My Cold Wedding - Bab 173 Kapitalis Jahat
Setelah menutup telepon, Bella merenung sejenak di dapur, barulah berjalan perlahan ke ruang makan.
David menyodorkan segelas susu yang ada di atas meja: “Diminum selagi masih hangat, pagi ini ada meeting, kita harus berangkat lebih awal.”
Bella melihat jam tangannya, jam 7.30, curiga.
Sedikit tidak mempercayai nya, kemudian kembali melihat handphone-nya, setelah yakin masih jam 7.30 barulah dia duduk, seteguk demi seteguk meminum susu.
“Kemarin aku tidak melihat ada susu di dalam kulkas, apakah kamu membelinya tadi pagi?”
“Em,” David kemudian meneguk habis susu di gelasnya, “jam 5 lebih aku bangun pergi ke area kota dengan mobil membelinya, disini sudah terlalu terpencil, kebutuhan sehari-hari sangat tidak lengkap.”
Dalam hati Bella ada sedikit risau berkata: “Benar sangat tidak lengkap.”
Ingatan saat dulu selalu menghabiskan waktu 2 jam mengendarai mobil untuk pergi ke kota untuk membeli sayur masih teringat jelas, sekarang jika di ingat lagi, dia sedikit iri dengan dirinya waktu itu, dia masih mempunyai tenaga melewati itu semua.
David berkata: “Dalam waktu dekat, tempat ini bisa berkembang menjadi daerah perumahan yang kelas atas di kota Harriford.”
Bella tidak yakin: “Aku ingat lokasi awal Menara Genderang juga tidak jauh, bukankah harus mengembangkan sebuah Taman peninggalan?”
“Taman peninggalan memang harus di kembangkan, tapi….akhir-akhir ini aku sudah menelusuri beberapa dokumen lama, yang membahas tentang catatan mengenai lokasi Menara Genderang sangat banyak, salah satunya ada yang membahas, dulu tempat ini adalah sebuah pelabuhan yang besar, dimana kapal yang datang dan pergi hanya berhenti menepi, Menara Genderang itu sendiri digunakan untuk menentukan waktu kapal memasuki dan meninggalkan pelabuhan. Jadi aku berencana, untuk mengulangi pemandangan agung zaman itu.”
Bella terkejut: “Jadi….sampai jalur sungai kuno itu selesai di perbaiki, tempat ini akan menjadi perumahan dengan pemandangan sungai?”
David tertawa renyah: “Benar sekali. Aku ingin merubah tempat ini menjadi kawasan yang hanya bisa di tinggali dengan anggota kelas atas, sampai monumen dan sungai sudah selesai, harganya pasti akan melonjak berkali-kali lipat.”
“Lalu berapa harga tempat ini saat kamu pertama kali membelinya?”
“Dua miliar.”
“Jika mengenai perumahan berkelas tinggi yang kamu katakan tadi berhasil di bangun, bisa mendapatkan berapa banyak keuntungan?”
Telunjuk David mengetuk-ngetuk meja makan: “Angka pastinya masih harus melihat perhitungan dan evaluasi, namun semalam aku sudah menghitung secara garis besar, mungkin bisa sampai ke angka ini.”
Dia menunjukkan 4 jarinya.
Bella terkejut: “4 MILIAR?! Dan ini setengah harga dari yang kamu dapatkan!”
David tidak tahan mengelus kepalanya: “Tambah nol lagi.”
Bella kali ini sudah tidak bisa berkata-kata lagi.
Dari dulu dia hanya tahu David sangat ahli dalam bidang arsitektur, tapi dia tidak begitu tahu pasti bahwa dia dalam memimpin Perusahaan LS dalam beberapa tahun yang singkat sudah menjadi pengembang Real Estate di Asia dan seluruh dunia.
Awalnya sebenarnya lelaki seperti apa yang dia lihat?
“Ada apa?” David melihat dia mengerutkan alisnya, tidak tahan untuk bertanya.
Bella mengayungkan-ayunkan tangannya: “Hanya saja merasa…jika tidak licik tidak bisa berbisnis! Apakah pemerintah kota tahu sebegini liciknya kamu?”
“Tentu saja tahu, tapi mereka juga membutuhkanku.” David berkata: “Menara Genderang itu salah satu monumen yang berharga di Kota Harriford, kota dalam juga ingin membuatnya menjadi tempat wisata, sampai sumber daya pariwisata sudah tersedia, uang yang di hasilkan tidak hanya 1 atau 2 miliar saja, melainkan tanah ini aku akan membangunnya dengan harga tinggi, pengembangan real estate lainnya tidak mencapai miliaran, kota juga tidak menderita, melainkan mereka juga tahu, karena dengan kemampuan ku yang bisa membuat Menara Genderang menjadi terkenal se-Asia.”
Pertama kali mengetahui hal seperti ini, Bella tidak bisa mencerna nya dalam waktu singkat.
David juga tidak ingin dia berpikir terlalu keras, memaksanya untuk pergi sarapan, menyalakan mobil membawanya keluar.
Bella tidak setuju: “Tidak boleh membiarkan Nino sendirian di dalam rumah, disini terlalu terpencil!”
Tapi David menjawab: “Albert sudah datang kemari, sebentar lagi langsung menjemput Nino pergi ke perusahaan, kita akan bertemu dengannya di perusahaan nanti.”
“Lalu kenapa tidak langsung sekalian membawa Nino pergi bersama?” saat bertanya seperti ini sebenarnya Bella sudah ada gambaran, Nino penurut dan sudah mengerti masalah, dia sama sekali bukan dibesarkan oleh David, jika anak itu muncul bersamaan di perusahaan, dia harus bagaimana menjelaskan?
Tapi walaupun begitu, dia masih tidak bersedia.
David langsung menyalakan mobil, membawanya ke suatu klub kecantikan di dalam kota.
Beberapa staff toko yang cantik mempesona itu mengenali David, dengan segera menyambutnya, tatapan mereka jatuh ke orang di samping David si Bella yang memakai kaos dan rok jeans “tampilan orang miskin”, tatapan mereka langsung merendahkan. Orang kampungan yang bisa berdiri di samping David, orang seperti apa dia?
Sebenarnya wajar jika beberapa staff toko ini tidak mengenal Bella, berita di koran itu sudah lewat beberapa tahun yang lalu, dan juga saat itu Bella terlihat sangat lemah dan rapuh, dibandingkan dia yang sekarang terlihat berkharisma seperti berasal dunia yang sangat berbeda.
“David hari ini….membawa pacar datang untuk di dandani?” tanya staff toko mencari tahu.
David mengerutkan keningnya: “Bukan pacarku.”
Beberapa staff toko itu saling memandang, terlihat jelas senang sekali, semakin bersemangat melayaninya: “Lalu apakah dia adalah pembantu mu? Datang mengikutimu untuk membantu mengangkat barang?”
Bella langsung menjadi kikuk, memandangi stoking panjang dan sepatu hak tinggi para staff itu, kemudian kembali melihat sepatu kanvas putih di kakinya, dengan canggung tersenyum, “Em.”
Dia berdiri berdampingan dengan David, terlihat jelas memang tidak sepadan.
“Bukan pacar,” David kemudian merangkul pinggang Bella, kemudian membawanya ke pelukannya: “Dia istriku.”
Mendengar itu, bukan hanya kedua staff toko itu saja yang langsung terpaku, tapi Bella juga.
“Bicara apa kamu….”
“Kecilkan suaramu sedikit,” Dia berbisik di telinga Bella, dengan suara kecil berkata: “Langkah pertama untuk menjadi seorang arsitek handal, kamu harus ada percaya diri yang cukup.”
Bella memberontak sedikit: “Tapi aku….”
Penampilannya sebenarnya memang terlalu biasa, dengan dia berdiri di klub kecantikan yang berkilauan ini, dia pasti ada perasaan menodai lantai orang lain.
“Tidak ada tapi-tapi an, Bella, kamu harus ingat, untuk membuat orang bisa yakin kepadamu, pertama-tama kamu harus percaya diri dulu betapa bagusnya dirimu.”
Semua staff toko yang melihat kedua orang yang sangat mesra itu, wajahnya langsung berubah pucat.
Jika itu memang benar….mereka baru saja menyebut istri Presiden Perusahaan LS itu sebagai pembantu….jika bos mereka tahu tentang hal itu pasti akan segera memecat mereka….
Mereka langsung merangkul Bella menuju area pakaian dan topi, kemudian mengenalkan produk yang terbaru.
Kemudian David langsung memperhatikan wajah para staff toko itu, kemudian berjalan mengambil sehelai gaun putih, dia juga mengambil sepasang sepatu hak tinggi yang berwarna sama, kemudian bangkit dan berbicara: “Gaun size M, sepatu size 36, make-up nya yang halus, rambutnya di gerai dan jangan di warnai, gaya yang santai sudah cukup, “Dia kemudian melihat jam di pergelangannya: “Setengah jam, OK?”
Staff toko langsung mengangguk-anggukan kepalanya: “Tidak masalah tidak masalah, Presiden Li anda mohon tunggu disini sebentar.”
Bella sudah hampir terlihat seperti boneka bertali yang bisa di atur-atur, dia langsung di gantikan pakaiannya dengan gaun dan sepatu yang di pilih David, sekumpulan orang mengelilinginya sibuk kesana kemari, setengah jam yang panik, sampai dia akhirnya keluar dari ruang dandan, David sudah menunggu dengan tidak sabar.
Saat dia baru saja ingin membuka mulut untuk mendesak, dia langsung terdiam melihat apa yang ada di depan mata.
Novel Terkait
This Isn't Love
YuyuMy Cold Wedding
MevitaGet Back To You
LexyMilyaran Bintang Mengatakan Cinta Padamu
Milea AnastasiaPengantin Baruku
FebiCinta Adalah Tidak Menyerah
ClarissaMy Cold Wedding×
- Bab 1 Pernikahan Yang Hancur
- Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
- Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
- Bab 4 Kamu Menggangap Saya Tidak Berani Membunuhmu?
- Bab 5 Musuh Yang Tidak Dapat Di Kalahkannya
- Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
- BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
- Bab 8 Asalkan Bisa Menyelamatkan Satu Nyawa
- Bab 9 Harga Dirinya Terjual
- Bab 10 Ini Adalah Takdir Wanita
- Bab 11 Orang Lain Tidak Menginginkanmu, Tetapi Aku Menginginkanmu
- Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
- Bab 13 Berikan Kompensasi Anqila Pada Cindy
- Bab 14 Kebeneran Berdarah
- Bab 15 Melihat Ke Belakang
- Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
- Bab 17 Aku akan Memenuhinya dalam Waktu Satu Hari
- Bab 18 Diluar Kebenaran
- Bab 19 Aku Tidak Membunuh
- Bab 20 Kehidupan Di Penjara
- Bab 21 Video Pengawasan
- Bab 22 Pertempuran Pertama
- Bab 23 Dia Tidak Mengecewakanku, Rupanya Cukup Ganas
- Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
- Bab 25 Kehidupan Yang Berantakan
- Bab 26 Kenyataan Memaksaku Untuk Menjadi Cuek
- Bab 27 Kehangatan yang Lama Tak di Rasakan
- Bab 28 Besok Kita Cerai
- Bab 29 Bukannya Aku Tak Pernah Berusaha
- Bab 30 Aku Tak Melihat Apapun
- Bab 31 Sahabat Wanita Yang Antusias
- Bab 32 Aku Sudah Cukup Dipermalukan
- Bab 33 Gosip Yang Merajalela Di Dunia Maya
- Bab 34 Kamu Ada Bukti Apa Berani Mengatainya
- Bab 35 Aku Menunggu Surat Pengadilanmu
- Bab 36 Grup A dan B
- Bab 37 Karyawan Sementara
- Bab 38 Masih Ingat Impianku Waktu Kecil?
- Bab 39 Kamu Tidak Aman Sendirian
- Bab 40 Masalah Reputasi Individu
- Bab 41 Siapa Bilang Kamu Tidak Mampu Membelinya
- Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
- Bab 43 Keputusan Bukan Ditangannya
- Bab 44 Bahaya Ketika Mabuk
- Bab 45 Keluar Dari Mulut Harimau
- BAB 46 Rahasia ANQILA
- Bab 47 Bella, Kemari!
- Bab 48 Meskipun Aku Dijual, Aku Juga Tidak Akan Mau Uangmu
- Bab 49 Kalau Begitu Tidak Usah Cerai
- Bab 50 Aku Bukanlah Anqila
- Bab 51 Pesta Makan Menjelang Perceraian
- Bab 52 Sepertinya Ia Tidak Terburu-buru Untuk Bercerai
- Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia
- Bab 54 Ide Yang Cukup Bagus
- Bab 55 Aku Memiliki Cara untuk Menangkapmu Kembali
- Bab 56 Tangan Mana yang Menyentuhnya?
- Bab 57 Selera Yang Aneh
- Bab 58 Sengaja Mempersulit
- Bab 59 Spesifikasi Bercerai
- Bab 60 Bersiap Untuk Pergi Keluar Negeri
- Bab 61 Dia Sedang Mandi, Ada Perlu Apa, Sampaikan Saja Padaku
- Bab 62 Uangnya, Anggap Saja Aku Yang Meminjamnya Darimu
- Bab 63 Bella Akan Kembali Kujaga
- Bab 64 Mungkinkah Hamil?
- Bab 65 Lahir Kalau Memang Ada
- Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
- Bab 67 Apakah Kamu Merasa Sekotor Itu?
- Bab 68 Panggil Saya Suamimu
- Bab 69 Karena Sudah Tidak Peduli, Baru Bisa Sesadis Ini
- Bab 70 Masa Lampau Itu
- Bab 71 Selamat Tinggal,David
- Bab 72 Perceraian
- Bab 73 Petemuan Ini Seperti Takdir
- Bab 74 Kenapa Tidak Berani Melihatku
- Bab 75 Menjadi Kekasihku
- Bab76 Dia Tidak Punya Kaki Sampai Harus Di Antar?
- Bab 77 Aku Memberikanmu Satu Kali Kesempatan Untuk Mencintaiku
- Bab 78 Dijual Ke David
- Bab 79 Hanya Menyampaikan Ini, Jaga Diri Dengan Baik
- Bab 80 Perjodohan
- Bab 81 Adegan Familiar
- Bab 82 Petani Dan Ular
- Bab 83 Ini Hanya Kompensasi
- Bab 84 Mulai Sementara
- Bab 85 Menjalankannya Bersama Akan Ada Hasil
- Bab 86 Bella, Jalan Kita Masih Panjang
- Bab 87 Anak Tidaklah Bersalah
- Bab 88 Jika Ini Semua Bukanlah Cinta
- Bab 89 Kakak Ipar
- Bab 90 Identifikasi Orang Tua-Anak
- Bab 91 Kamu Hanya Menganggap Saya Masa Lalu
- Bab 92 Lagu Ulang Tahun
- Bab 93 Bersama Dalam Kesulitan
- Bab 94 Saya Tidak Bilang Selesai
- Bab 95 Willy
- Bab 96 Kita Menikah Kembali
- Bab 97 Atas Dasar Wanita Saya
- Bab 98 Balas Dendam Cindy
- Bab 99 Aku Tidak Taruhan Dengan Orang Gila
- Bab 100 Apakah Kamu Pernah Mencintaiku?
- Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
- Bab 102 Aku Adalah Bajingan
- Bab 103 Aku Tahu Kamu Tidak Mencintai Aku
- Bab 104 Mimpi Besar Dan Belum Tersadar
- Bab 105 Berakting
- Bab 106 Bella, Aku Datang Mencarimu
- Bab 107 Jangan Usir Aku
- Bab 108 Pertunjukkan dari Ketiga Laki-laki
- Bab 109 Konfrontasi Kamar Mandi
- Bab 110 Bajingan Kecil
- Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
- Bab 112 Ibu-Anak Anti-View
- Bab 113 David Adalah Lelakiku
- Bab 114 Jika Kamu Tak Buka, Aku Yang Bantu Membukanya
- Bab 115 Kejujuran
- Bab 116 Aku Pasti Bisa Membawamu Ke Puncak
- Bab 117 Harga Diriku Melarangku Mengulangi Kesalahan Yang Sama
- Bab 118 Kembalilah, Ya?
- Bab 119 Menikah Dengan Sekali Lagi
- Bab 120 Kita Menikah Saja
- Bab 121 Tidak Bisa Berhasil Belajar
- Bab 122 Gembi Gu Dalam Bahaya
- Bab 123 Aku Ingin Kamu dengan Senang Hati Menikah Denganku
- Bab 124 Mulai Hari Ini, Kamu Harus Selalu Berada di Sampingku
- Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya
- Bab 126 Keadaan Yang Baik
- Bab 127 Semua Ini Karena Sup Ayam
- Bab 128 Di Antara Kita Mana Ada Lagi Hubungan Keluarga Yang Bisa Dianggap
- Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat
- Bab 130 Akulah Alasannya
- Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata
- Bab 132 Menggoda
- Bab 133 Mengulang Trik Lama
- Bab 134 Aku Pernah Mencintaimu
- Bab 135 Bawa Aku Pergi
- Bab 136 Ayuk Ke Pantai
- Bab 137 Pembunuh
- Bab 138 Melarang
- Bab 139 Pergilah, Aku Membiarkanmu Pergi
- Bab 140 Kecepatan Hidup dan Mati
- Bab 141 Kali Ini, Giliranku Yang Menunggumu
- Bab 142 Patah Hati
- Bab 143 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 144 Aku Hanya Mau Satu Jawaban
- Bab 145 Memulai Kehidupan Baru
- Bab 146 Negara Asing
- Bab 147 Jika Suatu Hari Nanti Aku Bisa Melupakannya
- Bab 148 Tom
- Bab 149 Di Dunia Ini, Mana Ada Begitu Banyak
- Bab 150 Ditakdirkan Bersama tapi Terpisah oleh Lautan
- Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
- Bab 152 Aku Membencinya, Aku Mencintainya
- Bab 153 Reinkarnasi Kehidupan
- Bab 154 Aku Akan Membayarnya dengan Segala Milikku
- Bab 155 Kembali ke Negeri Asal
- Bab 156 Berpapasan yang Terlewatkan
- Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu
- Bab 158 Eric Lee
- Bab 159 Dia Adalah Sumber Segala Ketakutanku
- Bab 160 Jangan Menolakku Ya
- Bab 161 Pada Akhirnya Kembali Bertemu
- Bab 162 Kamu Masih Membenciku
- Bab 163 Bintang di Langit, Dia di Hati
- Bab 164 Hanya Masa Lalu
- Bab 165 Tidak Ada Satupun Yang Bisa Dibandingkan Dengannya
- Bab 166 Aku Hanya Ingin Berbuat Baik Kepadamu
- Bab 167 Menebus Kesalahan
- Bab 168 Hebat
- Bab 169 Pengajaran Berkualitas
- Bab 170 Hai Orang Asing
- Bab 171 Mengadu Kecerdasan dan Keberanian
- Bab 172 Masih Ada Berapa Lama Waktu Dihabiskan Untuk Merasa Kesal
- Bab 173 Kapitalis Jahat
- Bab 174 Hati Kecil
- Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
- Bab 176 Tuan Kelima
- Bab 177 Identitas Nino
- Bab 178 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan
- Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
- Bab 180 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan (3)
- Bab 181 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya
- Bab 182 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (5)
- Bab 183 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (6)
- Bab 184 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (7)
- Bab 185 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (8)
- Bab 186 Karnaval Terakhir
- Bab 187 Pertaruhan Hidup
- Bab 188 Biar Aku yang Menemanimu Mati
- Bab 189 Jangan Tanya Tentang Masa Depan
- Bab 190 Epilog
- Bab 190 Epilog (2)
- Bab 191 Epilog (Benar) (1)
- Bab 191 Epilog (Benar) (2)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (1)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (2)
- Bab 193 Wawancara Suami Istri
- Bab 194 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (7)
- Bab 195 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (8)
- Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)