My Cold Wedding - Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
Dia masih ingat bahwa ketika dia berusia tujuh tahun, ayahnya menggendongnya dan meletakkannya di leher ayahnya sebelum pergi, dan menggunakan kepalanya untuk mengusap perut Dani Tang, menyebabkannya terkikik.
Sang ayah berkata, "Dani Tang, Ayah ingin pergi keluar dan mencari uang. Ketika selesai, Ayah akan membawamu ke kota untuk membeli rumah dan membiarkanmu bersekolah di sekolahan yang terbaik."
Hanya sampai disana, dia tidak pernah menunggu ayahnya lagi.
Dalam ingatannya, sang ayah kurus, kulitnya kering seperti warna kecap, matanya besar, dan ada cacat pada wajahnya.
Pada saat itu, ia dipanggil Dani Tang.
Sang ayah mengatakan arti nama itu adalah kekayaan yang termahsyur.
Sangat disayangkan bahwa sejak awal,dirumah tidak ada benda apa-apa, di luar rumah yang ada hanyalah tempat tidur kayu yang berantakan dan sebuah kabinet yang terlempar ke luar.
Sang ayah selalu mengatakan bahwa ia akan menghasilkan uang banyak, tetapi ia sejak kecil sampai besar hampir tidak pernah makan dengan kenyang.
Dia tidak tahu seperti apa dunia ini, sampai hari ketiga kepergian ayahnya, sang ibu membawa seorang pria pulang dan mengusirnya untuk keluar dari rumah.
Melalui celah yang retak di jendela, dia melihat pria itu menindih ibunya, menampar wajah ibu, dan satu tamparan dipukul ke pantatnya , senyum serak di tenggorokan, dan ibu sama sekali tidak melawannya, wajah yang begitu menyakitkan berubah menjadi putih pucat. Dan Dia masih saja berjuang untuk melayani pria itu, dan memohon dengan antusias: "Bawa aku, biarkan aku menjual, aku tidak mau tinggal di sini lagi, aku lebih suka keluar dan menjual. Saya tidak ingin mati menyakitkan di sini sepanjang hidup saya. "
James terkadang teringat kejadian itu,dan dia mengagumi dirinya sendiri pada saat itu.
Anak berusia tujuh tahun menyaksikan semua ini dan bisa keluar untuk menceritakan itu semua. Setelah melihat pria itu pergi, jika dia harus pulang, dan meminum bubur yang dibuat oleh ibu dan kemudian pergi tidur.
Sebenarnya malam itu, baik ibu maupun anak tidak dapat tidur dengan nyenyak.
Suara tempat tidur bergerak, dan itu adalah gerakan ibu untuk menyelinap. Dalam kegelapan, dia bisa melihat sang ibu mengemas barang-barang dengan pelan, memegang sepasang gelang emas yang ditinggalkan oleh neneknya di lengannya, dan melipat beberapa lembar uang ke dalam saku, bahkan jam tangan elektronik yang diberikan Ayahpun dibawanya pergi.
Pintu terbuka dan diluar adalah sinar bulan dengan cuaca yang dingin.
Dia berdiri dan menyentuh pisau yang telah disembunyikan dbelakang bantalnya: "Bu, mau ke mana?"
Sang ibu hampir ketakutan dan berteriak: "Apa yang kamu lakukan, tidak tidur di tengah malam untuk menakuti orang!"
Pisau itu tidak terbuka, tetapi bagian atasnya runcing dan memuncak: "Apa kamu akan pergi dengan pria itu, bukan?"
"... Aku hanya ingin pergi, ada apa?" Wanita itu dengan marah berkata : "Ayahmu tidak memiliki keterampilan, dan dia tidak bisa menghasilkan uang dalam hidupnya. Mungkinkah aku hidup miskin bersamanya?"
Dani Tang bereaksi, tetapi dia tidak bisa membiarkan ibunya pergi. Jadi dia berkata, "Jika kamu ingin pergi, silahkan! Tunggu Ayahku kembali, baru kamu boleh pergi."
“Mengapa harus menunggu ayahmu kembali?” Sang ibu dengan lembut melepaskan pisau di tangannya dan berkata dengan lembut, “Dani Tang, kamu dengar kata kata ibu, ibu pergi ke kota dulu, lalu mendapatkan tempat yang pasti dan akan membawamu pergi.” ”
Dia bertanya-tanya: "Benarkah?"
"Tentu saja, aku ibumu, tidak akan membohongimu."
Matanya dengan lembut melihat ke belakang ibunya: "Kanu mengambil segalanya yang berharga, apa yang akan aku makan dengan ayahku?"
Ketika ibu mendengarnya, dia mengubah raut wajahnya: "Kamu adalah penagih utang kecil, dan sama saja seperti Ayahmu. Barang sesedikit inipun tidak bisa kamu berikan, pergi kamu!"
Dia sama sekali tidak pergi, dia mengambil pisau dari tanah dan mengelusnya ke leher ibunya.
Meskipun usianya baru tujuh tahun, ia bisa lebih dari pada orang dewasa, pedang itu memancarkan sinar dingin bawah sinar bulan, membuat wanita itu menjadi takut dan diapun melunakkan kakinya
"Kamu ... Apa yang kamu inginkan?"
"tinggalkan semuanya, dan kamu boleh pergi."
"Kenapa? Barang tua itu sudah mengatakannya, selama aku menikah dengan ayahmu, gelang ini adalah milikku!"
Kemarahan Dani Tang tak terbendung, "Kamu tidak boleh mengatakan Nenek seperti itu!"
Wanita itu terkejut dan ingin berteriak, tetapi takut terdengar oleh tetangga, hanya bisa menahannya: “baik barang barang itu ada dalam barang bawaanku, semua akan kuberikan padamu, ok?”
Dani Tang tetap membuang barang bawaannya, dengan dingin berkata: “aku lihat kamu telah menyembunyikan uang dan gelang emasmu! Ibu aku adalah putramu, apa kamu tidak peduli aku hidup atau mati?”
Wanita itu mendorongnya, mengambil pintu dan berjalan jauh ke luar desa.
Dani Tang seperti seekor anak sapi jengkel, dan dengan menggunakan seluruh kekuatannya dia menjatuhkan ibunya. Ujung pisau itu mendekati lehernya, dan itu seakan akan menusuknya beberapa detik lagi.
Tidak jauh dari sana, pria yang menjemputnya menyelinap dan berbisik, "Bisakah kanu pergi sekarang?"
" Pergi ..." Wanita itu menjerit membuang gelang emas dan uang dilemparkannya ke kejauhan. Dia melihat pria itu berlutut di depan dada putranya dan berkata dengan marah: "Bajingan kecil, kamu adalah bencana, sama seperti ayah Anda, seumur hidup hanya akan menjadi hantu miskin yang tak punya harapan! "
Kalimat ini telah muncul berkali-kali dalam mimpi Dani Tang.
Setelah hari itu, dia tinggal di gubuk yang rusak sendirian, memegang gelang emas dan uang kertas di lengannya, dan tidak melepaskannya.
Dia tahu bahwa dunia ini lebih buruk dari pada martabat adalah kemiskinan.
Dia tidak ingin terus menjadi miskin lagi.
Karena itu, setelah dia kelaparan selama sepuluh hari, Dani menukar semangkuk bubur dengan gelang emasnya dan meninggalkan desa.
Dia tidak tahu bahwa tetangganya melihatnya sebagai seorang penipu, tetapi kemiskinan telah memusnahkan orang orang. Ibunya sendiri seperti itu. Bagaimana dia mengharapkan orang lain?
Jadi dia dengan tenang memakan semangkuk bubur jagung dan memulai perjalanan sendiri
Novel Terkait
Gue Jadi Kaya
Faya SaitamaCinta Yang Berpaling
NajokurataThe Great Guy
Vivi HuangCinta Yang Tak Biasa
WennieCinta Tapi Diam-Diam
RossieJalan Kembali Hidupku
Devan HardiMy Charming Wife
Diana AndrikaMy Cold Wedding×
- Bab 1 Pernikahan Yang Hancur
- Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
- Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
- Bab 4 Kamu Menggangap Saya Tidak Berani Membunuhmu?
- Bab 5 Musuh Yang Tidak Dapat Di Kalahkannya
- Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
- BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
- Bab 8 Asalkan Bisa Menyelamatkan Satu Nyawa
- Bab 9 Harga Dirinya Terjual
- Bab 10 Ini Adalah Takdir Wanita
- Bab 11 Orang Lain Tidak Menginginkanmu, Tetapi Aku Menginginkanmu
- Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
- Bab 13 Berikan Kompensasi Anqila Pada Cindy
- Bab 14 Kebeneran Berdarah
- Bab 15 Melihat Ke Belakang
- Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
- Bab 17 Aku akan Memenuhinya dalam Waktu Satu Hari
- Bab 18 Diluar Kebenaran
- Bab 19 Aku Tidak Membunuh
- Bab 20 Kehidupan Di Penjara
- Bab 21 Video Pengawasan
- Bab 22 Pertempuran Pertama
- Bab 23 Dia Tidak Mengecewakanku, Rupanya Cukup Ganas
- Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
- Bab 25 Kehidupan Yang Berantakan
- Bab 26 Kenyataan Memaksaku Untuk Menjadi Cuek
- Bab 27 Kehangatan yang Lama Tak di Rasakan
- Bab 28 Besok Kita Cerai
- Bab 29 Bukannya Aku Tak Pernah Berusaha
- Bab 30 Aku Tak Melihat Apapun
- Bab 31 Sahabat Wanita Yang Antusias
- Bab 32 Aku Sudah Cukup Dipermalukan
- Bab 33 Gosip Yang Merajalela Di Dunia Maya
- Bab 34 Kamu Ada Bukti Apa Berani Mengatainya
- Bab 35 Aku Menunggu Surat Pengadilanmu
- Bab 36 Grup A dan B
- Bab 37 Karyawan Sementara
- Bab 38 Masih Ingat Impianku Waktu Kecil?
- Bab 39 Kamu Tidak Aman Sendirian
- Bab 40 Masalah Reputasi Individu
- Bab 41 Siapa Bilang Kamu Tidak Mampu Membelinya
- Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
- Bab 43 Keputusan Bukan Ditangannya
- Bab 44 Bahaya Ketika Mabuk
- Bab 45 Keluar Dari Mulut Harimau
- BAB 46 Rahasia ANQILA
- Bab 47 Bella, Kemari!
- Bab 48 Meskipun Aku Dijual, Aku Juga Tidak Akan Mau Uangmu
- Bab 49 Kalau Begitu Tidak Usah Cerai
- Bab 50 Aku Bukanlah Anqila
- Bab 51 Pesta Makan Menjelang Perceraian
- Bab 52 Sepertinya Ia Tidak Terburu-buru Untuk Bercerai
- Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia
- Bab 54 Ide Yang Cukup Bagus
- Bab 55 Aku Memiliki Cara untuk Menangkapmu Kembali
- Bab 56 Tangan Mana yang Menyentuhnya?
- Bab 57 Selera Yang Aneh
- Bab 58 Sengaja Mempersulit
- Bab 59 Spesifikasi Bercerai
- Bab 60 Bersiap Untuk Pergi Keluar Negeri
- Bab 61 Dia Sedang Mandi, Ada Perlu Apa, Sampaikan Saja Padaku
- Bab 62 Uangnya, Anggap Saja Aku Yang Meminjamnya Darimu
- Bab 63 Bella Akan Kembali Kujaga
- Bab 64 Mungkinkah Hamil?
- Bab 65 Lahir Kalau Memang Ada
- Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
- Bab 67 Apakah Kamu Merasa Sekotor Itu?
- Bab 68 Panggil Saya Suamimu
- Bab 69 Karena Sudah Tidak Peduli, Baru Bisa Sesadis Ini
- Bab 70 Masa Lampau Itu
- Bab 71 Selamat Tinggal,David
- Bab 72 Perceraian
- Bab 73 Petemuan Ini Seperti Takdir
- Bab 74 Kenapa Tidak Berani Melihatku
- Bab 75 Menjadi Kekasihku
- Bab76 Dia Tidak Punya Kaki Sampai Harus Di Antar?
- Bab 77 Aku Memberikanmu Satu Kali Kesempatan Untuk Mencintaiku
- Bab 78 Dijual Ke David
- Bab 79 Hanya Menyampaikan Ini, Jaga Diri Dengan Baik
- Bab 80 Perjodohan
- Bab 81 Adegan Familiar
- Bab 82 Petani Dan Ular
- Bab 83 Ini Hanya Kompensasi
- Bab 84 Mulai Sementara
- Bab 85 Menjalankannya Bersama Akan Ada Hasil
- Bab 86 Bella, Jalan Kita Masih Panjang
- Bab 87 Anak Tidaklah Bersalah
- Bab 88 Jika Ini Semua Bukanlah Cinta
- Bab 89 Kakak Ipar
- Bab 90 Identifikasi Orang Tua-Anak
- Bab 91 Kamu Hanya Menganggap Saya Masa Lalu
- Bab 92 Lagu Ulang Tahun
- Bab 93 Bersama Dalam Kesulitan
- Bab 94 Saya Tidak Bilang Selesai
- Bab 95 Willy
- Bab 96 Kita Menikah Kembali
- Bab 97 Atas Dasar Wanita Saya
- Bab 98 Balas Dendam Cindy
- Bab 99 Aku Tidak Taruhan Dengan Orang Gila
- Bab 100 Apakah Kamu Pernah Mencintaiku?
- Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
- Bab 102 Aku Adalah Bajingan
- Bab 103 Aku Tahu Kamu Tidak Mencintai Aku
- Bab 104 Mimpi Besar Dan Belum Tersadar
- Bab 105 Berakting
- Bab 106 Bella, Aku Datang Mencarimu
- Bab 107 Jangan Usir Aku
- Bab 108 Pertunjukkan dari Ketiga Laki-laki
- Bab 109 Konfrontasi Kamar Mandi
- Bab 110 Bajingan Kecil
- Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
- Bab 112 Ibu-Anak Anti-View
- Bab 113 David Adalah Lelakiku
- Bab 114 Jika Kamu Tak Buka, Aku Yang Bantu Membukanya
- Bab 115 Kejujuran
- Bab 116 Aku Pasti Bisa Membawamu Ke Puncak
- Bab 117 Harga Diriku Melarangku Mengulangi Kesalahan Yang Sama
- Bab 118 Kembalilah, Ya?
- Bab 119 Menikah Dengan Sekali Lagi
- Bab 120 Kita Menikah Saja
- Bab 121 Tidak Bisa Berhasil Belajar
- Bab 122 Gembi Gu Dalam Bahaya
- Bab 123 Aku Ingin Kamu dengan Senang Hati Menikah Denganku
- Bab 124 Mulai Hari Ini, Kamu Harus Selalu Berada di Sampingku
- Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya
- Bab 126 Keadaan Yang Baik
- Bab 127 Semua Ini Karena Sup Ayam
- Bab 128 Di Antara Kita Mana Ada Lagi Hubungan Keluarga Yang Bisa Dianggap
- Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat
- Bab 130 Akulah Alasannya
- Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata
- Bab 132 Menggoda
- Bab 133 Mengulang Trik Lama
- Bab 134 Aku Pernah Mencintaimu
- Bab 135 Bawa Aku Pergi
- Bab 136 Ayuk Ke Pantai
- Bab 137 Pembunuh
- Bab 138 Melarang
- Bab 139 Pergilah, Aku Membiarkanmu Pergi
- Bab 140 Kecepatan Hidup dan Mati
- Bab 141 Kali Ini, Giliranku Yang Menunggumu
- Bab 142 Patah Hati
- Bab 143 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 144 Aku Hanya Mau Satu Jawaban
- Bab 145 Memulai Kehidupan Baru
- Bab 146 Negara Asing
- Bab 147 Jika Suatu Hari Nanti Aku Bisa Melupakannya
- Bab 148 Tom
- Bab 149 Di Dunia Ini, Mana Ada Begitu Banyak
- Bab 150 Ditakdirkan Bersama tapi Terpisah oleh Lautan
- Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
- Bab 152 Aku Membencinya, Aku Mencintainya
- Bab 153 Reinkarnasi Kehidupan
- Bab 154 Aku Akan Membayarnya dengan Segala Milikku
- Bab 155 Kembali ke Negeri Asal
- Bab 156 Berpapasan yang Terlewatkan
- Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu
- Bab 158 Eric Lee
- Bab 159 Dia Adalah Sumber Segala Ketakutanku
- Bab 160 Jangan Menolakku Ya
- Bab 161 Pada Akhirnya Kembali Bertemu
- Bab 162 Kamu Masih Membenciku
- Bab 163 Bintang di Langit, Dia di Hati
- Bab 164 Hanya Masa Lalu
- Bab 165 Tidak Ada Satupun Yang Bisa Dibandingkan Dengannya
- Bab 166 Aku Hanya Ingin Berbuat Baik Kepadamu
- Bab 167 Menebus Kesalahan
- Bab 168 Hebat
- Bab 169 Pengajaran Berkualitas
- Bab 170 Hai Orang Asing
- Bab 171 Mengadu Kecerdasan dan Keberanian
- Bab 172 Masih Ada Berapa Lama Waktu Dihabiskan Untuk Merasa Kesal
- Bab 173 Kapitalis Jahat
- Bab 174 Hati Kecil
- Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
- Bab 176 Tuan Kelima
- Bab 177 Identitas Nino
- Bab 178 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan
- Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
- Bab 180 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan (3)
- Bab 181 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya
- Bab 182 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (5)
- Bab 183 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (6)
- Bab 184 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (7)
- Bab 185 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (8)
- Bab 186 Karnaval Terakhir
- Bab 187 Pertaruhan Hidup
- Bab 188 Biar Aku yang Menemanimu Mati
- Bab 189 Jangan Tanya Tentang Masa Depan
- Bab 190 Epilog
- Bab 190 Epilog (2)
- Bab 191 Epilog (Benar) (1)
- Bab 191 Epilog (Benar) (2)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (1)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (2)
- Bab 193 Wawancara Suami Istri
- Bab 194 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (7)
- Bab 195 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (8)
- Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)