My Cold Wedding - Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)
Semuanya dimulai dengan perjamuan malam dan semuanya berakhir dengan perjamuan malam.
Terkadang James tidak bisa tidak mengakui bahwa penilaian Tuan ke-5 Qi sangat tepat.
Beliau menyadari akan kesepiannya, maka membiarkan Quenla hadir dalam kehidupannya.
Beliau juga menyadari ketidakacuhannya, sehingga membiarkan Lucy muncul dalam hidupnya.
Kali ini,
Beliau sadar dirinya tidak nyaman lagi, jadi dia membiarkan Bella muncul.
Awalnya, memang tidak rela, ditambah kata-kata terakhir yang ditinggalkan Lucy, menyuruhnya untuk menjaga Bella.
Perlahan-lahan, James mulai tidak mampu mengendalikan diri.
Perasaan itu seperti roller coaster yang tidak terkendali.
Dia tidak bisa mengendalikan tujuan hidupnya, hanya ingin melindungi satu orang.
Perasaannya, awalnya tidak begitu sederhana, tetapi akhirnya sama saja.
Masa kecil Bella dilewati dengan buruk. Seperti dia, seperti Quenla, bahkan Lucy masih bisa mendapat pemeliharaan dari kakaknya. Sedangkan Bella dari kecil sudah dikirim kepada keluarga Xin yang tidak berperasaan.
Akan tetapi David telah meremehkan rencana dari Tuan ke-5 Qi.
Beliau menemukan alamat Bella yang sudah berubah nama di Australia.
Dia buru-buru pergi, dan membawa beberapa orang ikut dengannya. Dia tidak lupa meminta Bella untuk segera pulang ke negara asalnya.
Di negara asing, kemampuannya sungguh terbatas.
David mana mungkin tidak tahu, begitu dia kembali ke negaranya, Bella sangat mungkin akan kembali ke sisi David.
Satu-satunya hal yang membuatnya sedikit bahagia adalah seorang anak bernama Nino.
Bawahannya menemukan sebuah rahasia besar. Nino Ning bukan hanya seorang bayi yang tidak diinginkan, melainkan lahir dari seorang wanita pangeran yang ingin kabur darinya, pergi menyelundup, tetapi meninggal dalam proses melahirkan. Orang-orang yang mengawalnya sudah lebih dahulu meninggal semuanya.
Tuan ke-5 Qi selalu tidak memiliki kelemahan.
Ketika pangeran meninggal, dia bahkan tidak menyusun altar roh pangeran.
Tetapi anak ini akan menjadi titik kematian bagi Tuan ke-5 Qi.
James duduk di depan jendela, merokok, mendengar seorang gadis kecil yang dengan rajin melafalkan puisi klasik, "Kaisar pertama belum sempat menyelesaikan pekerjaannya kemudian meninggal. Sekarang dunia terbagi menjadi tiga negara. Rakyat Shuhan dalam penderitaan, ini merupakan kesulitan yang sangat besar. Apa kalimat selanjutnya? Berikan petunjuk!"
Sebuah suara ringan menyadarkannya dari lamunan, dia mematikan rokok, "Apa?"
"Guru menyuruhku untuk membacakan karangan dan kemudian ditandatangani orang tua!" gadis kecil itu memonyongkan mulutnya dengan tidak senang, "James, bisakah kamu serius sedikit!"
James mengerutkan kening, "Kurang ajar, aku mengadopsi kamu, kamu harus memanggilku Ayah."
"Aku tidak mau. Tahun ini aku berusia 17 tahun. Kamu baru berusia 30-an. Kamu tidak cukup tua menjadi ayahku. Dan kamu tidak memiliki surat adopsi," ucapnya.
Dengan identitas James yang sekarang, bagaimana mungkin negara bisa memberinya sertifikat asuh?
Gadis kecil itu bertemu dengannya setengah bulan yang lalu saat dia menghadiri resepsi pernikahan David dan Bella. David benar-benar membuat upacara pernikahannya sebagus pernikahan putra mahkota dari Eropa. Kebanyakan selebritis dan pejabat tinggi datang. Gembi membawanya secara paksa datang ke pesta pernikahan itu, dengan alasan bagus, "Mencari wanita cantik."
"Lihatlah dirimu. Akhirnya Bella bisa bersama dengan David. bahkan Jane saja sudah membatalkan pernikahannya. Kamu tidak muda lagi. Hari ini, begitu banyak orang yang datang, coba lihat ada tidak yang cocok untukmu. Sebagai teman hotpot-mu yang baik, aku akan membantumu mengejarnya!" Gembi membusungkan dadanya dengan bangga.
Jane terlebih dahulu mengajaknya menikah, kemudian membatalkan pernikahan pada saat pesta pernikahan, James pun menjadi tak berdaya.
Jane sudah bekerja padanya selama bertahun-tahun, yang wanita itu inginkan juga hanyalah balasan yang setimpal. Tapi James yang sekarang tidak bisa memberikannya, dibanding dengan memberi kasih, James lebih memilih tinggal sendirian di ruang bawah tanah kasino, merokok, minum-minum dan bermain games.
Namun, dia tidak tahan dengan antusiasme Gembi, yang harus membawanya ke mari.
James dengan alasan sumpek karena terlalu banyak orang di dalam, pergi keluar untuk merokok. Melayangkan pandangan, terlihat seorang gadis kecil yang mencuri makanan dipiring dan menyimpannya dikantong plastik.
Awalnya ingin menahannya, tetapi kemudian langkahnya terhenti.
Tinggal menyuruh koki buatkan lagi saja hidangan yang baru, David tidak kekurangan uang untuk itu.
Gadis itu juga mengenakan seragam sekolah SMA 1 di kota Harriford, sepatunya sudah tua yang warna aslinya sudah hampir tidak kelihatan. Gadis itu berjongkok di sudut ruangan dan memberi makanan yang dicuri itu kepada beberapa anjing liar. Ketika sedang memberi makan, dia mengusap air matanya, "Orang tuamu tidak menginginkan kalian lagi. Jangan takut, aku juga, tetapi aku tetap hidup baik-baik saja. Kamu harus lebih giat bekerja!"
Kemudian, James juga tidak tahu apakah hidangan yang hilang dibuatkan yang baru atau tidak. Karena gadis itu tahu bahwa dirinya telah kepergok mencuri, ia berbalik kabur, dan kemudian tertabrak mobil.
Di rumah sakit, perawat menggosok lukanya dengan yodium. Gadis itu menggigit bibirnya dan tidak mengatakan apa-apa.
James tiba-tiba tersenyum.
"Siapa namamu?"
"Quenla."
"Siapa yang memberikannya?"
"Ayah dan ibuku."
"Kenapa mereka tidak menginginkanmu?"
"Karena aku seorang gadis, gadis cuma menghabiskan uang saja." Gadis itu berpendapat, "Tapi aku tidak menghabiskan uang secara cuma-cuma, aku akan rajin belajar, lalu kuliah, mencari pekerjaan yang bagus, dan berbakti kepada mereka."
James mengangguk- angguk, "Betul, tapi mereka masih tidak menginginkanmu."
Gadis itu terdiam.
James mengambil napas dalam-dalam, "Kamu ingin masuk ke Universitas mana?"
" Universitas Tsinghua, jurusan arsitektur."
"Suka arsitektur?"
"Iya, Eric Lee dan Echo adalah idola saya," Mata gadis itu terlihat sedih, "Nilaiku sangat bagus, sangat bagus, tetapi rumah yatim piatu tidak memiliki uang bagiku untuk melanjutkan sekolah."
James mengeluarkan dompet, "Berapa biaya kuliahnya?"
Gadis itu tidak menolak, tetapi dia pindah dari rumah yatim piatu sejak saat itu dan tinggal di ruang bawah tanah kasino, di kamar sebelahnya.
Gadis itu bisa membantu membersihkan rumahnya dengan baik, mencuci pakaian kotornya, dan memasak untuknya.
"Anggap aku meminjam darimu, aku akan bekerja sebagai pembantu untuk membayarmu."
James berkata: "Tidak perlu, kamu baik-baiklah sekolah."
Gadis itu bersikeras, "Tapi aku tidak bisa mengambil uangmu tanpa alasan."
James bercanda, "Aku adalah orang sosial. Menurut peraturan dalam sosial ini, kejadian seperti ini seharusnya dibalas dengan cinta dan pendampingan."
Kata-katanya yang tidak disengaja, dianggap serius oleh gadis itu.
Namun, James adalah seorang pria yang kasar, dia tidak dapat menyadari perasaan halus dari gadis itu.
Dia mulai memainkan peran orang tua, menghadiri pertemuan orang tua, mendiktekan kata-kata kepadanya, mendengarnya membacakan karangan. Peran ini dia lakukan dengan capek dan lelah, sudah berkali-kali dia ingin langsung memberinya banyak uang dan mengakhiri semuanya ini. Tetapi dia tidak berdaya menghadapi mata gadis itu yang mulai basah ketika menatap dirinya.
Tuan ke-5 Qi sudah sepenuhnya mengundurkan diri dari Great Hsing, menjaga cucunya.
Great Hsing sekarang sepenuhnya bergantung kepada keputusan perkataan dari James. Dia dipaksa oleh gadis itu untuk tidur pagi dan bangun pagi, menemaninya mengerjakan pr. Orang-orang di Great Hsing berkata, kali ini James sudah menemukan lawannya.
James memberi pelajaran orang-orang ini dengan menggunakan tinjunya.
Setahun kemudian, Bella melahirkan lagi seorang bayi, dan David resmi menjadi ayah dari 6 orang anak. Tahun ini, gadis itu mengikuti ujian masuk perguruan tinggi.
James ikut mengantarnya.
Gadis itu mengenakan seragam sekolah SMA 1 di kota Harriford, berbalik ke belakang dan melihat James tidak pergi.
James paling takut melihat gadis itu menatapnya begitu, jadi dengan cepat melambaikan tangan menyuruhnya masuk.
Gadis itu tiba-tiba tersenyum.
Tangannya membentuk lingkaran di depan bibirnya. Di depan semua murid yang akan mengikuti ujian dan guru, dia berteriak, "Jika aku lolos masuk ke Universitas Tsinghua, mau tidak kamu menjadi pacarku ---"
James kabur di hadapan banyak orang.
Pada bulan Agustus di bagian selatan, cuaca panas dan menjadi pengap.
Kurir berjalan masuk ke ruangan bawah tanah, membuat geger dan mengetuk pintu, "Hallo, ada kiriman..."
James yang sedang tidur siang, menjawab dengan tidak sabar, "Aku tidak pernah memesan."
Kurir segera bertanya, "Tuan, apakah Nona Quenla Lu tinggal di sini?"
James bertanya dengan curiga, "Apa yang dia beli dari online?"
"Bukan belanja online, ini surat pemberitahuan penerimaan! Selamat, Tsinghua-"
------TAMAT----
Penulis Merekomendasikan Novel Berikutnya: "Daddyku Yang Tampan / Ditipu Oleh Suamiku
Novel Terkait
Sederhana Cinta
Arshinta Kirania PratistaCinta Dan Rahasia
JesslynMy Charming Wife
Diana AndrikaKing Of Red Sea
Hideo TakashiAdieu
Shi QiDoctor Stranger
Kevin WongMy Greget Husband
Dio ZhengMy Cold Wedding×
- Bab 1 Pernikahan Yang Hancur
- Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
- Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
- Bab 4 Kamu Menggangap Saya Tidak Berani Membunuhmu?
- Bab 5 Musuh Yang Tidak Dapat Di Kalahkannya
- Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
- BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
- Bab 8 Asalkan Bisa Menyelamatkan Satu Nyawa
- Bab 9 Harga Dirinya Terjual
- Bab 10 Ini Adalah Takdir Wanita
- Bab 11 Orang Lain Tidak Menginginkanmu, Tetapi Aku Menginginkanmu
- Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
- Bab 13 Berikan Kompensasi Anqila Pada Cindy
- Bab 14 Kebeneran Berdarah
- Bab 15 Melihat Ke Belakang
- Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
- Bab 17 Aku akan Memenuhinya dalam Waktu Satu Hari
- Bab 18 Diluar Kebenaran
- Bab 19 Aku Tidak Membunuh
- Bab 20 Kehidupan Di Penjara
- Bab 21 Video Pengawasan
- Bab 22 Pertempuran Pertama
- Bab 23 Dia Tidak Mengecewakanku, Rupanya Cukup Ganas
- Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
- Bab 25 Kehidupan Yang Berantakan
- Bab 26 Kenyataan Memaksaku Untuk Menjadi Cuek
- Bab 27 Kehangatan yang Lama Tak di Rasakan
- Bab 28 Besok Kita Cerai
- Bab 29 Bukannya Aku Tak Pernah Berusaha
- Bab 30 Aku Tak Melihat Apapun
- Bab 31 Sahabat Wanita Yang Antusias
- Bab 32 Aku Sudah Cukup Dipermalukan
- Bab 33 Gosip Yang Merajalela Di Dunia Maya
- Bab 34 Kamu Ada Bukti Apa Berani Mengatainya
- Bab 35 Aku Menunggu Surat Pengadilanmu
- Bab 36 Grup A dan B
- Bab 37 Karyawan Sementara
- Bab 38 Masih Ingat Impianku Waktu Kecil?
- Bab 39 Kamu Tidak Aman Sendirian
- Bab 40 Masalah Reputasi Individu
- Bab 41 Siapa Bilang Kamu Tidak Mampu Membelinya
- Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
- Bab 43 Keputusan Bukan Ditangannya
- Bab 44 Bahaya Ketika Mabuk
- Bab 45 Keluar Dari Mulut Harimau
- BAB 46 Rahasia ANQILA
- Bab 47 Bella, Kemari!
- Bab 48 Meskipun Aku Dijual, Aku Juga Tidak Akan Mau Uangmu
- Bab 49 Kalau Begitu Tidak Usah Cerai
- Bab 50 Aku Bukanlah Anqila
- Bab 51 Pesta Makan Menjelang Perceraian
- Bab 52 Sepertinya Ia Tidak Terburu-buru Untuk Bercerai
- Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia
- Bab 54 Ide Yang Cukup Bagus
- Bab 55 Aku Memiliki Cara untuk Menangkapmu Kembali
- Bab 56 Tangan Mana yang Menyentuhnya?
- Bab 57 Selera Yang Aneh
- Bab 58 Sengaja Mempersulit
- Bab 59 Spesifikasi Bercerai
- Bab 60 Bersiap Untuk Pergi Keluar Negeri
- Bab 61 Dia Sedang Mandi, Ada Perlu Apa, Sampaikan Saja Padaku
- Bab 62 Uangnya, Anggap Saja Aku Yang Meminjamnya Darimu
- Bab 63 Bella Akan Kembali Kujaga
- Bab 64 Mungkinkah Hamil?
- Bab 65 Lahir Kalau Memang Ada
- Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
- Bab 67 Apakah Kamu Merasa Sekotor Itu?
- Bab 68 Panggil Saya Suamimu
- Bab 69 Karena Sudah Tidak Peduli, Baru Bisa Sesadis Ini
- Bab 70 Masa Lampau Itu
- Bab 71 Selamat Tinggal,David
- Bab 72 Perceraian
- Bab 73 Petemuan Ini Seperti Takdir
- Bab 74 Kenapa Tidak Berani Melihatku
- Bab 75 Menjadi Kekasihku
- Bab76 Dia Tidak Punya Kaki Sampai Harus Di Antar?
- Bab 77 Aku Memberikanmu Satu Kali Kesempatan Untuk Mencintaiku
- Bab 78 Dijual Ke David
- Bab 79 Hanya Menyampaikan Ini, Jaga Diri Dengan Baik
- Bab 80 Perjodohan
- Bab 81 Adegan Familiar
- Bab 82 Petani Dan Ular
- Bab 83 Ini Hanya Kompensasi
- Bab 84 Mulai Sementara
- Bab 85 Menjalankannya Bersama Akan Ada Hasil
- Bab 86 Bella, Jalan Kita Masih Panjang
- Bab 87 Anak Tidaklah Bersalah
- Bab 88 Jika Ini Semua Bukanlah Cinta
- Bab 89 Kakak Ipar
- Bab 90 Identifikasi Orang Tua-Anak
- Bab 91 Kamu Hanya Menganggap Saya Masa Lalu
- Bab 92 Lagu Ulang Tahun
- Bab 93 Bersama Dalam Kesulitan
- Bab 94 Saya Tidak Bilang Selesai
- Bab 95 Willy
- Bab 96 Kita Menikah Kembali
- Bab 97 Atas Dasar Wanita Saya
- Bab 98 Balas Dendam Cindy
- Bab 99 Aku Tidak Taruhan Dengan Orang Gila
- Bab 100 Apakah Kamu Pernah Mencintaiku?
- Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
- Bab 102 Aku Adalah Bajingan
- Bab 103 Aku Tahu Kamu Tidak Mencintai Aku
- Bab 104 Mimpi Besar Dan Belum Tersadar
- Bab 105 Berakting
- Bab 106 Bella, Aku Datang Mencarimu
- Bab 107 Jangan Usir Aku
- Bab 108 Pertunjukkan dari Ketiga Laki-laki
- Bab 109 Konfrontasi Kamar Mandi
- Bab 110 Bajingan Kecil
- Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
- Bab 112 Ibu-Anak Anti-View
- Bab 113 David Adalah Lelakiku
- Bab 114 Jika Kamu Tak Buka, Aku Yang Bantu Membukanya
- Bab 115 Kejujuran
- Bab 116 Aku Pasti Bisa Membawamu Ke Puncak
- Bab 117 Harga Diriku Melarangku Mengulangi Kesalahan Yang Sama
- Bab 118 Kembalilah, Ya?
- Bab 119 Menikah Dengan Sekali Lagi
- Bab 120 Kita Menikah Saja
- Bab 121 Tidak Bisa Berhasil Belajar
- Bab 122 Gembi Gu Dalam Bahaya
- Bab 123 Aku Ingin Kamu dengan Senang Hati Menikah Denganku
- Bab 124 Mulai Hari Ini, Kamu Harus Selalu Berada di Sampingku
- Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya
- Bab 126 Keadaan Yang Baik
- Bab 127 Semua Ini Karena Sup Ayam
- Bab 128 Di Antara Kita Mana Ada Lagi Hubungan Keluarga Yang Bisa Dianggap
- Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat
- Bab 130 Akulah Alasannya
- Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata
- Bab 132 Menggoda
- Bab 133 Mengulang Trik Lama
- Bab 134 Aku Pernah Mencintaimu
- Bab 135 Bawa Aku Pergi
- Bab 136 Ayuk Ke Pantai
- Bab 137 Pembunuh
- Bab 138 Melarang
- Bab 139 Pergilah, Aku Membiarkanmu Pergi
- Bab 140 Kecepatan Hidup dan Mati
- Bab 141 Kali Ini, Giliranku Yang Menunggumu
- Bab 142 Patah Hati
- Bab 143 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 144 Aku Hanya Mau Satu Jawaban
- Bab 145 Memulai Kehidupan Baru
- Bab 146 Negara Asing
- Bab 147 Jika Suatu Hari Nanti Aku Bisa Melupakannya
- Bab 148 Tom
- Bab 149 Di Dunia Ini, Mana Ada Begitu Banyak
- Bab 150 Ditakdirkan Bersama tapi Terpisah oleh Lautan
- Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
- Bab 152 Aku Membencinya, Aku Mencintainya
- Bab 153 Reinkarnasi Kehidupan
- Bab 154 Aku Akan Membayarnya dengan Segala Milikku
- Bab 155 Kembali ke Negeri Asal
- Bab 156 Berpapasan yang Terlewatkan
- Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu
- Bab 158 Eric Lee
- Bab 159 Dia Adalah Sumber Segala Ketakutanku
- Bab 160 Jangan Menolakku Ya
- Bab 161 Pada Akhirnya Kembali Bertemu
- Bab 162 Kamu Masih Membenciku
- Bab 163 Bintang di Langit, Dia di Hati
- Bab 164 Hanya Masa Lalu
- Bab 165 Tidak Ada Satupun Yang Bisa Dibandingkan Dengannya
- Bab 166 Aku Hanya Ingin Berbuat Baik Kepadamu
- Bab 167 Menebus Kesalahan
- Bab 168 Hebat
- Bab 169 Pengajaran Berkualitas
- Bab 170 Hai Orang Asing
- Bab 171 Mengadu Kecerdasan dan Keberanian
- Bab 172 Masih Ada Berapa Lama Waktu Dihabiskan Untuk Merasa Kesal
- Bab 173 Kapitalis Jahat
- Bab 174 Hati Kecil
- Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
- Bab 176 Tuan Kelima
- Bab 177 Identitas Nino
- Bab 178 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan
- Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
- Bab 180 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan (3)
- Bab 181 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya
- Bab 182 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (5)
- Bab 183 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (6)
- Bab 184 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (7)
- Bab 185 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (8)
- Bab 186 Karnaval Terakhir
- Bab 187 Pertaruhan Hidup
- Bab 188 Biar Aku yang Menemanimu Mati
- Bab 189 Jangan Tanya Tentang Masa Depan
- Bab 190 Epilog
- Bab 190 Epilog (2)
- Bab 191 Epilog (Benar) (1)
- Bab 191 Epilog (Benar) (2)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (1)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (2)
- Bab 193 Wawancara Suami Istri
- Bab 194 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (7)
- Bab 195 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (8)
- Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)