My Cold Wedding - Bab 57 Selera Yang Aneh
Beberapa orang lainnya saling menatap, lalu rebutan untuk mengatakan : “Presdir David, yang membayar kami untuk memperkosa nyonya adalah Cindy, ini semua adalah perintah dia! Setelah mengambil uang, kami hanya melakukan apa yang harus dilakukan....”
Jawaban ini sungguh membuat David dan Asisten Albert terkejut.
Ketika orang-orang itu melihat David yang tidak diam tanpa mengatakan apapun, mereka segera mengatakan : “kami tidak berbohong! Presdir David, jika anda tidak percaya, boleh mengecek riwayat telepon, Cindylah yang menelepon kami, tidak ada satu kata yang kami katakan adalah bohong.”
Albert bertanya : “Presdir?”
“Periksalah.”
“Baik.”
Beberapa saat kemudian, Asisten Albert membawa masuk riwayat telepon yang sudah dicetak di kertas : “Presdir, dari hasil pemeriksaan, dua hari yang lalu nona Cindy memang ada menelepon mereka selama lima menit.”
“Iya iya, telepon yang itu! Waktu menelepon cukup lama karena sedang tawar-menawar harga, Cindy hanya memberikan kami enam ratus juta, bagaimanapun dia tidak bersedia menambahkannya, sekarang mana ada harga semurah itu, yang kali itu harganya adalah satu miliar... tapi kali ini bahkan uangpun tidak kami dapatkan , Presdir David, karena misi kami sudah gagal, tolong ampuni kami...”
David mengerutkan kening : “Kali itu?”
Pria jelek itu meminta ampun : “kejadian delapan tahun yang lalu, Cindy membayar kami untuk menodai kakaknya! Dia membayar kami satu miliar...”
David memejamkan mata : “Asisten Albert, dari hasil pemeriksaan kartu Anqila kemarin, berapa jumlah uang yang dikirim?”
Albert mengerti apa yang dimaksud Oleh David, lalu menjawab dengan suara yang kecil : “presdir, jumlahnya satu miliar.”
Tiba-tiba David merasa bahwa kejadian di masa lalu adalah bingkai kaca yang mengurung David didalamnya, David merasa sesak nafas, Anqila... apakah kamu tahu bahwa sebenarnya orang yang kamu suruh aku lindungi sebelum kamu mati adalah orang yang telah membunuhmu?
Apa yang harus aku lakukan?
Membantu kamu membalas dendam, atau mengikuti kemauan kamu untuk berbuat baik terhadapnya?
David berjalan ke balkon untuk menghirup udara segar, Albert yang berada dibelakangnya bertanya : “Presdir, apa hukuman untuk mereka?”
“Antar ke kantor polisi, serahkan kepada petugas polisi, dia tau apa yang harus dilakukan.”
“Baik.”
Bella berjalan keluar dari rumah David, setelah lama menunggu, tidak ada taksi yang lewat, kebetulan di sekitar ada sebuah motel, jadi dia langsung membuka kamar dimotel itu untuk tidur semalam, ketika matahari terbit besok baru berangkat ke Perusahaan Valdo.
Kemarin malam Bella tidak selesai merevisi desain gambar dari taman bermain. Ketika Roger datang untuk meminta desain, melihat Bella yang kelelahan, dia merasa tidak tega : “Bella, kamu jangan terlalu bekerja keras, cutilah untuk istirahat sebentar.”
Bella tersenyum : “tidak apa-apa, maaf ya kak Roger, hari ini aku minta sedikit tambahan waktu untuk menyelesaikannya.”
“Lihatlah kantung matamu, bekerja adalah bekerja, jangan sampai mempertaruhkan nyawa."
Ketika mengatakannya, asisten Valdo berlari masuk ruangan lalu memberitahu Bella : “orang dari perusahaan LS sudah datang, katanya mereka ingin meminta desain gambar yang sudah direvisi, presdir Valdo sudah tiba di ruang rapat, dia menyuruh kalian untuk segera kesana.”
Setelah mendengarnya, Bella dan Roger saling menatap sejenak, apa boleh buat, mereka hanya bisa membawa desain gambar yang direvisi setengah ke dalam ruang rapat.
Setelah masuk kedalam, Bella dan Roger terdiam.
Ternyata orang yang datang dari perusahaan LS adalah Cindy.
Cindy mengenakan setelan perusahaan LS, tanda pengenal yang dipin didepan dada bertuliskan : " Manager Cindy".
Valdo dengan beberapa manager divisi dari perusahaan Valdo sedang menyambut Cindy, tapi dari raut wajah Valdo, jelas terlihat tidak ramah.
"....Aku juga tidak bisa mengatakan apa-apa, bagaimanapun David sudah memutuskan untuk bekerja sama dengan perusahaan kalian yang abal-abal ini, Tapi jika hari ini kalian tidak dapat menyerahkan desain gambar yang kemarin kami suruh kalian untuk revisi, maka kita tidak perlu untuk bekerja sama lagi, karena perusahaan LS tidak memerlukan mitra kerja yang tidak dapat menyelesaikan masalah semudah ini."
Dalam hati, Valdo mengutuk Cindy, Cindy sungguh seperti orang kaya baru yang sedang berusaha untuk melindungi hartanya, tidak mengerti apapun tentang real estat, tapi masih sok tahu, jika bukan karena hubungannya dengan David tergolong baik, maka dia pasti sudah mengusir Cindy keluar. Tapi sekarang dia hanya bisa menahan amarahnya dan tersenyum : "Manager Cindy, divisi desain kami bukan tidak cukup berusaha, tapi beban pekerjaan yang anda berikan kemarin sungguh sangat besar, dengan beban pekerjaan sebesar ini, mungkin divisi desain perusahaan LS sendiri juga membutuhkan waktu satu minggu untuk menyelesaikannya."
"Apakah kamu mengerti desain arsitektur?" Cindy menaikkan alisnya : "kamu mau mempermainkan aku karena aku seorang wanita ya?"
"Bukan mempermainkan kamu" Valdo yang kesabarannya sudah hampir habis berusaha untuk menjelaskan : "hari ini desainer dari perusahaan LS juga ada datang, jika tidak percaya coba kamu tanyakan sendiri, jika dia dapat menyelesaikannya dalam satu hari, maka dalam projek ini, kami akan melakukan apapun yang anda katakan."
"Kamu yang mengatakannya" tujuan kedatangan Cindy hari ini adalah untuk mencari masalah, Cindy mendapatkan kabar bahwa belakangan ini, perusahaan LS sedang sibuk akan projek dengan perusahaan real estat milik Valdo, dan sekarang Bella bekerja di perusahaan Valdo! Asalkan Cindy mengingat bahwa belakangan David menjauhinya dengan alasan bekerja membuatnya sangat emosi. Bagaimanapun dia harus menghancurkan prokjek kerja sama ini, walaupun David harus mencari mitra kerja baru, asalkan bukan Bella, dia tidak akan ada komentar!
Cindy membaikkan tubuh menghadap ke desainer yang berdiri disampingnya : "coba katakan, apakah bisa diselesaikan dalam satu hari?"
"Ini...." Desainer dari perusahaan LS yang tiba-tiba dipanggil tidak tahu harus menjawab apa, dia tau dengan sangat jelas bahwa dengan beban pekerjaan sebesar itu, dapat menyelesaikannya dalam kurun waktu satu minggu adalah hal yang normal, dan harus satu tim yang bekerja sama baru bisa menyelesaikannya, jika menyuruh satu orang untuk menyelesaikannya dalam waktu satu hari, itu tidaklah mungkin.
Tapi dia mengerti maksud kedatangan Cindy hari ini, bagaimanapun dia tidak bisa mempermalukan istri bos yang akan datang, maka dari itu dia menjawab : "bisa."
"O? Kalau begitu coba desainer hebat ini buktikan kepada perusahaan abal-abal kami?" Bella tertawa dingin, lalu maju kedepan mengeluarkan laptopnya, kemudian membuka desain gambar yang sudah dia revisi sampai setengah.
Akhirnya Bella muncul juga, ternyata benar!
Cindy melototi Bella : "siapa kamu, berdasarkan apa kamu memerintahkan karyawan perusahaan LS untuk melakukan sesuatu?"
Bella melihatnya sejenak, dengan dingin berkata : "siapa juga kamu, berdasarkan apa kamu mengkritik pekerjaan dari karyawan perusahaan kami?"
Cindy membalas : "perusahaan LS telah memberikan kalian pekerjaan, maka perusahaan LS adalah bos kalian! aku mewakili suamiku untuk membimbing kalian bekerja!"
Membimbing kami bekerja?" Bella tertawa dingin, lalu melihat tanda pengenal yang dipin didadanya : "perusahaan LS mempekerjakan kamu sebagai manager?"
"Aku bisa melakukan apapun di perusahaan milik suamiku, David sudah mengatakan bahwa jika suatu hari nanti aku sudah tidak ingin menjadi manager, maka kapanpun aku boleh menjadi istri bos." ketika mengatakannya, CIndy membusungkan dadanya dengan bangga, karena dia hamil, dadanya terkesan semakin membesar, walaupun kancing kemejanya masih bisa dikancing, namun celah diantara kedua kancing cukup besar, dari celah itu bisa terlihat pakaian dalamnya yang berwarna hitam.
Roger menyenggol tangan Bella, dengan suara kecil berkata : "presdir David bisa menyukai wanita seperti ini? Sungguh selera yang cukup baik."
Valdo tersenyum miring : "ckck, kedatangannya membawa aroma kotoran rubah, sangat bau, bahkan dari jauh juga bisa menciumya, bagaimanapun aku sungguh tidak dapat mengerti selera yang aneh ini."
Bella tidak mengatakan apapun, dia hanya menundukkan kepala mengecek laptopnya.
Novel Terkait
This Isn't Love
YuyuPRIA SIMPANAN NYONYA CEO
Chantie LeeCintaku Pada Presdir
NingsiHei Gadis jangan Lari
SandrakoCinta Yang Terlarang
MinnieJalan Kembali Hidupku
Devan HardiAwesome Husband
EdisonMy Cold Wedding×
- Bab 1 Pernikahan Yang Hancur
- Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
- Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
- Bab 4 Kamu Menggangap Saya Tidak Berani Membunuhmu?
- Bab 5 Musuh Yang Tidak Dapat Di Kalahkannya
- Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
- BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
- Bab 8 Asalkan Bisa Menyelamatkan Satu Nyawa
- Bab 9 Harga Dirinya Terjual
- Bab 10 Ini Adalah Takdir Wanita
- Bab 11 Orang Lain Tidak Menginginkanmu, Tetapi Aku Menginginkanmu
- Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
- Bab 13 Berikan Kompensasi Anqila Pada Cindy
- Bab 14 Kebeneran Berdarah
- Bab 15 Melihat Ke Belakang
- Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
- Bab 17 Aku akan Memenuhinya dalam Waktu Satu Hari
- Bab 18 Diluar Kebenaran
- Bab 19 Aku Tidak Membunuh
- Bab 20 Kehidupan Di Penjara
- Bab 21 Video Pengawasan
- Bab 22 Pertempuran Pertama
- Bab 23 Dia Tidak Mengecewakanku, Rupanya Cukup Ganas
- Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
- Bab 25 Kehidupan Yang Berantakan
- Bab 26 Kenyataan Memaksaku Untuk Menjadi Cuek
- Bab 27 Kehangatan yang Lama Tak di Rasakan
- Bab 28 Besok Kita Cerai
- Bab 29 Bukannya Aku Tak Pernah Berusaha
- Bab 30 Aku Tak Melihat Apapun
- Bab 31 Sahabat Wanita Yang Antusias
- Bab 32 Aku Sudah Cukup Dipermalukan
- Bab 33 Gosip Yang Merajalela Di Dunia Maya
- Bab 34 Kamu Ada Bukti Apa Berani Mengatainya
- Bab 35 Aku Menunggu Surat Pengadilanmu
- Bab 36 Grup A dan B
- Bab 37 Karyawan Sementara
- Bab 38 Masih Ingat Impianku Waktu Kecil?
- Bab 39 Kamu Tidak Aman Sendirian
- Bab 40 Masalah Reputasi Individu
- Bab 41 Siapa Bilang Kamu Tidak Mampu Membelinya
- Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
- Bab 43 Keputusan Bukan Ditangannya
- Bab 44 Bahaya Ketika Mabuk
- Bab 45 Keluar Dari Mulut Harimau
- BAB 46 Rahasia ANQILA
- Bab 47 Bella, Kemari!
- Bab 48 Meskipun Aku Dijual, Aku Juga Tidak Akan Mau Uangmu
- Bab 49 Kalau Begitu Tidak Usah Cerai
- Bab 50 Aku Bukanlah Anqila
- Bab 51 Pesta Makan Menjelang Perceraian
- Bab 52 Sepertinya Ia Tidak Terburu-buru Untuk Bercerai
- Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia
- Bab 54 Ide Yang Cukup Bagus
- Bab 55 Aku Memiliki Cara untuk Menangkapmu Kembali
- Bab 56 Tangan Mana yang Menyentuhnya?
- Bab 57 Selera Yang Aneh
- Bab 58 Sengaja Mempersulit
- Bab 59 Spesifikasi Bercerai
- Bab 60 Bersiap Untuk Pergi Keluar Negeri
- Bab 61 Dia Sedang Mandi, Ada Perlu Apa, Sampaikan Saja Padaku
- Bab 62 Uangnya, Anggap Saja Aku Yang Meminjamnya Darimu
- Bab 63 Bella Akan Kembali Kujaga
- Bab 64 Mungkinkah Hamil?
- Bab 65 Lahir Kalau Memang Ada
- Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
- Bab 67 Apakah Kamu Merasa Sekotor Itu?
- Bab 68 Panggil Saya Suamimu
- Bab 69 Karena Sudah Tidak Peduli, Baru Bisa Sesadis Ini
- Bab 70 Masa Lampau Itu
- Bab 71 Selamat Tinggal,David
- Bab 72 Perceraian
- Bab 73 Petemuan Ini Seperti Takdir
- Bab 74 Kenapa Tidak Berani Melihatku
- Bab 75 Menjadi Kekasihku
- Bab76 Dia Tidak Punya Kaki Sampai Harus Di Antar?
- Bab 77 Aku Memberikanmu Satu Kali Kesempatan Untuk Mencintaiku
- Bab 78 Dijual Ke David
- Bab 79 Hanya Menyampaikan Ini, Jaga Diri Dengan Baik
- Bab 80 Perjodohan
- Bab 81 Adegan Familiar
- Bab 82 Petani Dan Ular
- Bab 83 Ini Hanya Kompensasi
- Bab 84 Mulai Sementara
- Bab 85 Menjalankannya Bersama Akan Ada Hasil
- Bab 86 Bella, Jalan Kita Masih Panjang
- Bab 87 Anak Tidaklah Bersalah
- Bab 88 Jika Ini Semua Bukanlah Cinta
- Bab 89 Kakak Ipar
- Bab 90 Identifikasi Orang Tua-Anak
- Bab 91 Kamu Hanya Menganggap Saya Masa Lalu
- Bab 92 Lagu Ulang Tahun
- Bab 93 Bersama Dalam Kesulitan
- Bab 94 Saya Tidak Bilang Selesai
- Bab 95 Willy
- Bab 96 Kita Menikah Kembali
- Bab 97 Atas Dasar Wanita Saya
- Bab 98 Balas Dendam Cindy
- Bab 99 Aku Tidak Taruhan Dengan Orang Gila
- Bab 100 Apakah Kamu Pernah Mencintaiku?
- Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
- Bab 102 Aku Adalah Bajingan
- Bab 103 Aku Tahu Kamu Tidak Mencintai Aku
- Bab 104 Mimpi Besar Dan Belum Tersadar
- Bab 105 Berakting
- Bab 106 Bella, Aku Datang Mencarimu
- Bab 107 Jangan Usir Aku
- Bab 108 Pertunjukkan dari Ketiga Laki-laki
- Bab 109 Konfrontasi Kamar Mandi
- Bab 110 Bajingan Kecil
- Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
- Bab 112 Ibu-Anak Anti-View
- Bab 113 David Adalah Lelakiku
- Bab 114 Jika Kamu Tak Buka, Aku Yang Bantu Membukanya
- Bab 115 Kejujuran
- Bab 116 Aku Pasti Bisa Membawamu Ke Puncak
- Bab 117 Harga Diriku Melarangku Mengulangi Kesalahan Yang Sama
- Bab 118 Kembalilah, Ya?
- Bab 119 Menikah Dengan Sekali Lagi
- Bab 120 Kita Menikah Saja
- Bab 121 Tidak Bisa Berhasil Belajar
- Bab 122 Gembi Gu Dalam Bahaya
- Bab 123 Aku Ingin Kamu dengan Senang Hati Menikah Denganku
- Bab 124 Mulai Hari Ini, Kamu Harus Selalu Berada di Sampingku
- Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya
- Bab 126 Keadaan Yang Baik
- Bab 127 Semua Ini Karena Sup Ayam
- Bab 128 Di Antara Kita Mana Ada Lagi Hubungan Keluarga Yang Bisa Dianggap
- Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat
- Bab 130 Akulah Alasannya
- Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata
- Bab 132 Menggoda
- Bab 133 Mengulang Trik Lama
- Bab 134 Aku Pernah Mencintaimu
- Bab 135 Bawa Aku Pergi
- Bab 136 Ayuk Ke Pantai
- Bab 137 Pembunuh
- Bab 138 Melarang
- Bab 139 Pergilah, Aku Membiarkanmu Pergi
- Bab 140 Kecepatan Hidup dan Mati
- Bab 141 Kali Ini, Giliranku Yang Menunggumu
- Bab 142 Patah Hati
- Bab 143 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 144 Aku Hanya Mau Satu Jawaban
- Bab 145 Memulai Kehidupan Baru
- Bab 146 Negara Asing
- Bab 147 Jika Suatu Hari Nanti Aku Bisa Melupakannya
- Bab 148 Tom
- Bab 149 Di Dunia Ini, Mana Ada Begitu Banyak
- Bab 150 Ditakdirkan Bersama tapi Terpisah oleh Lautan
- Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
- Bab 152 Aku Membencinya, Aku Mencintainya
- Bab 153 Reinkarnasi Kehidupan
- Bab 154 Aku Akan Membayarnya dengan Segala Milikku
- Bab 155 Kembali ke Negeri Asal
- Bab 156 Berpapasan yang Terlewatkan
- Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu
- Bab 158 Eric Lee
- Bab 159 Dia Adalah Sumber Segala Ketakutanku
- Bab 160 Jangan Menolakku Ya
- Bab 161 Pada Akhirnya Kembali Bertemu
- Bab 162 Kamu Masih Membenciku
- Bab 163 Bintang di Langit, Dia di Hati
- Bab 164 Hanya Masa Lalu
- Bab 165 Tidak Ada Satupun Yang Bisa Dibandingkan Dengannya
- Bab 166 Aku Hanya Ingin Berbuat Baik Kepadamu
- Bab 167 Menebus Kesalahan
- Bab 168 Hebat
- Bab 169 Pengajaran Berkualitas
- Bab 170 Hai Orang Asing
- Bab 171 Mengadu Kecerdasan dan Keberanian
- Bab 172 Masih Ada Berapa Lama Waktu Dihabiskan Untuk Merasa Kesal
- Bab 173 Kapitalis Jahat
- Bab 174 Hati Kecil
- Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
- Bab 176 Tuan Kelima
- Bab 177 Identitas Nino
- Bab 178 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan
- Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
- Bab 180 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan (3)
- Bab 181 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya
- Bab 182 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (5)
- Bab 183 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (6)
- Bab 184 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (7)
- Bab 185 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (8)
- Bab 186 Karnaval Terakhir
- Bab 187 Pertaruhan Hidup
- Bab 188 Biar Aku yang Menemanimu Mati
- Bab 189 Jangan Tanya Tentang Masa Depan
- Bab 190 Epilog
- Bab 190 Epilog (2)
- Bab 191 Epilog (Benar) (1)
- Bab 191 Epilog (Benar) (2)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (1)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (2)
- Bab 193 Wawancara Suami Istri
- Bab 194 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (7)
- Bab 195 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (8)
- Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)