My Cold Wedding - Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
Pukul dua siang, ruang pertemuan itu sunyi.
Bella sebagai pasukan udara, hampir dilihat oleh seluruh karyawan Perusahaan LS, setelah membuka ruang rapat. Atas nama Taman peninggalan Menara Genderang, ia memulai mengenalkan taman dan membuka pidato.
Di ruang rapat, ada ratusan orang yang duduk, semuanya berada dalam kegelapan, hanya dia yang disorot oleh cahaya, rambut hitam bola matanya yang hitam membuat kulit putihnya, dan bibirnya yang merah merona terlihat mencolok.
Sebuah pembukaan adalah nada yang lembut dan menenangkan: "Halo semuanya, saya adalah desainer Echo dari Perusahaan LS."
Beberapa pemegang saham yang sudah akrab menjadi heboh mendengarnya, dan mereka dapat mengenali mantan istri bos dan ingin membaginya dengan rekan-rekan mereka. Sekilas, mereka melihat yang duduk di posisi utama, adalah David dengan tatapannya yang berbinar binar.
Terlihat jelas bahwa lelaki yang melihat wanita yang benar benar dicintainya, barulah bisa mengarahkan pandangannya.
Sombong, fanatik, sok berkuasa, dan tidak gampang menyerah.
Oleh karena itu, karyawan yang telah mengenal Bella bersedia menutup mulut mereka secara diam-diam, dan memandang dengan tenang wanita yang berada diatas panggung itu. Rahasia cinta pria itu terhadap wanita ini berubah menjadi semakin besar.
"Taman peninggalan Menara Genderang mencakup area sekitar 5.000 hektar. Ada transportasi pendukung dan tempat-tempat hiburan di sekitar. Aku akan menjelaskan konsep desain taman secara rinci. . "
Suara Bella terdengar begitu jernih, dan denganpenampilannya yang memukau, bahkan dia mengemas acara yang ditampilnya dengan baik. Yang lebih jarang adalah kualitas profesionalnya sangat baik, dan pidatonya juga berkualitas dan sopan.
Perwakilan dari kota di sebelah diwakili oleh David memiliki persahabatan bertahun-tahun, dan dia menepuk punggungnya dan bertanya: "mau tidak mau kami harus bangga padamu David, dari mana kamu menemukan kesayanganmu ini?"
David menjawab dengan penuh kebanggaan dan kepuasan: "dari Rumah."
"... ah?"
David berbalik dan tidak bisa menyembunyikan kegembiraan di wajahnya: "Dia adalah istriku."
loooo ——
Perwakilan kota menyemburkan secangkir teh secara langsung, untung tidak ada orang yang duduk di depannya. Albert langsung mencari petugas kebersihan untuk membersihkan lantai, seolah tidak terjadi apa apa, yang tersisahanyalah beberapa orang yang telah mendengar pembicaraan David dan menjadi ricuh.
Bella menjadi tegang. Dalam hal ini, dia mengambil alih selama beberapa hari, danDavid tidak mengubah desain aslinya. Dia masih menyisakan waktunya untuk melihat desain pada saat menata rambutnya. Ketika dia menjelaskannya, dia hanya bisa membuat rancangan. Dan bersikeras memasukkan semuanya ke dalam otaknya sendiri, dan pada akhirnya, seluruh orang itu tampaknya kehilangan kekuatan, dia tetap memegang secangkir teh dan langsung meminumnya.
"Bagaimana perasaanmu?"
Bella berdiri dan David kemudian berdiri di depannya, itu tidak terlalu dekat atau itu sengaja dilakukan untuk menghindari kecurigaan orang orang, itu seperti memperlakukan bawahan biasa.
"... baiklah."
David mengulurkan tangan dan menghapus noda air di bibirnya, dan membuat Bella sangat takut dan mengambil langkah mundur.
David juga tidak memilik ekspresi, hanya menepuk pundaknya: "Lihat, kamu bisa melakukannya, kan?"
Bella menggigit bibirnya dan tidak berbicara apa apa. Dalam perjalanan, dia melihat banyak data dan gambar yang telah diubah. Dia selalu merasa David yang ada dibalik semua ini, tidak ada yang dia percayai, hati dan pikirannya tidak ada hubungan sama sekali!
David tiba tiba menggenggam tangan yang memegang cangkir itu, dengan hati hati memandangi telapak tangannya yang menghitam.
Suara Bella menjadi lemah: "... dan mendesaknya, ada beberapa data yang membingungkan."
David tertawa dengan pelan.
Bella dengan marah menarik tangannya kembali: "Saya tahu, saya curang, tapi saya tidak ingat."
"Aku tidak mengatakan apa-apa," David mengambil tisu dari dalam kotak dan menyapukan air untuk menyeka telapak tangannya: "Berhasil atau tidak, lihat saja hasilnya, tidak ada yang peduli dengan data yang kamu curangi - - Dan ini bukan ujian. Perusahaan LS hanya peduli jika Anda dapat membantu perusahaan memenangkan proyek. Pemerintah kota hanya mempedulikan desain Anda dapat membuat industri pariwisata kota Harriford berkembang, dan saya hanya peduli jika anda benar benar berjuang dalam pertarungan ini. Apa Data ini telah selesai digunakan?Anda Tidak perlu menulis lagi di babak kedua? "
Bella melihat ke sekeliling dengan penuh waspada: “Bagaimana menulis didepan begitu banyak orang?”
David mengangkat alisnya dan berkata: “Kemudian mengandalkan laptop, desainer Echo.?”
Ada staf di sekitar jadwal sibuk, ada penyesuaian dengan peralatan proyeksi, dan ada minuman untuk para peserta.
Tiba-tiba saya ingin bertanya: "Jika saya mengacaukan proyek ini, apa yang akan Anda lakukan?"
"Tapi aku ingat perkataan terkenal Eric Lee bahwa tidak pernah ada kata 'gagal' dalam kamusnya."
David terkekeh, “kata kata yang sudah sangat lama, dan kamu masih mengingatnya?”
“Aku mengatakan yang sebenarnya, Bagaimana jika aku tidak bermain dengan baik, atau melupakan salah satu data penting?”
“jika itu benar benar telah terkacaukan.....” David tertawa: apa yang bisa saya lakukan, tentu saja memilih untuk memaafkanmu, Perusahaan LS tidak kekurangan proyek, berapa banyak orang memegang buku perencanaan berbaris untuk meminta suntikan modal dari Perusahaan LS, jika tanpa ada ini, akan ada yang berikutnya, sebenarnya aku mengetahuinya ketika anda pergi, sebenarnya yang ditakutkan bukanlah kegagalan, yang terpenting adalah tahu mengapa bisa menjadi gagal, dan untuk selanjutnya tidak akan mengulang kesalahan yang sama lagi.
Novel Terkait
Istri ke-7
Sweety GirlMy Superhero
JessiMy Cute Wife
DessyLelah Terhadap Cinta Ini
Bella CindyCinta Yang Dalam
Kim YongyiWanita Yang Terbaik
Tudi SaktiMy Cold Wedding×
- Bab 1 Pernikahan Yang Hancur
- Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
- Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
- Bab 4 Kamu Menggangap Saya Tidak Berani Membunuhmu?
- Bab 5 Musuh Yang Tidak Dapat Di Kalahkannya
- Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
- BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
- Bab 8 Asalkan Bisa Menyelamatkan Satu Nyawa
- Bab 9 Harga Dirinya Terjual
- Bab 10 Ini Adalah Takdir Wanita
- Bab 11 Orang Lain Tidak Menginginkanmu, Tetapi Aku Menginginkanmu
- Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
- Bab 13 Berikan Kompensasi Anqila Pada Cindy
- Bab 14 Kebeneran Berdarah
- Bab 15 Melihat Ke Belakang
- Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
- Bab 17 Aku akan Memenuhinya dalam Waktu Satu Hari
- Bab 18 Diluar Kebenaran
- Bab 19 Aku Tidak Membunuh
- Bab 20 Kehidupan Di Penjara
- Bab 21 Video Pengawasan
- Bab 22 Pertempuran Pertama
- Bab 23 Dia Tidak Mengecewakanku, Rupanya Cukup Ganas
- Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
- Bab 25 Kehidupan Yang Berantakan
- Bab 26 Kenyataan Memaksaku Untuk Menjadi Cuek
- Bab 27 Kehangatan yang Lama Tak di Rasakan
- Bab 28 Besok Kita Cerai
- Bab 29 Bukannya Aku Tak Pernah Berusaha
- Bab 30 Aku Tak Melihat Apapun
- Bab 31 Sahabat Wanita Yang Antusias
- Bab 32 Aku Sudah Cukup Dipermalukan
- Bab 33 Gosip Yang Merajalela Di Dunia Maya
- Bab 34 Kamu Ada Bukti Apa Berani Mengatainya
- Bab 35 Aku Menunggu Surat Pengadilanmu
- Bab 36 Grup A dan B
- Bab 37 Karyawan Sementara
- Bab 38 Masih Ingat Impianku Waktu Kecil?
- Bab 39 Kamu Tidak Aman Sendirian
- Bab 40 Masalah Reputasi Individu
- Bab 41 Siapa Bilang Kamu Tidak Mampu Membelinya
- Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
- Bab 43 Keputusan Bukan Ditangannya
- Bab 44 Bahaya Ketika Mabuk
- Bab 45 Keluar Dari Mulut Harimau
- BAB 46 Rahasia ANQILA
- Bab 47 Bella, Kemari!
- Bab 48 Meskipun Aku Dijual, Aku Juga Tidak Akan Mau Uangmu
- Bab 49 Kalau Begitu Tidak Usah Cerai
- Bab 50 Aku Bukanlah Anqila
- Bab 51 Pesta Makan Menjelang Perceraian
- Bab 52 Sepertinya Ia Tidak Terburu-buru Untuk Bercerai
- Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia
- Bab 54 Ide Yang Cukup Bagus
- Bab 55 Aku Memiliki Cara untuk Menangkapmu Kembali
- Bab 56 Tangan Mana yang Menyentuhnya?
- Bab 57 Selera Yang Aneh
- Bab 58 Sengaja Mempersulit
- Bab 59 Spesifikasi Bercerai
- Bab 60 Bersiap Untuk Pergi Keluar Negeri
- Bab 61 Dia Sedang Mandi, Ada Perlu Apa, Sampaikan Saja Padaku
- Bab 62 Uangnya, Anggap Saja Aku Yang Meminjamnya Darimu
- Bab 63 Bella Akan Kembali Kujaga
- Bab 64 Mungkinkah Hamil?
- Bab 65 Lahir Kalau Memang Ada
- Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
- Bab 67 Apakah Kamu Merasa Sekotor Itu?
- Bab 68 Panggil Saya Suamimu
- Bab 69 Karena Sudah Tidak Peduli, Baru Bisa Sesadis Ini
- Bab 70 Masa Lampau Itu
- Bab 71 Selamat Tinggal,David
- Bab 72 Perceraian
- Bab 73 Petemuan Ini Seperti Takdir
- Bab 74 Kenapa Tidak Berani Melihatku
- Bab 75 Menjadi Kekasihku
- Bab76 Dia Tidak Punya Kaki Sampai Harus Di Antar?
- Bab 77 Aku Memberikanmu Satu Kali Kesempatan Untuk Mencintaiku
- Bab 78 Dijual Ke David
- Bab 79 Hanya Menyampaikan Ini, Jaga Diri Dengan Baik
- Bab 80 Perjodohan
- Bab 81 Adegan Familiar
- Bab 82 Petani Dan Ular
- Bab 83 Ini Hanya Kompensasi
- Bab 84 Mulai Sementara
- Bab 85 Menjalankannya Bersama Akan Ada Hasil
- Bab 86 Bella, Jalan Kita Masih Panjang
- Bab 87 Anak Tidaklah Bersalah
- Bab 88 Jika Ini Semua Bukanlah Cinta
- Bab 89 Kakak Ipar
- Bab 90 Identifikasi Orang Tua-Anak
- Bab 91 Kamu Hanya Menganggap Saya Masa Lalu
- Bab 92 Lagu Ulang Tahun
- Bab 93 Bersama Dalam Kesulitan
- Bab 94 Saya Tidak Bilang Selesai
- Bab 95 Willy
- Bab 96 Kita Menikah Kembali
- Bab 97 Atas Dasar Wanita Saya
- Bab 98 Balas Dendam Cindy
- Bab 99 Aku Tidak Taruhan Dengan Orang Gila
- Bab 100 Apakah Kamu Pernah Mencintaiku?
- Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
- Bab 102 Aku Adalah Bajingan
- Bab 103 Aku Tahu Kamu Tidak Mencintai Aku
- Bab 104 Mimpi Besar Dan Belum Tersadar
- Bab 105 Berakting
- Bab 106 Bella, Aku Datang Mencarimu
- Bab 107 Jangan Usir Aku
- Bab 108 Pertunjukkan dari Ketiga Laki-laki
- Bab 109 Konfrontasi Kamar Mandi
- Bab 110 Bajingan Kecil
- Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
- Bab 112 Ibu-Anak Anti-View
- Bab 113 David Adalah Lelakiku
- Bab 114 Jika Kamu Tak Buka, Aku Yang Bantu Membukanya
- Bab 115 Kejujuran
- Bab 116 Aku Pasti Bisa Membawamu Ke Puncak
- Bab 117 Harga Diriku Melarangku Mengulangi Kesalahan Yang Sama
- Bab 118 Kembalilah, Ya?
- Bab 119 Menikah Dengan Sekali Lagi
- Bab 120 Kita Menikah Saja
- Bab 121 Tidak Bisa Berhasil Belajar
- Bab 122 Gembi Gu Dalam Bahaya
- Bab 123 Aku Ingin Kamu dengan Senang Hati Menikah Denganku
- Bab 124 Mulai Hari Ini, Kamu Harus Selalu Berada di Sampingku
- Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya
- Bab 126 Keadaan Yang Baik
- Bab 127 Semua Ini Karena Sup Ayam
- Bab 128 Di Antara Kita Mana Ada Lagi Hubungan Keluarga Yang Bisa Dianggap
- Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat
- Bab 130 Akulah Alasannya
- Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata
- Bab 132 Menggoda
- Bab 133 Mengulang Trik Lama
- Bab 134 Aku Pernah Mencintaimu
- Bab 135 Bawa Aku Pergi
- Bab 136 Ayuk Ke Pantai
- Bab 137 Pembunuh
- Bab 138 Melarang
- Bab 139 Pergilah, Aku Membiarkanmu Pergi
- Bab 140 Kecepatan Hidup dan Mati
- Bab 141 Kali Ini, Giliranku Yang Menunggumu
- Bab 142 Patah Hati
- Bab 143 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 144 Aku Hanya Mau Satu Jawaban
- Bab 145 Memulai Kehidupan Baru
- Bab 146 Negara Asing
- Bab 147 Jika Suatu Hari Nanti Aku Bisa Melupakannya
- Bab 148 Tom
- Bab 149 Di Dunia Ini, Mana Ada Begitu Banyak
- Bab 150 Ditakdirkan Bersama tapi Terpisah oleh Lautan
- Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
- Bab 152 Aku Membencinya, Aku Mencintainya
- Bab 153 Reinkarnasi Kehidupan
- Bab 154 Aku Akan Membayarnya dengan Segala Milikku
- Bab 155 Kembali ke Negeri Asal
- Bab 156 Berpapasan yang Terlewatkan
- Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu
- Bab 158 Eric Lee
- Bab 159 Dia Adalah Sumber Segala Ketakutanku
- Bab 160 Jangan Menolakku Ya
- Bab 161 Pada Akhirnya Kembali Bertemu
- Bab 162 Kamu Masih Membenciku
- Bab 163 Bintang di Langit, Dia di Hati
- Bab 164 Hanya Masa Lalu
- Bab 165 Tidak Ada Satupun Yang Bisa Dibandingkan Dengannya
- Bab 166 Aku Hanya Ingin Berbuat Baik Kepadamu
- Bab 167 Menebus Kesalahan
- Bab 168 Hebat
- Bab 169 Pengajaran Berkualitas
- Bab 170 Hai Orang Asing
- Bab 171 Mengadu Kecerdasan dan Keberanian
- Bab 172 Masih Ada Berapa Lama Waktu Dihabiskan Untuk Merasa Kesal
- Bab 173 Kapitalis Jahat
- Bab 174 Hati Kecil
- Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
- Bab 176 Tuan Kelima
- Bab 177 Identitas Nino
- Bab 178 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan
- Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
- Bab 180 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan (3)
- Bab 181 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya
- Bab 182 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (5)
- Bab 183 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (6)
- Bab 184 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (7)
- Bab 185 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (8)
- Bab 186 Karnaval Terakhir
- Bab 187 Pertaruhan Hidup
- Bab 188 Biar Aku yang Menemanimu Mati
- Bab 189 Jangan Tanya Tentang Masa Depan
- Bab 190 Epilog
- Bab 190 Epilog (2)
- Bab 191 Epilog (Benar) (1)
- Bab 191 Epilog (Benar) (2)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (1)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (2)
- Bab 193 Wawancara Suami Istri
- Bab 194 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (7)
- Bab 195 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (8)
- Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)