My Cold Wedding - Bab 21 Video Pengawasan
Bella mencuci satu piring, "Jane, aku benar-benar ingin punya batasan yang jelas seperti dulu."
"Yah, Batasan yang jelas," Jane mengibas abu rokok. "Kematian Anqila telah benar-benar hancur. Kamu tidak harus membawa tas ini untuk hidup, ada kesulitan beritahu aku, kalau aku bisa bantu sebisanya aku bantu."
Ada seorang adik lelaki yang datang dan mengatakan bahwa ada perkelahian di luar, dan Jane bergegas keluar ke tempat kejadian.
Bella mencuci tumpukan piring terakhir dan menaruhnya di lemari pensteril.
Kantor Presiden Perusahaan LS.
Orang-orang dari seluruh perusahaan berusaha mati-matian untuk mengubur kepala mereka dan tidak berani mengatakan sepatah kata pun. Baru-baru ini, presiden sangat menakutkan. Siapa yang memprovokasi dia yang akan mati.
Di pagi hari, sudah memaki empat manajer.
Ketika Albert masuk, ada 8 orang yang berdiri diam di depan meja David, satu per satu dimarahi dengan kepala yang tunduk dan tidak berani bersuara.
Dia mengkerutkan keningnya: "Semua keluar, Setiap hari sebelum pergi bekerja, proposal bisnis harus ditempatkan di desktop saya."
Beberapa manajer seperti Tama, satu per satu keluar.
David telah bekerja lebih dari 72 jam. kebugaran fisik juga bisa merasa betapa lelahnya: "Apa yang dikatakan oleh bagian pengadilan?"
Albert dengan jujur melaporkan: "rekaman rumah sakit menunjukkan bahwa pembantu rumah tangga jatuh dari gedung, dan Nona Bella terus-menerus tinggal di kamar pasien dan tidak keluar."
"Ada lagi?"
"Nona Cindy membawa kepala pelayan ke kamar pasien lantai 15 dan kemudian dengan sendiri pergi dari kamar pasien. Selama tiga menit, selama jangka waktu ini pengurus rumah tangga jatuh dari gedung."
Peng(bunyi suara) ——
Tangan David menghantam meja.
"Cukup, kamu boleh keluar."
"Ya."
"Tunggu--," david memerintah: "Mari kita periksa dan lihat kapan Bella dilepaskan."
"Ya."
......
Kota flamboyan dengan suasana pesta pora, orang-orang di kota sibuk sama seperti hidup mewah yang berfoya-foya di dalam klub malam.
Bella akan berganti pakaian ke ruang ganti untuk siap-siap pergi. Para wanita di klub malam semakin lama semakin banyak. Dulu 1 kamar 1 orang. Sekarang kebanyakan dari mereka 2 orang 1 kamar, dia yang membawa Felicia, itu wajar untuk tinggal bersamanya.
Kembali ke kamar, tetapi tidak melihat Felicia.
Bella akan keluar dan mencarinya, dia melihat Felicia bergegas kembali dan membanting pintu.
"Ada apa?"
Felicia masih terengah-engah: "Para tamu ini tidak teratur, mereka terlalu sibuk jadi aku membantu mengantarkan alkohol, lalu menyentuh paha saya..."
Bella menariknya ke sisinya, "Apakah masih ada yang perlu ku lakukan?"
Felicia menggertakkan giginya dan menggelengkan kepalanya, "Tidak, Tidak, aku menendangnya dengan terburu-buru dan melarikan diri."
"Jika kamu tidak menderita itu lebih baik, kedepannya sudah tidak perlu keluar."
Hanya mengatakan, terdengar suara ketukan pintu.
Felicia terkejut: "Apakah itu akan menangkap saya?"
"Jangan menakuti dirimu sendiri, kamu bersembunyi di belakangku dulu, aku akan membukakan pintu."
Bella di tangannya sudah mengambil tiang pengering pakaian dan mengambil napas dalam-dalam beberapa.
Datang untuk buka pintu -
"Ah, biarkan aku pergi!" Gembi memanggil dengan berteriak: "Bella, ini benar-benar kamu!"
"Gembi?" Bella dengan cepat bergegas untuk membiarkannya masuk. "Kenapa kamu ada di sini?"
Klub malam bukanlah tempat di mana seorang wanita kaya yang harus datang.
Keluhan Gembi: "Datang untuk mencarimu, Vald... ada orang yang sangat menjengkelkan yang mengatakan bahwa kamu ada di sini, lalu aku mencari sampai disini. Bella, bagaimana kamu bisa bekerja di sini? Ini bukan tempat yang bagus."
Bella tersenyum pahit, dan mungkin Gembi tidak melihat berita yang di terbitkan di koran lima tahun yang lalu.
"Aku harus hidup," Bella menarik Gembi ke bawah di tempat tidur. Kamar kecil itu terlalu kecil untuk menampung sebuah kursi. Dia tidak bisa membantu. "Aku sudah pernah di penjara, dan aku tidak punya pendidikan. Aku hanya bisa mencucinya piring. "
Gembi membelai dadanya dan berkata, "cuci piring saja juga sudah lebih baik, cuci piring saja juga sudah lebih baik, Saya kira.... Oh, sudah jangan katakan. Hari ini aku datang mencarimu untuk bertanya padamu,
Apakah kamu ingin masuk kembali ke industri konstruksi? ”
Pada tahun ujian masuk perguruan tinggi Bella, pemberitahuan penerimaan dari Departemen Arsitektur Universitas Tsinghua telah dikirim ke rumah, tetapi dia di buat pingsan oleh ayahnya, melewatkan waktu pendaftaran, dan akhirnya David secara tidak sengaja menyelamatkannya, dan pada saat itu, dia mulai makin dalam sama david.
Untuk mendapat kesempatan bertemu dengannya lagi, Bella memilih untuk belajar di sebuah perguruan tinggi di kota H.
Dia menyukai desain arsitektur sejak dia masih kecil, dan dia juga belajar arsitektur di perguruan tinggi. Namun, dia memiliki kesempatan untuk menikahi David. Dia telah membuang mimpinya, dan dia menjadi seorang istri.
"Gembi, terima kasih atas kebaikanmu, kondisiku saat ini, sangat sulit untuk kembali ke industri konstruksi."
Gembi pun menepuk-nepuk dada: "Kamu tidak perlu khawatir, aku akan membantumu mengurusnya, kamu hanya perlu menyetujuinya saja"
Bella masih ragu-ragu, dan Gembi hanya melempar chip: "Dapat makan, dan tinggal, dibayar 8 juta perbulan, dan setelah tiga bulan, itu akan naik menjadi 15 juta, mau pergi tidak?"
Bella mengerutkan kening, "Perusahaan mana?"
Sejauh yang dia tahu, keluarga Gembi melakukan bisnis barang kulit, tetapi juga terlibat dalam real estat?
"si orang yang menjengkelkan itu!" Gembi mengangkat, dan menjerit-jerit, "Oh, kamu tidak terlalu peduli, aku bilang kamu bisa pergi, dan kamu pasti bisa pergi, tidak akan ada yang akan memandang rendah kamu, lebih baik daripada kamu ada di sini setiap hari dan tempatnya lebih baik. "
Sejujurnya, Bella tertarik.
"Kamu beri aku waktu untuk memikirkannya."
"Ya," Gembi menelponnya: "Telepon aku ketika aku memikirkannya, sesegera mungkin, tawaran tidak berlama-lama."
Gembi agak menjijikkan ke tempat klub malam itu, dan dia pergi setelah beberapa kata.
Bella meletakkan nomor telepon di telapak tangannya dan tidak bisa tidur nyenyak di malam hari.
Akhirnya, Felicia berkata: "Bella, kamu akan balik lagi, aku akan pergi bersamamu ketika hari mulai terang."
"Maaf, aku berusaha untuk tidak bergerak."
Felicia berkata: "Bella, sebenarnya aku tidak berpikir kamu perlu pusing, ini adalah kesempatan yang baik."
Bella ragu-ragu: "Aku sudah hampir melupakan keahlianku, saya kalau dah pergi dapat mempermalukan Gembi ."
"Dia berkata bahwa tidak ada masalah, kamu bisa mencobanya, kamu bisa mulai dari awal," Felicia memandang ke tempat tidur dari ranjang atas dan berkata, "Bella, aku tidak tahu mengapa, aku pikir kamu bisa."
Bella tersenyum: "Terima kasih."
"Sungguh, kamu jelas tidak bisa bertarung, tetapi bahkan 'Bos' tidak akan berani memprovokasi kamu, kamu sangat hebat."
Bella tidak bisa berkata-kata.
"Jadi, mari kita coba, kalau tidak bisa coba lagii, kita akan tinggal di ruangan lain."
Keesokan harinya, Bella menelepon Gembi.
Gembi di ujung telepon sangat bersemangat: "Aku mengirim alamat ke ponselmu, kamu dapat melaporkannya langsung!"
Bella meminta Jane untuk meminjam pakaian formal dan mengikuti navigasi ke bawah tanah sebuah kantor.
Lima huruf besar dengan cahaya yang berkilauan - Properti keluarga Valdo.
Dia menyerahkan resume-nya ke meja depan: "Halo, aku datang untuk melamar pekerjaan"
Ketika meja depan melihat resumenya, dia segera menghubungi General Manager untuk mengkonfirmasi dan kemudian memberitahunya: "Nona Bella, mengatakan bahwa prosedur masuk dapat dilakukan kapan saja, tetapi baru-baru ini perusahaan telah menerima kasus yang sulit, tenaga tidak cukup, berharap kamu secepatnya dapat membantu"
Novel Terkait
See You Next Time
Cherry BlossomBlooming at that time
White RoseCantik Terlihat Jelek
SherinYour Ignorance
YayaUangku Ya Milikku
Raditya DikaMy Cold Wedding×
- Bab 1 Pernikahan Yang Hancur
- Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
- Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
- Bab 4 Kamu Menggangap Saya Tidak Berani Membunuhmu?
- Bab 5 Musuh Yang Tidak Dapat Di Kalahkannya
- Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
- BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
- Bab 8 Asalkan Bisa Menyelamatkan Satu Nyawa
- Bab 9 Harga Dirinya Terjual
- Bab 10 Ini Adalah Takdir Wanita
- Bab 11 Orang Lain Tidak Menginginkanmu, Tetapi Aku Menginginkanmu
- Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
- Bab 13 Berikan Kompensasi Anqila Pada Cindy
- Bab 14 Kebeneran Berdarah
- Bab 15 Melihat Ke Belakang
- Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
- Bab 17 Aku akan Memenuhinya dalam Waktu Satu Hari
- Bab 18 Diluar Kebenaran
- Bab 19 Aku Tidak Membunuh
- Bab 20 Kehidupan Di Penjara
- Bab 21 Video Pengawasan
- Bab 22 Pertempuran Pertama
- Bab 23 Dia Tidak Mengecewakanku, Rupanya Cukup Ganas
- Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
- Bab 25 Kehidupan Yang Berantakan
- Bab 26 Kenyataan Memaksaku Untuk Menjadi Cuek
- Bab 27 Kehangatan yang Lama Tak di Rasakan
- Bab 28 Besok Kita Cerai
- Bab 29 Bukannya Aku Tak Pernah Berusaha
- Bab 30 Aku Tak Melihat Apapun
- Bab 31 Sahabat Wanita Yang Antusias
- Bab 32 Aku Sudah Cukup Dipermalukan
- Bab 33 Gosip Yang Merajalela Di Dunia Maya
- Bab 34 Kamu Ada Bukti Apa Berani Mengatainya
- Bab 35 Aku Menunggu Surat Pengadilanmu
- Bab 36 Grup A dan B
- Bab 37 Karyawan Sementara
- Bab 38 Masih Ingat Impianku Waktu Kecil?
- Bab 39 Kamu Tidak Aman Sendirian
- Bab 40 Masalah Reputasi Individu
- Bab 41 Siapa Bilang Kamu Tidak Mampu Membelinya
- Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
- Bab 43 Keputusan Bukan Ditangannya
- Bab 44 Bahaya Ketika Mabuk
- Bab 45 Keluar Dari Mulut Harimau
- BAB 46 Rahasia ANQILA
- Bab 47 Bella, Kemari!
- Bab 48 Meskipun Aku Dijual, Aku Juga Tidak Akan Mau Uangmu
- Bab 49 Kalau Begitu Tidak Usah Cerai
- Bab 50 Aku Bukanlah Anqila
- Bab 51 Pesta Makan Menjelang Perceraian
- Bab 52 Sepertinya Ia Tidak Terburu-buru Untuk Bercerai
- Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia
- Bab 54 Ide Yang Cukup Bagus
- Bab 55 Aku Memiliki Cara untuk Menangkapmu Kembali
- Bab 56 Tangan Mana yang Menyentuhnya?
- Bab 57 Selera Yang Aneh
- Bab 58 Sengaja Mempersulit
- Bab 59 Spesifikasi Bercerai
- Bab 60 Bersiap Untuk Pergi Keluar Negeri
- Bab 61 Dia Sedang Mandi, Ada Perlu Apa, Sampaikan Saja Padaku
- Bab 62 Uangnya, Anggap Saja Aku Yang Meminjamnya Darimu
- Bab 63 Bella Akan Kembali Kujaga
- Bab 64 Mungkinkah Hamil?
- Bab 65 Lahir Kalau Memang Ada
- Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
- Bab 67 Apakah Kamu Merasa Sekotor Itu?
- Bab 68 Panggil Saya Suamimu
- Bab 69 Karena Sudah Tidak Peduli, Baru Bisa Sesadis Ini
- Bab 70 Masa Lampau Itu
- Bab 71 Selamat Tinggal,David
- Bab 72 Perceraian
- Bab 73 Petemuan Ini Seperti Takdir
- Bab 74 Kenapa Tidak Berani Melihatku
- Bab 75 Menjadi Kekasihku
- Bab76 Dia Tidak Punya Kaki Sampai Harus Di Antar?
- Bab 77 Aku Memberikanmu Satu Kali Kesempatan Untuk Mencintaiku
- Bab 78 Dijual Ke David
- Bab 79 Hanya Menyampaikan Ini, Jaga Diri Dengan Baik
- Bab 80 Perjodohan
- Bab 81 Adegan Familiar
- Bab 82 Petani Dan Ular
- Bab 83 Ini Hanya Kompensasi
- Bab 84 Mulai Sementara
- Bab 85 Menjalankannya Bersama Akan Ada Hasil
- Bab 86 Bella, Jalan Kita Masih Panjang
- Bab 87 Anak Tidaklah Bersalah
- Bab 88 Jika Ini Semua Bukanlah Cinta
- Bab 89 Kakak Ipar
- Bab 90 Identifikasi Orang Tua-Anak
- Bab 91 Kamu Hanya Menganggap Saya Masa Lalu
- Bab 92 Lagu Ulang Tahun
- Bab 93 Bersama Dalam Kesulitan
- Bab 94 Saya Tidak Bilang Selesai
- Bab 95 Willy
- Bab 96 Kita Menikah Kembali
- Bab 97 Atas Dasar Wanita Saya
- Bab 98 Balas Dendam Cindy
- Bab 99 Aku Tidak Taruhan Dengan Orang Gila
- Bab 100 Apakah Kamu Pernah Mencintaiku?
- Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
- Bab 102 Aku Adalah Bajingan
- Bab 103 Aku Tahu Kamu Tidak Mencintai Aku
- Bab 104 Mimpi Besar Dan Belum Tersadar
- Bab 105 Berakting
- Bab 106 Bella, Aku Datang Mencarimu
- Bab 107 Jangan Usir Aku
- Bab 108 Pertunjukkan dari Ketiga Laki-laki
- Bab 109 Konfrontasi Kamar Mandi
- Bab 110 Bajingan Kecil
- Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
- Bab 112 Ibu-Anak Anti-View
- Bab 113 David Adalah Lelakiku
- Bab 114 Jika Kamu Tak Buka, Aku Yang Bantu Membukanya
- Bab 115 Kejujuran
- Bab 116 Aku Pasti Bisa Membawamu Ke Puncak
- Bab 117 Harga Diriku Melarangku Mengulangi Kesalahan Yang Sama
- Bab 118 Kembalilah, Ya?
- Bab 119 Menikah Dengan Sekali Lagi
- Bab 120 Kita Menikah Saja
- Bab 121 Tidak Bisa Berhasil Belajar
- Bab 122 Gembi Gu Dalam Bahaya
- Bab 123 Aku Ingin Kamu dengan Senang Hati Menikah Denganku
- Bab 124 Mulai Hari Ini, Kamu Harus Selalu Berada di Sampingku
- Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya
- Bab 126 Keadaan Yang Baik
- Bab 127 Semua Ini Karena Sup Ayam
- Bab 128 Di Antara Kita Mana Ada Lagi Hubungan Keluarga Yang Bisa Dianggap
- Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat
- Bab 130 Akulah Alasannya
- Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata
- Bab 132 Menggoda
- Bab 133 Mengulang Trik Lama
- Bab 134 Aku Pernah Mencintaimu
- Bab 135 Bawa Aku Pergi
- Bab 136 Ayuk Ke Pantai
- Bab 137 Pembunuh
- Bab 138 Melarang
- Bab 139 Pergilah, Aku Membiarkanmu Pergi
- Bab 140 Kecepatan Hidup dan Mati
- Bab 141 Kali Ini, Giliranku Yang Menunggumu
- Bab 142 Patah Hati
- Bab 143 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 144 Aku Hanya Mau Satu Jawaban
- Bab 145 Memulai Kehidupan Baru
- Bab 146 Negara Asing
- Bab 147 Jika Suatu Hari Nanti Aku Bisa Melupakannya
- Bab 148 Tom
- Bab 149 Di Dunia Ini, Mana Ada Begitu Banyak
- Bab 150 Ditakdirkan Bersama tapi Terpisah oleh Lautan
- Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
- Bab 152 Aku Membencinya, Aku Mencintainya
- Bab 153 Reinkarnasi Kehidupan
- Bab 154 Aku Akan Membayarnya dengan Segala Milikku
- Bab 155 Kembali ke Negeri Asal
- Bab 156 Berpapasan yang Terlewatkan
- Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu
- Bab 158 Eric Lee
- Bab 159 Dia Adalah Sumber Segala Ketakutanku
- Bab 160 Jangan Menolakku Ya
- Bab 161 Pada Akhirnya Kembali Bertemu
- Bab 162 Kamu Masih Membenciku
- Bab 163 Bintang di Langit, Dia di Hati
- Bab 164 Hanya Masa Lalu
- Bab 165 Tidak Ada Satupun Yang Bisa Dibandingkan Dengannya
- Bab 166 Aku Hanya Ingin Berbuat Baik Kepadamu
- Bab 167 Menebus Kesalahan
- Bab 168 Hebat
- Bab 169 Pengajaran Berkualitas
- Bab 170 Hai Orang Asing
- Bab 171 Mengadu Kecerdasan dan Keberanian
- Bab 172 Masih Ada Berapa Lama Waktu Dihabiskan Untuk Merasa Kesal
- Bab 173 Kapitalis Jahat
- Bab 174 Hati Kecil
- Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
- Bab 176 Tuan Kelima
- Bab 177 Identitas Nino
- Bab 178 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan
- Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
- Bab 180 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan (3)
- Bab 181 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya
- Bab 182 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (5)
- Bab 183 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (6)
- Bab 184 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (7)
- Bab 185 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (8)
- Bab 186 Karnaval Terakhir
- Bab 187 Pertaruhan Hidup
- Bab 188 Biar Aku yang Menemanimu Mati
- Bab 189 Jangan Tanya Tentang Masa Depan
- Bab 190 Epilog
- Bab 190 Epilog (2)
- Bab 191 Epilog (Benar) (1)
- Bab 191 Epilog (Benar) (2)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (1)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (2)
- Bab 193 Wawancara Suami Istri
- Bab 194 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (7)
- Bab 195 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (8)
- Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)