
- Bab 106 Bella, Aku Datang Mencarimu
- Bab 107 Jangan Usir Aku
- Bab 108 Pertunjukkan dari Ketiga Laki-laki
- Bab 109 Konfrontasi Kamar Mandi
- Bab 110 Bajingan Kecil
- Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
- Bab 112 Ibu-Anak Anti-View
- Bab 113 David Adalah Lelakiku
- Bab 114 Jika Kamu Tak Buka, Aku Yang Bantu Membukanya
- Bab 115 Kejujuran
- Bab 116 Aku Pasti Bisa Membawamu Ke Puncak
- Bab 117 Harga Diriku Melarangku Mengulangi Kesalahan Yang Sama
- Bab 118 Kembalilah, Ya?
- Bab 119 Menikah Dengan Sekali Lagi
- Bab 120 Kita Menikah Saja
- Bab 121 Tidak Bisa Berhasil Belajar
- Bab 122 Gembi Gu Dalam Bahaya
- Bab 123 Aku Ingin Kamu dengan Senang Hati Menikah Denganku
- Bab 124 Mulai Hari Ini, Kamu Harus Selalu Berada di Sampingku
- Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya
- Bab 126 Keadaan Yang Baik
- Bab 127 Semua Ini Karena Sup Ayam
- Bab 128 Di Antara Kita Mana Ada Lagi Hubungan Keluarga Yang Bisa Dianggap
- Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat
- Bab 130 Akulah Alasannya
- Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata
- Bab 132 Menggoda
- Bab 133 Mengulang Trik Lama
- Bab 134 Aku Pernah Mencintaimu
- Bab 135 Bawa Aku Pergi
- Bab 136 Ayuk Ke Pantai
- Bab 137 Pembunuh
- Bab 138 Melarang
- Bab 139 Pergilah, Aku Membiarkanmu Pergi
- Bab 140 Kecepatan Hidup dan Mati
- Bab 141 Kali Ini, Giliranku Yang Menunggumu
- Bab 142 Patah Hati
- Bab 143 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 144 Aku Hanya Mau Satu Jawaban
- Bab 145 Memulai Kehidupan Baru
- Bab 146 Negara Asing
- Bab 147 Jika Suatu Hari Nanti Aku Bisa Melupakannya
- Bab 148 Tom
- Bab 149 Di Dunia Ini, Mana Ada Begitu Banyak
- Bab 150 Ditakdirkan Bersama tapi Terpisah oleh Lautan
- Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
- Bab 152 Aku Membencinya, Aku Mencintainya
- Bab 153 Reinkarnasi Kehidupan
- Bab 154 Aku Akan Membayarnya dengan Segala Milikku
- Bab 155 Kembali ke Negeri Asal
- Bab 156 Berpapasan yang Terlewatkan
- Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu
- Bab 158 Eric Lee
- Bab 159 Dia Adalah Sumber Segala Ketakutanku
- Bab 160 Jangan Menolakku Ya
- Bab 161 Pada Akhirnya Kembali Bertemu
- Bab 162 Kamu Masih Membenciku
- Bab 163 Bintang di Langit, Dia di Hati
- Bab 164 Hanya Masa Lalu
- Bab 165 Tidak Ada Satupun Yang Bisa Dibandingkan Dengannya
- Bab 166 Aku Hanya Ingin Berbuat Baik Kepadamu
- Bab 167 Menebus Kesalahan
- Bab 168 Hebat
- Bab 169 Pengajaran Berkualitas
- Bab 170 Hai Orang Asing
- Bab 171 Mengadu Kecerdasan dan Keberanian
- Bab 172 Masih Ada Berapa Lama Waktu Dihabiskan Untuk Merasa Kesal
- Bab 173 Kapitalis Jahat
- Bab 174 Hati Kecil
- Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
- Bab 176 Tuan Kelima
- Bab 177 Identitas Nino
- Bab 178 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan
- Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
- Bab 180 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan (3)
- Bab 181 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya
- Bab 182 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (5)
- Bab 183 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (6)
- Bab 184 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (7)
- Bab 185 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (8)
- Bab 186 Karnaval Terakhir
- Bab 187 Pertaruhan Hidup
- Bab 188 Biar Aku yang Menemanimu Mati
- Bab 189 Jangan Tanya Tentang Masa Depan
- Bab 190 Epilog
- Bab 190 Epilog (2)
- Bab 191 Epilog (Benar) (1)
- Bab 191 Epilog (Benar) (2)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (1)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (2)
- Bab 193 Wawancara Suami Istri
- Bab 194 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (7)
- Bab 195 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (8)
- Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)