My Cold Wedding - Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
Setelah mandi membenahi diri, membawa tubuhnya yang sudah sangat letih kembali ke kamar, Bella melongo, kedua kakinya tiba-tiba melemas tanpa ia mampu kontrol, kunci yang ada di tangannya ia genggam begitu erat, hingga membuat tangannya memucat.
David duduk dengan santai, sudut bibirnya sedikit terangkat, tapi tatapan matanya begitu dingin menatap Bella, seperti sedang mencari lubang masalah pada Bella, “Aku salah karena menganggap kecil dirimu, dan kamu ternyata begitu cepat sudah berhasil menggoda James.”
Bella mulai gemetaran, dia melangkah mundur, dan menumbur dada bodyguard David yang keras seperti baja, sekumpulan bodyguard sudah berdiri mengelilinginya mentupi jalan pintu keluar, ya, Bella sekarang sudah tidak memiliki jalan keluar.
Tawa David begitu serampangan: “Apakah kamu bahagia?”
“Tidak, aku tidak...” Bella dengan ragu maju selangkah, berkata: “Tuan David, aku akan berusaha secepat mungkin meninggalkan kota H, sungguh, aku akan pergi sekarang, aku mohon lepaskan keluarga kami.”
“Setelah menemani James tidur, lalu berhasil mengumpulkan uang untuk meninggalkan tempat ini?” David tertawa dingin, deru nafasnya terdengar begitu kasar: “Kamu kira setelah menemukan orang yang bisa di andalkan, aku jadi tidak berani menyentuhmu?”
Tangan David yang besar menjambak rambut Bella, lalu mendorongnya ke samping: “Bella, kamu bagaimana bisa begitu murahan sama seperti anjing, melihat siapapun akan menggoyangkan ekor meminta belas kasihan.”
Bella terjatuh di atas tanah, hatinya terasa sakit mendengar perkataan David: “Iya, aku memang murahan, tuan David, kalau kamu membunuhku kamu sama saja sedang mengotori tanganmu, jadi lepaskan saja aku, anggap saja aku anjing liar yang kamu buang.”
“Heh,” David tertawa hambar: “Aku sudah berubah pikiran, karena kamu sebelumnya tidak pergi, jadi untuk selamanya jangan pernah berpikir untuk pergi, tinggal disini seumur hidupmu dengan menjadi anjing! Kalau kamu ketahuan melarikan diri dari sini, tunggu saja keluargamu dan adik laki-lakimu akan ku buat hancur!”
Bella menatap David tidak percaya atas apa yang baru saja dia dengar, dan kembali memohon pada David: “Jangan, aku mohon jangan, aku tidak akan melarikan diri, aku akan tetap di sini menerima pembalasanmu, jangan sentuh adik laki-lakiku, aku mohon...”
Lampu menggelap, jadi semua karena bodyguardnya yang masuk ke ruangan kecil menutupi cahaya lampu dengan sangat rapat.
Ruang yang begitu kecil, dan masuk belasan orang berbadan kekar ke dalam, Bella terasa terimpit, dan dia tiba-tiba memiliki firasat buruk, dia tidak berhenti berjalan mundur ke sudut menghindari orang-orang itu, tidak mempedulikan lagi rasa sakitnya, kembali memohon: “Apa yang mau kalian perbuat?”
“Orang-orang yang hanya tahu makan itu tidak bisa memuaskanmu, aku sudah membantumu mencari beberapa orang yang bertenaga,” David duduk di atas kursi dengan kaki menyilang, tawanya begitu menyeramkan: “Beberapa bodyguard ini tubuhnya sangat kuat, dibanding pria pengecut di ruangan itu, mereka lebih kuat, Nona Bella mau tidak mencoba?”
Mata Bella melotot karena ketakutan, tak menyangka David menyuruhnya dengan bodyguard...
“Tidak bisa, aku bisa mati kalau begini...” Tubuh Bella meringkuk, sekuat tenaga menggelengkan kepalanya.
“Anqila karena ini mati!” Mata David begitu dingin, dengan suara keras berkata: “Derita yang dirasakan Anqila, kamu juga harus merasakannya! Kalian masih bengong apa, tidak tahu ya bagaimana cara memperkosa wanita?”
Para bodyguard mulai berjalan melaksanakan perintah David, tapi ada beberapa yang masih maju mundur, seolah ragu, hingga mendengar teriakan David, mereka baru mendorong Bella hingga ke tanah, mengoyaki baju Bella.
Bella dengan panik berteriak, “Lepaskan aku, kalian cepat lepaskan aku, siapapun tolong aku--”
Tidak ada orang yang menjawabnya, tidak ada orang yang bisa menyelamatkannya.
Anqila mati, dia hidup, dan ini adalah karma untuk seumur hidupnya, asal dia masih hidup, maka dia akan selamanya menanggung kemarahan David.
“David, Anqila di langit melihatmu, dia tidak akan suka dengan sikapmu yang sekarang!”
Dasi di gulung bulat lalu di masukkan ke dalam mulut Bella, tangan David menampar keras wajah Bella, “Jangan bahas Anqila, namanya yang keluar dari mulutmu, baginya adalah sebuah hinaan.”
Suara David terdengar begitu berat: “Baik-baik 'memperlakukan' nona Bella, kalau dia masih bernafas, kalian akan tahu apa akibatnya.”
Maksud dari David adalah menyuruh mereka menyiksa Bella sampai mati?
Mata Bella melotot, dari bibirnya hanya terdengar 'Uhuh', kata-katanya tak terdengar karena mulutnya yang tersumbat, David keluar dari kamar kecil itu, pintu mulai tertutup membawa pergi harapannya.
Pakaianya yang menutup dada hingga perut sudah tersingkap, Bella pada akhirnya tidak bisa melarikan dirinya dari takdir ini.
Bella dengan putus asa berpikir, benar kata-kata James, orang lain bisa menyelamatkannya satu atau dua kali, tapi pada akhirnya tak ada yang bisa setiap kali menyelamatkannya di waktu yang tepat.
Bella salah, dan kesalahannya adalah karena jatuh cinta pada David yan tidak mencintainya.
Dari kecil sampai besar, segala kegembiraan dan kesedihan, keberuntungan dan penghinaannya semua terhubung pada diri, jatuh hingga di kondisi saat ini, semua adalah balasan atas apa yang telah dia perbuat.
Kalau kematiannya bisa membuat David lega, melepaskan keluarganya, kalau begitu, biarlah seperti ini.
Bella menutup matanya, tidak melawan lagi.
Anqila, bawa aku pergi, tunggu aku sampai di surga, aku akan meminta maaf padamu langsung, menebus segala dosaku padamu.
Di sebelah dinding kamar, David mendengar suara di balik kamar, meneguk setengah botol bir whisky yang kadar alkoholnya kuat, bunyi suara Peng menaruh botol bir di atas meja, abu rokok di asbak berterbangan lalu kembali jatuh ke dalam asbak.
Tok tok tok, bunyi pintu di ketuk.
David mengernyitkan dahinya: “Siapa?”
“Tuan David, saya datang mengantar bir untuk anda.”
Vanny mengenakan baju cheongsam merah membawa nampan yang berisi berbagai macam bir anggur merah yang sudah di mix oleh bartender, bagian bawah dress cheongsamnya koyak menyilang hingga sepinggang, menampakkan kakinya yang putih, bagian depan dadanya cekung ke depan, belahan dadanya terlihat jelas, ketika dia menundukkan badan menumpahkan bir, dadanya tiak berhenti bergetar, suaranya yang manis terdengar menjijikkan: “Tuan David, ini adalah bir yang baru datang di klub malam kami, nama birnya 'Mabuk dan Bermimpi', tuan mau mencobanya?”
David mengangkat kepalanya, wajah mungil yang cantik dan bercahaya tersenyum tipis, tangan putihnya yang lembut membawa nampan berisikan gelas minum berbentuk piala, membawanya hingga ke depan David, tiba-tiba kedua tangannya gemetaran, gelas birnya terbalik, cairan berwarna merah segar jatuh dan tumpah di daerah pangkal paha David, suara Vanny “Duh”, tangan kecilnya naik ke atas lalu turun ke bawah, dari nada suaranya tidak terdengar tulus meminta maaf: “Maafkan saya, semuanya salah saya, saya akan membantu tuan membersihkannya...”
Mata David merah, tangannya memegang dagu pelayan, memanfaatkan cahaya lampu pink melihat jelas wajah pelayan, “Operasi plastik dimana?”
Wajahnya, mirip sekali dengan Anqila.
Wajahnya belum pulih sempurna sudah tidak sabar untuk naik ke atas ranjang David?
Klub malam, dimana berita sangat cepat tersebar, banyak akal, terlebih dalam memahami pria.
Dahi Vanny mengkerut, berlagak lugu: “Apa yang tuan David katakan, saya tidak mengerti, wajah saya sebelumnya sudah seperti ini, walaupun tidak sebanding dengan kecantikan wajahnya, tapi bisa jadi tuan suka yang seperti ini...”
Tangan mungilnya yang lembut membuka resleting celana David, mencoba memancing David yang mulai panas: “Duh, di dalam sudah basah, saya bantu tuan David untuk mengelapnya ya.” Kedua tangannya seperti mengurut sambil mengelap ke atas ke bawah, dan sesuai keinginannya, dia merasakan tubuh David semakin memanas, Vanny semakin berani dan berdiri: “Air bir sangat lengket, sepertinya lebih baik di cuci, tapi di dalam kamar tidak ada air, atau kalau tidak saya bantu tuan menjilatnya...Uh--”
Dagunya di cengkeram keras David, sakitnya hingga membuat alis matanya mengkerut.
Tangan David penuh tenaga, melihat wajahnya yang mirip dengan Anqila pelan-pelan berubah aneh, bentuknya tak lagi sama, dalam hati David merasa begitu jijik: “Menyingkir dari sini!”
Vanny yang di buang keluar dari kamar, merasa terhina dan malu, menutupi wajahnya dan meninggalkan tempat itu, sebelum melewati kamar Bella, dia tiba-tiba menghentikan langkahnya.
Dengar-dengar Bella adalah mantan istri dari tuan David?
Kesimpulan ini membuatnya tidak senang!
Vanny memperbaiki penampilannya, lalu mendorong pintu masuk.
Cahaya masuk menyinari mata Bella, membuatnya silau dan mulai membuka mata, dan selanjutnya dia melongo, menjadi kaku.
Berdiri di depannya, adalah kakaknya?
Kakak, kamu sungguh datang dan ingin membawaku pergi ya?
Novel Terkait
Istri Pengkhianat
SubardiPRIA SIMPANAN NYONYA CEO
Chantie LeeYour Ignorance
YayaMy Charming Wife
Diana AndrikaMenunggumu Kembali
NovanMy Goddes
Riski saputroCinta Dibawah Sinar Rembulan
Denny AriantoMy Cold Wedding×
- Bab 1 Pernikahan Yang Hancur
- Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
- Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
- Bab 4 Kamu Menggangap Saya Tidak Berani Membunuhmu?
- Bab 5 Musuh Yang Tidak Dapat Di Kalahkannya
- Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
- BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
- Bab 8 Asalkan Bisa Menyelamatkan Satu Nyawa
- Bab 9 Harga Dirinya Terjual
- Bab 10 Ini Adalah Takdir Wanita
- Bab 11 Orang Lain Tidak Menginginkanmu, Tetapi Aku Menginginkanmu
- Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
- Bab 13 Berikan Kompensasi Anqila Pada Cindy
- Bab 14 Kebeneran Berdarah
- Bab 15 Melihat Ke Belakang
- Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
- Bab 17 Aku akan Memenuhinya dalam Waktu Satu Hari
- Bab 18 Diluar Kebenaran
- Bab 19 Aku Tidak Membunuh
- Bab 20 Kehidupan Di Penjara
- Bab 21 Video Pengawasan
- Bab 22 Pertempuran Pertama
- Bab 23 Dia Tidak Mengecewakanku, Rupanya Cukup Ganas
- Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
- Bab 25 Kehidupan Yang Berantakan
- Bab 26 Kenyataan Memaksaku Untuk Menjadi Cuek
- Bab 27 Kehangatan yang Lama Tak di Rasakan
- Bab 28 Besok Kita Cerai
- Bab 29 Bukannya Aku Tak Pernah Berusaha
- Bab 30 Aku Tak Melihat Apapun
- Bab 31 Sahabat Wanita Yang Antusias
- Bab 32 Aku Sudah Cukup Dipermalukan
- Bab 33 Gosip Yang Merajalela Di Dunia Maya
- Bab 34 Kamu Ada Bukti Apa Berani Mengatainya
- Bab 35 Aku Menunggu Surat Pengadilanmu
- Bab 36 Grup A dan B
- Bab 37 Karyawan Sementara
- Bab 38 Masih Ingat Impianku Waktu Kecil?
- Bab 39 Kamu Tidak Aman Sendirian
- Bab 40 Masalah Reputasi Individu
- Bab 41 Siapa Bilang Kamu Tidak Mampu Membelinya
- Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
- Bab 43 Keputusan Bukan Ditangannya
- Bab 44 Bahaya Ketika Mabuk
- Bab 45 Keluar Dari Mulut Harimau
- BAB 46 Rahasia ANQILA
- Bab 47 Bella, Kemari!
- Bab 48 Meskipun Aku Dijual, Aku Juga Tidak Akan Mau Uangmu
- Bab 49 Kalau Begitu Tidak Usah Cerai
- Bab 50 Aku Bukanlah Anqila
- Bab 51 Pesta Makan Menjelang Perceraian
- Bab 52 Sepertinya Ia Tidak Terburu-buru Untuk Bercerai
- Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia
- Bab 54 Ide Yang Cukup Bagus
- Bab 55 Aku Memiliki Cara untuk Menangkapmu Kembali
- Bab 56 Tangan Mana yang Menyentuhnya?
- Bab 57 Selera Yang Aneh
- Bab 58 Sengaja Mempersulit
- Bab 59 Spesifikasi Bercerai
- Bab 60 Bersiap Untuk Pergi Keluar Negeri
- Bab 61 Dia Sedang Mandi, Ada Perlu Apa, Sampaikan Saja Padaku
- Bab 62 Uangnya, Anggap Saja Aku Yang Meminjamnya Darimu
- Bab 63 Bella Akan Kembali Kujaga
- Bab 64 Mungkinkah Hamil?
- Bab 65 Lahir Kalau Memang Ada
- Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
- Bab 67 Apakah Kamu Merasa Sekotor Itu?
- Bab 68 Panggil Saya Suamimu
- Bab 69 Karena Sudah Tidak Peduli, Baru Bisa Sesadis Ini
- Bab 70 Masa Lampau Itu
- Bab 71 Selamat Tinggal,David
- Bab 72 Perceraian
- Bab 73 Petemuan Ini Seperti Takdir
- Bab 74 Kenapa Tidak Berani Melihatku
- Bab 75 Menjadi Kekasihku
- Bab76 Dia Tidak Punya Kaki Sampai Harus Di Antar?
- Bab 77 Aku Memberikanmu Satu Kali Kesempatan Untuk Mencintaiku
- Bab 78 Dijual Ke David
- Bab 79 Hanya Menyampaikan Ini, Jaga Diri Dengan Baik
- Bab 80 Perjodohan
- Bab 81 Adegan Familiar
- Bab 82 Petani Dan Ular
- Bab 83 Ini Hanya Kompensasi
- Bab 84 Mulai Sementara
- Bab 85 Menjalankannya Bersama Akan Ada Hasil
- Bab 86 Bella, Jalan Kita Masih Panjang
- Bab 87 Anak Tidaklah Bersalah
- Bab 88 Jika Ini Semua Bukanlah Cinta
- Bab 89 Kakak Ipar
- Bab 90 Identifikasi Orang Tua-Anak
- Bab 91 Kamu Hanya Menganggap Saya Masa Lalu
- Bab 92 Lagu Ulang Tahun
- Bab 93 Bersama Dalam Kesulitan
- Bab 94 Saya Tidak Bilang Selesai
- Bab 95 Willy
- Bab 96 Kita Menikah Kembali
- Bab 97 Atas Dasar Wanita Saya
- Bab 98 Balas Dendam Cindy
- Bab 99 Aku Tidak Taruhan Dengan Orang Gila
- Bab 100 Apakah Kamu Pernah Mencintaiku?
- Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
- Bab 102 Aku Adalah Bajingan
- Bab 103 Aku Tahu Kamu Tidak Mencintai Aku
- Bab 104 Mimpi Besar Dan Belum Tersadar
- Bab 105 Berakting
- Bab 106 Bella, Aku Datang Mencarimu
- Bab 107 Jangan Usir Aku
- Bab 108 Pertunjukkan dari Ketiga Laki-laki
- Bab 109 Konfrontasi Kamar Mandi
- Bab 110 Bajingan Kecil
- Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
- Bab 112 Ibu-Anak Anti-View
- Bab 113 David Adalah Lelakiku
- Bab 114 Jika Kamu Tak Buka, Aku Yang Bantu Membukanya
- Bab 115 Kejujuran
- Bab 116 Aku Pasti Bisa Membawamu Ke Puncak
- Bab 117 Harga Diriku Melarangku Mengulangi Kesalahan Yang Sama
- Bab 118 Kembalilah, Ya?
- Bab 119 Menikah Dengan Sekali Lagi
- Bab 120 Kita Menikah Saja
- Bab 121 Tidak Bisa Berhasil Belajar
- Bab 122 Gembi Gu Dalam Bahaya
- Bab 123 Aku Ingin Kamu dengan Senang Hati Menikah Denganku
- Bab 124 Mulai Hari Ini, Kamu Harus Selalu Berada di Sampingku
- Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya
- Bab 126 Keadaan Yang Baik
- Bab 127 Semua Ini Karena Sup Ayam
- Bab 128 Di Antara Kita Mana Ada Lagi Hubungan Keluarga Yang Bisa Dianggap
- Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat
- Bab 130 Akulah Alasannya
- Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata
- Bab 132 Menggoda
- Bab 133 Mengulang Trik Lama
- Bab 134 Aku Pernah Mencintaimu
- Bab 135 Bawa Aku Pergi
- Bab 136 Ayuk Ke Pantai
- Bab 137 Pembunuh
- Bab 138 Melarang
- Bab 139 Pergilah, Aku Membiarkanmu Pergi
- Bab 140 Kecepatan Hidup dan Mati
- Bab 141 Kali Ini, Giliranku Yang Menunggumu
- Bab 142 Patah Hati
- Bab 143 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 144 Aku Hanya Mau Satu Jawaban
- Bab 145 Memulai Kehidupan Baru
- Bab 146 Negara Asing
- Bab 147 Jika Suatu Hari Nanti Aku Bisa Melupakannya
- Bab 148 Tom
- Bab 149 Di Dunia Ini, Mana Ada Begitu Banyak
- Bab 150 Ditakdirkan Bersama tapi Terpisah oleh Lautan
- Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
- Bab 152 Aku Membencinya, Aku Mencintainya
- Bab 153 Reinkarnasi Kehidupan
- Bab 154 Aku Akan Membayarnya dengan Segala Milikku
- Bab 155 Kembali ke Negeri Asal
- Bab 156 Berpapasan yang Terlewatkan
- Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu
- Bab 158 Eric Lee
- Bab 159 Dia Adalah Sumber Segala Ketakutanku
- Bab 160 Jangan Menolakku Ya
- Bab 161 Pada Akhirnya Kembali Bertemu
- Bab 162 Kamu Masih Membenciku
- Bab 163 Bintang di Langit, Dia di Hati
- Bab 164 Hanya Masa Lalu
- Bab 165 Tidak Ada Satupun Yang Bisa Dibandingkan Dengannya
- Bab 166 Aku Hanya Ingin Berbuat Baik Kepadamu
- Bab 167 Menebus Kesalahan
- Bab 168 Hebat
- Bab 169 Pengajaran Berkualitas
- Bab 170 Hai Orang Asing
- Bab 171 Mengadu Kecerdasan dan Keberanian
- Bab 172 Masih Ada Berapa Lama Waktu Dihabiskan Untuk Merasa Kesal
- Bab 173 Kapitalis Jahat
- Bab 174 Hati Kecil
- Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
- Bab 176 Tuan Kelima
- Bab 177 Identitas Nino
- Bab 178 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan
- Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
- Bab 180 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan (3)
- Bab 181 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya
- Bab 182 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (5)
- Bab 183 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (6)
- Bab 184 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (7)
- Bab 185 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (8)
- Bab 186 Karnaval Terakhir
- Bab 187 Pertaruhan Hidup
- Bab 188 Biar Aku yang Menemanimu Mati
- Bab 189 Jangan Tanya Tentang Masa Depan
- Bab 190 Epilog
- Bab 190 Epilog (2)
- Bab 191 Epilog (Benar) (1)
- Bab 191 Epilog (Benar) (2)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (1)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (2)
- Bab 193 Wawancara Suami Istri
- Bab 194 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (7)
- Bab 195 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (8)
- Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)