My Cold Wedding - Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu

Saat Bella melakukan prosedur masuk ke Universitas Harriford, dia masih ada sedikit perasaan takut. Dulu masalah dia dan David Li cukup besar, sehingga takut dikenali orang lain.

Akan tetapi sepanjang prosedur dilaksanakan dengan lancar, tidak ada orang yang mengungkit kejadian masa lalu itu, membuat Bella menjadi tenang.

"Gadis cantik, boleh kasih nomor telepon?"

Bella baru saja mengerutkan dahi dan ingin memelototi bocah mana yang telah bertanya seperti itu, namun sekali lihat, ia tidak bisa menahan rasa kesal dan tawanya, "Kamu kenapa datang ke sini?"

James Tang dalam mulutnya menggantung sehelai rumput panjang, dia tiduran miring di atas kursi yang panjang, "Sekolah juga bukanlah rumahmu, aku tidak boleh datang?"

"Tidak, aku hanya bingung kenapa kamu selalu tahu posisiku, baik itu di Melbourne, maupun di Kota Harriford."

"Mungkin karena suka padamu!" James Tang menegakkan punggung, lalu menepuk-nepuk tempat duduk di samping menandakan Bella untuk duduk, "Apa posedurnya sudah selesai?"

Bella mengangkat map yang ada ditangannya, "Lumayan. Hari ini kenapa kamu ada waktu luang? Apa masalah Tuan Ke-5 Qi sana sudah terselesaikan?"

"Cuih, kamu sekarang baru ingat untuk memperhatianku?" James Tang ada sedikit tidak senang, akan tetapi tersenyum lagi, "Dia, ingin mendapatkan keuntungan namun malah terkena kerugian dari dua sisi, aku juga bukanlah orang yang mudah dimanfaatkan."

Masalah seperti ini, Bella memang merasa tidak terlalu suka, tidak ingin bertanya terlalu dalam, hanya berusaha membujuk, "Bukankah kamu telah tobat? Dari perkataanmu saja aku sudah bisa mengetahui bahwa Tuan Ke-5 Qi ini bukanlah orang yang mudah dihadapi, sebaiknya semakin cepat pergi semakin baik, kakau tidak di depan ada serigala, di belakang juga ada harimau, hidup pasti akan sangat lelah."

"Lelah memang lelah, tapi menghasilkan uang," kedua tangan James Tang diletakkan di senderan kursi belakang kepala, lalu memandang ke langit, memperlihatkan jakunnya yang sangat menonjol, "Bella, jika suatu hari aku membohongimu, apakah kamu akan marah kepadaku?"

"Kenapa tiba-tiba bertanya seperti ini?"

"Kamu jawab dulu pertanyaanku."

Bella berpikir sebentar, lalu berkata, "Kalau begitu harus dilihat dulu apa masalahnya."

James Tang melihat ke arahnya lalu bertanya dengan serius, "Masalah yang lebih serius, misalnya ... Sudahlah, sudahlah, aku tidak memberi contoh lagi, sekali kukatakan pasti kamu dapat menebaknya, kamu anggap saja aku tidak bertanya apapun."

Bella juga tidak ingin bertanya lebih lanjut lagi.

James Tang bertanya lagi, "Apa hantu kecil itu juga dibawa pulang?"

Yang dia maksud adalah Nino.

"Iya, kubawa pulang. Selanjutnya dia akan selalu bersamaku."

"Baiklah," James Tang tersenyum, "Bella, sepertinya aku tidak bisa bertobat lagi. Aku benar-benar berharap bisa bersama denganmu di Melbourne, akan tetapi ada beberapa masalah yang terus mendorongku maju, aku tidak ingin menyakitimu lagi."

Bella tidak mengerti, "Omong-omong tentang ini, aku kebetulan ingin bertanya padamu, kenapa Tuan Ke-5 Qi bisa sampai mencari ke Melbourne?"

"Dia, adalah serigala tua" James Tang mengerutkan dahinya dengan sedikit, "Setelah aku kembali ke sini juga aku baru mengetahuinya, dia sudah dari awal memperhatikanmu."

"Memperhatikanku? Maksudnya?"

"Satunya adalah direktur perusahaan LS, satunya lagi bos kedua yang ia latih sendiri, Bella, sepertinya kamu belum tahu, sekarang kamu adalah legenda Kota Harriford."

Bella tidak bisa menahan pertayaannya, "Hanya karena ini?"

"Apa masih belum cukup? Asalkan bisa mengontrolmu, aku tidak tahu bagaimana dengan David, tapi aku pasti akan menyerah tanpa perlawanan, maka Tuan Ke-5 Qi juga akan langsung kehilangan satu masalah besarnya, menurutmu dia tertarik tidak padamu?"

Wajah Bella langsung menjadi suram, "Maksudmu adalah ... Orang-orang dia pergi ke Melbourne, adalah untuk mencariku?"

"Tidak mungkin mencariku, kan? Aku saja sudah bubar dengan mereka dan bersembunyi dalam diam, merelakan semua tempat Kota Harriford, Tuan Ke-5 Qi malah ingin segera menyuruhku menghilang, mana mungkin pergi jauh-jauh untuk menyuruhku keluar?" James Tang menenangkan Bella dengan menepuk-nepuk bahunya, "Kamu juga jangan takut, Tuan Ke-5 Qi adalah harimau yang sudah tau dan rontok giginya, meskipun kelihatannya menyeramkan, tapi sesungguhnya sangatlah tidak berguna."

Bella sedikit khawatir, "Darimana kamu tahu dia sekarang sudah tidak sanggup lagi?"

James Tang mengedipkan mata centil kepada Bella, "Yuni yang mengatakannya, dua menit sudah selesai, hihi ..."

Bagus, penyakit lama kambuh lagi, mulai menjadi tidak serius.

Sepertinya, uang yang dicari James Tang masih belum cukup dipakainya, ia melepaskan jaket kulit, lalu memperlihatkan tubuh atasnya yang berotot, "Lihat, tato baru Tuan ke-9, keren tidak?'

Di atas kulit sehat yang berwarna coklat muda, terdapat tato naga hitam yang ganas, semakin lama semakin lebar, cakarnya tajam, dari area pinggang naik hingga ke atas bahu, kepala naga memenuhi seluruh dada, ganas dan mulutnya dipenuhi darah.

Bella terkejut, "Kamu ... Cepat pakai bajumu."

James Tang dengan jelas tidak suka respon Bella, "Apa tidak bagus? Aku secara khusus mengundang artis tato luar negeri untuk memasang tato untukku, menghabiskan waktu satu hari satu malam!"

Bella dengan nada tidak senang bertanya padanya, "Menurutmu bagus?"

"Merasa sangat cocok dengan aura tuan ke-9 ku, sangat berwibawa luar dan dalam."

Bella menghela napas, "Wibawa sih wibawa, tapi selain mengagetkan orang tidak ada fungsi apa-apa, selain itu kamu juga tidak bisa untuk wibawa setiap hari telanjang badan kan? Jika memakai baju, orang lain juga tidak akan melihatnya, hanya bisa kamu sendiri yang melihatnya, masih menerima penderitaan yang begitu besar, sakit tidak?'

James Tang baru saja ingin membalas, namun mendengar kalimat terakhir akhirnya ia tertawa, dengan tangannya memainkan rambut Bella, "Lihat, inilah perbedaan kamu dengan Yuni, dia hanya bisa berkata 'tuan ke-9 sungguh sangat tampan', sedangkan kamu akan bertanya padaku 'sakit tidak'?

Bella tidak menjawab, akhirnya dia sendiri mengambil baju James Tang untuk menutupi tubuh pria itu, "Di sini adalah universitas, berlalu-lalang banyak murid perempuan, kamu perhatikan sedikit perilakumu."

"Perilaku apa? Dengan gratis melihat pria tampan masa mereka tidak bersedia?" James Tang tiba-tiba mendekati Bella, dengan nada menggoda berkata, "Atau ... Mendengarku mengucapkan nama Yuni, kamu jadi cemburu?"

Bella kehilangan tawanya, "Kamu telah berpikir sembarangan, dia adalah artis besar, aku tentu tidak cemburu."

"Cuih, wanita memang lain di bibir, lain di hati, aku sudah memergokimu memperhatikanku secara diam-diam beberapa kali," James Tang melingkarkan lengan panjangnya pada kursi di belakang Bella, sedikit merangkulnya, "Tenang, tenang, sejak aku suka padamu, tidak pernah lagi tertarik pada wanita manapun."

Bella menggetarkan bahunya sedikit, "Itu namanya bukan diam-diam melihat, tapi hanya ingin memeriksa lukamu ..."

"Di sini, nih," James Tang menunjuk belakang punggungnya, "Awalnya di sini ada bekas luka, sekarang berubah menjadi ekor naga. Keren bukan?"

Bella mengangguk, "Keren sekali."

James Tang menjadi senang, "Hei, nanti ada urusan tidak? Aku membawamu melihat matahari tenggelam bagaimana?"

"Kamu beli motor lagi?"

"Iya, mobil yang paling mahal pun aku tidak terbiasa, motor saja yang paling memenuhi auraku."

Bella akhirnya tetap tidak pergi dengan James Tang untuk melihat terbenamnya matahari, karena di rumah masih ada dua bocah yang membuatnya khawatir, benar-benar beban yang manis.

Apartemen Gembi Gu tidak jauh dari Universitas Harriford, dia menggunakan sepeda untuk kembali.

Di lampu merah, tanpa sengaja ia melihat mobil Cayanne hitam yang ada di belakangnya, mobil itu telah mengikutinya daritadi.

Bella menggelengkan kepala menganggap dirinya sendiri yang terlalu banyak berpikir, mungkin karena rute jalannya kebetulan sama saja, dia yang mengada-ngada.

Kaca mobil Cayanne seharusnya telah ditempel kaca film, dari luar tidak bisa melihat bagian dalam, sedangkan dari dalam mobil, pemandangan luar dapat dilihat dengan sangat jelas.

Sang supir dari dalam memeras setir, dengan sedikit bergetar, melihat punggung kurus yang ada di depan, tatapan serasa berhenti di atasnya-----

Novel Terkait

See You Next Time

See You Next Time

Cherry Blossom
CEO
6 tahun yang lalu
The Winner Of Your Heart

The Winner Of Your Heart

Shinta
Perkotaan
5 tahun yang lalu
Thick Wallet

Thick Wallet

Tessa
Serangan Balik
5 tahun yang lalu
My Greget Husband

My Greget Husband

Dio Zheng
Karir
4 tahun yang lalu
Kakak iparku Sangat menggoda

Kakak iparku Sangat menggoda

Santa
Merayu Gadis
5 tahun yang lalu
Si Menantu Dokter

Si Menantu Dokter

Hendy Zhang
Menantu
4 tahun yang lalu
Suami Misterius

Suami Misterius

Laura
Paman
4 tahun yang lalu
The Sixth Sense

The Sixth Sense

Alexander
Adventure
4 tahun yang lalu