My Cold Wedding - Bab 164 Hanya Masa Lalu
Pandangan Johan melihat dunia seperti diputar-balikkan. Ia mulai menelpon pada guru-guru dan murid-murid di Universitas Melbourne untuk memberitakan hal ini, setelah berlalu lama baru menutup sambungan telepon, "Echo, aku mulai suka pada negera Cina."
Bella merasa lucu, "Hanya karena Menara Genderang?"
"Juga karenamu, makanan Cina yang lezat, wanita yang cantik, bangunannya juga sangat menarik, aku bahkan jadi sedikit tidak ingin kembali ke negara asalku."
"Kalau begitu tinggal saja di sini."
Karena Johan belajar arsitektur barat, ia tidak bisa membantu banyak dalam proyek kali ini. Bella menggambar, dia hanya melihatnya saja dari samping.
Sibuk hingga sore, Bella mendapat panggilan dari David Li.
"Keluar, aku tunggu kamu di gerbang sekolah."
Bella menurunkan ponsel untuk melihat, nomor yang tidak dikenal, "Kamu ganti nomor?"
"Nomor yang awal sudah diblok olehmu."
Bella keberatan, "Malam ini aku masih harus menggambar, entah sampai jam berapa, jadi tidak usah jemput."
Orang di ujung telepon diam, "Biasanya kamu selalu pulang di jam ini, tidak pernah sekalipun diluar jam ini. Bella, suaramu saat mengatakan ini bergetar, kamu sedang berbohong."
Bella kesal, "Tiba-tiba hari ini aku ingin menetap lebih lama, apa tidak boleh?"
"Boleh," David Li memainkan kotak apel yang tidak terlalu besar di tangannya, "Aku tunggu kamu di depan gerbang sekolah. Saat kamu keluar, kamu akan melihatnya, mobil baruku kamu mengenalinya."
"Sudah kukatakan, tidak perlu jemput, aku bisa pulang sendiri."
"Mulai hari ini, aku jemput kamu."
"David Li!!"
"Aku lebih suka kamu memanggilku tanpa marga."
Bella pasrah, "Apa seperti ini sangat seru menurutmu? Tunggu sampai kamu memetik bintang dari langit, baru kita bicarakan lagi masalah berikutnya."
David Li duduk di tempat kemudi mobilnya, kebetulan bisa melihat dari kaca spion bibirnya yang naik, "Sudah kubawakan."
"Apa?"
"Bintang di langit."
"Kamu sudah gila, ya?" Bella memajukan kepala untuk melihat langit, saat ini langit berwarna kekuningan, matahari masih bersinar merah. Bella tersenyum, "Meskipun kamu ingin asal menunjuk sebuah bintang untuk mempermainkanku, sekarang juga terlalu pagi, OK?"
"Tidak bercanda denganmu, kamu bisa melihatnya sendiri saat keluar."
Melihat Bella kesal, Johan mendekat dan berkata dengan pelan, "Echo, aku tidak pernah melihatmu marah, wanita yang marah benar-benar sangat mengerikan ..."
Bella mematikan sambungan, "Benar-benar sangat mengerikan?"
"Iya," Johan menganggukan kepala kencang, "Sebenarnya tidak terhitung mengerikan, hanya saja ... Bagaimana menjelaskannya, ya? Dalam bahasa Mandarin kalian, ada satu sebutan, namanya 'singa betina'."
Bella langsung kehilangan kata-katanya, "Kamu tahu tidak sebutan 'singa betina' itu digunakan untuk mendeskripsikan apa?"
"Apa suami yang menjelaskan bahwa istrinnya sangat galak?"
"Benar," Bella menjelaskan padanya tentang kesenian dan bahasa negara Cina, "Jadi, sebutan ini harus digunakan pada hubungan suami dan istri, sedangkan aku dan dia bukanlah suami istri."
"Kalau begitu aku tahu," Johan menatap lurus ke arahnya, "Yang tadi telepon Eric Lee bukan? Biasanya kamu selalu bersikap baik pada siapapun, hanya kepadanya saja begitu galak, selain itu kalian juga dulunya adalah suami istri."
Bella membereskan pensil gambar yang berserakan di atas meja, "Itu juga hanya dulu."
"Tapi bukankah kamu masih mencintainya? Aku bisa melihatnya, dia juga mencintaimu, dua orang yang saling mencintai memang seharusnya bersama."
Bella tiba-tiba merasa sedikit lelah, "Johan, apa kamu mempunyai saudara perempuan?"
Johan dengan wajah kaget bertanya, "Ada satu adik perempuan, kenapa?"
"Jika adik perempuanmu pernah menikah, juga mengalami hal yang sama denganku, apa kamu akan mendukung adik perempuanmu untuk rujuk dengan mantan suaminya?"
Johan akhirnya tidak bersuara lagi.
Bella menghela napas, "Dunia ini memang begini, kejadian yang tidak terjadi pada diri sendiri, siapapun tidak ada yang bisa mengerti pernderitaan yang dialami oleh orang lain. Menasehati untuk kembali dan tidak berpisah tidak cocok digunakan pada semua masalah, terkadang berpisah barulah jawaban yang paling tepat."
Keluar dari gerbang sekolah, suara klakson dua kali mengalihkan perhatiannya.
Mobil hitam milik David Li berhenti tepat di hadapannya, orang di balik kemudi turun, dan dengan sendirinya membukakan pintu di samping tempat kemudi kepadanya, "Naiklah."
David Li memang merupakan orang terkenal di Kota Harriford, saat ini sudah ada beberapa orang yang mengenalinya, dan dari samping menunjuk-nunjuk ke arahnya.
"Eric! Hari ini aku datang ke perusahaanmu untuk mencarimu dan tidak ketemu denganmu! Ternyata kamu datang ke universitas!"
Sambil berkata, Luna Yang memeluk setumpuk berkas dan berlari ke sini, melihat David Li, matanya seperti berbintang-bintang, "Hari ini aku berencana datang ke perusahaanmu untuk meminta bantuan darimu, tapi asistenmu berkata kamu tidak ada, apa kamu datang mencariku?"
"Iya."
Yang menjawab bukan David Li, melainkan Bella. Dia membuka jalan kepada Luna Yang, "Direktur Li datang untuk menjemputmu, melihatku keluar dia bertanya padaku tentang keberadaanmu. Karena murid Yang sudah datang, maka aku pergi dulu."
Luna Yang menjadi senang, dengan lincah melompat masuk ke dalam kursi di samping tempat kemudi. Ia senang seperti anak kecil yang mendapatkan permen, "Eric, sebenarnya kamu tidak usah sengaja mencariku, ayahku menyuruhku untuk sungguh-sungguh belajar darimu, aku bisa pergi ke perusahaanmu untuk mencarimu ..."
"Turun." Suara dingin dan tajam itu mematahkan semangat hati seorang gadis kecil.
Luna Yang tersentak, "Apa ..."
David Li menyergitkan dahi, raut wajahnya tidak senang, "Aku bilang, turun."
"Eric ..."
"Jangan biarkan aku berkata untuk ketiga kalinya!"
Mata Luna Yang seketika menjadi merah, "Kata ayahku ..."
David Li tidak dapat menahannya lagi dan berkata, "Ayahmu hanya seorang pegawai dari perusahaan LS, karena dia telah setia bekerja hingga hari ini, jadi aku sangat menjaganya. Akan tetapi bukan berarti aku bisa membiarkan siapapun yang tidak berkepentingan keluar masuk perusahaan LS, apalagi ruang pribadiku. Mobilku hanya untuk mengantar istriku, jadi, nona Yang, diharapkan tahu diri."
Luna Yang melihat punggung Bella yang ada di depan sana, berkata dengan tidak sudi, "Apa istri yang kamu maksud adalah dia? Eric, aku sudah memeriksanya, dia pernah menjadi wanita penghibur, pernah dipenjara, dia bukanlah wanita baik-baik! Dia tidak pantas untukmu!"
David Li tertawa dingin, "Kalau begitu siapa yang pantas untukku? Kamu?"
Luna Yang menggigit bibirnya, "Setidaknya, aku bergelar sarjana, dari kecil menerima pendidikan yang baik, aku tidak pernah keluar masuk tempat-tempat malam seperti itu, lebih tidak mungkin lagi melanggar hukum ..."
"Kalau begitu kamu tahu tidak, meskipun dia dari kecil tidak pernah mendapat pendidikan baik sepertimu, tapi nilai UN-nya bahkan cukup untuk masuk ke jurusan arsitektur di Universitas Tsinghua?"
Luna Yang kaget hingga melebarkan mata, "Apa ..."
David Li melihat punggung Bella yang pelan-pelan berjalan menjauh, yang kemudian menunggu di halte bus. David Li berkata dengan singkat tapi lengkap, "Akan tetapi dari sisi akademik, kualifikasinya 10.000 kali lebih baik darimu, dia hanya sampai di perguruan tinggi, namun sudah bisa menyelesaikan desain taman bermain dan apartemen, kamu sekarang sudah mahasiswa tingkat dua, apa kamu bisa?"
"Selain itu, dia pergi ke klub malam, adalah untuk membiayai sekolah adiknya. Jika keluargamu tiba-tiba jatuh miskin, apa kamu bersedia berkorban seperti itu demi adikmu? Dan masuk penjara ..." suara David Li semakin mengecil, menghela napas pelan, kemudian menyalakan mesin mobil, "Masuk penjara, itu karena aku."
Novel Terkait
Milyaran Bintang Mengatakan Cinta Padamu
Milea AnastasiaHarmless Lie
BaigeMy Beautiful Teacher
Haikal ChandraCinta Di Balik Awan
KellyMy Cold Wedding×
- Bab 1 Pernikahan Yang Hancur
- Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
- Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
- Bab 4 Kamu Menggangap Saya Tidak Berani Membunuhmu?
- Bab 5 Musuh Yang Tidak Dapat Di Kalahkannya
- Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
- BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
- Bab 8 Asalkan Bisa Menyelamatkan Satu Nyawa
- Bab 9 Harga Dirinya Terjual
- Bab 10 Ini Adalah Takdir Wanita
- Bab 11 Orang Lain Tidak Menginginkanmu, Tetapi Aku Menginginkanmu
- Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
- Bab 13 Berikan Kompensasi Anqila Pada Cindy
- Bab 14 Kebeneran Berdarah
- Bab 15 Melihat Ke Belakang
- Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
- Bab 17 Aku akan Memenuhinya dalam Waktu Satu Hari
- Bab 18 Diluar Kebenaran
- Bab 19 Aku Tidak Membunuh
- Bab 20 Kehidupan Di Penjara
- Bab 21 Video Pengawasan
- Bab 22 Pertempuran Pertama
- Bab 23 Dia Tidak Mengecewakanku, Rupanya Cukup Ganas
- Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
- Bab 25 Kehidupan Yang Berantakan
- Bab 26 Kenyataan Memaksaku Untuk Menjadi Cuek
- Bab 27 Kehangatan yang Lama Tak di Rasakan
- Bab 28 Besok Kita Cerai
- Bab 29 Bukannya Aku Tak Pernah Berusaha
- Bab 30 Aku Tak Melihat Apapun
- Bab 31 Sahabat Wanita Yang Antusias
- Bab 32 Aku Sudah Cukup Dipermalukan
- Bab 33 Gosip Yang Merajalela Di Dunia Maya
- Bab 34 Kamu Ada Bukti Apa Berani Mengatainya
- Bab 35 Aku Menunggu Surat Pengadilanmu
- Bab 36 Grup A dan B
- Bab 37 Karyawan Sementara
- Bab 38 Masih Ingat Impianku Waktu Kecil?
- Bab 39 Kamu Tidak Aman Sendirian
- Bab 40 Masalah Reputasi Individu
- Bab 41 Siapa Bilang Kamu Tidak Mampu Membelinya
- Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
- Bab 43 Keputusan Bukan Ditangannya
- Bab 44 Bahaya Ketika Mabuk
- Bab 45 Keluar Dari Mulut Harimau
- BAB 46 Rahasia ANQILA
- Bab 47 Bella, Kemari!
- Bab 48 Meskipun Aku Dijual, Aku Juga Tidak Akan Mau Uangmu
- Bab 49 Kalau Begitu Tidak Usah Cerai
- Bab 50 Aku Bukanlah Anqila
- Bab 51 Pesta Makan Menjelang Perceraian
- Bab 52 Sepertinya Ia Tidak Terburu-buru Untuk Bercerai
- Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia
- Bab 54 Ide Yang Cukup Bagus
- Bab 55 Aku Memiliki Cara untuk Menangkapmu Kembali
- Bab 56 Tangan Mana yang Menyentuhnya?
- Bab 57 Selera Yang Aneh
- Bab 58 Sengaja Mempersulit
- Bab 59 Spesifikasi Bercerai
- Bab 60 Bersiap Untuk Pergi Keluar Negeri
- Bab 61 Dia Sedang Mandi, Ada Perlu Apa, Sampaikan Saja Padaku
- Bab 62 Uangnya, Anggap Saja Aku Yang Meminjamnya Darimu
- Bab 63 Bella Akan Kembali Kujaga
- Bab 64 Mungkinkah Hamil?
- Bab 65 Lahir Kalau Memang Ada
- Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
- Bab 67 Apakah Kamu Merasa Sekotor Itu?
- Bab 68 Panggil Saya Suamimu
- Bab 69 Karena Sudah Tidak Peduli, Baru Bisa Sesadis Ini
- Bab 70 Masa Lampau Itu
- Bab 71 Selamat Tinggal,David
- Bab 72 Perceraian
- Bab 73 Petemuan Ini Seperti Takdir
- Bab 74 Kenapa Tidak Berani Melihatku
- Bab 75 Menjadi Kekasihku
- Bab76 Dia Tidak Punya Kaki Sampai Harus Di Antar?
- Bab 77 Aku Memberikanmu Satu Kali Kesempatan Untuk Mencintaiku
- Bab 78 Dijual Ke David
- Bab 79 Hanya Menyampaikan Ini, Jaga Diri Dengan Baik
- Bab 80 Perjodohan
- Bab 81 Adegan Familiar
- Bab 82 Petani Dan Ular
- Bab 83 Ini Hanya Kompensasi
- Bab 84 Mulai Sementara
- Bab 85 Menjalankannya Bersama Akan Ada Hasil
- Bab 86 Bella, Jalan Kita Masih Panjang
- Bab 87 Anak Tidaklah Bersalah
- Bab 88 Jika Ini Semua Bukanlah Cinta
- Bab 89 Kakak Ipar
- Bab 90 Identifikasi Orang Tua-Anak
- Bab 91 Kamu Hanya Menganggap Saya Masa Lalu
- Bab 92 Lagu Ulang Tahun
- Bab 93 Bersama Dalam Kesulitan
- Bab 94 Saya Tidak Bilang Selesai
- Bab 95 Willy
- Bab 96 Kita Menikah Kembali
- Bab 97 Atas Dasar Wanita Saya
- Bab 98 Balas Dendam Cindy
- Bab 99 Aku Tidak Taruhan Dengan Orang Gila
- Bab 100 Apakah Kamu Pernah Mencintaiku?
- Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
- Bab 102 Aku Adalah Bajingan
- Bab 103 Aku Tahu Kamu Tidak Mencintai Aku
- Bab 104 Mimpi Besar Dan Belum Tersadar
- Bab 105 Berakting
- Bab 106 Bella, Aku Datang Mencarimu
- Bab 107 Jangan Usir Aku
- Bab 108 Pertunjukkan dari Ketiga Laki-laki
- Bab 109 Konfrontasi Kamar Mandi
- Bab 110 Bajingan Kecil
- Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
- Bab 112 Ibu-Anak Anti-View
- Bab 113 David Adalah Lelakiku
- Bab 114 Jika Kamu Tak Buka, Aku Yang Bantu Membukanya
- Bab 115 Kejujuran
- Bab 116 Aku Pasti Bisa Membawamu Ke Puncak
- Bab 117 Harga Diriku Melarangku Mengulangi Kesalahan Yang Sama
- Bab 118 Kembalilah, Ya?
- Bab 119 Menikah Dengan Sekali Lagi
- Bab 120 Kita Menikah Saja
- Bab 121 Tidak Bisa Berhasil Belajar
- Bab 122 Gembi Gu Dalam Bahaya
- Bab 123 Aku Ingin Kamu dengan Senang Hati Menikah Denganku
- Bab 124 Mulai Hari Ini, Kamu Harus Selalu Berada di Sampingku
- Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya
- Bab 126 Keadaan Yang Baik
- Bab 127 Semua Ini Karena Sup Ayam
- Bab 128 Di Antara Kita Mana Ada Lagi Hubungan Keluarga Yang Bisa Dianggap
- Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat
- Bab 130 Akulah Alasannya
- Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata
- Bab 132 Menggoda
- Bab 133 Mengulang Trik Lama
- Bab 134 Aku Pernah Mencintaimu
- Bab 135 Bawa Aku Pergi
- Bab 136 Ayuk Ke Pantai
- Bab 137 Pembunuh
- Bab 138 Melarang
- Bab 139 Pergilah, Aku Membiarkanmu Pergi
- Bab 140 Kecepatan Hidup dan Mati
- Bab 141 Kali Ini, Giliranku Yang Menunggumu
- Bab 142 Patah Hati
- Bab 143 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 144 Aku Hanya Mau Satu Jawaban
- Bab 145 Memulai Kehidupan Baru
- Bab 146 Negara Asing
- Bab 147 Jika Suatu Hari Nanti Aku Bisa Melupakannya
- Bab 148 Tom
- Bab 149 Di Dunia Ini, Mana Ada Begitu Banyak
- Bab 150 Ditakdirkan Bersama tapi Terpisah oleh Lautan
- Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
- Bab 152 Aku Membencinya, Aku Mencintainya
- Bab 153 Reinkarnasi Kehidupan
- Bab 154 Aku Akan Membayarnya dengan Segala Milikku
- Bab 155 Kembali ke Negeri Asal
- Bab 156 Berpapasan yang Terlewatkan
- Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu
- Bab 158 Eric Lee
- Bab 159 Dia Adalah Sumber Segala Ketakutanku
- Bab 160 Jangan Menolakku Ya
- Bab 161 Pada Akhirnya Kembali Bertemu
- Bab 162 Kamu Masih Membenciku
- Bab 163 Bintang di Langit, Dia di Hati
- Bab 164 Hanya Masa Lalu
- Bab 165 Tidak Ada Satupun Yang Bisa Dibandingkan Dengannya
- Bab 166 Aku Hanya Ingin Berbuat Baik Kepadamu
- Bab 167 Menebus Kesalahan
- Bab 168 Hebat
- Bab 169 Pengajaran Berkualitas
- Bab 170 Hai Orang Asing
- Bab 171 Mengadu Kecerdasan dan Keberanian
- Bab 172 Masih Ada Berapa Lama Waktu Dihabiskan Untuk Merasa Kesal
- Bab 173 Kapitalis Jahat
- Bab 174 Hati Kecil
- Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
- Bab 176 Tuan Kelima
- Bab 177 Identitas Nino
- Bab 178 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan
- Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
- Bab 180 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan (3)
- Bab 181 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya
- Bab 182 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (5)
- Bab 183 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (6)
- Bab 184 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (7)
- Bab 185 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (8)
- Bab 186 Karnaval Terakhir
- Bab 187 Pertaruhan Hidup
- Bab 188 Biar Aku yang Menemanimu Mati
- Bab 189 Jangan Tanya Tentang Masa Depan
- Bab 190 Epilog
- Bab 190 Epilog (2)
- Bab 191 Epilog (Benar) (1)
- Bab 191 Epilog (Benar) (2)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (1)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (2)
- Bab 193 Wawancara Suami Istri
- Bab 194 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (7)
- Bab 195 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (8)
- Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)