My Cold Wedding - Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
Di depannya duduk seorang wanita 30 tahun lebih dia terlihat menawan, melihat dia sedang mengoleskan lipstik di bibirnya: “ kamu sangat beruntung.”
Bella membuka mulutnya ingin berbicara , tetapi suara yang di keluarkannya terdengar kasar dan berderak,“Kamu adalah...”
“Saya adalah pemilik klub malam ini, semua orang memangil saya kak Jane, David tidak membiarkan rumah sakit untuk menerimamu lagi, dan saya juga tidak dapat membiarkan kamu yang baru saja melakukan aborsi, lalu tidur di jalanan tanpa rumah, jadi saya membawa kamu ke sini.”
Jane mengunakan tangan untuk menunggakkan kepalanya lalu memutar dagunya ke kanan dan ke kiri : “Bella?”
Jane memanggil namanya, “Kamu tidak perlu terkejut apa yang di lakukan oleh David , Kemarin malam dia mengantarmu ke sini, dan tentunya dia akan menyapa saya. Berdasarkan instruksi dia, saya seharusnya membuatmu lenyap dari muka bumi ini dengan sendirinya itu baru benar, tetapi saya tidak mau rencana pria jahat itu berjalan dengan lancar, makanya saya baru memanggil mobil ambulan.” Api di bola mata Bella telah padam:“Terima kasih karena telah menolong saya.”
“Jangan terburu-buru untuk berterima kasih.” David dan Jane menggunakan kata-kata yang sama, “Selanjutnya kamu berencana mau melakukan apa?”
Dia masih bisa bagaimana?
Di bawah kecerdikan David, jika saya keluar dari Klub Malam ini, takutnya dia mengirimku ketempat yang lebih mengerikan lagi, dan dia akan merasakan segala macam siksaan.
Kematian anaknya membuat hatinya memahami sesuatu. Dia sudah memikirkannya , jika bisa menemani anak pergi, hidupnya juga tidak akan menyakitkan seperti ini.
Tetapi dia beruntung karena tidak jadi mati, dan dikarenakan dia masih hidup tentunya harus memiliki rencana hidup ke depan. Dikarenakan ayahnya menghabiskan seluruh kekayaan mereka, dia sudah merasakan kesombongan manusia, telah belajar untuk melepaskan sikap keangkuhan seorang anak orang kaya, dan menghadapi suramnya kenyataan hidup ini.
Dia masih memiliki seorang adik yang harus di hidupi, dia harus mencari uang demi membayar uang sekolah , lalu menyimpan uang untuk adiknya kuliah. Dan lagi kakaknya yang sedang sakit parah koma tidak sadarkan diri, setiap hari dia harus membayar biaya pengobatan yang sangat mahal. Sudah tidak ada lagi yang dia diharapkannya, tetapi adiknya masih memiliki masa depan yang cerah, hanya dia seorang satu-satunya harapan keluarga Bella.
“Saya ingin tinggal di sini.”
Anqila mati di sini, David pasti sangat membenci tempat ini, dan dia tidak mungkin datang kemari tempat yang aman, Di sini merupakan tempat teraman, Dikota H ini tidak ada tempat yang lebih aman dari tempat ini.
Hanya tidak bertemu dengannya, dia bisa bersembunyi disini dan terus berjuang sampai nafas terakhirnya, baik-baik mencari uang untuk sekolahkan adiknya ...
Kak Jane hanya bermain dengan kuteks di kuku jarinya: “Kamu sudah tahu di sini kami melakukan apa?”
“Sudah tahu.”
“Apakah kamu bersedia menjadi gadis yang menemani tamu minum bir? Nona, jangan kamu kira hanya menemani mereka minum, kebanyakan bir hanyalah sebagai umpannya, acara utamanya akan keluar di belakang.”
Bella mendengar suara musik yang menurunkan moral di lantai dansa, dan lagi terdengar suara kedua tubuh saling bertumburan dari kamar sebelah. Dia mengangukan kepala: “Saya bersedia.”
Tetapi Kak Jane berkata: “ Di wajahmu terdapat bekas luka, tidak mungkin ada tamu yang mau memesan kamu.”
“Saya bisa melakukan pekerjaan yang kasar seperti mencuci piring, dan membersikan lantai.”
Kak Jane sepertinya mendengarkan sebuah lelucon; “Kamu? Anak dari keluarga terpandang?”
Bella hanya mengganguk, “Mulai dari sekarang tidak ada lagi Bella sebagai anak dari keluarga terpandang, Bella yang sekarang hanyalah seorang gadis penjaga kebersihan di klub malam. Kak Jane, saya mohon kepadamu terima saya, saya bersedia melakukan apapun.”
Kak Jane terlihat sedang berpikir, dan pada akhirnya wanita itu menganggukan kepalanya: “Sangat disayangkan jika mukamu yang cantik itu di jadikan seorang petugas kebersihan. Yang paling penting dari bisnis ini adalah menaruh martabat di bawah kaki, asalkan kamu bersedia, saya bisa membuatmu terlahir kembali.”
Jane mencari dokter terbaik untuk mengobati luka di wajahnya. Seluruh bagian dari tubuhnya telah sembuh, hanya saja ada satu bagian di wajah sebelah kiri, bagaimanapun di obati bekas luka itu tidak kunjung menghilang, meninggalkan sebuah luka yang membuat wajahnya terlihat jelek. Jane langsung mencari seorang ahli tato tubuh, di wajah bagian kanannya di tato setangkai bunga mawar yang terlihat sangat mengoda.
Seniman tato itu sangat menguasai seni mentato tubuh, bunga mawar itu bukan hanya terlihat indah tetapi juga menutupi bekas luka di wajah, ditambah dengan tangkai bunga itu membuatnya terlihat lebih indah, dan beberapa bingkai yang berbentuk kail terlihat sungguh mempesona. Bella bercermin melihat dirinya sendiri, dia merasa sedikit terkejut dan tidak bisa mengatakan apapun.
“Kelak namamu berubah menjadi Mawar. ”Jane sangat puas menatap wajahnya yang sekarang: “Ingat, kamu hanya menemani tamu minum, tidak turun ke lapangan, membuat orang ingin merasakanmu tetapi tidak mendapatkannya, yang seperti itu baru sangat membuat orang tertarik ...”
Bella mendapatkan pekerjaan yang aman, Kak Jane mendapatkan pohon uang, tuan rumah dan tamu sama-sama menikmati, senang bekerja sama denganmu.
Kak Jane bahkan mengajarinya dengan tangan sendiri bagaimana cara menghadapi pria, mengajarinya bagaimana cara menjual lebih banyak bir.
Lima bulan kemudian, Bella telah menghapus bersih kehormatannya, mengandalkan wajah yang cantik dan dengan keahlian khusus berjalan dari pria ke pria yang lain, yang di katakan Kak Jane memang benar, laki-laki memang makluk yang menyedikan, meneteskan air liur hanya karena melihat kecantikannya tetapi tidak memiliki cara untuk mendekatinya, dan hanya bisa membeli bir untuk berjumpa dengannya. Bulan pertama dia bekerja, dia dapat menjual bir lebih banyak dari semua orang.
Hari ini, Bella selesai bekerja, kembali ke kamarnya bersiap untuk melepas make up, tiba-tiba seseorang mengetuk pintunya: “Mawar, kamu pergi menyambut tamu di ruangan VIP.”
Dia adalah Vanny yang memiliki hubungan yang tidak terlalu baik dengannya, Bella mengerutkan alisnya, “Kak Jane pernah mengatakan, saya sehari hanya boleh menemani satu tamu, hari ini saya sudah pergi menemani bos dari Perusahaan Sinar Surya.”
Vanny malah mengeluarkan wajah tidak sabaran: “Tamu itu memesan namamu! Bahkan untuk menemani tamu yang memiliki banyak uang kamu tidak mau pergi, dan hanya duduk di dalam toilet makan kotoranmu sendiri.”
Setelah selesai mengatakan perumpamaan yang dia rasa tidak tidak begitu tepat, dia mengerutkan alisnya dan menghimbaunya : “Kamu jangan lupa Kak Jane demi mengobati lukamu telah menghabiskan berapa banyak uang, bahkan memintamu untuk menolong Kak Jane untuk menjalankan bisnis saja kamu tidak bersedia?”
Dia memang memliki hutang budi terhadap Kak Jane, Jadi dia hanya bisa menggangukkan kepalanya, “Baik, saya akan segera pergi.”
Bergegas memperbaiki penampilan sendiri, Bella membuka pintu kamar VIP.
Senyum di wajahnya seketika mengeras tidak dapat bergerak.
Lampu merah seketika menyorot anggur biru, wajah yang terlihat familiar duduk di tengah, semua bagian sofa duduklah beberapa orang yang sangat familiar, semua adalah orang yang memiliki nama di kota H ini, di antaranya yang baru saja Bella temani, dia adalah Bos Beni. Sekelompok orang itu dengan hormat menyambut pria itu ketempat tempat duduk utama, dan dengan membungkuk jika mau mengatakan sesuatu.
Tetapi orang yang duduk di tempat utama itu, menunjukan sifat yang sangat arogan seperti tangan yang besar sedang meremuknya membuat dia sulit bernafas.
Seketika waktu telah berlalu setengah tahun, sekali lagi dia melihat David, Bella merasa seluruh badanya mengeluarkan cairan darah mengalir keluar.
Dia ketakutan memilih mundur keluar dari ruangan itu, dengan langkah yang cepat pergi dari sana. Dia sangat ingin pergi dari sini tetapi seseorang di belakangnya menarik lengannya, membuatnya terkejut sampai mengeluarkan suara.
Bos Beni terkejut melihat reaksi belebihannya: “Mawar, semua telah datang ke tempat ini, tetapi kenapa kamu pergi?”
Bella menenangkan detak jantungnya yang berdetak dengan cepat, terasa sangat sulit untuk membuat senyuman: “Bos Beni, saya sungguh minta maaf, saya hari ini merasa tidak enak badan, boleh saya menyuruh orang lain mengantikan saya.”
“Tidak bisa begitu, saya dan David sudah mengatakan, kamu adalah Mawar yang kecantikannya sudah tersebar kemana-mana, jika seluruh wanita di Klub Malam ini di gabungkan juga masih tidak dapat menandingi kamu seorang, kamu tidak boleh membuat saya mengingkari janji ya kan?”
Melihat wajahnya yang memucat, terlihat memang benar dia tidak enak badan, Bos beni menunjukan rasa pedulinya: “Mawar, kamu angap saja membantu saya mengerjakan satu pekerjaan, jika hanya kamu berhasil berbisnis dengan Perusahaan LS, semua bir kalian tahun ini saya beli, menurutmu bagaimana? Saya tahu peraturanmu, jangan khawatir, David sangat menjaga hubungan antara pria dan wanita, saya tidak akan mempersulitmu, kamu hanya menunjukan mukamu sebentar saja, bagaimana?”
Bella menghindarinya dengan berkata: “Bos Beni, Saya sungguh tidak enak badan, saya takut membuat semuanya kacau, kamu panggil wanita yang lain saja...”
Kata-kata yang tersisa hanya tersumbat di tenggorokan.
Tidak tahu kapan David telah keluar dari kamar tersebut, langkah demi langkah berjalan ke arah dia.
Dia merasa sangat ketakutan tidak berani memperlihatkan wajahnya, mengunakan tato mawarnya untuk menutupi wajahnya, dengan membuat rambutnya berantakan menutupi pipinya.
Tetapi jari yang kuat dengan mudah melewati Beni, dengan sangat akurat memegang dagunya, dengan kuat membalik wajahnya, di mulutnya terlihat lekukakan ekspresi yang sedang menikmatinya: “Mawar?”
Novel Terkait
Rahasia Istriku
MahardikaEverything i know about love
Shinta CharityPenyucian Pernikahan
Glen ValoraHabis Cerai Nikah Lagi
GibranThe Winner Of Your Heart
ShintaCinta Seorang CEO Arogan
MedellineMy Cold Wedding×
- Bab 1 Pernikahan Yang Hancur
- Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
- Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
- Bab 4 Kamu Menggangap Saya Tidak Berani Membunuhmu?
- Bab 5 Musuh Yang Tidak Dapat Di Kalahkannya
- Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
- BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
- Bab 8 Asalkan Bisa Menyelamatkan Satu Nyawa
- Bab 9 Harga Dirinya Terjual
- Bab 10 Ini Adalah Takdir Wanita
- Bab 11 Orang Lain Tidak Menginginkanmu, Tetapi Aku Menginginkanmu
- Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
- Bab 13 Berikan Kompensasi Anqila Pada Cindy
- Bab 14 Kebeneran Berdarah
- Bab 15 Melihat Ke Belakang
- Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
- Bab 17 Aku akan Memenuhinya dalam Waktu Satu Hari
- Bab 18 Diluar Kebenaran
- Bab 19 Aku Tidak Membunuh
- Bab 20 Kehidupan Di Penjara
- Bab 21 Video Pengawasan
- Bab 22 Pertempuran Pertama
- Bab 23 Dia Tidak Mengecewakanku, Rupanya Cukup Ganas
- Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
- Bab 25 Kehidupan Yang Berantakan
- Bab 26 Kenyataan Memaksaku Untuk Menjadi Cuek
- Bab 27 Kehangatan yang Lama Tak di Rasakan
- Bab 28 Besok Kita Cerai
- Bab 29 Bukannya Aku Tak Pernah Berusaha
- Bab 30 Aku Tak Melihat Apapun
- Bab 31 Sahabat Wanita Yang Antusias
- Bab 32 Aku Sudah Cukup Dipermalukan
- Bab 33 Gosip Yang Merajalela Di Dunia Maya
- Bab 34 Kamu Ada Bukti Apa Berani Mengatainya
- Bab 35 Aku Menunggu Surat Pengadilanmu
- Bab 36 Grup A dan B
- Bab 37 Karyawan Sementara
- Bab 38 Masih Ingat Impianku Waktu Kecil?
- Bab 39 Kamu Tidak Aman Sendirian
- Bab 40 Masalah Reputasi Individu
- Bab 41 Siapa Bilang Kamu Tidak Mampu Membelinya
- Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
- Bab 43 Keputusan Bukan Ditangannya
- Bab 44 Bahaya Ketika Mabuk
- Bab 45 Keluar Dari Mulut Harimau
- BAB 46 Rahasia ANQILA
- Bab 47 Bella, Kemari!
- Bab 48 Meskipun Aku Dijual, Aku Juga Tidak Akan Mau Uangmu
- Bab 49 Kalau Begitu Tidak Usah Cerai
- Bab 50 Aku Bukanlah Anqila
- Bab 51 Pesta Makan Menjelang Perceraian
- Bab 52 Sepertinya Ia Tidak Terburu-buru Untuk Bercerai
- Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia
- Bab 54 Ide Yang Cukup Bagus
- Bab 55 Aku Memiliki Cara untuk Menangkapmu Kembali
- Bab 56 Tangan Mana yang Menyentuhnya?
- Bab 57 Selera Yang Aneh
- Bab 58 Sengaja Mempersulit
- Bab 59 Spesifikasi Bercerai
- Bab 60 Bersiap Untuk Pergi Keluar Negeri
- Bab 61 Dia Sedang Mandi, Ada Perlu Apa, Sampaikan Saja Padaku
- Bab 62 Uangnya, Anggap Saja Aku Yang Meminjamnya Darimu
- Bab 63 Bella Akan Kembali Kujaga
- Bab 64 Mungkinkah Hamil?
- Bab 65 Lahir Kalau Memang Ada
- Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
- Bab 67 Apakah Kamu Merasa Sekotor Itu?
- Bab 68 Panggil Saya Suamimu
- Bab 69 Karena Sudah Tidak Peduli, Baru Bisa Sesadis Ini
- Bab 70 Masa Lampau Itu
- Bab 71 Selamat Tinggal,David
- Bab 72 Perceraian
- Bab 73 Petemuan Ini Seperti Takdir
- Bab 74 Kenapa Tidak Berani Melihatku
- Bab 75 Menjadi Kekasihku
- Bab76 Dia Tidak Punya Kaki Sampai Harus Di Antar?
- Bab 77 Aku Memberikanmu Satu Kali Kesempatan Untuk Mencintaiku
- Bab 78 Dijual Ke David
- Bab 79 Hanya Menyampaikan Ini, Jaga Diri Dengan Baik
- Bab 80 Perjodohan
- Bab 81 Adegan Familiar
- Bab 82 Petani Dan Ular
- Bab 83 Ini Hanya Kompensasi
- Bab 84 Mulai Sementara
- Bab 85 Menjalankannya Bersama Akan Ada Hasil
- Bab 86 Bella, Jalan Kita Masih Panjang
- Bab 87 Anak Tidaklah Bersalah
- Bab 88 Jika Ini Semua Bukanlah Cinta
- Bab 89 Kakak Ipar
- Bab 90 Identifikasi Orang Tua-Anak
- Bab 91 Kamu Hanya Menganggap Saya Masa Lalu
- Bab 92 Lagu Ulang Tahun
- Bab 93 Bersama Dalam Kesulitan
- Bab 94 Saya Tidak Bilang Selesai
- Bab 95 Willy
- Bab 96 Kita Menikah Kembali
- Bab 97 Atas Dasar Wanita Saya
- Bab 98 Balas Dendam Cindy
- Bab 99 Aku Tidak Taruhan Dengan Orang Gila
- Bab 100 Apakah Kamu Pernah Mencintaiku?
- Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
- Bab 102 Aku Adalah Bajingan
- Bab 103 Aku Tahu Kamu Tidak Mencintai Aku
- Bab 104 Mimpi Besar Dan Belum Tersadar
- Bab 105 Berakting
- Bab 106 Bella, Aku Datang Mencarimu
- Bab 107 Jangan Usir Aku
- Bab 108 Pertunjukkan dari Ketiga Laki-laki
- Bab 109 Konfrontasi Kamar Mandi
- Bab 110 Bajingan Kecil
- Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
- Bab 112 Ibu-Anak Anti-View
- Bab 113 David Adalah Lelakiku
- Bab 114 Jika Kamu Tak Buka, Aku Yang Bantu Membukanya
- Bab 115 Kejujuran
- Bab 116 Aku Pasti Bisa Membawamu Ke Puncak
- Bab 117 Harga Diriku Melarangku Mengulangi Kesalahan Yang Sama
- Bab 118 Kembalilah, Ya?
- Bab 119 Menikah Dengan Sekali Lagi
- Bab 120 Kita Menikah Saja
- Bab 121 Tidak Bisa Berhasil Belajar
- Bab 122 Gembi Gu Dalam Bahaya
- Bab 123 Aku Ingin Kamu dengan Senang Hati Menikah Denganku
- Bab 124 Mulai Hari Ini, Kamu Harus Selalu Berada di Sampingku
- Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya
- Bab 126 Keadaan Yang Baik
- Bab 127 Semua Ini Karena Sup Ayam
- Bab 128 Di Antara Kita Mana Ada Lagi Hubungan Keluarga Yang Bisa Dianggap
- Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat
- Bab 130 Akulah Alasannya
- Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata
- Bab 132 Menggoda
- Bab 133 Mengulang Trik Lama
- Bab 134 Aku Pernah Mencintaimu
- Bab 135 Bawa Aku Pergi
- Bab 136 Ayuk Ke Pantai
- Bab 137 Pembunuh
- Bab 138 Melarang
- Bab 139 Pergilah, Aku Membiarkanmu Pergi
- Bab 140 Kecepatan Hidup dan Mati
- Bab 141 Kali Ini, Giliranku Yang Menunggumu
- Bab 142 Patah Hati
- Bab 143 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 144 Aku Hanya Mau Satu Jawaban
- Bab 145 Memulai Kehidupan Baru
- Bab 146 Negara Asing
- Bab 147 Jika Suatu Hari Nanti Aku Bisa Melupakannya
- Bab 148 Tom
- Bab 149 Di Dunia Ini, Mana Ada Begitu Banyak
- Bab 150 Ditakdirkan Bersama tapi Terpisah oleh Lautan
- Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
- Bab 152 Aku Membencinya, Aku Mencintainya
- Bab 153 Reinkarnasi Kehidupan
- Bab 154 Aku Akan Membayarnya dengan Segala Milikku
- Bab 155 Kembali ke Negeri Asal
- Bab 156 Berpapasan yang Terlewatkan
- Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu
- Bab 158 Eric Lee
- Bab 159 Dia Adalah Sumber Segala Ketakutanku
- Bab 160 Jangan Menolakku Ya
- Bab 161 Pada Akhirnya Kembali Bertemu
- Bab 162 Kamu Masih Membenciku
- Bab 163 Bintang di Langit, Dia di Hati
- Bab 164 Hanya Masa Lalu
- Bab 165 Tidak Ada Satupun Yang Bisa Dibandingkan Dengannya
- Bab 166 Aku Hanya Ingin Berbuat Baik Kepadamu
- Bab 167 Menebus Kesalahan
- Bab 168 Hebat
- Bab 169 Pengajaran Berkualitas
- Bab 170 Hai Orang Asing
- Bab 171 Mengadu Kecerdasan dan Keberanian
- Bab 172 Masih Ada Berapa Lama Waktu Dihabiskan Untuk Merasa Kesal
- Bab 173 Kapitalis Jahat
- Bab 174 Hati Kecil
- Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
- Bab 176 Tuan Kelima
- Bab 177 Identitas Nino
- Bab 178 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan
- Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
- Bab 180 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan (3)
- Bab 181 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya
- Bab 182 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (5)
- Bab 183 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (6)
- Bab 184 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (7)
- Bab 185 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (8)
- Bab 186 Karnaval Terakhir
- Bab 187 Pertaruhan Hidup
- Bab 188 Biar Aku yang Menemanimu Mati
- Bab 189 Jangan Tanya Tentang Masa Depan
- Bab 190 Epilog
- Bab 190 Epilog (2)
- Bab 191 Epilog (Benar) (1)
- Bab 191 Epilog (Benar) (2)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (1)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (2)
- Bab 193 Wawancara Suami Istri
- Bab 194 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (7)
- Bab 195 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (8)
- Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)