My Cold Wedding - Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia

Bella menganggukkan kepalanya:"Iya."

Roger cemberut, "Aku rasa, kamu tidak segampang itu menyerah. Pagi ini kamu tidak mengikuti rapat Perusahaan LS, kamu tidak tahu permintaan Pak David, sungguh keterlaluan! Jika kamu tidak ada, kami tidak ada seorang pun yang bisa menahan beban itu."

Bella tertawa:"Semuanya masalah waktu, pelan-pelan kalian akan tahu prinsip kerja dia, pasti akan membaik."

"Bella, aku tanya kamu soal hal yang tidak berkaitan ya, kamu dan orang seperti David, bagaimana melewati kehidupan bersama selama 3 tahun? Gadis cantik di divisi departemen audit bersama dengannya pada pagi hari saja, sekarang orangnya sudah tidak tahan lagi."

Bella sedikit kebingungan:"Mengapa? Beban pekerjaannya terlalu besar?"

"Jumlahnya banyak,waktunya sedikit, permintaannya tinggi, ketika berbicara juga tidak melihat perasaan orang lain."

Diluar dugaan.

Bella berkata:"Dia memang orang seperti itu, super perfeksionis, dan hanya memperdulikan hasil bukan proses. Orang yang bekerja bersamanya, asalkan meletakkan posisi diri cukup rendah, apapun yang dia katakan, lakukan saja, Itu sudah cukup."

Roger mengganggukkan kepalanya:"Kamu yang paling mengerti dia."

Waktu siang, Bella bekerja dengan sangat antusias.

Hanya ketika ia konsentrasi pada pekerjaannya, dia merasa senang, desain arsitektural memang kesukaannya. Berdasarkan hatinya, jika bukan karena David, ia sungguh ingin melanjutkan proyek ini.

Setelah pulang kerja, rekan kerjanya mulai pulang satu-satu. Bella menyalakan lampu meja, melanjutkan pekerjaannya.

Pekerjaan dari perusahaan LS ini tidak sedikit, dia masih harus terus berjuang.

Malam jam 9, Valdo kembali ke perusahaan untuk mengambil barang, tanpa sengaja melihat Bella masih di sana, sedikit kaget:"Mengapa masih lembur?"

Bella sibuk hingga merasa sedikit pusing, data-data terus berputar di kepalanya. Dia mengurut kepalanya di bagian pelipis:"Mengubah sketsa, ini sedikit repot."

Valdo berjalan menuju mejanya, melihat layar komputer, langsung tahu

sesuatu:"Proyek taman hiburan?"

"Iya, Perusahaan membutuhkannya cepat, kak Roger memintaku untuk membantunya."

Valdo mengedipkan matanya, lalu tersenyum puas:"Baiklah, kamu lanjut bekerja, aku pulang dulu, dividen proyek ini pasti akan tetap diberikan padamu."

Dia sekarang mulai pas terhadap kerja Bella. Jika bukan karena dia, Perusahaan LS tidak akan bisa mendapatkan dua proyek besar seperti Apartemen Kerah Putih dan Taman Hiburan, dia juga tidak ada cara untuk lebih pada Gembi.

Sejak malam itu dia tidak tahan untuk memperkerjakannya. Gadis itu meskipun sikapnya sangat buruk, tetapi setiap melihat wajahnya yang lucu dan memerah itu, dipikirkan saja akan membuat hatinya gatal, ingin sekali terbang langsung ke badannya dan memeluknya dan menciumnya.

Tidak lama setelah Valdo pergi, Bella merasa sedikit ngantuk, lalu berdiri dan membuatkan kopi untuk diri sendiri.

Ketika sedang ingin mulai berjuang, ia menerima telepon dari rumah tua keluarga David.

Kakek David bertanya dengan penuh perhatian:"Bella, apakah kamu sudah pulang kerja?"

Bella berkata:"Belum nih, sedang lembur."

"Anak gadis, berjuang seperti itu untuk apa. Jangan lembur lagi, ayo datang ke rumah, kakek ada hal yang ingin dibicarakan."

Novel Terkait

Pengantin Baruku

Pengantin Baruku

Febi
Percintaan
2 tahun yang lalu
Nikah Tanpa Cinta

Nikah Tanpa Cinta

Laura Wang
Romantis
2 tahun yang lalu
Eternal Love

Eternal Love

Regina Wang
CEO
2 tahun yang lalu
The Richest man

The Richest man

Afraden
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Cinta Tapi Diam-Diam

Cinta Tapi Diam-Diam

Rossie
Cerpen
3 tahun yang lalu
Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa

Wennie
Dimanja
2 tahun yang lalu
Sang Pendosa

Sang Pendosa

Doni
Adventure
2 tahun yang lalu
Mi Amor

Mi Amor

Takashi
CEO
3 tahun yang lalu