My Cold Wedding - Bab 70 Masa Lampau Itu
“Ayo pergi.” Bella mengabaikan kemarahannya yang tidak beralasan.Ia berjalan cepat ke aula dinas kependudukan.
Paman di pintu tadi berkata benar,ada antrian panjang di bagian pendaftaran pernikahan.Bagian pendaftaran perceraian justru kosong.
Baguslah,bisa menghemat waktu.
David juga berjalan di belakangnya, tetapi pandangannya tidak pernah lepas dari folder dokumen di tangan Bella.
Dia tadi sekilas melihat fotokopi KTP di folder itu,bekas lipatan terlihat dalam.Sebenarnya sudah berapa lama Bella mempersiapkan perceraian ini?
Saat memikirkannya,kemarahannya mulai meletup.
Pada saat ini,ada sepasang pasangan yang baru saja menyelesaikan pendaftaran pernikahannya,keduanya masing-masing memegang buku merah.Mereka berjalan dengan mesra ke arah pintu.
Gadis itu dengan percaya diri menadahkan tangannya,senyumnya terkembang lebar:"Sejak 1 menit yang lalu,kamu adalah suamiku, cepat, serahkan dompetmu,selanjutnya aku yang akan mengurus keuangan rumah tangga!"
Pria di sebelahnya sama sekali tidak ragu.Ia mengeluarkan dompetnya dan memberikannya kepada gadis itu.Ia lalu membelai lembut rambut gadis itu:"Baiklah,akan kuturuti perintah ratu."
Gadis itu dengan gembira memeluk leher pria itu,matanya berbinar-binar:"Suamiku,ke depannya kamu harus memperlakukanku dengan baik,atau nanti kutotok kamu hingga tak bisa bergerak!"
Sambil mengatakannya,gadis itu menotok dada pria itu 2 kali dengan jari telunjuk dan jari tengahnya.Ia tengah meniru salah satu jurus silat yang pernah ditontonnya.
Saat semuanya berpikir pria itu akan menghentikan aksi bodoh pasangannya,pria itu justru menggelengkan kepalanya dengan pasrah:"Sudahlah,jangan bercanda lagi,banyak yang melihat,cepat lepaskan totokanmu,buat aku bergerak lagi."
Gadis itu menjulurkan lidahnya dan menjatuhkan dirinya ke dalam pelukan pria itu.Keduanya saling berpelukan sambil keluar.
Melihat tingkah laku mereka yang mesra,Bella sepertinya juga ikut tergugah.Terasa ada angin yang berhembus melewati hatinya.Tanpa sadar,ia merasa iri pada gadis itu.
Mereka saling bercanda dan tertawa.Melihatnya,mata Bella tiba-tiba terasa panas.
Di sisi lain,pernikahannya dengan David bisa dideskripsikan dengan kata “bencana”.
Saat mendaftarkan pernikahan mereka,David tidak muncul,dia hanya mengirim pengacara perusahaan LS ke Dinas kependudukan.Di depan petugas,ia menyuruh Bella menandatangani surat keterangan harta pranikah.Isi suratnya menjelaskan,harta kekayaan David tidak ada hubungannya dengan Bella.Kalaupun bercerai,Bella tidak akan mendapat harta apapun dari David.
Dia masih ingat sorot mata petugas itu saat menatapnya,ada rasa pasrah dan simpati.Pandangannya seolah mengatakan: "Nona, mengapa kamu mau menikahi pria semacam ini?"
Pada saat itu,seluruh hatinya telah dikuasai David.Harta David baginya tidak seberapa bila dibandingkan salam sederhana yang David ucapkan.Bella sangat yakin saat mengatakannya:"Saya terima nikahnya."
Seperti itulah pendaftaran pernikahan mereka.Bella mengambil akta nikah yang hanya berisikan foto dirinya.Dengan naifnya ia berpikir asalkan ia memberikan yang terbaik,David pasti akan tergerak hatinya.
Tetapi kenyataan menamparnya dengan keras.Betapa bodohnya pemikirannya saat itu.
Semakin lama semakin banyak orang yang datang ke dinas kependudukan,aula kecil itu sesak dipenuhi kumpulan manusia.Melihat kedatangan mereka,seorang petugas dengan nada tidak sabar memberi tahu mereka:"Antrian untuk mendaftar pernikahan ada di sebelah sana!"
Bella tersenyum sejenak:"Kami ingin mengurus perceraian."
Petugas itu tampak terpaku sesaat:"Hari ini adalah festival pertengahan musim gugur.Kalian ingin bercerai di hari sebaik ini?"
Bella melihat ponselnya,dia baru sadar hari ini adalah festival pertengahan musim gugur,pantas saja begitu banyak orang datang untuk mendaftarkan pernikahannya hari ini.Malam ini,bulan akan terlihat bulat sempurna.Orang-orang percaya pernikahan mereka akan langgeng bila dilaksanakan pada hari ini.
Dia berkata:"Kami semua biasanya sibuk,kebetulan hari ini kami agak senggang.Kami tidak tahu kalau hari ini adalah festival pertengahan musim gugur."
Petugas itu menganggukkan kepalanya.Dia menunjuk ke arah jendela di sebelahnya: "Perceraian bisa diurus di sini."
Ketika Bella mengeluarkan akta nikahnya,petugas itu mengernyitkan keningnya:"Nona, mengapa di akta pernikahanmu hanya ada fotomu sendiri?"
Pada saat itu,Bella datang dengan pengacara David untuk mendaftarkan pernikahan mereka,tentu saja Bella tidak bisa berfoto dengan pengacara itu.Bella tidak bisa menjelaskan hal semacam ini kepada petugas itu,dia hanya menjawabnya dengan sopan:"Waktu itu terjadi suatu masalah,sehingga dia tidak bisa datang.Hanya saya sendiri yang datang waktu itu.Tolong bantu kami untuk mengurus perceraiannya."
Petugas itu tiba-tiba mengangkat kepalanya dan menatap Bella.Ia terlihat sedang memikirkan sesuatu.Beberapa saat kemudian ia berkata: "Sepertinya aku pernah melihatmu di suatu tempat..."
Tubuh Bella langsung kaku.Beberapa waktu sebelumnya dia memang sering diberitakan media.
"Benar!Aku ingat!Anda bukankah.....gadis waktu itu yang datang mendaftarkan pernikahan dengan seorang pengacara?Anda juga harus menandatangani sertifikat harta pranikah.Saya sudah bekerja bertahun-tahun di dinas kependudukan,baru pertama kali ada pihak pria yang tidak datang dan mengirim seorang pengacara untuk mengurus pernikahan.... "
Bella tersenyum canggung,tidak menyangka petugas di sini masih mengingatnya.
"Kalau begitu masalahnya,aku tidak akan melakukan mediasi perceraian.Biasanya aku akan melakukan mediasi pada pasangan yang ingin bercerai.Ngomong-ngomong,nona... perceraian ini juga diwakilkan pengacara?"
"Tidak," Bella menggelengkan kepalanya."Dia sendiri yang datang."
Dia berbalik dan memandang David:"Berikan dokumen anda,prosesnya cepat,tidak akan menghabiskan waktu Anda."
Sejak masuk,David sudah berada di ambang kemarahan.
Ketika melihat pasangan muda tadi,dia merasa syok.Dia tidak ingat bagaimana ia menikahi Bella saat itu.
Sampai petugas itu memanggilnya,dia baru tersadar dari lamunannya.Dia benar-benar tidak pernah datang ke tempat itu.Saat itu,dia sedang menemani Anqila ke Hokkaido untuk melihat bunga sakura.Dia hanya mengirim pengacaranya untuk mengurus dokumennya.
Ketika dia kembali dari Hokkaido dan menerima akta pernikahan yang diberikan pengacaranya, dia juga melemparkan akta itu ke tumpukan barang-barang dengan perasaan jengkel. Dia tidak pernah melewati masa-masa bahagia pernikahannya bersama Bella.Di hari itu pula,Anqila meninggal menggenaskan.
Entah mengapa,akhir-akhir ini dia mulai jarang memikirkan Anqila.Apakah karena waktu sudah lama berlalu?atau itu artinya...cintanya pada Anqila tidak sekuat yang dia bayangkan?Ingatannya tentang Anqila makin lama makin pudar.Kini,Bella yang pelan-pelan memenuhi pikirannya.
Di depan batu nisan Anqila,Bella memohon padanya untuk mempertahankan anak itu.
Demi komisi seratus dolar,Bella bersikeras meminum alkohol itu segelas demi segelas.
Saat disalahkan olehnya,Bella berkali-kali membela diri,menyatakan dia tak ada hubungannya dengan kematian pengurus rumah.
Akhirnya mereka saling berkompromi, Bella dibawa pergi oleh polisi.
Selama lima tahun Bella dipenjara, David sepertinya tidak pernah memikirkannya,tetapi ketika tahu kebenaran tentang kematian Anqila dan pengurus rumah,jantungnya kembali berdegup kencang.
Novel Terkait
Step by Step
LeksThe True Identity of My Hubby
Sweety GirlDoctor Stranger
Kevin WongEverything i know about love
Shinta CharityKamu Baik Banget
Jeselin VelaniMy Enchanting Guy
Bryan WuMy Cold Wedding×
- Bab 1 Pernikahan Yang Hancur
- Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
- Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
- Bab 4 Kamu Menggangap Saya Tidak Berani Membunuhmu?
- Bab 5 Musuh Yang Tidak Dapat Di Kalahkannya
- Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
- BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
- Bab 8 Asalkan Bisa Menyelamatkan Satu Nyawa
- Bab 9 Harga Dirinya Terjual
- Bab 10 Ini Adalah Takdir Wanita
- Bab 11 Orang Lain Tidak Menginginkanmu, Tetapi Aku Menginginkanmu
- Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
- Bab 13 Berikan Kompensasi Anqila Pada Cindy
- Bab 14 Kebeneran Berdarah
- Bab 15 Melihat Ke Belakang
- Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
- Bab 17 Aku akan Memenuhinya dalam Waktu Satu Hari
- Bab 18 Diluar Kebenaran
- Bab 19 Aku Tidak Membunuh
- Bab 20 Kehidupan Di Penjara
- Bab 21 Video Pengawasan
- Bab 22 Pertempuran Pertama
- Bab 23 Dia Tidak Mengecewakanku, Rupanya Cukup Ganas
- Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
- Bab 25 Kehidupan Yang Berantakan
- Bab 26 Kenyataan Memaksaku Untuk Menjadi Cuek
- Bab 27 Kehangatan yang Lama Tak di Rasakan
- Bab 28 Besok Kita Cerai
- Bab 29 Bukannya Aku Tak Pernah Berusaha
- Bab 30 Aku Tak Melihat Apapun
- Bab 31 Sahabat Wanita Yang Antusias
- Bab 32 Aku Sudah Cukup Dipermalukan
- Bab 33 Gosip Yang Merajalela Di Dunia Maya
- Bab 34 Kamu Ada Bukti Apa Berani Mengatainya
- Bab 35 Aku Menunggu Surat Pengadilanmu
- Bab 36 Grup A dan B
- Bab 37 Karyawan Sementara
- Bab 38 Masih Ingat Impianku Waktu Kecil?
- Bab 39 Kamu Tidak Aman Sendirian
- Bab 40 Masalah Reputasi Individu
- Bab 41 Siapa Bilang Kamu Tidak Mampu Membelinya
- Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
- Bab 43 Keputusan Bukan Ditangannya
- Bab 44 Bahaya Ketika Mabuk
- Bab 45 Keluar Dari Mulut Harimau
- BAB 46 Rahasia ANQILA
- Bab 47 Bella, Kemari!
- Bab 48 Meskipun Aku Dijual, Aku Juga Tidak Akan Mau Uangmu
- Bab 49 Kalau Begitu Tidak Usah Cerai
- Bab 50 Aku Bukanlah Anqila
- Bab 51 Pesta Makan Menjelang Perceraian
- Bab 52 Sepertinya Ia Tidak Terburu-buru Untuk Bercerai
- Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia
- Bab 54 Ide Yang Cukup Bagus
- Bab 55 Aku Memiliki Cara untuk Menangkapmu Kembali
- Bab 56 Tangan Mana yang Menyentuhnya?
- Bab 57 Selera Yang Aneh
- Bab 58 Sengaja Mempersulit
- Bab 59 Spesifikasi Bercerai
- Bab 60 Bersiap Untuk Pergi Keluar Negeri
- Bab 61 Dia Sedang Mandi, Ada Perlu Apa, Sampaikan Saja Padaku
- Bab 62 Uangnya, Anggap Saja Aku Yang Meminjamnya Darimu
- Bab 63 Bella Akan Kembali Kujaga
- Bab 64 Mungkinkah Hamil?
- Bab 65 Lahir Kalau Memang Ada
- Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
- Bab 67 Apakah Kamu Merasa Sekotor Itu?
- Bab 68 Panggil Saya Suamimu
- Bab 69 Karena Sudah Tidak Peduli, Baru Bisa Sesadis Ini
- Bab 70 Masa Lampau Itu
- Bab 71 Selamat Tinggal,David
- Bab 72 Perceraian
- Bab 73 Petemuan Ini Seperti Takdir
- Bab 74 Kenapa Tidak Berani Melihatku
- Bab 75 Menjadi Kekasihku
- Bab76 Dia Tidak Punya Kaki Sampai Harus Di Antar?
- Bab 77 Aku Memberikanmu Satu Kali Kesempatan Untuk Mencintaiku
- Bab 78 Dijual Ke David
- Bab 79 Hanya Menyampaikan Ini, Jaga Diri Dengan Baik
- Bab 80 Perjodohan
- Bab 81 Adegan Familiar
- Bab 82 Petani Dan Ular
- Bab 83 Ini Hanya Kompensasi
- Bab 84 Mulai Sementara
- Bab 85 Menjalankannya Bersama Akan Ada Hasil
- Bab 86 Bella, Jalan Kita Masih Panjang
- Bab 87 Anak Tidaklah Bersalah
- Bab 88 Jika Ini Semua Bukanlah Cinta
- Bab 89 Kakak Ipar
- Bab 90 Identifikasi Orang Tua-Anak
- Bab 91 Kamu Hanya Menganggap Saya Masa Lalu
- Bab 92 Lagu Ulang Tahun
- Bab 93 Bersama Dalam Kesulitan
- Bab 94 Saya Tidak Bilang Selesai
- Bab 95 Willy
- Bab 96 Kita Menikah Kembali
- Bab 97 Atas Dasar Wanita Saya
- Bab 98 Balas Dendam Cindy
- Bab 99 Aku Tidak Taruhan Dengan Orang Gila
- Bab 100 Apakah Kamu Pernah Mencintaiku?
- Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
- Bab 102 Aku Adalah Bajingan
- Bab 103 Aku Tahu Kamu Tidak Mencintai Aku
- Bab 104 Mimpi Besar Dan Belum Tersadar
- Bab 105 Berakting
- Bab 106 Bella, Aku Datang Mencarimu
- Bab 107 Jangan Usir Aku
- Bab 108 Pertunjukkan dari Ketiga Laki-laki
- Bab 109 Konfrontasi Kamar Mandi
- Bab 110 Bajingan Kecil
- Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
- Bab 112 Ibu-Anak Anti-View
- Bab 113 David Adalah Lelakiku
- Bab 114 Jika Kamu Tak Buka, Aku Yang Bantu Membukanya
- Bab 115 Kejujuran
- Bab 116 Aku Pasti Bisa Membawamu Ke Puncak
- Bab 117 Harga Diriku Melarangku Mengulangi Kesalahan Yang Sama
- Bab 118 Kembalilah, Ya?
- Bab 119 Menikah Dengan Sekali Lagi
- Bab 120 Kita Menikah Saja
- Bab 121 Tidak Bisa Berhasil Belajar
- Bab 122 Gembi Gu Dalam Bahaya
- Bab 123 Aku Ingin Kamu dengan Senang Hati Menikah Denganku
- Bab 124 Mulai Hari Ini, Kamu Harus Selalu Berada di Sampingku
- Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya
- Bab 126 Keadaan Yang Baik
- Bab 127 Semua Ini Karena Sup Ayam
- Bab 128 Di Antara Kita Mana Ada Lagi Hubungan Keluarga Yang Bisa Dianggap
- Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat
- Bab 130 Akulah Alasannya
- Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata
- Bab 132 Menggoda
- Bab 133 Mengulang Trik Lama
- Bab 134 Aku Pernah Mencintaimu
- Bab 135 Bawa Aku Pergi
- Bab 136 Ayuk Ke Pantai
- Bab 137 Pembunuh
- Bab 138 Melarang
- Bab 139 Pergilah, Aku Membiarkanmu Pergi
- Bab 140 Kecepatan Hidup dan Mati
- Bab 141 Kali Ini, Giliranku Yang Menunggumu
- Bab 142 Patah Hati
- Bab 143 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 144 Aku Hanya Mau Satu Jawaban
- Bab 145 Memulai Kehidupan Baru
- Bab 146 Negara Asing
- Bab 147 Jika Suatu Hari Nanti Aku Bisa Melupakannya
- Bab 148 Tom
- Bab 149 Di Dunia Ini, Mana Ada Begitu Banyak
- Bab 150 Ditakdirkan Bersama tapi Terpisah oleh Lautan
- Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
- Bab 152 Aku Membencinya, Aku Mencintainya
- Bab 153 Reinkarnasi Kehidupan
- Bab 154 Aku Akan Membayarnya dengan Segala Milikku
- Bab 155 Kembali ke Negeri Asal
- Bab 156 Berpapasan yang Terlewatkan
- Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu
- Bab 158 Eric Lee
- Bab 159 Dia Adalah Sumber Segala Ketakutanku
- Bab 160 Jangan Menolakku Ya
- Bab 161 Pada Akhirnya Kembali Bertemu
- Bab 162 Kamu Masih Membenciku
- Bab 163 Bintang di Langit, Dia di Hati
- Bab 164 Hanya Masa Lalu
- Bab 165 Tidak Ada Satupun Yang Bisa Dibandingkan Dengannya
- Bab 166 Aku Hanya Ingin Berbuat Baik Kepadamu
- Bab 167 Menebus Kesalahan
- Bab 168 Hebat
- Bab 169 Pengajaran Berkualitas
- Bab 170 Hai Orang Asing
- Bab 171 Mengadu Kecerdasan dan Keberanian
- Bab 172 Masih Ada Berapa Lama Waktu Dihabiskan Untuk Merasa Kesal
- Bab 173 Kapitalis Jahat
- Bab 174 Hati Kecil
- Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
- Bab 176 Tuan Kelima
- Bab 177 Identitas Nino
- Bab 178 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan
- Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
- Bab 180 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan (3)
- Bab 181 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya
- Bab 182 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (5)
- Bab 183 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (6)
- Bab 184 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (7)
- Bab 185 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (8)
- Bab 186 Karnaval Terakhir
- Bab 187 Pertaruhan Hidup
- Bab 188 Biar Aku yang Menemanimu Mati
- Bab 189 Jangan Tanya Tentang Masa Depan
- Bab 190 Epilog
- Bab 190 Epilog (2)
- Bab 191 Epilog (Benar) (1)
- Bab 191 Epilog (Benar) (2)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (1)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (2)
- Bab 193 Wawancara Suami Istri
- Bab 194 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (7)
- Bab 195 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (8)
- Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)