My Cold Wedding - Bab 176 Tuan Kelima
Babak kedua dimulai segera, Bella mempersiapkan penjelasan yang sama . Kadang-kadang, Bella diam diam melirik David, dan dia dengan cepat mengalihkan pandangannya.
Pada akhirnya , Bella mendengar apa yang dibicarakan oleh berbagai pelaku bisnis, dan dia bersiap untuk kembali ke tempat, tiba-tiba dia dihentikan oleh seorang pria paruh baya yang terlihat sangat halus.
"Penampilan Nona Echo hari ini benar-benar menarik," pria paruh baya itu mengulurkan tangan dan menunggunya.
Bella tidak berani menolaknya, dengan sopan menjangkau dan bersalaman dengannya: "Terima kasih atas pujiannya. Maaf, bagaimana aku memanggilmu?"
Pria itu mengenakan mantel hitam panjang, rambutnya sangat rapi, tatapan matanya menggoda, dan suaranya agak tenang dan mantap: "Nona Echo mungkin belum pernah bertemu dengannya, tetapi sepertinya dia sudah pernah mendengar tentang saya, nama keluarga saya adalah Qi, dan saya enam bersaudara." aku adalah Putra ke lima. "
Tangan Bella tetap menjadi kaku.
Bermarga Qi putra kelima nama saya Tuan kelima.
Bagaimana dia bisa muncul di Perusahaan LS...
Untuk apa dia datang kesini ...
" Echo kamu tidak perlu takut, aku hanyalah seorang pengusaha."
Bella tetap waspada terhadapnya, melihat ke sekeliling, Dia melihat David dikerumuni oleh sekelompok orang, bahkan Albert juga ada di sana, dan karyawan Perusahaan LS lainnya sama sekali tidak melihat sudut ini.
Bella tersenyum dengan kaku: "Tuan kelima, halo."
Tuan kelima tersenyum dan melepaskan tangannya. "Tidak perlu gugup, aku tidak memiliki maksud jahat padamu."
Bella mengangguk, "Maaf, saya baru saja menyelesaikan pidato yang melelahkan, dan tidak ada maksud lain. Jika Anda tertarik dengan proyek ini, Bagaiman jika saya mengajak bagian pemasaran di perusahaan kami untuk menjelaskannya kepada anda secara rinci?"
Tuan kelima menatapnya sebentar, dan hanya melihat ke Bella.
Setelah beberapa saat, dia berkata, "Oke, kalau begitu tidak masalah, Nona Echo."
Bella berlari pelan dari ruangan rapat, yang kemudian menabrak Valdo yang sedang berjalan.
Valdo berseru: “Apa yang terjadi?”
Bella mengatakan hal yang baru saja dikatakan Tuan kelima
Valdo memutuskan: “Gembi diruang Istirahat, aku akan pergi mengantarmu dulu, kamu tunggulah bersamanya, disana ada petugas keamanan, aku akan pergi mencari David.”
Bella menghentikannya: “Valdo, maaf merepotkanmu.... bisakah kamu mengantarkan Nino Ning kesini?”
Valdo bertanya: “Anak-anak juga?”
Bella mengangguk: “Saya belum pernah kemari, tidak tahu dimana ruangan Multimedia, mohon padamu Valdo, sebenarnya aku tidak tenang.....?
“Baiklah, kamu jangan khawatir,” Valdo mengantarnya ke Gembi, setelah mengatakan beberapa kata dia kemudian berbalik badan dan keluar.
Gembi hari ini ditarik Valdo untuk datang kemari, dan mereka telah menyimpan rasa persahabatan didalam hati, tetapi ketika meilhat wajah pucat Bella, perasaannya menjadi buruk.
"Bagaimana wajahmu terlihat sangat buruk?"
Bella mengerutkan kening: "... Gembi, Tuan kelima telah datang."
Wajah Gembi mulai berubah: "Bagaimana bisa....sejak kapan David terlibat dengan Tuan kelima?"
"Aku tidak tahu ..." Bella menjadi kesal dan mencengkeram tangan Gembi: "terakhir kamu berkata, James akan segera menikahi Jane?"
"Ya,"Gembi juga bereaksi: "Apakah ini ada hubungannya dengan masalah ini?"
Bella tanpa henti menggelengkan kepalanya.
Setelah beberapa saat,Bella tidak menunggu Valdo atau David datang, kekhawatirannya terhadap Nino Ning sudah tidak menentu. Setelah bertanya ke beberapa penjaga keamanan, Dia pergi ke lantai delapan untuk mencari ruang multimedia.
Nino sedang menonton kambing-kambing yang bahagia dengan serigala abu-abu yang sedang berantusias, melihat kemunculan Bella dengan cepat dan memberi isyarat: "ibu, disini!"
Bella berjalan dan memeluk Nino: “Apakah Nino selalu disini untuk menontong kartun?
"Ya, Paman Albert berkata bahwa Saya tidak boleh berlarian. ayah dan ibu memiliki urusan yang harus dikerjakan. Ketika mereka selesai, mereka akan menjemput Nino."
Bella menatapnya: "Siapa ayahyang kamu panggil?"
Nino menyadari bahwa dia telah mengatakan sesuatu yang salah, dengan malu dia menjulurkan lidahnya.
Bella menghela nafas dan berkata, "Bolehkan ibu membawamu pergi?"
"Tapi kartunnya belum selesai ditonton—"
"Kamu bisa menontonnya dirumah.Nino dengarlah kata ibu?"
Nino Ning mendengarnya dan turun dari kursi dan memegang tangan Bella: “apakah kita masih harus menunggu ayah?”
“.....Nino Ning, dia adalah Paman David, bukan ayah.”
“Oh.” Nino menjadi pasrah .
Bella membawa Nino keluar dari pintu, menuju ke lift, dan menekan tombol ke bawah.
Ruangan rapat berada di lantai dua dan lift berhenti di lantai empat.
Pintu lift terbuka dan tidak ada seorang pun di luar.
Bella berpikir bahwa orang yang menekan lift adalah mereka yang memiliki urusan untuk berpergian, dan tidak peduli, menekan tombol tutup dan melihat pintu lift perlahan-lahan menutup.
Tiba-tiba, ada tangan yang menyelip masuk menghentikan pintu lift.
Sosok bayangan hitam yang dia kenal.
Suaranya serak, dan matanya merah: "Bella ikutlah bersamaku."
Bella terkejut: "Bagaimana bisa kamu berada disini ..."
"Jangan banyak bertanya, aku akan menjelaskannya kepadamu ketika aku punya kesempatan. Aku hanya ingin bertanya, apakah kamu ingin pergi bersamaku?"
Bella memegang Nino dengan erat: "James, aku mendengar bahwa kamu minggu depan akan segera menikahi Jane......
“aku.....tidak.....” James tampaknya tersiksa, “Bella, aku memiliki kesulitan. Asalkan kamu bersedia pergi bersamaku, aku bisa meninggalkan semua ini, aku membawamu pergi, dan tidak ada yang bisa menemukanmu sampai ke ujung dunia...asalkan kamu mengangguk....”
Ting tong—
Pintu lift turun ke lantai dua.
Pintu lift terbuka kembali, terlihat sosok David yang cemas berdiri diluar pintu. Dia membawa Bella dan Nino Ning ke belakang tubuhnya, dia menatap James dingin: “dendam apa yang kamu dan Tuan ke lima miliki, mohon kamu selesaikan sendiri, jangan bawa Bella untuk masuk.”
Wajah James terlihat tidak rela, matanya terus melihat ke Bella: “berikan aku jawaban, Bella, ini adalah kesempatan terakhirku.....”
Novel Terkait
That Night
Star AngelMy Charming Lady Boss
AndikaCutie Mom
AlexiaMy Cute Wife
DessyAwesome Guy
RobinLoving The Pain
AmardaHei Gadis jangan Lari
SandrakoMy Cold Wedding×
- Bab 1 Pernikahan Yang Hancur
- Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
- Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
- Bab 4 Kamu Menggangap Saya Tidak Berani Membunuhmu?
- Bab 5 Musuh Yang Tidak Dapat Di Kalahkannya
- Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
- BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
- Bab 8 Asalkan Bisa Menyelamatkan Satu Nyawa
- Bab 9 Harga Dirinya Terjual
- Bab 10 Ini Adalah Takdir Wanita
- Bab 11 Orang Lain Tidak Menginginkanmu, Tetapi Aku Menginginkanmu
- Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
- Bab 13 Berikan Kompensasi Anqila Pada Cindy
- Bab 14 Kebeneran Berdarah
- Bab 15 Melihat Ke Belakang
- Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
- Bab 17 Aku akan Memenuhinya dalam Waktu Satu Hari
- Bab 18 Diluar Kebenaran
- Bab 19 Aku Tidak Membunuh
- Bab 20 Kehidupan Di Penjara
- Bab 21 Video Pengawasan
- Bab 22 Pertempuran Pertama
- Bab 23 Dia Tidak Mengecewakanku, Rupanya Cukup Ganas
- Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
- Bab 25 Kehidupan Yang Berantakan
- Bab 26 Kenyataan Memaksaku Untuk Menjadi Cuek
- Bab 27 Kehangatan yang Lama Tak di Rasakan
- Bab 28 Besok Kita Cerai
- Bab 29 Bukannya Aku Tak Pernah Berusaha
- Bab 30 Aku Tak Melihat Apapun
- Bab 31 Sahabat Wanita Yang Antusias
- Bab 32 Aku Sudah Cukup Dipermalukan
- Bab 33 Gosip Yang Merajalela Di Dunia Maya
- Bab 34 Kamu Ada Bukti Apa Berani Mengatainya
- Bab 35 Aku Menunggu Surat Pengadilanmu
- Bab 36 Grup A dan B
- Bab 37 Karyawan Sementara
- Bab 38 Masih Ingat Impianku Waktu Kecil?
- Bab 39 Kamu Tidak Aman Sendirian
- Bab 40 Masalah Reputasi Individu
- Bab 41 Siapa Bilang Kamu Tidak Mampu Membelinya
- Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
- Bab 43 Keputusan Bukan Ditangannya
- Bab 44 Bahaya Ketika Mabuk
- Bab 45 Keluar Dari Mulut Harimau
- BAB 46 Rahasia ANQILA
- Bab 47 Bella, Kemari!
- Bab 48 Meskipun Aku Dijual, Aku Juga Tidak Akan Mau Uangmu
- Bab 49 Kalau Begitu Tidak Usah Cerai
- Bab 50 Aku Bukanlah Anqila
- Bab 51 Pesta Makan Menjelang Perceraian
- Bab 52 Sepertinya Ia Tidak Terburu-buru Untuk Bercerai
- Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia
- Bab 54 Ide Yang Cukup Bagus
- Bab 55 Aku Memiliki Cara untuk Menangkapmu Kembali
- Bab 56 Tangan Mana yang Menyentuhnya?
- Bab 57 Selera Yang Aneh
- Bab 58 Sengaja Mempersulit
- Bab 59 Spesifikasi Bercerai
- Bab 60 Bersiap Untuk Pergi Keluar Negeri
- Bab 61 Dia Sedang Mandi, Ada Perlu Apa, Sampaikan Saja Padaku
- Bab 62 Uangnya, Anggap Saja Aku Yang Meminjamnya Darimu
- Bab 63 Bella Akan Kembali Kujaga
- Bab 64 Mungkinkah Hamil?
- Bab 65 Lahir Kalau Memang Ada
- Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
- Bab 67 Apakah Kamu Merasa Sekotor Itu?
- Bab 68 Panggil Saya Suamimu
- Bab 69 Karena Sudah Tidak Peduli, Baru Bisa Sesadis Ini
- Bab 70 Masa Lampau Itu
- Bab 71 Selamat Tinggal,David
- Bab 72 Perceraian
- Bab 73 Petemuan Ini Seperti Takdir
- Bab 74 Kenapa Tidak Berani Melihatku
- Bab 75 Menjadi Kekasihku
- Bab76 Dia Tidak Punya Kaki Sampai Harus Di Antar?
- Bab 77 Aku Memberikanmu Satu Kali Kesempatan Untuk Mencintaiku
- Bab 78 Dijual Ke David
- Bab 79 Hanya Menyampaikan Ini, Jaga Diri Dengan Baik
- Bab 80 Perjodohan
- Bab 81 Adegan Familiar
- Bab 82 Petani Dan Ular
- Bab 83 Ini Hanya Kompensasi
- Bab 84 Mulai Sementara
- Bab 85 Menjalankannya Bersama Akan Ada Hasil
- Bab 86 Bella, Jalan Kita Masih Panjang
- Bab 87 Anak Tidaklah Bersalah
- Bab 88 Jika Ini Semua Bukanlah Cinta
- Bab 89 Kakak Ipar
- Bab 90 Identifikasi Orang Tua-Anak
- Bab 91 Kamu Hanya Menganggap Saya Masa Lalu
- Bab 92 Lagu Ulang Tahun
- Bab 93 Bersama Dalam Kesulitan
- Bab 94 Saya Tidak Bilang Selesai
- Bab 95 Willy
- Bab 96 Kita Menikah Kembali
- Bab 97 Atas Dasar Wanita Saya
- Bab 98 Balas Dendam Cindy
- Bab 99 Aku Tidak Taruhan Dengan Orang Gila
- Bab 100 Apakah Kamu Pernah Mencintaiku?
- Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
- Bab 102 Aku Adalah Bajingan
- Bab 103 Aku Tahu Kamu Tidak Mencintai Aku
- Bab 104 Mimpi Besar Dan Belum Tersadar
- Bab 105 Berakting
- Bab 106 Bella, Aku Datang Mencarimu
- Bab 107 Jangan Usir Aku
- Bab 108 Pertunjukkan dari Ketiga Laki-laki
- Bab 109 Konfrontasi Kamar Mandi
- Bab 110 Bajingan Kecil
- Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
- Bab 112 Ibu-Anak Anti-View
- Bab 113 David Adalah Lelakiku
- Bab 114 Jika Kamu Tak Buka, Aku Yang Bantu Membukanya
- Bab 115 Kejujuran
- Bab 116 Aku Pasti Bisa Membawamu Ke Puncak
- Bab 117 Harga Diriku Melarangku Mengulangi Kesalahan Yang Sama
- Bab 118 Kembalilah, Ya?
- Bab 119 Menikah Dengan Sekali Lagi
- Bab 120 Kita Menikah Saja
- Bab 121 Tidak Bisa Berhasil Belajar
- Bab 122 Gembi Gu Dalam Bahaya
- Bab 123 Aku Ingin Kamu dengan Senang Hati Menikah Denganku
- Bab 124 Mulai Hari Ini, Kamu Harus Selalu Berada di Sampingku
- Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya
- Bab 126 Keadaan Yang Baik
- Bab 127 Semua Ini Karena Sup Ayam
- Bab 128 Di Antara Kita Mana Ada Lagi Hubungan Keluarga Yang Bisa Dianggap
- Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat
- Bab 130 Akulah Alasannya
- Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata
- Bab 132 Menggoda
- Bab 133 Mengulang Trik Lama
- Bab 134 Aku Pernah Mencintaimu
- Bab 135 Bawa Aku Pergi
- Bab 136 Ayuk Ke Pantai
- Bab 137 Pembunuh
- Bab 138 Melarang
- Bab 139 Pergilah, Aku Membiarkanmu Pergi
- Bab 140 Kecepatan Hidup dan Mati
- Bab 141 Kali Ini, Giliranku Yang Menunggumu
- Bab 142 Patah Hati
- Bab 143 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 144 Aku Hanya Mau Satu Jawaban
- Bab 145 Memulai Kehidupan Baru
- Bab 146 Negara Asing
- Bab 147 Jika Suatu Hari Nanti Aku Bisa Melupakannya
- Bab 148 Tom
- Bab 149 Di Dunia Ini, Mana Ada Begitu Banyak
- Bab 150 Ditakdirkan Bersama tapi Terpisah oleh Lautan
- Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
- Bab 152 Aku Membencinya, Aku Mencintainya
- Bab 153 Reinkarnasi Kehidupan
- Bab 154 Aku Akan Membayarnya dengan Segala Milikku
- Bab 155 Kembali ke Negeri Asal
- Bab 156 Berpapasan yang Terlewatkan
- Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu
- Bab 158 Eric Lee
- Bab 159 Dia Adalah Sumber Segala Ketakutanku
- Bab 160 Jangan Menolakku Ya
- Bab 161 Pada Akhirnya Kembali Bertemu
- Bab 162 Kamu Masih Membenciku
- Bab 163 Bintang di Langit, Dia di Hati
- Bab 164 Hanya Masa Lalu
- Bab 165 Tidak Ada Satupun Yang Bisa Dibandingkan Dengannya
- Bab 166 Aku Hanya Ingin Berbuat Baik Kepadamu
- Bab 167 Menebus Kesalahan
- Bab 168 Hebat
- Bab 169 Pengajaran Berkualitas
- Bab 170 Hai Orang Asing
- Bab 171 Mengadu Kecerdasan dan Keberanian
- Bab 172 Masih Ada Berapa Lama Waktu Dihabiskan Untuk Merasa Kesal
- Bab 173 Kapitalis Jahat
- Bab 174 Hati Kecil
- Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
- Bab 176 Tuan Kelima
- Bab 177 Identitas Nino
- Bab 178 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan
- Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
- Bab 180 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan (3)
- Bab 181 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya
- Bab 182 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (5)
- Bab 183 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (6)
- Bab 184 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (7)
- Bab 185 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (8)
- Bab 186 Karnaval Terakhir
- Bab 187 Pertaruhan Hidup
- Bab 188 Biar Aku yang Menemanimu Mati
- Bab 189 Jangan Tanya Tentang Masa Depan
- Bab 190 Epilog
- Bab 190 Epilog (2)
- Bab 191 Epilog (Benar) (1)
- Bab 191 Epilog (Benar) (2)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (1)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (2)
- Bab 193 Wawancara Suami Istri
- Bab 194 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (7)
- Bab 195 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (8)
- Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)