My Cold Wedding - Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
“Karena aku mirip seperti teman lamamu?” Tanya Bella.
James menyalakan sebatang rokok, tidak peduli dengan kehadiran pasien yang lain, dia melihat keluar jendela tanpa berkata apa-apa.
Bella sudah tahu jawabannya, dia tersenyum pahit, "Terima kasih tuan James sudah menyelamatkanku hari ini, tetapi aku tidak ingin menjadi pengganti orang lain."
James tidak memaksanya: "Aku sangat penasaran, apa yang benar-benar baik dari David, sehingga bisa membuatmu menjadi pengganti selama tiga tahun?"
Pandangan Bella menjadi gelap, "Dia pernah menyelamatkanku," dia mendongak dan menatapnya, "Sama seperti kamu, adik lelakiku pernah hilang ketika masih kecil dulu, ayahku menganggapku sebagai pembawa sial dan hampir memukulku sampai mati, lalu Davidlah yang menyelamatkanku keluar."
"Karena kami sama, kenapa kamu tidak mau ikut denganku?"
"..."
James menyeringai dan menghembuskan asap rokok, penuh kemarahan: "Baiklah kalau kamu tidak ingin mengatakannya, kamu istirahatlah yang baik, besok aku akan datang melihatmu lagi."
Begitu dia berdiri, Bella akhirnya menyadari bahwa David mengenakan jaket kulit hitam dengan paku, celana pendek ketat, sepatu kulit high-top, dan otot-otot tubuhnya meregang erat sehingga bisa melihat bentuk tubuhnya, ada sebuah tato naga besar di belakang lehernya, tubuh naganya tersembunyi di dalam pakaian, tetapi sudah bisa dibayangkan betapa tajamnya itu.
Benar-benar seperti gangster di adegan film Hong Kong.
James mengetahui pandangannya, tertawa dengan gembira: "Takut?"
Bella menggelengkan kepala: "Tidak."
"Tetapi mereka semua mengatakan bahwa aku adalah orang jahat."
"Siapa?"
James dengan sembarangan berkata: "Tidak ada, aku masih ada urusan, jadi aku pulang dulu, panggillah suster kalau ada apa-apa."
Perawat kecil itu sangat berdedikasi pada Bella, perawatannya sangat teliti. Ketika Bella hampir tertidur, dia masih bisa mendengar percakapan dua perawat kecil itu.
"James benar-benar tampan! Aku benar-benar tidak mengerti kenapa dia ingin memelihara seorang wanita malam, dengan kondisinya ini, wanita seperti apa yang tidak dapat ditemukannya?"
"Si wanita malam ini juga tidak mudah, dia mantan istri dari direktur grup LS, David! Kenapa wanita yang buruk selalu beruntung, sebentar saja sudah mendapatkan dua lelaki hebat di kota H, kenapa hal baik seperti ini tidak pernah terjadi padaku?"
Di dunia ini, yang dilihat semua orang hanyalah penampilan luar, tidak ada yang benar-benar peduli bagaimana kamu melewati hari-hari, bahagia atau tidak.
Bella terbangun oleh suara ribut.
Ketika dia bangun, David duduk di kursi di depannya, dengan cibiran di sudut mulutnya: "Aku sudah meremehkanmu, James bisa melakukan ini semua demi dirimu."
Tiba-tiba Bella terbangun, dia duduk dan memeluk selimut, "Tidak peduli kamu percaya atau tidak, aku tidak mendorong Cindy."
David melemparkan kertas-kertas di hadapan Bella: "Cindy sedang hamil, aku harus menikahinya sesegera mungkin, cepat tanda tanganilah."
Bella menggigit bibir dan tidak menjawab: "Ayah... maksudku ayahmu, bagaimana kabarnya?"
“Terima kasih atas pertanyaanmu, dia mengalami infark otak, masih tidak bisa bangun dari tempat tidur,” kata David tanpa ironi.
Hati Bella masam dan sedih, "David, aku ingin bertemu dengannya."
"Untuk apa kamu bertemu dengannya? Ingin membuatnya sakit lebih parah?" David menggigit giginya. Kata-katanya hampir satu per satu keluar dari gigi: "Bella, jika bukan untuk bercerai, apakah kamu pikir aku mau berbicara lebih banyak denganmu? Terakhir kali aku sudah mengatakannya sangat jelas, jika kamu tidak menandatanganinya lagi, tidak perlu ayahmu yang bertindak, aku sendiri juga bisa."
Bella membuka lebar matanya dengan ngeri: "Kamu tahu ayahku memukulku..."
"Mari kita lihat seluruh prosesnya," ejek David, "Jika bukan karena tiba-tiba James merusak rencananya, aku tidak akan menghabiskan begitu banyak energi lagi sekarang, jika ayahmu membunuhmu maka semua orang akan hilang satu beban."
Dia tahu bahwa David membencinya, tetapi dia tidak berharap bahwa ketika kata-kata ini benar-benar diucapkan dari mulut David, dia baru menyadari bahwa David benar-benar ingin dia mati.
"Aku bisa menandatangani ..." Bella mencoba menelan kepahitan di hatinya, dia mencintai David selama sepuluh tahun, tetapi yang akhirnya dia dapatkan adalah hasil seperti ini, dia menyeka wajahnya, "Bulan depan adalah ulang tahun pernikahan empat tahun kita, juga hari ulang tahun ayahmu, dia selalu sangat baik padaku, biarkan aku menemaninya untuk ulang tahun terakhir, ini juga adalah untuk membayar kembali kebaikannya padaku selama bertahun-tahun."
"Bella! Jangan menipuku!"
"Aku tidak menipu, aku serius," Bella mengambil nafas dalam-dalam, dan jantungnya sudah mencapai dasar. Karena itu tidak dapat ditarik lagi, maka tidak ada artinya lagi jika dia tetap bersikeras. "Juga sisa beberapa hari lagi, cinta tetap bertahan selama seratus malam, anggap saja itu permintaan terakhirku."
Tatapan David melintas, menghindari tatapannya.
Tidak tahu kenapa, hanya sesaat, tatapan Bella yang tulus membuatnya memiliki rasa keakraban.
"Sebaiknya kamu ingat apa yang telah kamu katakan, Bella, kamu harus ingat, ini adalah kesempatan terakhirmu, aku tidak akan mengampunimu lagi."
Tiba-tiba, seorang dokter mendorong pintu dan masuk dengan terburu-buru. "Direktur David, rupanya kamu disini! Gawat! Nona Cindy tiba-tiba mengalami pendarahan hebat, dan anak itu mungkin tidak dapat dipertahankan lagi!"
David langsung berdiri dan berkata, "Apa yang kalian lakukan? Bagaimana kalian mengobatinya? Kenapa ada pendarahan besar?"
Dokter tidak berani menyangkal kata-katanya, hanya bisa meminta maaf: "Maaf direktur David, tetapi itu adalah hal yang mengancam jiwa, masih lebih penting untuk menyelamatkan Nona Cindy! Dia kehilangan banyak darah dan sangat membutuhkan transfusi darah, tetapi rumah sakit kami sudah tidak tersedia golongan darah jenis itu. Butuh setidaknya setengah jam untuk mengirim darah dari rumah sakit lain, saya khawatir akan ada satu kematian dan dua nyawa... "
Sekujur tubuh David dingin: "Apakah masih ada cara lain? Tidak peduli berapa pun harganya, pastikan untuk menjaga dia dan anaknya!"
"Masih ada satu cara lain, yaitu segera mengumpulkan sukarelawan donor darah, tetapi golongan darah nona Cindy sedikit istimewa, saat ini, hanya ada satu orang di rumah sakit ini yang cocok dengan golongan darahnya." Dokter menoleh dan melihat papan tanda yang tergantung di depan tempat tidur, matanya tiba-tiba menjadi cerah: "Bella? Ya, dia! Golongan darahnya cocok dengan nona Cindy!"
Pandangan David menyapu Bella dan menarik diri Bella: "Pakailah punyanya, ambillah seberapa banyak yang Anda bisa."
"Tidak bisa direktur David..." Dokter berkata, "Tubuh nona Bella masih sangat lemah, tubuhnya sudah kekurangan banyak darah, jika masih mengambil darah darinya, saya takut dia juga akan berada dalam bahaya..."
Pergelangan tangan Bella dibelenggu di telapak tangannya, sangat sakit.
Dia bukan anemia, dia hanya baru saja menjual darah, lebih dari dua kali lipat jumlah orang normal!
Dia memandang David dengan antusias, apakah David benar-benar ingin menggunakan hidupnya untuk mengganti hidup Cindy? Di mata David, dia tidak lebih baik daripada kakak perempuannya, bahkan jika Cindy...
“Apakah ada pengaruh jika memakai darahnya?” David bertanya.
Dokter buru-buru menjawab: "Pasti ada, dan dampaknya sangat besar, jumlah darah dalam tubuh nona Bella sudah sangat sedikit, dan sangat mungkin menyebabkan koma atau kematian..."
“Siapa yang bertanya tentangnya?” David mengernyitkan alisnya, “Saya itu bertanya, sekarang dia sakit, dan Cindy menggunakan darahnya, akankah itu berdampak pada anak di perutnya?”
"Ehm....... Ini tidak masalah. Setelah darah dipompa keluar, kita akan mensterilkannya dan memasukkannya ke tubuh nona Cindy."
"Baguslah," David menariknya dari bangsal ke ruang transfusi darah, "Pompalah, jika dia benar-benar mati---"
Hati Bella dibelenggu: "David, jangan..."
Suara David menghancurkan ilusi terakhirnya: "Dia adalah istri sahku. Jika dia benar-benar mati, rumah sakit tidak harus bertanggung jawab."
Novel Terkait
Pernikahan Kontrak
JennyBaby, You are so cute
Callie WangMenantu Bodoh yang Hebat
Brandon LiYama's Wife
ClarkMy Charming Lady Boss
AndikaMenunggumu Kembali
NovanLove And Pain, Me And Her
Judika DenadaMy Cold Wedding×
- Bab 1 Pernikahan Yang Hancur
- Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
- Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
- Bab 4 Kamu Menggangap Saya Tidak Berani Membunuhmu?
- Bab 5 Musuh Yang Tidak Dapat Di Kalahkannya
- Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
- BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
- Bab 8 Asalkan Bisa Menyelamatkan Satu Nyawa
- Bab 9 Harga Dirinya Terjual
- Bab 10 Ini Adalah Takdir Wanita
- Bab 11 Orang Lain Tidak Menginginkanmu, Tetapi Aku Menginginkanmu
- Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
- Bab 13 Berikan Kompensasi Anqila Pada Cindy
- Bab 14 Kebeneran Berdarah
- Bab 15 Melihat Ke Belakang
- Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
- Bab 17 Aku akan Memenuhinya dalam Waktu Satu Hari
- Bab 18 Diluar Kebenaran
- Bab 19 Aku Tidak Membunuh
- Bab 20 Kehidupan Di Penjara
- Bab 21 Video Pengawasan
- Bab 22 Pertempuran Pertama
- Bab 23 Dia Tidak Mengecewakanku, Rupanya Cukup Ganas
- Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
- Bab 25 Kehidupan Yang Berantakan
- Bab 26 Kenyataan Memaksaku Untuk Menjadi Cuek
- Bab 27 Kehangatan yang Lama Tak di Rasakan
- Bab 28 Besok Kita Cerai
- Bab 29 Bukannya Aku Tak Pernah Berusaha
- Bab 30 Aku Tak Melihat Apapun
- Bab 31 Sahabat Wanita Yang Antusias
- Bab 32 Aku Sudah Cukup Dipermalukan
- Bab 33 Gosip Yang Merajalela Di Dunia Maya
- Bab 34 Kamu Ada Bukti Apa Berani Mengatainya
- Bab 35 Aku Menunggu Surat Pengadilanmu
- Bab 36 Grup A dan B
- Bab 37 Karyawan Sementara
- Bab 38 Masih Ingat Impianku Waktu Kecil?
- Bab 39 Kamu Tidak Aman Sendirian
- Bab 40 Masalah Reputasi Individu
- Bab 41 Siapa Bilang Kamu Tidak Mampu Membelinya
- Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
- Bab 43 Keputusan Bukan Ditangannya
- Bab 44 Bahaya Ketika Mabuk
- Bab 45 Keluar Dari Mulut Harimau
- BAB 46 Rahasia ANQILA
- Bab 47 Bella, Kemari!
- Bab 48 Meskipun Aku Dijual, Aku Juga Tidak Akan Mau Uangmu
- Bab 49 Kalau Begitu Tidak Usah Cerai
- Bab 50 Aku Bukanlah Anqila
- Bab 51 Pesta Makan Menjelang Perceraian
- Bab 52 Sepertinya Ia Tidak Terburu-buru Untuk Bercerai
- Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia
- Bab 54 Ide Yang Cukup Bagus
- Bab 55 Aku Memiliki Cara untuk Menangkapmu Kembali
- Bab 56 Tangan Mana yang Menyentuhnya?
- Bab 57 Selera Yang Aneh
- Bab 58 Sengaja Mempersulit
- Bab 59 Spesifikasi Bercerai
- Bab 60 Bersiap Untuk Pergi Keluar Negeri
- Bab 61 Dia Sedang Mandi, Ada Perlu Apa, Sampaikan Saja Padaku
- Bab 62 Uangnya, Anggap Saja Aku Yang Meminjamnya Darimu
- Bab 63 Bella Akan Kembali Kujaga
- Bab 64 Mungkinkah Hamil?
- Bab 65 Lahir Kalau Memang Ada
- Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
- Bab 67 Apakah Kamu Merasa Sekotor Itu?
- Bab 68 Panggil Saya Suamimu
- Bab 69 Karena Sudah Tidak Peduli, Baru Bisa Sesadis Ini
- Bab 70 Masa Lampau Itu
- Bab 71 Selamat Tinggal,David
- Bab 72 Perceraian
- Bab 73 Petemuan Ini Seperti Takdir
- Bab 74 Kenapa Tidak Berani Melihatku
- Bab 75 Menjadi Kekasihku
- Bab76 Dia Tidak Punya Kaki Sampai Harus Di Antar?
- Bab 77 Aku Memberikanmu Satu Kali Kesempatan Untuk Mencintaiku
- Bab 78 Dijual Ke David
- Bab 79 Hanya Menyampaikan Ini, Jaga Diri Dengan Baik
- Bab 80 Perjodohan
- Bab 81 Adegan Familiar
- Bab 82 Petani Dan Ular
- Bab 83 Ini Hanya Kompensasi
- Bab 84 Mulai Sementara
- Bab 85 Menjalankannya Bersama Akan Ada Hasil
- Bab 86 Bella, Jalan Kita Masih Panjang
- Bab 87 Anak Tidaklah Bersalah
- Bab 88 Jika Ini Semua Bukanlah Cinta
- Bab 89 Kakak Ipar
- Bab 90 Identifikasi Orang Tua-Anak
- Bab 91 Kamu Hanya Menganggap Saya Masa Lalu
- Bab 92 Lagu Ulang Tahun
- Bab 93 Bersama Dalam Kesulitan
- Bab 94 Saya Tidak Bilang Selesai
- Bab 95 Willy
- Bab 96 Kita Menikah Kembali
- Bab 97 Atas Dasar Wanita Saya
- Bab 98 Balas Dendam Cindy
- Bab 99 Aku Tidak Taruhan Dengan Orang Gila
- Bab 100 Apakah Kamu Pernah Mencintaiku?
- Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
- Bab 102 Aku Adalah Bajingan
- Bab 103 Aku Tahu Kamu Tidak Mencintai Aku
- Bab 104 Mimpi Besar Dan Belum Tersadar
- Bab 105 Berakting
- Bab 106 Bella, Aku Datang Mencarimu
- Bab 107 Jangan Usir Aku
- Bab 108 Pertunjukkan dari Ketiga Laki-laki
- Bab 109 Konfrontasi Kamar Mandi
- Bab 110 Bajingan Kecil
- Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
- Bab 112 Ibu-Anak Anti-View
- Bab 113 David Adalah Lelakiku
- Bab 114 Jika Kamu Tak Buka, Aku Yang Bantu Membukanya
- Bab 115 Kejujuran
- Bab 116 Aku Pasti Bisa Membawamu Ke Puncak
- Bab 117 Harga Diriku Melarangku Mengulangi Kesalahan Yang Sama
- Bab 118 Kembalilah, Ya?
- Bab 119 Menikah Dengan Sekali Lagi
- Bab 120 Kita Menikah Saja
- Bab 121 Tidak Bisa Berhasil Belajar
- Bab 122 Gembi Gu Dalam Bahaya
- Bab 123 Aku Ingin Kamu dengan Senang Hati Menikah Denganku
- Bab 124 Mulai Hari Ini, Kamu Harus Selalu Berada di Sampingku
- Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya
- Bab 126 Keadaan Yang Baik
- Bab 127 Semua Ini Karena Sup Ayam
- Bab 128 Di Antara Kita Mana Ada Lagi Hubungan Keluarga Yang Bisa Dianggap
- Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat
- Bab 130 Akulah Alasannya
- Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata
- Bab 132 Menggoda
- Bab 133 Mengulang Trik Lama
- Bab 134 Aku Pernah Mencintaimu
- Bab 135 Bawa Aku Pergi
- Bab 136 Ayuk Ke Pantai
- Bab 137 Pembunuh
- Bab 138 Melarang
- Bab 139 Pergilah, Aku Membiarkanmu Pergi
- Bab 140 Kecepatan Hidup dan Mati
- Bab 141 Kali Ini, Giliranku Yang Menunggumu
- Bab 142 Patah Hati
- Bab 143 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 144 Aku Hanya Mau Satu Jawaban
- Bab 145 Memulai Kehidupan Baru
- Bab 146 Negara Asing
- Bab 147 Jika Suatu Hari Nanti Aku Bisa Melupakannya
- Bab 148 Tom
- Bab 149 Di Dunia Ini, Mana Ada Begitu Banyak
- Bab 150 Ditakdirkan Bersama tapi Terpisah oleh Lautan
- Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
- Bab 152 Aku Membencinya, Aku Mencintainya
- Bab 153 Reinkarnasi Kehidupan
- Bab 154 Aku Akan Membayarnya dengan Segala Milikku
- Bab 155 Kembali ke Negeri Asal
- Bab 156 Berpapasan yang Terlewatkan
- Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu
- Bab 158 Eric Lee
- Bab 159 Dia Adalah Sumber Segala Ketakutanku
- Bab 160 Jangan Menolakku Ya
- Bab 161 Pada Akhirnya Kembali Bertemu
- Bab 162 Kamu Masih Membenciku
- Bab 163 Bintang di Langit, Dia di Hati
- Bab 164 Hanya Masa Lalu
- Bab 165 Tidak Ada Satupun Yang Bisa Dibandingkan Dengannya
- Bab 166 Aku Hanya Ingin Berbuat Baik Kepadamu
- Bab 167 Menebus Kesalahan
- Bab 168 Hebat
- Bab 169 Pengajaran Berkualitas
- Bab 170 Hai Orang Asing
- Bab 171 Mengadu Kecerdasan dan Keberanian
- Bab 172 Masih Ada Berapa Lama Waktu Dihabiskan Untuk Merasa Kesal
- Bab 173 Kapitalis Jahat
- Bab 174 Hati Kecil
- Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
- Bab 176 Tuan Kelima
- Bab 177 Identitas Nino
- Bab 178 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan
- Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
- Bab 180 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan (3)
- Bab 181 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya
- Bab 182 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (5)
- Bab 183 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (6)
- Bab 184 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (7)
- Bab 185 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (8)
- Bab 186 Karnaval Terakhir
- Bab 187 Pertaruhan Hidup
- Bab 188 Biar Aku yang Menemanimu Mati
- Bab 189 Jangan Tanya Tentang Masa Depan
- Bab 190 Epilog
- Bab 190 Epilog (2)
- Bab 191 Epilog (Benar) (1)
- Bab 191 Epilog (Benar) (2)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (1)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (2)
- Bab 193 Wawancara Suami Istri
- Bab 194 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (7)
- Bab 195 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (8)
- Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)