My Cold Wedding - Bab 14 Kebeneran Berdarah
Suara Cindy masih terdengar: "Kamu jatuh cinta dengan kakak pada pandangan pertama, hanya saja kamu sangat terluka pada saat itu, kamu hanya sempat memberikan sebuah kancing cinta ke tangannya dan berjanji, saat kamu mencapai kesuksesan, kamu berjanji akan menikahinya, dan akan selalu baik kepadanya... "
David membuka matanya dan memandangi langit yang gelap di luar jendela.
Sudah hampir memasuki musim gugur, langit tampaknya ditutupi dengan lapisan abu-abu yang dingin, memberikan tekanan berat pada pikiran seseorang, membuat orang merasa tidak nyaman.
Waktu berlalu, dia telah menjadi direktur perusahaan LS dengan usaha dan kerja kerasnya sendiri, menjadi raksasa keuangan di seluruh kota H, tetapi dengan kemampuannya sekarang pun, tidak ada cara baginya untuk membuat Anqila kembali padanya.
Cindy memegang kancing merah gelap di tangannya dan menyerahkannya padanya, lalu berkata, "Kamu mengatakan pada kakak, kancing merah ini adalah pemberian nenekmu, mengatakan bahwa itu akan ditinggalkan untuk menantu cucu nantinya, kakak selalu menjaganya dengan baik, lalu kemudian dia dibunuh oleh Bella, aku menemukannya ketika aku sedang memilah-milah barang peninggalan kakak... "
Kancing cinta, kancing cinta.
David mengambil kancing cinta tersebut dari telapak tangan Cindy dan memegangnya: "Untuk kedepannya aku yang akan menyimpannya."
Cindy malu, dia mengambilnya begitu saja?
"David... Ini adalah peninggalan kakakku, bolehkah aku yang menyimpannya? Ketika aku merindukan kakak, aku bisa mengeluarkannya."
“Tidak perlu.” David menolaknya.
Oh, pintu bangsal diketuk.
"Masuk."
Setelah Albert mendapatkan izin, dia mendorong pintu: "Direktur, kakek sudah bangun!"
David berdiri dan mengambil jaketnya, berkata kepada Cindy: "Aku pergi melihat kakekku dulu, kamu istirahatlah yang baik, tidak perlu peduli dengan masalah lain, Albert akan membantumu mengurusnya."
***
Ketika Cindy terbangun lagi, langit benar-benar gelap, ada sorotan cahaya yang bersinar langsung ke matanya, terlalu terang sampai-sampai dia tidak bisa membuka matanya.
"Nyawamu benar-benar hebat, begini juga tidak bisa mati."
Cahaya itu dipindahkan, Cindy harus menunggu beberapa saat sebelum akhirnya beradaptasi kembali dengan cahaya. Cindy juga mengenakan pakaian pasien dan memainkan senter di tangannya.
Seharusnya dia terbangun karena disinari senter.
Bella membuka mulutnya, dan matanya seperti dipoles oleh kertas pasir, sakit dari rasa keringnya sangat tajam. "Untuk apa lagi kamu kesini?"
"Aku datang untuk melihat penampilanmu," kata Cindy sambil tersenyum dan berkata, "Melihat penampilanmu yang sangat menyedihkan, maka aku sudah merasa lega."
Bella menggerakkan jari-jarinya, dia baru mendapati bahwa seluruh tubuhnya sangat sakit, bekas cambuk di punggungnya semuanya berdarah, jarum di bagian belakang tangannya begitu rapat sehingga tidak ada tempat untuk ditusuk jarum lagi, perawat langsung menggantungkan jarumnya di pergelangan tangannya, pembuluh darah terangkat tinggi seperti es yang dingin.
Penampilannya benar-benar sangat menyedihkan.
"Kalau begitu sudah cukupkah kamu melihatnya? Kalau sudah cukup maka pergilah."
Cindy memainkan tombol on off pada senter dan membuat seluruh bangsal bersinar. "Mari kita nikmati sebentar, aku sudah kehilangan anakku, jadi aku harus meminta sedikit kompensasi darimu."
Bella pun marah: "Kamu sudah menggunakan darahku, kamu mau apa lagi?"
Wajah Cindy muram: "Cepat bercerai dengan David, sudah dengar belum! Kalau tidak, aku akan mencari cara untuk membuatmu mati."
“Oh, kamu sudah tidak punya anak, takut David tidak akan menikahimu, kan?” Bella menahan rasa sakit di seluruh tubuh, mencibir: “Kamu tenang saja, sampai mati pun aku tidak akan menandatanganinya, selama masih ada aku, akulah nyonya keluarga David yang sah, dan kamu akan selalu menjadi pihak ketiga yang tidak akan bertemu dengan siapapun!"
Cindy meraung: "Berani sekali kamu !?"
Bella membuka mulut dan tertawa: "Konsekuensi paling besarnya hanya kematian, kenapa aku tidak berani? Cindy, aku beritahu kamu, bahkan jika aku mati, aku akan menarikmu sama-sama, kita akan terus berjuang di akhirat untuk melihat siapa yang akan memenangkannya!"
"Kamu..." Cindy tiba-tiba tersenyum, "Masalah di kehidupan selanjutnya maka katakanlah pada kehidupan selanjutnya. Kamu ditakdirkan untuk menjadi anak buahku dalam kehidupan ini. Oh ya, kuberitahu kamu satu hal, apakah kamu tahu kenapa David begitu menyukai kakak?"
Bella mengerutkan kening, menunggu kata-kata selanjutnya.
"Karena David telah menyinggung musuh bisnisnya lima tahun yang lalu, lalu dia dibunuh oleh seorang pembunuh bayaran. Kemudian, dia diselamatkan oleh seorang wanita, David jatuh cinta dengan wanita itu pada pandangan pertama dan memberinya sebuah kancing cinta sebagai kenangan..."
Seluruh diri Bella masih berada di tempat yang sama.
Kancing cinta...
Itulah yang David berikan padanya!
Dia selalu menyimpannya dengan baik, tetapi tiba-tiba saja suatu hari, kancing itu menghilang, selama ini dia masih mengira mungkin saja bibi pembersih rumah menganggapnya sebagai sampah dan menyapunya. Kenapa bisa ada di tangan kakak?
"Ya, kakak yang mengambilnya," Cindy menyeringai puas. "Dia mengambil kancing cinta dan berkenalan dengan David, lalu David pun bertekad untuk menikahinya... Bella, apakah kamu bahagia setelah mendengar cerita ini?"
Bahagia? Dia menampar Cindy dengan penuh kebencian!
Dialah yang menyelamatkan David!
Dia jugalah yang mendapatkan kancing cinta pemberian oleh David!
Alasan kenapa kak Anqila bisa mendapatkan cinta dari David selama bertahun-tahun adalah sepenuhnya karena kancing cinta itu!
Ya Tuhan, berapa banyak lelucon yang kamu mainkan padaku?
Dia selalu berpikir bahwa dia telah merebut kebahagiaan kakak sulungnya, menyebabkannya mati, tidak kepikiran bahwa semua ini seharusnya memang menjadi miliknya sendiri!
"Tetapi semuanya sudah berakhir, kakak sudah mati, sebelum meninggal, dia memberikan amanah pada David untuk menjagaku! Ya, aku adalah adik kandungnya, sedangkan kamu hanyalah anak dari seorang wanita liar, dia lebih rela membiarkan David bersamaku, dia tidak rela kamu dan David saling mengenal!"
Bella membeku di tempat yang sama, melihat Cindy tertawa semakin puas, seluruh dirinya membeku seperti hujan es.
Dia mengira bahwa dia adalah seorang penjahat...
Ternyata dirinyalah yang adalah korban!
Kenapa bisa begitu, kenapa ini bisa terjadi? !
Tidak boleh, dia harus mencari kesempatan untuk menjelaskannya pada David! Semuanya adalah kesalahpahaman, bukan Anqila yang menyelamatkannya, melainkan dia!
Cindy tampaknya telah membaca pikirannya dan mencibir: "Sebaiknya cepat hilangkan pemikiranmu ini, apakah kamu pikir David akan mempercayaimu?"
Bella terdiam di tempat.
Dia tidak memiliki bukti, tidak ada kancing cinta, David pasti sangat membencinya, bagaimana mungkin bisa percaya padanya...
Dia bertanya: "Kakak perempuannya sudah tiada, di mana kancing itu sekarang?"
"Awalnya di tempatku, tetapi hari ini David telah mengambilnya dariku dan menyimpannya sendiri." Cindy berkata, "Lupakan saja idemu ini, hanya kakak dan aku yang tahu masalah ini, sekarang dia sudah mati, jadi selama aku tidak mengatakannya, dia akan merasa bersalah pada kakak untuk seumur hidupnya, juga akan mengikuti permintaan kakak untuk bersama denganku!"
Bella memejamkan mata dan memalingkan wajah agar tidak melihatnya, air mata sudah membasahi mata dan jatuh di atas bantal: "Aku tidak akan bercerai sampai aku mati."
"Bella, kamu cari mati!” Cindy sangat marah lalu dia menghancurkan ventilator di Bella, Bella menjadi susah bernafas, dan wajahnya pun berubah menjadi seperti berwarna ungu.
Novel Terkait
Cinta Di Balik Awan
KellyThe True Identity of My Hubby
Sweety GirlThe Sixth Sense
AlexanderCinta Yang Dalam
Kim YongyiMenantu Bodoh yang Hebat
Brandon LiTen Years
VivianMy Cold Wedding×
- Bab 1 Pernikahan Yang Hancur
- Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
- Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
- Bab 4 Kamu Menggangap Saya Tidak Berani Membunuhmu?
- Bab 5 Musuh Yang Tidak Dapat Di Kalahkannya
- Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
- BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
- Bab 8 Asalkan Bisa Menyelamatkan Satu Nyawa
- Bab 9 Harga Dirinya Terjual
- Bab 10 Ini Adalah Takdir Wanita
- Bab 11 Orang Lain Tidak Menginginkanmu, Tetapi Aku Menginginkanmu
- Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
- Bab 13 Berikan Kompensasi Anqila Pada Cindy
- Bab 14 Kebeneran Berdarah
- Bab 15 Melihat Ke Belakang
- Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
- Bab 17 Aku akan Memenuhinya dalam Waktu Satu Hari
- Bab 18 Diluar Kebenaran
- Bab 19 Aku Tidak Membunuh
- Bab 20 Kehidupan Di Penjara
- Bab 21 Video Pengawasan
- Bab 22 Pertempuran Pertama
- Bab 23 Dia Tidak Mengecewakanku, Rupanya Cukup Ganas
- Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
- Bab 25 Kehidupan Yang Berantakan
- Bab 26 Kenyataan Memaksaku Untuk Menjadi Cuek
- Bab 27 Kehangatan yang Lama Tak di Rasakan
- Bab 28 Besok Kita Cerai
- Bab 29 Bukannya Aku Tak Pernah Berusaha
- Bab 30 Aku Tak Melihat Apapun
- Bab 31 Sahabat Wanita Yang Antusias
- Bab 32 Aku Sudah Cukup Dipermalukan
- Bab 33 Gosip Yang Merajalela Di Dunia Maya
- Bab 34 Kamu Ada Bukti Apa Berani Mengatainya
- Bab 35 Aku Menunggu Surat Pengadilanmu
- Bab 36 Grup A dan B
- Bab 37 Karyawan Sementara
- Bab 38 Masih Ingat Impianku Waktu Kecil?
- Bab 39 Kamu Tidak Aman Sendirian
- Bab 40 Masalah Reputasi Individu
- Bab 41 Siapa Bilang Kamu Tidak Mampu Membelinya
- Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
- Bab 43 Keputusan Bukan Ditangannya
- Bab 44 Bahaya Ketika Mabuk
- Bab 45 Keluar Dari Mulut Harimau
- BAB 46 Rahasia ANQILA
- Bab 47 Bella, Kemari!
- Bab 48 Meskipun Aku Dijual, Aku Juga Tidak Akan Mau Uangmu
- Bab 49 Kalau Begitu Tidak Usah Cerai
- Bab 50 Aku Bukanlah Anqila
- Bab 51 Pesta Makan Menjelang Perceraian
- Bab 52 Sepertinya Ia Tidak Terburu-buru Untuk Bercerai
- Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia
- Bab 54 Ide Yang Cukup Bagus
- Bab 55 Aku Memiliki Cara untuk Menangkapmu Kembali
- Bab 56 Tangan Mana yang Menyentuhnya?
- Bab 57 Selera Yang Aneh
- Bab 58 Sengaja Mempersulit
- Bab 59 Spesifikasi Bercerai
- Bab 60 Bersiap Untuk Pergi Keluar Negeri
- Bab 61 Dia Sedang Mandi, Ada Perlu Apa, Sampaikan Saja Padaku
- Bab 62 Uangnya, Anggap Saja Aku Yang Meminjamnya Darimu
- Bab 63 Bella Akan Kembali Kujaga
- Bab 64 Mungkinkah Hamil?
- Bab 65 Lahir Kalau Memang Ada
- Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
- Bab 67 Apakah Kamu Merasa Sekotor Itu?
- Bab 68 Panggil Saya Suamimu
- Bab 69 Karena Sudah Tidak Peduli, Baru Bisa Sesadis Ini
- Bab 70 Masa Lampau Itu
- Bab 71 Selamat Tinggal,David
- Bab 72 Perceraian
- Bab 73 Petemuan Ini Seperti Takdir
- Bab 74 Kenapa Tidak Berani Melihatku
- Bab 75 Menjadi Kekasihku
- Bab76 Dia Tidak Punya Kaki Sampai Harus Di Antar?
- Bab 77 Aku Memberikanmu Satu Kali Kesempatan Untuk Mencintaiku
- Bab 78 Dijual Ke David
- Bab 79 Hanya Menyampaikan Ini, Jaga Diri Dengan Baik
- Bab 80 Perjodohan
- Bab 81 Adegan Familiar
- Bab 82 Petani Dan Ular
- Bab 83 Ini Hanya Kompensasi
- Bab 84 Mulai Sementara
- Bab 85 Menjalankannya Bersama Akan Ada Hasil
- Bab 86 Bella, Jalan Kita Masih Panjang
- Bab 87 Anak Tidaklah Bersalah
- Bab 88 Jika Ini Semua Bukanlah Cinta
- Bab 89 Kakak Ipar
- Bab 90 Identifikasi Orang Tua-Anak
- Bab 91 Kamu Hanya Menganggap Saya Masa Lalu
- Bab 92 Lagu Ulang Tahun
- Bab 93 Bersama Dalam Kesulitan
- Bab 94 Saya Tidak Bilang Selesai
- Bab 95 Willy
- Bab 96 Kita Menikah Kembali
- Bab 97 Atas Dasar Wanita Saya
- Bab 98 Balas Dendam Cindy
- Bab 99 Aku Tidak Taruhan Dengan Orang Gila
- Bab 100 Apakah Kamu Pernah Mencintaiku?
- Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
- Bab 102 Aku Adalah Bajingan
- Bab 103 Aku Tahu Kamu Tidak Mencintai Aku
- Bab 104 Mimpi Besar Dan Belum Tersadar
- Bab 105 Berakting
- Bab 106 Bella, Aku Datang Mencarimu
- Bab 107 Jangan Usir Aku
- Bab 108 Pertunjukkan dari Ketiga Laki-laki
- Bab 109 Konfrontasi Kamar Mandi
- Bab 110 Bajingan Kecil
- Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
- Bab 112 Ibu-Anak Anti-View
- Bab 113 David Adalah Lelakiku
- Bab 114 Jika Kamu Tak Buka, Aku Yang Bantu Membukanya
- Bab 115 Kejujuran
- Bab 116 Aku Pasti Bisa Membawamu Ke Puncak
- Bab 117 Harga Diriku Melarangku Mengulangi Kesalahan Yang Sama
- Bab 118 Kembalilah, Ya?
- Bab 119 Menikah Dengan Sekali Lagi
- Bab 120 Kita Menikah Saja
- Bab 121 Tidak Bisa Berhasil Belajar
- Bab 122 Gembi Gu Dalam Bahaya
- Bab 123 Aku Ingin Kamu dengan Senang Hati Menikah Denganku
- Bab 124 Mulai Hari Ini, Kamu Harus Selalu Berada di Sampingku
- Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya
- Bab 126 Keadaan Yang Baik
- Bab 127 Semua Ini Karena Sup Ayam
- Bab 128 Di Antara Kita Mana Ada Lagi Hubungan Keluarga Yang Bisa Dianggap
- Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat
- Bab 130 Akulah Alasannya
- Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata
- Bab 132 Menggoda
- Bab 133 Mengulang Trik Lama
- Bab 134 Aku Pernah Mencintaimu
- Bab 135 Bawa Aku Pergi
- Bab 136 Ayuk Ke Pantai
- Bab 137 Pembunuh
- Bab 138 Melarang
- Bab 139 Pergilah, Aku Membiarkanmu Pergi
- Bab 140 Kecepatan Hidup dan Mati
- Bab 141 Kali Ini, Giliranku Yang Menunggumu
- Bab 142 Patah Hati
- Bab 143 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 144 Aku Hanya Mau Satu Jawaban
- Bab 145 Memulai Kehidupan Baru
- Bab 146 Negara Asing
- Bab 147 Jika Suatu Hari Nanti Aku Bisa Melupakannya
- Bab 148 Tom
- Bab 149 Di Dunia Ini, Mana Ada Begitu Banyak
- Bab 150 Ditakdirkan Bersama tapi Terpisah oleh Lautan
- Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
- Bab 152 Aku Membencinya, Aku Mencintainya
- Bab 153 Reinkarnasi Kehidupan
- Bab 154 Aku Akan Membayarnya dengan Segala Milikku
- Bab 155 Kembali ke Negeri Asal
- Bab 156 Berpapasan yang Terlewatkan
- Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu
- Bab 158 Eric Lee
- Bab 159 Dia Adalah Sumber Segala Ketakutanku
- Bab 160 Jangan Menolakku Ya
- Bab 161 Pada Akhirnya Kembali Bertemu
- Bab 162 Kamu Masih Membenciku
- Bab 163 Bintang di Langit, Dia di Hati
- Bab 164 Hanya Masa Lalu
- Bab 165 Tidak Ada Satupun Yang Bisa Dibandingkan Dengannya
- Bab 166 Aku Hanya Ingin Berbuat Baik Kepadamu
- Bab 167 Menebus Kesalahan
- Bab 168 Hebat
- Bab 169 Pengajaran Berkualitas
- Bab 170 Hai Orang Asing
- Bab 171 Mengadu Kecerdasan dan Keberanian
- Bab 172 Masih Ada Berapa Lama Waktu Dihabiskan Untuk Merasa Kesal
- Bab 173 Kapitalis Jahat
- Bab 174 Hati Kecil
- Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
- Bab 176 Tuan Kelima
- Bab 177 Identitas Nino
- Bab 178 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan
- Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
- Bab 180 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan (3)
- Bab 181 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya
- Bab 182 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (5)
- Bab 183 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (6)
- Bab 184 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (7)
- Bab 185 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (8)
- Bab 186 Karnaval Terakhir
- Bab 187 Pertaruhan Hidup
- Bab 188 Biar Aku yang Menemanimu Mati
- Bab 189 Jangan Tanya Tentang Masa Depan
- Bab 190 Epilog
- Bab 190 Epilog (2)
- Bab 191 Epilog (Benar) (1)
- Bab 191 Epilog (Benar) (2)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (1)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (2)
- Bab 193 Wawancara Suami Istri
- Bab 194 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (7)
- Bab 195 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (8)
- Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)