My Cold Wedding - Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
Bella memohon untuk pengampunan, dengan telanjang bulat dia di lempar masuk ke dalam mobil, saat perjalanan menuju ke klub malam tubuh Bella sudah bau kotor dan kotor karena kejadian di ruang bawah tanah tersebut.
Dengan sedikit kebingungan, seseorang memegang kepalanya, dengan sedikit tidak percaya mengatakan: “Ini orang barunya ? Tampangnya lumayan.”
“Karena kamu orang baru, tentu saja saya akan mengajari kamu peraturan di sini.” Belum selesai bicara , satu lengan yang penuh dengan tenaga menampar pipi Bella,membuatnya terpental jauh.
Telinganya berdenging, tangan dan kaki Bella terikat membuatnya tidak dapat bergerak, “Kalian mau melakukan apa?”
“Melakukan apa?”Seorang wanita yang menggunakan Pakaian yang seksi, dia menggunakan bagian yang tajam dari sepatu hak tinggi lalu di tusukannya di wajah Bella, seketika darah keluar dari wajahnya , “Lihat tampangmu yang seperti ini, menyuruh kamu melayani tamu, jika nanti semua tamu mencari kamu, bagaimana kami bisa mencari uang lagi?”
Bella menggeramkan giginya, di mulutnya mengalir cairan yang manis rasanya, “saya tidak bisa melayani tamu, kalian tahu perusahaan LS ? Saya merupakan istri dari pemimpin tertinggi perusahaan LS!”
Perusahaan LS yang di maksud adalah perusahaan David.
“Waaa, Tidak usah pura-pura bodoh?” Wanita itu dengan senyum manisnya, dan menamparnya lagi, “Saya sangat ketakutan, jika kamu adalah keluarga orang kaya, bagaimana bisa suamimu mengirimmu ke tempat kami, melakukan pekerjaan yang sama menjual tubuhmu?”
Bella hanya diam, dia memiliki kedudukan sebagai istri orang kaya yang seharusnya milik Anqila. “Nona dengan kulit yang lembut turun ke laut untuk merebut makanan kami? Saya akan menghias wajahmu!” Satu lagi wanita mendatanginya, sekali melihat wajah Bella membuat dia menjadi marah.
Kukunya yang tajam mencakar di wajahnya dengan membabi buta, seketika darah yang panas keluar menutupi matanya.
Di depan matanya, hanya terlihat merah, dan terlihat hampa tanpa ada akhirnya.
Bahkan wanita itu masih belum senang, mengunakan sepatu hak tinggi berkali-kali menendangi tubuhnya: “Siapa suruh kamu sangat cantik, siapa suruh kamu datang kesini untuk merebut makanan kami, Saya akan menghancurkan rupamu dulu, lihat apakah masih ada orang yang mau memesanmu!”
Seluruh tubuhnya terasa sakit, Bella perlahan kehilangan kesadarannya, kehilangan kesadarannya untuk melindungi perutnya, di dalam perutnya masih tersimpan anaknya.
Tiba-tiba, seseorang dengan sangat kuat menghantam perutnya一dum——
“Aa——”
Bella tersadar kembali karena rasa sakit.
Di dalam seluruh bagian perutnya seperti ada mesin penggiling daging yang sedang beroprasi, saking sakitnya dia terus mengeluarkan keringat dingin, di bawah tubuhnya di penuhi dengan cairan darah yang merah terus mengalir keluar, dan seluruh udara di sekitarnya segera di penuhi oleh bau darah.
“Wa,Bagaimana dia bisa mengeluarkan darah!”
“Bagaimanapun saya menendangnya dia tidak merespon, apakah mungkin dia telah mati?”
Bella di ambang kematian, nafasnya perlahan melemah, anak, anak dia, di dalam tubuhnya mengandung janin yang berumur dua bulan, sekarang berubah menjadi genangan darah!
Seketika dia jatuh ke dalam kegelapan yang tak bertepi.
Sebelum dia jatuh pingsan, dia berpikir akan lebih baik jika saya mati seperti ini, lebih baik dari pada mengotori nama keluarga mereka di klub malam ini.
“Dia benar-benar sudah tidak sadarkan diri, cepat beri tahu Kak Jane untuk memanggil ambulan!”
......
Di dalam rumah sakit, Bella sempat tersadar sebentar, tangan dan kakinya berada di meja operasi, Peralatan operasi yang sedingin es masuk ke dalam tubuhnya, saking sakitnya membuat seluruh tubuhnya terasa dingin
Dokter memperhatikan bahwa dia sudah tersadar dan berkata: “Nona, anakmu tidak terselamatkan lagi, sekarang saya sedang membuang janin di dalam kandunganmu.”
Jadi benar, mendengar dokter memutuskan bahwa anak saya sudah tidak terselamatkan, akhirnya dia tidak menahan tangisnya lagi.
David!
Semua kesalahan ini dikarenakan dia sangat mencintai David!
Dia mencintainya bagaikan hidupnya, tetapi pria itu membencinya bagaikan tulang. Tiga tahun lamanya, Setiap hari dan setiap waktu dia selalu memikirkan untuk tidak dendam kepada Anqila!
Tetapi, anak itu tidak berdosa, bagaimana bisa pria itu begitu kejam...
Anakku, ibu bersalah kepadamu, karena keegoisan ibu telah menyakitimu, ibu tidak seharusnya menelepon pria itu...
Tetapi sekarang semua itu telah terlamat.
Dokter tanpa menunjukan rasa kasihan, “Angota keluargamu tidak ada yang datang, tidak ada orang yang dapat menanda tangani ijin memberikan obat bius, jadi berdasarkan peraturan rumah sakit tidak memberikanmu obat bius.”
Dinginnya peralatan operasi di dalam tubuh, rasa daging yang di putar, yang dibelah, dan rasa sakit di tusuk benda tajam. Rasa sakitnya membuat dia menangis dengan sangat menyedihkan.
Akhirnya, Bella telah lelah, dia menyentuh wajahnya dengan tangannya. Tangannya basah tidak tahu basah karena air mata atau air keringat yang telah mendingin. Tiga puluh menit lamanya operasi berlangsung, tetapi dia merasa sama seperti satu abad.
Perawat itu memapah dia, dengan kaki yang gemetaran berjalan keluar dari ruang operasi, Perawat itu memperingatkannya : “Nona, tolong segera beri tahu keluarga anda, untuk melunasi biaya pengobatan.”
Dia di antar kesini dengan tanpa busana, jangan bilang bahwa dia tidak membawa uang, bahkan untuk baju saja di berikan oleh perawat yang baik hati.
Jika David...
Jika saya bilang keguguran, seharusnya dia rela untuk membayarnya, dia tidak memiliki sedikitpun belas kasihan terhadap anaknya....
Bertanya kepada perawat apakah saya boleh meminjam telepon untuk menelepon David.
Tidak ada orang yang menjawab, satu kali lagi menelepon, dia sudah mematikan teleponnya.
Bella hanya bisa menelepon kakeknya David.
Setengah jam kemudian, di pintu masuk kamar pasien.
kakek David mengayunkan tongkatnya ke tubuh David: “Dasar anak yang tidak berbakti, Anak yang di kandung oleh Bella adalah keturunan dari keluarga kita! Bahkan kamu tidak bisa membiarkannya? Jika mereka terlambat mengantar dia kesini, dia mungkin sudah mati!”
Bella hanya mengatakan bahwa dia dan David bertengkar lalu anak mereka keguguran, dia menghilangkan detail cerita di tengahnya. Orang tua memiliki tekanan darah tinggi, tidak dapat mendengar cerita yang banyak pertumpahan darah.
David tidak menghindar dan tidak bersembunyi, tatapan matanya hanya terus menatap ke tubuh wanita itu, dia seperti melihat sebuah lubang, “Itu merupakan dosamu kamu pantas mendapatkannya.”
kakek david marah sampai seluruh tubuhnya bergetar, menunjuk dia berkata: “Tutup mulutmu! Cepat minta maaf dengan Bella!”
“Tidak mungkin.” David kali ini menahan tongkat yang mendatanginya, lalu melemparnya ke samping: “Dia tidak pantas.”
Darah tinggi kakek David seketika naik, perawat dan dokter dengan cepat membawa dia masuk ke ruang gawat darurat.
Dan David, dengan muka yang tanpa ekspresi mengambil sebuah dokumen dari tasnya, melempar ke depan mukanya: “Tanda tangani.”
Dua kata besar dari “Surat Cerai” terlihat sangat jelas di depan matanya.
Bella seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat dingin: “Jika saya tidak mau menanda tangani surat ini?”
“Saya bukanlah David satu tahun yang lalu, saya yang sekarang tidak ada yang bisa ikut campur dalam pernikahan saya, termasuk keluarga saya” David tidak membawa perasaan sedikitpun mengatakan: “Jika kamu tidak mau menanda tanganinya, nah saya hanya bisa membuat diri sendiri menjadi duda.”
“Saya tidak percaya kamu bisa mengabaikan hukum di negeri ini, dan menutupi semua kebenaran!”
“Jika begitu mari kita coba.”
Tubuh yang baru saja melewati meja operasi masih terasa sakit, muka Bella yang pucat, mengendurkan tengorokannya: “David, apakah kamu begitu membenciku?”
David dengan sangat tenang mengangguk: “Saya sangat membencimu, sekarang saya mau kamu pergi menemani Anqila di dalam kuburan!”
Bella tahu yang dikatakannya itu adalah benar, jika bukan karena kakek David berada disini, takutnya pria itu sungguh membuatnya tidak dapat bangun lagi.
Dia habiskan waktu selama 3 tahun untuk pernikahan yang tidak ada harapan itu, dan memakan nyawa anak sebagai ganjarannya.
Dia mengambil surat cerai lalu membacanya, tersenyum pahit, David menginginkan dia di hapus dari keluarga besarnya.
“David, kamu pasti akan menerima ganjarannya.”
Dia menyeringainya : “Saya dari awal tidak percaya akan ganjaran, kamu telah membuat Anqila mati, membuat dia mati mengenaskan seperti kecoa.”
“Saya tidak akan menandatanganinya.”
“Yah kamu lihat saya nanti.”
Pintu itu dibanding dia dengan keras, terdengar suara seperti gemuruh gempa bumi.
Bella memeluk kedua kakinya, akhirnya dia menangis karena ketidakadilan yang di rasakannya selama 3 tahun.
Setelah kakek David keluar dari ruang gawat darurat, langsung di antar kerumahnya, setelah itu David tidak pernah terlihat lagi, hanya ada asistennya yang datang, mengatakan kepadanya:“David menyuruhku menyampaikan satu pesan, selain datang ke pemakaman kamu, dia tidak ingin menemuimu lagi. Nona Bella, sebaiknya kamu cepat tinggalkan kota H ini...”
Setelah Asisten David pergi, Badan Bella bergoyang lemah dan tidak dapat berdiri dengan baik, operasi itu menyebabkan dia kekurangan darah, dia jatuh pingsan di dalam kamar pasien.
Ketika dia terbangun, dia sudah berada di sebuah ruangan kecil dan sempit, di dinding tertempel berbagai poster wanita seksi, dengan dekorasi lampu yang berwarna merah muda terlihat sangat mengoda
Ini di...
Novel Terkait
Nikah Tanpa Cinta
Laura WangHalf a Heart
Romansa UniverseLove In Sunset
ElinaMy Tough Bodyguard
Crystal SongHis Second Chance
Derick HoMy Perfect Lady
AliciaMy Cold Wedding×
- Bab 1 Pernikahan Yang Hancur
- Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
- Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
- Bab 4 Kamu Menggangap Saya Tidak Berani Membunuhmu?
- Bab 5 Musuh Yang Tidak Dapat Di Kalahkannya
- Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
- BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
- Bab 8 Asalkan Bisa Menyelamatkan Satu Nyawa
- Bab 9 Harga Dirinya Terjual
- Bab 10 Ini Adalah Takdir Wanita
- Bab 11 Orang Lain Tidak Menginginkanmu, Tetapi Aku Menginginkanmu
- Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
- Bab 13 Berikan Kompensasi Anqila Pada Cindy
- Bab 14 Kebeneran Berdarah
- Bab 15 Melihat Ke Belakang
- Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
- Bab 17 Aku akan Memenuhinya dalam Waktu Satu Hari
- Bab 18 Diluar Kebenaran
- Bab 19 Aku Tidak Membunuh
- Bab 20 Kehidupan Di Penjara
- Bab 21 Video Pengawasan
- Bab 22 Pertempuran Pertama
- Bab 23 Dia Tidak Mengecewakanku, Rupanya Cukup Ganas
- Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
- Bab 25 Kehidupan Yang Berantakan
- Bab 26 Kenyataan Memaksaku Untuk Menjadi Cuek
- Bab 27 Kehangatan yang Lama Tak di Rasakan
- Bab 28 Besok Kita Cerai
- Bab 29 Bukannya Aku Tak Pernah Berusaha
- Bab 30 Aku Tak Melihat Apapun
- Bab 31 Sahabat Wanita Yang Antusias
- Bab 32 Aku Sudah Cukup Dipermalukan
- Bab 33 Gosip Yang Merajalela Di Dunia Maya
- Bab 34 Kamu Ada Bukti Apa Berani Mengatainya
- Bab 35 Aku Menunggu Surat Pengadilanmu
- Bab 36 Grup A dan B
- Bab 37 Karyawan Sementara
- Bab 38 Masih Ingat Impianku Waktu Kecil?
- Bab 39 Kamu Tidak Aman Sendirian
- Bab 40 Masalah Reputasi Individu
- Bab 41 Siapa Bilang Kamu Tidak Mampu Membelinya
- Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
- Bab 43 Keputusan Bukan Ditangannya
- Bab 44 Bahaya Ketika Mabuk
- Bab 45 Keluar Dari Mulut Harimau
- BAB 46 Rahasia ANQILA
- Bab 47 Bella, Kemari!
- Bab 48 Meskipun Aku Dijual, Aku Juga Tidak Akan Mau Uangmu
- Bab 49 Kalau Begitu Tidak Usah Cerai
- Bab 50 Aku Bukanlah Anqila
- Bab 51 Pesta Makan Menjelang Perceraian
- Bab 52 Sepertinya Ia Tidak Terburu-buru Untuk Bercerai
- Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia
- Bab 54 Ide Yang Cukup Bagus
- Bab 55 Aku Memiliki Cara untuk Menangkapmu Kembali
- Bab 56 Tangan Mana yang Menyentuhnya?
- Bab 57 Selera Yang Aneh
- Bab 58 Sengaja Mempersulit
- Bab 59 Spesifikasi Bercerai
- Bab 60 Bersiap Untuk Pergi Keluar Negeri
- Bab 61 Dia Sedang Mandi, Ada Perlu Apa, Sampaikan Saja Padaku
- Bab 62 Uangnya, Anggap Saja Aku Yang Meminjamnya Darimu
- Bab 63 Bella Akan Kembali Kujaga
- Bab 64 Mungkinkah Hamil?
- Bab 65 Lahir Kalau Memang Ada
- Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
- Bab 67 Apakah Kamu Merasa Sekotor Itu?
- Bab 68 Panggil Saya Suamimu
- Bab 69 Karena Sudah Tidak Peduli, Baru Bisa Sesadis Ini
- Bab 70 Masa Lampau Itu
- Bab 71 Selamat Tinggal,David
- Bab 72 Perceraian
- Bab 73 Petemuan Ini Seperti Takdir
- Bab 74 Kenapa Tidak Berani Melihatku
- Bab 75 Menjadi Kekasihku
- Bab76 Dia Tidak Punya Kaki Sampai Harus Di Antar?
- Bab 77 Aku Memberikanmu Satu Kali Kesempatan Untuk Mencintaiku
- Bab 78 Dijual Ke David
- Bab 79 Hanya Menyampaikan Ini, Jaga Diri Dengan Baik
- Bab 80 Perjodohan
- Bab 81 Adegan Familiar
- Bab 82 Petani Dan Ular
- Bab 83 Ini Hanya Kompensasi
- Bab 84 Mulai Sementara
- Bab 85 Menjalankannya Bersama Akan Ada Hasil
- Bab 86 Bella, Jalan Kita Masih Panjang
- Bab 87 Anak Tidaklah Bersalah
- Bab 88 Jika Ini Semua Bukanlah Cinta
- Bab 89 Kakak Ipar
- Bab 90 Identifikasi Orang Tua-Anak
- Bab 91 Kamu Hanya Menganggap Saya Masa Lalu
- Bab 92 Lagu Ulang Tahun
- Bab 93 Bersama Dalam Kesulitan
- Bab 94 Saya Tidak Bilang Selesai
- Bab 95 Willy
- Bab 96 Kita Menikah Kembali
- Bab 97 Atas Dasar Wanita Saya
- Bab 98 Balas Dendam Cindy
- Bab 99 Aku Tidak Taruhan Dengan Orang Gila
- Bab 100 Apakah Kamu Pernah Mencintaiku?
- Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
- Bab 102 Aku Adalah Bajingan
- Bab 103 Aku Tahu Kamu Tidak Mencintai Aku
- Bab 104 Mimpi Besar Dan Belum Tersadar
- Bab 105 Berakting
- Bab 106 Bella, Aku Datang Mencarimu
- Bab 107 Jangan Usir Aku
- Bab 108 Pertunjukkan dari Ketiga Laki-laki
- Bab 109 Konfrontasi Kamar Mandi
- Bab 110 Bajingan Kecil
- Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
- Bab 112 Ibu-Anak Anti-View
- Bab 113 David Adalah Lelakiku
- Bab 114 Jika Kamu Tak Buka, Aku Yang Bantu Membukanya
- Bab 115 Kejujuran
- Bab 116 Aku Pasti Bisa Membawamu Ke Puncak
- Bab 117 Harga Diriku Melarangku Mengulangi Kesalahan Yang Sama
- Bab 118 Kembalilah, Ya?
- Bab 119 Menikah Dengan Sekali Lagi
- Bab 120 Kita Menikah Saja
- Bab 121 Tidak Bisa Berhasil Belajar
- Bab 122 Gembi Gu Dalam Bahaya
- Bab 123 Aku Ingin Kamu dengan Senang Hati Menikah Denganku
- Bab 124 Mulai Hari Ini, Kamu Harus Selalu Berada di Sampingku
- Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya
- Bab 126 Keadaan Yang Baik
- Bab 127 Semua Ini Karena Sup Ayam
- Bab 128 Di Antara Kita Mana Ada Lagi Hubungan Keluarga Yang Bisa Dianggap
- Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat
- Bab 130 Akulah Alasannya
- Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata
- Bab 132 Menggoda
- Bab 133 Mengulang Trik Lama
- Bab 134 Aku Pernah Mencintaimu
- Bab 135 Bawa Aku Pergi
- Bab 136 Ayuk Ke Pantai
- Bab 137 Pembunuh
- Bab 138 Melarang
- Bab 139 Pergilah, Aku Membiarkanmu Pergi
- Bab 140 Kecepatan Hidup dan Mati
- Bab 141 Kali Ini, Giliranku Yang Menunggumu
- Bab 142 Patah Hati
- Bab 143 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 144 Aku Hanya Mau Satu Jawaban
- Bab 145 Memulai Kehidupan Baru
- Bab 146 Negara Asing
- Bab 147 Jika Suatu Hari Nanti Aku Bisa Melupakannya
- Bab 148 Tom
- Bab 149 Di Dunia Ini, Mana Ada Begitu Banyak
- Bab 150 Ditakdirkan Bersama tapi Terpisah oleh Lautan
- Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
- Bab 152 Aku Membencinya, Aku Mencintainya
- Bab 153 Reinkarnasi Kehidupan
- Bab 154 Aku Akan Membayarnya dengan Segala Milikku
- Bab 155 Kembali ke Negeri Asal
- Bab 156 Berpapasan yang Terlewatkan
- Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu
- Bab 158 Eric Lee
- Bab 159 Dia Adalah Sumber Segala Ketakutanku
- Bab 160 Jangan Menolakku Ya
- Bab 161 Pada Akhirnya Kembali Bertemu
- Bab 162 Kamu Masih Membenciku
- Bab 163 Bintang di Langit, Dia di Hati
- Bab 164 Hanya Masa Lalu
- Bab 165 Tidak Ada Satupun Yang Bisa Dibandingkan Dengannya
- Bab 166 Aku Hanya Ingin Berbuat Baik Kepadamu
- Bab 167 Menebus Kesalahan
- Bab 168 Hebat
- Bab 169 Pengajaran Berkualitas
- Bab 170 Hai Orang Asing
- Bab 171 Mengadu Kecerdasan dan Keberanian
- Bab 172 Masih Ada Berapa Lama Waktu Dihabiskan Untuk Merasa Kesal
- Bab 173 Kapitalis Jahat
- Bab 174 Hati Kecil
- Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
- Bab 176 Tuan Kelima
- Bab 177 Identitas Nino
- Bab 178 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan
- Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
- Bab 180 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan (3)
- Bab 181 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya
- Bab 182 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (5)
- Bab 183 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (6)
- Bab 184 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (7)
- Bab 185 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (8)
- Bab 186 Karnaval Terakhir
- Bab 187 Pertaruhan Hidup
- Bab 188 Biar Aku yang Menemanimu Mati
- Bab 189 Jangan Tanya Tentang Masa Depan
- Bab 190 Epilog
- Bab 190 Epilog (2)
- Bab 191 Epilog (Benar) (1)
- Bab 191 Epilog (Benar) (2)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (1)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (2)
- Bab 193 Wawancara Suami Istri
- Bab 194 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (7)
- Bab 195 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (8)
- Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)