My Cold Wedding - BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
Beberapa bodyguard baru saja mau mengeksekusi Bella, dan seketika berhenti ketika melihat wajah Vanny, ya, mereka sudah bersama David beberapa tahun ini, wajah Anqila mereka tentu saja sudah pernah melihatnya.
Saat ini lampu kamar begitu suram, wajah Vanny yang full make up membuatnya semakin terlihat seperti Anqila.
Vanny sambil tertawa berkata: “Aku datang mencarimu untuk menagih hutang.”
Mulanya yang menjadi bintang klub malam ini adalah dia, banyak pria melempar uang dan mengelilinginya, tapi sejak Mawar ini datang, pria busuk yang selalu merayap di bawah roknya semuanya pergi mencari dia dan menghabiskan uang mereka di tubuh Bella!
Vanny berjalan pelan ke arah Bella, para bodyguard membuka jalan membiarkannya lewat.
Ujung heelsnya yang lancip dengan penuh tenaga dia tendangkan ke mulut Bella.
Bella yang dari awal sudah menangis hebat: “Kakak, semuanya salahku, dulu ketika ayah menyuruhku untuk menikah dengan David, aku harusnya menolaknya, aku yang sudah memisahkan kalian, membuatmu mati dengan mengenaskan...”
“Begini caramu meminta maaf?” Vanny menggunakan kakinya menginjak wajah Bella, menggilas tattoo bunga mawar di wajah Bella, hingga darah yang keluar sudah tak terlihat jelas: “Aku bisa menghancurkan wajahmu sekali, tentu saja bisa menghancurkannya untuk kedua kalinya! Aku ingin melihatmu menggunakan cara apa lagi menggoda para pria! Dasar pelacur!”
Bella sudah tidak bisa merasakan sakit lagi, dan membiarkan Vanny menginjaknya.
“Kakak, kakak, tolong suruh tuan David lepaskan keluarga kita, ya? Aku bisa melakukan apa saja...”
“Baiklah,” Vanny dengan jijik menggunakan baju Bella yang sudah lecek mengelap bekas darah di ujung heelsnya, “Berlutut, bersujud dan jilat sepatuku hingga bersih!”
Setelah Vanny mengucapkan kata-kata itu, bunyi pintu 'pang' seperti di tendang hingga terbuka.
David seperti roh jahat dari India berjalan pelan mendekat, suaranya terdengar begitu dingin: “Berpura-pura menjadi Anqila? Kamu pantas?”
Vanny terkejut seluruh tubuhnya mendadak gemetaran: “Tuan David, aku tidak mengatakan kalau aku adalah Anqila, Mawar sendiri yang memanggilku seperti itu, sungguh! Tidak ada kaitannya denganku!”
David melewatinya, menarik Bella yang tengah berlutut berdiri, melihat wajahnya yang sudah berdarah tak berbentuk, dan melihat bekas darah di ujung heels Vanny, dia seketika mengerti, “Walaupun dia hanya seekor anjing, kalau kamu mau menyentuhnya tetap harus meminta izin melalui pemiliknya.”
Kesadaran Bella sudah di bawah normal, air matanya sudah membasahi seluruh wajahnya, wajah sebelah kanannya berdarah banyak, darah segar merahnya luruh dari dagu ke leher hingga ke bawah.
Vanny ingin melarikan diri, tapi pintu keluar di hadang oleh bodyguard: “Tuan David, wanita ini mau di eksekusi bagaimana?”
“Kasih tahu Jane, dia tahu harus bagaimana.”
Tubuh Bella yang di angkat David tidak menginjak tanah, dan dia masih tidak berhenti memohon: “Kakak, kamu harus memastikan siapa dalangnya, jangan menyakiti yang bukan dalangnya, kalau kamu ada keluhan hajar saja aku, adik, dia baru 17 tahun, tahun depan dia sudah mau ujian kelulusan, kamu suruh tuan David lepaskan dia, ya?”
Darah jatuh di punggung tangan David, dia merasa jijik melempar Bella ke samping, asistennya dengan membawa hp masuk ke ruangan: “Bos, telepon dari kakek”
Setelah David pergi, ruangan kembali menjadi tenang.
Jane sudah menunggu lama, menunggu jelmaan iblis-David pergi, dan setelah David pergi, dia dengan terburu-buru masuk ke dalam ruangan, dan dengan sekuat tenaga menuntun Bella baring di atas kasur, menepuk ringan sebelah wajah Bella yang terluka: “Mawar, Mawar, bangun.”
Bella pelan-pelan membuka kedua matanya, dia melihat Jane lama, baru bersuara: “Kakak Jane...”
“Iya,” Jane menghela nafas lega, setiap kali melihat Bella, dia seperti merasakan memiliki nasib yang sama dengan Bella, pernah beberapa waktu yang lalu, dia dibohongi pria bejat hingga tak memiliki uang sepeser pun, menjual diri di klub malam di siksa hingga begitu menderita, hingga saat ini membuatnya ingin membantu Bella yang kasihan ini: “Bertahan sedikit lagi, kamu tidak bisa tinggal di klub malam ini lagi, David kapan saja akan kembali datang, siapkan barangmu, aku akan memanggil orang untuk membawamu meninggalkan tempat ini.”
Bella dengan putus asa menggelengkan kepalanya: “Tidak, aku tidak bisa pergi, kalau aku pergi, dia akan menghabisi keluargaku.”
“Melindungi diri nomor satu!” Jane dari lemari mengeluarkan baju menyuruh Bella mengganti bajunya yang sudah compang-camping, memanggil seorang pelayan bir, kemudian menatap Bella dan berkata: “Bisa jalan seberapa jauh, jalanlah seberapa jauh, ini hpmu dan ada sedikit uang, cepat pergi!”
Pelayan bar membawanya masuk ke dalam mobil, menginjak gas dan memosisikan mobil di belakang beberapa mobil orang, berkelok-kelok menghindari cctv, berjalan ke arah jalan panjang meninggalkan klub malam.
Trililing--Hp Bella berdering.
Bella melihat siapa yang neneleponnya, dan dengan sigap langsung mengangkatnya: “Doni!”
“Kak! Aku sudah harus membayar uang les sekolah, aku kemarin bukannya sudah mengatakannya pada kakak, kakak kok belum mengirimkan uangnya?”
Kesadaran Bella langsung normal dan duduk dengan tegap, tangannya memegang wajahnya: “Maaf, maafkan kakak, pekerjaan kakak akhir-akhir ini sangat sibuk jadi lupa, butuh berapa uang?”
“60 juta!”
Bella mengernyitkan dahinya: “Mahal sekali...”
“60 juta masih mahal? Kak kamu bukannya bilang kerja di perusahaan besar, uang sedikit ini tidak bisa bantu bayar?” Doni dengan perasaan tidak senang berkata: “Dan juga kakak ipar kan banyak uangnya, 60 juta baginya hanya uang kecil, pasti kakak yang memang tidak mau kasih aku uang kan?”
Mendengar perkataan adiknya, hati Bella terasa sakit, tapi dia masih dengan menghibur adiknya berkata: “Tidak, tidak, kakak cuma ada satu adik, bagaimana mungkin tidak mau memberikanmu uang. Kamu jangan panik, hari ini kakak akan mentransfer uangnya padamu, ya?”
Mendengar perkataan Bella, Doni baru sedikit lega dan memutus teleponnya, Bella membuka jendela membiarkan angin yang dingin masuk ke dalam mobil, pikirannya mulai sadar: “Kakak, maaf merepotkanmu tolong bawa aku kembali ke klub malam.”
Pelayan bir itu mengernyitkan dahinya: “Tapi kakak Jane...”
“Tidak apa-apa, aku yang nanti bicara padanya.”
Pelayan bir melihat tekad Bella yang bulat, mau tidak mau memutar kemudi kembali ke klub malam.
Doni sekolah di sekolahan anak kaya raya, tidak hanya biaya sekolah yang mahal, biaya-biaya lainnya juga sangat mahal, uang hasil kerjanya di klub malam setengah tahun ini dia berikan semua pada adiknya, uang di kantongnya tak pernah lebih dari 200ribu.
Tiket pesawat?
Bahkan uang tiket kereta api saja dia tidak mampu membelinya, dia bagaimana bisa lari dari genggaman David.
Selama ada dia, David hanya akan menyiksanya, dan Doni akan bisa dengan tenang mengikuti ujian kelulusan sekolahnya, Bella harus rajin menabung uangnya dan mengirim adiknya kuliah di luar negeri, dan setelah itu dia tidak akan menerima ancaman dari David lagi.
Masih ada satu setengah tahun, hanya perlu bertahan satu setengah tahun lagi, tunggu Doni pergi keluar negeri, maka dia akan bebas...
Setelah kembali ke klub malam, dia menceritakan alasannya pada Jane, Jane hanya bisa menghela nafas: “Kamu harus berpikir jelas, tempat ini sekali masuk tidak bisa keluar lagi, David dia tidak akan melepaskanmu.”
Bella terdiam sejenak dan dengan berat menganggukkan kepalanya: “Kakak Jane, aku sudah yakin, aku mau melayani tamu, aku mau mengumpulkan uang.”
“Hm, baiklah.” Jane berkata: “Tapi hari ini mungkin tidak bisa, wajah kamu masih ada luka. 60 juta ya? Aku kasih kamu dulu saja, nanti tunggu kamu ada uang baru kamu bayar.”
Bella menggelengkan kepalanya: “Kak Jane, kamu sudah banyak sekali membantuku, aku tidak bisa menerima uangmu lagi.”
“Nah kalau begitu bagaimana?”
“Aku ingin menjual darah.”
“Kalau secara resmi tidak boleh menjual darah, bisanya mendonasikan darah.”
Bella dengan matanya yang memerah mengangkat wajahnya: “Kak Jane kamu tahu tidak dimana ada tempat membeli darah?”
Jane sudah mengelilingi semua daerah di kota H, dia tentu saja tahu.
Di dalam klinik ilegal yang berposisi di basemen, jarum tertancap di urat nadi pergelangan tangannya, darah merah mengalir ke dalam pipa, mata dokter tidak melihatnya, seperti sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini: Dengan dingin bertanya padanya: “Mau jual berapa?”
“Butuh berapa banyak darah hingga menghasilkan uang 60 juta?”
Dokter tertawa dingin: “Hingga darahmu habis pun uangnya tidak akan sampai 60juta!”
Novel Terkait
Love and Trouble
Mimi XuIstri Yang Sombong
JessicaSomeday Unexpected Love
AlexanderSiswi Yang Lembut
Purn. Kenzi KusyadiGet Back To You
LexyWonderful Son-in-Law
EdrickMy Cold Wedding×
- Bab 1 Pernikahan Yang Hancur
- Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
- Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
- Bab 4 Kamu Menggangap Saya Tidak Berani Membunuhmu?
- Bab 5 Musuh Yang Tidak Dapat Di Kalahkannya
- Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
- BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
- Bab 8 Asalkan Bisa Menyelamatkan Satu Nyawa
- Bab 9 Harga Dirinya Terjual
- Bab 10 Ini Adalah Takdir Wanita
- Bab 11 Orang Lain Tidak Menginginkanmu, Tetapi Aku Menginginkanmu
- Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
- Bab 13 Berikan Kompensasi Anqila Pada Cindy
- Bab 14 Kebeneran Berdarah
- Bab 15 Melihat Ke Belakang
- Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
- Bab 17 Aku akan Memenuhinya dalam Waktu Satu Hari
- Bab 18 Diluar Kebenaran
- Bab 19 Aku Tidak Membunuh
- Bab 20 Kehidupan Di Penjara
- Bab 21 Video Pengawasan
- Bab 22 Pertempuran Pertama
- Bab 23 Dia Tidak Mengecewakanku, Rupanya Cukup Ganas
- Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
- Bab 25 Kehidupan Yang Berantakan
- Bab 26 Kenyataan Memaksaku Untuk Menjadi Cuek
- Bab 27 Kehangatan yang Lama Tak di Rasakan
- Bab 28 Besok Kita Cerai
- Bab 29 Bukannya Aku Tak Pernah Berusaha
- Bab 30 Aku Tak Melihat Apapun
- Bab 31 Sahabat Wanita Yang Antusias
- Bab 32 Aku Sudah Cukup Dipermalukan
- Bab 33 Gosip Yang Merajalela Di Dunia Maya
- Bab 34 Kamu Ada Bukti Apa Berani Mengatainya
- Bab 35 Aku Menunggu Surat Pengadilanmu
- Bab 36 Grup A dan B
- Bab 37 Karyawan Sementara
- Bab 38 Masih Ingat Impianku Waktu Kecil?
- Bab 39 Kamu Tidak Aman Sendirian
- Bab 40 Masalah Reputasi Individu
- Bab 41 Siapa Bilang Kamu Tidak Mampu Membelinya
- Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
- Bab 43 Keputusan Bukan Ditangannya
- Bab 44 Bahaya Ketika Mabuk
- Bab 45 Keluar Dari Mulut Harimau
- BAB 46 Rahasia ANQILA
- Bab 47 Bella, Kemari!
- Bab 48 Meskipun Aku Dijual, Aku Juga Tidak Akan Mau Uangmu
- Bab 49 Kalau Begitu Tidak Usah Cerai
- Bab 50 Aku Bukanlah Anqila
- Bab 51 Pesta Makan Menjelang Perceraian
- Bab 52 Sepertinya Ia Tidak Terburu-buru Untuk Bercerai
- Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia
- Bab 54 Ide Yang Cukup Bagus
- Bab 55 Aku Memiliki Cara untuk Menangkapmu Kembali
- Bab 56 Tangan Mana yang Menyentuhnya?
- Bab 57 Selera Yang Aneh
- Bab 58 Sengaja Mempersulit
- Bab 59 Spesifikasi Bercerai
- Bab 60 Bersiap Untuk Pergi Keluar Negeri
- Bab 61 Dia Sedang Mandi, Ada Perlu Apa, Sampaikan Saja Padaku
- Bab 62 Uangnya, Anggap Saja Aku Yang Meminjamnya Darimu
- Bab 63 Bella Akan Kembali Kujaga
- Bab 64 Mungkinkah Hamil?
- Bab 65 Lahir Kalau Memang Ada
- Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
- Bab 67 Apakah Kamu Merasa Sekotor Itu?
- Bab 68 Panggil Saya Suamimu
- Bab 69 Karena Sudah Tidak Peduli, Baru Bisa Sesadis Ini
- Bab 70 Masa Lampau Itu
- Bab 71 Selamat Tinggal,David
- Bab 72 Perceraian
- Bab 73 Petemuan Ini Seperti Takdir
- Bab 74 Kenapa Tidak Berani Melihatku
- Bab 75 Menjadi Kekasihku
- Bab76 Dia Tidak Punya Kaki Sampai Harus Di Antar?
- Bab 77 Aku Memberikanmu Satu Kali Kesempatan Untuk Mencintaiku
- Bab 78 Dijual Ke David
- Bab 79 Hanya Menyampaikan Ini, Jaga Diri Dengan Baik
- Bab 80 Perjodohan
- Bab 81 Adegan Familiar
- Bab 82 Petani Dan Ular
- Bab 83 Ini Hanya Kompensasi
- Bab 84 Mulai Sementara
- Bab 85 Menjalankannya Bersama Akan Ada Hasil
- Bab 86 Bella, Jalan Kita Masih Panjang
- Bab 87 Anak Tidaklah Bersalah
- Bab 88 Jika Ini Semua Bukanlah Cinta
- Bab 89 Kakak Ipar
- Bab 90 Identifikasi Orang Tua-Anak
- Bab 91 Kamu Hanya Menganggap Saya Masa Lalu
- Bab 92 Lagu Ulang Tahun
- Bab 93 Bersama Dalam Kesulitan
- Bab 94 Saya Tidak Bilang Selesai
- Bab 95 Willy
- Bab 96 Kita Menikah Kembali
- Bab 97 Atas Dasar Wanita Saya
- Bab 98 Balas Dendam Cindy
- Bab 99 Aku Tidak Taruhan Dengan Orang Gila
- Bab 100 Apakah Kamu Pernah Mencintaiku?
- Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
- Bab 102 Aku Adalah Bajingan
- Bab 103 Aku Tahu Kamu Tidak Mencintai Aku
- Bab 104 Mimpi Besar Dan Belum Tersadar
- Bab 105 Berakting
- Bab 106 Bella, Aku Datang Mencarimu
- Bab 107 Jangan Usir Aku
- Bab 108 Pertunjukkan dari Ketiga Laki-laki
- Bab 109 Konfrontasi Kamar Mandi
- Bab 110 Bajingan Kecil
- Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
- Bab 112 Ibu-Anak Anti-View
- Bab 113 David Adalah Lelakiku
- Bab 114 Jika Kamu Tak Buka, Aku Yang Bantu Membukanya
- Bab 115 Kejujuran
- Bab 116 Aku Pasti Bisa Membawamu Ke Puncak
- Bab 117 Harga Diriku Melarangku Mengulangi Kesalahan Yang Sama
- Bab 118 Kembalilah, Ya?
- Bab 119 Menikah Dengan Sekali Lagi
- Bab 120 Kita Menikah Saja
- Bab 121 Tidak Bisa Berhasil Belajar
- Bab 122 Gembi Gu Dalam Bahaya
- Bab 123 Aku Ingin Kamu dengan Senang Hati Menikah Denganku
- Bab 124 Mulai Hari Ini, Kamu Harus Selalu Berada di Sampingku
- Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya
- Bab 126 Keadaan Yang Baik
- Bab 127 Semua Ini Karena Sup Ayam
- Bab 128 Di Antara Kita Mana Ada Lagi Hubungan Keluarga Yang Bisa Dianggap
- Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat
- Bab 130 Akulah Alasannya
- Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata
- Bab 132 Menggoda
- Bab 133 Mengulang Trik Lama
- Bab 134 Aku Pernah Mencintaimu
- Bab 135 Bawa Aku Pergi
- Bab 136 Ayuk Ke Pantai
- Bab 137 Pembunuh
- Bab 138 Melarang
- Bab 139 Pergilah, Aku Membiarkanmu Pergi
- Bab 140 Kecepatan Hidup dan Mati
- Bab 141 Kali Ini, Giliranku Yang Menunggumu
- Bab 142 Patah Hati
- Bab 143 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 144 Aku Hanya Mau Satu Jawaban
- Bab 145 Memulai Kehidupan Baru
- Bab 146 Negara Asing
- Bab 147 Jika Suatu Hari Nanti Aku Bisa Melupakannya
- Bab 148 Tom
- Bab 149 Di Dunia Ini, Mana Ada Begitu Banyak
- Bab 150 Ditakdirkan Bersama tapi Terpisah oleh Lautan
- Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
- Bab 152 Aku Membencinya, Aku Mencintainya
- Bab 153 Reinkarnasi Kehidupan
- Bab 154 Aku Akan Membayarnya dengan Segala Milikku
- Bab 155 Kembali ke Negeri Asal
- Bab 156 Berpapasan yang Terlewatkan
- Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu
- Bab 158 Eric Lee
- Bab 159 Dia Adalah Sumber Segala Ketakutanku
- Bab 160 Jangan Menolakku Ya
- Bab 161 Pada Akhirnya Kembali Bertemu
- Bab 162 Kamu Masih Membenciku
- Bab 163 Bintang di Langit, Dia di Hati
- Bab 164 Hanya Masa Lalu
- Bab 165 Tidak Ada Satupun Yang Bisa Dibandingkan Dengannya
- Bab 166 Aku Hanya Ingin Berbuat Baik Kepadamu
- Bab 167 Menebus Kesalahan
- Bab 168 Hebat
- Bab 169 Pengajaran Berkualitas
- Bab 170 Hai Orang Asing
- Bab 171 Mengadu Kecerdasan dan Keberanian
- Bab 172 Masih Ada Berapa Lama Waktu Dihabiskan Untuk Merasa Kesal
- Bab 173 Kapitalis Jahat
- Bab 174 Hati Kecil
- Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
- Bab 176 Tuan Kelima
- Bab 177 Identitas Nino
- Bab 178 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan
- Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
- Bab 180 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan (3)
- Bab 181 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya
- Bab 182 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (5)
- Bab 183 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (6)
- Bab 184 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (7)
- Bab 185 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (8)
- Bab 186 Karnaval Terakhir
- Bab 187 Pertaruhan Hidup
- Bab 188 Biar Aku yang Menemanimu Mati
- Bab 189 Jangan Tanya Tentang Masa Depan
- Bab 190 Epilog
- Bab 190 Epilog (2)
- Bab 191 Epilog (Benar) (1)
- Bab 191 Epilog (Benar) (2)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (1)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (2)
- Bab 193 Wawancara Suami Istri
- Bab 194 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (7)
- Bab 195 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (8)
- Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)