My Cold Wedding - Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
Dia berjalan ke meja bar dan mengambilkan minum, melewati jalan kelok dan menuju pintu kamar VIP, mengetuk pintu.
"Silahkan masuk."
"Tuan, ini bir pesanan Anda, mau dibuka sekarang atau..?"
Begitu menaikkan kepala, keduanya terbengong.
Bella terus menahan gaya memegang botol bir, jari-jari tangannya berubah menjadi putih.
David membuka pembicaraan:"Bersama dengan James masih harus keluar melayani?"
5 tahun telah berlalu, Bella merasa ia masih ketakutan, sungguh mengecewakan.
"Aku di sini hanya untuk membantu karena pekerja Jane tidak cukup." Bella berdiri:"Bir sudah diantarkan, aku pergi dulu."
Duar——
Pintu ruangan yang baru saja dibukanya ditutup dengan sangat keras.
Telapak tangan David bersandar di pintu ruangan, tangan satunya lagi di dinding belakang badannya, lalu ia hanya memberikan sedikit ruangan, berkata:"Kapan keluar dari penjara?"
Bella dengan kuat tenaga bersandar ke belakang, ingin menjauhinya: "Beberapa hari yang lalu,"
"Begitu ke luar langsung mencari James?"
Bella merasa tidak perlu, "Ini tidak ada hubungannya dengan bos David kan?"
David juga tidak tahu mengapa, begitu melihatnya, hatinya langsung terbawa nafsu.Dia terbiasa melihat Bella yang berhati-hati agar memberikannya ekspresi yang baik, dan juga terbiasa melihat ekspresinya yang kecil dan lemah untuk membantunya, dia terbiasa berdiri di tempat tinggi untuk melihatnya dari atas.
Namun ketika video rumah sakit diputar, entah mengapa, hatinya seperti menjadi serpihan. Sungguh serpihan-serpihan yang sakin kecilnya tidak bisa diperhitungkan. Begitu kasus Anqila ada pergerakan, orang gangster itu akan membalikkan fakta pada kejadian saat itu, dan menyatakan bahwa Cindy yang melakukan kejahatan.
Dia pernah curiga, apa mungkin James yang membantu Bella dalam kasus ini, membalikkan fakta dengan cara apapun, namun survey yang dilakukan Albert membuatnya tak menyangka.
Tidak peduli apakah itu file video, atau gangster yang memberikan rekaman sejarah pesan, tidak ada satupun yang nyata.
Orang yang membunuh pembantu rumah tangga adalah Cindy, membeli orang untuk membunuh Anqila juga Cindy.
Bella tidak bersalah.
Meskipun dia bisa berpura-pura benci dan dendam di depan Albert, dan mengatakan bahwa Bella yang merekayasa kematian Anqila, tetapi hanya hati dan pikirannya yang mengerti, kebencian dan rasa malu terhadap Bella bercampur aduk. Dia tidak tahu bagaimana menghadapinya.
"Mengapa kamu mengaku?" Tanya dia.
Bella menatapnya: "Bagaimana jika aku tidak mengaku? Mengunggu naik banding? Pak David, ada kamu, aku tidak mungkin bisa menang. Daripada aku terus menundanya, lebih baik aku masuk penjara dan setelah itu memulai kehidupan yang baru."
David tidak mengizinkan tatapan matanya berpindah. lalu menangkap dagunya, dan menatap matanya, "Maksudmu memulai kehidupan yang baru dengan James? Bella, sebelum kita cerai, kamu sudah dekat dengannya? Begitu bebas dari penjara tidak sabaran menemuinya?"
"Aku tidak bermaksud begitu!" Bella berteriak dan sadar bahwa dia tidak kuat untuk melawan, "Terserah, terserah kamu mau berpikir bagaimana, Kamu hanya kesal karena aku menikahimu, aku menghalangi kamu dan kakak besar untuk bersama, kan? Kamu masih ingin bagaimana untuk membalaskan dendam?"
David menekan dengan kuat dagunya, melihatnya kesakitan baru melepaskannya.
Dia masih ingin bagaimana untuk membalaskan dendamnya?
Awalnya alasan untuk membalas dendam padanya adalah kematian Anqila, dan memasukkannya ke dalam penjara adalah karena kematian pembantu rumah tangga. Tapi mereka sekarang tidak ada hubungannya lagi dengannya, mengapa dia masih ingin balas dendam?
David berkata:"Adikmu......"
Bella tiba-tiba seperti kucing yang dibom: “Jangan sentuh adikku, kamu pernah berjanji padamu! Balas dendam pada diriku saja!"
David tiba-tiba merasa tidak enakan, melepaskannya dan duduk di sofa, melepaskan tutup botol bir dengan gigi dan meminumnya:" Model seperti adikmu, meskipun aku tidak menyentunuhnya, dia cepat atau lambat akan menjadi pecundang."
"Kalau begitu Pak David tidak perlu khawatir."
Ia tidak ada ikatan apapun lagi darinya, dan Bella berkata begitu, lalu meninggalkan ruangan tersebut.
Begitu kembali ke kamarnya sendiri, Felicia sedikit khawatir: "Bella, kamu tidak apa-apa kan? Kenapa mukamu pucat?"
"Aku tidak apa-apa," Bella meminum beberapa teguk air dingin, ”Apakah ada orang yang datang mencariku?"
"Oh, tadi kak Jane ada datang, aku bilang kamu pergi mengantarkan minum. Kak Jane tiba-tiba ketakutan sekali, ia segera pergi meninggalkan."
Bella mengerti semua alurnya, hanya bisa menganggukkan kepala, "Aku keluar telepon sebentar, jika kak Jane datang lagi, katakan saja aku sedang di luar, sebentar lagi akan pulang."
Bella menganggukkan kepala:"Baik."
Setelah beberapa hari bebas dari penjara, Bella tidak pernah berani menelepon keluarganya.
Dia takut nama baiknya yang buruk akan makin menghitamkan adiknya, dan takut ayahnya akan meminta uang terus-terusan.
Tapi Doni adalah kakak adik dengan Bella dari ibu yang sama. Apa yang dimaksud dengan 'pecundang' yang dikatakan David tadi? Dia terus meragukannya, lalu memutuskan untuk meneleponnya
Yolanda mengangkat telepon.
Dapat terdengar bahwa itu suara Bella dan berteriak sambil menangis:"Aku terkena karma apa! Aku dilahirkan sebagai hantu penagih hutang! Yang besar malah menjadi wanita peneman minum bir, yang kecil tidak belajar dengan baik, ternyata bisa melakukan hal-hal itu......"
Bella mendapatkan kelesuruhan cerita dari yang dikatakan Yolanda.
Tidak lama ia masuk ke dalam penjara, adiknya berhenti sekolah.
Bukan karena tidak bisa membayar uang sekolah, melainkan karena bermain wanita dan ditangkap, lalu dikeluarkan dari sekolah.
Apalagi di malam ia ditangkap ketika ia sedang telanjang di atas ranjang, dan bersama seorang lelaki.
Masalah ini sangat besar, lalu karena sekolah takut karena masalah ini merusak nama baik sekolah, maka sekolah berusaha untuk meneka berita ini agar tidak tersebar. Tapi kota H begitu besar, yang seharusnya tahu pasti akan tahu.
Yolanda sambil menangis dan berkata:"Bella, ayahmu sudah berhutang uang sangat banyak. Istri pertamanya, Fenny langsung melarikan uang dari rumah kita! Aku sekarang mau keluar pun harus memanggil taxi, kosmetik bermerek pun tidak sanggup beli lagi, mau berjudi juga hanya bisa mengeluarkan uang 2 juta, semua orang meremehkanku! Ibu tahu kamu adalah anak yang baik, kamu pasti tidak rela membiarkan ibumu diremehkan, kan? Ada atau tidak ada uang, berikan pada ibu sedikit ya......"
Bella semakin mendengarnya semakin kesal, uang uang uang, lagi lagi maunya uang!
Seluruh keluarga Bella telah ditanam kata uang di kepala mereka!
"Aku baru saja keluar dari penjara, uang dari mana?"
Yolanda berkata:"Kamu jangan bohong padamu, aku sudah mendengar semuanya, Sebelum kamu masuk penjara bukannya kamu sudah dekat dengan bos yang bernama James itu? Temani dia tidur beberapa kali, uang kosmetik ibu bukannya sudah ada? Manatahu juga bisa memberikan ibu sebuah mobil, ditambah dengan supir untuk membawaku pergi berjudi......"
Bella kesal hingga gemetaran, langsung menutup teleppon.
Dunia ini sudah gila, segalanya sudah tidak normal.
Dia tidak seharusnya menelepon nomor ini!
Tapi Doni...... dia bagaimana mungkin...... dengan pria......
Semakin dipikirkan semakin berantakan.
Entah sejak kapan, James muncul di belakangnya:"Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, manusia itu ada banyak sisi."
Bella memutarkan badannya dan hendak pergi, namun James menariknya:"Aku tahu di mana adikmu berada, mau ikut?"
Novel Terkait
Ten Years
VivianTakdir Raja Perang
Brama aditioDewa Perang Greget
Budi MaEverything i know about love
Shinta CharityHarmless Lie
BaigeAngin Selatan Mewujudkan Impianku
Jiang MuyanMy Cold Wedding×
- Bab 1 Pernikahan Yang Hancur
- Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
- Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
- Bab 4 Kamu Menggangap Saya Tidak Berani Membunuhmu?
- Bab 5 Musuh Yang Tidak Dapat Di Kalahkannya
- Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
- BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
- Bab 8 Asalkan Bisa Menyelamatkan Satu Nyawa
- Bab 9 Harga Dirinya Terjual
- Bab 10 Ini Adalah Takdir Wanita
- Bab 11 Orang Lain Tidak Menginginkanmu, Tetapi Aku Menginginkanmu
- Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
- Bab 13 Berikan Kompensasi Anqila Pada Cindy
- Bab 14 Kebeneran Berdarah
- Bab 15 Melihat Ke Belakang
- Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
- Bab 17 Aku akan Memenuhinya dalam Waktu Satu Hari
- Bab 18 Diluar Kebenaran
- Bab 19 Aku Tidak Membunuh
- Bab 20 Kehidupan Di Penjara
- Bab 21 Video Pengawasan
- Bab 22 Pertempuran Pertama
- Bab 23 Dia Tidak Mengecewakanku, Rupanya Cukup Ganas
- Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
- Bab 25 Kehidupan Yang Berantakan
- Bab 26 Kenyataan Memaksaku Untuk Menjadi Cuek
- Bab 27 Kehangatan yang Lama Tak di Rasakan
- Bab 28 Besok Kita Cerai
- Bab 29 Bukannya Aku Tak Pernah Berusaha
- Bab 30 Aku Tak Melihat Apapun
- Bab 31 Sahabat Wanita Yang Antusias
- Bab 32 Aku Sudah Cukup Dipermalukan
- Bab 33 Gosip Yang Merajalela Di Dunia Maya
- Bab 34 Kamu Ada Bukti Apa Berani Mengatainya
- Bab 35 Aku Menunggu Surat Pengadilanmu
- Bab 36 Grup A dan B
- Bab 37 Karyawan Sementara
- Bab 38 Masih Ingat Impianku Waktu Kecil?
- Bab 39 Kamu Tidak Aman Sendirian
- Bab 40 Masalah Reputasi Individu
- Bab 41 Siapa Bilang Kamu Tidak Mampu Membelinya
- Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
- Bab 43 Keputusan Bukan Ditangannya
- Bab 44 Bahaya Ketika Mabuk
- Bab 45 Keluar Dari Mulut Harimau
- BAB 46 Rahasia ANQILA
- Bab 47 Bella, Kemari!
- Bab 48 Meskipun Aku Dijual, Aku Juga Tidak Akan Mau Uangmu
- Bab 49 Kalau Begitu Tidak Usah Cerai
- Bab 50 Aku Bukanlah Anqila
- Bab 51 Pesta Makan Menjelang Perceraian
- Bab 52 Sepertinya Ia Tidak Terburu-buru Untuk Bercerai
- Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia
- Bab 54 Ide Yang Cukup Bagus
- Bab 55 Aku Memiliki Cara untuk Menangkapmu Kembali
- Bab 56 Tangan Mana yang Menyentuhnya?
- Bab 57 Selera Yang Aneh
- Bab 58 Sengaja Mempersulit
- Bab 59 Spesifikasi Bercerai
- Bab 60 Bersiap Untuk Pergi Keluar Negeri
- Bab 61 Dia Sedang Mandi, Ada Perlu Apa, Sampaikan Saja Padaku
- Bab 62 Uangnya, Anggap Saja Aku Yang Meminjamnya Darimu
- Bab 63 Bella Akan Kembali Kujaga
- Bab 64 Mungkinkah Hamil?
- Bab 65 Lahir Kalau Memang Ada
- Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
- Bab 67 Apakah Kamu Merasa Sekotor Itu?
- Bab 68 Panggil Saya Suamimu
- Bab 69 Karena Sudah Tidak Peduli, Baru Bisa Sesadis Ini
- Bab 70 Masa Lampau Itu
- Bab 71 Selamat Tinggal,David
- Bab 72 Perceraian
- Bab 73 Petemuan Ini Seperti Takdir
- Bab 74 Kenapa Tidak Berani Melihatku
- Bab 75 Menjadi Kekasihku
- Bab76 Dia Tidak Punya Kaki Sampai Harus Di Antar?
- Bab 77 Aku Memberikanmu Satu Kali Kesempatan Untuk Mencintaiku
- Bab 78 Dijual Ke David
- Bab 79 Hanya Menyampaikan Ini, Jaga Diri Dengan Baik
- Bab 80 Perjodohan
- Bab 81 Adegan Familiar
- Bab 82 Petani Dan Ular
- Bab 83 Ini Hanya Kompensasi
- Bab 84 Mulai Sementara
- Bab 85 Menjalankannya Bersama Akan Ada Hasil
- Bab 86 Bella, Jalan Kita Masih Panjang
- Bab 87 Anak Tidaklah Bersalah
- Bab 88 Jika Ini Semua Bukanlah Cinta
- Bab 89 Kakak Ipar
- Bab 90 Identifikasi Orang Tua-Anak
- Bab 91 Kamu Hanya Menganggap Saya Masa Lalu
- Bab 92 Lagu Ulang Tahun
- Bab 93 Bersama Dalam Kesulitan
- Bab 94 Saya Tidak Bilang Selesai
- Bab 95 Willy
- Bab 96 Kita Menikah Kembali
- Bab 97 Atas Dasar Wanita Saya
- Bab 98 Balas Dendam Cindy
- Bab 99 Aku Tidak Taruhan Dengan Orang Gila
- Bab 100 Apakah Kamu Pernah Mencintaiku?
- Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
- Bab 102 Aku Adalah Bajingan
- Bab 103 Aku Tahu Kamu Tidak Mencintai Aku
- Bab 104 Mimpi Besar Dan Belum Tersadar
- Bab 105 Berakting
- Bab 106 Bella, Aku Datang Mencarimu
- Bab 107 Jangan Usir Aku
- Bab 108 Pertunjukkan dari Ketiga Laki-laki
- Bab 109 Konfrontasi Kamar Mandi
- Bab 110 Bajingan Kecil
- Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
- Bab 112 Ibu-Anak Anti-View
- Bab 113 David Adalah Lelakiku
- Bab 114 Jika Kamu Tak Buka, Aku Yang Bantu Membukanya
- Bab 115 Kejujuran
- Bab 116 Aku Pasti Bisa Membawamu Ke Puncak
- Bab 117 Harga Diriku Melarangku Mengulangi Kesalahan Yang Sama
- Bab 118 Kembalilah, Ya?
- Bab 119 Menikah Dengan Sekali Lagi
- Bab 120 Kita Menikah Saja
- Bab 121 Tidak Bisa Berhasil Belajar
- Bab 122 Gembi Gu Dalam Bahaya
- Bab 123 Aku Ingin Kamu dengan Senang Hati Menikah Denganku
- Bab 124 Mulai Hari Ini, Kamu Harus Selalu Berada di Sampingku
- Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya
- Bab 126 Keadaan Yang Baik
- Bab 127 Semua Ini Karena Sup Ayam
- Bab 128 Di Antara Kita Mana Ada Lagi Hubungan Keluarga Yang Bisa Dianggap
- Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat
- Bab 130 Akulah Alasannya
- Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata
- Bab 132 Menggoda
- Bab 133 Mengulang Trik Lama
- Bab 134 Aku Pernah Mencintaimu
- Bab 135 Bawa Aku Pergi
- Bab 136 Ayuk Ke Pantai
- Bab 137 Pembunuh
- Bab 138 Melarang
- Bab 139 Pergilah, Aku Membiarkanmu Pergi
- Bab 140 Kecepatan Hidup dan Mati
- Bab 141 Kali Ini, Giliranku Yang Menunggumu
- Bab 142 Patah Hati
- Bab 143 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 144 Aku Hanya Mau Satu Jawaban
- Bab 145 Memulai Kehidupan Baru
- Bab 146 Negara Asing
- Bab 147 Jika Suatu Hari Nanti Aku Bisa Melupakannya
- Bab 148 Tom
- Bab 149 Di Dunia Ini, Mana Ada Begitu Banyak
- Bab 150 Ditakdirkan Bersama tapi Terpisah oleh Lautan
- Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
- Bab 152 Aku Membencinya, Aku Mencintainya
- Bab 153 Reinkarnasi Kehidupan
- Bab 154 Aku Akan Membayarnya dengan Segala Milikku
- Bab 155 Kembali ke Negeri Asal
- Bab 156 Berpapasan yang Terlewatkan
- Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu
- Bab 158 Eric Lee
- Bab 159 Dia Adalah Sumber Segala Ketakutanku
- Bab 160 Jangan Menolakku Ya
- Bab 161 Pada Akhirnya Kembali Bertemu
- Bab 162 Kamu Masih Membenciku
- Bab 163 Bintang di Langit, Dia di Hati
- Bab 164 Hanya Masa Lalu
- Bab 165 Tidak Ada Satupun Yang Bisa Dibandingkan Dengannya
- Bab 166 Aku Hanya Ingin Berbuat Baik Kepadamu
- Bab 167 Menebus Kesalahan
- Bab 168 Hebat
- Bab 169 Pengajaran Berkualitas
- Bab 170 Hai Orang Asing
- Bab 171 Mengadu Kecerdasan dan Keberanian
- Bab 172 Masih Ada Berapa Lama Waktu Dihabiskan Untuk Merasa Kesal
- Bab 173 Kapitalis Jahat
- Bab 174 Hati Kecil
- Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
- Bab 176 Tuan Kelima
- Bab 177 Identitas Nino
- Bab 178 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan
- Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
- Bab 180 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan (3)
- Bab 181 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya
- Bab 182 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (5)
- Bab 183 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (6)
- Bab 184 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (7)
- Bab 185 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (8)
- Bab 186 Karnaval Terakhir
- Bab 187 Pertaruhan Hidup
- Bab 188 Biar Aku yang Menemanimu Mati
- Bab 189 Jangan Tanya Tentang Masa Depan
- Bab 190 Epilog
- Bab 190 Epilog (2)
- Bab 191 Epilog (Benar) (1)
- Bab 191 Epilog (Benar) (2)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (1)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (2)
- Bab 193 Wawancara Suami Istri
- Bab 194 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (7)
- Bab 195 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (8)
- Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)