My Cold Wedding - Bab 133 Mengulang Trik Lama
“Bella, aku sama sekali tidak tahu kalau dia…aku kira…”
“Jangan dilanjutkan lagi!” Bella mulai berkaca-kaca, tangannya menunjuk David dan menyalahkan nya, dan Cindy yang terbaring di lantai, hatinya semakin sakit, dia menggertak kan giginya: “Jangan katakan apapun lagi, apakah kau tahu, kau ingin mengira apa juga tidak ada hubungannya denganku, aku bukan siapa-siapa, tidak perlu melapor padaku.”
Nada bicara Bella sangat dingin, David menahannya: “Kamu tidak percaya padaku?”
“Bagaimana aku bisa mempercayaimu!” Bella mendorongnya pergi: “Hanya karena kamu sedang demam, bukan sampai tidak sadar, ada wanita yang menaiki ranjang menduduki tubuhmu pun kau bisa tidak tahu?”
Kepala David sakit seperti mau meledak, dengan sabar menjelaskan: “Barusan aku sungguh tidak sadar, aku kira itu kamu…”
“Aku tidak mungkin memerkosa orang yang sedang sakit!” Bella merasa dia sudah hampir gila, dia tahu beberapa hari ini David begitu baik dengannya, David minum terlalu banyak tetapi masih mendonorkan darahnya untuk Gembi untuk menebus kesalahannya, sampai dia sempat luluh…
Tetapi apa yang terjadi hari ini benar-benar sudah mengubah pikirannya.
Benar, dia juga lupa, kakak ke-2nya dan mantan suaminya, dulu juga pernah menjalin cinta, lalu siapakah dia sekarang?
Hanya sebuah lelucon kah?
Atau hanya seorang yang sangat bodoh?
Atau dia hanyalah seorang yang bisa diinjak-injak dengan sesuka hati mereka atau dia hanyalah boneka yang gampang dipermainkan?
“David, bagaimana kamu tega menyakiti ku berkali-kali?” Hatinya hancur berkeping-keping, membungkuk, memegang dadanya, begitu sakit tak tertahan: “Atau karena kalian kaya bisa seenaknya mempermainkan orang, kakak adik semuanya pernah bersamamu, jika di dengar orang-orang apakah kau tidak malu?”
David mulai mengendalikan diri, dia juga terluka: “Tidak apa, masalah ini aku serahkan padamu, aku antarkan kau ke kamar dulu.”
“Tidak perlu,” Bella dengan sekuat tenaga mengendalikan perasaannya. “Aku masih punya kaki, aku bisa pergi.”
Cindy mengusap airmatanya dengan menyedihkan, merasa bersalah: “Bella kamu jangan pergi, yang seharusnya pergi adalah aku, kakak salah, kakak hanya ingin mencari David, hanya ingin membakar kertas uang bersama untuk kakak tertua kemudian pergi, kemudian…”Dia mengangkat kepalanya menatap David, “Bagaimanapun kita semua keluarga, karena kamu tidak bersedia kembali menikah dengan David…”
“Karena aku tidak bersedia menikah kembali dengannya, maka kamu datang?” Bella tertawa sinis, “Cindy, aku masih ingat dulu aku pernah bilang padamu, aku tidak punya kakak ke-2, dari awal kamu dan aku sudah tidak ada hubungan apapun.”
Cindy meraih tepi kasur, dengan sekuat tenaga naik ke atas kasur, dibawah tubuh ramping itu hanya ada sepasang kaki yang sudah bengkok dan cacat, terlihat mengerikan, “Aku sudah kehilangan kedua kakiku, dan kau masih normal, kau juga cantik, kau masih bisa mencari pria yang lain…”
Sampai kalimat terakhir, terhenti oleh tatapan tajam David.
Masalah berkembang sampai sejauh ini, malam ini semua masalah itu terlintas di pikirannya, satu-satunya yang patut dicurigai adalah, aroma zat kimia yang aneh dari kertas uang itu, setelah terhirup, kepala langsung terasa pusing, dan sakit luar biasa seperti mau meledak.
Sebelumnya dia melihat Cindy membakar kertas uang itu di ujung koridor, dan seharusnya dengan kaki seperti itu, tidak akan mudah untuk sekedar turun tangga dan keluar kamar, setelah dipikir-pikir, mungkin kertas uang itu atau dirinya yang ada masalah. Tapi Cindy sudah merencanakan ini, sengaja menunggunya disana!
“Kamu menyalahkan Bella atas kakimu yang patah ini?” tatapan David menelusuri seluruh ranjang, berhenti di lemari samping jendela, menatapnya sebentar, kemudian tertawa kecil: “Tante, jika kau sudah cukup melihatnya, keluarlah, apakah tidak pengap bersembunyi di dalam?”
Tiba-tiba keluar suara gerakan dari dalam lemari.
Fenny keluar dari dalam, raut wajahnya canggung: “Itu…David, Tante hanya…kau tahu kan, Cindy kakinya susah berjalan, jadi Tante mengantarnya untuk membakar kertas uang untuk Anqili….”
“Sampai mengantarnya ke kamarku?”
“Mungkin….hanya kebetulan….”
“Sungguh sebuah kebetulan,” David masih merasa sakit kepala yang luar biasa, menaikkan alisnya: “Kaki Cindy sulit di gunakan, jika bukan kau, bagaimana dia bisa berjalan dari sisi lain koridor yang begitu jauh dari sini? Dan bagaimana dia bisa naik ke atas ranjang dan bersiap melakukan sesuatu padaku, Tante kau tidak mungkin tidak mengerti, kau diam-diam bersembunyi di dalam lemari, untuk mengintip semuanya?”
Fenny tertangkap basah, wajahnya pucat pasi, dengan gampang berkata, “David, bagaimanapun aku termasuk orang yang lebih tua darimu, lihat caramu berbicara dengan orang yang lebih tua darimu!”
David dengan emosi tertawa sinis: “Seumur-umur, baru pertama kali aku melihat orang tua yang tidak pantas di hormati.”
“Kamu boleh berkata apapun, tapi David, adegan kau dan anakku di atas ranjang sudah kurekam, jika kuserahkan kepada paparazzi, ini bisa menjadi berita besar, dan akan langsung menghancurkan reputasimu sebagai Presiden!”
David memicing dengan susah payah: “Dari semua rencana yang sudah di siapkan, merekam untuk apa? Untuk uang? Aku sudah pernah bilang, demi menjaga muka Anqila, berapapun yang kalian inginkan aku bisa berikan, haruskah sampai melakukan hal tidak pantas seperti ini?!”
Fenny menggelengkan kepala: “Kita tidak ingin uang, aku ingin kau menikah dengan putriku, jadikan dia Nyonya yang terhormat.”
“Kamu bermimpi!”
“Kalau begitu Presiden bersiaplah untuk melihat judul berita utama besok, aku sudah tua, kemampuan merekamku tidak bagus, sayangnya mungkin tidak terekam wajahmu yang tampan itu.”
“Cukup, sudah cukup,” Bella tidak ingin mendengar apapun lagi, “Kalian bicara pelan-pelan saja, aku pergi dulu.”
“Tidak boleh pergi!” David dengan sekuat tenaga menahannya, “Ini jelas pemerasan, kau masih percaya padanya?”
Bella tidak menangis dan tidak peduli: “Aku tidak bodoh, hanya merasa ini pantas di tertawakan. Ibu pertama, cara ini sudah pernah di lakukan ayahku delapan tahun lalu, apakah kau sedang mencoba mengulang trik lama?”
Wajah Fenny menjadi pucat: “Lalu kenapa kalau memakai trik lama? Masih efektif. Bella kau bunuh saja perasaanmu itu, orang seperti David, bagaimana mungkin dia rela menanggung reputasi buruk demi kamu? Bukankah 8 tahun lalu, karena hal begini juga barulah dia bersedia menikahimu?”
“David bergumam: “8 tahun lalu…”
8 tahun lalu, adalah tahun saat mereka menikah.
Saat itu dia masih menyukai Anqila, saat itu dia tidak sadar di bawah pengaruh obat, saat tersadar Bella sudah terbaring di sampingnya, kemudian Heri langsung membawa anggota menerobos masuk, memaksanya untuk bertanggung jawab atas Bella, saat itu dia tidak bersedia untuk menikahi Bella…
Begitulah….
Saat dia tersadar, dia memegang bahu Bella: “8 tahun lalu kau…”
“Sekarang sama, tapi yang memotret adalah ayah ku, dan aku juga hanya terpengaruh obat…” Bella tiba-tiba menepis bahunya: “Sudahlah, untuk apa aku menjelaskan lagi, semuanya hanya masa lalu.”
David terpaku: “Saat itu…bukankah kau….”
“Aku menyukaimu,” Bella memotong nya: “Kamu mungkin sudah lupa, kamu pernah menolong ku sekali, setelah itu aku pergi magang di Perusahaan LS, kemudian aku bertemu denganmu lagi. Satu-satunya kesalahanku, adalah saat Ayahku mengancam untuk menikah denganku, aku tidak memantapkan diri, jika saat itu aku tidak sebegitu nya mencintaimu, jika saja saat itu aku menolak, mungkin kakak tidak akan meninggal, kita juga tidak akan menjadi pasangan yang tidak bahagia.”
Novel Terkait
Get Back To You
LexyThe Sixth Sense
AlexanderTernyata Suamiku Seorang Milioner
Star AngelMy Charming Lady Boss
AndikaMy Cold Wedding×
- Bab 1 Pernikahan Yang Hancur
- Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
- Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
- Bab 4 Kamu Menggangap Saya Tidak Berani Membunuhmu?
- Bab 5 Musuh Yang Tidak Dapat Di Kalahkannya
- Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
- BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
- Bab 8 Asalkan Bisa Menyelamatkan Satu Nyawa
- Bab 9 Harga Dirinya Terjual
- Bab 10 Ini Adalah Takdir Wanita
- Bab 11 Orang Lain Tidak Menginginkanmu, Tetapi Aku Menginginkanmu
- Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
- Bab 13 Berikan Kompensasi Anqila Pada Cindy
- Bab 14 Kebeneran Berdarah
- Bab 15 Melihat Ke Belakang
- Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
- Bab 17 Aku akan Memenuhinya dalam Waktu Satu Hari
- Bab 18 Diluar Kebenaran
- Bab 19 Aku Tidak Membunuh
- Bab 20 Kehidupan Di Penjara
- Bab 21 Video Pengawasan
- Bab 22 Pertempuran Pertama
- Bab 23 Dia Tidak Mengecewakanku, Rupanya Cukup Ganas
- Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
- Bab 25 Kehidupan Yang Berantakan
- Bab 26 Kenyataan Memaksaku Untuk Menjadi Cuek
- Bab 27 Kehangatan yang Lama Tak di Rasakan
- Bab 28 Besok Kita Cerai
- Bab 29 Bukannya Aku Tak Pernah Berusaha
- Bab 30 Aku Tak Melihat Apapun
- Bab 31 Sahabat Wanita Yang Antusias
- Bab 32 Aku Sudah Cukup Dipermalukan
- Bab 33 Gosip Yang Merajalela Di Dunia Maya
- Bab 34 Kamu Ada Bukti Apa Berani Mengatainya
- Bab 35 Aku Menunggu Surat Pengadilanmu
- Bab 36 Grup A dan B
- Bab 37 Karyawan Sementara
- Bab 38 Masih Ingat Impianku Waktu Kecil?
- Bab 39 Kamu Tidak Aman Sendirian
- Bab 40 Masalah Reputasi Individu
- Bab 41 Siapa Bilang Kamu Tidak Mampu Membelinya
- Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
- Bab 43 Keputusan Bukan Ditangannya
- Bab 44 Bahaya Ketika Mabuk
- Bab 45 Keluar Dari Mulut Harimau
- BAB 46 Rahasia ANQILA
- Bab 47 Bella, Kemari!
- Bab 48 Meskipun Aku Dijual, Aku Juga Tidak Akan Mau Uangmu
- Bab 49 Kalau Begitu Tidak Usah Cerai
- Bab 50 Aku Bukanlah Anqila
- Bab 51 Pesta Makan Menjelang Perceraian
- Bab 52 Sepertinya Ia Tidak Terburu-buru Untuk Bercerai
- Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia
- Bab 54 Ide Yang Cukup Bagus
- Bab 55 Aku Memiliki Cara untuk Menangkapmu Kembali
- Bab 56 Tangan Mana yang Menyentuhnya?
- Bab 57 Selera Yang Aneh
- Bab 58 Sengaja Mempersulit
- Bab 59 Spesifikasi Bercerai
- Bab 60 Bersiap Untuk Pergi Keluar Negeri
- Bab 61 Dia Sedang Mandi, Ada Perlu Apa, Sampaikan Saja Padaku
- Bab 62 Uangnya, Anggap Saja Aku Yang Meminjamnya Darimu
- Bab 63 Bella Akan Kembali Kujaga
- Bab 64 Mungkinkah Hamil?
- Bab 65 Lahir Kalau Memang Ada
- Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
- Bab 67 Apakah Kamu Merasa Sekotor Itu?
- Bab 68 Panggil Saya Suamimu
- Bab 69 Karena Sudah Tidak Peduli, Baru Bisa Sesadis Ini
- Bab 70 Masa Lampau Itu
- Bab 71 Selamat Tinggal,David
- Bab 72 Perceraian
- Bab 73 Petemuan Ini Seperti Takdir
- Bab 74 Kenapa Tidak Berani Melihatku
- Bab 75 Menjadi Kekasihku
- Bab76 Dia Tidak Punya Kaki Sampai Harus Di Antar?
- Bab 77 Aku Memberikanmu Satu Kali Kesempatan Untuk Mencintaiku
- Bab 78 Dijual Ke David
- Bab 79 Hanya Menyampaikan Ini, Jaga Diri Dengan Baik
- Bab 80 Perjodohan
- Bab 81 Adegan Familiar
- Bab 82 Petani Dan Ular
- Bab 83 Ini Hanya Kompensasi
- Bab 84 Mulai Sementara
- Bab 85 Menjalankannya Bersama Akan Ada Hasil
- Bab 86 Bella, Jalan Kita Masih Panjang
- Bab 87 Anak Tidaklah Bersalah
- Bab 88 Jika Ini Semua Bukanlah Cinta
- Bab 89 Kakak Ipar
- Bab 90 Identifikasi Orang Tua-Anak
- Bab 91 Kamu Hanya Menganggap Saya Masa Lalu
- Bab 92 Lagu Ulang Tahun
- Bab 93 Bersama Dalam Kesulitan
- Bab 94 Saya Tidak Bilang Selesai
- Bab 95 Willy
- Bab 96 Kita Menikah Kembali
- Bab 97 Atas Dasar Wanita Saya
- Bab 98 Balas Dendam Cindy
- Bab 99 Aku Tidak Taruhan Dengan Orang Gila
- Bab 100 Apakah Kamu Pernah Mencintaiku?
- Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
- Bab 102 Aku Adalah Bajingan
- Bab 103 Aku Tahu Kamu Tidak Mencintai Aku
- Bab 104 Mimpi Besar Dan Belum Tersadar
- Bab 105 Berakting
- Bab 106 Bella, Aku Datang Mencarimu
- Bab 107 Jangan Usir Aku
- Bab 108 Pertunjukkan dari Ketiga Laki-laki
- Bab 109 Konfrontasi Kamar Mandi
- Bab 110 Bajingan Kecil
- Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
- Bab 112 Ibu-Anak Anti-View
- Bab 113 David Adalah Lelakiku
- Bab 114 Jika Kamu Tak Buka, Aku Yang Bantu Membukanya
- Bab 115 Kejujuran
- Bab 116 Aku Pasti Bisa Membawamu Ke Puncak
- Bab 117 Harga Diriku Melarangku Mengulangi Kesalahan Yang Sama
- Bab 118 Kembalilah, Ya?
- Bab 119 Menikah Dengan Sekali Lagi
- Bab 120 Kita Menikah Saja
- Bab 121 Tidak Bisa Berhasil Belajar
- Bab 122 Gembi Gu Dalam Bahaya
- Bab 123 Aku Ingin Kamu dengan Senang Hati Menikah Denganku
- Bab 124 Mulai Hari Ini, Kamu Harus Selalu Berada di Sampingku
- Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya
- Bab 126 Keadaan Yang Baik
- Bab 127 Semua Ini Karena Sup Ayam
- Bab 128 Di Antara Kita Mana Ada Lagi Hubungan Keluarga Yang Bisa Dianggap
- Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat
- Bab 130 Akulah Alasannya
- Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata
- Bab 132 Menggoda
- Bab 133 Mengulang Trik Lama
- Bab 134 Aku Pernah Mencintaimu
- Bab 135 Bawa Aku Pergi
- Bab 136 Ayuk Ke Pantai
- Bab 137 Pembunuh
- Bab 138 Melarang
- Bab 139 Pergilah, Aku Membiarkanmu Pergi
- Bab 140 Kecepatan Hidup dan Mati
- Bab 141 Kali Ini, Giliranku Yang Menunggumu
- Bab 142 Patah Hati
- Bab 143 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 144 Aku Hanya Mau Satu Jawaban
- Bab 145 Memulai Kehidupan Baru
- Bab 146 Negara Asing
- Bab 147 Jika Suatu Hari Nanti Aku Bisa Melupakannya
- Bab 148 Tom
- Bab 149 Di Dunia Ini, Mana Ada Begitu Banyak
- Bab 150 Ditakdirkan Bersama tapi Terpisah oleh Lautan
- Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
- Bab 152 Aku Membencinya, Aku Mencintainya
- Bab 153 Reinkarnasi Kehidupan
- Bab 154 Aku Akan Membayarnya dengan Segala Milikku
- Bab 155 Kembali ke Negeri Asal
- Bab 156 Berpapasan yang Terlewatkan
- Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu
- Bab 158 Eric Lee
- Bab 159 Dia Adalah Sumber Segala Ketakutanku
- Bab 160 Jangan Menolakku Ya
- Bab 161 Pada Akhirnya Kembali Bertemu
- Bab 162 Kamu Masih Membenciku
- Bab 163 Bintang di Langit, Dia di Hati
- Bab 164 Hanya Masa Lalu
- Bab 165 Tidak Ada Satupun Yang Bisa Dibandingkan Dengannya
- Bab 166 Aku Hanya Ingin Berbuat Baik Kepadamu
- Bab 167 Menebus Kesalahan
- Bab 168 Hebat
- Bab 169 Pengajaran Berkualitas
- Bab 170 Hai Orang Asing
- Bab 171 Mengadu Kecerdasan dan Keberanian
- Bab 172 Masih Ada Berapa Lama Waktu Dihabiskan Untuk Merasa Kesal
- Bab 173 Kapitalis Jahat
- Bab 174 Hati Kecil
- Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
- Bab 176 Tuan Kelima
- Bab 177 Identitas Nino
- Bab 178 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan
- Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
- Bab 180 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan (3)
- Bab 181 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya
- Bab 182 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (5)
- Bab 183 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (6)
- Bab 184 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (7)
- Bab 185 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (8)
- Bab 186 Karnaval Terakhir
- Bab 187 Pertaruhan Hidup
- Bab 188 Biar Aku yang Menemanimu Mati
- Bab 189 Jangan Tanya Tentang Masa Depan
- Bab 190 Epilog
- Bab 190 Epilog (2)
- Bab 191 Epilog (Benar) (1)
- Bab 191 Epilog (Benar) (2)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (1)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (2)
- Bab 193 Wawancara Suami Istri
- Bab 194 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (7)
- Bab 195 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (8)
- Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)