My Cold Wedding - Bab 148 Tom
Di Australia, hari-hari berjalan cepat seperti air.
Johan masih sering datang ke restoran bebek panggang Paman Zay dan Bibi Mei, dia juga membawa banyak pelanggan, Paman Zay setiap hari mengambil lebih banyak bebek di dermaga, dan Bella dan Bibi Mei juga sangat sibuk setiap hari.
Hanya ada tiga kamar di toko kecil itu. Setelah Melly datang, dia tinggal bersama Bella, Bella belajar dan mengerjakan PR biasanya di malam hari, lampu menyala membuat Melly juga tidurnya tidak nyenyak.
Bella pindah keluar dari toko itu dan menyewa satu kamar kecil.
Paman Zay dan Bibi Mei mengusulkan untuk mensubsidi sedikit biaya sewa, dan semuanya ditolak oleh Bella.
Pada hari dia pindah rumah, cuacanya agak mendung.
Dia membawa koper kosongnya ke tempat tinggal barunya, secara tidak sengaja malah menemukan bayi anjing yang baru lahir tapi ditinggalkan di luar rumah.
Matanya belum terbuka, suaranya sehalus nyamuk, dan ada kaki belakang yang tidak berkembang dengan baik, tergeletak dengan lembut di tanah, seluruh tubuhnya kurus dan hanya tersisa kulit yang membungkusi tulang.
Bella mengadopsinya, memberinya nama Tom.
Tom sangat ceria, dan di bawah asuhan Bella dengan cepat dia membulat, tubuh kecil itu berdaging, dan pada malam hari dia akan mengerang minta digendong, saat tidur Bella akan memeluknya, dan setelah berhasil dia akan menghela nafas lega.
Anjing itu juga dapat membedakan siapa yang baik dengannya, Tom suka terus menempel dengan Bella, pagi hari saat Bella di kelas belajar, Tom duduk di luar kelas dan menunggunya. Sore hari saat Bella sudah selesai kelas, Bella pergi ke restoran bebek panggang untuk bekerja, Tom juga pergi bersamanya. Sendirian mengejar ekor sendiri bermain.
Tiga bulan kemudian, Tom tumbuh menjadi anak anjing setengah ukuran dewasa. Ketika dia masih kecil, warna tubuhnya abu-abu dan abu-abu, tidak terlihat jelas jenisnya. Baru saat itulah dia tahu kalau Tom anjing Shiba Inu.
Shiba Inu yang bulunya berwarna abu-abu, berkilau, dengan satu kaki yang cacat.
Bella meminta Bibi Mei untuk beberapa pakaian tua dan membuat penutup pelindung tebal untuk kaki Tom yang terluka, jangan sampai dia menghancurkan kakinya di tanah sambil berjalan. Tom sepertinya mengerti maksudnya Bella. Dia dengan menurutnya membiarkan Bella mengurus kakinya, dan sekali-sekali dia melihat ke belakang ke menjilat tangannya.
Satu orang dan satu anjing, bergantung satu sama lain, pada awalnya ini gambar yang indah.
Tapi di tengah malam mimpi itu kembali, Bella beberapa kali terbangun dari mimpi, memegang tubuh Tom yang kecil dan lembut, tapi hatinya seperti tenggelam di Samudra Pasifik yang dingin.
Jika anaknya masih hidup, seharusnya dia sudah lahir pada saat ini.
Dia seharusnya lahir di bulan September, seorang gadis kecil atau mungkin juga seorang anak lelaki kecil yang tampan, dia bisa menangis dan tertawa.
Dia dulu pernah menamai anak pertamanya Tom, tapi dia sudah pergi ke surga. Kemudian dia hamil lagi, dia masih ingin menggunakan nama ini, tapi masih tidak bisa mempertahankannya.
Kedua Tom sudah meninggalkannya, dan berubah menjadi Tom yang sekarang tinggal bersamanya.
Sudut matanya basah, Tom menjilat air mata yang dia teteskan.
Dia tersenyum dan menggosok kepala Tom, "Nak, kamu harus tumbuh dewasa dengan sehat."
Tom lanjut menjilat tangannya dan masuk ke pelukannya dan tertidur.
Keesokan harinya adalah akhir pekan, dia tidak perlu masuk kelas, dia punya waktu tidur yang jarang didapatkan. Dan akhirnya terbangun oleh suara panggilan Tom.
Tom menggonggong seperti anak-anak pada pintu, dia terlihat cemas.
Bella langsung mengambil sebatang stik hanger baju di tangan saya, dan berjalan perlahan dengan penuh kewaspadaan.
Phak phak phak ——
Pintunya digedor seperti suara gempa.
Tom sangat takut dan menyusut ke sisinya.
"Jangan takut...." Bella menaikkan suaranya dan mengajukan pertanyaan, "Siapa?"
Pintu itu digedor lebih keras lagi, "Bella, buka pintunya!"
Itu adalah Bahasa mandarin! Dan ...
Bella membuka pintu dan terkejut, "James Tang?"
James Tang terbungkus mantel kotor, dan sebuah topi menutupi kepalanya. Ketika dia melihat Bella, dia sudah tidak bisa menahannya lagi, "Percaya padaku! Kamu seorang wanita benar-benar..... " Dia masuk ke dalam ruangan dan melihat-lihat, "Apakah ada orang lain di rumahmu? "
"Tidak," Bella membuka pintu, "Masuklah."
Kamar kecil itu sama sekali tidak memiliki ruang tamu atau kamar tidur, jadi Bella berusaha membersihkan kamarnya sedikit dan mengeluarkan bangku kecil untuknya dan dia sendiri berdiri di sampingnya.
James Tang mengulurkan jari-jarinya dan menunjuk ke Bella. Dia tidak bisa mengatakan apa-apa untuk waktu yang lama.
Bella memberikan penjelasan dengan lemahnya, "Saya tidak bermaksud menipu Anda..."
"Tidak bermaksud? Gembi seperti orang tidak ada kerjaan berlari pergi ke bandara, menggantikan kamu untuk naik pesawat?" James Tang menyeringai, "Hei, aku bilang bahwa kamu benar-benar tidak tahu bahaya, bahkan berani menyelundup?! Apa Anda tahu bahwa ini bisa dipenjara! "
Bella diam, "... Saya tahu."
“Kamu... Hei, aku tidak tahu bagaimana mengatakannya padamu, Gembi juga orang yang otaknya tersumbat, bagaimana pun tidak mau mengatakannya, jika adikku tidak mengatakan kalau dia melihat seorang wanita yang mirip seperti kamu di dermaga, diperkirakan seumur hidup ini saya benar-benar tidak akan pernah melihatmu lagi. " James Tang melepas pakaian kotornya dan berjalan ke samping, duduk dengan kedua kaki terpisah, dan mengerutkan alisnya" Bagaimana kamu bisa hidup di tempat yang begitu kecil? "
Auranya terlalu kuat, dan Tom menggigil ketakutan.
"Tidak kecil," Bella menggendong Tom, dan sesekali membelainya, "Aku tinggal sendirian, sudah cukup."
“Bagaimana dengan saya?” James Tang dengan membencinya berkata, “Saya tahu Anda adalah seorang wanita yang melakukan sesuatu dengan tegas, saya berlarian kesini untuk mencari Anda, apa Anda akan membiarkan saya tidur di jalan?”
"Ini Melbourne."
"Kenapa dengan Melbourne, apakah jalanan Melbourne dibuat oleh Simmons?"
Bella tidak berdaya, "Jalan utama Melbourne tidak memperbolehkan orang tidur, yang tidur disitu akan dibawa ke tahanan."
"Oh, tempramenku yang jelek ini-" James Tang menggulung lengan bajunya. "Sudah kubilang, Bella. Mood tuan ke-9 masih sangat tidak stabil. Ketika aku secara emosional tidak stabil, itu sangat mengerikan! Bagaimana bisa aku bilang aku orang besar sekarang? Kamu gadis kecil, perhatikan cara bicaramu ke saya. "
Bella hampir saja tertawa, lalu menunjuk ke pakaian rusak yang dia lemparkan ke tanah, "Apakah kamu orang besar dari geng pengemis?"
"Pergi, pergi, pergi, apa yang kamu tahu! Ini warna populer sekarang, disebut hitam coklat!" T James Tang diam-diam mengutuk, "Warna kecoklatan apa yang istimewa, tidak sebagus kulit hitam Laozi, lebih banyak pria yang lebih stylish"
Bella tersenyum, melepaskan Tom untuk membersihkan tempat tidur.
"Kamu tidur di sini malam ini."
James Tang meremas matanya, "Tidur bersama?"
Bella tidak marah, "Saya pergi tidur di toko tempat saya bekerja, beberapa hari ini bisnis di toko kebetulan sedang sibuk, saya bisa pergi membantu."
"Tunggu, aku baru saja datang dan kamu pergi!"
Bella menghela nafas, "Kita sudah bertemu, saya di sini hidup dengan sangat baik, Anda besok kembalilah."
James Tang tidak berkata, "Kamu begitu tidak inginnya melihatku?"
"Tidak," Bella dengan enggan menarik bibirnya, "Saya tidak ingin terlibat dengan masa lalu, saya pikir Anda akan mengerti."
James Tang dengan beratnya menganggukkan kepala, "Saya mengerti, jadi saya sudah memecat saudara-saudaraku. Saya datang menyeberangi lautan untuk menemani Anda di negara kangguru. Bagaimana perasaanmu? Tidakkah kamu merasa tersentuh? Apa Anda ingin menangis di dalam pelukan saya dan bilang kamu ingin menikah denganku?"
Orang ini, uh ...
Bella benar-benar kehabisan kata-kata, "Apa yang sudah Anda lakukan sebelumnya bukanlah masalah serius. Berkeliaran di dunia gelap yang abu-abu, membubarkannya juga hal yg bagus. Hanya saja... Saya khawatir, David akan mengacu pada keberadaan Anda untuk datang mencariku."
Novel Terkait
Aku bukan menantu sampah
Stiw boyMy Only One
Alice SongSee You Next Time
Cherry BlossomAfter Met You
AmardaMy Secret Love
Fang FangDoctor Stranger
Kevin WongUntouchable Love
Devil BuddySi Menantu Dokter
Hendy ZhangMy Cold Wedding×
- Bab 1 Pernikahan Yang Hancur
- Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
- Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
- Bab 4 Kamu Menggangap Saya Tidak Berani Membunuhmu?
- Bab 5 Musuh Yang Tidak Dapat Di Kalahkannya
- Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
- BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
- Bab 8 Asalkan Bisa Menyelamatkan Satu Nyawa
- Bab 9 Harga Dirinya Terjual
- Bab 10 Ini Adalah Takdir Wanita
- Bab 11 Orang Lain Tidak Menginginkanmu, Tetapi Aku Menginginkanmu
- Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
- Bab 13 Berikan Kompensasi Anqila Pada Cindy
- Bab 14 Kebeneran Berdarah
- Bab 15 Melihat Ke Belakang
- Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
- Bab 17 Aku akan Memenuhinya dalam Waktu Satu Hari
- Bab 18 Diluar Kebenaran
- Bab 19 Aku Tidak Membunuh
- Bab 20 Kehidupan Di Penjara
- Bab 21 Video Pengawasan
- Bab 22 Pertempuran Pertama
- Bab 23 Dia Tidak Mengecewakanku, Rupanya Cukup Ganas
- Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
- Bab 25 Kehidupan Yang Berantakan
- Bab 26 Kenyataan Memaksaku Untuk Menjadi Cuek
- Bab 27 Kehangatan yang Lama Tak di Rasakan
- Bab 28 Besok Kita Cerai
- Bab 29 Bukannya Aku Tak Pernah Berusaha
- Bab 30 Aku Tak Melihat Apapun
- Bab 31 Sahabat Wanita Yang Antusias
- Bab 32 Aku Sudah Cukup Dipermalukan
- Bab 33 Gosip Yang Merajalela Di Dunia Maya
- Bab 34 Kamu Ada Bukti Apa Berani Mengatainya
- Bab 35 Aku Menunggu Surat Pengadilanmu
- Bab 36 Grup A dan B
- Bab 37 Karyawan Sementara
- Bab 38 Masih Ingat Impianku Waktu Kecil?
- Bab 39 Kamu Tidak Aman Sendirian
- Bab 40 Masalah Reputasi Individu
- Bab 41 Siapa Bilang Kamu Tidak Mampu Membelinya
- Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
- Bab 43 Keputusan Bukan Ditangannya
- Bab 44 Bahaya Ketika Mabuk
- Bab 45 Keluar Dari Mulut Harimau
- BAB 46 Rahasia ANQILA
- Bab 47 Bella, Kemari!
- Bab 48 Meskipun Aku Dijual, Aku Juga Tidak Akan Mau Uangmu
- Bab 49 Kalau Begitu Tidak Usah Cerai
- Bab 50 Aku Bukanlah Anqila
- Bab 51 Pesta Makan Menjelang Perceraian
- Bab 52 Sepertinya Ia Tidak Terburu-buru Untuk Bercerai
- Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia
- Bab 54 Ide Yang Cukup Bagus
- Bab 55 Aku Memiliki Cara untuk Menangkapmu Kembali
- Bab 56 Tangan Mana yang Menyentuhnya?
- Bab 57 Selera Yang Aneh
- Bab 58 Sengaja Mempersulit
- Bab 59 Spesifikasi Bercerai
- Bab 60 Bersiap Untuk Pergi Keluar Negeri
- Bab 61 Dia Sedang Mandi, Ada Perlu Apa, Sampaikan Saja Padaku
- Bab 62 Uangnya, Anggap Saja Aku Yang Meminjamnya Darimu
- Bab 63 Bella Akan Kembali Kujaga
- Bab 64 Mungkinkah Hamil?
- Bab 65 Lahir Kalau Memang Ada
- Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
- Bab 67 Apakah Kamu Merasa Sekotor Itu?
- Bab 68 Panggil Saya Suamimu
- Bab 69 Karena Sudah Tidak Peduli, Baru Bisa Sesadis Ini
- Bab 70 Masa Lampau Itu
- Bab 71 Selamat Tinggal,David
- Bab 72 Perceraian
- Bab 73 Petemuan Ini Seperti Takdir
- Bab 74 Kenapa Tidak Berani Melihatku
- Bab 75 Menjadi Kekasihku
- Bab76 Dia Tidak Punya Kaki Sampai Harus Di Antar?
- Bab 77 Aku Memberikanmu Satu Kali Kesempatan Untuk Mencintaiku
- Bab 78 Dijual Ke David
- Bab 79 Hanya Menyampaikan Ini, Jaga Diri Dengan Baik
- Bab 80 Perjodohan
- Bab 81 Adegan Familiar
- Bab 82 Petani Dan Ular
- Bab 83 Ini Hanya Kompensasi
- Bab 84 Mulai Sementara
- Bab 85 Menjalankannya Bersama Akan Ada Hasil
- Bab 86 Bella, Jalan Kita Masih Panjang
- Bab 87 Anak Tidaklah Bersalah
- Bab 88 Jika Ini Semua Bukanlah Cinta
- Bab 89 Kakak Ipar
- Bab 90 Identifikasi Orang Tua-Anak
- Bab 91 Kamu Hanya Menganggap Saya Masa Lalu
- Bab 92 Lagu Ulang Tahun
- Bab 93 Bersama Dalam Kesulitan
- Bab 94 Saya Tidak Bilang Selesai
- Bab 95 Willy
- Bab 96 Kita Menikah Kembali
- Bab 97 Atas Dasar Wanita Saya
- Bab 98 Balas Dendam Cindy
- Bab 99 Aku Tidak Taruhan Dengan Orang Gila
- Bab 100 Apakah Kamu Pernah Mencintaiku?
- Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
- Bab 102 Aku Adalah Bajingan
- Bab 103 Aku Tahu Kamu Tidak Mencintai Aku
- Bab 104 Mimpi Besar Dan Belum Tersadar
- Bab 105 Berakting
- Bab 106 Bella, Aku Datang Mencarimu
- Bab 107 Jangan Usir Aku
- Bab 108 Pertunjukkan dari Ketiga Laki-laki
- Bab 109 Konfrontasi Kamar Mandi
- Bab 110 Bajingan Kecil
- Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
- Bab 112 Ibu-Anak Anti-View
- Bab 113 David Adalah Lelakiku
- Bab 114 Jika Kamu Tak Buka, Aku Yang Bantu Membukanya
- Bab 115 Kejujuran
- Bab 116 Aku Pasti Bisa Membawamu Ke Puncak
- Bab 117 Harga Diriku Melarangku Mengulangi Kesalahan Yang Sama
- Bab 118 Kembalilah, Ya?
- Bab 119 Menikah Dengan Sekali Lagi
- Bab 120 Kita Menikah Saja
- Bab 121 Tidak Bisa Berhasil Belajar
- Bab 122 Gembi Gu Dalam Bahaya
- Bab 123 Aku Ingin Kamu dengan Senang Hati Menikah Denganku
- Bab 124 Mulai Hari Ini, Kamu Harus Selalu Berada di Sampingku
- Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya
- Bab 126 Keadaan Yang Baik
- Bab 127 Semua Ini Karena Sup Ayam
- Bab 128 Di Antara Kita Mana Ada Lagi Hubungan Keluarga Yang Bisa Dianggap
- Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat
- Bab 130 Akulah Alasannya
- Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata
- Bab 132 Menggoda
- Bab 133 Mengulang Trik Lama
- Bab 134 Aku Pernah Mencintaimu
- Bab 135 Bawa Aku Pergi
- Bab 136 Ayuk Ke Pantai
- Bab 137 Pembunuh
- Bab 138 Melarang
- Bab 139 Pergilah, Aku Membiarkanmu Pergi
- Bab 140 Kecepatan Hidup dan Mati
- Bab 141 Kali Ini, Giliranku Yang Menunggumu
- Bab 142 Patah Hati
- Bab 143 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 144 Aku Hanya Mau Satu Jawaban
- Bab 145 Memulai Kehidupan Baru
- Bab 146 Negara Asing
- Bab 147 Jika Suatu Hari Nanti Aku Bisa Melupakannya
- Bab 148 Tom
- Bab 149 Di Dunia Ini, Mana Ada Begitu Banyak
- Bab 150 Ditakdirkan Bersama tapi Terpisah oleh Lautan
- Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
- Bab 152 Aku Membencinya, Aku Mencintainya
- Bab 153 Reinkarnasi Kehidupan
- Bab 154 Aku Akan Membayarnya dengan Segala Milikku
- Bab 155 Kembali ke Negeri Asal
- Bab 156 Berpapasan yang Terlewatkan
- Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu
- Bab 158 Eric Lee
- Bab 159 Dia Adalah Sumber Segala Ketakutanku
- Bab 160 Jangan Menolakku Ya
- Bab 161 Pada Akhirnya Kembali Bertemu
- Bab 162 Kamu Masih Membenciku
- Bab 163 Bintang di Langit, Dia di Hati
- Bab 164 Hanya Masa Lalu
- Bab 165 Tidak Ada Satupun Yang Bisa Dibandingkan Dengannya
- Bab 166 Aku Hanya Ingin Berbuat Baik Kepadamu
- Bab 167 Menebus Kesalahan
- Bab 168 Hebat
- Bab 169 Pengajaran Berkualitas
- Bab 170 Hai Orang Asing
- Bab 171 Mengadu Kecerdasan dan Keberanian
- Bab 172 Masih Ada Berapa Lama Waktu Dihabiskan Untuk Merasa Kesal
- Bab 173 Kapitalis Jahat
- Bab 174 Hati Kecil
- Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
- Bab 176 Tuan Kelima
- Bab 177 Identitas Nino
- Bab 178 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan
- Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
- Bab 180 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan (3)
- Bab 181 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya
- Bab 182 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (5)
- Bab 183 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (6)
- Bab 184 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (7)
- Bab 185 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (8)
- Bab 186 Karnaval Terakhir
- Bab 187 Pertaruhan Hidup
- Bab 188 Biar Aku yang Menemanimu Mati
- Bab 189 Jangan Tanya Tentang Masa Depan
- Bab 190 Epilog
- Bab 190 Epilog (2)
- Bab 191 Epilog (Benar) (1)
- Bab 191 Epilog (Benar) (2)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (1)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (2)
- Bab 193 Wawancara Suami Istri
- Bab 194 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (7)
- Bab 195 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (8)
- Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)