My Cold Wedding - Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata

Bella dan Gembi menatap setumpuk uang kertas yang perlahan diikat, saling menatap takjub.

Mereka sudah pernah melihat bagaimana cara David yang sesuka hatinya menggesekkan kartu kredit dan cek, tapi masih belum pernah melihat cara membayar uang yang agak liar dan sudah ketinggalan zaman seperti itu.

Gembi mengacungkan dua jempolnya: “Loyal.”

“Setuju.” James menjawab: “Winston Liu itu, Tuan ke-9 sudah membantumu mematahkan sebelah kakinya, sekarang dia sedang sekarat, katakan saja, mau bagaimana membalas dendam kepadanya?”

Gembi berpikir sejenak, menggertakkan giginya: “Kebiri saja dia!”

James pun tertawa renyah: “Bisa, aku akan langsung turun tangan. Oh ya, aku juga menemukan informasi bahwa Winston Liu adalah anggota Tuan ke-5 Qi, masalah ini Tuan ke-9 sudah mengurusnya untukmu, bagaimanapun kutu semakin banyak juga tidak gatal, tapi kamu harus tetap rawat penyakit itu, aku pergi dulu.”

Gembi mengganggukkan kepala: “Terima kasih banyak.”

James menjentikkan jarinya: “Tidak mengantarku?”

“Kamu itu kuat seperti seekor kerbau, masih perlu diantar?”

James terbahak-bahak, “Benar juga, kalau begitu aku pergi dulu, ada hal yang harus aku urus.”

Sebelum pergi, dia menoleh menatap David, keduanya terlihat menantang, tetapi keduanya memilih untuk diam untuk saat itu.

David dengan penuh keraguan bertanya, di perlakukan seperti itu oleh James, dia semakin tidak senang: “Kamu bilang kamu datang melihat Gembi, tetapi ternyata sudah berencana bertemu dengan James disini?”

Bella juga mulai emosi: “Untuk apa kau peduli dengan siapa aku akan bertemu?”

“Jika itu orang lain maka aku tidak akan peduli.” David menggunakan kakinya menarik kursi pendamping pasien dan duduk, matanya melihat ke atas menatap tajam Bella: “Lain kali jangan pernah sering bertemu dengannya.”

“Masalahku adalah urusanku, Direktur Li tidak perlu khawatir.”

David berteriak: “Bella! Jangan pikir karena aku memanjakanmu, kamu jadi tidak tahu aturan!”

Bella menjawab dengan penuh kebencian: “Aku bukanlah pelayan di rumahmu, kau tidak punya hak membatasi kebebasanku!”

David dengan emosi menggertakkan giginya, menatapnya tajam: “Kemarin saat di ranjang, kamu tidak bilang begini.”

Sebenarnya Bella sudah mulai resah, mungkin karena tidak ada orang yang berani bertengkar seperti ini dengan David, dia juga sudah lelah dengan sikap David yang sombong dan diktator itu.

Dia menghindari tatapan emosinya David: “Hanya bercinta, Pria dan wanita dewasa hanya mengambil apa yang mereka butuhkan.”

Raut wajah David tiba-tiba berubah, “Setelah meniduriku, kau harusnya bertanggung jawab.”

Bella terheran: “Kamu salah makan obat ya?”

“Kamu belum makan obat?” David menambah: “Obat pencegah kehamilan.”

Bella mengatupkan giginya erat, David ternyata menyuruh Albert untuk memborong obat pencegah kehamilan sampai tidak tersisa, saat dia datang pergi mencari obat pencegah kehamilan ke semua apotek, semuanya sudah kehabisan stok.

Dia memicingkan matanya sambil tersenyum menang: “Bella, aku sangat percaya diri dengan kemampuanku, kuharap kamu juga begitu.”

Saat itu Bella tidak akan terjadi hal seperti itu, tetapi tak disangka, ucapan David menjadi nyata.

Malam tahun baru, dia tidak bisa menolak paksaan kakeknya Li untuk pergi ke Paviliun keluarga Li menemaninya melewati tahun baru bersama.

Pelayan seperti biasa mempersiapkan makanan memenuhi meja makan, ada sup ayam yang menjadi menu wajib, Bella tertawa meledek Kakek Li yang tidak meminum sup itu, membuat kepala Kakek Li mulai sebal karena diledek.

Saat itu, pelayan menyajikan sup labi-labi.

Bella yang mencium aromanya langsung tidak tahan, sambil menutup mulut bergegas ke toilet, langsung memuntahkan semua isi perutnya.

Dia bergegas membuka air keran, suara air yang mengalir deras menutupi suara muntahnya, setelah beberapa saat barulah dia merasa baikan.

Seharusnya beberapa hari ini adalah periode menstruasinya tapi belum dapat sampai sekarang, dia mulai resah, awalnya hatinya masih berpegang ke secercah harapan, tapi karena hari ini terjadi seperti ini lagi, Bella mulai ragu, mungkin hal itu benar terjadi.

Tangannya menepuk-nepuk air dingin ke wajahnya, Bella menghela nafas dalam-dalam kemudian berjalan keluar.

Dari luar Kakek David sibuk mengintip kedalam, melihat Bella sudah keluar, dia langsung bergegas menghampirinya: “Tidak enak badan? Apakah mual-mual?”

Bella tertawa canggung: “Tidak, hanya saja dua hari ini aku diare.”

“Oh, ternyata begitu…” Kakek Li terlihat kecewa, tetapi mencemaskan Bella: “Kalian anak muda terlalu cuek, makanan yang tidak matang dan dingin pun dimakan, tubuh mu memang sedikit lemah, lain kali lebih perhatikan.”

Bella mengangguk, kemudian mulai mencairkan suasana.

Saat kembali ke tempat makan, David menatapnya dengan curiga: “Wajahmu kenapa pucat sekali?”

“Bella sedang diare,” Kakek Li dengan polos berkata: “Sebelumnya kamu bilang ingin memasakkan untuk kakek, tapi kamu selalu tidak sempat, tahun baru pasti sedang senggang kan? Beberapa hari ini tinggal saja di paviliun, kali ini tidak boleh menolak!”

Sejenak Bella ragu, kemudian menyetujuinya.

Sebenarnya Bella langsung menyetujuinya karena takut jika dia menolak lagi, hal itu bisa menyakiti perasaan sang kakek.

Kakek Li sangat senang, “Ayuk, diminum sup-nya…David, untuk apa kamu menatapku, apakah dengan menawarkanmu minum sup bisa menyakitimu?”

David tidak berkata apa-apa, tetapi raut wajahnya terlihat tidak percaya.

Kakek David berusaha menjelaskan: “Jika kau tidak minum sup ayam, setidaknya minum sup labi-labi ini, untuk kebugaran!”

Saat mereka sedang berbincang, bel pintu depan berbunyi.

“Siapa yang datang berkunjung saat malam tahun baru?”

Saat pelayan membuka pintu, Fenny langsung memberikan senyuman sambil berjalan masuk, tangannya membawa beberapa hadiah: “Kakek Selamat Tahun Baru! Malam tahun baru ini aku dan Cindy datang mengunjungimu, Eh, ada David juga ternyata, kebetulan, tolong bantu tante untuk mengajak Cindy masuk kemari, nona muda itu masih marah karena masalah sebelumnya, aku tidak bisa membujuknya…”

Kakek Li menaikkan alisnya: “Kamu siapa?”

Fenny tertawa renyah: “Kakek kamu belum pernah melihatku, wajar jika kamu tidak mengenaliku, saya ibunya Cindy, berarti kita juga keluarga.”

“Cindy? Wanita licik itu?” Kakek David langsung mengusirnya: “Siapa keluargamu? Keluar kamu, rumah kita tidak menerimamu.”

“Jangan begitu,” Fenny sama sekali tidak peduli, “Keluarga kita berdua sangat sedikit, tahun baru harusnya dirayakan dengan meriah, aku akan memanggil Cindy menemanimu makan bersama. Cindy, ayuk masuk dan beri salam kepada kakek!”

“Aku tidak butuh!” Kakek Li menunjuk ke arah pintu masuk: “Enyah kalian dari hadapanku, jangan pernah mengganggu cucuku lagi!”

Karena terus ditolak, raut wajah Fenny mulai tidak terima, “Kakek, kamu tidak boleh begini, bagaimanapun Cindy sedang mengandung keturunan keluarga Li, bagaimana kamu tega berbicara seperti itu?”

“Anak yang dikandungnya sama sekali bukan anakku.” David menjawab dengan dingin: “Anak siapapun itu, dia sendiri yang tahu pasti.”

Raut wajah Fenny mulai tidak bersahabat, “Tetapi dia pernah bersamamu, berarti dia pacarmu juga, saat mencarimu sebelumnya, malam dimana dia tidak pulang tidak perlu di bicarakan lagi, tetapi sampai sekarang dia menangis setiap hari…”

Cindy sedari tadi menunjukkan wajah yang memelas, hampir menangis: “David, aku sudah tahu salah, aku tidak akan memohon agar kau tidak menyerah kepadaku, aku hanya takut kakak akan merasa kesepian melewati tahun baru sendirian, jadi aku datang membawa papan altarnya bersamaku, jadi kita tiga bersaudara bisa berkumpul…”

Sambil berbicara, dia memperlihatkan papan altar Anqila yang dia bawa di pelukannya kepada David: “Awalnya aku tidak ingin mengganggumu, tetapi beberapa hari ini aku terus bermimpi tentang kakak, dia bilang dia sangat merindukanmu, dia takut kamu akan melupakannya…”

Novel Terkait

My Only One

My Only One

Alice Song
Balas Dendam
3 tahun yang lalu
Istri Yang Sombong

Istri Yang Sombong

Jessica
Pertikaian
2 tahun yang lalu
Milyaran Bintang Mengatakan Cinta Padamu

Milyaran Bintang Mengatakan Cinta Padamu

Milea Anastasia
Percintaan
2 tahun yang lalu
Craving For Your Love

Craving For Your Love

Elsa
Aristocratic
2 tahun yang lalu
My Tough Bodyguard

My Tough Bodyguard

Crystal Song
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Satan's CEO  Gentle Mask

Satan's CEO Gentle Mask

Rise
CEO
2 tahun yang lalu
The Sixth Sense

The Sixth Sense

Alexander
Adventure
2 tahun yang lalu
Love In Sunset

Love In Sunset

Elina
Dikasihi
3 tahun yang lalu