My Cold Wedding - Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
Subuh pagi, langit masih hampar kabut tebal.
David Li memandang lautan yang tak berujung, mendengar cerita bos kapal yang terus mengoceh, "Yaitu ada seorang gadis cantik, bersikeras naik kapalku ... Ada peluang untuk mendapat uang dan tidak mengambilnya bodoh bukan? Menambah satu orang di kapalku juga tidak ada bedanya, hanya tinggal dibuat bagus, ditambah keseimbangan, pasti tidak akan menjadi masalah."
Asisten Albert memerintahkan beberapa pengawal untuk memindahkan semua kotak ke atas daratan.
Bos kapal segera menahannya, "Eh, eh, eh, kalian sedang apa? Semua barang ini sudah saya janjikan, jika tidak segera diantar maka akan terlambat! Jika binatang laut ini rusak selama perjalanan apa kalian bisa menggantinya?!"
"Aku yang ganti," David Li tiba-tiba berkata dengan suara serak, semalam dia merokok cukup banyak, sehingga bicara pun terasa susah, "Berapa harganya, sebutkan angkanya kepadaku, kapalmu dan barang-barang ini, semuanya aku beli."
Bos kapal langsung senang, hari ini akhirnya bertemu dengan orang bodoh, ia berkata dengan kejam, "Tidak banyak, (sekitar 3,9 M)"
"Baik," David Li menjawab tanpa ragu, ia menyodorkan cek kepada bos kapal, "Ini (sekitar 5,9 M), sekalian ceritakan secara rinci kejadian pada hari itu."
Bos kapal dengan gembira mengambil cek tersebut, lalu memasukannya ke dalam kantong, dengan maksimal melayani dewa uang di hadapannya, "Hari itu, gadis tersebut lari dengan panik, napasnya tidak teratur, bahkan sepatunya pun hilang. Lalu dia hanya berpikir memikirkan untuk menaruh semua uang ke dalam pelukanku, dengan wajah kasihan memohonku untuk membawanya pergi. Saat itu kapal sudah akan berangkat, dan karena kasihan melihat gadis itu, maka aku menyetujuinya ..."
Asisten Albert Zhou mendengar, lalu dengan dingin menyindir, "Huh, karena kasihan atau karena diberikan banyak uang?"
Bos kapal terpegok, dengan wajah pura-pura lupa berkata, "Dua duanya ..."
"Albert," David Li mengerutkan dahi dengan tidak senang, "Jangan memotong pembicaraan."
Asisten Albert Zhou mengelus-elus hidungnya, "Baik."
David Li mempersilakan bos kapal lagi, "Teruskan."
Bos kapal melihat senyuman sinis dari Asisten Albert Zhou, lalu melanjutkan, "Kapal memuat seorang manusia, dia juga tidak punya dokumen, jika ketahuan maka bisa dipenjara, jadi aku memasukannya ke dalam kotak kayu, ditaruh bersama dengan binatang laut ... Itu, yang tadi kalian pindahkan ke daratan."
David Li jelas sekali terlihat panik, "Lanjutkan, katakan yang penting saja."
"Selanjutnya sampai di pelabuhan Melbourne, aku mengantarnya hingga pelabuhan, menaruh semua barang-barang kemudian kembali lagi ke sini."
"Kemana dia pergi setelah sampai pelabuhan?"
"Mana aku tahu?" Bos kapal mengerucutkan bibir, "Setelah dia turun, aku hanya menetap sebentar lalu kembali lagi. Tuan ini, apa Anda juga ingin mengantar orang ke sana? Aku bisa membantu! Hanya saja perlu sedikit uang kerja keras ... Hehehe."
David Li dengan kesal melambaikan tangan.
Petunjuk ini terputuskan lagi.
Asisten Albert Zhou menemukan kapal yang mengantar Bella menuju Melbourne, namun tidak juga menemukan hal lain.
Tanah yang begitu besar, jika Bella berniat untuk bersembunyi, maka apa yang bisa diperbuat David Li?
Karena kesal yang tak tertahankan, David Li kembali mencari rokok, namun kantongnya tidak ada apa-apa, kosong. Mengingat kemarin telah membuang semua persediaan, David Li semakin merasa kesal, dengan wajah ditekuk ia mengulurkan tangan kepada Albert Zhou, "Albert, rokok."
Asisten Albert Zhou tidak berani menolak, namun tetap menasehati, "Direktur, Anda dulu tidak merokok ... Tiba-tiba merokok begitu banyak sepertinya tidak terlalu baik ..."
David Li menaruh rokok yang dijepit di antara jari telunjuk dan manisnya ke dalam mulut, dinyalakan, bau nikotin seketika dapat membuatnya tenang.
"Tidak merokok, lalu aku masih bisa melakukan apa?" David Li tertawa pahit, dari mulutnya tercium bau rokok, "Pagi hari aku masih bisa menyibukkan diri dengan pekerjaan, namun sampai malam hari, bayangannya akan selalu muncul di benakku."
Asisten Albert Zhou tidak berkata apapun, setengah tahun ini, direktur setiap hari bekerja seperti robot, setiap hari bekerja lebih dari 12 jam, obat tidur yang dimakan semakin banyak, sudah sampai di titik bahaya, namun insomnianya semakin parah setiap hari, tidak ada obat yang bisa mengobati.
Hanya merokok. Satu malam ia bisa merokok hingga 10 bungkus lebih rokok, baru bisa menenangkan diri untuk tidak menjadi gila.
David Li sambil menjepit rokok di jarinya, menunjuk kotak kayu yang terletak di samping, "Kotak yang saat itu menampungnya, yang mana?"
Bos kapal mengacak-acak rambutnya, "Sudah begitu lama, tentu saja sudah lupa ..."
Hatinya terasa semakin berat.
Namun dia tidak menyerah, tetap bertanya, "Saat kamu bertemu dengannya, apa tubuhnya ada luka?"
"Ada! Sekujur tubuhnya berdarah ... Oh, aku bertanya kenapa kemejanya basah, gadis itu menjawabku dengan lemah, kemeja itu awalnya berwarna putih, namun terkena darah, menjadi basah dan menempel pada tubuh." Bos kapal teringat kejadian itu, juga merasa sedikit sedih.
Gerakan David Li yang sedang merokok terhenti, ia mulai batuk dengan hebat, hingga matanya menjadi merah dan berair.
Mobil menabraknya, kekuatan yang sebesar itu, luka pada tubuhnya pasti sangatlah besar, bukan?
Ditambah lagi, dalam perutnya masih ada bayi ....
Bagaimana perasaan Bella meninggalkan tanah yang membuatnya tidak ingin kembali lagi ini?
Lalu dengan keyakinan apa, yang membuatnya lebih rela mati di negara lain, mati di perjalanan laut, menaruhkan hidupnya, hingga bersikeras meninggalkan David Li?
David Li menutup mulutnya dengan tangan, dan meringkukkan tubuh menjadi satu gumpalan kecil.
Area jantung yang terasa sakit membuatnya sesak napas.
"Direktur ..." Asisten Albert Zhou dengan panik memeriksanya.
David Li mengentikan, "Jangan kemari ... Biarkan aku menenangkan diri dulu ..."
"Direktur, nyonya muda baik dan dalam penjagaan yang di atas, nona Gu bukankah juga telah membocorkan bahwa nyonya muda masih hidup, dia pasti ada di Australia, kita cari lagi ..."
"Albert," David Li menutup wajahnya, dengan suara sedih berkata, "Aku benar-benar tidak tahu, apa harus lanjut mencarinya atau tidak. Dia pergi dengan rasa benci yang mendalam dariku, aku sudah tidak punya hak lagi untuk memohonnya kembali ke sisiku."
Asisten Albert Zhou termenung, "Tapi direktur ... Nyonya muda terluka begitu parah, sendirian di Australia juga tidak mempunyai sandaran pada siapapun ..."
"Fiuh ..." David Li mengusap wajahnya, lalu berdiri, "Yang kamu katakan benar, dia masih membutuhkanku, asalkan dia masih ... Maka aku harus menemukannya."
Tahun pertama sudah hampir selesai, Bella dengan nilai A pada semua mata pelajaran, naik tingkat dengan lancar.
Dosen kagum pada kepintarannya, melanggar aturan dan membiarkannya ikut pelajaran berkaitan dengan S2, Bella sangat senang, bekerja di toko bebek panggang juga jadi sangat semangat.
Bibi Mei melihat Bella yang sedang tidak sibuk, menyenggol bahunya, dan dengan tatapan mata menunjuk pada kedai kopi di seberang, "Pria itu telah melihatmu sepanjang sore ini, apa dia tertarik padamu?"
Bella tertawa, namun tidak berkata apa-apa, pertanda setuju.
Bibi Mei langsung mengerti, "Bocah itu lumayan tampan, tinggi pula, dilihat-lihat juga sepertinya anak baik, menurut bibi Mei boleh juga."
Bella kehilangan senyumnya, Bibi Mei sepertinya tidak tahu, 'Anak baik' yang dikatakan Bibi Mei, menjalankan bisnis apa dalam negeri.
"Oh iya, Echo, putra dari anak perempuanku lusa sudah genap berumur satu tahun, nanti aku dan paman Zay akan pergi ke Sydney membantu menjaga cucu, toko ini mungkin akan ditutup ..." Bibi Mei dengan nada bersalah berkata, "Kukenalkan tempat kerja yang baru bagaimana?"
Novel Terkait
This Isn't Love
YuyuCinta Yang Paling Mahal
Andara EarlyBeautiful Lady
ElsaLoving The Pain
AmardaCinta Seorang CEO Arogan
MedellineMy Cold Wedding×
- Bab 1 Pernikahan Yang Hancur
- Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
- Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
- Bab 4 Kamu Menggangap Saya Tidak Berani Membunuhmu?
- Bab 5 Musuh Yang Tidak Dapat Di Kalahkannya
- Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
- BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
- Bab 8 Asalkan Bisa Menyelamatkan Satu Nyawa
- Bab 9 Harga Dirinya Terjual
- Bab 10 Ini Adalah Takdir Wanita
- Bab 11 Orang Lain Tidak Menginginkanmu, Tetapi Aku Menginginkanmu
- Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
- Bab 13 Berikan Kompensasi Anqila Pada Cindy
- Bab 14 Kebeneran Berdarah
- Bab 15 Melihat Ke Belakang
- Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
- Bab 17 Aku akan Memenuhinya dalam Waktu Satu Hari
- Bab 18 Diluar Kebenaran
- Bab 19 Aku Tidak Membunuh
- Bab 20 Kehidupan Di Penjara
- Bab 21 Video Pengawasan
- Bab 22 Pertempuran Pertama
- Bab 23 Dia Tidak Mengecewakanku, Rupanya Cukup Ganas
- Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
- Bab 25 Kehidupan Yang Berantakan
- Bab 26 Kenyataan Memaksaku Untuk Menjadi Cuek
- Bab 27 Kehangatan yang Lama Tak di Rasakan
- Bab 28 Besok Kita Cerai
- Bab 29 Bukannya Aku Tak Pernah Berusaha
- Bab 30 Aku Tak Melihat Apapun
- Bab 31 Sahabat Wanita Yang Antusias
- Bab 32 Aku Sudah Cukup Dipermalukan
- Bab 33 Gosip Yang Merajalela Di Dunia Maya
- Bab 34 Kamu Ada Bukti Apa Berani Mengatainya
- Bab 35 Aku Menunggu Surat Pengadilanmu
- Bab 36 Grup A dan B
- Bab 37 Karyawan Sementara
- Bab 38 Masih Ingat Impianku Waktu Kecil?
- Bab 39 Kamu Tidak Aman Sendirian
- Bab 40 Masalah Reputasi Individu
- Bab 41 Siapa Bilang Kamu Tidak Mampu Membelinya
- Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
- Bab 43 Keputusan Bukan Ditangannya
- Bab 44 Bahaya Ketika Mabuk
- Bab 45 Keluar Dari Mulut Harimau
- BAB 46 Rahasia ANQILA
- Bab 47 Bella, Kemari!
- Bab 48 Meskipun Aku Dijual, Aku Juga Tidak Akan Mau Uangmu
- Bab 49 Kalau Begitu Tidak Usah Cerai
- Bab 50 Aku Bukanlah Anqila
- Bab 51 Pesta Makan Menjelang Perceraian
- Bab 52 Sepertinya Ia Tidak Terburu-buru Untuk Bercerai
- Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia
- Bab 54 Ide Yang Cukup Bagus
- Bab 55 Aku Memiliki Cara untuk Menangkapmu Kembali
- Bab 56 Tangan Mana yang Menyentuhnya?
- Bab 57 Selera Yang Aneh
- Bab 58 Sengaja Mempersulit
- Bab 59 Spesifikasi Bercerai
- Bab 60 Bersiap Untuk Pergi Keluar Negeri
- Bab 61 Dia Sedang Mandi, Ada Perlu Apa, Sampaikan Saja Padaku
- Bab 62 Uangnya, Anggap Saja Aku Yang Meminjamnya Darimu
- Bab 63 Bella Akan Kembali Kujaga
- Bab 64 Mungkinkah Hamil?
- Bab 65 Lahir Kalau Memang Ada
- Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
- Bab 67 Apakah Kamu Merasa Sekotor Itu?
- Bab 68 Panggil Saya Suamimu
- Bab 69 Karena Sudah Tidak Peduli, Baru Bisa Sesadis Ini
- Bab 70 Masa Lampau Itu
- Bab 71 Selamat Tinggal,David
- Bab 72 Perceraian
- Bab 73 Petemuan Ini Seperti Takdir
- Bab 74 Kenapa Tidak Berani Melihatku
- Bab 75 Menjadi Kekasihku
- Bab76 Dia Tidak Punya Kaki Sampai Harus Di Antar?
- Bab 77 Aku Memberikanmu Satu Kali Kesempatan Untuk Mencintaiku
- Bab 78 Dijual Ke David
- Bab 79 Hanya Menyampaikan Ini, Jaga Diri Dengan Baik
- Bab 80 Perjodohan
- Bab 81 Adegan Familiar
- Bab 82 Petani Dan Ular
- Bab 83 Ini Hanya Kompensasi
- Bab 84 Mulai Sementara
- Bab 85 Menjalankannya Bersama Akan Ada Hasil
- Bab 86 Bella, Jalan Kita Masih Panjang
- Bab 87 Anak Tidaklah Bersalah
- Bab 88 Jika Ini Semua Bukanlah Cinta
- Bab 89 Kakak Ipar
- Bab 90 Identifikasi Orang Tua-Anak
- Bab 91 Kamu Hanya Menganggap Saya Masa Lalu
- Bab 92 Lagu Ulang Tahun
- Bab 93 Bersama Dalam Kesulitan
- Bab 94 Saya Tidak Bilang Selesai
- Bab 95 Willy
- Bab 96 Kita Menikah Kembali
- Bab 97 Atas Dasar Wanita Saya
- Bab 98 Balas Dendam Cindy
- Bab 99 Aku Tidak Taruhan Dengan Orang Gila
- Bab 100 Apakah Kamu Pernah Mencintaiku?
- Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
- Bab 102 Aku Adalah Bajingan
- Bab 103 Aku Tahu Kamu Tidak Mencintai Aku
- Bab 104 Mimpi Besar Dan Belum Tersadar
- Bab 105 Berakting
- Bab 106 Bella, Aku Datang Mencarimu
- Bab 107 Jangan Usir Aku
- Bab 108 Pertunjukkan dari Ketiga Laki-laki
- Bab 109 Konfrontasi Kamar Mandi
- Bab 110 Bajingan Kecil
- Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
- Bab 112 Ibu-Anak Anti-View
- Bab 113 David Adalah Lelakiku
- Bab 114 Jika Kamu Tak Buka, Aku Yang Bantu Membukanya
- Bab 115 Kejujuran
- Bab 116 Aku Pasti Bisa Membawamu Ke Puncak
- Bab 117 Harga Diriku Melarangku Mengulangi Kesalahan Yang Sama
- Bab 118 Kembalilah, Ya?
- Bab 119 Menikah Dengan Sekali Lagi
- Bab 120 Kita Menikah Saja
- Bab 121 Tidak Bisa Berhasil Belajar
- Bab 122 Gembi Gu Dalam Bahaya
- Bab 123 Aku Ingin Kamu dengan Senang Hati Menikah Denganku
- Bab 124 Mulai Hari Ini, Kamu Harus Selalu Berada di Sampingku
- Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya
- Bab 126 Keadaan Yang Baik
- Bab 127 Semua Ini Karena Sup Ayam
- Bab 128 Di Antara Kita Mana Ada Lagi Hubungan Keluarga Yang Bisa Dianggap
- Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat
- Bab 130 Akulah Alasannya
- Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata
- Bab 132 Menggoda
- Bab 133 Mengulang Trik Lama
- Bab 134 Aku Pernah Mencintaimu
- Bab 135 Bawa Aku Pergi
- Bab 136 Ayuk Ke Pantai
- Bab 137 Pembunuh
- Bab 138 Melarang
- Bab 139 Pergilah, Aku Membiarkanmu Pergi
- Bab 140 Kecepatan Hidup dan Mati
- Bab 141 Kali Ini, Giliranku Yang Menunggumu
- Bab 142 Patah Hati
- Bab 143 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 144 Aku Hanya Mau Satu Jawaban
- Bab 145 Memulai Kehidupan Baru
- Bab 146 Negara Asing
- Bab 147 Jika Suatu Hari Nanti Aku Bisa Melupakannya
- Bab 148 Tom
- Bab 149 Di Dunia Ini, Mana Ada Begitu Banyak
- Bab 150 Ditakdirkan Bersama tapi Terpisah oleh Lautan
- Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
- Bab 152 Aku Membencinya, Aku Mencintainya
- Bab 153 Reinkarnasi Kehidupan
- Bab 154 Aku Akan Membayarnya dengan Segala Milikku
- Bab 155 Kembali ke Negeri Asal
- Bab 156 Berpapasan yang Terlewatkan
- Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu
- Bab 158 Eric Lee
- Bab 159 Dia Adalah Sumber Segala Ketakutanku
- Bab 160 Jangan Menolakku Ya
- Bab 161 Pada Akhirnya Kembali Bertemu
- Bab 162 Kamu Masih Membenciku
- Bab 163 Bintang di Langit, Dia di Hati
- Bab 164 Hanya Masa Lalu
- Bab 165 Tidak Ada Satupun Yang Bisa Dibandingkan Dengannya
- Bab 166 Aku Hanya Ingin Berbuat Baik Kepadamu
- Bab 167 Menebus Kesalahan
- Bab 168 Hebat
- Bab 169 Pengajaran Berkualitas
- Bab 170 Hai Orang Asing
- Bab 171 Mengadu Kecerdasan dan Keberanian
- Bab 172 Masih Ada Berapa Lama Waktu Dihabiskan Untuk Merasa Kesal
- Bab 173 Kapitalis Jahat
- Bab 174 Hati Kecil
- Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
- Bab 176 Tuan Kelima
- Bab 177 Identitas Nino
- Bab 178 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan
- Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
- Bab 180 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan (3)
- Bab 181 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya
- Bab 182 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (5)
- Bab 183 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (6)
- Bab 184 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (7)
- Bab 185 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (8)
- Bab 186 Karnaval Terakhir
- Bab 187 Pertaruhan Hidup
- Bab 188 Biar Aku yang Menemanimu Mati
- Bab 189 Jangan Tanya Tentang Masa Depan
- Bab 190 Epilog
- Bab 190 Epilog (2)
- Bab 191 Epilog (Benar) (1)
- Bab 191 Epilog (Benar) (2)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (1)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (2)
- Bab 193 Wawancara Suami Istri
- Bab 194 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (7)
- Bab 195 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (8)
- Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)